cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 826 Documents
Studi Deskripsi Penanganan Dismenore Pada Remaja Putri Di MTs Negeri 3 Tuban Ananda Dwi Octavia; Binti Yunariyah; Roudlotul Jannah; Su’udi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1970

Abstract

Terdapat insiden yang signifikan dari dismenore (64,5%) di Indonesia, yang didefinisikan sebagai ketidaknyamanan pada perut bagian bawah yang dimulai sebelum atau selama menstruasi. Pendekatan farmakologis dan non-farmakologis tersedia untuk pengobatan dismenore. Peneliti di MTs Negeri 3 Tuban bertujuan untuk mendokumentasikan pendekatan farmakologis dan non-farmakologis dalam pengobatan dismenore pada remaja perempuan. Populasi studi terdiri dari 144 murid perempuan dari MTs Negeri 3 Tuban, dan metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Dengan menggunakan kuesioner serta pendekatan Simple Random Sampling, sampel terdiri dari 107 murid. Temuan dari studi diperoleh hampir setengahnya siswi di MTs Negeri 3 Tuban kadang-kadang mengatasi dismenore secara farmakologi dengan sebagian besar remaja putri menggunakan obat feminax dan hampir setengahnya siswi kadang-kadang melakukan penanganan dismenore secara non-farmakologi dengan metode pemijatan. Siswi cenderung memilih penanganan praktis seperti obat bebas dan pemijatan. Minimnya penanganan non-farmakologi menunjukkan kurangnya pengetahuan dan kesadaran mengenai manfaat dan macam-macam terapi non- farmakologi dalam mengatasi dismenore. Hal ini mengindikasikan perlunya edukasi yang lebih intensif dan terstruktur mengenai macam-macam penanganan dismenore secara alami dan non-invasif.
Efektivitas Pemberian Ekstrak Garlic Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Ny. R dengan Diagnosa Medis Hipertensi di Posyandu Lansia Sungai Lakam Timur Kec. Karimun Kab. Karimun Hardian Syah Romandaka; Nurhafizah Nasution
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1972

Abstract

Semakin meningkatnya umur lansia maka permasalahan yang dihadapi juga semakin banyak. Adapun yang sering dialami lansia berupa terganggunya kualitas tidur, perubahan pola makan, kekurangan olahraga dan stress sehingga berdampak pada berbagai penyakit yang dialami lansia seperti hipertensi. Adapun tujuan umum penulisan ini adalah mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada lansia dengan Hipertensi. Pengumpulan data menggunakan metode studi kasus, dilakukan pada satu lansia dengan Hipertensi dengan diberikan ekstrak garlic. Asuhan Keperawatan gerontik dengan Hipertensi yang memunculkan diagnosa yaitu nyeri akut dan defisiensi pengetahuan serta prioritas diagnosa yaitu nyeri akut, dimana masalah yang muncul pada lansia sudah sesuai dengan kriteria hasil yang diharapkan dengan jangka waktu yang ditentukan. Berdasarkan dari hasil analisis, kesimpulan yang diperoleh adalah masalah keperawatan gerontik pada Ny. R dengan Hipertensi dapat tercapai dan teratasi dengan baik.
Hubungan Self Efficacy Dengan Kepatuhan Pembatasan Intake Cairan Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisis Di Rumah Sakit Rizani Paiton Kabupaten Probolinggo Kamiliatul Umma; Nur Hamim; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1973

Abstract

Gagal ginjal kronik adalah masalah kesehatan global yang membutuhkan hemodialisis sebagai terapi utama. Salah satu tantangan utama pasien hemodialisis adalah pembatasan intake cairan. Tingkat kepatuhan terhadap pembatasan intake cairan ini dipengaruhi oleh keyakinan diri atau self efficacy. Tujuan penelitian Untuk mengetahui Hubungan Self Efficacy dengan Kepatuhan Pembatasan Intake Cairan Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisis. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi. Adapun desain penelitian adalah cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 67 responden dan Sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin yaitu pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis sejumlah 57 orang. Teknik pengambilan sample menggunakan accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner The Chronic Kidney Disease Self Efficacy dan The End Stage Renal Disesase Adherence Questionnare (ESRD-AQ) dan menggunakan skala likert. Analisa data menggunakan uji statistik Spearman RankHasil Penelitian Menunjukkan bahwa Self Efficacy sebagian besar Kategori Rendah sejumlah 32 responden (56,1%) dan Kepatuhan Pembatasan Intake Cairan sebagian besar kategori Tidak Patuh sejumlah 29 responden (50,9%), hasil uji statistik p value 0.002 < α 0.05 ada hubungan Self Efficacy dengan Kepatuhan Pembatasan Intake Cairan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis.
Hubungan Tingkat Stres Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Terapi Hemodialisa Di RSUD Dr. R Koesma Tuban Amalia Mutiara Fadhila; Su’udi; Titik Sumiatin; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1974

