cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
urnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC)
ISSN : -     EISSN : 29632188     DOI : 10.70570
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC) adalah Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk scope Multidisiplin Ilmu, dengan scope keilmuan seperti Kesehatan (Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran, Analis, Rekam Medis dll), Ilmu Komputer, Kemasyarakatan, Manajemen, Ekonomi, Manajemen, Agama, Ilmu Hukum, Pendidikan, Pertanian, Sastra, Teknik, Dan Bidang Ilmu Lainnya. Journal title Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2024)" : 16 Documents clear
Edukasi Kesehatan Reproduksi Untuk Generasi Berprestasi Andri Nur Sholihah; Sholaikhah Sulistyoningtyas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Edukasi kesehatan reproduksi pada remaja sangat penting karena dapat memberikan pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas, serta mencegah remaja dari berbagai risiko, maka Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dan Pimpinan Pusat Ikatan Pemuda Muhammadiyah bekerjasama dengan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan Edukasi kesehatan reproduksi remaja pada acara Launching yang bertema Like-R "Our Health, Our Right : Be The Change" yang bertujuan dalam meningkatkan derajat kesehatan remaja dan mendorong remaja sebagai penggerak dalam pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Remaja (HKSR) serta penurunan stunting. Dalam rangkaian kegiatan ini dilakukan dengan metode yang merupakan modifikasi dari posyandu remaja. Meja pertama untuk pendaftaran, kemudian pemeriksaan yang meliputi pengukuran TB, BB, dan pemeriksaan Hb dan edukasi kesehatan reproduksi yang dilakukan oleh tenaga tim. Untuk pengukuran TB pada remaja dilakukan dengan menggunakan microtoice dan untuk mengukur BB dilakukan dengan timbangan digital, dan pengukuran LILA dengan manual. Selanjutnya pengukuran Hemoglobin dengan alat pengukur hemoglobin dalam darah. Kemudian dari tim mengukur indeks masa tubuh remaja yang telah melakukan pengukuran dan yang mengalami permasalahan ini terkait dengan IMT dan Hb yang kurang dari 12 diminta untuk ke meja berikutnya,kemudian dilakukan edukasi kesehatan. Terdapat 30 lebih remaja yang melakukan pemeriksaan kesehatan dan edukasi terkait maslaha yang dialami meliputi anemia dan KEK
Pemberdayaan Anak Melalui Pelatihan Dokter Kecil Melalui Edukasi Kelompok Di SDN Tosaren IV Kediri Shanty Natalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengenalan perilaku hidup sehat haruus selalu dilakukan sejak dini dan dapat dimulai dari kehidupan keluarga dan sekolah. Pembinaan kesehatan anak usia sekolah dapat dilakukan melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Program UKS yang dapat ditempuh untuk pembinaan di bidang kesehatan ialah pelatihan dokter kecil. Dokter kecil adalah peserta didik yang telah memenuhi kriteria dan telah dilatih untuk ikut melaksanakan sebagian usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga dan lingkungannya. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan tentang materi dokter kecil untuk meningkatkan kemampuan perilaku hidup sehat dan bersih dan juga menciptakan lingkungan yang sehat serta terwujudnya pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Kegiatan ini melibatkan 24 siswa siswi di salah satu sekolah dasar di Kediri. Didapatkan sebelum kegiatan edukasi sebanyak 4 siswa (30 %) dengan pengetahuan Baik dan setelah kegiatan terdapat peningkatan menjadi 20 siswa siswi (70%) dengan pengetahuan Baik
