cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN CAMPURAN BAKTERI Nitrobacter DAN Lactobacillus fermentum TERENKAPSULASI DALAM PAKAN TERHADAP PERSENTASE KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL PADA BROILER Arfin Angga Saputra; Usman Ali; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan campuran bakteri Nitrobacter dan Lactobacillus fermentum terenkapsulasi dan perlakuan optimal dalam pakan terhadap persentase karkas dan lemak abdominal broiler. Materi yang digunakan yaitu broiler jantan umur 21 hari (finisher) sebanyak 64 ekor berat bobot badan awal 800-900 gram, pakan komersil, isolat Nitrobacter, isolat Lactobacillus fermentum, Maltodextrin10%, ZA1%, Maizena89%, dan media enkapsulasi. Metode yang digunakan adalah percobaan dengan menggunakan (RAL) 4 perlakuan dan 4 ulangan, masing-masing ulangan terdapat 4 broiler. Perlakuan yang diberikan ialah penambahan probiotik campuran Nitrobacter Sp dan Lactobacillus fermentum terenkapsulasi dalam pakan, terdiri dari: P0: Pakan komersil tanpa penambahan perlakuan (kontrol). P1: Pakan komersil dengan penambahan 0,15 % perlakuan. P2: Pakan komersil dengan penambahan 0,30% perlakuan. P3: Pakan komersil dengan penambahan 0,45% perlakuan. Variabel yang diamati yaitu persentase karkas dan lemak abdominal. Data yang didapatkan dalama penelitian ini diolah menggunakan analisis ragam (ANOVA), lalu berlanjut pada tahap uji (BNT). Penelitian ini menunjukkan tingkat penambahan campuran bakteri Nitrobacter dan Lactobacillus fermentum terenkapsulasi dalam pakan memiliki pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap persentase karkas dan persentase lemak abdominal broiler. Rataan persentase karkas yaitu : P0 = 72,84%a, P1 = 73,27%a, P2 = 74,29%b, dan P3 = 74,59%b. Rataan persentase lemak abdominal yaitu : P0 = 1,38%a, P1 = 1,26%a, P2 = 1,13%b, dan P3 = 1,11%bDisimpulkan bahwa engan ditambahnya campuran bakteri Nitrobacter dan Lactobacillus fermentum terenkapsulasi pada pakan mampu meningkatkan persentase karkas dan menurunkan persentase lemak abdominal broiler fase finisher. Penambahan campuran bakteri Nitrobacter dan Lactobacillus fermentum terenkapsulasi pada pakan sebanyak 0,3% lebih optimal. Kata Kunci : Broiler, Nitrobacter, Lactobacillus fermentum, Probiotik, Persentase Karkas, Persentase Lemak Abdominal
PENGARUH PENGGANTIAN PAKAN KOMERSIAL DENGAN CAMPURAN BIJI LAMTORO DAN JAGUNG TERFERMENTASI PLUS BIOENZIM TERHADAP PRODUKSI KARKAS BROILER Ahmad Novianto; dedi Suryanto; Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penggantian pakan komersial dengan campuran biji lamtoro dan jagung terfermentasi yang ditambah bioenzim (LJFB) terhadap produksi karkas broiler. Materi penelitian ini yaitu 64 ekor broiler, pakan komersial (PK), biji lamtoro, jagung, Rhizopus oligosporus, bioenzim. Metode penelitian menerapkan Rancangan Acak Lengkap, terdiri atas 4 perlakuan dan 4 ulangan, dengan setiap satuan percobaan di isi 4 ekor broiler. Perlakuan yang diujikan yaitu P0= 100% PK, P1= 92,5% PK + 7,5% LJFB, P2= 85% PK + 15% LJFB, dan P3= 77,5% PK + 22,5% LJFB. Variabel yang diamati adalah persentase karkas dan lemak abdominal. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penggantian pakan komersial dengan LJFB hingga taraf 22,5% tidak memberikan pengaruh signifikan (P>0,05) terhadap persentase karkas dan juga lemak abdominal. Rataan persentase karkas tertinggi ditemukan pada P0 (56,80%) dan terendah pada P3 (53,84%), sementara persentase lemak abdominal tertinggi tercatat pada P3 (1,29%) dan terendah pada P0 (1,14%). Hasil ini menunjukkan bahwa penggantian pakan komersial dengan LJFB hingga 22,5% tidak memengaruhi kualitas karkas namun cenderung meningkatkan lemak abdominal. Penelitian lebih lanjut dengan proporsi penggantian pakan lebih dari 22,5% direkomendasikan untuk menentukan batas optimal penggunaan LJFB.Kata Kunci: Broiler, Biji Lamtoro, Jagung, Bioenzim, Karkas, Lemak Abdominal.
