cover
Contact Name
Suryaning Setyowati
Contact Email
suryaning.setyowati@ums.ac.id
Phone
+6285869463911
Journal Mail Official
suryaning.setyowati@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt. 5, Pabelan, Kartasura, Kab. Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur
ISSN : 14118912     EISSN : 27146251     DOI : https://www.doi.org/10.23917/sinektika
Core Subject : Art, Engineering,
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur is a scientific journal of the Architecture Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta which focuses on delivering information on the results of scientific research conducted by researchers, especially in the field of architecture. The scientific articles in the scope of pure and applied sciences about architectural science including art & design, history & human behavior, technology, urban planning and the environment. Research results are scientific, critical and comprehensive on important and current issues covered in the field of architecture.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 1: January 2025" : 15 Documents clear
Urban Acupuncture Strategy on Implementation of Transit Oriented Development (TOD) Concept on The Yogyakarta-Surakarta Commuter Line Hidayatullah, Ardiansyah Rahmat; Yetti, Aprodita Emma
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.4163

Abstract

Dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat baik pada aspek sosial, budaya, ekonomi dan lain sebagainya tak jarang menuntut untuk berpindah kota yang didukung dengan ketersediaan moda transportasi publik. Hal tersebut terjadi pada kota-kota yang berperan sebagai Daerah Pusat atau Kawasan Pusat Bisnis (KPB) yang menghubungkan diantaranya Daerah Penglaju. Yogyakarta-Surakarta saat ini dengan adanya Commuter Line (Kereta Api Listrik) menambah pergerakan masyarakat untuk berwisata, bekerja dan aktivitas antar kota lainnya pada stasiun-stasiun kecil di antara jalur tersebut. Dengan bertambahnya stasiun pemberangkatan dan pemberhentian, semakin banyak masyarakat yang terbantu dengan mudah untuk pulang pergi. Melihat fenomena tersebut, perlu dilakukan penelitian mengenai identifikasi konsep Transit Oriented Development (TOD) yang terdapat pada setiap stasiun pemberhentian jalur KRL Yogyakarta-Surakarta. Melalui metode analisis kualitatif terhadap jenis, karakteristik dan kriteria konsep TOD pada masing-masing Stasiun KRL Yogyakarta-Surakarta yang kemudian dirumuskan karakteristik permasalahan berdasarkan prinsip Urban Acupuncture. Sehingga dapat ditemukan bahwa beberapa stasiun belum berhasil dan optimal dalam mengimplementasikan konsep TOD, seperti dalam merespon transportasi lanjutan, daya dukung infrastruktur bagi pejalan kaki, nilai ekologis yang belum optimal, dan belum mendukung variasi aktifitas sosial yang terjadi disekitarnya. Adapun melalui prinsip Urban Acupuncture dapat menjadi pertimbangan terkait pengembangan dan arahan desain dalam pemanfaatan ruang, perkembangan fungsi ruang, pemenuhan jalur pedestrian, konservasi dan pengembangan nilai ekologsi kawasan TOD, kebutuhan penyediaan ruang publik masyarakat, dan pemanfaatan kawasan serta ruang melalui prinsip infill redevelopment.
Flood Risk Management (Studi Kasus: Sungai Bahodopi, Di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali) Ikram, Ikram; Tefa, Gidion
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.4280

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang pengaruh metode Soil Bioengineering dan pendekatan non-struktual terhadap peningkatan Flood Risk Management. Metode penulisan berdasarkan studi literatur dan studi preseden yang menjelaskan berbagai sumber yang berkaitan dengan penerapan Soil Bioengineering sebagai elemen Green Infrastructure dan pendekatan non-struktural untuk menanggulangi bencana banjir akbiat aktivitas industri dan permukiman penduduk di sekitar bantaran sungai. Karakteristik vegetasi akar dalam dan batang kokoh diharapkan dapat menanggulangi terjadinya bencana banjir ke dalam areal permukiman penduduk, dan pendekatan non-struktural juga dapat diterapkan, seperti pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Bahodopi, yaitu peraturan tata guna lahan dan beberapa aturan mengenai larangan penggunaan tanah disekitar riparian sungai yang berpotensi mengurangi daerah resapan air dan menyebabkan terjadinya bencana banjir. Dengan demikian penerapan Flood Risk Management yang direncanakan dapat mengatasi bencana banjir di areal permukiman padat penduduk.
Traits of Historical Research in Islamic Architectural Studies: Islamic Art and Architecture (650-1250) Shahani, Mohammadhossein
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.4309

