cover
Contact Name
MUHAMMAD NURUL FAHMI
Contact Email
fahmi.emnufa@gmail.com
Phone
+6282313345353
Journal Mail Official
al.usariyah.ejournal@gmail.com
Editorial Address
JL. M.H. Thamrin, Gang Kepodang, Kranjingan, Sumbersari, Jember, JAWA TIMUR
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam
ISSN : -     EISSN : 29868157     DOI : https://doi.org/10.37397/almajaalis.v7i1/
Al-Usariyah adalah jurnal hukum keluarga islam yang diterbitkan tiga kali dalam setahun pada Maret, Juli dan November oleh Program Studi Hukum Keluarga Islam Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah (STDI) Imam Syafi’i Jember sejak tahun 2023 dan langsung menggunakan terbitan online (OJS). Artikel yang diterbitkan berfokus pada empat topik utama: Perkawinan, Kewarisan, Perwasiatan, dan Hukum-hukum Keluarga. Artikel yang dikirimkan ke redaksi Al-Usariyah diharapkan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa PBB yang ditulis mengikuti format tulisan ilmiah murni. Penulis disarankan untuk menggunakan reference manager (seperti; Mendeley atau Zotero) dalam penulisan referensi. Semua artikel yang dikirimkan ke redaksi melalui proses koreksi. Artikel yang diterbitkan oleh Al-Usariyah memiliki nomor Digital Object Identifier (DOI). Al-Usariyah telah terindeks oleh Google Scholar, Moraref dan pengindeks yang lainnya.
Articles 113 Documents
PERAN KELUARGA MUSLIM DALAM MENCEGAH PENYIMPANGAN SEKSUAL (LGBT) PADA REMAJA DI KABUPATEN NATUNA Andani, Rizqi Putri; Khuluq, Arif Husnul
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v1i2.410

Abstract

LGBT merupakan bentuk penyimpangan orientasi seksual pada manusia. LGBT banyak dijumpai di kalangan remaja yang mana seseorang masih labil, mudah terpengaruh, dan sedang mencari jati dirinya. Keberadaan keluarga muslim diharapkan menjadi tameng bagi anggotanya untuk tetap pada koridor agama yang benar dan menjauhi penyimpangan sosial. Kabupaten Natuna merupakan salah satu kabupaten terluar Indonesia. Berkembangnya fasilitas pendidikan serta sarana komunikasi di daerah ini memudahkan masyarakat terutama para remaja untuk mengakses apapun dari media sosial, termasuk isu mengenai LGBT. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) menganalisis dan menemukan pandangan remaja di Kabupaten Natuna tentang LGBT, (2) menganalisis dan menemukan peran keluarga muslim dalam mencegah LGBT pada remaja di Kabupaten Natuna, (3) menganalisis dan menemukan tinjauan hukum Islam mengenai LGBT. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Informan dalam penelitian ini adalah para remaja dan orang tua di Kabupaten Natuna. Teknik pengambilan data yaitu dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) LGBT merupakan suatu ketidaknormalan, ketidakwajaran, dan bukan sebuah pilihan, (2) peran keluarga dalam mencegah LGBT pada remaja yaitu dengan menanamkan nilai agama pada anak sejak dini, bersahabat dengan anak, dan menjadi teladan terbaik bagi anak, (3) LGBT dilarang oleh syariat dan lebih keji dari pada zina. Kata Kunci: LGBT; Remaja; Keluarga Muslim.
SHARING SESSION AYAH ANAK; SOLUSI MENCEGAH HOMOSEKSUALITAS PADA REMAJA LAKI-LAKI Ananda Pangestu, Cindy Eka; Putri, Kamilya Anjani; Chairunnisa, Vina Rahayu
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v1i2.411

