cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 826 Documents
Penerapan Teknik Relaksasi Benson Terhadap Kualitas Tidur Pada Lansia Dengan Hipertensi Maezaroh Afifah Saputri; Zulfa Mahdiatur Rasyida
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1889

Abstract

Hipertensi merupakan masalah yang paling umum di kalangan masyarakat. Hipertensi menjadi masalah yang sering terjadi pada lansia. Lansia dengan hipertensi sering disertai gangguan kualitas tidur. Kualitas tidur yang buruk dapat meningkatkan tekanan darah, sebaliknya hipertensi dapat menurunkan kualitas tidur. Diperlukan upaya non-farmakologis yang tepat dan aman dalam memperbaiki kualitas tidur yang buruk pada lansia yaitu dengan teknik relaksasi benson. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan hasil kualitas tidur sebelum dan sesudah penerapan teknik relaksasi benson. Metode : Penelitian ini menggunakan studi kasus terhadap 2 responden yang dilakukan selama 7 hari dalam 7 kali pertemuan dengan durasi 15 menit. Hasil : Penerapan teknik relaksasi benson didapatkan hasil skor kualitas tidur sebelum intervensi pada Ny. Y yaitu 17 sedangkan Ny. S yaitu 18, sesudah intervensi hasil skor pada Ny. Y yaitu 3 sedangkan Ny. S yaitu 3. Kesimpulan : Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kualitas tidur pada lansia hipertensi.
Hubungan Pengetahuan Dan Perilaku Ibu Dalam Mengedukasi Anak Tentang Menarche Dengan Kesiapan Anak Menghadapi Menarche Devi Nilna Muna; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1890

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke dewasa yang membutuhkan pemahaman akan perubahan fisik dan psikologis, termasuk menstruasi. Kurangnya informasi tentang menstruasi, khususnya dari keluarga, dapat membuat remaja putri merasa cemas dan tidak siap menghadapi menarche. Peran ibu dalam memberikan edukasi sangat penting agar anak siap secara fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku ibu dalam mengedukasi anak tentang menarche dengan kesiapan anak menghadapi menarche. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah siswi kelas 7 SMP Negeri 6 Tuban dengan jumlah 117 siswi. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling sebanyak 91 ibu dan siswi. Variabel penelitian ini adalah pengetahuan ibu, perilaku ibu dan kesiapan anak. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dan data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan sebagian ibu dari siswi berpendidikan SMA dan memiliki tingkat pengetahuan baik. Sebagian besar ibu memiliki perilaku sedang. Sebagian besar siswi kelas 7 SMP Negeri 6 Tuban siap menghadapi menarche. Hasil Chi Square didapatkan p value = 0,000, menunjukkan bahwa adanya hubungan antara pengetahuan ibu tentang menarche dengan kesiapan anak menghadapi menarche. Dan hasil Chi Square didapatkan p value = 0,005, menunjukkan bahwa adanya hubungan antara perilaku ibu dalam mengedukasi anak tentang menarche dengan kesiapan anak menghadapi menarche. Kesiapan anak dalam menghadapi menarche sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan perilaku ibu. Ibu yang memiliki pengetahuan dan perilaku edukatif yang baik akan membantu anak lebih siap menghadapi menstruasi pertama dan menjaga kesehatan reproduksinya.
Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Kadar Gula Darah Puasa Dan Sewaktu Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Di Poli Umum Puskesmas Kotaanyar Kabupaten Probolinggo Arif Puji Darmawan; Sunanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1891

