cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6221-7394422
Journal Mail Official
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI
Published by LEMIGAS
ISSN : 20893396     EISSN : 25980300     DOI : 10.29017/LPMGB.58.1.1610
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi (LPMGB) merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS untuk menyebar luaskan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan rekayasa teknologi dan pengujian laboratorium di bidang migas. Naskah dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri migas dari dalam dan luar negeri
Articles 544 Documents
Sintesis Katalis Zeolit H-ZSM-5 dari Zeolit Alam Wonosari untuk Konversi Etanol Menjadi Olefin Heriz Herizal
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mensintesis katalis zeolit H-ZSM-5 dan mempelajari aktivitas katalis zeolit H-ZSM-5 untuk konversi etanol menjadi olefin, khususnya menggunakan jalur alternatif dan murah. Etanol muncul sebagai sumber terbarukan untuk produksi olefin. Zeolit alam Wonosari digunakan sebagai bahan baku sintesis katalis H-ZSM-5. Katalis ini memiliki karakteristik penting untuk jenis reaksi dehidrasi etanol menjadi olefin, seperti nilai SAR (rasio Si/Al), keasaman, luas permukaan dan ukuran partikel. Sintesis dilakukan menggunakan template tetrapropyl ammonium bromine (TPABr), dengan perlakuan hidrotermal pada temperatur 180°C dan waktu kristalisasi 12, 24 dan 36 jam. Karakterisasi katalis dilakukan menggunakan beberapa teknik (XRD, BET, SEM dan EDXS). Reaksi katalitik katalis H-ZSM-5 dilakukan untuk mempelajari pengaruh SAR (rasio Si / Al) terhadap konversi, selektivitas dan yield produk pada kondisi operasi temperatur 350oC, tekanan atmosfer, WHSV (weight hourly space velocity) 3,2 J-1 selama 3,5 jam. Produk reaksi yang dihasilkan dianalisa menggunakan gas chromatography GC Agilent -7890 A yang dilengkapi detector TCD dan FID. Perolehan produk etilen tertinggi sebesar 66,483% sedangkan produk propilen tertinggi sebesar 7,258%.
Optimalisasi Metode Aktivasi Adsorben Karbon Aktif dengan Sulfur, Tembaga, Sulfida, dan Seng Klorida Serta Uji Kapasitas Adsorpsi dengan Variasi Kondisi Saturasi Gas Alam Eko Handoyo; Yayun Andriani; Lisna Rosmayati; Annisa Chairuna; Endi Suhendi
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidrokarbon berat diketahui dapat terkondensasi dalam pori karbon aktif sehingga menurunkan kapasitas adsorpsi adsorben merkuri yang terbuat dari karbon aktif. Untuk itu, perlu dilakukan modifikasi karbon aktif agar memiliki kapasitas adsorbsi merkuri yang optimum untuk digunakan pada lapangan migas. Penelitian ini diawali dengan tahap rancang bangun alat uji kinerja skala lab dan dilanjutkan dengan optimalisasi metode pembuatan adsorben merkuri AC-S, AC-CuS, dan AC-ZnCl2. Adsorben yang dihasilkan dari metode pembuatan yang telah dioptimalisasi kemudian diuji adsorpsi pada temperatur embun hidrokarbon berat/temperatur uji adsorpsi 15oC/40oC, 25oC/40oC, 30oC/30oC, dan 40oC/40oC serta dikarakterisasi luas permukaannya. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa kapasitas adsorpsi adsorben yang dibuat tidak mengalami penurunan kapasitas adsorpsi Hg saat melewatkan gas dengan titik embun air dan hidrokarbon sama dengan suhu proses adsorpsi. Dari penelitian ini juga dihasilkan dua metode pembuatan adsorben terbaik yang diuji pada skala laboratorium yaitu impregnasi Sulfur 33% pada temperatur 525oC selama 1 jam dengan kapasitas rata-rata 50.g mg Hg/g dan impregnasi tembaga (Cu) 34 g/l dan Sulfur 20% dengan kapasitas adsorpsi rata-rata 30.4 mg/g.