Abstract

Penyakit Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dihadapi secara global. Bagi penderita GGK, terapi pengganti ginjal menjadi pilihan utama dalam menunjang kelangsungan hidup. Dari berbagai bentuk terapi tersebut, hemodialisis merupakan metode yang paling banyak digunakan. Desain korelasi dengan cross sectional. Populasi seluruh pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD dr. R. Koesma Tuban sebanyak 150 orang, sampel penelitian 109 responden, menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner Perceived Stress Scale untuk mengukur tingkat stres serta kuesioner WHOQOL-BREF untuk menilai kualitas hidup. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian, sebagian besar pasien (55%) stres ringan dengan kualitas hidup baik. Sementara itu, sebagian kecil responden (12,8%) berada pada kategori stres sedang dengan kualitas hidup cukup. Hasil analisis uji Chi-Square menunjukkan p-value = 0,002 (p < α 0,05), dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Dapat disimpulkan bahwa semakin rendah tingkat stres, semakin baik kualitas hidup. Oleh sebab itu, selama melakukan terapi, pasien harus menjadi perhatian dari tenaga kesehatan, harus ada pendampingan psikologis dan pemberian edukasi yang tepat agar pasien terhindar dari gangguan psikologis yang bisa mengganggu kualitas hidup pasien.
Asuhan Keperawatan Pada Ny.E Dengan Asam Urat (Arthiritis Gout) Melalui Penerapan Kompres Hangat Daun Kelor (Moringa Oleifera) Untuk Mengurangi Nyeri Di RT.001 RW.004 Kelurahan Sungai Lakam Timur Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Balai Tahun 2025 Dina Sri Surya; Nurhafizah Nasution
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1975

Abstract

Usia harapan hidup semakin meningkat seiring dengan perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi. Dampak dari peningkatan umur harapan hidup jumlah lansia pun semakin meningkat. Istilah terkait lansia antara lain gerontologi, geriatri dan keperawatan gerontik. Salah satu tujuan keperawatan gerontik antara lain menolong dan merawat lansia yang menderita penyakit (kronis atau akut). Penyakit terbanyak pada lansia diantaranya Asam urat (Arthitis Gout). Dalam upaya mengurangi nyeri Asam urat (Arthitis Gout) masyarakat sering menggunakan obat farmakologi dan non-farmokologi. Contoh pengobatan non farmakologi adalah memanfaatkan tumbuhan-tumbuhan diantaranya daun kelor (Moringa Oleifera). Dengan cara meberikan kompres hangat rebusan daun kelor pada tungkai yang terkena Asam urat (Arthitis Gout). Untuk mengetahui efek dari pemberian kompres hangat daun kelor dengan penurunan skala nyeri pada pasien Asam urat (Arthitis Gout) pada Ny.E di Rt.001 Rw.004 Kelurahan Sungai Lakam Timur Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Balai. Penelitian ini dalam bentuk Deskriptif dalam bentuk studi kasus. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ny.E yang terdiagnosa Asam urat (Arthitis Gout). Penelitian dilakukan pada bulan Juli Tahun 2025. Hasil penelitian pasien dengan Asam urat (Arthitis Gout) yang diberikan terapi kompres hangat daun kelor selama 3 hari berturut-turut dapat menurunkan skala nyeri Asam urat (Arthitis Gout) yaitu dari sskala 5 menjadi skala 1. Pemberian tidakan keperawatan kompres hangat daun kelor (Moringa Oleifera) dapat mengurangi nyeri pada penderita Asam urat (Arthitis Gout). Terapi ini dapat dilakukan secara mandiri oleh pasien dan mudah dalam penerapannya di rumah.
Pengaruh Kompres Air Rebusan Daun Binahong (Anredera Cordifolia) Terhadap Lama Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Postpartum Binarni Suhertusi; Fatmi Nirmala Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1976

