cover
Contact Name
Putu Oky Ari Tania
Contact Email
putuoky@uwks.ac.id
Phone
+628155000835
Journal Mail Official
uppp-fk@uwks.ac.id
Editorial Address
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Jl. Dukuh Kupang XXV No.54, Dukuh Kupang, Kec. Dukuhpakis, Kota SBY, Jawa Timur 60225
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran
ISSN : 30260256     EISSN : 30260256     DOI : -
Artikel yang dipublikasi di Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran meliputi bidang Kedokteran dan Kesehatan
Arjuna Subject : Kedokteran - Embriologi
Articles 104 Documents
HUBUNGAN OLAHRAGA DENGAN PENINGKATAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA Sakri , Brian Manggala; 'Izzuddin, Muhammad 'Azzam; Nugraha, Wima Handika; Buana, Cikal Septy; Latifunnisa, Shabira Hasna; Rinov, Putu Eza Ananta Villareal; Rianti, Emillia Devi Dwi; Parmasari, Wahyuni Dyah
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Berkurangnya melakukan olahraga, banyak dilakukan oleh lansia dengan segala alasan, seperti malas, tidak ada kesempatan. Lansia dengan fungsi dan kemampuan tubuh berkurang, maka perlunya melakukan olahraga, aktivitas fisik, mengkonsumsi vitamin sehingga mampu mencegah penyakit dan penurunan fungsi tubuh Tujuan: mengetahui hubuangan olahraga dengan peningkatan tekanan darah pada lansia Metode: mengetahui hubuangan olahraga dengan peningkatan tekanan darah pada lansia Hasil: pengukuran tekanan darah menunjukkan bahwa, dari 33 sampel yang digunakan dalam penelitian ini rata-rata responden mempunyai tekanan darah sebesar 131,88/78,61 mmHg, dengan tekanan darah minimum 91/58 mmHg dan maksimum 170/110 mmHg. sebagian besar responden terbiasa berolahraga dengan jalan santai minimal 30 menit dalam sehari yaitu sebanyak 23 orang (69,7%) responden dan sebanyak 10 orang (30,3%) responden lainnya tidak berolahraga rutin.Kesimpulan: tekanan darah terkontrol dan melakukan aktivitas olahraga secara teratur selama minimal 30 menit maka diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,061 > 0,05, sehingga tidak ada hubungan antara kebiasaan olahraga dengan tekanan darah.
PERAN KOMUNITAS DUKUNGAN ONLINE DALAM MENGELOLA BEBAN PSIKOLOGIS PASIEN PENYAKIT NEURODEGENERATIF Indra, Bima; Maharani, Shintia
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: era digital menciptakan dilema bagi kesehatan mental, terutama bagi populasi rentan seperti pasien penyakit neurodegeneratif dan pengasuh mereka, yang menghadapi beban psikologis signifikan. Komunitas dukungan online telah muncul sebagai intervensi kunci, menempatkan pengguna di persimpangan dilema ini. Tujuan: artikel ulasan ini menganalisis literatur (2015-2025) untuk mengevaluasi peran ganda komunitas dukungan online, sebagai alat terapeutik untuk mengelola beban psikologis penyakit neurodegeneratif, dan sebagai cerminan risiko era digital. Metode: penelitian ini adalah ulasan literatur naratif. Pencarian dilakukan pada database Scopus dan Web of Science (2015-2025) untuk artikel tentang komunitas dukungan online, penyakit neurodegeneratif, dan hasil kesehatan mental. Data disintesis secara tematis. Hasil: komunitas dukungan online berfungsi sebagai "Ruang Ketiga" vital, memberikan dukungan emosional/informasional dan mengatasi hambatan akses. Analisis netnografi mengungkap kesenjangan perawatan, seperti frustrasi pasien terhadap profesional kesehatan. Namun, komunitas dukungan online mewujudkan dilema digital: (1) "Infodemi" misinformasi yang meningkatkan kepanikan ; dan (2) Paradoks "Digital Dementia" , di mana perilaku seperti "doomscrolling" memperburuk kecemasan yang seharusnya diredakannya. Kesimpulan: komunitas dukungan online adalah "pedang bermata dua" yang sangat diperlukan. Manfaatnya tidak dapat dipisahkan dari risiko. Rekomendasi berfokus pada pemberdayaan melalui peningkatan Literasi Kesehatan Digital bagi pasien dan pengasuh.
