cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 826 Documents
Durasi Penggunaan Gawai Dengan Computer Vision Syndrome (CVS) Pada Mahasiswa Program Studi Keperawatan Tuban Program Diploma Tiga Jiesa Zayyina Zahra; Titik Sumiatin; Su,udi; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1909

Abstract

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menetapkan batas aman penggunaan gawai maksimal 2 jam per hari, untuk mencegah gangguan mata seperti Computer Vision Syndrome (CVS). CVS merupakan kumpulan gejala pada mata akibat penggunaan perangkat digital yang berlebihan. Mahasiswa berisiko tinggi mengalami CVS karena tingginya intensitas penggunaan gawai dalam aktivitas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi penggunaan gawai dengan gejala CVS pada mahasiswa Program Studi Keperawatan Tuban Program Diploma Tiga. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan Crosssectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Keperawatan Tuban Program Diploma Tiga TA. 2024/2025 dengan besar sampel sejumlah 136 mahasiswa, teknik pengambilan sampel menggunakan Simple random sampling. Variabel independen adalah durasi penggunaan gawai, diukur dengan kuesioner durasi penggunaan gawai. Varibel dependen adalah Computer Vision Syndrome, gejala CVS diukur dengan Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar mahasiswa menunjukkan durasi penggunaan gawai yang buruk dan hampir seluruhnya mengalami Computer Vision Syndrome (CVS). Hasil uji Chi-Square didapatkan p-value = < 0,001 yang berarti ada hubungan antara durasi penggunaan gawai dan Computer Vision Syndrome (CVS) pada Mahasiswa Program Studi Keperawatan Tuban Program Diploma Tiga. Durasi penggunaan gawai berkaitan erat dengan kejadian Computer Vision Syndrome (CVS). Artinya, semakin lama seseorang menggunakan gawai, semakin tinggi pula risiko mengalami gejala CVS. Sebaliknya, jika durasi penggunaan gawai dikendalikan dengan baik, maka risiko terjadinya CVS dapat diminimalkan.
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Ibu Dalam Pemenuhan Kebutuhan Gizi Dengan Status Gizi Pada Balita Dipuskesmas Semanding Sabila Dhiyaul Auliya; Sri Utami; Minarti; Su’udi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1910

Abstract

Status gizi balita sangat dipengaruhi oleh peran ibu yang berperan menjadi pengambil keputusan utama pada pemenuhan kebutuhan gizi anak. Pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu menjadi faktor penting dalam menciptakan kondisi gizi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dalam pemenuhan kebutuhan gizi dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Semanding. Penelitian ini menggunakan desain analitik melalui pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini tersusun atas ibu yang mempunyai balita, yang diambil mempunyai metode purposive sampling, yang bisa diperoleh sampel sejumlah 114. Data diambil melalui kuesioner dan pengukuran status gizi balita. Analisis data dilangsungkan melalui uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Temuan penelitian menjabarkan Sebagian besar ibu tingkat pengetahuan baik mempunyai balita dengan berat badan kurang (87%) hasil uji chi square diperoleh (p value=0,008) terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan status gizi balita, temuan menunjukkan mayoritas ibu dengan sikap cukup mempunyai balita dengan berat badan kurang (73%) temuan uji chi square menunjukkan skor (p value =0,016), mengindikasikan terdapat hubungan sikap ibu dengan status gizi balita,hasil penelitian menunjukkan Sebagian besar ibu dengan perilaku cukup mempunyai balita dengan berat badan kurang (75%) temuan uji chi square diperoleh(p value=0,012) terdapat hubungan perilaku ibu dengan status gizi balita. Terdapat hubungan yang signifikansi antara tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dengan status gizi pada balita. Upaya peningkatan edukasi gizi kepada ibu sangat diperlukan untuk mencegah masalah gizi pada balita.
Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Hubungan Soisal Pada Remaja Di SMA Negeri 4 Tuban Argo Tyas Asmatilar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1911

