cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 826 Documents
Gaya Hidup Pasien Penyakit Jantung Koroner Di Poli Jantung RSUD dr. R. Koesma Tuban Rossy Sinta Nurbaya; Anita Joeliantina; Padoli; Minarti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1960

Abstract

Secara global, Penyakit Jantung Koroner termasuk faktor kematian tertinggi di antara penyakit lainnya, bersama Tingkat prevalensi tinggi di Indonesia. Diabetes Mellitus (DM) sebagai faktor risiko memperburuk kondisi pasien PJK. Aspek kebiasaan sehari-hari yang menambahkan potensi bahaya kesehatan, termasuk pola makan yang tidak sehat, rendahnya tingkat aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok, dan kurang istirahat menjadi penyebab utama. Menganalisa dan memaparkan ciri khas gaya hidup pasien Penyakit Jantung Koroner di Poli Jantung RSUD Dr. R. Koesma Tuban merupakan tujuan penelitian. Studi ini menggunakan desain deskriptif melalui pendekatan cross-sectional. Dengan populasi berjumlah 112 pasien PJK, dengan sampel sebanyak 74 pasien dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif. Data dan temuan yang diperoleh melalui penelitian ini, kebanyakan responden berada antara umur 60 hingga 74 tahun (47,3%), berjenis kelamin laki-laki (54,1%), berpendidikan rendah (hampir setengahnya tidak sekolah), dan tidak bekerja (57,3%). Sebanyak 89,2% pasien memiliki gaya hidup yang tidak sehat, ditandai oleh aktivitas fisik yang kurang, pola makan tinggi lemak, serta kebiasaan istirahat yang kurang. Seluruh pasien mengonsumsi makanan yang disediakan keluarga, dan sebagian besar belum pernah menjalani tindakan operasi atau kateterisasi jantung. Data yang dihasilkan dari penelitian ini memperlihatkan bahwa gaya hidup pasien PJK sangat dipengaruhi oleh faktor sosiodemografis seperti usia lanjut, rendahnya pendidikan, dan status pekerjaan. Rendahnya tingkat aktivitas fisik dan konsumsi makanan yang tidak seimbang termasuk masalah utama yang dapat memperburuk kondisi pasien. Hal ini menegaskan pentingnya peran tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi yang konsisten dan berkelanjutan kepada pasien dan keluarga, serta perlunya pengembangan program promotif dan preventif oleh fasilitas kesehatan untuk mendukung perubahan gaya hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Gaya Hidup Sehat Penderita Hipertensi Di Puskesmas Semanding Kabupaten Tuban Siti Nurkusaeni; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih; Sri Utami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1961

Abstract

Kondisi yang dikenal sebagai hipertensi adalah saat tekanan darah seseorang meningkat hingga mencapai 140/90 mmHg atau lebih tinggi.”Penyakit ini berbahaya karena sering tanpa gejala sehingga dikenal sebagai “The Silent Killer”. Di Kabupaten Tuban, prevalensi hipertensi meningkat 14% pada tahun 2022–2023.” Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menyajikan gambaran komprehensif mengenai penerapan gaya hidup sehat oleh penderita hipertensi yang berobat di Puskesmas Semanding, Kabupaten Tuban. Metode penelitian yang diterapkan pada penelitian ini ialah deskriptif. Penelitian ini melibatkan 44 orang anggota Prolanis yang menderita hipertensi. Seluruh populasi tersebut dijadikan sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang berfokus pada variabel utama, yaitu gaya hidup sehat penderita hipertensi. Data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Temuan studi ini memperlihatkan bahwa responden didominasi oleh perempuan yang berusia 51 hingga 60 tahun, dengan latar belakang pendidikan SMA. Mayoritas dari mereka dilaporkan memiliki gaya hidup sehat dengan kategori "cukup". Faktor usia, jenis kelamin, dan pendidikan memengaruhi penerapan gaya hidup. Upaya peningkatan dapat dilakukan melalui diet hipertensi dan pemeriksaan tekanan darah rutin.
Pola Makan Tinggi Garam Dengan Kejadian Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Semanding Tria Ayu Mahmudah; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Su’udi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1962

