cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2026)" : 24 Documents clear
Hubungan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus Dengan Penyembuhan Luka Gangren Pada Penderita Diabetes Melitus Di Gedung Pancasila RS Al Huda Banyuwangi Ainul Yakin Zamroni; Nur Hamim; Firdawsyi Nuzula
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2047

Abstract

Salah satu komplikasi serius yang sering terjadi pada pasien DM adalah luka gangren, yaitu suatu kondisi di mana terjadi kerusakan jaringan (nekrosis) akibat kurangnya suplai darah yang adekuat ke area tertentu, terutama di ekstremitas bawah. Kurangnya pemahaman, keterbatasan akses terhadap makanan sehat, dan kebiasaan makan yang sudah tertanam menjadi tantangan dalam pengelolaan luka DM. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet pasien diabetes melitus terhadap penyembuhan luka gangren pada penderita diabetes melitus. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien DM yang mengalami luka gangren dan besar sampelnya 30 responden, dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner untuk kepatuhan dan lembar observasi untuk penyembuhan luka. Data yang diperoleh kemudian dilakukan coding, scoring, tabulating, dan data diuji analisis rank spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas memiliki kepatuhan diet sangat patuh sebanyak 17 responden (56,7%), dan penyembuhan luka gangren mayoritas hampir sembuh sebanyak 19 responden (63,3%). Hasil uji analisis rank spearman, ada hubungan kepatuhan diet pasien diabetes melitus terhadap penyembuhan luka gangren pada penderita diabetes melitus di Gedung Pancasila RS Al Huda Banyuwangi, didapatkan nilai ρ = 0,000 < α = 0,05. Keluarga dan pasien diharapkan aktif mencari informasi dari sumber terpercaya dan mematuhi anjuran tenaga kesehatan, baik terkait pola makan, kontrol gula darah, maupun perawatan luka.
Hubungan Peran Perawat Dan Dukungan Keluarga Dengan Resiliensi Pada Pasien Hipertensi Diruang Rawat Jalan RSUD Dr. H. Koesnadi Bondowoso Mega Dwi Nuriya; Rizka Yunita; Roshinta Sony Anggari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2048

Abstract

Peningkatan jumlah penderita hipertensi di Indonesia dan khususnya di Kabupaten Bondowoso menjadi perhatian serius dalam bidang pelayanan kesehatan. Hipertensi dikenal sebagai "silent killer" karena dapat menyebabkan komplikasi berat seperti stroke dan gagal ginjal. Pengelolaan hipertensi tidak hanya berfokus pada terapi medis, namun juga harus mempertimbangkan aspek psikososial pasien, termasuk resiliensi atau ketahanan mental. Resiliensi dapat membantu pasien dalam menghadapi tekanan hidup akibat penyakit kronis. Faktor yang memengaruhi resiliensi di antaranya adalah peran perawat dan dukungan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara peran perawat dan dukungan keluarga dengan resiliensi pada pasien hipertensi di RSUD Dr. H. Koesnadi Bondowoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 orang pasien hipertensi yang menjalani perawatan rawat jalan, dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Nilai Cronbach’s Alpha menunjukkan hasil reliabel: peran perawat sebesar 0,815, dukungan keluarga 0,802, dan resiliensi 0,826. Penelitian ini menggunakan uji Spearman Rank dalam analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara peran perawat dengan resiliensi pasien hipertensi (p = 0,018) dan antara dukungan keluarga dengan resiliensi (p = 0,002). Temuan ini menegaskan bahwa semakin baik peran perawat dan semakin kuat dukungan keluarga yang diterima pasien, maka tingkat resiliensi mereka juga akan semakin tinggi. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara peran perawat dan dukungan keluarga itu sendiri karena nilai p > 0,05.
Hubungan Self Efficacy Dan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Stroke Di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Mochammad Imaduddin; Rizka Yunita; Hendrik Probo Sasongko
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2049

