cover
Contact Name
MUHAMMAD NURUL FAHMI
Contact Email
fahmi.emnufa@gmail.com
Phone
+6282313345353
Journal Mail Official
al.usariyah.ejournal@gmail.com
Editorial Address
JL. M.H. Thamrin, Gang Kepodang, Kranjingan, Sumbersari, Jember, JAWA TIMUR
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam
ISSN : -     EISSN : 29868157     DOI : https://doi.org/10.37397/almajaalis.v7i1/
Al-Usariyah adalah jurnal hukum keluarga islam yang diterbitkan tiga kali dalam setahun pada Maret, Juli dan November oleh Program Studi Hukum Keluarga Islam Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah (STDI) Imam Syafi’i Jember sejak tahun 2023 dan langsung menggunakan terbitan online (OJS). Artikel yang diterbitkan berfokus pada empat topik utama: Perkawinan, Kewarisan, Perwasiatan, dan Hukum-hukum Keluarga. Artikel yang dikirimkan ke redaksi Al-Usariyah diharapkan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa PBB yang ditulis mengikuti format tulisan ilmiah murni. Penulis disarankan untuk menggunakan reference manager (seperti; Mendeley atau Zotero) dalam penulisan referensi. Semua artikel yang dikirimkan ke redaksi melalui proses koreksi. Artikel yang diterbitkan oleh Al-Usariyah memiliki nomor Digital Object Identifier (DOI). Al-Usariyah telah terindeks oleh Google Scholar, Moraref dan pengindeks yang lainnya.
Articles 113 Documents
PERAN KELUARGA MUSLIM MELALUI PENDIDIKAN AGAMA DAN PENDIDIKAN SEKS USIA DINI SEBAGAI UPAYA IDENTIFIKASI DAN PENCEGAHAN PENYIMPANGAN SEKSUAL DI MASYARAKAT Abdul Rahman Ramadhan; Nur Sari, Siti Aisyah
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 1 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v1i1.299

Abstract

The phenomenon of sexual deviance is increasingly prevalent in society with increasingly diverse forms such as LGBT, Pedophilia, Masturbation, Exhibitionism, not a few of which even lead to adultery and rape. Many parents are indifferent to this phenomenon because they think that it only happens outside their family and think that their family will definitely be protected from sexual deviance. In fact, apart from traumatic factors, most sexual deviations in society are caused by parents's negligence in identifying and providing religious education and sexual education to their family members from an early age. The family as the smallest scope of life has a vital role in shaping the individual attitude, mentality and character. This research discusses the role of Moslem families in identifying and preventing sexual deviations through religious education and sexual education from an early age. This research is a library research, with content analysis and deductive analysis approaches as data analysis techniques. The purpose of this study is to provide an explanation of the important role of the Muslim family in the identification and prevention of sexual deviation, as well as examples of sexual education originating from Islamic teachings for children from an early age. The results of this study indicate that Muslim families through the roles of both parents have a major contribution in the identification and prevention of sexual deviations through early childhood sex education originating from Islam.
IMPLEMENTASI PEMENUHAN HAK BIOLOGIS TERHADAP PASANGAN LONG DISTANCE MARRIAGE DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHARMONISAN RUMAH TANGGA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM: Studi Fenomologis Pasangan Long Distance Mariage Di Kota Pekanbaru Ali Mustafa
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v1i2.317