Abstract

Masalah serius serta kematian di Kabupaten Tuban dan di seluruh Indonesia disebabkan oleh hipertensi, salah satu penyakit kronis tidak menular. Pola makan tinggi garam ialah salah satu faktor risiko yang dapat dikontrol, namun tetap saja dilakukan secara luas, terutama di kalangan orang dewasa dan lansia. Hipertensi dan tekanan darah tinggi keduanya diperburuk oleh pola makan tinggi garam. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisa hubungan antara pola makan tinggi garam dengan kejadian hipertensi di wilayah Puskesmas Semanding. Metodologi penelitian yang dipergunakan dalam studi ini ialah analisa kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Dengan memanfaatkan total sampling, sebanyak 44 orang dari populasi seluruh peserta Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) di wilayah Puskesmas Semanding. Tensimeter dan kuesioner merupakan bagian dari peralatan penelitian. Peneliti menerapkan uji chi-square untuk menganalisis data. Temuan studi memperlihatkan sebagian besar responden mempunyai pola makan tinggi garam (95,5%) dan terdiagnosis hipertensi (84,1%). Hasil uji chi-square memperlihatkan p-value = 0,001 yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pola makan tinggi garam dengan kejadian hipertensi di wilayah Puskesmas Semanding. Pola makan tinggi garam memiliki kontribusi besar terhadap kejadian hipertensi. Edukasi terkait pembatasan asupan natrium harian sangat penting untuk mencegah komplikasi lanjut, terutama pada kelompok usia berisiko. Mengurangi konsumsi makanan cepat saji, makanan olahan, serta penggunaan bumbu instan yang berlebihan merupakan langkah penting dalam pengendalian tekanan darah.
Aktivitas Fisik Dan Kejadian Hipertensi Pada Nelayan Di Desa Palang Kecamatan Palang Muflihatul Maisah; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1963

Abstract

Salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia adalah hipertensi, terutama di kalangan pekerja keras seperti nelayan. Melakukan aktivitas fisik yang berat secara berulang tanpa istirahat yang cukup dapat menyebabkan stres fisiologis, yang dapat meningkatkan tekanan darah. Nelayan merupakan populasi berisiko tinggi terkena hipertensi karena pekerjaan mereka mengharuskan aktivitas fisik intensif dalam jangka waktu yang lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi prevalensi hipertensi dan aktivitas fisik di kalangan nelayan di Desa Palang, Kabupaten Palang. Analisis potong lintang dan desain deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Dengan menggunakan pendekatan purposive sampling, 80 nelayan dipilih dari 100 nelayan di Desa Palang yang merupakan populasi. Aktivitas fisik dan prevalensi hipertensi merupakan variabel penelitian. Pembacaan tekanan darah dan kuesioner aktivitas fisik Baecke digunakan untuk mengumpulkan data, yang kemudian dilakukan analisis univariat. Semua nelayan (100%) berpartisipasi dalam latihan fisik yang berat, menurut data tersebut. Dari nelayan tersebut, 45% tidak menderita hipertensi dan 55% menderita hipertensi. Berdasarkan hal tersebut, mayoritas nelayan sebagian besar dengan aktivitas fisik berat cenderung mengalami peningkatan tekanan darah, aktivitas fisik berat yang dilakukan secara berulang, monoton, dan tanpa pemulihan yang memadai menjadi faktor risiko utama terjadinya hipertensi pada nelayan. Faktor pendukung lain seperti berat badan, kurang istirahat, kebiasaan merokok, dan konsumsi kopi berlebihan turut memperburuk kondisi. Diperlukan edukasi kesehatan, pengaturan beban kerja, serta pemeriksaan tekanan darah secara rutin untuk menurunkan risiko hipertensi pada nelayan.
Pengetahuan Remaja Tentang Dampak Penggunaan Gadget Bagi Kesehatan Mental Pada Siswa SMA Negeri 4 Tub An Anisa Aini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1964