Abstract

Infeksi pada masa nifas masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu di Indonesia. Salah satu penyebab infeksi adalah luka perineum akibat ruptur jalan lahir atau episiotomi yang tidak dirawat dengan baik. Luka perineum dapat menimbulkan rasa nyeri, gangguan mobilisasi, dan risiko infeksi yang menghambat proses penyembuhan. Salah satu terapi nonfarmakologis yang potensial untuk mempercepat penyembuhan luka perineum adalah penggunaan air rebusan daun binahong (Anredera cordifolia) yang mengandung flavonoid, saponin, dan asam askorbat yang berperan dalam proses pembentukan kolagen dan regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres air rebusan daun binahong terhadap lama penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum di Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang tahun 2025. Penelitian menggunakan desain Quasi Experiment dengan pendekatan Posttest-Only Control Group Design. Sampel terdiri dari 30 ibu postpartum dengan luka perineum derajat II yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 15 orang. Kelompok intervensi diberikan kompres air rebusan daun binahong 3 kali sehari, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan perawatan standar menggunakan povidone iodine 10%. Data dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan tingkat signi ikansi 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu pada kelompok intervensi mengalami penyembuhan cepat (<7 hari) sebanyak 73,3%, sedangkan pada kelompok kontrol hanya 33,3%. Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value = 0,001 (<0,05) yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara pemberian kompres air rebusan daun binahong dengan percepatan penyembuhan luka perineum. Kesimpulan Pemberian kompres air rebusan daun binahong efektif mempercepat proses penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif terapi komplementer yang aman, murah, dan mudah diterapkan dalam perawatan masa nifas di pelayanan kesehatan dasar.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Merokok Pada Mahasiswa ITkes Muhammadiyah Sidrap Kabupaten Sidenreng Rappang Kassaming; Nur Rezky Ardinar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1978

Abstract

Perilaku merokok merupakan fenomena sosial yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Merokok tidak hanya dilakukan oleh orang tua, namun remaja, mahasiswa, bahkan anak kecil pun juga ada yang merokok, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Masalah yang berkembang juga menjadi perhatian yang berkembang karena pravalensi merokok di kalangan remaja dan mahasiswa sudah mendekati tingkat merokok di kalangan orang tua atau orang dewasa. Kesadaran masyarakat akan bahaya rokok bagi kesehatan masih belum rendah, karena penyakit akibat rokok akan muncul 20 sampai 25 tahun kemudian. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif analitik, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, alat yang digunakan yaitu lembar kuesioner dan analisis data menggunakan Analisis Univariat dan Bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor pengetahuan yang dimiliki oleh mahasiswa ITKeS Muhammadiyah Sidrap adalah faktor pengetahuan yang baik sebanyak 39 responden dengan persentase (97,5%) dan pengetahuan yang cukup hanya 1 responden dengan persentase (2,5%) dan faktor orang tua dengan kategori ya sebanyak 30 responden dengan persentase (75,0%) dan kategori tidak sebanyak 10 responden dengan persentase (25,0%) dan faktor teman sebaya dengan kategori ya sebanyak 10 responden dengan persentase (25,0%) dan kategori tidak sebanyak 30 responden dengan persentase (75,0%) dan faktor media atau iklan dengan kategori ya sebanyak 16 responden dengan persentase (40,0%) dan kategori tidak sebanyak 24 responden dengan persentase (60,0%). Diantara keempat faktor diatas tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor-faktor tersebut dengan perilaku merokok pada mahasiswa.
Penerapan Edukasi Diet Dash (Dietary Approaches To Stop Hypertension) Terhadap Tekanan Darah Pada Tn.D Dengan Hipertensi Di Puskesmas Tanjung Balai Karimun Dewi Annisa; Cica Maria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1979

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Penatalaksanaan nonfarmakologis, seperti modifikasi pola makan, terbukti efektif dalam mengontrol tekanan darah. Salah satu pendekatan diet yang dianjurkan adalah Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH). Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan edukasi diet DASH dalam upaya menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Balai Karimun. Penulisan ini merupakan studi kasus asuhan keperawatan terhadap satu pasien hipertensi yang dilakukan selama tiga hari. Intervensi utama yang diberikan adalah edukasi mengenai diet DASH, mencakup pengurangan konsumsi natrium, peningkatan asupan buah, sayuran, dan produk rendah lemak, serta pembatasan konsumsi makanan olahan dan kafein. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi keperawatan. Evaluasi dilakukan setiap hari untuk menilai perubahan tekanan darah dan pemahaman pasien. Setelah dilakukan intervensi edukasi diet DASH selama tiga hari, terjadi penurunan tekanan darah pada pasien dari 165/114 mmHg menjadi 125/75 mmHg. Pasien menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap pengelolaan pola makan dan berkomitmen untuk menjalankan diet DASH secara berkelanjutan. Penerapan edukasi diet DASH efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Edukasi gizi yang terstruktur dan berkelanjutan perlu menjadi bagian integral dari asuhan keperawatan untuk meningkatkan keberhasilan pengendalian hipertensi.
Tingkat Pengetahuan Keluarga Penderita Tuberkulosis Paru Tentang Pencegahan Penularan Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Jenu Mia Nur Aini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1980