IbM Sanggar Bimbingan Hulu Langat, Selangor Malaysia dalam Upaya Peningkatan Kesadaran, Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Bencana Banjir Sulistyo Andarmoyo; Saiful Nurhidayat; Rika Maya Sari; Candra Cahya Setya Pradana; Devi Arta Kartika Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan Mitra IbM bermula ketika kejadian bencana banjir besar tahun 2021 yang melanda daerah sekitar dan tidak/belum bisa ditangani secara optimal oleh masyarakat karena kurangnya kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan serta kemampuan teknis dari komunitas dan masyarakat sekitar dalam menghadapi bencana banjir. Sebagaimana diketahui bahwa pada akhir tahun 2021 tepatnya bulan Desember, terjadi bencana banjir yang sangat luar biasa di Malaysia tepatnya di daerah Selangor, salah satu daerah yang berdampak bencana banjir tersebut adalah daerah Hulu Langat akibat curah hujan yang sangat tinggi dan meluapnya Sungai Lui. Dampak yang luar biasa ini pada akhirnya menyebabkan beberapa warga mengalami permasalahan akibat bencana banjir yang ditimbulkan. Masyarakat sekitar belum sepenuhnya mengetahui tentang pentingnya kesadaran, meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bencana banjir jika terjadi sewaktu-waktu. Setelah dilakukan musyawarah dengan mitra, maka permasalahan mitra secara konkret untuk mendapatkan solusi adalah: 1). Mitra tidak mengetahui tentang penanggulangan bencana banjir meliputi penaggulangan pra bencana, pada saat bencana (tanggap darurat) dan pasca bencana banjir, dan 2). Mitra belum bisa menerapkan prinsip-prinsip simulsi penanggulangan Ketika bencana banjir datang. Metode pelaksanaan IbM Sanggar Bimbingan Hulu Langat Selangor Malaysia dalam upaya peningkatan kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan bencana banjir. terdiri dari 2 kegiatan utama untuk memberikan solusi dari 2 masalah tersebut di atas, yaitu sebagai berikut: 1) Focus Group Discusion tentang penaggulangan bencana banjir meliputi penanggulangan pra bencana, pada saat bencana (tanggap darurat) dan pasca bencana banjir, 2) Pelatihan simulasi penanggulangan bencana banjir. Setelah mengikuti program pengabdian ini, mitra diharapkan mampu menyadari, mewaspadai dan mampu mensiagakan diri jika ada bencana banjir, serta mampu menerapkan penanggulangan bencana banjir secara baik dan tepat. Target luaran pengabdian akan dipublikasikan pada jurnal pengabdian kepada masyarakat “J-Abdi” Bajang Institute, Video kegiatan dalam bentuk HKI, publikasi koran dan peningkatan keberdayaan mitra.]
Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Siswa Sekolah Dasar Tentang Keuntungan Pembelajaran Berbasis Digitalisasi (Dalam Jaringan) Selama Pandemi Covid-19 Muhsyanur; Dina Ramadhanti; Kartini; Iwan Rumalean; Muhajirah Idman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksistensi penggunaan teknologi informasi komunikasi 2 (dua) tahu terakhir ini, sejalan dengan pandemi Covid-19 sehingga masyarakat pun diharuskan berinteraksi dengan era digitalisasi. Demikian halnya pada sektor pendidikan, yaitu menuntut pemangku pendidikan untuk melangsungkan pembelajaran berbasis digitaliasi (dalam jaringan). Tujuan program pengabdian ini ialah untuk memberikan peningkatan pengetahuan orang tua siswa sekolah dasar tentang keuntungan pembelajaran berbasis digitalisasi (dalam jaringan). Subyek dalam pengabdian ini ialah orang tua siswa sekolah dasar dari 6 (enam) sekolah dasar, antara lain SDN 307 Benteng, SDN 227 Doping, SDN 146 Raddae, SDN 308 Benteng, SDN 145 Doping, dan SDN 404 Doping. Jenis yang dilakukan ialah penyuluhan berbasis lokakarya. Berdasarkan hasil pengabdian, telah disampaikan bahwa pada dasrnya ada 3 (tiga) keuntungan pembelajaran berbasis digitalisasi (dalam jaringan) selama pandemi, yaitu penghemat biaya, pembelajaran efektif, dan dokumenasi materi. Kegiatan pengabdian ini memberikan manfaat yang siginifkan, yaitu adanya peningkatan pemahaman masyarakat dengan rata-rata 95%.