FORMULASI DAN KARAKTERISASI NANOEMULSI EKSTRAK KUNYIT Amanda, Izrania Tria; Masfufatun; Listyawati, Agusniar Furkani
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kurkumin merupakan senyawa polifenol yang terdapat dalam tanaman kunyit, telah digunakan secara tradisional sebagai antitumor, antioksidan, antiinflamasi, anti-HIV, antimikroba, agen anti-adhesi dan antibiofilm akan tetapi kelarutan dan bioavailabilitasnya rendah. Untuk memperbaiki sifat tersebut, maka dibuatlah kunyit (Curcuma longa L.) dalam formulasi baru berbentuk nanoemulsi. Nanoemulsi memiliki kelebihan dapat memeperbaiki dan meningkatkan absorpsi dan bioavailabilitas obat. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan, mengkarakterisasi, dan mengevaluasi kurkumin yang berbasis nanoemulsi secara in vitro. Metode: Penelitian ini menggunakan metode sonifikasi. Konsentrasi ekstrak yang digunakan sebanyak 0,25 g dan virgin coconut oil 5% sebagai fase minyak. Variasi pada setiap formulasi dibedakan pada konsentrasi tween 80 sebagai surfaktan dan gliserin sebagai kosurfaktan. Evaluasi yang dilakukan meliputi organoleptik, stabilitas, ukuran partikel, dan uji tranmitan. Hasil: Sediaan nanoemulsi yang dihasilkan berwarna kuning kental, berbau khas kunyit, nilai transmitan 84,6-101,0%, ukuran partikel pada F1, F2, F3 sebesar 96,05 nm, 8,34 nm, dan F3 6,03 nm. Kesimpulan: semua formula stabil secara fisik ditandai dengan tidak adanya pemisahan fase, pengendapan, dan kekeruhan.
PERILAKU KONSUMSI AIR MINERAL PADA REMAJA USIA 13-15 TAHUN DI SALAH SATU SEKOLAH MENENGAH DI SURABAYA Suryaningtyas, Andhini Della; Rianti, Emillia Devi Dwi; Pratama, Ryan Aditya
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang membutuhkan kecukupan hidrasi untuk mendukung fungsi fisiologis dan kognitif. Namun, banyak remaja yang belum memenuhi kebutuhan cairan harian dan cenderung memilih minuman manis dibandingkan air mineral. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi serta gangguan kesehatan jangka panjang. Tujuan: Mengetahui gambaran perilaku konsumsi air mineral pada remaja usia 13–15 tahun di salah satu sekolah menengah di Surabaya serta menganalisis hubungan antara usia dan frekuensi konsumsi air mineral. Metode: Penelitian menggunakan desain potong lintang terhadap 51 responden yang dipilih dengan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang menilai frekuensi konsumsi air mineral (sering/jarang). Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil: Sebagian besar responden (94,1%) jarang mengonsumsi air mineral, sedangkan hanya 5,9% yang mengonsumsi secara sering. Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara usia dan frekuensi konsumsi air mineral (p = 0,885). Kesimpulan: Perilaku konsumsi air mineral pada remaja masih tergolong rendah dan tidak dipengaruhi oleh faktor usia. Temuan ini menegaskan perlunya edukasi dan promosi kesehatan terkait hidrasi yang adekuat bagi remaja.
BONE MINERAL DENSITY, OSTEOPOROSIS, USIA, DAN JENIS KELAMIN PADA LANSIA DI DESA SUKOREJO DAN KELURAHAN INDRO (KABUPATEN GRESIK) Utami, Sri Lestari; Widjaja, Jimmy Hadi; Suryawati, Sianny
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi osteoporosis di Desa Kedanyang dan Karangkiring, serta Kelurahan Singosari (Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik) telah diketahui. Prevalensi ini di Desa Sukorejo dan Kelurahan Indro di kecamatan dan kabupaten yang sama belum pernah diteliti. Tujuan: mengetahui dan menganalisis prevalensi osteoporosis dan BMD (Bone Mass Density) serta hubungannya dengan usia dan jenis kelamin di Desa Sukorejo dan Kelurahan Indro. Metode: Sasaran kegiatan penelitian adalah para kader dan anggota Posyandu Lansia di Desa Sukorejo dan Kelurahan Indro yang berjumlah berturut-turut adalah 39 dan 42 orang. Data usia dan jenis kelamin diperoleh melalui kuesioner. Pengukuran BMD dilakukan dengan QUS. Hasil: Prevalensi osteoporosis, osteopenia, dan normal berturut-turut di Desa Sukorejo adalah 89,7%, 5,1%, dan 5,1%, sedangkan Kelurahan Indro adalah 88,1%, 11,9% dan 0%. Hasil penelitian juga menunjukkan tidak ada hubungan jenis kelamin vs osteoporosis dan usia vs osteoporosis (nilai p > 0,05) di Desa Sukorejo dan Kelurahan Indro, Sedangkan penelitian juga menunjukkan ada hubungan antara usia dengan BMD di Desa Sukorejo tetapi tidak di Kelurahan Indro. Kesimpulan: Tingginya prevalensi di Desa Sukorejo dan Kelurahan Indro memerlukan penanganan terkait hal ini seperti adanya edukasi untuk pemeliharaan kepadatan massa tulang yang terkait dengan osteoporosis melalui pengontrolan faktor risikonya.