Abstract

Diabetes mellitus menjadi suatu masalah kesehatan dunia seiring meningkatnya prevalensi penyakit ini di berbagai negara. Penyakit ini tidak hanya berbahanya dan dapat membunuh tetapi juga banyak menguras keuangan penderita dalam proses perawatan penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Kadar Gula Darah Puasa Dan Sewaktu pada penderita Diabetes Melitus Tipe II Di Poli Umum Puskesmas Kotaanyar Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan desain penelitian one-group pra–post test design (pra eksperimen) menggunakan pendekatan studi cross sectional dengan 34 responden menggunakan tekhnik simple random sampling. Alat ukur menggunakan Lembar observasi gula darah. Berdasarkan dari 34 responden perubahan kadar glukosa darah sewaktu sesudah aktifitas fisik nilai mean sebesar 185 gr/dl, nilai median sebesar 194 gr/dl, nilai Mode sebesar 200 gr/dl dan standart Devitiation sebesar 49. Perubahan kadar glukosa darah puasa sesudah aktifitas fisik nilai mean sebesar 160 gr/dl, nilai median sebesar 158 gr/dl, nilai Mode sebesar 200 gr/dl dan standart Devitiation sebesar 40. didapatkan P Value : 0,000 dan a= 0,05 artinya r < a, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, serta ada Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Kadar Gula Darah Puasa Dan Sewaktu pada penderita Diabetes Melitus Tipe II Di Poli Umum Puskesmas Kotaanyar Kabupaten Probolinggo. Diharapkan Aktiftas Fisik merupakan suatu kegiatan fisik yang menggunakan otot-otot terutama otot kaki untuk berpindah dari suatu tempat atau ketempat lain. Jalan kaki adalah keterampilan dasar yang dimiliki manusia yang merupakan basic skill seperti melompat dan merupakan tahap pembelajaran setiap manusia dari lahir.
Penggunaan Gadget Dengan Prestasi Belajar Remaja Di SMA Negeri 4 Tuban Ardena Regita Pramesti; Titik Sumiatin; Su’udi; Teresia Retna Puspitadewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1892

Abstract

Perkembangan teknologi informasi, terutama gadget, telah memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan remaja, termasuk dalam hal prestasi belajar. Penggunaan gadget yang tidak terkontrol berpotensi menyebabkan kecanduan dan memengaruhi konsentrasi serta performa akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan gadget dengan prestasi belajar pada remaja di SMA Negeri 4 Tuban. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja sebanyak 250 orang. Sampel penelitian ini Sebagian 156 remaja yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan dua variabel, variabel independent penggunaan gadget dan variabel dependen prestasi belajar remaja. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner penggunaan gadget dan dokumentasi nilai rapor sebagai data prestasi belajar. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat penggunaan gadget dengan prestasi belajar siswa (p < 0,05). Siswa dengan tingkat penggunaan gadget tinggi cenderung memiliki prestasi belajar yang lebih rendah dibandingkan dengan siswa yang penggunaan gadgetnya lebih rendah. Penggunaan gadget berkaitan erat dengan prestasi belajar remaja. Artinya, saat remaja penggunaan gadget yang tinggi, maka kemungkinan besar prestasi belajar remaja kurang baik. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif orang tua dan pihak sekolah dalam membatasi dan mengarahkan penggunaan gadget secara bijak agar tidak mengganggu proses belajar.
Tingkat Stres Dengan Intensitas Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Di MTs Negeri 3 Tuban Anggita Intan Cahyani; Padoli; Anita Joeliantina; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1893

Abstract

Dismenore atau nyeri saat menstruasi merupakan salah satu gangguan reproduksi yang umum dialami oleh remaja putri dan dapat memengaruhi aktivitas harian. Dismenore disebabkan oleh rasa nyeri akibat ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam memperparah nyeri dismenore adalah tingkat stres. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di MTS Negeri 3 Tuban. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi MTSN 3 Tuban TA. 2024/2025 dengan besar sampel sejumlah 107 mahasiswa dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner stres yaitu Depression Anxiety Stress Scale (DASS) dan kuisioner nyeri yaitu Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank Correlation. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar remaja mengalami stres dengan kategori sedang dan hampir setengahnya remaja mengalami intensitas nyeri dengan kategori sedang. Hasil uji Spearman Rank Correlation didapatkan p-value = 0,002 yang berarti < 0,05 sehingga ada hubungan antara tingkat stres dengan intensitas nyeri dismenore. Stres berkaitan erat dengan intensitas nyeri dismenore. Artinya, saat seseorang mengalami stres, maka kemungkinan besar intensitas nyeri dismenore yang dirasakan akan lebih berat. Oleh karena itu, bagi remaja putri sebisa mungkin mengelola stres dengan baik agar nyeri menstruasi yang dialami tidak semakin parah. Stres sebaiknya dijadikan sebagai dorongan untuk beradaptasi dan belajar mengatasi tantangan, bukan menjadi tekanan yang memperburuk kondisi fisik, termasuk nyeri saat menstruasi.
Hygiene Genitalia Wanita Dengan Kejadian Fluor Albus Pada Remaja Putri Di Program Studi Keperawatan Tuban Program Diploma Tiga Arifah Nursanti; Su’udi; Titik Sumiatin; Teresia Retna Puspitadewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1894