Abstract

Penggunaan gadget yang berlebihan di kalangan remaja telah menimbulkan berbagai dampak, salah satunya adalah penurunan kualitas hubungan sosial. Perubahan pola interaksi remaja dari tatap muka ke interaksi daring turut memengaruhi dinamika sosial mereka di lingkungan sekolah maupun keluarga. Tujuan penelitian ini adalah Menganalisis pengaruh penggunaan gadget terhadap hubungan sosial pada remaja di SMA negeri 4 Tuban. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja kelas X SMAN 4 Tuban sebanyak 250 orang, dengan sampel sebanyak 156 remaja yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner SAS-SV untuk mengukur penggunaan gadget dan sosiometri untuk hubungan sosial. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja berada pada kategori penggunaan gadget tinggi (68,6%) dan memiliki hubungan sosial yang rendah (64,1%). Analisis statistik menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan gadget dengan hubungan sosial pada remaja di SMAN 4 Tuban (p = 0,001, r = 0,271). Penggunaan gadget yang tinggi berkorelasi dengan menurunnya kualitas hubungan sosial. Diperlukan upaya dari remaja, orang tua, dan pihak sekolah untuk membatasi penggunaan gadget dan mendorong interaksi sosial secara langsung guna memperbaiki hubungan sosial remaja.
Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Hubungan Soisal Pada Remaja Di SMA Negeri 4 Tuban Antony Alip Utomo; Zulfa Mahdiatur Rasyida
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1912

Abstract

Lansia merupakan seorang yang berusia lebih dari 60 tahun yang mengalami perubahan salah satunya perubahan pada gangguan muskuloskeletal. Nyeri sendi merupakan gejala yang mengganggu persendian karena berkurangnya cairan sinovial sehingga tulang terjadi gesekan pada lapisan antar sendi. Penderita nyeri sendi di Indonesia mencapai 81% dari 80juta lansia. Pengobatan pada nyeri sendi dilakukan dengan pengobatan non farmakologi, terapi non farmakologi yang dapat dilakukan salah satunya adalah Senam Lansia. Tujuan : Mengetahui perubahan skala nyeri sendi pada lansia sebelum dan sesudah melakukan senam lansia. Metode : Penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu dengan melakukan wawancara 2 (dua) responden lansia yang mengalami nyeri sendi sebelum dan sesudah dilakukan penerapan senam lansia selama 3 kali dalam 1 minggu setiap pagi hari. Intrumen yang digunakan adalah Skala Numerical Scale Rating (NRS) untuk mengukur nyeri sendi. Hasil : Sebelum dilakukan senam lansia pada kedua responden mengalami nyeri lutut kanan dan kiri dengan skala 4 (nyeri sedaang) dan skala 1 (nyeri ringan). Setelah dilakukan senam lansia pada kedua responden terdapat penurunan skala nyeri sendi dengan skala 1 (nyeri ringan). Kesimpulan : Penerapan ini menunjukkan bahwa setelah dilakukan penerapan senam lansia pada kedua responden terjadi penurunan nyeri sendi pada lansia.
Perilaku Konsumsi Makanan Ibu Hamil Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) Di Kelurahan Gedongombo Kecamatan Semanding Kema Azzahra; Teresia Retna P; Yasin Wahyurianto; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1913

Abstract

Kekurangan Energi Kronis ialah keadaan kurang gizi akibat rendahnya asupan makanan yang mengandung makronutrien sebagai sumber energi. Ibu hamil KEK dapat berdampak buruk bagi kesehatan ibu maupun janin. Salah satu faktor penyebabnya adalah perilaku konsumsi yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Perilaku konsumsi mencerminkan sikap, perilaku, dan tindakan dalam menjaga kesehatan serta mencegah penyakit, termasuk KEK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku konsumsi makanan ibu hamil dan kejadian KEK di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding. Penelitian ini menggunakan desain studi korelasional. Populasi penelitian berjumlah 52 orang ibu hamil yang berada di Kelurahaan Gedongombo, Kecamatan Semanding. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling dengan metode total sampling, dimana semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner, serta analisis data dilakukan dengan uji statistik Chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) menunjukkan perilaku konsumsi makanan yang kurang baik. Hasil analisis statistik menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,003, yang berada di bawah batas signifikansi 0,05. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan yang bermakna antara perilaku konsumsi makanan pada ibu hamil dengan kejadian KEK. Perilaku konsumsi makanan ibu hamil memiliki keterkaitan yang kuat dengan kejadian KEK. Semakin baik perilaku konsumsi makanan yang diterapkan, maka semakin kecil risiko KEK, yang akhirnya dapat menurunkan kemungkinan ibu lahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah.
Aktivitas Fisik Dan Kejadian Hipertensi Pada Remaja Di Program Studi Keperawatan Tuban Program Diploma Tiga Khoirunnisa; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1914

