cover
Contact Name
Putu Oky Ari Tania
Contact Email
putuoky@uwks.ac.id
Phone
+628155000835
Journal Mail Official
uppp-fk@uwks.ac.id
Editorial Address
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Jl. Dukuh Kupang XXV No.54, Dukuh Kupang, Kec. Dukuhpakis, Kota SBY, Jawa Timur 60225
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran
ISSN : 30260256     EISSN : 30260256     DOI : -
Artikel yang dipublikasi di Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran meliputi bidang Kedokteran dan Kesehatan
Arjuna Subject : Kedokteran - Embriologi
Articles 104 Documents
Infeksi Alhasany, Winda Samsunnisak
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Infeksi merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat karena melibatkan interaksi kompleks antara patogen, inang, dan lingkungan. Kajian ini disusun untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai infeksi secara umum, mencakup mekanisme patogenesis, manifestasi klinis, diagnosis, penatalaksanaan, serta strategi pencegahan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menjelaskan konsep dasar infeksi dan merangkum bukti ilmiah mutakhir agar dapat menjadi rujukan akademik dan edukatif. Metode: Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis artikel jurnal nasional dan internasional, laporan WHO dan CDC, serta buku teks mikrobiologi dan imunologi yang memenuhi kriteria inklusi akademik. Hasil: Hasil sintesis menunjukkan bahwa infeksi berkembang melalui tahapan paparan, kolonisasi, invasi jaringan, evasi imun, hingga produksi toksin yang memicu kerusakan sel dan komplikasi seperti sepsis dan kegagalan organ. Diagnosis yang akurat membutuhkan integrasi anamnesis, pemeriksaan fisik, laboratorium, radiologi, dan biomarker. Penatalaksanaan menekankan terapi etiologis, antibiotic stewardship, serta terapi suportif. Kesimpulan: Kajian ini menyimpulkan bahwa pemahaman infeksi yang terstruktur penting untuk memperkuat literasi kesehatan, meningkatkan deteksi dini, dan memperluas efektivitas pencegahan berbasis bukti.
PENYULUHAN PENTINGNYA PEMENUHAN GIZI PADA PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS KUPANG KABUPATEN MOJOKERTO Nugroho, Satriyo; Sudharma, I Putu Bagus Arya; Mukarimatussa’ada, Alva; Salsabila, Elsa; Sahadewa, Sukma
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi kronis yang berhubungan erat dengan status gizi dan daya tahan tubuh. Pasien TB sering mengalami penurunan nafsu makan serta gangguan gastrointestinal yang berujung pada malnutrisi, sehingga memperburuk sistem imun dan menghambat proses penyembuhan. Oleh karena itu, pemenuhan gizi seimbang menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi TB. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan terkait prinsip gizi seimbang dan pentingnya pemenuhan zat gizi dalam proses penyembuhan di Puskesmas Kupang, Kabupaten Mojokerto. Metode: Penyuluhan dilakukan menggunakan media flipchart berisi materi tentang prinsip gizi seimbang dan pentingnya pemenuhan zat gizi dalam proses penyembuhan, disertai sesi diskusi dan tanya jawab. Penilaian pengetahuan dilakukan dengan kuesioner berisi 10 pertanyaan yang diberikan kepada 20 peserta sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil: Hasil Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata kuesioner dari 83,0 sebelum penyuluhan menjadi 91,5 setelah penyuluhan, dengan peningkatan pengetahuan sebesar 10,2% terkait materi gizi pada penderita TB. Kesimpulan: Dari hasil penyuluhan penyuluhan gizi pada penderita TB efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi untuk menunjang kesembuhan, serta diharapkan dapat mendorong penerapan pola makan seimbang dan penyebaran informasi gizi kepada lingkungan sekitar.