Abstract

Penelitian ini mengkaji long distance marriage yaitu menjalani hubungan pernikahan dengan terpisah oleh jarak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pemenuhan hak biologis pasangan long distance marriage dan cara mempertahankan keharmonisan rumah tangga meskipun kondisi sedang berjauhan di kota Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini didesain dalam bentuk penelitian lapangan atau field researh, yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara turun langsung ke lapangan dan mewawancarai 15 pasang responden. Pendekatan penelitian ini adalah dengan cara deskriptif kualitatif bertumpu pada fenomenologi yang dijelaskan secara teoritik. Sumber datanya berbentuk primer yaitu hasil wawancara dengan responden dan juga dilakukan penelitian langsung pada subjek untuk memperoleh informasi-informasi yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga para responden. Adapun data sekunder adalah buku-buku yang berkenaan dengan pernikahan baik dari buku klasik atau kontemporer. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pada dasarnya sebuah ikatan pernikahan adalah bersatunya dua insan dalam ikatan yang suci. Bersatunya hati dan juga fisik dengan mereka hidup berdampingan. Namun ada kondisi di mana mereka harus rela berpisah dari pasangannya karena beberapa faktor keadaan, di antaranya adalah: a) melanjutkan pendidikan, b) karena pekerjaan, dan c) karena kondisi tertentu. Sehingga dalam hal ini ada hal yang tidak bisa terwakilkan yaitu pemenuhan hak biologis. Hak biologis pasangan suami istri adalah hal yang wajib untuk ditunaikan. Karena di antara tujuan pernikahan adalah agar tersalurkan hasrat biologis dengan cara yang diridhoi Allah. Para responden yang menjalani long distance marriage, masing-masing berbeda-beda dalam menyikapi permasalahan biologis dikarenakan berbeda pula frekuensi perjumpaan mereka. Ada yang berjumpa setiap pekan, empat bulan, dan enam bulan. Ada yang sudah terbiasa dan ada yang masih sangat mempermasalahkan. Hasrat biologis yang tidak disalurkan akan berdampak terhadap fisik dan emosional seseorang yang akhirnya juga akan mempengaruhi hubungan rumah tangga. Sehingga hal-hal yang dilakukan oleh responden ketika hasrat itu muncul diantaranya dengan: 1) jalan-jalan, 2) makan-makan, 3) menjaga pandangan, 4) menahan semaksimal mungkin, dan 4) telefon/vidio call vcs (masturbasi). Penulis memberikan pandangan untuk bisa mengatasi permasalahan biologis tersebut agar tidak merusak hubungan rumah tangga, di antaranya; a) Poligami, b) Masturbasi, c) Berpuasa, d) Menyibukkan diri dengan olahraga, aktifitas keagamaan dan pekerjaan, dan d) Salah satu pihak mengalah. Pernikahan adalah sebuah ibadah yang agung untuk dua insan agar bisa saling mencintai, menyayangi, melindungi, dan mengasihi. Pernikahan bukan hanya sekedar ajang untuk menyalurkan hasrat biologis semata. Sehingga apabila hasrat biologis tidak bisa disalurkan, maka tidak harus pernikahan menjadi gersang dan hampa. Pada dasarnya rumah tangga hendaknya ada kebersamaan jiwa dan raga. Hendaknya pernikahan long distance marriage dihindari. Akan tetepi jika tidak bisa, maka hendaknya masing-masing pasangan berkomiten untuk tetap bersama meski terpisah jarak dan waktu serta bermusyawarah apabila terjadi keributan di antara suami dan istri tersebut. Kata kunci: LDR, LDM, Hak Biologis  
Infertilitas Sebagai Alasan Perceraian Dalam Perspektif Hukum Islam Shalati, Syadza Fildzah; Permana, Muhammad Yogi Galih
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 3 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v1i3.326