INOVASI PENGOLAHAN PANGAN DENGAN PEMANFAATAN PENGGILING DAGING UNTUK GIZI MASYARAKAT Juliansyah, Elvi; Haryanti, Yunida; Rudiansyah
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pemanfaatan penggiling daging upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat dan penguatan ketahanan pangan lokal. Alat ini bukan sekadar sarana mekanis untuk menghaluskan daging yang merupakan inovasi tepat guna yang mampu meningkatkan ketersediaan dan konsumsi makanan bergizi di tingkat rumah tangga maupun komunitas. Pengolahan bahan pangan hewani dan nabati menggunakan penggiling daging, masyarakat dapat menghasilkan berbagai produk olahan dalam bentuk bakso, nugget, abon, atau sosis yang memiliki nilai gizi tinggi, mudah dicerna, dan lebih higienis. Metode: untuk meningkatkan asupan protein hewani, pemanfaatan alat ini juga membuka peluang ekonomi bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pengolahan pangan bergizi. Hasil: Kegiatan ini menjelaskan aspek teknis, higienitas, serta pendekatan gizi dan sosial-ekonomi dalam penggunaan penggiling daging untuk penyediaan makanan sehat di masyarakat. Kesimpulan: melalui penerapan prinsip keamanan pangan, pengelolaan limbah ramah lingkungan, dan pelibatan komunitas, penggiling daging terbukti mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan terutama pada bidang kesehatan dan ketahanan pangan.
EDUKASI PADA IBU PKK MENGENAL, MENCEGAH DAN MENGOBATI INFEKSI CACING KREMI PADA ANAK DI PUTAT JAYA SURABAYA Tjandra, Lusiani; Ishartadiati, Kartika; Wulandari, Atik Sri; Purbowati , Rini; Masfufatun; Indahsari, Noer Kumala
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Cacingan adalah penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia karena menyebar di banyak daerah serta dapat menyebabkan penurunan kualitas kesehatan, gizi, kecerdasan, dan produktivitas. Cacingan adalah penyakit yang berkaitan dengan lingkungan, sehingga perhatian terhadap kebersihan lingkungan harus ditingkatkan. Sebenarnya, infeksi cacing di perut dapat berkurang atau bahkan dihilangkan jika diterapkan pola hidup bersih dan sehat, perlu strategi pemberdayaan masyarakat, dan kemitraan, yang ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tanda dan gejala cacingan serta cara penularan dan Pencegahannya serta meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat guna memelihara kesehatan. Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan tentang mengenai cara penularan, gejala. cara pencegahan dan pengobatan cacing kremi pada Ibu-ibu PKK di Kelurahan Putat Jaya Surabaya. Metode: edukasi dengan penyuluhan dan demontrasi diutamakan bagi para ibu ibu PKK melalui kader kesehatan yang aktif di masyarakat. Melalui metode ini diharapkan masyarakat, terutama para ibu ibu pkk, dapat lebih aktif dalam mencari informasi mengenai cara penularan, gejala. cara pencegahan dan pengobatan cacing kremi serta mengetahui efek samping dan aturan minum obat cacing. Hasil: didapatkan nilai rata-rata pretest 5.83 dan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 8.20, setelah data di uji T-Test didapatkan p hitung = 0.000, yang berarti ada perbedaan hasil test sebelum dan sesudah edukasi. Kesimpulan: sesudah edukasi terdapat peningkatkan pengetahuan yang signifikan tentang mengenai cara penularan, gejala, cara pencegahan dan pengobatan cacing kremi pada Ibu ibu PKK di Kelurahan Putat Jaya Surabaya.
DAYA HAMBAT MINYAK CENGKEH TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Putro, Denny Haryono; Tjandra, Lusiani; Indahsari, Noer Kumala
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hasil uji aktivitas antibakteri dari penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa batang cengkeh dapat menghentikan pertumbuhan kuman MRSA. Hal ini disebabkan karena 90–95% batang cengkeh mengandung eugenol, zat kimia antibakteri. Bakteri patogen gram positif dan gram negatif, termasuk bakteri yang resistan terhadap antibiotik, dapat dihambat pertumbuhannya oleh kualitas antibakteri dari zat kimia eugenol yang ditemukan dalam batang cengkeh. Tujuan: untuk mengetahui daya hambat minyak cengkeh terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan design post-test only control grup dan metode simple random sampling. Biakan murni bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus digunakan sebagai sampel dalam agar Mueller Hinton Agar. Data penelitiannya adalah data stasitik diameter Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dan analisis data di gunakan adalah one-way ANOVA. Hasil: analisis menunjukkan bahwa minyak cengkeh mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, terbukti dengan nilai sig. < 0,05. Kesimpulan: efektivitas minyak cengkeh mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia, namun tidak sebaik Antibiotik Ampicillin dan Kloramfenikol.