PERAN BCG SEBAGAI STANDAR EMAS PADA NON-MUSCLE INVASIVE BLADDER CANCER: TINJAUAN PUSTAKA BERBASIS BUKTI Goh, Daniel; Gracienne; Soni, Yulfitra; Firmansyah, Yohanes; Kartika, Ronald Winardi; Gosal, Darren
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kanker kandung kemih non-muscle invasive bladder cancer (NMIBC) tetap menjadi masalah kesehatan global dengan angka rekurensi dan progresi yang tinggi. Terapi intravesikal Bacillus Calmette–Guérin (BCG) telah lama menjadi standar emas, namun respons klinis yang bervariasi, toksisitas, dan kelangkaan BCG menimbulkan tantangan dalam praktik klinis. Tujuan: Tinjauan ini merangkum bukti ilmiah mengenai efektivitas, prediktor respons, toksisitas, alternatif terapi, dan pendekatan molekuler terkini pada penggunaan BCG intravesikal untuk NMIBC. Metode: Pencarian sistematis dilakukan pada PubMed menggunakan kombinasi kata kunci dan MeSH terkait “BCG therapy” dan “NMIBC”. Kriteria inklusi mencakup RCT, kohort, meta-analisis, dan guideline dalam 20 tahun terakhir. Total 1.284 artikel disaring melalui evaluasi judul, abstrak, dan full-text hingga diperoleh 54 studi yang memenuhi syarat. Hasil: BCG menurunkan rekurensi hingga 40–60% dan progresi 27–48%, terutama dengan maintenance ≥1 tahun. Variasi respons dipengaruhi biomarker inflamasi (NLR, SII, MPVL), ekspresi PD-L1, dan aktivasi trained immunity. Terapi alternatif seperti gemcitabine–docetaxel, pembrolizumab, nadofaragene firadenovec, oncolytic virus, dan device-assisted therapy menunjukkan hasil menjanjikan pada pasien BCG-unresponsive. Efek samping muncul pada >60% pasien, namun umumnya ringan–sedang. Kesimpulan: BCG tetap merupakan terapi utama dari NMIBC, namun personalisasi berbasis biomarker, optimalisasi regimen maintenance, dan integrasi imunoterapi baru diperlukan untuk meningkatkan outcome jangka panjang.
PENCEGAHAN TINEA CRURIS DAN TINEA CORPORIS MELALUI PENDEKATAN PERSONAL HYGIENE DAN KEDOKTERAN KELUARGA: SEBUAH LAPORAN KASUS DI PUSKESMAS GAMBIR Azzahra, Mazaya; Wijayanti, Erlina; Arianti, Wulan
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tinea cruris dan tinea corporis merupakan infeksi jamur superfisial yang umum dijumpai di pelayanan kesehatan primer. Kondisi ini sering berkaitan dengan personal hygiene yang kurang baik, lingkungan lembap, serta kebiasaan bergantian pakaian atau handuk. Penatalaksanaan yang efektif tidak hanya melalui pemberian obat, tetapi juga mencakup upaya promotif dan preventif melalui pendekatan kedokteran keluarga. Laporan kasus ini membahas pencegahan tinea cruris dan tinea corporis melalui peningkatan personal hygiene di Puskesmas Gambir. Tujuan: Menjelaskan upaya pencegahan tinea cruris dan tinea corporis melalui edukasi personal hygiene dengan pendekatan kedokteran keluarga pada seorang pasien remaja di Puskesmas Gambir. Metode: Subjek terdiri dari satu pasien laki-laki berusia 16 tahun yang menjalani pemeriksaan dan penatalaksanaan di Puskesmas Gambir. Intervensi mencakup terapi antijamur dan edukasi berulang kepada pasien dan keluarga mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Hasil: Intervensi menyebabkan peningkatan pemahaman pasien dan keluarga mengenai personal hygiene, perubahan perilaku menjadi lebih bersih dan sehat, serta penurunan angka kekambuhan. Keterlibatan keluarga dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah turut mendukung keberhasilan penatalaksanaan. Kesimpulan: Pendekatan kedokteran keluarga dengan penguatan edukasi personal hygiene efektif dalam mencegah kekambuhan tinea cruris dan tinea corporis. Kolaborasi antara pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan menjadi kunci keberhasilan upaya promotif dan preventif di layanan kesehatan primer.
PENYULUHAN KEPATUHAN MINUM OBAT DAN PENGETAHUAN PENYAKIT TB PARU DI PUSKESMAS KUPANG KABUPATEN MOJOKERTO Wijaya, Putu Listya Ayu; Hendriansyah, Muhammad Hafizh; Arisdinata, Frederica Amelia Putri Ayu; Reisner; Sahadewa, Sukma
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Indonesia termasuk salah satu negara dengan beban TBC tertinggi di dunia dan menjadi fokus dalam program nasional penanggulangan TBC (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2023). Dampak TBC bersifat multifaset, meliputi morbiditas, mortalitas, penurunan produktivitas, serta beban sosial ekonomi pada keluarga dan masyarakat. Selain itu, munculnya kasus resistensi obat menambah kompleksitas terapi dan memperlambat upaya eliminasi TBC. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan terkait kepatuhan minum obat dan pengetahuan penyakit TB di Puskesmas Kupang, Kabupaten Mojokerto. Metode: Penyuluhan dilakukan menggunakan media flipchart berisi materi tentang penyakit TBC, cara penularan, gejala, serta pentingnya kepatuhan minum obat, disertai sesi diskusi dan tanya jawab. Penilaian pengetahuan dilakukan dengan kuesioner berisi 10 pertanyaan yang diberikan kepada 20 peserta sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 83,5 menjadi 93, dengan peningkatan pengetahuan sebesar 11,38%. Peserta juga menunjukkan keterlibatan yang baik selama kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai TBC dan dapat mendukung keberhasilan pengendalian TBC di tingkat pelayanan primer. Kesimpulan: Dari hasil penyuluhan yang dievaluasi melalui kuesioner menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata sebanyak 11,38% yang menyimpulkan adanya peningkatan pemahaman peserta melalui penyuluhan tersebut.