Pengujian Pipa Polietilen (PE) untuk Pemenuhan Standar pada Distribusi Gas Bumi Sektor Rumah Tangga Lusyana; Fadjar Hidayat
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi LPG yang merupakan sumber energi utama pada sektor rumah tangga terus meningkat. Peningkatan tersebut tentunya berakibat pada bertambahnya anggaran subsidi mengingat suplai LPG kebanyakan dari impor. Gas bumi sebagai energi alternatif pengganti LPG terus digalakkan melalui pembangunan jaringan pipa distribusi. Pada umumnya jenis pipa yang digunakan untuk jaringan pipa distribusi adalah pipa yang berbahan polietilen (PE). Hal ini disebabkan pipa PE tidak mengalami korosi sehingga penanganannya lebih mudah dan umur pemakaian (lifetime) yang lebih panjang. Akan tetapi, pengaplikasian pipa PE pada jaringan distribusi harus mengikuti standar yang ketat guna menjamin tingkat keamanannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian kualitas pipa PE yang diproduksi oleh salah satu pabrikan di Indonesia dan membandingkannya dengan persyaratan lolos uji yang telah ditetapkan di dalam SNI ISO 4437:2015. Karakteristik pipa yang diuji adalah densitas, melt flow rate (MFR), heat reversion, hidrostatik, oxidation induction time (OIT) dan uji tarik. Pipa yang telah diuji memperlihatkan hasil: densitas pipa lebih dari 930 kg/m3 (kelompok MDPE), MFR pipa tidak banyak berbeda dengan bahan baku, tidak terjadi penyusutan yang signifikan ketika dilakukan pemanasan, tidak terjadi kebocoran maupun pecah setelah diuji hidrostatik, memiliki ketahanan termal yang baik, dan memiliki pemuluran lebih dari 350%.
KAJIAN REGULASI PENGUSAHAAN OIL SANDS KEDALAMAN DANGKAL DENGAN METODE OIL MINING Usman Pasarai; Hazman; Endras Pribadi; Anda Lucia; Bambang Widarsono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengurangi kesenjangan antara kemampuan produksi dan kebutuhan minyak bumi nasional yang semakin lebar ke depan, maka diperlukan kegiatan penganekaragaman sumber daya minyak bumi, diantaranya dari oil sands kedalaman dangkal. Teknologi eksploitasi oil sands kedalaman dangkal dengan cara penambangan terbuka yang dikenal sebagai oil mining sangat berbeda dengan teknologi eksploitasi minyak bumi konvensional, sehingga diperlukan regulasi khusus sebagai landasan hukum operasional oil mining. Tujuan kajian ini adalah menelaah aturan hukum, prinsip-prinsip hukum, maupun doktrin-doktrin hukum guna menjawab isu rezim dan aturan hukum yang diperlukan terkait pengusahaan oil sands kedalaman dangkal. Metodologi kajian menggunakan pendekatan hukum normatif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka terhadap data sekunder serta bahan hukum primer dan sekunder. Hasil kajian menyimpulkan bahwa karakteristik minyak bumi yang ditemukan pada endapan dangkal oil sands di Indonesia memenuhi kriteria pengertian minyak bumi yang dimaksud Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sehingga undang-undang ini dapat menjadi payung hukum pengusahaan oil sands dengan teknologi oil mining. Dukungan formal dari Pemerintah kepada Kontraktor Hulu Migas pada tahap uji coba diperlukan karena belum ada regulasi khusus sebagai landasan hukum operasional kegiatan oil mining. Teknologi oil mining perlu diakomodir dalam definisi Eksploitasi dalam Undang Undang Migas untuk menjadi landasan hukum positif pengembangan oil sands kedalaman dangkal untuk peningkatan cadangan dan produksi minyak bumi nasional.
PENGARUH PENAMBAHAN KONSENTRASI REVERSE DEMULSIFIER TERHADAP NILAI OIL CONTENT DAN EMULSION BLOCK PADA AIR INJEKSI LAPANGAN JAMBI Dahrul Effendi; Fidya Varayesi
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air injeksi yang digunakan sebagai fl uida pendesak dalam water fl ooding sering ditemukan masalah pada kualitasnya, diantaranya adalah masalah oil content dan emulsion block. karena minyak bertindak sebagai perekat pada padatan yang menyebabkan penyumbatan pada pori- pori batuan. Hal tersebut berpotensi dalam penyebab terjadinya low oil recovery factor pada proses water fl ooding. Air injeksi (IW) dan air formasi (FW) sebelum di injeksikan kedalam reservoir perlu dianalisa dilaboratorium dengan tujuan air injeksi dapat digunakan sebagai fl uida pendesak pada proses water fl ooding. Berdasarkan hasil uji laboratorium, air injeksi (IW) menunjukkan konsentrasi oil content yang tinggi yaitu 50.55 mg/L, sehingga dapat membentuk emulsion block, hal ini dapat mengakibatkan plugging pada pori-pori batuan. Untuk itu, solusi yang dipilih untuk menyelesaikan masalah emulsion block dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan chemical treatment. Masalah oil content dan emulsion block dapat diatasi dengan menggunakan reverse demulsifi er, pada uji di laboratorium dengan menambahkan konsentrasi 50 mg/L reverse demulsifi er kedalam air injeksi dapat meningkatkan kualitas air injeksi dari poor water quality (oil content 50.55 mg/L) menjadi good water quality (oil content 15.89 mg/L).