Abstract

Pemakaian gadget yang berlebihan pada remaja bisa memengaruhi kesehatan mental. seperti kecemasan, depresi, penurunan konsentrasi, hingga gangguan perilaku. SMA Negeri 4 Tuban menjadi salah satu lingkungan pendidikan yang turut merasakan dampak fenomena ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja tentang dampak penggunaan gadget bagi kesehatan mental serta kaitannya dengan karakteristik siswa. Penelitian ini ialah sebuah penelitian deskriptif kuantitatif yang menerapkan pendekatan cross-sectional. Sampel yang diambil yakni ada sejumlah 156 siswa kelas X yang dipilih melalui penerapan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup yang sudah diuji validitas dan reliabilitas nya. Data dianalisis secara deskriptif pada format distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menjabarkan bahwa sebagian besar siswa berjenis kelamin perempuan (69,2%), hampir seluruhnya siswa berusia 15 – 18 tahun (96,2%), orang tua siswa hampir setengahnya bekerja di kategori "lain-lain" yaitu pedagang, nelayan, ojek, buruh (41,0%), orang tua siswa hampir setengahnya memiliki penghasilan bulanan sebesar Rp1.000.000 – Rp3.000.000 (38,5%), dan siswa memiliki 1 – 2 saudara kandung hampir setengahnya sebanyak (33,3%). Hasil dari pengetahuan menunjukkan bahwa hampir setengahnya (39,1%) siswa memiliki tingkat pengetahuan baik. Pengetahuan siswa tentang dampak gadget terhadap kesehatan mental berada pada kategori cukup baik, meskipun masih ada sebagian yang rendah. Faktor karakteristik seperti pekerjaan dan penghasilan orang tua serta jumlah saudara kandung dapat memengaruhi pengetahuan siswa. Edukasi dari sekolah dan keluarga berperan penting dalam meningkatkan pemahaman siswa agar penggunaan gadget lebih bijak dan mendukung kesehatan mental.
Tingkat Pengetahuan Kesehatan Mental Pada Remaja Di MAN 1 Tuban Ahmad Abdul Aziz
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1965

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan isu krusial dalam dunia pendidikan dan sosial karena masa remaja adalah fase kritis dalam perkembangan psikologis individu. Tingginya prevalensi gangguan mental seperti stres, kecemasan, hingga depresi pada remaja di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tuban, menunjukkan urgensi penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan kesehatan mental pada remaja di MAN 1 Tuban. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Variabel penelitiannya yaitu Tingkat pengetahuan Kesehatan mental, Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja kelas XI sebanyak 120 siswa, dengan sampel berjumlah 92 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup berbasis skala Guttman, dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan presentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar 70,7 % remaja berusia 18 tahun, sebagian besar 62 % berjenis kelamin Perempuan dan hampir seluruhnya 78,3 % kondisi keluarga remaja memiliki keluarga yang utuh. Sebagian besar 68,5 % remaja memiliki pengetahuan kesehatan mental kategori cukup, dan hampir seluruhnya 76,9 % remaja dengan tingkat pengetahuan kesehatan mental cukup berusia 18 tahun, sebagian besar 71,4 % remaja dengan tingkat pengetahuan kesehatan mental yang cukup berjenis kelamin laki-laki, dan sebagian besar 70,8 % remaja dengan tingkat pengetahuan kesehatan mental yang cukup memiliki keluarga yang utuh. Pengetahuan memainkan peran penting dalam mempengaruhi perilaku individu terkait kesehatan mental. Artinya, semakin baik pengetahuan remaja, semakin rendah pula tingkat krisis kesehatan mental pada remaja karena dengan pengetahuan yang baik, remaja mampu mengetahui, memahami, dan mengaplikasikan sehingga terwujud perilaku yang sehat.
Pengaruh Health Education Menggunakan Metode Vidio Animasi Terhadap Kemampuan Kebersihan Personal Hygiene Premenstruasi Vika Febriayu; Nur Hamim; Alwin widhiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1966