Abstract

Fakta tentang penyebaran Penyakit dan Infeksi Menular Seksual di Indonesia semakin mengalami peningkatan tiap tahunnya. Penyebaran paling tinggi terjadi pada laki-laki sejalan dengan tingginya faktor risiko homoseksual. Hal ini tentunya menjadi ancaman besar dan krusial bagi kalangan remaja, terkhusus anak laki-laki. Kemunculan homoseksual sangat erat kaitannya dengan faktor psikologis; kedekatan dan peran penting orang tua terutama ayah. Lemahnya figur ayah di dalam keluarga sangat memengaruhi psikologi anak laki-lakinya. Penelitian ini bertujuan menjelaskan adanya keterlibatan peran orang tua terkhusus peran ayah, selaku kepala keluarga, pendidik, pelindung, dan pemberi rasa aman terhadap keluarga dalam mengidentifikasi sekaligus mencegah perilaku menyimpang homoseksualitas pada anak laki-laki. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kepustakaan mengenai pengaruh peran ayah dalam mendeteksi dini perilaku penyimpangan seksual anak. Dengan demikian sejauh referensi yang diperoleh, Peneliti dapat menyimpulkan bahwa sharing session ayah-anak merupakan salah satu solusi yang dapat ditawarkan kepada keluarga muslim guna mencegah perilaku homoseksual pada remaja. Solusi ini didukung oleh data yang menyatakan bahwa ayah memiliki peran besar dalam pertumbuhan dan perkembangan anak laki-laki. Hubungan yang buruk antara anak laki-laki dan ayah menjadi sebab terbesar jatuh ke dalam lingkup penyimpangan seksual. Kata kunci: Homoseksual, peran ayah, anak laki-laki, identifikasi, pencegahan.
INTEGRASI PENDIDIKAN SEKSUAL DALAM ILMU FIKIH UNTUK MENCEGAH PENYIMPANGAN PERILAKU SEKSUAL: Studi Kasus pada Ma’had Imam Syafi’i Jember Nisa, Syaifi Udzkhiyatin; Aliyah Athifah, Najla
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v1i2.412

Abstract

Pendidikan seks adalah upaya pengajaran, penyadaran, bimbingan dan penjelasan mengenai masalah seksual agar tidak terjadi penyalahgunaan dan penyimpangan seksual di kemudian hari dan manusia dapat melaksanakan fungsi seksualnya dengan sebaik-baiknya. Fenomena penyimpangan seksual yang menimpa remaja saat ini semakin marak terjadi disebabkan karena kurangnya edukasi seks yang diberikan guru pada siswa, yang seharusnya sudah diperoleh sejak dini. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mengetahui dan menganalisis materi integrasi pendidikan seks dalam mata pelajaran Ilmu Fikih, (2) menganalisis penerapan integrasi pendidikan seks dalam mata pelajaran Ilmu Fikih, (3) menganalisis faktor pendukung dan penghambat dari penerapannya.  Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan fenomenologi. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Objek penelitian ini adalah pengajar di Pondok Pesantren Imam Syafi’i Jember. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Integrasi materi pendidikan seks pada mata pelajaran Ilmu Fikih tampak pada materi taharah, pengenalan batasan aurat dan munakahat, (2) Penerapannya mengacu pada visi dan misi sekolah, menggunakan metode pembelajaran, dan peraturan-peraturan sekolah, (3) Faktor pendukung dalam penerapannya yaitu adanya urgensi pendidikan seks, adanya dukungan, tekad kuat dari seluruh komponen sekolah, dan adanya kegiatan positif di sekolah. Sedangkan faktor penghambat dari penerapan integrasi pendidikan seks dalam Ilmu Fikih, yaitu lemahnya pondasi akidah dan kurangnya pengajar yang kompeten. Kata Kunci: Pendidikan Seksual; Penyimpangan Seksual; Fikih.
Analisis Fenomena LGBT dalam MOM (Mixed Orientation Marriage) dan Dampaknya Menurut Perspektif Ilmu Fikih Aprilia, Farikhatul Aini; Regina, Nani; Ashari, Winning Son
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 3 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v1i3.416