SOLUSI ANALITIK TYPE CURVES DAN UJI SENSITIVITAS MODEL RESERVOIR KOMPOSIT DENGAN BATAS LUAR RESERVOIR TERTUTUP UNTUK KASUS LAJU PRODUKSI SUMUR KONSTAN Wiwiek Jumiati; Asep Kurnia Permadi
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Type curve penurunan tekanan alir dasar lubang sumur sebagai fungsi waktu untuk mengkaji efek penurunan produksi reservoir, merupakan salah satu metode analisis kinerja reservoir yang sudah luas dikenal dan digunakan dengan praktis untuk berbagai kondisi di lapangan. Penelitian ini mengangkat aspek laju produksi konstan pada sumur dan tekanan batas terluar bounded no flow atau tertutup dari reservoir terbatas yang akan dilihat pengaruhnya terhadap laju penurunan tekanan. Kenyataan menunjukan bahwa laju produksi konstan di sumur dianggap lebih praktis dilakukan di lapangan. Ide awal ini berasal dari Turkidan Demski yang berhasil membuat type curve untuk model reservoir komposit pada kasus tekanan konstan di sumur. Type curves dibuat dari hasil penurunan secara analitis dari persamaan difusivitas untuk aliran fluida satu fasa untuk model reservoir komposit. Pada penelitian ini akan diperlihatkan bagaimana aplikasi dari type curve yang mewakili suatu model reservoir komposit dengan dua region dengan pengaruh parameter mobility ratio, storativity ratio, skin pada lubang sumur dan jari-jari discontinuity. Type Curves yang dihasilkan pada studi ini dapat digunakan untuk interpretasi log log type curve matching reservoir komposit dengan batas luar terbatas.
PENGAMATAN MEOR MENGGUNAKAN FORMULA NUTRISI RENDAH GLUKOSA DENGAN METODA IMBIBISI Sugihardjo; Zulkifliani; Onie Kristiawan; Cut Nanda Sari; Syafrizal
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan skala laboratorium telah dilakukan untuk merancang formula nutrisi MEOR (Microbial Enhanced Oil Recovery) dengan bahan dasar rendah-glukosa. Bahan yang dipakai meliputi: limbah cair tahu, air kelapa, limbah cair ikan, limbah pengolahan pati, ekstrak teh, pupuk cair, ekstrak daging sapi, dan pepton. Bahan-bahan tersebut diracik untuk menjadi beberapa formula yang dapat merangsang pertumbuhan mikroba yang terkandung pada percontoh fluida dari sumuran SMR-01, SMR-02, dan SMR-03 sehingga menghasilkan bioproduk yang diperlukan untuk MEOR Pada seleksi kajian awal ada 48 formula nutrisi, kemudian diseleksi dan diperoleh yang potensial dalam pertumbuhan mikroba sebanyak 8 formula, yaitu 2 macam formula untuk SMR-01, 3 untuk SMR-02, dan 3 juga untuk SMR-03. 8 formula tersebut diinkubasi selama 7 hari dan diamati bioproduknya yang meliputi: pertumbuhan mikroba, pH, IFT, densitas, dan viskositas minyak. Pada tiap formula juga ditambahkan konsorsium mikroba exogenous untuk memperkaya jenis mikroba. Uji imbibisi dilakukan terhadap 8 formula tersebut serta ditambah 8 formula lagi dengan menambahkan konsorsium mikroba exogenous selama 71 hari. Hasil yang terbaik ternyata ada pada formula Ef1 dengan penambahan ekstrak teh dan pepton dan Ez1 dengan tambahan ekstrak teh dan ekstrak beef pada fluida SMR-02. Dengan nilai masing masing nilai RF (recovery factor) 56,91 untuk Ef1 dan 55,86% untuk Ez1. Oleh karena itu kedua formula tersebut dapat dijadikan acuan untuk implementasi lapangan. Secara ekonomis mungkin Ez1 akan lebih murah karena prosentase kandungan extract beef hanya 10%.
UJI AKTIVITAS KATALIS CLAY TERMODIFIKASI CU DALAM REAKSI HIDRORENGKAH SENYAWA 1-OKTADEKANOL Wiwit Puji Lestari; Donatus Setyawan Purwo Handoko; Yudi Aris Sulistiyo
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan proses perengkahan secara katalitik senyawa 1-oktadekanol dengan katalis clay termodifikasi Cu. Hasil perengkahan dianalisis dengan menggunakan X-ray Flouresence (XRF), XRD, adsorpsi piridin dan BET. Katalis dimasukkan dan dipanaskan dalam tabung reaktor, umpan dimasukkan dan dipanaskan pada tabung terpisah sampai berubah menjadi uap sambil dialiri gas H2. Cairan hasil perengkahan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan GC-MS. Hasil karakterisasi menunjukkan penurunan rasio Si/Al dari katalis clay menjadi clay termodifikasi Cu, sedangkan % kandungan Cu dalam katalis meningkat sebesar 7.39%. Struktur kristal kedua katalis hampir sama, namun muncul beberapa puncak baru yang menunjukkan bahwa logam Cu berhasil dimodifikasikan. Keasaman katalis muncul pada daerah 1638,6 dan 1627,03 cm-1 yang menunjukkan jenis asam bronsted. Luas permukaan dan volume pori katalis mengalami kenaikan walau sangat kecil yaitu berturut-turut 45.719 dan 0.009. Aktivitas katalis baik katalis clay dan clay termodifikasi Cu kurang baik, dimana produk yang dihasilkan >C12 lebih banyak daripada C6-C12.