Abstract

Setiap pasangan suami istri pasti sangat menanti-nantikan kehadiran anak di dalam kehidupan pernikahannya, tetapi, tidak semua pasangan beruntung bisa langsung memiliki anak. Hal tersebut disebut dengan infertilitas. Infertilitas merupakan persoalan yang sampai saat ini masih menjadi persoalan dunia, terkhususnya di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan pandangan hukum islam dan solusi terhadap perceraian yang dikarenakan infertilitas. Pendekatan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Banyak beristighfar dan bersabar dalam menghadapi masalah infertilitas. Hukum perceraian pada asalnya tergantung pada keadan masing-masing orang. Tetapi jika dengan alasan infertilitas, maka diperbolehkan jika hal tersebut dapat menghilangkan salah satu tujuan pernikahan, dan tentunya tidak boleh bermudah-mudahan dalam hal ini. (2) Hendaknya pasangan memperbanyak doa kepada Allah ta’ala agar dapat diberikan keturunan. Pasangan yang mengalami infertilitas bisa menggunakan cara alternatif seperti: bayi tabung, terapi, memperbaiki gaya hidup yang sehat dan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Kata kunci: Infertilitas, perceraian, hukum islam.
Pandangan Masyarakat Terhadap Perwakilan Wali dalam Akad Nikah: Studi di Desa Toboino Halmahera Timur Maluku Utara Saputri, Tifri; Musyaffa', Musyaffa'
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 3 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v1i3.362

Abstract

Tradisi pernikahan, yakni praktek yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Rangkaian pernikahan ini melibatkan pemenuhan persyaratan dan rukunnya. Salah satu rukun penting pada pernikahan yakni peran wali. Secara umum, wali yang bertanggung jawab untuk menikahkan yakni wali nasab, seperti ayah biologis sang putri atau kerabat lain dari pihak ayah. Namun, di Desa Toboino, masyarakat cenderung lebih memilih untuk memberikan wewenang walinya kepada seorang penghulu. Oleh karena itu, istilah perwakilan wali muncul dalam prosesi akad nikah. Riset dengan judul “Pandangan Masyarakat Umum Terhadap Perwakilan Wali Dalam Akad Nikah Di Desa Toboino Halmahera Timur Maluku Utara” memiliki rumusan masalah, bagaimana presepsi masyarakat umum terkait perwakilan wali pada akad nikah, dan bagaimana presepsi yang umum terhadap perwakilan wali pada akad nikah. Fokus riset ini yakni guna mengungkapkan bagaimana presepsi masyarakat umum Desa Toboino terhadap perwakilan wali pada akad nikah dan untuk menggali pandangan yang unik dan eksklusif terhadap perwakilan wali pada akad nikah serta dampak-dampaknya yang mungkin timbul. Dan dasar konseptual yang diimplementasikan yakni prinsip-prinsip hukum Islam. Merujuk pada evaluasi yang dijalankan, disimpulkan bahwa presepsi umum terkait keterlibatan wali dalam proses pernikahan tersebut dianggap sah dan dibenarkan, karena tindakan ini yakni wujud dari solidaritas sosial dalam membantu masyarakat yang kekurangan untuk mengawinkan putri mereka sendiri. Hal ini terjadi karena keterbatasan pengetahuan agama, ketidakpastian dalam mengadakan pernikahan, serta penuh rasa hormat terhadap nilai-nilai agama yang menjadi pijakan. Selanjutnya, melibatkan wali dalam pernikahan telah menjadi bagian dari budaya dan kebiasaan yang kental di masyarakat Desa Toboino. Dan akibat dari perspektif tersebut terhadap peran wali dalam upacara pernikahan, yakni: Pertama, adanya keterbatasan perkembangan kognitif dan pola pikir dalam masyarakat. Kedua, di Desa Toboino, orang tua tidak dapat mengawinkan anak perempuannya sendiri. Ketiga, dalam masyarakat Desa Toboino, menyerahkan wewenang kepada wali atau perwakilan wali dalam upacara pernikahan dianggap sebagai kegiatan yang biasa dan masih berlangsung hingga saat ini. Keempat, masyarakat Desa Toboino tidak memiliki minat yang kuat untuk belajar agama, terutama terkait institusi pernikahan. Kelima, kesadaran masyarakat saat mengartikan makna pernikahan cenderung rendah. Kata Kunci: Akad Nikah, Masyarakat, Perwakilan Wali
ANALISIS KEBIJAKAN LARANGAN BERPOLIGAMI BAGI ASN POLRI DALAM PERATURAN POLRI NOMOR 6 TAHUN 2018 PERSPEKTIF SIYASAH SYARIYAH Aziz, Hawwina Fauzia; Ashari, Winning Son
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v1i2.368