PEMANFAATAN DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) BAGI UNGGAS (ARTIKEL REVIEW) Dewi Citra Wati; Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun kersen adalah tanaman yang banyak dijumpai di Indonesia. Kersen (Muntingia calabura L.) dengan ciri yaitu daun kecil dan pohonnya hijau. Kersen mempunyai manfaat yang jarang diketahui oleh manusia, salah satunya dapat digunakan untuk pakan ternak. Daun kersen mempunyai zat bioktif yaitu flavonoid, saponin, dan tanin. Flavonoid adalah zat bersifat desinfektan. Saponin berfungsi sebagai antibiotik dan anti iflamasi. Protein dari dalam pori-pori cangkang dapat diikat oleh tanin, mencegah kerusakan protein mikroba pada telur.Terdapat beberapa kandungan nutrisi tepung daun kersen yaitu protein kasar, air, abu, serat kasar, karbohidrat, dan lemak. Tepung daun kersen memiliki protein kasar yang membantu membuat bahan kering dalam pakan ayam pedaging lebih mudah dicerna. Ekstrak daun kersen sebanyak 20% memiliki manfaat untuk menurunkan angka mortalitas embrio pada proses sanitasi telur tetas itik alabio. Rendaman infusa daun kersen pada indeks albumen telur ayam ras, indeks yolk telur, terhadap HU hanya berdampak kecil. Penggunaan tepung daun kersen pada burung puyuh sebagai produksi telur harian dan konsumsi pakan berdampak kecil.Kata Kunci : Daun Kersen, kegunaan, senyawa bioaktif, ternak ungags
PENGARUH PERBEDAAN LAMA PENYIMPANAN SEMEN AYAM JOPER DENGAN PENGENCER NaCl FISIOLOGI DAN AIR KELAPA MUDA PADA SUHU RUANG TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA Moh. Toib; Nurul Humaidah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh perbedaan Lama Penyimpanan Semen dengan Pengencer NaCl Fisiologi dan Air Kelapa Muda Pada Suhu Ruang terhadap Kualitas Spermatozoa Ayam Joper. Materi adalah semen Ayam Joper, NaCl fisiologi, air kelapa muda, Eosin Negrosin. Peralatan yang digunakan yaitu tabung penampung, object glass, gelas ukur, mikroskop,mikropipet, thermometer, alat ukur pH dan tabung reaksi, Metode penelitian Metode Eksperimental dengan Rancangan Pola Tersarang (RPT). Perlakuan adalah Lama penyimpanan dan Jenis Pengencer. Penyimpanan terdiri dari L1=15 Menit, L2=30 Menit, L3=45 Menit dan L4=60 Menit. Jenis pengencer yaitu P1= Air Kelapa Muda P2=NaCl fisiologi. Perlakuan di ulang sebanyak 4 kali.Variabel yang diamti adalah motilitas dan viabilitas spermatozoa Ayam Joper. Data yang diperoleh dianalisa varian (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perbedaan lama penyimpanan dengan berbagai bahan pengencer berpengaruh sagnat nyata (P<0,01) terhadap Motilitas dan Viabilitas semen ayam Joper. Hasil uji BNT 1% didapatkan rataanmotilitas (%) semen Ayam Joper sebagai berikut : P1L4; 42a, P2L4; 53,75b, P1L3;59bc P2L3;67,25cd P1L2;70de P2L2;74,25def P1L1;78,75ef P2L1;82,5f. Sedangkan Rataan Viabilitas (%) adalah sebagai berikut : P1L4;53,75ab P2L4;49a P1L3;63bcd P2L3;59,50abc P1L2;71de P2L2;68,50cde P1L1;78,50eP2L1;e. Kesimpulan adalah Perbedaan lama penyimpanan semen pada suhu ruang berpengaruh terhadap Motilitas dan Viabilitas semen Ayam Joper dan Pengencer Air kelapa muda. Penyimpanan semen pada suhu ruang selama 60 menit masih memberikan hasil yang optimal terhadap motilitas dan viabilitas karena masih memenuhi standart semen untuk IB. Disarankan untuk mempertahankan kualitas semen padas penyimpanan suhu ruang selama 60 menit dengant menggunakan pengencer Air Kelapa.Kata Kunci : ayam joper, pengencer, Air Kelapa muda, kualitas, spermatozoa.
