cover
Contact Name
MUHAMMAD NURUL FAHMI
Contact Email
fahmi.emnufa@gmail.com
Phone
+6282313345353
Journal Mail Official
al.usariyah.ejournal@gmail.com
Editorial Address
JL. M.H. Thamrin, Gang Kepodang, Kranjingan, Sumbersari, Jember, JAWA TIMUR
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam
ISSN : -     EISSN : 29868157     DOI : https://doi.org/10.37397/almajaalis.v7i1/
Al-Usariyah adalah jurnal hukum keluarga islam yang diterbitkan tiga kali dalam setahun pada Maret, Juli dan November oleh Program Studi Hukum Keluarga Islam Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah (STDI) Imam Syafi’i Jember sejak tahun 2023 dan langsung menggunakan terbitan online (OJS). Artikel yang diterbitkan berfokus pada empat topik utama: Perkawinan, Kewarisan, Perwasiatan, dan Hukum-hukum Keluarga. Artikel yang dikirimkan ke redaksi Al-Usariyah diharapkan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa PBB yang ditulis mengikuti format tulisan ilmiah murni. Penulis disarankan untuk menggunakan reference manager (seperti; Mendeley atau Zotero) dalam penulisan referensi. Semua artikel yang dikirimkan ke redaksi melalui proses koreksi. Artikel yang diterbitkan oleh Al-Usariyah memiliki nomor Digital Object Identifier (DOI). Al-Usariyah telah terindeks oleh Google Scholar, Moraref dan pengindeks yang lainnya.
Articles 107 Documents
ANALISIS PANDANGAN SYAIKH AL UTSAIMIN TERHADAP HAK PERWALIAN AYAH MUSLIM BAGI ANAK PEREMPUAN NON-MUSLIM Sabilul Muhtadin; Emha Hasan Ayatulloh Asyari; Arinal Firdaus
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 2 (2024): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan beda agama antara Muslim dan non-Muslim kerap menimbulkan problematika hukum, salah satunya terkait hak perwalian anak perempuan non-Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, seorang ulama terkemuka Saudi, mengenai hak perwalian ayah Muslim dalam situasi tersebut.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data dianalisis secara deskriptif dan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syaikh Al Utsaimin berpendapat bahwa ayah Muslim tetap berhak menjadi wali bagi anak perempuannya yang non-Muslim, jika ia menikah dengan laki-laki non-Muslim yang sesuai dengan agamanya. Pendapat Syaikh Al Utsaimin didasarkan pada interpretasi beliau terhadap ayat Al-Quran surat An-Nisa’ ayat 141, serta hadis Nabi tentang tingginya kedudukan islam di atas agama-agama lain. Penelitian ini menemukan bahwa pandangan Syaikh Al Utsaimin memiliki dasar dalil yang cukup kuat, dan juga merupakan pendapat salah seorang ulama Malikiyyah yang bernama Ibnu Wahb. Namun saat dikomparasikan dengan pandangan mayoritas ulama -yaitu gugurnya hak perwalian ayah Muslim untuk menikahkan anak perempuannya yang non-Muslim- maka pendapat mayoritaslah yang lebih jelas serta lebih kuat sisi pendalilannya.Penelitian ini merekomendasikan agar dilakukan kajian lebih lanjut untuk menganalisis pandangan-pandangan Syaikh Al Utsaimin yang berbeda dengan pandangan mayoritas ulama dalam bab nikah Kata Kunci: Perwalian, Anak Perempuan Non-Muslim, Syaikh Al Utsaimin, Pernikahan Beda Agama.