Abstract

Segala hal di dalam kehidupan manusia sudah diatur dengan sebaik-baiknya dalam syariat Islam, karena Islam adalah agama yang sempurna. Akan tetapi seiring berjalannya zaman, selalu ada permasalahan baru yang memerlukan kajian mendalam agar dapat dijawab dengan syariat Islam yang telah ada sebelumnya. Salah satunya mengenai larangan berpoligami bagi ASN POLRI. Dalam Islam, pemimpin memiliki wewenang dalam pengaturan urusan negaranya tentang hukum dari sesuatu yang belum disimpulkan dengan nash yang jelas, yang mana pada urusan ini mencakup maslahat masyarakat secara umum, dan inilah dinamakan dengan siyasah syar’iyah. Maka peneliti merasa bahwa kebijakan dalam peraturan POLRI nomor 6 tahun 2018 ini perlu dikaji dari perspektif siyasah syar’iyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis kebijakan tersebut dalam perspektif siyasah syar’iyah. Ini adalah penelitian kepustakaan yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk memahami fenomena mengenai apa yang dialami subyek penelitian secara menyeluruh dengan cara deskripsi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan dalam peraturan POLRI nomor 6 tahun 2018 pasal 4 ayat 1 dan 2 menyelisihi konsep siyasah syar’iyah dikarenakan kebijakan tersebut di luar dari ranah yang diperbolehkan bagi seorang pemimpin untuk menentukan hukumnya, dan syariat poligami dalam Islam didasari dengan dalil syar’i. Kata Kunci: Siyasah Syar’iyah, Poligami, ASN, POLRI
PENGELOLAAN ZAKAT MAL DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA MUSLIM MENURUT PERSPEKTIF DR. SAID BIN WAHF AL QAHTHANI : Studi Lapangan di Yayasan Imam Syafi'i Tulungagung Rosyaida, Khonsa; Habibi, Ahyat
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v1i2.384

Abstract

Zakat merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang mana wajib bagi setiap muslim untuk membayarkannya. Sedangkan pengelolaan zakat adalah menerima serta megumpulkan pembayaran zakat dari muzaki kemudian disalurkan atau didistribusikan kepada mustahik zakat. Seiring berjalannya waktu, muncullah lembaga-lembaga pengelola zakat di Indonesia seperti BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional), LAZISMu (Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah Muhammadiyah), Lembaga Baitul Mal Indonesia dan lain sebagainya. Namun sampai saat ini masih banyak umat Islam yang tetap membayarkan zakatnya melalui tokoh-tokoh agama, masjid-masjid ataupun pondok pesantren. Seperti Yayasan Imam Syafi'i Tulungagung yang merupakan salah satu lembaga pendidikan dan pondok pesantren di Indonesia yang memiliki banyak kegiatan kemasyarakatan seperti santunan fakir miskin, janda dan anak yatim, penyaluran zakat dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan zakat di Yayasan Imam Syafi'i Tulungagung ditinjau dari perspektif Dr. Said bin Wahf Al-Qahtani. Metode penelitian yang digunakan adalah studi lapangan dan studi pustaka dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui wawancara, penelaahan kitab-kitab fikih, fatwa para ulama, serta situs internet yang terkait dengan topik pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan zakat di Yayasan Imam Syafii Tulungagung telah sesuai dengan syariat Islam dan juga ketentuan-ketentuan yang disebutkan oleh Dr. Said bin Wahf Al-Qahthani tentang pembayaran zakat. Kata Kunci: Tulungagung, Zakat Mal, Pengelolaan, Al-Qahtani
REASONS FOR PEOPLE IN LAW BRINGING AN ATTORNEY AND THEIR ROLES IN ACCOMPANYING CLIENTS: Case Study of Marriage Cases in Jember Religious Court Dwi Cahyadi, Teguh; Gunawan, Adi
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v1i2.396

