cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
PENGARUH METODE THAWING DAN LAMA THAWING TERHADAP NILAI pH DAN SUSUT MASAK DAGING BEKU BEBEK HIBRIDA Yudha Apridho Al Ghani; Oktavia Rahayu Puspitarini; Irawati Dinasari Retnaningtyas
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh metode thawing dan lama thawing terhadap nilai pH dan susut masak pada daging beku bebek Hibrida. Materi yang digunakan daging bebek hibrida (peking dan mojosari) bagian paha, aquades, larutan buffer dan air PDAM. Metode percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nested terdiri dari 2 perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor A thawing terdiri atas A1= pada suhu ruangan (25-26°C), A2= pada air mengalir (27-28oC) dan A3= pada air hangat (50°C). Faktor B lama thawing terdiri atas : B1= 20, B2= 40 dan B3= 60 menit. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA (Analysis of Variance), apabila berpengaruh dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian menunjukkan metode thawing berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap nilai pH daging bebek A1= 5,94a, A3= 6,31b dan A2= 6,76c dan lama thawing dalam metode thawing tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai pH A1B1= 5,80, A1B2= 5,90, A1B3 6,13, A2B1= 7,07, A2B2= 6,63, A2B3= 6,57, A3B1= 6,43, A3B2= 6,13, A3B3= 6,37. Metode thawing dan lama thawing berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap nilai susut masak daging bebek dengan rataan nilai susut masak (%) A1= 31a, A2= 33b dan A3= 36c. Rataan susut masak (%) A1B1= sebesar 29a, A1B2= 31b, A1B3= 34cde, A2B1= 33bc, A2B2= 33cd A2B3= 34cde. A3B1= 33cde, A3B2= 35de, A3B3= 41e. Kesimpulan dari penelitian metode thawing berpengaruh terhadap nilai pH dan susut masak. Pada lama thawing dalam metode thawing berpengaruh terhadap susut masak sedangkan lama thawing dalam metode thawing tidak berpengaruh terhadap nilai pH. Metode thawing terbaik dalam menjaga nilai pH dan susut masak adalah metode thawing dengan suhu ruangan (25-26°C) dengan lama waktu 20 menit. Kata kunci : susut masak, nilai pH, daging bebek
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN MINERAL PADA PAKAN TERHADAP PRODUKSI TERNAK RUMINANSIA (ARTICLE REVIEW) Imam Suprayitno; Nurul Humaidah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mineral merupakan bagian dari tubuh  yang me;megang peran,an yang sangat penting dalam Pemeliharaan fungsi tubuh Mineral berperan d;alam  proses fisiologis yaitu pertumbuhan dan pemeliharaan kesehatan Mineral berperan dalam proses fisiologis yaitu pertumbuhan dan pemeliharaan kesehatan Substitusi mineral pada pakan berperan penting pada produksi ternak melalui beberapa mekanisme dengan target pertumbuhan yang berbeda Penelitian Penambahan mineral pada pakan dengan target produksi ternak telah banyak dilakukan dengan hasil yang bervariasi Mineral dalam meningkatkan pertumbuhan/produksi ternak melalui berbagai macam jalur yaitu : Sebagai ko faktor dalam proses metabolisme Karbohidrat, Protein dan Lemak, Sebagai kation sel, pengatur osmotik cairan dan  keseimbangan  asam basa, dan kekebalan tubuh melalui respon imun yaitu berperan dalam perkembangan serta menjaga aktivitas sel imun Kecukupan mineral dari Pakan ternak ruminansia tergantung dari struktur geologi tanah tempat hijauan tersebut ditanam