Abstract

Masalah kesehatan remaja yang umum ditemukan merupakan permasalahan kesehatan reproduksi berupa peradangan vagina rasa gatal hingga keputihan. Saat ini, banyak wanita khususnya remaja putri masih mengalami keputihan. Beberapa perempuan, terutama remaja putri, sering mengalami keputihan. Keputihan ini bisa bersifat fisiologis (normal) atau patologis. Menjaga kebersihan pribadi, terutama kebersihan genital, merupakan langkah awal menuju kesehatan reproduksi. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis hubungan antara kejadian keputihan dan kebersihan genital perempuan pada remaja putri yang terdaftar dalam Program Studi Diploma Tiga Keperawatan Tuban. Pendekatan penelitian kuantitatif yang dipakai ialah analisis korelasi cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini ialah 187 perempuan muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan sampel acak langsung untuk 128 perempuan muda. Variabel dependen dalam penelitian ini ialah Kejadian Fluor Albus pada remaja putri, sedangkan variabel independen yakni Hygiene Genitalia Wanita. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan metode uji Chi-Square. Hasil uji statistic Chi-Square nilai signifikansi p-value=0,001 dengan p- value=<0,05, maka bisa dikatakan bahwa ada korelasi antara Hygiene Genitalia Wanita dengan Kejadian Fluor Albus pada Remaja Putri di Program Studi Keperawatan Tuban Program Diploma Tiga. Diskusi: Prevalensi fluor albus pada remaja putri berkorelasi signifikan dengan kebersihan genital perempuan. Untuk mencegah fluor albus, penting untuk meningkatkan kesadaran serta memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan genital.
Hubungan Akses Terhadap Pelayanan Kesehatan Dan Literasi Terhadap Peran Suami Dalam Upaya Pencegahan Gadar Maternal Dan Anak Di RSUD Empat Lawang Ahamd Muzani; Tuti Rohani; Erlina Panca Putri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1895

Abstract

Kesehatan maternal dan anak (KIA) merupakan indikator fundamental dalam menilai kinerja sistem kesehatan suatu negara serta mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. KIA mengalami pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) berupa penurunan AKI. Penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor multifaset, seperti peningkatan akses ke layanan kesehatan berkualitas, pemberdayaan perempuan, perbaikan status sosial ekonomi, dan peran keluarga, khususnya suami, dalam mendukung kesehatan maternal dan anak (Asamoah et al., 2023). Desain penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional, yaitu penelitian yang mempelajari dinamika korelasi antara variabel dependen dan variabel independen dengan model point time approach (Notoatmodjo, 2012). Sampel pada penelitian ini adalah semua suami ibu hamil yang melakukan kunjungan di RSUD Empat Lawang. Adapun total posebanyak 77 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian responden memiliki akses sulit, sebagian responden memiliki literasi kesehatan tidak mencukupi, sebagian responden memiliki peran suami kurang baik dan baik, ada hubungan akses terhadap pelayanan kesehatan terhadap peran suami dalam upaya pencegahan gadar maternal dan anak di RSUD Empat Lawang (p=0.004) dan ada hubungan literasi kesehatan terhadap pelayanan kesehatan terhadap peran suami dalam upaya pencegahan gadar maternal dan anak di RSUD Empat Lawang (p=0,003) Peneliti menyarankan kepada pihak RSUD agar dapat merancang program intervensi yang lebih tepat sasaran dan efektif untuk meningkatkan keterlibatan suami dalam pelayanan kesehatan maternal dan neonatal.
Penerapan Terapi Tertawa Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Pukesmas Jebres Galuh Setyo Aji Kusworo; Zulfa Mahdiatur Rasyida
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1896