Abstract

In proceedings at a religious court, someone who is litigating will experience difficulties in the proceedings. This is because the proceedings and legal rules in religious courts are complicated, so a person needs a lawyer to ask for legal assistance in proceedings at a religious court. However, the reason why a person brings an attorney in a religious court needs to be studied further to find out the reasons why litigants bring attorneys in a religious court and their role in accompanying their clients in religious courts. This research is a field research conducted at the Jember Religious Court using a qualitative approach. The results of this study indicate that the reason someone brings attorneys to Jember Religious Court is a lack of knowledge of law, the complexity of the proceedings at the Religious court, someone who is in a case wants to get a satisfactory result, and someone who is having a case is busy with his livings and work. The role of attorneys in accompanying clients at the Jember Religious Court is to represent clients, to cause the ligitants to be present, to provide legal advice to clients, to assist with case administration, to provide legal services to clients, and to defend client interests. Keywords: attorney, religious court, litigation reason
INKONSISTENSI WASIAT WAJIBAH DALAM KOMPILASI HUKUM ISLAM: Menurut Perspektif Fikih Islam Yassir, Muhammad; Husaini, Akhmad; Ahsan, Khoirul
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v1i2.400

Abstract

Di antara hal-hal yang memerlukan kajian dalam era sekarang adalah masalah wasiat wajibah yang dari awal kemunculannya sebagai positif law dianggap sebagai penemuan dan ijtihad masa sekarang. Mesir melalui Undang-undang Nomor 71 tahun 1946 memberlakukan wasiat wajibah terhadap cucu dan atau ibunya telah meninggal dunia lebih dahulu dari pewaris. Undang-undang tersebut menentukan bahwa cucu tidak mendapat warisan jika bersamanya ada anak laki-laki, dan kedudukan cucu di sini adalah sebagai z|awi al-arham. Sedangkan di Indonesia, materi Kompilasi Hukum Islam adalah tentang pemberian wasiat wajibah kepada anak angkat dan orang tua angkat yang telah disebutkan di dalam pasal 209. Pasal 209 KHI membuat terobosan hukum dalam konteks keindonesiaan yang mengakui adanya hak harta bagi anak maupun orang tua angkat. Sehingga KHI telah memodifikasi wasiat wajibah yang asalnya diperuntukkan bagi kerabat yang memang mempunyai hubungan darah dengan mayit menjadi bercakupan luas kepada yang bukan ahli waris. Wasiat wajibah dari sudut pandang KHI merupakan hasil pertemuan dari dua sistem hukum yakni hukum Islam yang sama sekali tidak mengenal anak angkat dan hukum adat yang memperlakukan anak angkat sebagai anak kandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wasiat wajibah versi KHI dinilai menabrak syariat dikarenakan memberi warisan kepada anak angkat yang notabene bukan ahli waris yang ditentukan dalam Islam. Solusi yang ditawarkan dalam hal ini adalah; wasiat ikhtiyariyyah, hibah, sedekah, takharuj, ijazat al-waratsah, dan rodkh. Ini semua berupaya untuk menjadikan hukum lebih tersegarkan dengan sentuhan solutif yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Kata kunci: Inkosistensi wasiat wajibah, warisan anak angkat, wasiat wajibah KHI
اختيارات الشيخ القرضاوي الفقهية من خلال كتاب فقه الزكاة ومدى موافقتها للمذاهب الفقهية الأربعة Yogi, Muhammad
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v1i2.401