Abstract

Sebagai negara yang masih menjunjung tinggi norma agama, di Indonesia kehadiran LGBT masih dianggap sebagai pelanggaran dan penyakit sosial. Keadaan ini seringkali menjadi sebuah alasan kaum LGBT untuk memutuskan menikah dengan lawan jenisnya. Ini dikenal dengan istilah MOM (mixed orientation marriage), yaitu suatu hubungan di mana satu partner mengalami ketertarikan sesama jenis sedangkan partner yang lain diidentifikasi sebagai heteroseksual tanpa ketertarikan sesama jenis. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis fenomena LGBT dalam MOM, pernikahan yang dialami para individu dalam MOM, serta dampaknya menurut perspektif ilmu fikih. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan studi kepustakaan. Data yang didapat menunjukkan bahwa MOM banyak sekali dilakukan oleh LGBT dengan alasan yang beragam, di antaranya; ingin tobat dan sembuh, agar dianggap seperti orang normal pada umumnya, dan terbebas dari tuntutan keluarga. Dalam menjalani MOM, pelaku LGBT mengalami rasa bersalah karena telah menyembunyikan orientasi seksualnya, namun ada juga yang rumah tangganya harmonis dan baik-baik saja. Sedangkan heteroseksual, ketika mengetahui pasangannya adalah gay atau biseksual, mereka merasa kecewa, dan pernikahannya berujung dengan perceraian. Dalam kasus MOM hukum pernikahannya menjadi mubah, sunnah, wajib, makruh, dan haram sesuai keadaan individu homoseksual tersebut dan tingkat masalahnya. Kata Kunci: LBGT; mixed orientation marraige; perspektif fikih.
Analisis Fenomena Pasangan Suami Istri yang Tinggal Bersama Mertua: Studi Kasus pada Masyarakat di Dusun Jati Gabahan Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo Sidiqoh, Saudah; Ashari, Winning Son
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 3 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v1i3.422

Abstract

Kewajiban suami adalah memberi nafkah tempat tinggal bagi istrinya. Pada umumnya suami tinggal bersama istrinya saja, tapi berbeda dengan warga dusun Jati Gabahan yang terbiasa dengan fenomena tinggal bersama mertua setelah pernikahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagimana fenomena tinggal bersama mertua pada masyarakat dusun Jati Gabahan. Dalam penelitian ini akan disebutkan apa saja faktor-faktor tinggal bersama mertua, termasuk juga sisi positif dan negatif dari tinggal bersama mertua dan bagaimana upaya mengatasi dan mencegah konflik yang terjadi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sampel penelitian mengunakan teknik purposive sampling pada 5 informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observarsi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggal bersama mertua adalah hal yang umum di dusun Jati Gabahan. Faktor yang membuat pasangan tinggal bersama mertua yaitu; kurangnya ekonomi, untuk merawat mertua, mengikuti suami, karena pendidikan anak dan karena rumah itu warisan mertua. Sisi positif daripada itu adalah semakin erat hubungan dengan mertua dan banyak mendapat bantuan mertua. Sisi negatifnya adalah mertua ikut campur, kurang privasi, ketergantungan finansial pada mertua, perbedaan prinsip dan konflik berkepanjangan. Upaya mengatasi dan mencegah konflik adalah saling terbuka dan memperbaiki komunikasi, bersabar dan menurunkan ego, pasangan berperan sebagai penengah, berbuat baik dan berkata dengan bijak. Kata Kunci: Mertua, tinggal bersama, konflik.
Perwalian Anak Perempuan Hasil Zina Dalam Pernikahan (Studi Perbandingan Antara Mazhab Hanafi dan Peraturan Perundangan di Indonesia) : Studi Perbandingan Antara Mazhab Hanafi dan Peraturan Perundangan di Indonesia Hanifah, Maryam; Habibi, Ahyat
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 3 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v1i3.423

