cover
Contact Name
MUHAMMAD NURUL FAHMI
Contact Email
fahmi.emnufa@gmail.com
Phone
+6282313345353
Journal Mail Official
al.usariyah.ejournal@gmail.com
Editorial Address
JL. M.H. Thamrin, Gang Kepodang, Kranjingan, Sumbersari, Jember, JAWA TIMUR
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam
ISSN : -     EISSN : 29868157     DOI : https://doi.org/10.37397/almajaalis.v7i1/
Al-Usariyah adalah jurnal hukum keluarga islam yang diterbitkan tiga kali dalam setahun pada Maret, Juli dan November oleh Program Studi Hukum Keluarga Islam Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah (STDI) Imam Syafi’i Jember sejak tahun 2023 dan langsung menggunakan terbitan online (OJS). Artikel yang diterbitkan berfokus pada empat topik utama: Perkawinan, Kewarisan, Perwasiatan, dan Hukum-hukum Keluarga. Artikel yang dikirimkan ke redaksi Al-Usariyah diharapkan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa PBB yang ditulis mengikuti format tulisan ilmiah murni. Penulis disarankan untuk menggunakan reference manager (seperti; Mendeley atau Zotero) dalam penulisan referensi. Semua artikel yang dikirimkan ke redaksi melalui proses koreksi. Artikel yang diterbitkan oleh Al-Usariyah memiliki nomor Digital Object Identifier (DOI). Al-Usariyah telah terindeks oleh Google Scholar, Moraref dan pengindeks yang lainnya.
Articles 113 Documents
Tantangan dan Solusi Pasangan LDM dan Non-LDM Keluarga Islam dalam Menjaga Keharmonisan: Studi Kasus Mahasiswa STDI Imam Syafi’i Jember Hamam, Muhammad Fariq; Misbahuzzulam, Misbahuzzulam; Fahrudin, Muhammad Husain
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 3 (2025): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v3i3.861

Abstract

Mewujudkan keluarga harmonis merupakan dambaan setiap insan yang membangun rumah tangga, salah satunya adalah mahasiswa yang membangun rumah tangga di tengah masa studinya. Ada dari sebagian mahasiswa tersebut khususnya mahasiswa STDI Imam Syafi’i Jember yang memutuskan menjalin hubungan LDM dan ada pula yang memutuskan untuk Non-LDM di tengah masa studinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa wawancara mendalam dengan para informan yang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum, sudut pandang lain, serta bahan pertimbangan dalam melangkah dan mengambil keputusan utamanya bagi mereka yang ingin membangun rumah tangga di tengah-tengah masa studinya dengan pemaparan berupa tantangan dan solusi apa saja yang dihadapi dan diterapkan pada pasangan LDM maupun Non-LDM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 5 pada pasangan LDM dan ada 6 pada pasangan Non-LDM tantangan utama yang mereka hadapi beserta solusi yang mereka terapkan, yang pada kesimpulannya dapat dikerucutkan pada 6 poin : waktu, pasangan, keluarga, nafkah, anak, pendidikan kuliah. Adapun solusi yang ditawarkan dapat dikerucutkan pada 3 poin : manajemen waktu dan diri dengan baik, membangun komunikasi yang baik dengan pihak-pihak yang bersangkutan serta menjadi pembelajar yang baik agar dapat menyesuaikan diri dalam menghadapi berbagai keadaan.
Tinjauan Kritis Penundaan Perceraian Selama 6 Bulan Berdasarkan SEMA No. 3 Tahun 2023 dalam Perspektif Maqasid Syariah : Studi Kasus Putusan Pengadilan Agama No. 101/Pdt.G/2024/PA.Jr Rohim, Vicry Abdul; Haq, Yusdi; Hanif, Muhammad Abdurrahman
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 3 (2025): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v3i3.862