PENGARUH PENAMBAHAN BERBAGAI LEVEL SUKROSA DAN FRUKTOSA TERHADAP TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT DAN NILAI pH YOGHURT SUSU KAMBING Dicky Ari Pratangga; Sri Susilowati; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan sukrosa dan fruktosa pada berbagai level terhadap total Bakteri Asam Laktat (BAL) dan nilai pH yoghurt susu kambing. Materi yang digunakan susu kambing sebanyak 5 L, starter yoghurt komersil, sukrosa, fruktosa, media MRS agar, aquades, alkohol 95%, spirtus, alumunium foil, tissue dan kapas. Penelitian menggunakanmetode percobaan dan rancangan Nested 8 perlakuan 3 ulangan, A1B0 = sukrosa level 0%, A1B1 = sukrosa level 4%, A1B2 = sukrosa level 6%, A1B3 = sukrosa level 8%, A2B0 = fruktosa level 0%, A2B1 = fruktosa level 4%, A2B2 = fruktosa level 4%, A2B3 = fruktosa level 8% dan diuji lanjut menggunakan uji BNT 5%. Variabel yang diamati total BAL dan nilai pH. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan berbagai jenis gula dan level dalam jenis gula berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap total BAL yoghurt susu kambing dan penambahan level dalam jenis gula berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai pH yoghurt susu kambing. Rata-rata total BAL (CFU/ml) A2B0 = 9x106 ± 0,12a, A1B0 = 1x107 ± 0,08ab, A2B1 = 1,1x107 ± 0,11abc, A2B2 =1,3x107 ± 0,08abcd, A2B3 = 1,5x107 ± 0,12bcd, A1B1 = 1,6x107 ± 0,08cd, A1B2 = 1,6x107 ± 0,06 cd, A1B3 = 2x107 ± 0,12d. Rata-rata nilai pH A1B3 = 4,10 ± 0,08a, A2B3 = 4,17 ± 0,12ab, A1B2 = 4,20 ± 0,08 ab, A1B1 = 4,37 ± 0,09abc, A2B2 = 4,40 ± 0,08bc, A2B1 = 4,50 ± 0,08c, A1B0 = 4,57 ± 0,05c,A2B0 = 4,60 ± 0,16c. Kesimpulan penelitian bahwa Semakin tinggi penambahan level sukrosa dan fruktosa pada yoghurt susu kambing maka meningkatkan total BAL dan menurunkan nilai pH. Penambahan berbagai level sukrosa dan fruktosa pada total Bakteri Asam Laktat (BAL) dan nilai pH yoghurt susu kambing yang optimal pada penambahan sukrosa dengan level 8%. Disarankan untuk menggunakan penambahan sukrosa level 4% dalam pembuatan yoghurt susu kambing karena lebih ekonomis.Kata kunci : Yoghurt kambing, sukrosa, fruktosa, total BAL, nilai pH
PENGARUH PEMBERIAN FEED ADDITIVE TEPUNG BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa) PADA PAKAN TERHADAP PRODUKSI KARKAS BROILER Azwar Bahi; Nurul Humaidah; Inggit kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pemberian feed addative tepung Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa) terhadap produksi karkas broiler meliputi bobot karkas serta presentase lemak abdominal. Materi adalah pakan komersil, tepung Bawang Dayak dan ayam pedaging (broiler) 48 ekor umur 15 – 35 hari (fase finisher). Metode digunakan kali ini adalah,  eksperimen dan menggunakan, Rancangan Acak Lengkap ada empat perlakuan dan tiga ulangan; masing – masing perlakuan, ada empat ekor. Perlakuan adalah P0: pakan basal, tanpa tambahan Bawang Dayak. P1 dengan tambahan Bawang Dayak 1,5% , P2: 2,0% dan P3: 2,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung bawang dayak pada pakan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap karkas dan persentase lemak abdominal. Persentase karkas   P0 = 63,96; P1 = 64,23; P2 = 65,24 dan P3 = 66,97%. Persentase lemak abdominal, P0 = 0,98; P1 = 0,96; P2 = 0,84 dan P3 = 0,76%. Kesimpulan penelitian adalah penambahan campuran tepung bawang dayak 2,5%  dalam pakan Broiler umur 15 – 35 hari  mampu meningkatkan  persentase karkas 66,97% dan menurunkan lemak abdominal 0,76%.Kata kunci : Bawang, Dayak, Feed, Additive , Broiler.