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI, SUSU FORMULA, DAN KOMBINASI KEDUANYA TERHADAP STATUS IMUNITAS ANAK DI MASA GOLDEN PERIOD DI POSYANDU KENANGA DI DESA SAMARAN Muhaimin, Rizal; Simamora, Dorta; Herawaty, Wike
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi utama yang ideal bagi bayi, terutama pada masa golden period (usia 0–5 tahun), yaitu periode penting dalam pertumbuhan dan pematangan sistem imun anak. Kandungan gizi makro, mikro, dan bioaktif dalam ASI mendukung daya tahan tubuh dan melindungi dari infeksi. Namun, tidak semua anak mendapatkan ASI eksklusif; sebagian menerima susu formula atau kombinasi keduanya, yang dapat memberikan dampak berbeda terhadap imunitas anak. Tujuan: Menganalisis hubungan antara pola pemberian ASI, susu formula, dan kombinasi keduanya terhadap status imunitas anak usia 0–5 tahun di Posyandu Kenanga, Desa Samaran. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 45 anak dipilih menggunakan purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan dilanjutkan dengan Dunn post hoc test. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan pada status imunitas anak berdasarkan pola pemberian susu (p = 0,000). Kelompok ASI eksklusif menunjukkan median skor imunitas tertinggi (9,00), disusul kombinasi (7,00), dan susu formula (6,00). Uji post hoc menunjukkan perbedaan bermakna antara ASI dan susu formula (p < 0,05). Kesimpulan: Pemberian ASI eksklusif berhubungan dengan status imunitas anak yang lebih baik. Temuan ini mendukung anjuran WHO dan UNICEF mengenai pentingnya ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan dilanjutkan hingga usia dua tahun atau lebih.
PENGGUNAAN SCORING GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIVITAS (GPPH) DAN SKALA PENILAIAN PERILAKU ANAK HIPERAKTIF INDONESIA (SPPAHI) DALAM MENDETEKSI GEJALA ATTENTON DEFICIT HYPERACTIVE DISORDER (ADHD) DI TK EKA DHARMA SURABAYA Felisha, Rr Andyna Putri
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) merupakan gangguan perkembangan yang dapat muncul sejak usia dini dan memengaruhi fungsi belajar serta perilaku sosial anak. Tujuan: mengetahui hasil penggunaan serta kesesuaian dua instrumen skrining, yaitu Skor GPPH dari Kementerian Kesehatan dan Skala Penilaian Perilaku Anak Hiperaktif Indonesia (SPPAHI), dalam mendeteksi gejala ADHD pada murid TK Eka Dharma Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional potong lintang (cross-sectional) yang dilakukan pada Juli 2025 terhadap 30 anak berusia 4–6 tahun. Instrumen GPPH diisi oleh guru, orang tua, dan peneliti, sedangkan SPPAHI diisi oleh guru. Hasil : menunjukkan 5 anak (16,7%) berisiko tinggi menurut peneliti, 8 anak (26,7%) menurut guru, dan 7 anak (23,3%) menurut orang tua; sedangkan SPPAHI menunjukkan 1 anak (3,3%) berisiko tinggi hiperaktivitas. Uji chi-square memperlihatkan tidak ada hubungan signifikan antara jenis kelamin dan skor SPPAHI (p=0,281). Kesimpulan: Kedua instrumen menunjukkan hasil yang konsisten, namun GPPH lebih sensitif dan komprehensif karena menilai tiga domain gejala (inatensi, hiperaktivitas, dan impulsivitas).