ROKOK ELEKTRIK SEBAGAI FAKTOR RISIKO PERIODONTITIS: KAJIAN LITERATUR BERDASARKAN BUKTI KLINIS DAN BIOLOGIS Rahma, Aline Febridha; Parmasari, Wahyuni Dyah; Sutandio, Yunitati; Sanjaya, Ayling
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan rokok elektrik (e-cigarette) semakin meningkat di kalangan remaja dan dewasa muda. Meskipun sering dianggap lebih aman dibanding rokok konvensional, e-cigarette tetap mengandung zat yang berpotensi merusak jaringan mulut, terutama jaringan periodontal. Tujuan: Kajian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis dampak penggunaan e-cigarette terhadap kesehatan periodontal. Metode: Penelusuran dilakukan terhadap artikel ilmiah yang terbit dalam lima tahun terakhir (2020–2025) melalui basis data Google Scholar, ScienceDirect, dan PLOS Global Public Health. Sebanyak 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis, terdiri dari studi observasional, tinjauan sistematis, dan meta-analisis. Hasil: Penggunaan e-cigarette dikaitkan dengan peningkatan kedalaman poket periodontal (PPD), kehilangan perlekatan klinis (CAL), resorpsi tulang marginal (MBL), serta kadar sitokin proinflamasi IL-1B yang lebih tinggi dibandingkan non-smoker. Dampaknya lebih ringan dibanding rokok konvensional, namun tetap memicu inflamasi, perubahan mikrobioma oral, dan gangguan penyembuhan jaringan. Respons terapi peri-implantitis juga lebih buruk pada pengguna e-cigarette. Kesimpulan: Berdasarkan telaah terhadap lima belas publikasi ilmiah yang dikaji, dapat disimpulkan bahwa penggunaan rokok elektrik (e-cigarette) memiliki dampak yang nyata terhadap kesehatan periodontal. Meskipun beberapa studi menunjukkan bahwa efeknya tidak seberat rokok konvensional, e-cigarette tetap berkontribusi terhadap perubahan klinis dan biologis yang relevan. Kandungan kimia dalam cairan e-cigarette juga berpotensi memicu stres oksidatif dan gangguan komposisi saliva. Oleh karena itu, penting bagi tenaga kesehatan gigi untuk mempertimbangkan riwayat penggunaan e-cigarette dalam proses anamnesis dan perencanaan terapi, serta memberikan edukasi yang tepat kepada pasien. Penelitian longitudinal dengan kontrol yang ketat masih diperlukan untuk memahami dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan mulut secara menyeluruh.
KARAKTERISTIK KANKER PARU DI PRAKTEK SWASTA SURABAYA TAHUN 2017-2020 Agusaputra, Harman; Parengkuan, Irene Lingkan; Hernanda, Pratika Yuhyi; Sugeng, Maria W; Ama, Fuad
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kanker paru merupakan kanker yang cukup mengkuatirkan dan menjadi penyebab kematian terbanyak di dunia, Insiden secara keseluruah no 2 setelah kanker payudara. Diantara laki-laki umumnya terjadi peningkatan lebih banyak 2x lipat dibanding perempuan. Indonesia diperkirakan mempunyai resiko tinggi kanker paru, bersamaan dengan china dan negara eropa. Tujuan: penelitian ini ingin memperkuat epidemologi data epidemologi. Metode: Penelitian dilakukan secara cross sectional, diambil data sekunder dari praktek besama di Surabaya. Kriteria inklusi kasus pasien kanker paru didiagnosa dengan mengunakan FNAB CT guiding dalam kurun waktu 2017-2020 dengan total sampel 168 suspek kasus kanker paru. Hasil: Dari 108 kasus kanker paru ditemukan di Surabaya laki-laki lebih banyak 67,5% dengan ratio laki-laki : perempuan 2:1 . usia rerata terdiagnosis 56,4 tahun, usia termuda umur 27 tahun dan tertua umur 84 tahun. Range 61-70 tahun. Lokasi terbanyak paru sebelah kanan 56,4% dan Morfologi tumor terbanyak adalah Adenocarcinoma sebanyak 73 %. Kesimpulan: Karsinoma paru banyak dijumpai pada laki-laki dan kecenderungan pada perempuan akan terjadi peningkatan, dan dapat juga terjadi pergeseran rereta usia 61-70 tahun, paru sebelah kanan tetap menjadi kasus lokasi terbanyak dan tipe adenocarcinoma merupakan trend terbanyak.

Page 9 of 11 | Total Record : 104