cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
PENGARUH LAMA PERENDAMAN DAN KONSENTRASI LARUTAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP JUMLAH MIKROBA, WHC, DAN SUSUT MASAK PADA DAGING BROILER Nika Dona Junia Arjes; Inggit Kentjonowaty; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 1 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh lama perendaman dan konsentrasi larutan jeruk nipis terhadap jumlah mikroba, WHC, dan susut masak pada daging broiler. Materi yang digunakan adalah daging broiler umur 35 hari, buah jeruk nipis berdiameter 4-6 cm. Metode yang digunakan eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial, faktor pertama yaitu lama perendaman (10 menit, 20 menit, dan 30 menit). Faktor kedua konsentrasi larutan jeruk nipis (10%, 15%, dan 20%). Hasil penelitian menunjukkan lama perendaman dan konsentrasi larutan jeruk nipis berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap jumlah mikroba, nilai WHC, dan susut masak, dilanjutkan dengan uji BNT. Interaksi antara lama perendaman dan konsentrasi larutan jeruk nipis tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap jumlah mikroba. Interaksi lama perendaman dan konsentrasi larutan jeruk nipis berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai WHC. Sedangkan pada susut masak diketahui adanya interaksi antara lama perendaman dan konsentrasi larutan jeruk nipis berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap susut masak. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu lama perendaman 30 menit dan konsentrasi larutan jeruk nipis 20% menyebabkan penurunan jumlah mikroba terbaik, sedangkan nilai WHC dan susut masak terbaik pada perlakuan lama perendaman 10menit dan 10% konsentrasi larutan jeruk nipis. Disarankan menggunakan lama perendaman 10menit dan konsentrasi larutan jeruk nipis 10%.Kata Kunci : Perendaman, Konsentrasi, Larutan jeruk nipis, daging ayam broiler
TINGKAT KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN PADA BERBAGAI BANGSA KAMBING DAN DOMBA (Article Review) Firman Dwi Arisandi; Nurul Humaidah; Sumartono Sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat kesuksesan Inseminasi Buatan (IB) pada ruminansia kecil yakni kambing dan domba, relatif rendah. Hal ini diduga terkait dengan anatomi dari alat reproduksi yang kecil dan bentuknya berbelok ke bawah yang menyulitkan gun dalam mencapai lokasi deposisi semen. Tujuan article review ini adalah untuk mengevaluasi keberhasilan IB kambing dan domba yang dikaitkan dengan persentase keberhasilan IB, betina akseptor IB, metode IB, semen beku, sinkronisasi birahi, waktu pelaksanaan IB, dan manajemen reproduksi IB. Telaah review diperoleh hasil sebagai berikut:  Keberhasilan IB pada ruminansia kecil secara intra uterine 78,9% dan intracervix 47,6%. Pelaksanaan IB harus memperhatikan kesehatan betina akseptor, siklus birahi normal , berumur minimal 10 bulan dengan  bobot badan mencapai 14-17kg, Skor Kondisi Tubuh (SKT) minimal 3. Jumlah spermatozoa motil pada semen beku 150 juta. Thawing dilakukan pada suhu 37°C selama 15-30 detik. Sinkronisasi birahi dengan PGF2α 0,25 ml atau hormon progesteron (spons progestagen/MAP) dengan diiringi hormon gonadotropin. Waktu pelaksanaan IB adalah 14-23 jam setelah estrus atau 56-61 jam setelah pencabutan spons. Manajemen Reproduksi IB yang harus diperhatikan adalah usia pubertas, usia kawin, pemilihan betina yang produktif dengan baiknya siklus reproduksi, ketepatan dosis dalam sinkronisasi hormonal, dilanjutkan dengan ketepatan deteksi estrus, pakan yang digunakan serta penanganan kesehatan jika terdapat gangguan reproduksi. Kata kunci : IB, keberhasilan, kambing, domba