Abstract

Hipertensi adalah isu kesehatan yang penting di seluruh dunia, termasuk di kalangan anak muda. Peralihan ke gaya hidup modern yang lebih maju disertai dengan kebiasaan buruk yang umum di antara remaja saat ini. Perilaku ini bisa menyebabkan terjadinya hipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki lebih dalam hubungan antara aktivitas fisik dan kejadian hipertensi pada remaja di Program Studi Keperawatan Tuban Program Diploma Tiga. Penelitian ini mengambil desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini meliputi semua mahasiswa Program Studi Keperawatan Tuban Program Diploma Tiga tahun akademik 2024/2025, dengan total sampel sebanyak 138 remaja. Sampel diambil secara acak. Kuesioner Aktivitas Fisik Baecke digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh remaja melakukan aktivitas fisik ringan dan tidak mengalami hipertensi. Uji potong lintang menghasilkan nilai p sebesar 0,012, yang menunjukkan terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan kejadian hipertensi di kalangan remaja di Program Studi Keperawatan Tuban Program Diploma Tiga. Aktivitas fisik berhubungan dengan fluktuasi tekanan darah. Gaya hidup yang aktif memiliki risiko hipertensi yang lebih rendah, dan sebaliknya. Menjalani gaya hidup yang sehat memberikan banyak keuntungan. Dengan mengubah perilaku saat ini, kita akan mendapatkan manfatnya di kemudian hari.
Status Imunisasi Dasar Lengkap Dengan Terjadinya Pneumonia Balita Di Kelurahan Ronggomulyo Wilayah Kerja Puskesmas Tuban Kabupaten Tuban Noviatul Nurjanah; Su’udi; Titik Sumiatin; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1915

Abstract

Pneumonia adalah salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami anak di bawah lima tahun, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Salah satu faktor risiko yang masih bisa dicegah ialah ketidaklengkapan imunisasi dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kelengkapan imunisasi dasar dengan kejadian pneumonia pada balita di Kelurahan Ronggomulyo, wilayah kerja Puskesmas Tuban. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel adalah 33 ibu yang memiliki anak balita, dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, sedangkan analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui keterkaitan antara status imunisasi dasar lengkap (variabel independen) dengan kejadian pneumonia (variabel dependen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 balita dengan imunisasi dasar lengkap, terdapat 1 balita yang terkena pneumonia. Sementara dari 3 balita dengan imunisasi tidak lengkap, 1 balita juga menderita pneumonia. Uji Chi-Square menghasilkan nilai p = 0,038 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara status imunisasi dasar dengan kejadian pneumonia pada balita. Imunisasi dasar lengkap memiliki peran penting dalam menurunkan risiko pneumonia, meskipun faktor lain seperti status gizi juga berpengaruh. Oleh karena itu, upaya pencegahan pneumonia tidak cukup hanya dengan imunisasi, tetapi perlu ditunjang dengan pemenuhan gizi yang baik, peningkatan edukasi kepada orang tua, serta lingkungan yang mendukung kesehatan balita.
Hubungan Pendidikan Dan Self Efficacy Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Mlandingan Situbondo Devi Laylatul Masruroh; Dr. Ro’isah; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1918