Abstract

Pernikahan yang bahagia hingga maut memisahkan merupakan impian setiap pasangan suami istri. Namun, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, Berbagai intrik dalam pernikahan mulai muncul, yang pada akhirnya dapat memicu perceraian seperti pada putusan pengadilan agama No. 101/Pdt.G/2024/PA.Jr. Meskipun permohonan talak sudah diajukan, faktanya tidak semua permohonan dikabulkan oleh hakim. Dikarenakan adanya regulasi terbaru untuk alasan perceraian yang dapat dikabulkan oleh hakim melalui SEMA No 1 tahun 2022 dan disempurnakan dengan SEMA No. 3 tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep penundaan perceraian dari sudut pandang fikih dan SEMA serta menganalisis penerapan maqashid syariah dalam putusan PA No.101/Pdt.G/2024/PA.Jr melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konsep penundaan perceraian pada SEMA sudah sejalan dengan kosep fikih dikarenakan keduanya memiliki ‘ilat yaitu maslahat yang lebih besar dari penundaan tersebut, namun penerapannya pada putusan PA No.101/Pdt.G/2024/PA.Jr terdapat diskrepansi dengan nilai-nilai maqashid syariah at-taba’iyah dari pernikahan dan ‘ilat penundaan percerian dalam SEMA dan fikih Islam tidak ditemukan dalam kasus ini, sehingga percerian dapat menjadi opsi yang lebih maslahat.
دور التواصل بين الزوجين في حل النزاعات : دراسة حالة الحياة الأسرية في مقاطعة كاليواتيس بمدينة جمبر Athifah, Zulfa; Nurul Fahmi, Muhammad
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 3 (2025): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v3i3.883

Abstract

إن النزاعات بين الزوجين أمر طبيعي للغاية، لأن العلاقة ليست ثابتة بل متغيرة دائما. وجود النزاع لا يعني أمرا سلبيا إذا تمكن كل من الزوجين إدارتها بشكل جيد. فالتواصل يلعب دورا مهما فيها لأن التواصل الفعال يبني التفاهم بين الطرفين فيوصلهما إلى حلول مناسبة. تعد منطقة كاليواتيس من إحدى المناطق ذات الكثافة السكانية الأعلى في جمبر، ولها ديناميكيات اجتماعية معقدة، فتناسب أن تكون موقعا لهذا البحث. يهدف هذا البحث إلى تحليل واكتشاف أنواع النزاعات التي حدثت بين الأزواج في كاليواتيس، ودور التواصل في حلها. استخدم هذا البحث منهجا نوعيا بأسلوب دراسة حالة. وأظهرت نتائج البحث 1) أن النزاعات بين الأزواج في كاليواتيس ينقسم إلى (أ) النزاعات الداخلية، الناتجة عن: اختلاف وجهة النظر، سوء التفاهم، والغيرة، و (ب) النزاعات الخارجية، الناتجة عن: تدخل الأهل في شؤون الزوجين، المشاكل الاقتصادية، الاختلافات الثقافية، وأساليب التربية الوالدية. 2) وأن دور التواصل في حل النزاعات بين الأزواج في كاليواتيس يتمثل في: أ) أساليب التواصل في حل النزاعات: تأجيل التواصل حتى يهدأ الطرفين، ضمان أجواء مريحة قبل التواصل، التعرف على سبب النزاع، استخدام الدردشة، تقديم الاعتذار، وإدخال الفكاهة في الحوار، ب) دور التواصل في حل النزاعات: تقليل سوء الفهم، منع تكرار النزاعات، بناء القرب العاطفي، وإيجاد الحلول المناسب.
Transformasi Talak Bai’n Kubro Menjadi Talak Raj’i di Pengadilan Agama Kotabaru Perspektif Madzhab Syafi’i : Studi Analisis Pengadilan Agama Kotabaru Nomor 70/pdt.G/2024/PA.Ktb Saputra, Anjas; Arifin, Muhamad; Mubaraq, Akmal
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 3 (2025): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v3i3.901