PENGARUH PENAMBAHAN GULA CAIR TERHADAP pH DAN TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) KEFIR SUSU KAMBING Bagus Singgih Putra Pratama Dhana; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan gula cair terhadap pH dan total bakteri asam laktat (BAL). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 27 September 2020 – 18 Januari 2021. Materi utama dalam penelitian ini adalah susu kambing PE 5 liter, gula cair 500 ml, grain kefir 3%, de Man Rogosa Sharpe agar (MRS agar). Alat yang digunakan pH meter stik, colony counter, autoclave, tabung reaksi, tabung erlenmeyer, cawan petri. Metode yang digunakan yakni eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan perlakuan gula cair P0= 0%, P1=5%, P2=10%, P3=15%. Parameter yang diamati adalah nilai pH dan total BAL. Analisis data menggunakan Anova, dilanjutkan dengan uji BNT. Berdasarkan hasil analisis ragam, penambahan gula cair berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH kefir susu kambing dengan nilai rata rata P0= 3,0a, P1=3,2b, P2=3,3c, P3=3,5d sedangkan hasil analisis total BAL tidak berpengaruh nyata (P>0,05) dengan hasil rata rata total BAL (CFU/ml) P0=3x108, P1=1,3x108, P2=4,6x107, P3=3,4x107. Kesimpulan yakni penambahan gula cair pada kefir susu kambing dapat menaikkan nilai pH akan tetapi tidak berpengaruh terhadap total BAL. Penambahan gula cair 15% dalam pembuatan kefir susu kambing menghasilkan nilai pH 3,5 dan total BAL 3,4x107CFU/ml dan masih tergolong dalam kategori SNI serta dimungkinkan menambah cita rasa pada produk tersebut. Diperlukan penelitian lanjutan mengenai uji organoleptik, uji keasaman tetitrasi dan jumlah total khamir yang terkandung.Kata kunci : Kefir susu kambing, pH, Bakteri asam laktat (BAL), grain kefir, gula. 
TUDI KASUS KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN INDUK SAPI PFH DENGAN RIWAYAT ABORTUS KARENA PENYAKIT MULUT DAN KUKU Fauzi, Muhammad Rifki; Humaidah, Nurul; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa keberhasilan inseminasi buatan (IB) induk sapi PFH dengan riwayat abortus karena penyakit mulut dan kuku (PMK). Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data dari hasil survey keberhasilan IB induk sapi PFH dengan riwayat abortus karena PMK sebanyak 30 ekor. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Kriteria sampel berupa induk sapi PFH yang sembuh dari PMK, pernah bunting dan kemudian abortus karena PMK. Metode penelitian adalah metode studi kasus. Data yang diperoleh diuji dengan Uji t berpasangan yaitu membandingkan keberhasilan IB induk sapi PFH sebelum dan sesudah PMK dengan riwayat abortus. Variabel yang diamati terdiri dari Service per Conception (S/C) dan Conception Rate (CR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai S/C dan CR  Sapi PFH sebelum PMK berbeda sangat nyata ( P > 0.01) dengan setelah PMK. Rata-rata nilai S/C setelah PMK yaitu 1.53 lebih tinggi daripada sebelum PMK yaitu 1.07. Nilai Rataan CR setelah PMK lebih rendah yaitu 60% dari sebelum PMK yaitu 93%. Kesimpulan penelitian ini yaitu efisiensi reproduksi sapi perah PFH dengan riwayat abortus karena PMK berbeda dengan sebelum PMK. Nilai SC dan CR lebih bagus sebelum PMK dibandingkan setelah PMK. Saran dari penelitian ini adalah bahwa peternak sebaiknya lebih memperhatikan manajemen pemeliharaan ternak khususnya pada tata laksana reproduksi yang meliputi kondisi kesehatan reproduksi ternak setelah abortus dan pencegahannyaKata kunci: ib, abortus, pmk, s/c, cr.