Rekonstruksi Pasal 185 KHI Tentang Ahli Waris Pengganti Muhammad Yogi; Muhammad Ilyas; Mudafi’ah Lil Fudlola
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 2 (2024): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ahli waris pengganti yang diatur dalam pasal 185 KHI masih menyisakan kekaburan hukum, bahkan sebagiannya dianggap melanggar kaidah baku yang paten dalam waris, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketentuan pasal 185 KHI, identifikasi masalah penerapan pasal 185 serta merumuskan Rekonstruksi Pasal 185 agar lebih ideal, penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual serta menggunakan studi pustaka untuk teknis pengumpulan sumber bahan hukumnya, hasil dari penelitian ini adalah Pasal 185 KHI memiliki beberapa kelemahan dalam mendefinisikan dan mengatur ahli waris pengganti, yang menyebabkan berbagai interpretasi, pada implikasinya terhadap hukum kewarisan, Pasal 185 sangat bertentangan dengan syarat waris serta menimbulkan kerancuan dan pelanggaran hak dibuktikan dengan simulasi kasus,  rekonstruksi pasal 185 merumuskan (1) ahli waris pengganti hanya berlaku apabila semua ahli waris yang tertuang pada Pasal 174 tidak ada secara mutlak, dikecualikan darinya suami atau istri pewaris (2) Semua kerabat yang bukan ahli waris dapat dikategorikan sebagai pengganti ahli waris, dan menduduki posisi waris yang digantikan (3) Besaran bagian waris mengikuti porsi waris yang digantikan, dengan konsep perhitungan yang tertuang pada pedoman pembagian waris pada ahli waris pengganti (4) Ahli waris pengganti yang lebih dekat kepada yang digantikan dapat menghijab ahli waris pengganti yang lebih jauh derajatnya. Kata Kunci: Ahli waris pengganti, Pasal 185 KHI, Rekonstruksi  
URGENSI PENDIDIKAN GENDER PADA KELUARGA MUSLIM DITINJAU DARI MAQASID SYARIAH Khoirul Ahsan; M. Abu Rivai; Ghufran Jauhar
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 2 (2024): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu fenomena yang cukup menggelisahkan muncul belakangan ini yang mengganggu kehidupan keluarga muslim, yaitu liberalisme. Mereka berupaya untuk mengobrak-abrik tatanan keluarga dengan memunculkan beragam isu di antaranya adalah isu kesetaraan gender. Isu ini dimunculkan dalam rangka menuntut adanya kesetaraan antara laki-laki dan wanita dalam urusan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi pendidikan gender pada keluarga muslim ditinjau dari Maqa>sid Syariah. model penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggali sejumlah sumber dari berbagai jurnal dan buku-buku. Hasil penelitian ini adalah pendidikan gender yang sesuai fitrah di tengah keluarga muslim sangat penting karena menurut pandangan maqa>sid syariah pendidikan gender ini dapat menanamkan nilai-nilai ketuhanan, ketundukan dan kepatuhan seorang individu terhadap syariat Allah yang menyangkut aturan syariat terhadap masing-masing laki-laki dan wanita. Kata kunci: pendidikan gender, kesetaraan gender, maqasid syariah.
Pengaruh Workshop Keluarga Islam Terhadap Kemampuan Mahasiswa dalam Menemukan Ide Penelitian Dalam Bidang Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah Irsan Irsan; Suhuf Subhan; Khairunnas Jamal
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 2 (2024): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagi banyak mahasiswa pada program studi hukum keluarga Islam menemukan ide penelitian yang berkaitan dengan tema perkawinan atau hukum keluarga Islam adalah hal yang sulit untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Workshop Kiat-kiat Menemukan Ide Penelitian berpengaruh terhadap kemampuan mahasiswa pada Program Studi Hukum Keluarga Islam STDIIS Jember dalam menemukan ide penelitian tentang perkawinan atau hukum keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa STDI Imam Syafi'i Jember yang terlibat dalam seminar. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 125 orang yang diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling, karena setiap anggota populasi diberi kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pengukuran skala likert, dan skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat atau persepsi suatu kelompok respon individu terhadap fenomena sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Workshop Kiat-kiat Menemukan Ide Penelitian memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan mahasiswa program studi Hukum Keluarga Islam STDIIS Jember dalam menemukan ide penelitian. Pengaruh tersebut adalah sebesar 35,98%. Kata kunci: Workshop, Ide Penelitian; Hukum Keluarga Islam.
Hubungan Antara Faktor Demografi dan Kematangan (Rusyd) Remaja dalam Konteks Hukum Keluarga Islam Muhammad Yassir; ABD. MUTHALIB; Muhammad Wahid Abdulloh
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 2 (2024): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi penuh stres yang menghubungkan masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan korelasi faktor demografi dengan kematangan beragama (rusyd) pada remaja yang tersebar di SMA Negeri Mumbulsari dan Universitas Negeri Jember. Kami menggunakan metodologi kuantitatif dengan siswa kelas 12 dan siswa Geografi semester pertama. Wawancara ini dikumpulkan dalam bentuk kuesioner yang diolah oleh Stata 16. Model regresi ditemukan signifikan (p <0,001), R-squared = 0,645, Adjusted R-squared = 0,633 Masalah dan komplikasi, opini dan ide , serta kesiapan menikah mempunyai hubungan positif dan signifikan dengan tingkat kedewasaan, namun tidak dengan jenis kelamin atau usia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coping terhadap masalah, tingginya tingkat mengemukakan pendapat dan kesiapan menikah berhubungan positif dengan kematangan remaja. Kesimpulan: Hasil mempunyai implikasi terhadap intervensi untuk mendorong perkembangan remaja yang positif. Kata Kunci: Kematangan remaja, rusyd, faktor demografi, status sosial ekonomi, institusi pendidikan.