PENGARUH PENGGUNAAN CAMPURAN TEMULAWAK - MULTI ENZIM PADA PAKAN AYAM BROILER TERHADAP BIAYA PAKAN PERKILOGRAM PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN INCOME OVER FEED COST Anugro Bagus Subekti; Badat Muwakhid; Usman Ali
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan campuran "temulawak - multi-enzim" dalam pakan ayam pedaging terhadap biaya pakan per kg PBB dan IOFC. Materi penelitian adalah ayam broiler umur 22 hari. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen untuk mengetahui pengaruh suplemen “temulawak – multi enzim” terhadap biaya pakan per kg PBB hidup dan IOFC., menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan.  Setiap perlakuan diberi campuran  “temulawak – multi enzim”  dengan rasio yang  berbeda sebagai berikut: P0 = pakan komersial 100% , P1 = komersil 1 kg dengan ditambah campuran “temulawak - multi enzim” (20 : 3,5) gram, P2 = komersil 1 kg dengan ditambah campuran “temulawak - multi enzim” (20 : 5) gram, P3 = komersil 1 kg dengan ditambah campuran “temulawak - multi enzim” (20 : 7,5) gram. Variabel yang diamati biaya pakan perkilogram PBB dan (IOFC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan campuran “temulawak-multi enzim” ke dalam pakan berpengaruh sangat nyata terhadap biaya pakan per kg PBB dan berpengaruh nyata terhadap IOFC. Nilai rata-rata biaya pakan per kg pertambahan berat badan (Rp/kg PBB) P0: 15339b, P1: 14775b, P2: 13705a, P3: 13611a, sedangkan pendapatan rata-rata di atas biaya pakan (Rp/ ekor) yaitu P0 : 3991a, P1 : 4360a P2 : 5781b, P3 : 6004b. Kesimpulan dalam penelitian adalah bahwa penggunaan campuran “temulawak - multi enzim” (20:7,5) gram/kg. Hal ini mengurangi biaya pakan per kg PBB Rp. 1728 dan peningkatan  (IOFC) Rp.2013.Kata kunci : temulawak, multi enzim, biaya pakan perkilogram PBB, IOFC, broiler.
PENGARUH PEMBERIAN RAMUAN HERBAL PLUS PADA AIR MINUM TERHADAPPKONSUMSI, PERTAMBAHAN BOBOTTBADAN, KONVERSI PAKAN BROILER PERIODEAFINISHER Mahendra, Achmad Ghofi; Wadjdi, Muhammad Farid; Muwakhid, Badat
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitiannyaini adalah untuk mempelajari adanya pengaruh pemberian ramuan herbal plus pada air minum terhadapOkonsumsi, pertambahan bobotObadan, konversi pakan broiler periodenyafinisher. MateriI yang digunakan dalam penelitian ini adalah broileranperiode finisherberumur 22, adapun yang dimaksud pada Ramuan herbal plus adalah ekstrak herbal seperti kunyit 45 gram, temulawak 45 gram, kencur 40 gram, jahe 40 gram, bawang putih 10 gram, 2 lembar daun sirih (60%) dengan penambahan multienzim (40%). Penelitiannyaini menggunakan metode percobaandanmenggunakan Rancangan Acak LengkapU(RAL) yang terdiri dari 4 perlakuanNdan 4 ulangan. Untuk pemberian perlakuan adalah P0 = 0 ml / literanair minum, P1 = 4 ml / literanair minum, P2 = 6 ml / literRair minum, P3 = 8 ml / literRair minum. Untukavariabel yang diamati adalah konsumsianpakan, pertambahanNbobot badan, dan konversiPpakan. Data yang diperoleh dari hasil penelitianNditabulasi menggunakanNsoftware MicrosoftNExcel. Analisis stastik menggunakan Rancangan Acak LengkapP(RAL). Adapun nilai rataan padaAkonsumsiIpakan yaitu P0 : 2036,19, P1 : 2041,53, P2 : 2047,35, P3 : 2053,47 sedangkan rataan pada pertambahanNbobot badan yaitu P0 : 1165,25, P1 : 1183,50, P2 : 1196,75, P3 : 1214,75 dan rataan untuk konversi pakan yaitu P0: 1,75, P1 : 1,73, P2 : 1,71, P3 : 1,69. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa penambahan ramuan herbal plus 8 ml / liter  (P3) dalam air minum memberikan tidak pengaruh nyata terhadap konsumsi pakan (P>0,05), dan memberikan pengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan (P<0,05), serta memberikan pengaruh nyata juga terhadap konversi pakan (P<0,05).Kata kunci : Ramuan Herbal, Multi Enzim, Performa, Broiler Fase Finisher
KAJIAN ANIMAL WELFARE PELAKSANAAN PEMOTONGAN SAPI DI RUMAH POTONG HEWAN MELALUI EVALUASI PROFIL SEL DARAH PUTIH Fadli, Cahya Ana; Humaidah, Nurul