UJI KECERNAAN BAHAN KERING DAN KECERNAAN BAHAN ORGANIK SECARA IN VIVO PENGGUNAAN LIMBAH ORGANIK RUMAH MAKAN DALAM PAKAN PADA AYAM JOPER Achmad Chabibuz Zamzami; Usman Ali; M Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis nilai kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik secara in vivo penggunaan limbah organik rumah makan dalam pakan pada ayam joper. Materi yang digunakan meliputi pakan konsentrat,pakan komersial, dedak halus, jagung giling, tepung limbah organik rumah makan, ayam joper. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ada 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakana meliputi P0=  Pakan komersial yang digunakan sebagai kontrol, P1= Penggunaan 35% jagung, 25% dedak halus, 40% Konsentrat. P1= Penggunaan 35% jagung, 25% dedak halus, 40% Konsentrat. P2= Penggunaan 35% jagung, 25% dedak halus, 32% Konsentrat, 8% LORM, P3= Penggunaan 35% jagung, 25% dedak halus, 24% Konsentrat, 16% LORM, P4= Penggunaan 35% jagung, 25% dedak halus, 16% Konsentrat, 24% LORM. Variabel yang diamati kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik pada ayam joper. Hasil penelitian menunjukkan hasil penggunaan limbah organik rumah makan berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik pada ayam joper dengan nilai rerata (KcBK) P0=76,26% P1= 75,46% P2=75,17 P3=75,04 P4=74,90. Nilai Rerata (KcBO) P0=73,35 P1=75,14 P2=72,79 P3=72,49 P4=72,82. Disimpulkan bahwa penggunaan limbah organik rumah makan dalam pakan tidak mempengaruhi kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik sehingga dapat digunakan sampai 24% sebagai pengganti konsentratKata kunci : Kecernaan Bahani Kering (KcBK), Kecernaan Bahani Organik (KcBO), Ayam Joper, Limbah Organik Rumah Makan (LORM)
PENGARUH PENAMBAHAN SARI KACANG HIJAU (Vigna radiata) TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN DAN pH KEFIR SUSU SAPI Ridha Rizkiani Ainun Nishak; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan sari kacang hijau (Vigna radiata) terhadap kandungan protein dan pH kefir susu sapi. Materi yang digunakan dalam penelitian meliputi 1.800 ml susu sapi, 81 ml sari kacang hijau, 5% bibit kefir, larutan buffer. Metode penelitian menggunakan eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 kali ulangan. Perlakuan penelitian adalah penambahan sari kacang hijau, P0= tanpa penambahan sari kacang hijau, P1= 3%, P2= 6%, P3= 9%. Parameter yang diamati kandungan protein dan pH. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan sari kacang hijau (Vigna radiata) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan protein kefir dan tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap pH. Rata-rata kandungan protein (%) P0= 3,187a, P1= 3,367ab, P2= 3,420ab, P3= 3,653b. Rata-rata nilai pH P0= 4,133, P1= 4,033, P2= 4,067, P3= 4,167. Kesimpulan penelitian penambahan sari kacang hijau (Vigna radiata) meningkatkan kandungan protein tetapi tidak mempengaruhi nilai pH kefir susu sapi. Penambahan sari kacang hijau (Vigna radiata) 9% menghasilkan kefir susu sapi terbaik dengan kadar protein 3,65% dan nilai pH 4,17. Perlu penelitian lanjutan untuk menganalisis uji organoleptik dan total BAL terhadap kefir susu sapi dengan penambahan sari kacang hijau (Vigna radiata). Katakunci : Kefir, Vigna radiata, Protein, pH
PENGARUH PENAMBAHAN CAMPURAN NITROBACTER DAN LACTOBACILUS FERMENTUM TERENKAPSULASI DALAM PAKAN TERHADAP INCOME OVER FEED COST DAN NILAI EKONOMIS PAKAN BROILER A. Saifulloh Affandi; Umi Kalsum; Usman Ali