TUMBUH KEMBANG ANAK DI ERA DIGITAL DAN STRATEGI PENDAMPINGAN BAGI KESEHATAN MENTAL SERTA PERKEMBANGAN OPTIMAL Rahmat, Tsamara Hafidha
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan anak di era digital membawa dampak ganda terhadap aspek fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Teknologi dapat mendukung pembelajaran dan kreativitas, namun penggunaan berlebihan berisiko menimbulkan gangguan tidur, kecemasan, dan perilaku adiktif. Metode: Kajian ini menggunakan metode tinjauan pustaka terhadap penelitian 2021–2025 yang membahas pengaruh penggunaan gawai terhadap tumbuh kembang anak. Hasil: menunjukkan bahwa penggunaan media digital secara terarah dan edukatif mampu meningkatkan kemampuan bahasa, literasi, dan kreativitas anak. Sebaliknya, paparan digital berlebih dapat menyebabkan gangguan tidur, menurunnya interaksi sosial, serta munculnya kecemasan dan perilaku adiktif. Kesimpulan: pendampingan aktif orang tua dan keseimbangan aktivitas digital–non-digital menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan mental serta optimalisasi tumbuh kembang anak di era digital.
HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN GANGGUAN INSOMNIA PADA MAHASISWA S1 KEDOKTERAN TINGKAT/TAHUN PERTAMA Aquila, Fan Fan Ghazi Fatik Isad; Arieyanto, Bhartho; Widayati, Ratih; Nashrullah, Bintang Tatius
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa kedokteran tahun pertama mengalami kesuilitan untuk penyesuaian akibat peralihan atmosfer belajar dari kurikulum SMA ke kurikulum kedokteran yang bersifat high demand dan tuntutan akademis yang tinggi, hal ini dapat menyebabkan munculnya koping mal adaptive sehingga dapat mengakibatkan gangguan tidur pada mahasiswa tahun pertama. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara koping maladaptif dan insomnia mahasiswa Fakultas Kedokteran tahun ke dua. Metode: Studi ini menggunakan desain analitik potong lintang pada 149 mahasiswa pendidikan dokter Angkatan 2023 semester kedua yang aktif mengikuti perkuliahan. Mekanisme koping dan insomnia diukur dengan kuesioner Brief COPE dan insomnia severity indeks. Analisis data menggunakan SPSS 25 dengan uji spearman P value ditetapkan <0.05. Hasil: Analisis koping dominan pada mahasiswa semester 2 adalah koping problem focused, didapatkan presentase 55%. Kejadian Insomnia sebesar 114 mahasiswa. Uji spearman didapatkan ada hubungan antara mahasiswa koping problem focused (p=0,000; r=0,481) koping emotional focused (p=0,000; r=0.509) dan koping avoidant (p=0,000; r=0.471). Kesimpulan: koping bukan merupakan satu satunya penyebab dari insomnia pada mahasiswa S1 kedokteran tahun pertama. Rencana selanjutnya dapat mengkaji faktor faktor lain yang berhubungan dengan insomnia dan hubungan koping dengan fenomena psikiatri lainnya selain insomnia yaitu distress emotional.
SRQ-29 SEBAGAI ALAT SKRINING GANGGUAN MENTAL REMAJA: STUDI PREVALENSI PADA MAHASISWA SARJANA FAKULTAS KEDOKTERAN Tatius , Bintang; Suprihartini
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Gangguan mental sering dialami mahasiswa kedokteran dengan prevalensi global depresi dan kecemasan hingga 40%. Oleh karena beban akademik yang tinggi, skrining rutin diperlukan untuk deteksi dini dan penatalaksanaan gangguan mental. Tujuan: Menentukan prevalensi dan faktor yang berhubungan dengan gangguan mental mahasiswa kedokteran. Metode: Penelitian observasional analitik ini diikuti oleh 367 mahasiswa S1 kedokteran di kota semarang. Instrumen SRQ-29 dan data demografi digunakan untuk mengkaji distress emosional, penggunaan zat psikoaktif, gejala psikotik, trauma, dan data diri. Analisis data dengan SPSS dilakukan untuk menyajikan data prevalensi dan faktor yang berhubungan dengan gangguan mental (uji chi square dengan p<0.05). Hasil: Sebanyak 101 mahasiswa (27,5%) menunjukkan gejala distress emosional (depresi, ansietas, maupun campuran keduanya), dengan prevalensi tertinggi pada mahasiswa tahun kedua (42,1%). Penggunaan zat psikoaktif ditemukan pada 8 mahasiswa (2,2%), gejala psikotik pada 21 mahasiswa (5,7%), dan stress pasca trauma pada 65 mahasiswa (17,7%). Domisili luar kota (p=0.005) dan tinggal sendiri (p=0.048) merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan emosi. Kesimpulan: Skrining dengan SRQ-29 menunjukkan lebih dari satu perempat mahasiswa S1 kedokteran mengalami masalah gangguan mental. Skrining berkala perlu dilakukan guna membantu diagnosis dan intervensi dini.

Page 10 of 11 | Total Record : 104