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemotongan merupakan proses perlakuan terhadap hewan utuk mendapatkan hasil dari hewan tersebut. Proses pemotongan hewan harus memenuhi prinsip animal welfare (kesejahteraan hewan). Pemotongan hewan harus dilakukan dengan baik dari sebelum pemotongan sampai dengan pemotongan dilakukan. Perlakuan yang tidak baik sebelum dan  saat pemotongan berakibat stres pada hewan dan mempengaruhi kualitas daging. Tujuan riset yaitu untuk mengkaji pelaksanaan pemotongan sapi di rumah potong hewan apakah sudah menerapkan prinsip animal welfare melalui profil sel darah putih. Penelitian ini memilih sapi Limosin yang memiliki bobot badan antara 350-450 kg, sebanyak 20 ekor. Metode penelitian adalah survey. Pengamatan yang dilakukan yaitu keadaan fisiologis pada saat sebelum dan setelah penyembelihan. Variabel yang diamati adalah sel darah putih meliputi: Neutrofil, Limfosit, dan Monosit. Perhitungan sel darah putih menggunakan metode Complete Blood Count (CBC). Data dianalisis dengan menggunakan tabel ANOVA dan diuji dengan Uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar neutrofil (%) berbeda sangat nyata (P<0,01) sebelum pemotongan 27,72 ±4,75 dan setelah pemotongan 25,22±8,79. Hasil kadar limfosit (%) berbeda sangat nyata (P<0,01) sebelum pemotongan 40,87±11,51 dan setelah pemotongan 39,28±8,61. Hasil dari kadar monosit (%) berbeda sangat nyata (P<0,01) sebelum pemotongan 4,59±2,37 dan setelah pemotongan 4,03±3,53. Kesimpulan pada riset ini adalah pelaksanaan pemotongan hewan di RPH sudah memenuhi prinsip animal welfare jika dilihat dari profil sel darah putih. Kata kunci: Kesejahteraan Hewan, Sapi, Sel Darah Putih, Rumah Potong Hewan.
PENGARUH PENAMBAHAN Fermented Mother Liquor (FML) DAN MULTIPROBIOTIK DALAM AIR MINUM TERHADAP PERSENTASE KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL AYAM BROILER FASE FINISHER Achmad Akmal Basyar; Dr. Ir. Usman Ali, MP; Sri Susilowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuaan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh FML dan multiprobiotik dalam air minum dan menentukan dosis terbaik untuk persentase karkas dan lemak abdominal pada ayam finishing. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 23 Juli 2022 sampai dengan 21 Agustus 2022 di Desa Sumberejo Kecamatan Batu Kota Batu Jawa Timur. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 80 ekor ayam pedaging Cobb, fermented mother liquor (FML), multiprobiotik, air murni dan pakan ayam. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap salinan berisi 5 ekor ayam. Perlakuan pada penelitian ini adalah P0 = pakan komersial (kontrol), P1 = air minum ditambah FML 200 ml Multiprobiotik 20 ml/l air minum, P2 = air minum ditambah FML 400 ml Multiprobiotik 20 ml/l air minum. P3 = air minum ditambah FML 600 ml Multiprobiotik 20 ml/l air minum. Data diambil dari analysis of variance (ANOVA). Hasilnya menunjukkan bahwa penambahan FML dan multiprobiotik pada air minum berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap persentase karkas dengan hasil rata-rata P0 = 72,35%ª, P1 = 73,31% ab, P2 = 73,61% b, P3 . = 74,03% b dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase lemak abdominal ayam pedaging dengan hasil rata-rata P3 = 1,14 % a, P2 = 1,20% a, P1 = 1,25% ab, P0 = 1,36% b.  Kesimpulan penelitian ini yaitu pemberian FML dalam air minum dengan dosis 2-6 % dan Multiprobiotik 0,2 % dapat meningkatkan persentase karkas dan menurunkan persentase lemak perut pada ayam pedaging. Dosis FML dan multiprobiotik terbaik adalah FML 6 % dan Multiprobiotik 0,2%. Pada ayam pedaging dianjurkan untuk meningkatkan persentase karkas dan mengurangi proporsi lemak abdominal dengan menggunakan FML 6 % dan Multiprobiotik 0,2 % dalam air minum. Sebaiknya diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh FML dan multiprobiotik pada air minum dengan menggunakan nilai ekonomis pakan FML.Kata kunci : Fermented Mother Liquor, multiprobiotik, persentase karkas dan lemak abdominal, ayam pedaging.