Abstract

Pernikahan merupakan titik awal seseorang merajut kehidupan baru yang dapat mengantarkannya menuju kehidupan bahagia di dunia dan akhirat. Namun terkadang sebuah pernikahan kandas di tengah jalan dan berujung dengan perpisahan di Pengadilan Agama. Penelitian ini bermaksud mengkaji fenomena transformasi talak ba’in kubro menjadi talak raj’i yang pada putusan Pengadilan Agama Kotabaru Nomor 70/Pdt.G/2024/PA.Ktb, ditinjau dari perspektif madszhab Syafi’i. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pertimbangan hukum hakim dalam memutuskan perubahan status talak tersebut, serta mengkaji kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip yang dianut dalam madzhab Syafi’i. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi analisis, penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Hakim pengadilan agama kotabaru tidak menyebutkan secara jelas alasan perubahan talak baik kubra menjadi talak raj’i pada putusan tersebut, (2) penulis meyakini bahwa hakim berpedoman pada Undang-Undangn Perkawinan pasal 39 ayat (1) tahun 1974 dalam mentransformasikan talak bain kubro menjadi talak raj’i, (3) pada prinsip yang dianut dalam madzhab Syafi’i tidak ditemukan bahwa talak yang sah hanya boleh dilakukan di depan persidangan sehingga putusan yang dijatuhkan hakim tidak sejalan dengan prinsip madzhab Syafi’i, (4) akibat dari putusan tersebut dikhawatirkan dapat disalahfahami sebagai kebolehan untuk rujuk setelah terjadinya talak bain kubro.
Keadilan dalam Pembagian Warisan antara Laki-laki dan Perempuan dalam Perspektif Fikih Islam Fadhillah, Iqbal Firdaus Rizky; Husaini, Akhmad; Ibrahim, Afif Maulana Malik; Fikri, Muhamad
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 3 (2025): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v3i3.909

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep keadilan dalam pembagian warisan menurut hukum Islam, khususnya perbedaan bagian antara laki-laki dan perempuan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka kualitatif dengan analisis mendalam terhadap pandangan ulama klasik dan kontemporer. Temuan utama menunjukkan bahwa keadilan dalam Islam bukanlah kesetaraan mutlak, melainkan pemberian hak sesuai proporsi dan tanggung jawab masing-masing ahli waris. Rasio bagian laki-laki dua kali lipat perempuan merupakan implementasi keadilan distributif yang didasarkan pada tanggung jawab finansial laki-laki dalam keluarga Islam. Selain itu, terdapat kondisi-kondisi khusus di mana perempuan menerima bagian warisan lebih besar dari laki-laki, menegaskan fleksibilitas dan keadilan sistem waris Islam. Pemahaman yang tepat tentang perbedaan antara ‘illah (sebab hukum) dan hikmah (tujuan hukum) penting untuk menghindari kesalahpahaman terhadap ketentuan ini. Penelitian membuktikan bahwa sistem waris Islam tidak diskriminatif terhadap gender, melainkan mengatur pembagian secara proporsional sesuai beban sosial-ekonomi dan tanggung jawab keluarga. Oleh karena itu, tuduhan ketidakadilan terhadap perempuan dalam warisan Islam dapat dibantah dengan pemahaman yang komprehensif terhadap konteks dan tujuan hukum waris tersebut.
Dampak Penundaan Akad Nikah Setelah Khitbah Terhadap Kehidupan Individu Perspektif Maqashid Syariah: Studi Kasus Mahasiswa STDI Imam Syafi`i Jember Rizky, Fadhlan; Khuluq, Arif Husnul; Putra, Muhammad Gilang Bayu
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 3 (2025): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v3i3.920