Sosialisasi Peran Orang Tua Terhadap Perkembangan Anak Di Era Digital Wilayah Kerja Lingkar Barat Kheniva Diah Anggita; Oktia, Vanika; Ariyus Popsi Gito
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi digital dan informasi berkembang cepat dan dekat dengan dunia anak. Gadget sudah menjadi ‘mainan’ bagi anak sejak usia masih balita. Kondisi kecanduan anak terhadap gadget dan teknologi yang menyertainya membuat orang tua khawatir terhadap tumbuh kembang anak. Tumbuh kembang anak adalah suatu hal yang wajib diperhatikan oleh orangtuanya. Masalah yang muncul saat ini adalah banyak orangtua yang terlalu sibuk dalam mencari nafkah sehingga mengabaikan tumbuh kembang anaknya. Tim pengabdian masyarakat mengkaji bahwa kurangnya perhatian dan peran orangtua terhadap tumbuh kembang anaknya dapat mengakibatkan gangguan tumbuh kembang anak karena kurangnya pengetahuan orangtua dan stimulasi yang diberikan pada anak. Output yang dihasilkan berupa laporan dan rekomendasi tumbuh kembang masing-masing anak. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan: 1. Memberikan pengetahuan kepada keluarga tentang stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak usia 3 tahun sampai 6 tahun secara berkala, 2. Pemberian rekomendasi tumbuh kembang anak berdasarkan hasil skrining. Setelah pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini, diharapkan pada orangtua dapat memantau tumbuh kembang anaknya lebih optimal dan dapat mendeteksi dini apabila terjadi tumbuh kembang anak yang tidak sesuai dengan usianya, sehingga dapat di intervensi lebih dini.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Terhadap Pemantauan Pertumbuhan Bayi Dan Balita Tri Budiarti; Titin Kartiyani; Ira Pangesti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan anak merupakan salah satu indikator kesehatan pada anak. Pemantauan pertumbuhan yang rutin dalam kegiatan posyandu.Pemantauan pertumbuhan bertujuan mendetesi secara dini adanya gangguan pertumbuhan pada anak terutama bayi dan balita. Orang tua berperan penting dalam pemantauan pertumbuhan anak. Dengan kesedian orang tua untuk mengantar anaknya ke posyandu maka dapat mendukung program pemerintah untuk eningkatkan derajat kesehatan anak. Pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua terhadap pemantauan pertumbuhan anak. Pengabdian dilakukan di posyandu RW 5 dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. Kegiatan yang dilakukan yaitu dengan absensi, pengisian pretes, penyuluhan, dan pengisian lembar post tes. Hasil didapatkan ada peningkatan pengetahuan orang tua terhadap pemantauan pertumbuhan bayi dan balita
Pendampingan Literasi Dasar Untuk Guru SDN Gading Kulon 2 Menggunakan Phonics Song Dan Large Movable Alphabet (LMA) Montessori Apparatus Jantung Amelia, Delora; Bahrul Ulum; Ima Wahyu Putri Utami
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pengajaran literasi dasar di SDN Gadingkulon sebelumnya fokus pada pengenalan symbol huruf tanpa pemahaman yang mendalam tentang pelafalan huruf fonetik. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini Focus Group Discussion, pendampingan litereasi dasar yang di dalamnya ada kegiatan (phonic song, mengidentifikasi bunyi, mencocokan dengan gambar huruf, mengidentifikasi bunyi dengan kata), pendampingan pembelajaran literasi, dan refleksi dna tindak lanjut. Kendala yang dialami pada kegiatan ini guru harus bisa menyesuaikan antara huruf yang dibaca dengan bunyi vocal yang sesuai. Hasil dari kegiatan pendampingan ini guru-guru dapat memahami dan menerapkan literasi dasar sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Adapun kendala dari kegiatan ini guru-guru masih melafalkan bunyi huruf sesuai dengan metode lama, hal ini dapat dihilangkan dengan Latihan secara terus menerus.