Abstract

ABSTRACTOne of the noble sunnahs of Allah Ta'ala in the creation of humans is marriage, because when Allah Ta'ala created humans, Allah did not make them like wild reptiles, even Allah Ta'ala glorified humans by setting conditions that would fulfill their happiness and pleasure, always maintain his nobility, and that will be realized by marriage according to the Shari'a which will bind between men and women with noble ties. This sunnah is a bond that legalizes a deeper relationship between men and women on the terms that Allah Ta'ala shari'a has stated. Marriage is something that is very important, as well as the elements in it, such as guardianship in marriage, because guardianship is an element that will safeguard women's rights, glorify them, and protect them from foreign men who do not have sharia ties. over the woman. Among the scholars and jurists, namely hanafi and regulations in Indonesia, they have different views on the regulation of the requirements for marriage guardians, and they are among the well-known in matters of fiqh. Therefore, the author looks at the explanation of who has the right to be the guardian of the daughter of adultery according to the Hanafi school of thought laws and regulations in Indonesia. Because both of them have different special provisions in the matter of daughters resulting from adultery, such as guardianship, lineage and so on. Based on the results of the research and analysis, according to Hanafi, the guardianship of the daughter resulting from adultery in her marriage is al 'ashobah (the heir whose share is not determined, but can receive all of the assets or the remaining assets, after the assets are divided among the heirs of dzawil furudh) from the mother because he was assigned to his mother not from his father. As for when there is no 'ashobah for children who are underage, then it can be replaced by a male relative who is in the same uterus, then the leader or judge. If the girl is an adult, then she can marry herself without being accompanied by a guardian. Meanwhile, according to regulations in Indonesia, the guardian for a daughter resulting from adultery is a judge in the area where she lives.Keywords: Marriage Guardian; Daughters Resulting From Adultery; Law; Hanafi School; Indonesian regulations.
HUBUNGAN DAKWAH SOSIAL DENGAN RESEPSI KELUARGA MUSLIM TERHADAP STDI IMAM SYAFI’I JEMBER PADA MASYARAKAT KRANJINGAN DAN TEGAL BESAR JEMBER Yuhadi, Irfan; Fathan Jihadul Islam, Fathan Jihadul Islam; Deni Irawan, Deni Irawan
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2024): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v2i1.541

Abstract

Social da'wah is da'wah through social activities, or productive work involving social life. The reception of Muslim families towards STDI Imam Syafi'i Jember reflects how this Islamic educational institution is received by the community around the campus. The reception covered the attitudes, views and support of the community regarding the role and contribution of STDI Imam Syafi'i in society. The approach used in this research is a quantitative approach with a correlation research type to determine the relationship between social preaching and Muslim family reception towards STDI Imam Syafi'i Jember. The population of this research is the Kranjingan and Tegal Besar Jember communities. The total sample in this study was 227 people taken using simple random sampling technique. The results of the research show that there is a significant positive relationship between social da'wah and Muslim family reception towards STDI Imam Syafi'i Jember in the Kranjingan dan Tegal Besar Jember communities. So the higher the social preaching, the higher the reception of Muslim families towards STDI Imam Syafi'i Jember. The level of relationship between social da'wah and the reception of Muslim families towards STDI Imam Syafi'i Jember is a strong relationship. Keywords: social preaching; reception; muslim family.
PERSEPSI KELUARGA MUSLIM TERHADAP KEBERADAAN STDI IMAM SYAFI'I JEMBER Irsan, Irsan; Mu'aziz, Farchan; Jauhar, Ghufran
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2024): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v2i1.545

Abstract

ABSTRACT STDI Imam Syafi'i Jember is a private Islamic scientific college located in Sumbersari District, Jember, East Java. STDI Imam Syafi'i was officially established as a tertiary institution in 2010. As an inseparable part of social life, STDI Imam Syafi'i needs to know the response and perception of the surrounding community regarding its existence. This research aims to describe the perceptions of Gumuk Bago and Sumber Rejo Muslim families regarding the existence of STDI Imam Syafi'i. This research is a field study. The primary data for this research are the results of interviews with the Muslim communities of Gumuk Bago and Sumber Rejo. This research uses a quantitative descriptive observation approach. This research concluded that 80.4% of Gumuk Bago and Sumber Rejo Muslim families had a favorable perception of the existence of STDIIS and 19.6% thought it was unfavorable. Among the good things they found from STDIIS were that students had religious knowledge, were polite, friendly, said hello, often provided economic assistance, were able to socialize with the community and did not create problems in society. Then, among the bad things that people find about STDIIS is that there are still STDI students who don't socialize enough, don't maintain their manners when on the road and when riding motorbikes. Key words: Muslim Family, Gumuk Bago, Sumber Rejo, STDI Imam Syafi'i
ما اختلف في رفعه، ووقفه من الأحاديث الواردة في النهي عن إتيان المرأة في دبرها Luthfi Abdullah, Akhmad Fahrisan; Kunaini , Mohammad
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2024): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v2i1.563