Pengaruh Penambahan Probiotik Enkapsulasi Terhadap Konsumsi Pakan, Produksi Telur dan Efisiensi pakan Pada Burung Puyuh Suroso .; Umi Kalsum; Muhammad Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Peternakan
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik enkapsulasi dalam pakan burungpuyuh terhadap konsumsi pakan, produksi telur,dan efisiensi pakan pada burung puyuh. Materi yang digunakan dalampenelitian ini antara lain: burung puyuh betina umur 90 hari sebanyak 80 ekor, bahan pakan, dan probiotik Lactobacillussalivarius enkapsulasi.. Metode yang digunakan adalah percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiridari 4 kelompok perlakuan dan 4 kali ulangan, tiap kelompok terdiri dari 5 ekor burung puyuh. Perlakuan dalam penelitianini adalah perlakuan A= pakan standar tanpa probiotik, perlakuan B= pakan standar + 3g probiotik, perlakuan C= pakanstandar + 5g probiotik dan D= pakan standar + 7g probiotik. Hasil analisa ragam menunjukkan bahwa penambahanprobiotik enkapsulasi pada pakan tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi pakan (P>0, 05 tetapi berpengaruh sangatnyata terhadap produksi telur dan efisiensi pakan (P<0, 01). Rata-rata nilai konsumsi pakan (gram) adalah A= 567.46g, B=589.46g, C= 592.67g dan D= 574.21g. Rata-rata produksi telur (gram) adalah A=221.14 a , B= 240.00ab C= 278.03b dan D=330.47c. Sedangkan untuk efisiensi pakan adalah A= 38.95a, B= 40.81a, C 47.02a, dan D= 57.76b. Disimpulkan bahwapenambahan 7gram probiotik Lactobacillus salivarius terenkapsulasi per kilogram pakan memberikan pengaruh yangterbaik terhadap produksi telur dan efisiensi pakan pada burung puyuh.
EFEK PENAMBAHAN TEPUNG RUMPUT LAUT PADA BAKSO DAGING AYAM KAMPUNG TERHADAP KEEMPUKAN DAN UJI ORGANOLEPTIK Imas Dzarkasih; Sri Susilowati; Irawati Dinasari Retnaningtyas
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan mengetahui efek penambahan tepung rumput laut dengan presentase terbaik pada keempukan dan uji organoleptik bakso ayam kampung. Materi yang digunakan adalah daging ayam kampung betina yang berumur 8 bulan ( bagian paha),  tepung rumput laut, tepung tapioka, es batu, bawang putih, garam, merica, penyedap, putih telur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan.Variabel yang diamati yaitu keempukan dan uji organoleptik. P0 = tepung tapioka 10%, tanpa tepung rumput laut (kontrol), P1 = tepung tapioka 10% + 5% tepung rumput laut, P2 = tepung tapioka 10% + 10% tepung rumput laut, P3 = tepung tapioka 10% + 15% tepung rumput laut, P4 = tepung tapioka 10% + 20% tepung rumput laut. Variabel yang diamati adalah keempukan dan uji organoleptik (warna,rasa,aroma) yang diperoleh dari analisa uji ANOVA (Analysis of Varians). Apabila hasil analisis ragam menujukkan pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT untuk menentukan perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan analisis ragam penambahan tepung rumput laut  tidak berpengaruh  nyata (P>0,05) terhadap keeempukan dan warna namun berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada rasa dan aroma. Rata-rata nilai keempukan (P0)=2,28, (P1)=2,18, (P2)=3,15, (P3)= 3,13 dan (P4)= 3,15. Rata-rata nilai warna (P0)=2,56, (P1)=2,59,(P2)= 2,62, (P3)=2,63, (P4)=2,63. Berdasarkan rata-rata nilai rasa (P0)=3,39a, (P1)= 3,52b, (P2)= 3,65c, (P3)= 3,83d dan (P4)= 4,18e. Rata-rata nilai aroma (P0)=3,38a, (P1)= 3,51b, (P2)=3,65c, (P3)=3,83d dan (P4)=4,18e. Kesimpulan hasil dari penelitian bahwa efek penambahan tepung rumput laut tidak mempengaruhi hasil uji keempukan dan warna namun mempengaruhi uji organoleptik (rasa, dan aroma) bakso daging ayam kampung. Organoleptik rasa dan aroma tertinggi pada P4 = 4,18e dengan penambahan rumput laut sebanyak 20% memiliki rasa yang sangat gurih, dan nilai tertinggi pada aroma yaitu P4= 3,60e dengan penambahan tepung rumput laut sebanyak 20% memiliki aroma yang sangat harum.kata kunci: Tepung rumput laut, bakso ayam kampung, keempukan, organoleptik.