Abstract

Fase pramenstruasi merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang ditandai dengan gejala fisik, psikologis, emosional, serta perubahan perilaku yang dapat mengganggu hubungan interpersonal dan kualitas hidup remaja putri. Kurangnya pengetahuan dan praktik mengenai kebersihan saat menstruasi menyebabkan siswi merasa tidak siap dalam menghadapi menstruasi pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh health education menggunakan metode video animasi terhadap kemampuan kebersihan personal hygiene pramenstruasi pada siswi kelas IV hingga VI di SD Asembagus Kraksaan. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan pendekatan one group pre-post test. Populasi dan sampel terdiri dari 34 siswi yang dipilih melalui teknik total sampling.penelitian dilakukan satu kali dengan pemutaran video 45 menit Instrumen penelitian berupa kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, mayoritas responden (85,3%) berada dalam kategori kurang dalam menjaga kebersihan pramenstruasi. Setelah di berikan edukasi, mayoritas responden (73,5%) berada dalam kategori baik. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari health education dengan metode video animasi terhadap kemampuan kebersihan personal hygiene pramenstruasi. Dari hasil penelitian ini responden yang memiliki kemampuan kurang karna kurang terpapar informasi seputar personal hygiene mentruasi dan belum pernah mengalami mentruasi karna belom mendapatkan edukasi dengan adanya edukasi ini.Edukasi dengan video animasi mampu meningkatkan pengetahuan dan daya ingat siswi secara efektif serta menjadikan proses pembelajaran lebih menyenangkan Ketika nanti mereka mengalami mentruasi yang pertama kali.
Pengaruh Health Education Perawatan Diri Terhadap Efikasi Diri Dan Pencegahan Ulkus Diabetikum Pada Penderita DM Tipe2 Di Desa Alassumur Lor Fatimatuz Zahro; Nur Hamim; Nafolion Nur Rahmat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1967

Abstract

Diabetes merupakan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Proses pengobatan yang lama dan komplikasi pada pasien DM dapat meningkatkan masalah psikologis, penurunan fungsi fisik dan ketidakpatuhan pengobatan dan perawatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh health education perawatan diri terhadap efikasi diri dan pencegahan ulkus diabetikum pada penderita diabetes melitus tipe2 di Desa Alassumur Lor.Jenis penelitian ini menggunakan one-group pra-post test design (pre eksperimen). Populasi semua pasien diabetes mellitus tipe2 sebanyak 34 responden, penentuan sampel menggunakan tekhnik total sampling. Instrumen yang digunakan menggunakan lembar kuesioner dan lembar observasi. Dilakukan 4 kali pertemuan selama 1bulan dan 1minggu 1kali. Pertemuan pertama menjelaskan pola makan dan diet Diabetes melitus, pertemuan kedua olahraga/aktivitas, pertemuan ketiga kontrol gula darah dan pertemuan ke empat perawatan kesehatan dan post test. Selanjutnya dianalisis menggunakan uji Wilcoxon.Hasil penelitian ini menunjukan efikasi diri pasien diabetes mellitus sebelum dilakukan health education perawatan diri yaitu kategori kurang sebanyak 19 responden (55,9%), efikasi diri pasien diabetes mellitus setelah dilakukan health education perawatan diri yaitu kategori baik sebanyak 15 responden (44,1%), dan pencegahan ulkus diabetikum sebelum dilakukan health education pencegahan resiko ulkus rendah 24 responden (70,6%), pencegahan ulkus diabetikum sesudah dilakukan health education pencegahan resiko ulkus sangat tinggi 22 responden (64,8%). hasil uji analisis mengunakan uji wilcoxon didapatkan ada pengaruh health education perawatan diri terhadap efikasi diri p value = 0,000 < α 0,05. dan pencegahan ulkus diabetikum pada penderita dm tipe2 dengan nilai p value = 0,000 < α 0,05.Untuk meningkatkan efikasi diri dan pencegahan ulkus diabetikum pasien diabetes mellitus, tenaga kesehatan khususnya perawat dapat menerapkan diabetes self management education pada proses asuhan keperawatan, sehingga pasien dapat meningkatkan kemampuan dalam perawatan pasien diabetes mellitus.
Hubungan Self Efficacy Dan Self Care Dengan Stabilitas Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Desa Ketompen Umi Wardana; Dodik Hartono; Alwin Widhiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1968