Mengubah Paradigma Kesehatan: Sosialisasi Pencegahan Stunting Sebagai Tonggak Perubahan Di Negeri Aboru, Maluku Afdhal, Afdhal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting, sebagai permasalahan kurang gizi kronis, telah menjadi tantangan serius kesehatan anak di berbagai wilayah, termasuk di Negeri Aboru, Maluku. Dengan tingkat stunting mencapai 27 persen dari total populasi anak di Maluku pada tahun 2022, langkah proaktif diperlukan untuk merubah paradigma masyarakat terkait kondisi ini. Artikel ini menggambarkan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang bertujuan mengubah paradigma kesehatan melalui sosialisasi pencegahan stunting di Negeri Aboru, Maluku. Metode kegiatan ini mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan tindak lanjut secara sistematis. Dalam upaya untuk merubah paradigma masyarakat, kegiatan pengabdian menghasilkan media edukasi berupa leaflet yang bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang stunting dan dampaknya pada pertumbuhan anak. Selain itu, sosialisasi langsung dilakukan kepada para orang tua dan pendamping posyandu di Negeri Aboru, memberikan pengetahuan yang lebih luas mengenai stunting dan upaya pencegahannya. Hasil dari kegiatan ini mencakup perubahan paradigma masyarakat terhadap stunting, ditunjukkan oleh peningkatan pemahaman dan kesadaran. Media edukasi berupa leaflet menjadi sarana efektif untuk menyampaikan informasi mengenai stunting secara mudah dipahami oleh masyarakat. Sosialisasi yang dilakukan kepada orang tua dan pendamping posyandu turut memberikan kontribusi positif dalam pemantauan pertumbuhan anak, memastikan mereka memenuhi standar pertumbuhan yang sehat
Efektivitas Pemberian Infused Water Terhadap Penurunan Tekanan Darah Lannasari; Solehudin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah salah satu faktor risiko utama untuk penyakit jantung, stroke, dan masalah kesehatan kardiovaskular lainnya. Mengidentifikasi strategi pencegahan yang lebih baik untuk hipertensi dan memperbaiki metode pengelolaan hipertensi, baik melalui obat-obatan maupun pendekatan non-farmakologis. Tujuan penulisan ini untuk memberikan pemahaman manfaat infused water lemon, semangka dan mentimun untuk menurunkan tekanan darah. Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan kesehatan, demontrasi pembuatan infused water berisi lemon, semangka dan mentimun. Selain itu juga masyarakat diajarkan senam Hipertensi. Hasil penyuluhan kesehatan, pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dan pengelolaannya mengalami peningkatan. Masyarakat mampu mempraktikan pembuatan infused water serta tertarik untuk melakukan rutinitas senam Hipertensi. Penanganan hipertensi pada tingkat masyarakat melibatkan pendekatan holistik yang mencakup edukasi, promosi gaya hidup sehat, deteksi dini, dan akses yang mudah ke perawatan medis.
Edukasi Penggunaan Video Terhadap Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Teknik Menyusui Yang Benar Di Praktek Mandiri Bidan (PMB) Nurhaida Kota Padang Silfina Indriani; Linda Wati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ASI (air susu ibu) secara eksklusif adalah pemberian hanya ASI tanpa memberikan cairan atau makanan padat lainnya kecuali vitamin, mineral atau obat dalam bentuk tetes atau sirup sampai usia 4-6 bulan. Berbagai penelitian telah mengkaji manfaat pemberian ASI eksklusif dalam hal menurunkan mortalitas bayi, menurunkan morbiditas bayi, mengoptimalkan pertumbuhan bayi, membantu perkembangan kecerdasan anak, dan membantu memperpanjang jarak kehamilan bagi ibu. Pada tahun 1999, UNICEF bersama dengan World Health Assembly (WHA) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan untuk keuntungan yang optimal bagi ibu dan bayinya, (Nurkhasanah, 2011). Rekomendasi pemberian ASI eksklusif sampai usia 6 bulan tampaknya masih terlalu sulit untuk dilaksanakan. Upaya agar ibu bisa menyusui bayinya secara eksklusif sampai usia 4 bulan saja masih memiliki banyak kendala. Sasaran program perbaikan gizi masyarakat untuk meningkatkan ASI eksklusif menjadi 80% tampak terlalu tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi ASI eksklusif yaitu produksi ASI kurang, ibu kurang memahami tata laksana laktasi yang benar, ingin relaktasi, terlanjur 2 mendapat prelactal feeding (pemberian air gula/dekstrosa, susu formula pada hari hari pertama kelahiran), kelainan ibu contohnya masalah anatomi payudara, ibu hamil lagi padahal masih menyusui, ibu bekerja, abnormalitas bayi/kelainan bayi, dan persepsi yang salah mengenai ASI, (Roesli U, 2000). Faktor lain separti perubahan sosial budaya, faktor psikologis, faktor fisik ibu, faktor kurangnya petugas kesehatan, meningkatnya promosi susu kaleng sebagai pengganti ASI, petugas kesehatan menganjurkan penggunaan PASI, puting susu nyeri/lecet, payudara bengkak (engorgement), saluran susu tersumbat, mastitis, abses payudara, kelainan anatomis pada puting susu, kegagalan menyusui, bayi enggan menyusu, gagal tumbuh pada bayi yang mendapat ASI, ikterus pada bayi yang minum ASI, bayi lahir dengan operasi sectio caesaria, bayi kembar, penyakit kronis/berat pada ibu, ibu dengan diit tertentu, pemberian obatobatan pada ibu menyusui, dan menyusui pada waktu hamil, (Roesli U, 2000).

Page 1 of 2 | Total Record : 16