Abstract

Penelitian ini berkaitan hadits-hadits yang diperselisihkan penisbatannya kepada Rasulullah ﷺ  (marfu') atau kepada sahabat (mawquf), dan kandungan hadits ini tentang larangan mendatangi istri dari bagian anus. Terdapat empat hadits yang diperoleh dari kitab- kitab 'ilal dan kitab-kitab takhrij. Tujuan penelitian ini adalah meninjau derajat hadits-hadits tersebut, dan mana yang rajih antara penisbatannya kepada Rasulullah ﷺ sehingga bisa menjadi hujjah secara mutlak dan bisa menjadi sandaran terhadap hukum haramnya perbuatan tersebut, atau penisbatannya kepada sahabat yang mana status hujjahnya lebih rendah daripada sabda Nabi ﷺ. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif, serta metode takhrij dan naqd yang dipraktekkan dalam ilmu hadits. Pendekatan tersebut bertujuan untuk meninjau status hadits-hadits tersebut berdasarkan sanadnya, mana yang lebih kuat antara penisbatannya kepada Nabi ﷺ atau sahabat. Studi literatur ini melibatkan serangkaian kegiatan dengan pengumpulan data dari berbagai sumber pustaka, proses membaca dan pencatatan informasi, serta pengolahan bahan penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti mengamati dan menganalisis sanad hadits-hadits yang berkaitan hal ini. Setelah itu peneliti menentukan derajat hadits dan mana yang rajih dari statusnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua empat hadits tersebut tidak ada yang shahih status penisbatannya kepada Nabi ﷺ, dan sebagian ada yang shahih penisbatannya kepada sahabat, dan sebagian lain ada yang sama sekali tidak shahih penisbatannya baik kepada Nabiﷺ  ataupun sahabat, bahkan yang lebih kuat bahwa penisbatannya adalah kepada salah satu tabi'in (maqthu').Kata Kunci: marfu’- mawquf- hadis – perempuan – dubur
أثر المباحث اللغوية على اختلاف الفقهاء في باب النكاح من كتاب بداية المجتهد لابن رشد (جمعا ودراسة) Mahmudi, Hafid; Yusdi Haq; Akhmad Husaini
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2024): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v2i1.564

Abstract

ملخص البحث لقد اختلف العلماء  في تعيين الحكم لبعض الظروف اختلافا مستمرا، وسبب ذلك أن اللغوية لها تأثير عظيم فاختلفوا  في تعيين الحكم. والمنهج الذي سلكه الباحث في انجاز هذه الدراسة الحالية هو المنهج الوصفي التحليلي القائم على طريقة التحليل باللجوء والرجوع إلى كتاب بداية المجتهد لابن الرشد. والهدف من هذا البحث لمعرفة أثر المباحث اللغوية على اختلاف الفقهاء في باب النكاح من كتاب بداية المجتهد لابن رشد (جمعا ودراسة)، فتأثير  اللغوية عند عبد الوهاب عبد السلام ينقسم إلى ثلاثة أقسام أولا: الاشتراك، وجد الباحث سبع مسائل  منها الثُّيُوبَةِ الَّتِي تَرْفَعُ الْإِجْبَارَ وَتُوجِبُ النُّطْقَ بِالرِّضَا،  حال اليتيم مشهود من جهة اللغة أو الشرع، الشهادة السر هل تسمى الشهادة أم لا في اللغة، تنوع لفظ المسيس من جهة المعنى في اللغة يكون محورا في اثبات الصداق، لفظ (العفو)  في الأية  يتعلق بإسقاط  المهر أو العطاء الطوعي للمهر الكامل في حالة الطلاق، إعادة الضمير، حال المحرم في الرضاع  بطريقة  الوجور واللدود. ثانيا: الحقيقة والمجاز، وجد الباحث مسألة واحدة في الحقيقة والمجاز وهي على أن لفظ النكاح من جهة الحقيقة بمعنى الوطء أو بمعنى العقد. ثالثا: حروف المعاني، وجد الباحث مسألة واحدة في حروف المعاني وهي على أن الاستثناء يحتمل أن يعود لأقرب مذكور أم لا فى مسئلة تزويج أخة الزوجة.كلمات مفتاحية: اللغوية، اختٗلف الفقهاء، النكاح.

Page 7 of 12 | Total Record : 113