PENGARUH PENGGUNAAN ECENG GONDOK (Eichornia crassipes) TERFERMENTASI Aspergillus niger PADA PAKAN LENGKAP TERHADAP KECERNAAN PAKAN DAN INCOME OVER FEED COST PADA KELINCI LOKAL Dwiki Wahyu Darmawan; Umi Kalsum; Usman Ali
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan eceng gondok (Eichornia crassipes) terfermentasi Aspergillus niger dalam pakan lengkap terhadap kecernaan pakan dan income over feed cost pada kelinci lokal. Bahan utama pakan lengkap bahan utama yaitu eceng gondok yang terfermentasi Aspergillus niger, dengan campuran bahan pakan lain. Kelinci lokal sebanyak 24 ekor umur 3 – 4 bulan. Metode Penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri 4 perlakuan dan 3 kelompok, yaitu P0 = Pakan kontrol, P1 = eceng gondok 10%, P2= eceng gondok 20%, P3= eceng gondok 30%. Variabel yang diamati yaitu kecernaan pakan (KcBK) dan Income over feed cost (IOFC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan eceng gondok terfermentasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap KcBK, IOFC berpengaruh sangat nyata (P<0,01). Rata-rata nilai KcBK adalah P0 = 76, 53 (gram), P1 = 78,36 (gram), P2 = 80,22 (gram), P3 = 82,84 (gram), rata – rata nilai IOFC adalah P0 = Rp 930,42, P1 = Rp 1952,45, P2 = Rp 3345,18, P3 = Rp 4803,16. Tingkat penggunaan eceng gondok terfermentasiAspergillus niger dalam pakan lengkap pada kelinci lokal dapat meningkatkan kecernaan pakan serta IOFC. Penggunaan eceng gondok terfermentasi Aspergillus niger menghasilkan nilai kecernaan pakan tertinggi pada level pemberian 30% (mencapai 82, 84%) dan IOFC sebesar Rp.4803,16.Untuk meningkatkan pendapatan peternak dapat menggunakan eceng gondok terfermentasi Aspergillus niger dalam pakan lengkap sebanyak 30%. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk meneliti kandungan residu logam berat dan akibat konsumsi eceng gondok. Kata Kunci : Eceng gondok, Aspergillus niger, Kelinci lokal, Income over feed cost, Kecernaan pakan 
PENGARUH PEMBERIAN MSG DALAM PAKAN TERHADAP PRESENTASE KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL AYAM BROILER PERIODE FINISHER Ryan Azzahra; Sunaryo Sunaryo; Badat Muwakhid
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan MSG (monosodium glutamat) terhadap presentase karkas dan presentase lemak abdominal. Penelitian menggunakan metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdiri 4 perlakuan dan 4 ulangan,Perlakuan meliputi pengunaan MSG sebagai Feed adittif pakan broiler finisher dengan perlakuan P0 = Pakan komersil 100%, P1 = Pakan komersil+ MSG 2 gr/kg pakan , P2 = Pakan komersil+MSG 3 gr/kg pakan dan P3 = Pakan komersil+MSG 4 gr/kg pakan. Hasil penelitianmenunjukan bahwa penggunaan MSG berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap presentase karkas ayam broiler umur 35 hari. Adapun rataan presentase karkas yang diperoleh P0 65,75%a, P1 69,25%b, P2 70,25%b, P3 70,25%c. Sedangkan penggunaan MSG tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap presentase lemak abdominal. Rataan presentase lemak abdominal selama penelitian adalah P0 0,15% P1 0,12% P2 0,14% P3 0,27%. Penelitian disimpulkan bahwa penggunaanfeed adittif MSG dalam pakan meningkatkan produktifitas broiler. Penambahan MSG 4 gr/kg pakan memiliki respon terbaik terhadap kuantitas dan kualitas produksi broiler.Kata kunci :monosodium glutamat, feed adittif,presentase karkas,  presentase lemak abdominal.