Abstract

Pernikahan merupakan ikatan yang halal antara dua insan dalam rangka menjalankan ibadah yang dianjurkan dalam Islam. Tujuan utama dari pernikahan adalah untuk melanjutkan keturunan, menyempurnakan separuh agama, serta meraih berbagai maslahat lainnya dalam kehidupan rumah tangga. Dalam praktiknya, proses dari khitbah menuju akad nikah tidak memiliki batas waktu yang ditentukan secara syar’i, selama terdapat kesepakatan dan kerelaan dari kedua belah pihak keluarga calon mempelai. STDI Imam Syafi’i Jember sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah memiliki empat program studi utama, yaitu Hukum Keluarga Islam, Ilmu Hadist, Bahasa dan Sastra Arab, serta Hukum Ekonomi Syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan para ulama mengenai penundaan akad nikah setelah khitbah, mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, serta menganalisis dampaknya berdasarkan perspektif maqashid syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, serta memperoleh data melalui penyebaran angket dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan akad nikah merupakan persoalan yang diperselisihkan oleh para ulama dan berpotensi menimbulkan dampak yang beragam. Meskipun terdapat dampak positif, namun dampak negatif cenderung lebih dominan dan berpotensi menimbulkan mafsadat yang besar, sehingga penundaan akad nikah tidak dianjurkan.
Dinamika Komunikasi Asertif Dalam Meningkatkan Keharmonisan Pasangan Suami Istri Generasi Z: Studi Kasus Pada Pasangan Suami Istri Generasi Z Sholeha, Annisa Mar'atust; Khuluq, Arif Husnul; Fitriyah , Alfridah Nikmah
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 3 (2025): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v3i3.921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan komunikasi asertif dalam meningkatkan keharmonisan pasangan suami istri Generasi Z. Studi ini mengungkap bagaimana keterbukaan, kejujuran, dan empati menjadi fondasi utama dalam membangun hubungan yang sehat dan harmonis. Selain itu, penelitian juga mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi pasangan Gen Z dalam menerapkan komunikasi asertif, seperti ego, kesulitan mengelola emosi, dan waktu yang terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi asertif merupakan proses dinamis yang membutuhkan kesadaran dan komitmen bersama agar hubungan pernikahan dapat berkembang secara positif dan harmonis. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan strategi komunikasi dalam keluarga modern, khususnya di era digital yang penuh tantangan.
Dampak Membaca Cerita Fiksi AU (Alternate Universe) dalam Platform X terhadap Ekspektasi Pernikahan di Kalangan Gen Z Firokhmatillah, Risydia; Ashari, Winning Son
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 4 No 1 (2026): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v4i1.919

Abstract

Fenomena meningkatnya konsumsi cerita fiksi Alternate Universe (AU) di kalangan Gen Z telah membawa perubahan signifikan dalam cara generasi ini memandang hubungan romantis dan pernikahan. Penelitian ini berfokus pada dampak membaca cerita fiksi AU di Platform X terhadap ekspektasi pernikahan Gen Z, dengan subfokus pada perubahan pola pikir dan standar hubungan yang terbentuk melalui konsumsi konten tersebut. Penggunaan Platform X sebagai lokus penelitian didasarkan pada popularitasnya sebagai wadah utama penyebaran cerita fiksi AU di kalangan pembaca muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana paparan terhadap narasi-narasi ideal dalam cerita AU mempengaruhi pembentukan ekspektasi pernikahan Gen Z, menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pembaca aktif cerita AU dari kalangan Gen Z. Hasil penelitian ini akan memberikan informasi kepada pembaca tentang dampak positif seperti komunikasi yang baik maupun negatif seperti ekspektasi yang tidak realistis dari membaca cerita fiksi AU (Alternate Universe) dalam platform X terhadap ekspektasi pernikahan di kalangan Gen Z, serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pengaruh media digital dalam membentuk persepsi sosial di kalangan generasi muda.
Fenomena “Marriage is Scary” dalam Perspektif Mahasiswi Bercadar di Kota Jember Batrisyia, Nurul Isnaini; Kumaini, Ruston; Khoirunnisa’, Mukhlishoh; Khoirunnisa, Khoirunnisa
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 4 No 1 (2026): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v4i1.953