POLA KOMUNIKASI PASANGAN DALAM MEMBANGUN KEHARMONISAN KELUARGA: (Studi Kasus pada Aktivis Mahasiswa STDI Imam Syafi’i Jember) Winning Son Ashari; Abdul Rahman Ramadhan; Arif Husnul Khuluq
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 2 (2024): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi  merupakan kebutuhan fundamental  dalam upaya membangun hubungan  keluarga yang harmonis.  Komunikasi yang baik antara pasangan dapat membangun kelangsungan hidup keluarga sekaligus menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan individu dalam keluarga tersebut.  Sebaliknya, komunikasi yang kurang baik akan memicu terjadinya konflik perkawinan. Kesibukan masing-masing anggota keluarga  menjadi  salah  satu  penyebab kurangnya  hubungan  yang  harmonis  dan  berkurangnya    komunikasi  efektif dalam keluarga.  Hal ini lah yang sangat mungkin dialami oleh para aktivis mahasiswa STDI Imam Syafi’i Jember yang telah menikah. Kesibukan yang tinggi tersebut dapat menyebabkan kurangnya waktu dan perhatian yang cukup terhadap pasangan, sehingga mengganggu komunikasi bersama istri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, survei dan wawancara. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menemukan hambatan yang dihadapi dalam komunikasi serta pola komunikasi pasangan suami-istri aktivis mahasiswa STDI Imam Syafi’i Jember dalam membangun keharmonisan keluarga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hambatan dalam komunikasi pasangan suami-istri mahasiswa aktivis STDI Imam Syafi’i Jember meliputi frekuensi komunikasi yang kurang, dan timbulnya kesalahpahaman. Adapun pola komunikasi pasangan suami-istri aktivis mahasiswa STDI Imam Syafi’i Jember dalam membangun keharmonisan keluarga antara lain saling terbuka, deep talk, dukungan emosional, dan komunikasi efektif di waktu yang ada. Kata Kunci: pola, komunikasi, mahasiswa, harmonis, keluarga.
ANALISIS TERHADAP FENOMENA PENUNDAAN PERNIKAHAN DI MASA STUDI: Studi Kasus Pada Mahasiswi Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember Nur Husna, Azizah; Dira Indriani, Fauziah; Indah Fitriani, Desy; Khoiriyah, Fatimah
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 3 (2024): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena penundaan pernikahan (waithood) pada mahasiswa semakin menjadi tren di era modern. Keputusan mahasiswi untuk menunda pernikahan selama masa studi mencerminkan perubahan signifikan dalam prioritas dan pandangan hidup generasi muda, terutama di lingkungan akademik. Setiap jenjang pendidikan tinggi memiliki masa studi yang berbeda- beda. Masa studi adalah rentang waktu yang harus ditempuh oleh mahasiswa pada suatu program studi di tingkat strata tertentu. Mahasiswa S1 umumnya memiliki masa studi selama 8 semester atau 4 tahun, dengan durasi paling lama 14 semester atau 7 tahun. Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta Agama Islam yang terletak di kota Jember, Jawa Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dan menemukan faktor yang melatarbelakangi penundaan pernikahan mahasiswi Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i Jember, dampak yang mereka hadapi, dan perspektif fikih Islam tentang penundaan pernikahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat lima faktor internal dan empat faktor eksternal penyebab mahasiswi Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i Jember menunda pernikahan, (2) terdapat ada lima dampak positif dan empat dampak negatif yang dihadapi oleh mahasiswi Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i Jember yang menunda menikah, (3) terdapat dua hukum bagi mahasiswi Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i Jember yang menunda pernikahan.Kata Kunci: Penundaan Pernikahan; Masa Studi; Perspektif Islam.