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan ketika tekanan darah di pembuluh darah meningkat secara kronis. Hal tersebut dapat terjadi karena jantung bekerja lebih keras memompa darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi tubuh. Prevalensi penduduk di Provinsi Jawa Tengah dengan hipertensi sebesar 37,57%. Prevalensi hipertensi pada perempuan (40,17%) lebih tinggi dibanding dengan laki-laki (34,83%). Prevalensi di perkotaan sedikit lebih tinggi (38,11%) dibandingkan dengan perdesaan (37,01%). Oleh sebab itu, terapi tertawa dapat diterapkan sebagai terapi alternatif untuk lansia penderita hipertensi. Tujuan; Mendeskripsikan hasil penerapan terapi tertawa untuk menurunkan hipertensi pada lansia penderita hipertensi di Wilayah Puskesmas Ngoresan. Metode; Penerapan menggunakan studi kasus dengan metode penelitian deskriptif dan mengobservasi kejadian yang sudah terjadi. Instrumen yang digunakan meliputi Sphygmomanometer digital, Lembar observasi responden, dan SOP (Standar Operasional Prosedur) Terapi Tertawa. Hasil; Setelah melakukan terapi tertawa selama 5-10 menit dilakukan sebanyak 3 hari sebanyak 1 kali setiap harinya menunjukkan penurunan tekanan darah pada kedua responden. Kesimpulan; Terapi tertawa memiliki pengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi.
Tingkat Pengetahuan Penderita Tentang Pencegahan Komplikasi Diabetes Melitus Di Puskesmas Tuban Bintang Aurellion Dianny; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna Puspitadewi; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1897

Abstract

Diabetes melitus adalah kondisi kronis yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius jika tidak dikelola dengan baik. Pemeliharaan kadar glukosa darah dalam kisaran mendekati normal telah diidentifikasi sebagai faktor protektif terhadap munculnya komplikasi jangka panjang pada individu dengan diabetes. Berdasarkan data awal di Puskesmas Tuban, terdapat 69 penderita diabetes melitus, dan 52% di antaranya mengalami komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan penderita tentang pencegahan komplikasi diabetes melitus di Puskesmas Tuban. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah adalah seluruh penderita diabetes melitus yang menjadi anggota Prolanis di Puskesmas Tuban pada Januari 2025 yang mengalami komplikasi berjumlah 36 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling. Variabel penelitian yaitu adalah tingkat pengetahuan penderita tentang pencegahan komplikasi pada penderita diabetes melitus. Cara pengambilan data dengan lembar kuesioner. Data analisis deskriptif dengan tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengahnya penderita diabetes melitus di Puskesmas Tuban berpendidikan SD, sebagian besar berusia 56-65 tahun, dan sebagian besar bekerja. Penderita diabetes melitus dengan pengetahuan baik berpendidikan Perguruan Tinggi, berusia 36–45 tahun, dan memiliki pekerjaan. Secara umum, sebagian besar penderita komplikasi diabetes melitus di Puskesmas Tuban memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai pencegahan komplikasi diabetes melitus. Pencegahan komplikasi pada pasien diabetes melitus memerlukan dukungan yang konsisten melalui pemberian edukasi kesehatan secara berkelanjutan, sebab edukasi yang dilakukan secara berulang dan terarah terbukti dapat meningkatkan motivasi penderita dalam melakukan perawatan diri, memahami risiko komplikasi, serta mengambil tindakan preventif yang tepat berdasarkan pengetahuan yang mereka miliki.
Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Hidup Lansia Penderita Hipertensi Di Puskesmas Tuban Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban Salsabilla Dyah Arifin; Su’udi; Titik Sumiatin; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1898

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang meningkat pada lansia, berdampak pada risiko komplikasi dan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia penderita hipertensi di Puskesmas Tuban Kabupaten Tuban. Desain penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia penderita hipertensi yang rutin mengikuti program PROLANIS di Puskesmas Tuban, dengan jumlah populasi 40 orang dan sampel sejumlah 36 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah aktivitas fisik, diukur dengan kuesioner Baecke. Variabel dependen adalah kualitas hidup, diukur dengan kuesioner WHOQOL-BREF. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan akan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengahnya (33,3%) lansia anggota program prolanis yang beraktifitas fisik berat memiliki kualitas hidup yang baik. Setelah dilakukan uji Chi-Square antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia anggota program prolanis menunjukkan nilai P-value = <0,001, Dimana nilai P-value<a (0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia penderita hipertensi. Hubungan antara aktivitas fisik dan kualitas hidup pada lansia penderita hipertensi bersifat timbal balik dan saling menguatkan. Aktivitas fisik yang memadai dapat meningkatkan kontrol tekanan darah, mengurangi risiko komplikasi, dan memperbaiki kesehatan fisik secara keseluruhan, yang akan meningkatkan kemampuan fungsional, kemandirian, dan kesejahteraan psikologis. Dengan demikian, promosi aktivitas fisik yang sesuai menjadi strategi kunci dalam upaya komprehensif untuk meningkatkan kualitas hidup lansia penderita hipertensi.