ANALISIS PEMASARAN SAPI MADURA DI PASAR BENGKAL KABUPATEN SUMENEP Abdul Waris; Sri Susilowati; Irawati Dinasari R
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada tanggal 13 September sampai 26 September 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kelayakan Finansial Usaha Peternakan Sapi Potong di Kecamatan Tujuh Belas Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat. Materi yang dipakai dalam penelitian ini adalah 10  peternak kuesioner responden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survey dengan mengumpulkan data angket (kuesioner) dan wawancara dengan pengambilan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan nilai rata-rata biaya tetap sebesar Rp. 2.418.000, rata-rata biaya variabel sebesar Rp.159.725.900, rata-rata biaya total sebsar Rp.161.761.900, rata-rata analisis penerimaan sebesar Rp.266.630.000, rata rata pendapatan sebesar Rp. 104.888.100, nilai R/C Ratio sebesar 1,64, sedang nilai BEP produksi sebesar 6 ekor dan BEP harga sebesar Rp. 17.971.322 yang artinya bahwa usaha tersebut layak diusahakan dengan minimal beternak sebanyak 6 ekor dengan harga jual Rp.17.971.322 /ekor.Kata kunci:saluran pemasaran Sapi Madura,margin pemasaran,efisiensi pemasaran.
PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN DAUN SENGON (Albizzia falcataria) TERALKALINASI DAN TERFERMENTASI TERHADAP BIAYA PAKAN PERKILOGRAM PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN INCOME OVER FEED COST ITIK PEDAGING PERIODE FINISHER Fajar Bayu Dwi Kurniawan; Umi Kalsum; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan daun sengon teralkalinasi dan terfermentasi terhadap biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan dan income over feed cost (IOFC) itik pedaging fase finisher yang dilaksanakan pada tanggal 28 April sampai 22 Mei 2020 di kandang peternakan Bapak Supriadi Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Materi dalam penelitian adalah itik peking jantan umur 22 hari, konsentrat 511, CP 144, jagung giling, pollard, dan daun sengon teralkalinasi dan terfermentasi Aspergillus niger. Penelitian ini menggunakan metode percobaan, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan, tiap ulangan terdiri dari 5 ekor itik, dengan perlakuan A = 100% ransum tanpa ditambah daun sengon, B = 95% ransum ditambah 5% daun sengon. C = 90% ransum ditambah 10% daun sengon. D = 85% ransum ditambah 15% daun sengon.  Analisis data menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap biaya pakan perkilogram PBB, diperoleh nilai rata – rata A = Rp. 20.435,64b ; B = Rp. 19.862,30ab ; C = Rp. 18.988,67a ; D = Rp. 18.452.08a. Pada nilai IOFC menunjukan pengaruh nyata (P<0,05).  Nilai rata – rata IOFC yaitu A = Rp. 1943,10a ; B = Rp. 2592,52ab ; C = Rp. 3625,81bc ; D = Rp. 4208,57c. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan 5, 10 dan 15% daun sengon teralkalinasi dan terfermentasi Aspergillus niger mampu menurunkan biaya pakan perkilogram PBB dan meningkatkan IOFC. Penggunaan 15% daun sengon teralkalinasi dan terfermentasi Aspergillus niger dalam ransum itik peking fase finisher optimal dalam menghasilkan biaya pakan perkilogram PBB paling rendah sebesar Rp. 18.452,08 dan IOFC paling tinggi sebesar Rp. 4.208,57.