IMPLEMENTASI MASA IDAH TALAK RAJ’I : STUDI KASUS DI KECAMATAN CIGUDED BOGOR Ananda Pangestu, Cindy Eka; Sadiah, Umayah; Ummah, Hairotul; Cahya Anita, Astri; Nissa Yusuf, Choirun
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 3 (2024): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minimnya pengetahuan masyarakat Cigudeg Bogor akan ketentuan masa iddah pada talak raj’i mengakibatkan pada pemahaman yang salah. Sebagian masyarakat mengira bahwa selama masa iddah berlangsung maka tidak lagi ada ketentuan-ketentuan yang mengikat antara suami dan istri selain larangan yang ditujukan kepada istri untuk menikah lagi. Maka, tidak heran jika didapati banyak istri yang dalam masa iddahnya sudah tidak lagi berada di bawah naungan suaminya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan snowball sampling. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji konsep masa iddah dalam Islam, menganalisis dan menemukan implementasi masa iddah dalam talak raj’i serta implikasinya pada masyarakat Cigudeg Bogor. Hasil dari penelitian ini menunjukkan: (1) Konsep masa iddah dalam islam terbagi menjadi 2; masa iddah akibat kematian suami dan perceraian. (2) Implementasi masa iddah talak raj’i masyarakat cigudeg bogor adalah dengan tidak menikah lagi, tidak tinggal bersama suami, bekerja memenuhi kebutuhan diri dan anak, dan introspeksi diri. (3) Implikasi yang dirasakan dari adanya implementasi masa iddah talak raj’i pada masyarakat Cigudeg Bogor turut dirasakan secara interpersonal dan intrapersonal. Kata Kunci: iddah; talak raj’I; implementasi; implikasi.
MANAJEMEN KEUANGAN KELUARGA DALAM MENJAGA KETAHANAN RUMAH TANGGA PERSPEKTIF MUHAMMAD ABDUH TUASIKAL Aziza, Haya Aqilah; Mahmudi, M. Hafid
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 3 (2024): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen keuangan keluarga merupakan aspek penting dalam menjaga ketahanan rumah tangga. Pengelolaan keuangan yang baik akan membantu keluarga mencapai kesejahteraan. Dalam perspektif Muhammad Abduh Tuasikal manajemen keuangan harus didasari oleh prinsip syariat. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah memahami manajemen keuangan keluarga, ketahanan rumah tangga, cara manajemen keuangan keluarga, dan korelasi antara keduanya berdasarkan perspektif Muhammad Abduh Tuasikal. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menghasilkan pemahaman mengenai manajemen keuangan, ketahanan rumah tangga, sifat yang harus ditanamkan dalam manajemen keuangan keluarga, lima cara manajemen keuangan keluarga, dan tujuh bentuk korelasi manajemen keuangan keluarga dalam menjaga ketahanan rumah tangga. Kata Kunci: Manajemen, Keuangan, Ketahanan Rumah Tangga.
IMPOTENSI SEBAGAI ALASAN FASAKH: ANALISIS TERHADAP KOMPILASI HUKUM ISLAM PASAL 116 PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH Zainal, Muhammad; Irawan, Deni
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 3 (2024): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan yang ideal menuntut suami dan istri untuk melaksanakan berbagai hak dan kewajiban masing-masing. Salah satu kewajiban utama suami adalah memberikan nafkah lahir dan batin, di antaranya pemenuhan kebutuhan biologis. Namun, ketika suami mengalami impotensi permanen, hak istri untuk memperoleh kepuasan biologis terabaikan dan istri memperoleh mudarat dari perkawinannya, sehingga ia berhak mengajukan fasakh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis impotensi sebagai alasan fasakh melalui pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasakh karena impotensi suami, yang diatur dalam Pasal 116 Kompilasi Hukum Islam (KHI), selaras dengan konsep maqashid syariah, terutama al-maqashid al-khamsah, yaitu: hifzh al-din (penjagaan agama), hifzh al-nafs (penjagaan jiwa), hifzh al-nasl (penjagaan keturunan), hifzh al-mal (penjagaan harta), dan hifzh al-‘aql (penjagaan akal). Bahkan terdapat relevansi yang kuat antara hukum fikih dan hukum Indonesia dalam KHI terkait fasakh karena impotensi, kedua sistem hukum tersebut menyatakan dan menginterpretasikan bahwa impotensi merupakan alasan valid untuk pembatalan pernikahan, maka dari itu, istri berhak untuk mengajukan fasakh demi mencapai kemaslahatan dan menghilangkan kemudaratan dalam pernikahannya. Kata Kunci: Fasakh, Impotensi, Kompilasi Hukum Islam, Maqashid Syariah, Pernikahan.

Page 4 of 11 | Total Record : 107