Abstract

هذه المقالة عن الاختيارات الشيخ القرضاوي الفقهية من خلال كتاب فقه الزكاة ومدى موافقتها للمذاهب الفقهية الأربعة، تستعرض فيها مميزات اختيارات الشيخ الفقهية ومنهجه في اختياراته، وتنجلي أهمية الموضوع في مكانة الشيخ العلمية والاجتماعية بين العلماء المعاصرين، وموضوع البحث من أهم مواضع العلم وهو الركن الثالث من أركان الإسلام، وأن كتاب فقه الزكاة من أهم مصادر فقه الزكاة المقارن ودراسة اختيارات العلماء تنمي الملكة الفقهية. اختصر الباحث بحثه بالبحث المكتبي التحليلي، وذلك بجمع المعلومات والمصادر المتعلقة بموضوع الزكاة، فيكون دور الباحث جمع المعلومات في كل مسألة ثم تحليلها بذكر الاختيار للشيخ يوسف القرضاوي في المسألة ثم مقارنتها بالمذاهب الفقهية الأربعة منسوبة إلى قائلها. ومن أهم النتائج، اعتمد الشيخ في اختياراته على نصوص الكتاب والسنة الصحيحة واعمال النصوص العامة والمعاني المعتبرة في الشرع، أنه كثيراً ما خرج عن منهج الوسط فحمل المعاني المعتبرة فوق ما تحتمله وإعمال القياس ثم تميزت اختيارات الشيخ بالموضوعية والاستقلال الفكري، ولم يتقيد بمذهب معين في اختياراته، لم يكن الشيخ يختار أقوالاً مجردًا عن الأدلة، فقد التزم في جميع اختياراته تأييد القول المختار بأدلة من النصوص والمعاني المعتبرة. الكلمات الرئيسية: اختيارات، زكاة، القرضاوي.
PUTUSNYA HUBUNGAN ANAK DENGAN ORANGTUA KARENA PERCERAIAN: Studi Kasus Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember Siddik Fuad Baswedan, Sofyan; Arifin, Muhamad; Tegar Dwiki Putra, Lalu
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v1i2.408

Abstract

Pernikahan memiliki banyak arti bagi setiap pasangan yang menikah. Sebagian orang, pernikahan merupakan sebuah upacara formal untuk melegalkan hubungan antara pasangan yang sudah saling mencintai. Sementara sebagian lainnya, menganggap pernikahan merupakan sebuah upacara sakral yang menyatukan dua jiwa yang berbeda. Namun satu hal yang disepakati bahwa pernikahan adalah ikatan yang menyebabkan adanya hak dan kewajiban atas masing masing suami, istri dan anak keturunan. Anak yang terlahir dari hubungan pernikahan berkewajiban untuk berbakti kepada orang tuanya, dan sebaliknya kedua orang tuanya juga berkewajiban untuk mencukupi dan mendidik anak keturunannya. Hak dan kewajiban antara anak dan kedua orang tuanya ini terus melekat dan tidak terputus walau kedua orang tua telah terpisah oleh perceraian. Penelitian yang dilakukan di kota Jember ini bertujuan: (1) menemukan korelasi antara perceraian dengan putusnya hubungan antara anak dengan kedua orangtua atau salah satunya, (2) mengungkap perspektif syari’at tentang putusnya hubungan anak dengan orangtuanya sebagai salah satu dampak perceraian. Adapun jenis penelitian yang dipakai adalah studi deskriptif, yaitu jenis penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan suatu fenomena atau peristiwa yang terjadi secara sistematis dan detail. Penelitian ini tidak melibatkan pengendalian variabel atau manipulasi terhadap faktor yang diteliti. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang suatu fenomena atau peristiwa. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ada banyak sebab terputusnya hubungan anak dan orangtua, salah satunya adalah sakit hati dari salah satu mantan suami atau istri akibat perceraian, suami tidak memberi nafkah setelah bercerai, (2) suami atau istri yang bercerai tidak memahami bahwa hak hak anak hasil pernikahan mereka tidak terputus oleh perceraian mereka berdua, sehingga tetap wajib ditunaikan walaupun sudah tidak Bersama ibu kandungnya. Kata Kunci: Hak Anak; {Perceraian; Pernikahan.  

Page 6 of 12 | Total Record : 113