cover
Contact Name
MUHAMMAD NURUL FAHMI
Contact Email
fahmi.emnufa@gmail.com
Phone
+6282313345353
Journal Mail Official
al.usariyah.ejournal@gmail.com
Editorial Address
JL. M.H. Thamrin, Gang Kepodang, Kranjingan, Sumbersari, Jember, JAWA TIMUR
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam
ISSN : -     EISSN : 29868157     DOI : https://doi.org/10.37397/almajaalis.v7i1/
Al-Usariyah adalah jurnal hukum keluarga islam yang diterbitkan tiga kali dalam setahun pada Maret, Juli dan November oleh Program Studi Hukum Keluarga Islam Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah (STDI) Imam Syafi’i Jember sejak tahun 2023 dan langsung menggunakan terbitan online (OJS). Artikel yang diterbitkan berfokus pada empat topik utama: Perkawinan, Kewarisan, Perwasiatan, dan Hukum-hukum Keluarga. Artikel yang dikirimkan ke redaksi Al-Usariyah diharapkan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa PBB yang ditulis mengikuti format tulisan ilmiah murni. Penulis disarankan untuk menggunakan reference manager (seperti; Mendeley atau Zotero) dalam penulisan referensi. Semua artikel yang dikirimkan ke redaksi melalui proses koreksi. Artikel yang diterbitkan oleh Al-Usariyah memiliki nomor Digital Object Identifier (DOI). Al-Usariyah telah terindeks oleh Google Scholar, Moraref dan pengindeks yang lainnya.
Articles 107 Documents
REASONS FOR PEOPLE IN LAW BRINGING AN ATTORNEY AND THEIR ROLES IN ACCOMPANYING CLIENTS: Case Study of Marriage Cases in Jember Religious Court Teguh Dwi Cahyadi; Adi Gunawan
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In proceedings at a religious court, someone who is litigating will experience difficulties in the proceedings. This is because the proceedings and legal rules in religious courts are complicated, so a person needs a lawyer to ask for legal assistance in proceedings at a religious court. However, the reason why a person brings an attorney in a religious court needs to be studied further to find out the reasons why litigants bring attorneys in a religious court and their role in accompanying their clients in religious courts. This research is a field research conducted at the Jember Religious Court using a qualitative approach. The results of this study indicate that the reason someone brings attorneys to Jember Religious Court is a lack of knowledge of law, the complexity of the proceedings at the Religious court, someone who is in a case wants to get a satisfactory result, and someone who is having a case is busy with his livings and work. The role of attorneys in accompanying clients at the Jember Religious Court is to represent clients, to cause the ligitants to be present, to provide legal advice to clients, to assist with case administration, to provide legal services to clients, and to defend client interests. Keywords: attorney, religious court, litigation reason
INKONSISTENSI WASIAT WAJIBAH DALAM KOMPILASI HUKUM ISLAM: Menurut Perspektif Fikih Islam Muhammad Yassir; Akhmad Husaini; Khoirul Ahsan
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di antara hal-hal yang memerlukan kajian dalam era sekarang adalah masalah wasiat wajibah yang dari awal kemunculannya sebagai positif law dianggap sebagai penemuan dan ijtihad masa sekarang. Mesir melalui Undang-undang Nomor 71 tahun 1946 memberlakukan wasiat wajibah terhadap cucu dan atau ibunya telah meninggal dunia lebih dahulu dari pewaris. Undang-undang tersebut menentukan bahwa cucu tidak mendapat warisan jika bersamanya ada anak laki-laki, dan kedudukan cucu di sini adalah sebagai z|awi al-arham. Sedangkan di Indonesia, materi Kompilasi Hukum Islam adalah tentang pemberian wasiat wajibah kepada anak angkat dan orang tua angkat yang telah disebutkan di dalam pasal 209. Pasal 209 KHI membuat terobosan hukum dalam konteks keindonesiaan yang mengakui adanya hak harta bagi anak maupun orang tua angkat. Sehingga KHI telah memodifikasi wasiat wajibah yang asalnya diperuntukkan bagi kerabat yang memang mempunyai hubungan darah dengan mayit menjadi bercakupan luas kepada yang bukan ahli waris. Wasiat wajibah dari sudut pandang KHI merupakan hasil pertemuan dari dua sistem hukum yakni hukum Islam yang sama sekali