IDENTIFIKASI FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL DALAM PENGEMBANGAN AKTIVITAS PENAMBANGAN TERBUKA MINYAK BERAT DI INDONESIA (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN MINYAK SWASTA NASIONAL) Endras Pribadi Endras Pribadi
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan energi nasional khususnya dari minyak bumi baik onshore (darat) maupun offshore (lepas pantai) sangat tergantung dari kemampuan dalam menemukan lapangan baru. PT Medco E&P Indonesia (MEDCO) sebagai salah satu perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi menghadapi tantangan kelangsungan produksi seiring penurunan produksi lapangan lama. Salah satu teknik baru dalam produksi onshore yang sedang dikembangkan oleh MEDCO yaitu penambangan minyak bumi terbuka yang akan diuji coba di Iliran High, Blok Rimau, Provinsi Sumatera Selatan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal MEDCO yang terkait dengan pengembangan aktivitas penambangan terbuka minyak berat. Hasil identifikasi faktor internal menggunakan analisis VRIO menujukkan terdapat 3 kompetensi yang memenuhi nilai VRIO yaitu efisiensi biaya produksi di bawah US$ 10 per barrel oil equivalen (BOE), memprediksi peluang bisnis di masa mendatang, dan mengintegrasikan aset-aset perusahaan. Hasil identifikasi faktor eksternal makro menggunakan analisis PESTEL menunjukkan faktor teknologi, lingkungan, dan kebijakan pemerintah memiliki nilai terbesar. Hasil identifikasi faktor eksternal mikro menggunakan Porters Five Force menunjukkan faktor persaingan antar perusahaan sebagai faktor terpenting untuk direspon optimal oleh perusahaan. Identifikasi lingkungan tersebut berguna sebagai bahan pertimbangan manajemen MEDCO dalam menyusun feasibility study pengembangan penambangan minyak bumi terbuka di Indonesia.
PENGUKURAN KINERJA INHIBITOR KOROSI MENGGUNAKAN METODE ELEKTROKIMIA Nofrizal; Keffi Tasliyana
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja dari dua jenis inhibitor, yaitu inhibitor A (Glycol base) dan inihibitor B (Amine base) yang digunakan untuk menurunkan reaksi korosi dalam media larutan air garam (brine water) yang dijenuhkan dengan CO2. Kinerja dari kedua jenis inhibitor ini diukur menggunakan metode elektrokimia, pemindaian mikroskop elektron (SEM) dan difraksi sinar X. Efi siensi inhibitor dihitung dari kepadatan arus korosi, ketahanan arus (Icorr), dan polarisasi (Rp). Hasil dari metode elektrokimia menunjukkan bahwa efi siensi inhibitor meningkat dengan meningkatnya konsentrasi. Kedua inhibitor bertindak sebagai inhibitor yang baikn pada konsentrasi 250 ppm dengan efesiensi optimum sebesar 89 % (inhibitor A) dan 96 % (inhibitor B). Hasil dari Scanning Electron Microscopy (SEM) terhadap permukaan baja karbon menunjukkan transformasi morfologi baja karbon menjadi lebih baik setelah penambahan inhibitor. Perilaku adsorpsi inhibitor pada permukaan baja adalah bersifat kimia dan mematuhi hukum penyerapan isotermal Langmuir.

Page 6 of 55 | Total Record : 544


Filter by Year

1980 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB Vol. 57 No. 3 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB Vol. 53 No. 3 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB Vol. 52 No. 3 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 2 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB Vol. 48 No. 3 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 1 (2013): LPMGB Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 1 (2007): LPMGB Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB Vol. 39 No. 3 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB Vol. 23 No. 3 (1989): LPMGB Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB Vol. 21 No. 3 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 1 (1987): LPMGB Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 2 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 2 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 1 (1985): LPMGB Vol. 18 No. 3 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 2 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 1 (1984): LPMGB Vol. 17 No. 2 (1983): LPMGB Vol. 15 No. 1 (1981): LPMGB Vol. 14 No. 3 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 2 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 1 (1980): LPMGB More Issue