Abstract

This paper investigates the traits of historical research in the context of Islamic architectural studies. For this purpose, it focuses on the distinguished book "Islamic Art and Architecture (650-1250)" and argues that these traits receive significant attention in the book. The paper begins by examining the book authors' statements to draw insights from their work plan. Underscoring the necessity of evidence-based reporting, it highlights chief facts related to the traits within the context of Islamic architecture. By analyzing their reporting and the facts, the paper unveils the principles devised for studying Islamic architectural history. It demonstrates that historians of Islamic art and architecture can employ various means to unearth evidence from the past. It delineates how the objectives of studying Islamic architecture can align with the interpretation of historical facts. It also discusses the criteria of periodization offered for dealing with the history of Islamic art and architecture, explaining the aspects of chronological categories in the book. Based on the principles, the paper finally presents suggestions for augmenting the traits in researching Islamic architecture. 
Karakteristik Arsitektur Rumah Tinggal Jawa Tondano di Kabupaten Gorontalo Tamrin, Moh. Muhrim; Nurmiah, Nurmiah; Umar, Umar
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.4380

Abstract

Komunitas Jawa-Tondano (Jaton) di Gorontalo merupakan keturunan pengikut setia perang Diponegoro (1825-1830) dengan Kyai Modjo sebagai panglima perang dikirim ke Minahasa. Mereka menikahi wanita Minahasa dan menetap di Gorontalo. Karakteristik perumahan orang-orang Jaton di Gorontalo menunjukkan keunikan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis karakteristik bangunan rumah Komunitas Jawa-Tondano (Jaton) di Gorontalo dalam dua konteks elemen budaya, dan (2) menganalisis bentuk bangunan rumah Komunitas Jawa-Tondano (Jaton) di Gorontalo berupa karakteristik (ukuran, kepadatan bangunan, dan tipe). Metode dieksploitasi dalam penelitian ini adalah Kualitatif-rasionalistik. Hasil dari penelitian karakteristik arsitektur rumah tinggal Jawa Tondano Di Kabupaten Gorontalo dalam pembangunan rumah tinggal, memiliki beberapa karakteristik seperti pada organisasi ruang memiliki 3 bagian, yaitu bagian depan, bagian tengah, dan dan bagian belakang. Struktur pondasi yang di gunakan adalah struktur setempat/umpak, serta struktur balok menggunakan sistem ikat. Bentuk atap bangunan yang di digunakan menggunakan atap limas, atap palana, ataupun perpaduaan antara atap limas dan atap pelana. Model jendela dan yaitu berbentuk jalusi dan berbentuk papan yang disusun, sementara sistem peletakan tangga memiliki 2 tangga yang terletak di depan bangunan serta terletak di bagian belakang yang berhubungan langsung dengan area dapur. Jenis ragam hias/ornamen lainya terdapat pada ventilasi pintu dan jendela, syarat pembangunan rumah tinggal Jaton meliputi: formasi rumah menggunakan tangga utama, bentang bangunan antara 6 m – 8 m, dan panjang bangunan antara 8 m – 10 m (tergantung penghuni), standar tinggi kolom antara 1.5 m – 2 m, jumlah anak tangga menggunakan hitungan angka antara 1,3,4,6,7, dan 9 (2,5,8 dianggap kurang baik).
Pengaruh Pencahayaan Buatan Terhadap Perilaku Anak Autis Di SLB Sri Mujinab Pekanbaru Putri, Elya Indah; Sudarwanto, Budi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.4475

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan kelainan sensori yang mengakibatkan penderita ASD mengalami kesulitan dalam komunikasi. Objek penelitian dilakukan di SLB N Sri Mujinab Pekanbaru yang murid sekolah tersebut merupakan penderita ASD. Pencahayaan buatan memiliki fungsi sebagai penerang saat cahaya matahari tidak maksimal. Berdasarkan Putri (2015), kondisi pencahayaan buatan pada ruang kelas SLB ini tidak terlalu cukup sehingga pengidap ASD tidak fokus dalam proses belajar mengajar dikarenakan pencahayaan yang ada kurang nyaman. Oleh karena itu, pencahayaan buatan sangat berpengaruh terhadap perilaku penderita ASD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pencahayaan buatan terhadap perilaku anak ASD dan mengetahui pencahayaan buatan seperti apa untuk kenyamanan siswa SLB Sri Mujinab. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menganalisa hasil kuesioner dan pengukuran data kuantitatif dengan menggunakan lux meter untuk data iluminasi. Hasil dari penelitian ini adalah cahaya buatan sangat berpengaruh terhadap perilaku anak ASD, jika cahaya terlalu gelap atau terang, penderita ASD akan merasa tidak aman bahkan tantrum.
Tipologi Bangunan Cagar Budaya Karya A.F. Aalbers Di Kota Bandung: Transformasi Fungsi Hunian Menjadi Komersil Nurrahman, Ilham; Soewarno, Nurtati; Wahadamaputera, Shirley
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.4507