tidak mengenal anak angkat dan hukum adat yang memperlakukan anak angkat sebagai anak kandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wasiat wajibah versi KHI dinilai menabrak syariat dikarenakan memberi warisan kepada anak angkat yang notabene bukan ahli waris yang ditentukan dalam Islam. Solusi yang ditawarkan dalam hal ini adalah; wasiat ikhtiyariyyah, hibah, sedekah, takharuj, ijazat al-waratsah, dan rodkh. Ini semua berupaya untuk menjadikan hukum lebih tersegarkan dengan sentuhan solutif yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Kata kunci: Inkosistensi wasiat wajibah, warisan anak angkat, wasiat wajibah KHI
اختيارات الشيخ القرضاوي الفقهية من خلال كتاب فقه الزكاة ومدى موافقتها للمذاهب الفقهية الأربعة Muhammad Yogi
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

هذه المقالة عن الاختيارات الشيخ القرضاوي الفقهية من خلال كتاب فقه الزكاة ومدى موافقتها للمذاهب الفقهية الأربعة، تستعرض فيها مميزات اختيارات الشيخ الفقهية ومنهجه في اختياراته، وتنجلي أهمية الموضوع في مكانة الشيخ العلمية والاجتماعية بين العلماء المعاصرين، وموضوع البحث من أهم مواضع العلم وهو الركن الثالث من أركان الإسلام، وأن كتاب فقه الزكاة من أهم مصادر فقه الزكاة المقارن ودراسة اختيارات العلماء تنمي الملكة الفقهية. اختصر الباحث بحثه بالبحث المكتبي التحليلي، وذلك بجمع المعلومات والمصادر المتعلقة بموضوع الزكاة، فيكون دور الباحث جمع المعلومات في كل مسألة ثم تحليلها بذكر الاختيار للشيخ يوسف القرضاوي في المسألة ثم مقارنتها بالمذاهب الفقهية الأربعة منسوبة إلى قائلها. ومن أهم النتائج، اعتمد الشيخ في اختياراته على نصوص الكتاب والسنة الصحيحة واعمال النصوص العامة والمعاني المعتبرة في الشرع، أنه كثيراً ما خرج عن منهج الوسط فحمل المعاني المعتبرة فوق ما تحتمله وإعمال القياس ثم تميزت اختيارات الشيخ بالموضوعية والاستقلال الفكري، ولم يتقيد بمذهب معين في اختياراته، لم يكن الشيخ يختار أقوالاً مجردًا عن الأدلة، فقد التزم في جميع اختياراته تأييد القول المختار بأدلة من النصوص والمعاني المعتبرة. الكلمات الرئيسية: اختيارات، زكاة، القرضاوي.
PUTUSNYA HUBUNGAN ANAK DENGAN ORANGTUA KARENA PERCERAIAN: Studi Kasus Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember Sofyan Siddik Fuad Baswedan; Muhamad Arifin; Lalu Tegar Dwiki Putra
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan memiliki banyak arti bagi setiap pasangan yang menikah. Sebagian orang, pernikahan merupakan sebuah upacara formal untuk melegalkan hubungan antara pasangan yang sudah saling mencintai. Sementara sebagian lainnya, menganggap pernikahan merupakan sebuah upacara sakral yang menyatukan dua jiwa yang berbeda. Namun satu hal yang disepakati bahwa pernikahan adalah ikatan yang menyebabkan adanya hak dan kewajiban atas masing masing suami, istri dan anak keturunan. Anak yang terlahir dari hubungan pernikahan berkewajiban untuk berbakti kepada orang tuanya, dan sebaliknya kedua orang tuanya juga berkewajiban untuk mencukupi dan mendidik anak keturunannya. Hak dan kewajiban antara anak dan kedua orang tuanya ini terus melekat dan tidak terputus walau kedua orang tua telah terpisah oleh perceraian. Penelitian yang dilakukan di kota Jember ini bertujuan: (1) menemukan korelasi antara perceraian dengan putusnya hubungan antara anak dengan kedua orangtua atau salah satunya, (2) mengungkap perspektif syari’at tentang putusnya hubungan anak dengan orangtuanya sebagai salah satu dampak perceraian. Adapun jenis penelitian yang dipakai adalah studi deskriptif, yaitu jenis penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan suatu fenomena atau peristiwa yang terjadi secara sistematis dan detail. Penelitian ini tidak melibatkan pengendalian variabel atau manipulasi terhadap faktor yang diteliti. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang suatu fenomena atau peristiwa. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ada banyak sebab terputusnya hubungan anak dan orangtua, salah satunya adalah sakit hati dari salah satu mantan suami atau istri akibat perceraian, suami tidak memberi nafkah setelah bercerai, (2) suami atau istri yang bercerai tidak memahami bahwa hak hak anak hasil pernikahan mereka tidak terputus oleh perceraian mereka berdua, sehingga tetap wajib ditunaikan walaupun sudah tidak Bersama ibu kandungnya. Kata Kunci: Hak Anak; {Perceraian; Pernikahan.  