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di benua Asia dan penyebab perubahan gaya hidup yang signifikan pada pasiennya terkait dengan mobilitas pasien, pola emosi, tingkah laku serta kemampuan komunikasi. Dukungan keluarga juga merupakan salah satu faktor penting dalam kepatuhan pengobatan, dimana anggota keluarganya saling ketergantungan dan saling berhubungan dengan baik untuk mememberikan perhatian dan kasih sayang. Penelitian ini bertujuan menganalisa hubungan self efficacy dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien stroke di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif yang berjenis penelitian korelational dengan pendekatan penelitian cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 44 responden yang memenuhi kreteria inklusi dengan teknik accidental sampling. Kemudian data dianalisis secara komputer dengan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian kecil Self efficacy berkategori sedang, sebagian besar dukungan keluarga tidak baik serta sebagian besar kepatuhan minum obat berkategori sedang pada pasien stroke. Kesimpulan penelitian ada hubungan yang kuat antara Self Eficacy dan dukungan keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pasien stroke di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Saran yang diajukan yaitu agar perawatan untuk pasien stroke sebaiknya melibatkan peran serta keluarga, hal ini dikarenakan fungsi keluarga adalah untuk memberikan perawatan kesehatan untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga yang sakit
Pengaruh Edukasi Teknik Spinal Anastesi Dan Teknik Desarda Menggunakan Media Video Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Hernia Inguinal Lateral Di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Chelfin Ainun Nafis; Achmad Kusyairi; Rizki Yulia Purwitaningtyas
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2050

Abstract

Hernia inguinalis lateral merupakan salah satu kasus bedah terbanyak setelah apendisitis dan dapat menyebabkan kecemasan tinggi pada pasien, terutama saat fase pre-operatif. Ketidaktahuan pasien tentang prosedur operasi dan anestesi menjadi salah satu penyebab meningkatnya kecemasan. Pemberian edukasi melalui media video tentang teknik spinal anestesi dan teknik Desarda diharapkan dapat mengurangi tingkat kecemasan pasien sebelum menjalani operasi. Mengetahui pengaruh edukasi teknik spinal anestesi dan teknik Desarda menggunakan media video terhadap tingkat kecemasan pasien hernia inguinalis lateral di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 30 pasien pre-operasi hernia inguinalis lateral yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner APAIS sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Matched Pairs. Sebelum diberikan edukasi, sebanyak 14 responden (46,6%) mengalami kecemasan sedang, 13 responden (43,3%) mengalami kecemasan berat, dan 3 responden (10%) mengalami kecemasan sangat berat. Setelah diberikan edukasi, terjadi penurunan tingkat kecemasan secara signifikan, dengan 28 responden (93,3%) mengalami kecemasan ringan dan 2 responden (6,6%) mengalami kecemasan sedang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002 (p < 0,05). Edukasi mengenai teknik spinal anestesi dan teknik Desarda menggunakan media video terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien pre-operasi hernia inguinalis lateral.
Pengaruh Diabetes Self Management Education Terhadap Kepatuhan Diet Dan Stabilitas Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Mellitus Di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Lutfiaturrahmah; Dodik Hartono; Haswita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2051

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat dan memerlukan manajemen jangka panjang. Salah satu pendekatan efektif adalah Diabetes Self Management Education (DSME) yang bertujuan meningkatkan kepatuhan diet dan stabilitas kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh DSME terhadap kepatuhan diet dan kestabilan kadar glukosa darah pasien DM di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 36 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa DSME dilakukan selama 3 hingga 7 hari, dan data dikumpulkan melalui kuesioner PDAQ untuk kepatuhan diet serta dokumentasi medis untuk kadar glukosa darah. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kepatuhan diet dan stabilitas kadar glukosa darah setelah diberikan intervensi DSME (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Diabetes Self Management Education berpengaruh terhadap peningkatan kepatuhan diet dan kestabilan kadar glukosa darah pada pasien DM. Intervensi ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan dalam pelayanan keperawatan pasien DM.
Efektivitas Edukasi Media Leaflet Dan Simulasi Terhadap Keterampilan Injeksi Insulin Pasien Diabetes Mellitus Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Nazilah Wiqoatul Haqiqoh; Hendrik Probo Sasongko; Dodik Hartono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2052