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Lactobacilus Fermentum dan Nitrobacter sebagai tambahan campuran pakan broiler terhadap nilai ekonomis dan Income Over Feed Cost. 64 ekor ayam pedaging jantan digunakan dalam penelitian ini yang dipelihara selama 14 hari. Pendekatan eksperimental melibatkan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan empat kali ulangan. Analisis dilakukan menggunakan ANOVA dan Uji Beda Nyata (BNT) untuk mengevaluasi penelitian. Perlakuan penelitian terdiri dari penambahan Lactobacillus fermentum dan Nitrobacter yang dienkapsulasi ke dalam pakan sebagai berikut P0 = Pakan yang tidak mendapat tambahan campuran Nitrobacter dan Lactobacillus fermentum yang dienkapsulasi, P1= 0,15% Lactobacillus fermentum dan Nitrobacter yang dienkapsulasi ditambahkan ke pakan, P2 = 0,30% Lactobacillus fermentum dan Nitrobacter yang dienkapsulasi ditambahkan ke pakan. P3 = 0,45% Lactobacillus fermentum dan Nitrobacter yang dienkapsulasi ditambahkan ke pakan. Pada hasil penelitian menyatakan bahwa Lactobacillus fermentum dan Nitrobacter yang ditambahkan dan dienkapsulasi berpengaruh secara signifikan (P<0,05), terhadap IOFC, dengan rata – rata sebagai berikut: P0= 10300,00 (Rp/ekor) P1= 10569,13, (Rp/ekor) P2= 11187,60, (Rp/ekor) P3= 11809,00 (Rp/ekor), sedangkan pada nilai ekonomis berpengaruh secara signifikan (P<0,05) terhadap penambahan Lactobacillus fermentum dan Nitrobacter yang dienkapsulasi ke pakan, dengan rataan sebagai berikut: P0= 16737,15 (Rp/ekor) P1= 16617,65 (Rp/ekor) P2= 16380,86 (Rp/ekor) P3= 15820,94 (Rp/ekor). Kesimpulan penelitian ini yaitu bahwa menambahkan Lactobacillus fermentum dan Nitrobacter yang dicampurkan dan dienkapsulasikan pada pakan dengan laju hingga 0,45% dapat meningkatkan IOFC sebesar Rp. 11.809,00 /ekor dengan biaya pakan mencapai Rp.15. 820,94 /ekor menjadi lebih murah. Kata Kunci : Nilai Ekonomis, Nitrobacter, Lactobacillus fermentum, Income Over Feed Cost. 
HUBUNGAN ANTARA KEBERHASlLAN INSEMlNASI BUATAN (IB) BERDASARKAN SERVICE PER CONCEPTION (S/C) DENGAN DAYS OPEN DAN KASUS MASTITIS PADA SAPI PERAH DI PETERNAKAN RAKYAT Megi Saputra; Dedi Suryanto; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat keberhasilan inseminasi buatan (AI) dengan Ser.vice,p.er,conc.eption (S/C) deng.an day.s ope.n da.n kejadian mastitis pada sapi perah. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2022 hingga 18 Agustus 2022 bertempat di Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo. Materi yang digunakan yaitu data 21 sapi perah. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling yaitu sapi dengan SC ≥3. Metode penelitian adalah studi kasus. Variabel penelitian adalah Uji statistik dalam pengolahan data penelitian untuk menentukan koefisien korelasi (r), koefisien determinasi (R2) dan menentukan persamaan regresi sederhana sebagai persamaan estimasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai r (koefisien korelasi) = 0,902. Nilai ini menampakan interaksi yg erat antara S/C & DO. Nilai R (koefisien determinasi) = 81,5% artinya bahwa Nilai SC tinggi dan berakibat lamanya DO. Faktor peternak dan inseminator memegang peranan sebanyak 81,5%. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 69,5 + 21,125X.  Persamaan regresi ini menunjukkan bahwa dengan meningkatnya nilai satuan S/C maka diikuti dengan nilai DO sebanyak 69,5 hari. Keberhasilan IB berdasarkan S/C tidak ada hubungan (P>0,05) dengan kejadian mastitis. Terjadinya mastitis karena SOP pemerahan yang kurang baik dan kontaminasi kandang. Kesimpulannya adalah ada hubungan yang sangat kuat antara SC dan DO dan tidak ada hubungan antara SC dan mastitisKata kunci : hubungan, IB, SC, mastitis, DO