PERAN KELUARGA MUSLIM DALAM MENCEGAH PENYIMPANGAN SEKSUAL (LGBT) PADA REMAJA DI KABUPATEN NATUNA Rizqi Putri Andani; Arif Husnul Khuluq
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LGBT merupakan bentuk penyimpangan orientasi seksual pada manusia. LGBT banyak dijumpai di kalangan remaja yang mana seseorang masih labil, mudah terpengaruh, dan sedang mencari jati dirinya. Keberadaan keluarga muslim diharapkan menjadi tameng bagi anggotanya untuk tetap pada koridor agama yang benar dan menjauhi penyimpangan sosial. Kabupaten Natuna merupakan salah satu kabupaten terluar Indonesia. Berkembangnya fasilitas pendidikan serta sarana komunikasi di daerah ini memudahkan masyarakat terutama para remaja untuk mengakses apapun dari media sosial, termasuk isu mengenai LGBT. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) menganalisis dan menemukan pandangan remaja di Kabupaten Natuna tentang LGBT, (2) menganalisis dan menemukan peran keluarga muslim dalam mencegah LGBT pada remaja di Kabupaten Natuna, (3) menganalisis dan menemukan tinjauan hukum Islam mengenai LGBT. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Informan dalam penelitian ini adalah para remaja dan orang tua di Kabupaten Natuna. Teknik pengambilan data yaitu dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) LGBT merupakan suatu ketidaknormalan, ketidakwajaran, dan bukan sebuah pilihan, (2) peran keluarga dalam mencegah LGBT pada remaja yaitu dengan menanamkan nilai agama pada anak sejak dini, bersahabat dengan anak, dan menjadi teladan terbaik bagi anak, (3) LGBT dilarang oleh syariat dan lebih keji dari pada zina. Kata Kunci: LGBT; Remaja; Keluarga Muslim.
SHARING SESSION AYAH ANAK; SOLUSI MENCEGAH HOMOSEKSUALITAS PADA REMAJA LAKI-LAKI Cindy Eka Ananda Pangestu; Kamilya Anjani Putri; Vina Rahayu Chairunnisa
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fakta tentang penyebaran Penyakit dan Infeksi Menular Seksual di Indonesia semakin mengalami peningkatan tiap tahunnya. Penyebaran paling tinggi terjadi pada laki-laki sejalan dengan tingginya faktor risiko homoseksual. Hal ini tentunya menjadi ancaman besar dan krusial bagi kalangan remaja, terkhusus anak laki-laki. Kemunculan homoseksual sangat erat kaitannya dengan faktor psikologis; kedekatan dan peran penting orang tua terutama ayah. Lemahnya figur ayah di dalam keluarga sangat memengaruhi psikologi anak laki-lakinya. Penelitian ini bertujuan menjelaskan adanya keterlibatan peran orang tua terkhusus peran ayah, selaku kepala keluarga, pendidik, pelindung, dan pemberi rasa aman terhadap keluarga dalam mengidentifikasi sekaligus mencegah perilaku menyimpang homoseksualitas pada anak laki-laki. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kepustakaan mengenai pengaruh peran ayah dalam mendeteksi dini perilaku penyimpangan seksual anak. Dengan demikian sejauh referensi yang diperoleh, Peneliti dapat menyimpulkan bahwa sharing session ayah-anak merupakan salah satu solusi yang dapat ditawarkan kepada keluarga muslim guna mencegah perilaku homoseksual pada remaja. Solusi ini didukung oleh data yang menyatakan bahwa ayah memiliki peran besar dalam pertumbuhan dan perkembangan anak laki-laki. Hubungan yang buruk antara anak laki-laki dan ayah menjadi sebab terbesar jatuh ke dalam lingkup penyimpangan seksual. Kata kunci: Homoseksual, peran ayah, anak laki-laki, identifikasi, pencegahan.