Abstract

Kota Bandung menjadi pusat kegiatan pada era pemerintahan kolonial Belanda di Jawa Barat. Banyak bangunan karya arsitek Belanda di Kota Bandung yang bertahan hingga saat ini. Arsitek Belanda yang datang ke Kota Bandung adalah arsitek yang bekerja untuk perusahaan swasta salah satunya adalah A.F. Aalbers. Bangunan karyanya kini termasuk kedalam bangunan cagar budaya, namun seiring dengan tuntutan zaman beberapa bangunan mengalami transformasi fungsi. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana tipologi bangunan yang dimiliki dan transformasi yang terjadi pada bangunan karya Aalbers di Kota Bandung yang awalnya berfungsi hunian kini menjadi komersil. Dalam penelitian ini, digunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggambarkan bagaimana kondisi bangunan setelah mengalami transformasi. Hasil yang didapatkan dengan beberapa parameter amatan adalah proses transfomasi yang terjadi didasari oleh faktor tertentu. Perubahan ruang dan sirkulasi disesuaikan dengan fungsi tanpa melanggar peraturan yang berlaku. Transformasi bangunan hunian menjadi komersil yang terjadi tidak hanya mencerminkan bentuk adaptasi bangunan dalam menjaga keberlangsungan bangunan kolonial dari masa ke masa tetapi juga berperan sebagai bagian konservasi dan pengembangan bangunan cagar budaya tersebut untuk tetap hidup.
Makna Arsitektur Masjid Pathok Negoro Sebuah Karya yang Melampaui Batas Ruang dan Waktu Setyawati, Endang; Tisnawati, Endah
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.4531

Abstract

Dalam wilayah Kawasan Negara Kasultanan Yogyakarta, dikenal adanya keberadaan Masjid Pathok Negoro. Masjid-masjid ini pada masa pendiriannya difungsikan sebagai sistem pertahanan negara dari serangan musuh (penjajah Belanda dan Jepang pada masanya), baik dari dalam maupun dari luar wilayah. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian adalah adanya kesenjangan teori tentang bentuk pertahanan suatu wilayah Kerajaan dengan bentuk pertahanan yang ada di Negara Kasultanan Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan grounded theory, dengan tujuan untuk mengungkap makna dari fakta empiris yang mendalam dari fenomena yang ada. Dalam grounded, penelusuran data lebih banyak dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan. Grounded theory bertujuan untuk mengembangkan teori dari data lapangan tanpa adanya teori awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pertahanan Masjid Pathok Negoro yang dirancang oleh Sultan HB I sejak awal berdiri dalam fungsinya sebagai sistem pertahanan negara telah bergeser menjadi bentuk teritori wilayah masyarakat eksklusif masyarakat Islam. Keberadaannya masih bisa dirasakan dalam era modern saat ini sebagai wilayah yang eksklusif dalam kehidupan masyarakatnya. Peran raja/Sultan dan Kyai menjadi faktor penting dalam membentuk kondisi peruangan wilayahnya.
Identifikasi Material Industrial untuk Kenyamanan Termal pada Bangunan Sawahan Food Court dengan Konsep Arsitektur Ekologis: - Rahma, Issa Vuka; Mutiari, Dhani
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.4547