EFEKTIVITAS TEAT DIPPING HERBAL SEBAGAI PENCEGAHAN MASTITIS SUB KLINIS ArtIcle Review Sri Wahyuni; Inggit Kentjonowaty; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teat dipping merupakan tindakan preventif celup puting setelah pemerahan untuk pencegahan mastitis subklinis”.”Antiseptik yang seringdigunakan adalah larutan iodine”. “Penggunaan tanaman herbal sebagai larutan antiseptik teat dipping sudah banyak dilakukan”. “Contoh tanaman herbal unuk teat dipping adalah Daun Kersen”, Daun Sirih Merah , Biji dan Kulit Anggur Hitam, Daun Babandotan dan Daun Kemangi. Penggunaan tanaman herbal sebagai anteseptik mempunyai beberapa mekanisme antiseptik berbeda tergantung bahan fitokimianya. Hasil artikel review menunjukkan bahwa Teat dipping menggunakan tanaman herbal daun karsen, sirih, ekstrak biji dan kulit anggur hitam, ekstrak daun babadotan dan jus daun kemangi dapat membantu menurunkan skor mastitis subklinis. Antiseptikherbaltidakmenimbulkanresistensi karena meminimalisir zat kimia yang masuk ke puting.Tanaman herbal yang digunakan sebagai antiseptik mengandung zat bioaktiv fitokimia seperti : Alkaloid, Flavonoid, Saponin, Tripernoid, Steroid dan Tannin.”Sifat antiseptik Zat-zat fitokimia tersebut yaitu dapat merusak dinding sel bakteri melalui denaturasi protein atau melarutkan lemak penyusun dinding sel bakteri, “menganggu permeabilitas membran sel sehingga aktivitas metabolisme sel bakteri terganggu, penghambatan Aktivitas enzim protease pada transpot selubung sel bakteri dan menghambat replikasi DNA pada sintesis asam nukleat”Kata kunci :mastitis,subklinis, Teat, dipping,herbal
PERSEPSI MASYARAKAT YANG TERDAMPAK POLUSI PETERNAKAN BROILER DI DESA SUMBERSUKO KECAMATAN DAMPIT KABUPATEN MALANG Hani Putri Shiningia; Sri Susiolowati; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana persepsi masyarakat yang terdampak polusi keberadaan peternakan broiler di Desa Sumbersuko Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 20 Februari 2023 - 20 Maret 2023 di Desa Sumbersuko, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah data dari 59 orang responden untuk mewakili jumlah masyarakat, yang dilakukan secara purposive sampling. Metode Penelitian ini dilakukan dalam bentuk studi kasus dengan analisis data yang bersifat deskriptif kualitatif, variabel yang diamati bau, pencemaran, limbah. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan masyarakat yang terdampak polusi peternakan broiler  Desa Sumbersuko Kecamatan Dampit Kabupaten Malang dengan prosentase bau mendapatkan sangat terganggu (ST) 0,00%, terganggu (T) 11,86%, cukup terganggu (CT) 42,37%, tidak terganggu (TT) 40,68%, sangat tidak terganggu 5,08% pada kategori tersebut cukup terganggu dengan adanya bau. Untuk pencemaran mendapat prosentase sangat terganggu (ST) 0,00%, terganggu (T) 1,69%, cukup terganggu (CT) 0,00%, tidak terganggu (TT) 83,05%, sangat tidak terganggu (STT) 15,25% pada kategori tersebut tidak terganggu dengan adanya pecemaran. Prosentase limbah sangat terganggu (ST) 0,00%, terganggu (T) 5,08%, cukup terganggu (CT) 8,47%, tidak terganggu (TT) 84,75%, sangat tidak terganggu 1,69% pada kategori tersebut tidak terganggu dengan adanya limbah.Kata kunci :.Broiler, Bau, Pencemaran Air, Limbah