INTEGRASI PENDIDIKAN SEKSUAL DALAM ILMU FIKIH UNTUK MENCEGAH PENYIMPANGAN PERILAKU SEKSUAL: Studi Kasus pada Ma’had Imam Syafi’i Jember Syaifi Udzkhiyatin Nisa; Najla Aliyah Athifah
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan seks adalah upaya pengajaran, penyadaran, bimbingan dan penjelasan mengenai masalah seksual agar tidak terjadi penyalahgunaan dan penyimpangan seksual di kemudian hari dan manusia dapat melaksanakan fungsi seksualnya dengan sebaik-baiknya. Fenomena penyimpangan seksual yang menimpa remaja saat ini semakin marak terjadi disebabkan karena kurangnya edukasi seks yang diberikan guru pada siswa, yang seharusnya sudah diperoleh sejak dini. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mengetahui dan menganalisis materi integrasi pendidikan seks dalam mata pelajaran Ilmu Fikih, (2) menganalisis penerapan integrasi pendidikan seks dalam mata pelajaran Ilmu Fikih, (3) menganalisis faktor pendukung dan penghambat dari penerapannya.  Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan fenomenologi. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Objek penelitian ini adalah pengajar di Pondok Pesantren Imam Syafi’i Jember. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Integrasi materi pendidikan seks pada mata pelajaran Ilmu Fikih tampak pada materi taharah, pengenalan batasan aurat dan munakahat, (2) Penerapannya mengacu pada visi dan misi sekolah, menggunakan metode pembelajaran, dan peraturan-peraturan sekolah, (3) Faktor pendukung dalam penerapannya yaitu adanya urgensi pendidikan seks, adanya dukungan, tekad kuat dari seluruh komponen sekolah, dan adanya kegiatan positif di sekolah. Sedangkan faktor penghambat dari penerapan integrasi pendidikan seks dalam Ilmu Fikih, yaitu lemahnya pondasi akidah dan kurangnya pengajar yang kompeten. Kata Kunci: Pendidikan Seksual; Penyimpangan Seksual; Fikih.
ANALISIS FENOMENA LGBT DALAM MOM (MIXED ORIENTATION MARRIAGE) DAN DAMPAKNYA MENURUT PERSPEKTIF ILMU FIKIH Farikhatul Aini Aprilia; Nani Regina; Winning Son Ashari
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 3 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai negara yang masih menjunjung tinggi norma agama, di Indonesia kehadiran LGBT masih dianggap sebagai pelanggaran dan penyakit sosial. Keadaan ini seringkali menjadi sebuah alasan kaum LGBT untuk memutuskan menikah dengan lawan jenisnya. Ini dikenal dengan istilah MOM (mixed orientation marriage), yaitu suatu hubungan di mana satu partner mengalami ketertarikan sesama jenis sedangkan partner yang lain diidentifikasi sebagai heteroseksual tanpa ketertarikan sesama jenis. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis fenomena LGBT dalam MOM, pernikahan yang dialami para individu dalam MOM, serta dampaknya menurut perspektif ilmu fikih. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan studi kepustakaan. Data yang didapat menunjukkan bahwa MOM banyak sekali dilakukan oleh LGBT dengan alasan yang beragam, di antaranya; ingin tobat dan sembuh, agar dianggap seperti orang normal pada umumnya, dan terbebas dari tuntutan keluarga. Dalam menjalani MOM, pelaku LGBT mengalami rasa bersalah karena telah menyembunyikan orientasi seksualnya, namun ada juga yang rumah tangganya harmonis dan baik-baik saja. Sedangkan heteroseksual, ketika mengetahui pasangannya adalah gay atau biseksual, mereka merasa kecewa, dan pernikahannya berujung dengan perceraian. Dalam kasus MOM hukum pernikahannya menjadi mubah, sunnah, wajib, makruh, dan haram sesuai keadaan individu homoseksual tersebut dan tingkat masalahnya. Kata Kunci: LBGT; mixed orientation marraige; perspektif fikih.