Abstract

Kurangnya pengetahuan dan pemahaman pasien tentang penggunaan insulin merupakan penyebab kegagalan terapi yang menimbulkan krisis hiperglikemik atau hipoglikemik. Untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang tepat dalam melakukan injeksi insulin, dapat melalui pelatihan dan edukasi yang komprehensif, termasuk media leaflet dan simulasi. Tujuan penelitian ini mengetahui efektivitas edukasi media leaflet dan simulasi terhadap keterampilan injeksi insulin pasien Diabetes Melitus di ruang rawat inap Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Jenis penelitian Pre Experimental Two Group Pretest Posttest Design Without Control. Populasi semua pasien Diabetes Melitus di ruang rawat inap Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso yang mendapat terapi injeksi insulin pen sebanyak 41 responden, penentuan sampel menggunakan tekhnik Non Probabilistic Accidental Sampling sebanyak 38 responden. Instrumen yang digunakan lembar observasi. Dianalisis menggunakan uji Wilcoxon matched-Pairs Signed Rank kemudian menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan injeksi insulin sebelum edukasi media leaflet kurang sebanyak 19 (100%), setelah edukasi media leaflet cukup sebanyak 12 (63,2%), keterampilan injeksi insulin sebelum edukasi simulasi kurang sebanyak 19 (100%), setelah edukasi simulasi baik sebanyak 15 (78,9%). Hasil uji analisis menggunakan Wilcoxon matched-Pairs Signed Rank, baik edukasi media leaflet maupun simulasi efektif terhadap peningkatan keterampilan injeki insulin, keduanya didapatkan nilai ρ = 0,000 < α = 0,05. Hasil uji analisis menggunakan Mann-Whitney didapatkan nilai mean rank kelompok simulasi 24,66 lebih tinggi dibandingkan kelompok leaflet 14,34, sehingga dapat disimpulkan bahwa edukasi media simulasi lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan injeksi insulin. Tenaga kesehatan perlu memberikan edukasi kepada pasien cara menginjeksi insulin untuk meningkatkan keterampilan secara mandiri dan tepat, sehingga meningkatkan kontrol kadar glikemik pasien dan mencegah kekambuhan.
Hubungan Pola Makan Dan Pengetahuan Orang Tua Dengan Kejadian Risiko Stunting Di Poli Anak Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Nur Aini; Rizki Yulia Purwitaningtyas; Erna Handayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2055

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung pada 1.000 hari pertama kehidupan yang bisa dicegah dengan pengetahuan orang tua tentang pentingnya makanan bergizi dan perawatan anak sejak dini. Angka prevelansi Stunting pada tahun 2023 di Indonesia mencapai angka 21.5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan pengetahuan orang tua dengan risiko kejadian Stunting di Poli Anak Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan jumlah responden/orang tua sebanyak 34 orang, yang dipilih secara random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner STRONGKids, FFQ (Food Frequency Questionnaire), dan lembar kuesioner pengetahuan orang tua. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan yang baik sebanyak 23 (68%), dan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan risiko Stunting (p-value = 0,002). Selain itu, sebanyak 16 (47%) orang tua memiliki pengetahuan yang kurang tentang Stunting, dan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua dengan risiko Stunting (p-value = 0,025). Stunting dapat dicegah melalui perbaikan pola makan dan peningkatan pengetahuan orang tua. Diperlukan peran aktif tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi sejak masa kehamilan serta penguatan peran posyandu sebagai garda terdepan. Jika kesadaran orang tua terhadap pentingnya gizi dan perawatan anak tidak segera ditingkatkan, maka penurunan angka stunting nasional akan sulit tercapai. Maka intervensi edukatif perlu menjadi prioritas dalam program kesehatan masyarakat agar dapat mencegah terjadinya Stunting.
Pengaruh Pola Konsumsi Pangan Dan Asupan Gizi Terhadap Indeks Masa Tubuh Pada Anak Balita Di Desa Bataan Tenggarang Kabupaten Bondowoso Ahmad Zamroni; Nur Hamim; Rizka Yunita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2056

Abstract

Status gizi balita merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa emas pertumbuhan. Salah satu parameter yang sering digunakan untuk menilai status gizi adalah Indeks Massa Tubuh (IMT), yang mencerminkan keseimbangan antara asupan energi dan kebutuhan tubuh anak. Permasalahan gizi pada balita, baik berupa gizi kurang maupun gizi lebih (obesitas), masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia dan berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Ketertarikan penulis dalam mengangkat masalah konsumsi pangan dan asupan gizi terhadap indeks masa tubuh pada anak balita. Menurut UNICEF, stunting berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menurunnya produktifitas dan kemudian menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan. Oleh karena itu, peneliti tertarik menganalisis mengenai pengaruh konsumsi pangan dan asupan gizi terhadap indeks masa tubuh pada anak balita di Desa Bataan Tenggarang Kabupaten Bondowoso. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 38 responden yang memenuhi kreteria inklusi dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan alat ukur berupa kuesioner. Metode analisis data univariat menggunakan uji distribusi Frekuensi dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar konsumsi pangan pada anak stunting tidak tepat sebesar 71,05 %, sebagian besar asupan gizi pada anak balita berkategori menengah sebesar 52,63 %, hampir setengahnya indeks masa tubuh pada anak stunting adalah kurus sebesar 44,74 %. Berdasarkan hasil uji uji Spearman Rho didapatkan ρ = 0,000, dengan tingkat kepercayaan 5%, Sehingga ρ < 0,05, dan nilai rho terletak antara 0,60 – 0,799 artinya ada pengaruh yang kuat konsumsi pangan dan asupan gizi terhadap indeks masa tubuh pada anak balita di desa Bataan Tenggarang Kabupaten Bondowoso.
Pengaruh Edukasi Pemberdayaan Keluarga Sadar Hipertensi (GADARSI) Terhadap Gaya Hidup Pasien Hipertensi Di Rumah Sakit Umum Bakti Mulia Muncar Banyuwangi Irma Wahyuni; Dodik Hartono; Haswita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2057