Abstract

ABSTRACT The phenomenon "Marriage is Scary" represents the concerns of the younger generation regarding marriage as an institution perceived to be full of challenges and uncertainties. This study aims to examine the perceptions of hijab-wearing female students in Jember City regarding this phenomenon and to explore the factors contributing to their fears and the attitudes they adopt. Using a qualitative approach with a phenomenological method, data were collected through in-depth interviews with seven informants. The results indicate that fear of marriage is still felt despite the informants having strong religious backgrounds. The contributing factors include: 1) fear of losing one's identity, 2) experiences of disharmony in the family, 3) anxiety about choosing a partner, 4) influence of social media, 5) financial instability, 6) differences in religious vision, and 7) unhealthy relationships. In addressing this, they demonstrate selective and planned attitudes, such as: 1) deepening their religious knowledge, 2) self-reflection, 3) seeking social support, 4) emulating the Prophet and their parents, and 5) placing their trust in God. This study shows that fear of marriage is not a form of rejection, but rather a reflection of the awareness and caution of the younger generation in preparing for a household that is strong both emotionally and spiritually. ProKeywords: Marriage is Scary, Concerns, Perceptions, Hijab-wearing students   ABSTRAK   Fenomena "Marriage is Scary" merepresentasikan kekhawatiran generasi muda terhadap pernikahan sebagai institusi yang dianggap penuh tantangan dan ketidakpastian. Penelitian ini bertujuan mengkaji persepsi mahasiswi bercadar di Kota Jember mengenai fenomena tersebut, serta menggali faktor-faktor penyebab ketakutan dan sikap yang mereka ambil. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tujuh informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketakutan terhadap pernikahan tetap dirasakan meskipun para informan memiliki latar belakang religius yang kuat. Faktor-faktor pemicunya meliputi: 1) takut kehilangan jati diri, 2) pengalaman keluarga yang tidak harmonis, 3) kecemasan dalam memilih pasangan, 4) pengaruh media sosial, 5) ketidakstabilan finansial, 6) perbedaan visi keagamaan, dan 7) relasi yang tidak sehat. Dalam menyikapinya, mereka menunjukkan sikap selektif dan terencana, seperti; 1) memperdalam ilmu agama, 2) introspeksi diri, 3) mencari dukungan sosial, 4) meneladani sosok Nabi dan orang tua, serta 4) bertawakal kepada Allah. Penelitian ini menunjukkan bahwa ketakutan terhadap pernikahan bukanlah bentuk penolakan, tetapi refleksi dari kesadaran dan kehati-hatian generasi muda dalam mempersiapkan rumah tangga yang kuat secara emosional dan spiritual. Kata kunci: Marriage is Scary, Kekhawatiran, Persepsi, Mahasiswi bercadar
Dampak Konten Keharmonisan Suami Istri Di Media Sosial Terhadap Pembentukan Standar Pernikahan Generasi Z Azzahra, Berliana Yulia; Oktaviani, Witia; Dani, Rahma; Arsyaningrum, Akhadiani Rahadiani
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 4 No 1 (2026): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v4i1.1083

Abstract

Era digital yang terus berkembang telah mengubah cara individu mengekspresikan kebahagiaan melalui unggahan video pendek yang menampilkan keharmonisan pasangan suami istri di media sosial. Fenomena ini semakin viral di berbagai platform dan berpotensi mempengaruhi cara pandang generasi Z dalam membangun standar pernikahan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pandangan generasi Z terhadap konten publikasi keharmonisan suami istri, menganalisis dampaknya, serta menelaah implikasinya terhadap kesiapan pernikahan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi dan wawancara mendalam. Analisis data menerapkan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, presentasi data, dan formulasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan generasi Z memandang konten keharmonisan suami istri sebagai referensi positif sekaligus faktor yang mengikis batas kehidupan privat dan publik. Publikasi konten tersebut membentuk persepsi dan ekspektasi baru mengenai pernikahan, meningkatkan motivasi dan inspirasi dalam membangun rumah tangga. Paparan konten ini berkontribusi pada pembentukan kematangan emosional, penetapan standar finansial minimum, serta pemahaman kesetaraan gender sebagai bekal kesiapan pernikahan generasi Z.

Page 11 of 12 | Total Record : 113