Abstract

Diare pada balita berpeluang lebih besar terjadi pada ibu yang berpendidikan rendah dibandingkan dengan ibu yang pendidikannya tinggi, sehingga orang dengan pendidikan tinggi memiliki tingkat self-effiaccy tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan pendidikan dan self eficacy ibu dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Mlandingan Situbondo. Desain penelitian menggunakan retrospektif. Populasi sebanyak 60 responden dan teknik sampling menggunakan purposive sampling sebanyak 52 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Selanjutnya dianalisis menggunakan uji spearmen dan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan pendidikan terakhir ibu sebagian besar adalah pendidikan menengah (SMA/SMK/MA) 35 responden (67,3%), self efficacy tinggi 30 responden (57,7%), diare akut sebanyak 40 responden (76,9%), pendidikan dengan kejadian diare akut 30 responden, self efficacy tinggi dengan kejadian diare akut 28 responden. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan pendidikan dengan kejadian diare, adanya hubungan yang signifikan self efficacy ibu dengan kejadian diare, dan adanya hubungan yang signifikan ( p = 0,000 < 0,05 ) pendidikan dan self efficcay ibu dengan kejadian diare. Secara umum pendidikan dan self efficacy ibu merupakan faktor penting terhadap penurunan kejadian diare pada balita. Saran dari peneliti yaitu perlu adanya peningkatan edukasi kesehatan untuk ibu , terutama yang memiliki pendidikan rendah melalui penyuluhan di posyandu, puskesmas, serta penguatan self efficacy ibu melalui pelatihan keterampilan merawat anak, dan petugas kesehatan, kader posyandu diharapkan dapat berperan aktif dalam membina ibu-ibu balita agar memiliki kesadaran dan kemampuan dalam mengantisipasi serta menangani gejala diare sejak dini.
Penerapan Kompres Hangat Untuk Menurunkan Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Di SMP N 1 Giritontro Hasna Nur Azizah; Hermawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1919

Abstract

Dismenore merupakan keluhan nyeri saat menstruasi yang umum dialami remaja dan dapat mengganggu aktivitas. Secara global, sekitar 90% wanita mengalami dismenore. Di Indonesia, prevalensinya pada remaja mencapai 64,25%, terdiri 54,89% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder. Salah satu terapi non-farmakologis yang efektif untuk meredakan dismenore yaitu kompres hangat. Terapi ini dapat meningkatkan aliran darah, melemaskan otot yang tegang, serta memberikan rasa nyaman pada perut bagian bawah. Tujuan: Mendeskripsikan perbandingan tingkat nyeri dismenore sebelum dan sesudah diberikan kompres hangat pada remaja putri di SMP Negeri 1 Giritontro. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua responden yang mengalami dismenore primer. Intervensi dilakukan dengan memberikan kompres hangat menggunakan botol kaca berisi air suhu 40°C yang dibalut kain, diberikan selama dua hari selama 30 menit. Pengukuran tingkat nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil: Terdapat penurunan nyeri pada kedua responden dari skala sedang menjadi skala ringan. Kesimpulan: Kompres hangat terbukti dapat menurunkan nyeri dismenore.
Tingkat Pengetahuan Tentang Pencegahan Komplikasi Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Semanding Bunga Salamatan Vidya Akhiroh; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1921

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering dijuluki sebagai silent killer karena tidak menimbulkan gejala, namun dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, gagal ginjal, dan penyakit jantung. Di Puskesmas Semanding, jumlah komplikasi hipertensi tercatat sebesar 20%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan penderita hipertensi tentang pencegahan komplikasi di Puskesmas semanding. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan tujuan untuk mendiskripsikan tingkat pengetahuan tentang pencegahan komplikasi pada penderita hipertensi. Populasi penelitian adalah seluruh pasien proanis aktif, dan sampelnya adalah seluruh pasien prolanis aktif. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah seluruhnya 44 orang. pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Data di analisa dengan analisis deskriptif table, presentasi, distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan hampir setengah penderita hipertensi berusia lansia awal, sebagian besar berpendidikan SMA, dan sebagian besar tidak bekerja. Hampir setengah dari responden memiliki pengetahuan yang tergolong cukup tentang pencegahan komplikasi hipertensi. Berdasarkan karakteristik, sebagian besar penderita hipertensi dengan pengetahuan cukup berada pada rentang usia lansia akhir. Seluruh responden dengan pengetahuan baik berpendidikan perguruan tinggi, dan sebagian besar penderita hipertensi dengan pengetahuan cukup tidak bekerja. Secara umum, penderita hipertensi di Puskesmas Semanding memiliki pengetahuan yang cukup tentang pencegahan komplikasi. Meski telah memahami konsep dasar seperti mengikuti Prolanis, kurangnya minat membaca leaflet di pojok informasi membuat media edukasi yang tersedia kurang dimanfaatkan, sehingga pengetahuan tidak berkembang optimal.