Abstract

Tingginya kasus hipertensi dipicu oleh perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia, bukan hanya mereka yang hidup di daerah perkotaan tetapi juga yang berada di daerah pedesaan. Penyakit darah tinggi tentu bisa dicegah dengan merubah gaya hidup. Pada penderita hipertensi kebanyakan memiliki gaya hidup yang tidak baik, seperti: kebiasaan merokok yang terlalu berlebihan, minum alkohol berlebihan, makan makanan yang terlalu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi pemberdayaan keluarga sadar hipertensi (gadarsi) terhadap gaya hidup pasien hipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment dengan rancangan One Group Pretest Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah Semua pasien hipertensi di Rumah Sakit Umum Bakti Mulia Muncar Banyuwangi dan besar sampelnya 30 responden, dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengambilan data menggunakan leaflet untuk edukasi gadarsi dan lembar kuesioner gaya hidup pasien hipertensi yang diadopsi dari Supriyati (2020). Data yang diperoleh kemudian dilakukan coding, scoring, tabulating, dan data diuji analisis wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan gaya hidup pasien hipertensi sebelum edukasi gadarsi kategori baik sebanyak 16 responden (53,3%) dan setelah edukasi kategori baik sebanak 28 responden (93,3%). Hasil uji analsisi wilcoxon, ada pengaruh edukasi pemberdayaan keluarga sadar hipertensi (gadarsi) terhadap gaya hidup pasien hipertensi di Rumah Sakit Umum Bakti Mulia Muncar Banyuwangi, didapatkan nilai r = 0,001 < α = 0,05. Keluarga pasien diharapkan tetap aktif mendampingi dan memotivasi anggota keluarga yang mengalami hipertensi untuk mematuhi pengobatan, menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan menghindari faktor risiko lainnya.
Hubungan Personal Hygiene Dan Kebiasaan Jajan Terhadap Kejadian Demam Thypoid Pada Anak Di RS Mitra Medika Bondowoso Muhammad Tio Magnis Kuncoro Adi; Haswita; Nur Hamim
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2058

Abstract

Tingginya kasus demam typhoid pada anak dipicu oleh kurangnya pengetahuan orang tua tentang personal hygiene dan kebiasaan jajan yang sering diabaikan oleh orang tua anak. Penyakit demam tyhoid tentu bisa dicegah dengan merubah gaya hidup yang sehat. Pada penderita demam typhoid kebanyakan memiliki gaya hidup yang tidak baik, seperti : tidak pernah mencuci tangan ketika mau makan, jarang membersihkan diri seperti tidak menggosok gigi, keramas, dan sering jajan sembarangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan personal hygiene dan kebiasaan jajan terhadap kejadian demam thypoid pada anak. Sampel penelitian diambil secara accidental sampling dengan kriteria inklusi anak-anak berusia 5-12 tahun yang didiagnosis dengan demam tifoid. Sampel yang diambil adalah sebanyak 30 responden. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional untuk menganalisis hubungan antara personal hygiene, kebiasaan jajan, dan kejadian demam tifoid pada anak-anak. Penelitian ini menggunakan instrument kuesioner dimana orangtua responden akan mengisi lembar kuesioner yang diberikan oleh peneliti. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan personal hygiene cukup sebanyak 19 orang (63%), kebiasaan jajan buruk sebanyak 21 orang (70%), menderita thypoid ringan sebanyak 27 orang (90%). Ada hubungan personal hygiene dan kebiasaan jajan terhadap kejadian demam typhoid pada anak di RS Mitra Medika Bondowoso dengan didapatkan nilai ρ value 0.000 = 0,001 < α = 0,05. Setelah dilakukan diskusi bersama keluarga responden, diharapkan bahwa keluarga responden tetap menerapkan pola hidup yang sehat seperti mencuci tangan sebelum makan, menggosok gigi setiap hari, membersihkan tangan setelah keluar rumah atau memegang benda yang kotor, membersihkan rambut, mandi setiap hari, dan tidak jajan sembarangan. Pola hidup yang sehat ini harus selalu diterapkan oleh pihak keluarga dikarenakan jika responden tidak menerapkan pola hidup sehat ini, responden kemungkinan besar akan mengalami penyakit yang dideritanya kembali.

Page 1 of 3 | Total Record : 24