Abstract

Di era modern ini tantangan lingkungan dan urbanisasi yang semakin meningkat, keharusan untuk menciptakan arsitektur yang tidak hanya estetis namun juga ramah terhadap alam menjadi hal yang sangat penting. Penelitian ini mengeksplorasi paradigma arsitektur ramah terhadap lingkungan dan terus berkembang, untuk mencapai keseimbangan harmonis antara lingkungan binaan dan alam. Penelitian ini menggali prinsip dan praktik yang mendasari pendekatan termasuk desain industrial, material berkelanjutan, dan penggunaan elemen alami dalam konstruksi. penelitian ini dimaksudkan untuk mewujudkan proyek arsitektur ramah lingkungan yang inovatif disajikan untuk menunjukkan penerapan ide-ide di dunia nyata, menekankan potensinya dalam mengurangi dampak terhadap lingkungan, mendorong pemulihan keseimbangan ekologi serta peningkatan estetika pada bangunan. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data literatur dari jurnal terkait material industrial. Kemudian, melakukan analisis pendekatan pada arsitektur ekologis yang dikaitakan dengan elemen-elemen pembentuk ruang pada bangunan. Kemudian menggunakan simulasi sederhana terkait kenyamanan termal. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa Sawahan Food court menerapkan pendekatan Arsitektur Ekologis dengan mengkaji interaksi antara desain arsitektur dan lingkungan alam pada bangunan Sawahan Food Court. Penelitian ini menggaris bawahi potensi masa depan yang lebih berkelanjutan dimana arsitektur menjadi kekuatan pendorong dalam pengelolaan ekologi dan mitigasi dampak perubahan iklim.
Urban Vibrancy Sebagai Faktor Daya Tarik Kawasan Di Kecamatan Genteng, Surabaya Rambe, Aisyah Ronawan; Wibisono, Bambang Hari
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.4577

Abstract

Vibrancy menganalisis dampak positif dari kehidupan perkotaan terhadap perspektif masyarakat. Mengetahui sejauh mana kota mengalami kehidupan yang dinamis, kaya akan budaya, dan menarik. Mengacu pada tingkat aktivitas manusia dan interaksinya didalam kota.  Kehidupan perkotaan didefinisikan dan diukur secara berbeda dalam literatur. Awalnya, digambarkan sebagai jumlah orang di sekitar jalan atau lingkungan. Sekarang, umumnya dikaitkan dengan intensitas aktivitas, keragaman penggunaan lahan, dan aksesibilitas. Dalam konteks penelitian ini, Urban Vibrancy dianggap sebagai faktor utama yang membentuk daya tarik suatu kawasan. Fokus penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis sejauh mana keberagaman dan intensitas interaksi dalam Urban Vibrancy berkontribusi terhadap daya tarik kawasan. Penelitian ini memanfaatkan sumber utama melalui data Open Street Map (OSM), data ini dapat membantu dalam menjelajahi keberagaman aktivitas di suatu wilayah. Menggunakan metode Kernel Density Estimation dan Observasi lapangan untuk menganalisis hasil. Hasilnya menunjukkan Kawasan dengan intensitas aktivitas padat dan ramai yang sebagian besar terdistribusi di area pusat kota terutama Kecamatan Genteng, Surabaya.
Penerapan Prinsip Permakultur Desain Melalui Elemen Arsitektural pada Bangunan Vertical Harvest Farms, USA Dewi, Aprilia Shyntia; Safeyah, Muchlisiniyati
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.4593

Abstract

Fenomena ketidakberlanjutan pertanian perkotaan (urban farming) dalam bentuk bangunan atau area pertanian dipengaruhi faktor lingkungan, manusia dan infrastruktur. Seperti di Indonesia, belum tersedianya bangunan pertanian perkotaan yang mendukung infrastruktur terhadap ketahanan pangan, sehingga kurang dalam merespon kondisi iklim dan cuaca setempat. Bangunan pertanian yang ada masih berfokus pada teknik tanaman yang mudah tanpa memikirkan konsep berkelanjutan. Untuk itu, dilakukan penelitian terhadap bangunan yang sukses dalam penerapan pertanian perkotaan, seperti Vertical Harvest Farms USA yang memiliki konsep pertanian berkelanjutan. Konsep berkelanjutan untuk pengolahan pertanian perkotaan dapat dicapai dengan prinsip permakultur desain melalui elemen arsitektural pada penataan ruangan, tipologi massa dan material bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana prinsip permakultur desain diterapkan  lalu dikaitkan dengan elemen arsitektural pada Vertical Harvest Farms USA. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui data sekunder dari berbagai teori dan studi literatur yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Vertical Harvest Farms USA sebagian besar mencakup penerapan prinsip permakultur desain melalui elemen arsitektural. Adapun wujud fisiknya berupa penggunaan material berbasis green house yang disesuaikan dengan cuaca dan iklim daerah setempat dan penataan ruang yang optimal sesuai konsep ruang pertanian. Namun, terkait tipologi massa, masih kurang memenuhi kriteria prinsip permakultur desain, yaitu Desain dari Pola hingga Detail.

Page 1 of 2 | Total Record : 15