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit metabolic kronis yang di tandai dengan tingginya kadar glukosa darah akibat gangguan penggunaan insulin,Self Efficacy pada pasien diabetes melitus akan mempengaruhi pasien dalam berperilaku dan berkomitmen , sehingga dengan Self Efficacy yang kuat memiliki harapan yang besar terhadap suksesnya pencapaian tujuan, sedangkan individu dengan Self efficacy yang rendah memiliki keraguan dalam mencapai tujuannya. Kadar gula darah yang tidak normal dapat dipengaruhi beberapa faktor antara lain self care, setiap penderita DM dapat melakukan self care dengan baik sebagai usaha untuk menurunkan resiko terjadinya komplikasi. .Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dan self care dengan stabilitas kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di desa ketompen.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain metode Korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Menggunakan populasi 38 responden menggunakan teknik total sampling, menggunakan alat ukur kuesioner (General Perceived Self Efficacy Scale oleh Prasetyo, 2014), kuesioner DMSQ serta melakukan pemeriksaan gulda darah dengan menggunakan alat easy touch.Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden mempunyai nilai Self Efficacy baik sebanyak 33 responden (86.8%), self care sebagian besar responden mempunyai nilai Self care baik sebanyak 33 responden (86.8%), dan di dapatkan data stabilitas kadar glukosa darah Sebagian besar responden yang stabil ada 33 orang (86.8%) berdasarkan hasil penelitian di desa ketompen.Meningkatkan self efficacy dan self care sangat penting untuk penderita DM tipe 2 karena dengan self efficacy yang baik akan memiliki keyakinan maupun kesadaran diri akan sembuh dari penyakitnya sehingga kadar glukosa darah nya akan tetap stabil.
Efektivitas Senam Yoga Dan Rendam Kaki Air Hangat Menggunakan Serai Terhadap Penurunan Tekanan Darah Fifin Nurhidayati; Nur Hamim; Nafolion Nur Rahmat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1969

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan Dimana tekanan sistole dan diastole mengalami kenaikan yang melebihi batas normal, kondisi kronis yang ditandai tingginya tekanan darah di pembuluh darah arteri. Kejadian tersebut dapat menyebabkan kerja jantung beberapa kali lebih berat dari keadaan normal untuk menyebarkan darah dari pembuluh darah ke semua bagian tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas senam yoga dan rendam kaki air hangat menggunakan serai terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.Metode penelitian Quasy experimental dengan pendekatan two group pre test post test design di lakukan di desa alassumur lor. Populasi sebanyak 38 dan sampel diambil total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan sop, selanjutnya dilakukan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Selanjutnya dianalisis menggunakan uji Wilcoxson signed rank test.Hasil penelitian ini menunjukkan tekanan darah penderita hipertensi sebelum diberikan senam yoga sebagian besar tekanan darah berat 10 (52,6%) dan sebelum diberikan rendam kaki air hangat sebagian besar tekanan darah berat 9 (47,4%), Sedangkan sesudah diberikan senam yoga sebagian besar tekanan darah ringan 14 (73,7%) dan sesudah diberikan rendam kaki air hangat sebagian besar tekanan darah ringan 17 (89,5%). Senam yoga dan rendam kaki air hangat menggunakan serai efektif menurunkan tekanan darah dengan nilai p-value 0,000< α 0,005.Penelitian ini menunjukkan bahwa rendam kaki air hangat menggunakan serai lebih efektiv dari pada senam yoga, oleh karena itu penderita hipertensi perlu pengobatan non farmakologis dalam menurunkan tekanan darah.