Abstract

Tuberkulosis paru ialah suatu penyakit infeksi kronis yang menular serta termasuk pada satu diantara masalah kesehatan masyarakat di tingkat global. World Health Organization (WHO) mengungkapkan bahwa tuberkulosis paru ialah penyakit yang bisa dicegah serta diobati. Namun demikian, kenyataannya penyakit ini masih menjadi isu kesehatan utama di dunia. Studi ini mempunyai tujuan guna menganalisis tingkat pengetahuan keluarga pasien tuberkulosis paru terkait upaya pencegahan penularannya di wilayah kerja Puskesmas Jenu. Studi ini menerapkan desain deskriptif dengan populasi seluruh keluarga pasien Tuberkulosis Paru yang masih menjalani program pengobatan selama enam bulan di Puskesmas Jenu pada periode November tahun 2024 sampai bulan April tahun 2025 sebanyak 42 orang. Besar sampel 42 orang. Menggunakan teknik total sampling. Variabel penelitiannya adalah tingkat pengetahuan keluarga penderita tuberkulosis paru mengenai pencegahan penularan Tuberkulosis Paru. Menggunakan pendekatan Cross-Sectional. Data dianalisis deskriptif dengan tabel frekuensi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwasannya mayoritas keluarga pasien TB Paru yang ada di wilayah kerja Puskesmas Jenu berusia 26–35 tahun serta memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup. Sebagian besar dari keluarga penderita Tuberkulosis Paru berjenis kelamin laki-laki memiliki pengetahuan dalam kategori kurang, Seluruhnya dari keluarga penderita Tuberkulosis Paru yang tidak sekolah memiliki pengetahuan dalam kategori kurang serta mayoritas keluarga penderita Tuberkulosis Paru yang tidak bekerja mempunyai pengetahuan pada kategori kurang. Pentingnya peningkatan edukasi kesehatan yang berkelanjutan sangat penting diperlukan bagi keluarga penderita Tuberkulosis Paru. Intervensi melalui pendekatan langsung, media sederhana, serta keterlibatan keluarga dalam program penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang pencegahan penularan Tuberkulosis Paru, guna mendukung upaya pengendalian Tuberkulosis Paru sebagai masalah kesehatan masyarakat.
Efektivitas Self Help Book Dan Sleep Hygiene Terhadap Insomnia Di Pondok Mahasiswi Hafshawaty Ani Yuliati; Achmad Kusyairi; Erna Handayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1981

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan untuk memulai atau mempertahankan tidur. Kondisi ini dapat ditangani melalui pendekatan farmakologis maupun non farmakologis. Salah satu metode non farmakologis yang digunakan adalah melalui intervensi self help book dan sleep hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas intervensi self help book dan sleep hygiene tersebut dalam mengurangi insomnia.Penelitian ini menggunakan desain pre experimental dengan pendekatan two group pre post test design. Jumlah responden sebanyak 46 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari populasi 50 orang. Responden dibagi menjadi dua kelompok: 23 orang diberi intervensi self help book dan 23 lainnya diberikan intervensi sleep hygiene. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Insomnia Rating Scale (KSPBJ-IRS) dan dianalisis dengan uji Wilcoxon.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok self help book, 78,3% responden mengalami insomnia sedang sebelum intervensi dan 82,6% tetap dalam kategori yang sama setelahnya. Sedangkan pada kelompok sleep hygiene, terjadi penurunan insomnia sedang dari 52,2% menjadi 34,8%, dengan peningkatan kategori ringan menjadi 65,2%. Hasil uji statistic uji wilcoxon menunjukkan nilai p-value : 0,011 dan 0,000 < 0,05, maka dinyatakan bahwa sleep hygiene lebih efektif terhadap penurunan skala insomnia di pondok mahasiswi hafshawaty. Sleep hygiene terbukti lebih efektif dibandingkan self-help book dalam menurunkan tingkat insomnia karena intervensi ini secara langsung memodifikasi kebiasaan dan lingkungan tidur yang menjadi faktor utama gangguan tidur. Selain itu, sleep hygiene lebih mudah diterapkan secara konsisten oleh responden, dibandingkan membaca dan memahami isi self-help book yang membutuhkan motivasi dan kemampuan literasi lebih tinggi.