PENGARUH FREKUENSI PENGGUNAAN CAMPURAN BIO URINE DAN ZAT PENGATUR TUMBUH ORGANIK SEBAGAI PUPUK DAUN PADA RUMPUT ODOT (Pennisetum Purpureum CV. Mott) TERHADAP PRODUKSI SEGAR, KANDUNGAN BAHAN ORGANIK DAN PROTEIN KASAR Charis Achmad Jaddul Maulana; Usman Ali; Sumartono sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi segar, nilai kandungan Bahan Organik (BO) dan Protein Kasar (PK) dalam rumput odot. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rumput Odot umur 40 hari, biourine, dan zat pengatur tumbuh. Metode penelitian ini adalah percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial ortogonal 3 x 3, masing-masing diulang sebanyak 3 kali dengan faktor Penyemprotan 1 kali, 2 kali dan 3 kalidan dosis sebesar 5%, 10% dan 15% ditambah kontrol tanpa penyemprotan dan dosis. Data hasil yang diperoleh dianalisis ragam (ANOVA) dua arah jika ada pengaruh nyata dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Dari Hasil analisa ragam menunjukkan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi segar, kandungan Bahan Organik dan Protein Kasar. Nilai rataan produksi segar, BO dan PK masing-masing berkisar (3,29-6,08kg/m2), (74,04%-82,14%), (13,29%-15,67%). Nilai rata-rata kontrol produksi segar, BO dan PK(3,09kg/m2, 69,27%, 13,27%). Disimpulkan bahwa perlakuan Frekuensi penyemprotan dan dosis biourine berpengaruh sangat nyata terhadap rumput odot.Kata kunci : biourine, Zat pengatur tumbuh, Produksi segar, BO, dan PK
ANALISIS KELAYALAN USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER POLA KEMITRAAN INTI PLASMA SELAMA PANDEMI COVID-19 (Studi Kasus Peternakan Ayam Brioler PT. Bintang Terang Tunggal Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang) Ade Erlin Tasari; Badat Muwakhid; Usman Ali
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kelayakan Usaha Peternakan Ayam Broiler Pola Kemitraan Inti Plasma selama Pandemi covid-19. Kegunaan penelitian sebagai bahan pertimbangan masyarakat dalam penentuan kebijakan bagi pengembangan usaha ayam broiler yang akan datang. Metode penelitian Studi Kasus pengumpulan data dilakuka dengan tehnik wawancara dan obervasi lapangan. Variabel penelitia Keuntunga, R/C Ratio dan BEP selama pandemi covid-19 pada periode 1,2 dan 3. Keuntungan periode 1 yaitu sebesar Rp. 4.134.396, periode 2 sebesar Rp. 13.620.593 dan periode 3 sebesar Rp. 4.871.807. Nilai R/C ratio usaha peternakan ayam broiler dalam tiga periode produksi, periode 1 sebesar 1,05 periode 2 sebesar 1,19 dan periode 3 sebesar 1,06. BEP dalam tiga periode produksi, periode 1 BEP produksi sebanyak 4.313 kg, dengan BEP harga sebesar Rp. 18.436/kg, periode 2 BEP produksi sebanyak 3.753 kg, BEP harga sebesar Rp. 17.244/kg dan periode 3 BEP produksi sebanyak 3.969 kg dengan BEP harga sebesar Rp. 18.300/kg. Peternakan Ayam broiler pola kemitraan inti plasma selama pandemi covid-19 di Desa Mulyoagung, efisien dan menguntungkan dikembangkan. Kesimpulan penelitian peternak tetap harus melakukan pemeliharaan ayam broiler karena terbukti usaha peternakan ayam broiler menguntungkan pada saat pandemi covid-19 meski pada awal pandemi covid-19 terjadi penurunan keuntungan namun tidak menyebabkan kerugiaan bagi peternak.Kata Kunci : Biaya Produksi, Nilai Produksi, Keuntungan, R/C Ratio dan BEP