Analisis Fenomena Pasangan Suami Istri yang Tinggal Bersama Mertua: Studi Kasus pada Masyarakat di Dusun Jati Gabahan Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo Saudah Sidiqoh; Winning Son Ashari
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 3 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kewajiban suami adalah memberi nafkah tempat tinggal bagi istrinya. Pada umumnya suami tinggal bersama istrinya saja, tapi berbeda dengan warga dusun Jati Gabahan yang terbiasa dengan fenomena tinggal bersama mertua setelah pernikahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagimana fenomena tinggal bersama mertua pada masyarakat dusun Jati Gabahan. Dalam penelitian ini akan disebutkan apa saja faktor-faktor tinggal bersama mertua, termasuk juga sisi positif dan negatif dari tinggal bersama mertua dan bagaimana upaya mengatasi dan mencegah konflik yang terjadi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sampel penelitian mengunakan teknik purposive sampling pada 5 informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observarsi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggal bersama mertua adalah hal yang umum di dusun Jati Gabahan. Faktor yang membuat pasangan tinggal bersama mertua yaitu; kurangnya ekonomi, untuk merawat mertua, mengikuti suami, karena pendidikan anak dan karena rumah itu warisan mertua. Sisi positif daripada itu adalah semakin erat hubungan dengan mertua dan banyak mendapat bantuan mertua. Sisi negatifnya adalah mertua ikut campur, kurang privasi, ketergantungan finansial pada mertua, perbedaan prinsip dan konflik berkepanjangan. Upaya mengatasi dan mencegah konflik adalah saling terbuka dan memperbaiki komunikasi, bersabar dan menurunkan ego, pasangan berperan sebagai penengah, berbuat baik dan berkata dengan bijak. Kata Kunci: Mertua, tinggal bersama, konflik.
Perwalian Anak Perempuan Hasil Zina Dalam Pernikahan (Studi Perbandingan Antara Mazhab Hanafi dan Peraturan Perundangan di Indonesia) : Studi Perbandingan Antara Mazhab Hanafi dan Peraturan Perundangan di Indonesia Maryam Hanifah; Ahyat Habibi
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 3 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTOne of the noble sunnahs of Allah Ta'ala in the creation of humans is marriage, because when Allah Ta'ala created humans, Allah did not make them like wild reptiles, even Allah Ta'ala glorified humans by setting conditions that would fulfill their happiness and pleasure, always maintain his nobility, and that will be realized by marriage according to the Shari'a which will bind between men and women with noble ties. This sunnah is a bond that legalizes a deeper relationship between men and women on the terms that Allah Ta'ala shari'a has stated. Marriage is something that is very important, as well as the elements in it, such as guardianship in marriage, because guardianship is an element that will safeguard women's rights, glorify them, and protect them from foreign men who do not have sharia ties. over the woman. Among the scholars and jurists, namely hanafi and regulations in Indonesia, they have different views on the regulation of the requirements for marriage guardians, and they are among the well-known in matters of fiqh. Therefore, the author looks at the explanation of who has the right to be the guardian of the daughter of adultery according to the Hanafi school of thought laws and regulations in Indonesia. Because both of them have different special provisions in the matter of daughters resulting from adultery, such as guardianship, lineage and so on. Based on the results of the research and analysis, according to Hanafi, the guardianship of the daughter resulting from adultery in her marriage is al 'ashobah (the heir whose share is not determined, but can receive all of the assets or the remaining assets, after the assets are divided among the heirs of dzawil furudh) from the mother because he was assigned to his mother not from his father. As for when there is no 'ashobah for children who are underage, then it can be replaced by a male relative who is in the same uterus, then the leader or judge. If the girl is an adult, then she can marry herself without being accompanied by a guardian. Meanwhile, according to regulations in Indonesia, the guardian for a daughter resulting from adultery is a judge in the area where she lives.Keywords: Marriage Guardian; Daughters Resulting From Adultery; Law; Hanafi School; Indonesian regulations.

Page 2 of 11 | Total Record : 107