cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
PENGARUH DOSIS PEMBERIAN ASAP CAIR ( LIQUID SMOKE ) DAN LAMA SIMPAN TERHADAP JUMLAH BAKTERI DAN pH DAGING AYAM Didik Julianto; Irawati Dinasari; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Peternakan
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Dosis Pemberian Asap Cair (LiquidSmoke) Dan Lama Simpan Terhadap Jumlah Bakteri Dan pH Daging Ayam yang meliputi lamasimpan terhadap jumlah total bakteri dan pH daging ayam. Materi yang digunakan daging ayam umur4 minggu dan asap cair. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial dengan4x4 perlakuan dan 2x ulangan yang terdiri dari: 4% selama 8 jam, 8% selama 16 jam, 12% selama 24jam dengan 16 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis asap cair berpengaruh nyata (P<0,05) serta interaksi berpengaruh nyata (P <0,05) terhadap total bakteri daging ayam, dengan hasilrata-rata penyimpanan pada suhu ruangan yaitu: (4%) 3,771, (8%) 3,806, (12%) 3,653. Hasil analisapengaruh dosis asap cair dan lama simpan pada daging ayam terhadap total bakteri daging ayamberpengaruh nyata (P <0,05). Rata-rata jumlah bakteri yang terbesar sampai yang terkecil pada dosisasap cair dan lama simpan daging ayam adalah: (A1)3,771(5,9x105 CFU/g),(A2)3,806(6,4x 105 CFU/g),(A3)3,653(4,5x105 CFU/g) dan pengaruh dosis asap cair terhadap peningkatan pH padadaging ayam berpengaruh nyata (P <0,05) dengan rincian hasil (A1) 6,425,(A2) 6,735,(A3) 6,995.Sedangkan untuk lama simpan pada dosis asap cair pada daging ayam menunjukkan bahwa suhuruangan juga memberikan pengaruh terhadap lama simpan daging ayam berpengaruh sangat nyata (P< 0,05). Disimpulkan perendaman daging ayam dengan konsentrasi asap cair dan lama simpan asapcair berpengaruh terhadap jumlah total bakteri dan pH daging ayam, Asap cair dapat digunakansampai pada konsentrasi 8% memberikan hasil terbaik untuk jumlah total bakteri dan pH dagingayam.
PENGARUH LAMA FERMENTASI RUMPUT RAJA (Pennnisetum purpureophoides) DENGAN FERMENTOR SAUS BURGER PAKAN TERHADAP KUALITAS RUMPUT Muzayyin Ilmana; Nurul Humaidah; Umi Kalsum
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan bahan pakan untuk meningkatkan kualitas pakan salah satunya dengan fermentasi. Lama fermentasi mempengaruhi kualitas pakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama fermentasi rumput raja (Pennisetum purpureophoides) dengan fermentor saus burger pakan terhadap kualitas rumput. Materi yang digunakan  hijauan king grass, bran gandum, tetes tebu, mineral Premix, saus burger pakan, air. Metode adalah eksperimen. Rancangan adalah Rancangan Acak Lengkap. Terdapat 3 Perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan adalah lama fermentasi yaitu P5 = 5 hari, P10 = 10 hari, P15 = 15 hari. Variabel yang diamati yaitu kualitas   rumput berupa warna, aroma/bau, tekstur, jamur dan pH. Penilaian warna pakan dilakukan dengan memberikan nilai  warna yaitu hijau kekuningan = 3, kekuningan = 2, coklat = 1. Penilaian aroma/bau dengan memberikan nilai  sebagai berikut : Bau khas fermentasi =3, asam= 2, sedikit asam = 1. Penilaian tekstur pakan dengan nilai  sebagai berikut : tekstur lembut = 3, tekstur sedikit lembut = 2, tekstur kasar = 1. Penilaian jamur pakan sebagai berikut :  tidak ada = 3, jamur tepung = 2, ada mengumpal = 1. Pengukuran pH dilakukan dengan menggunakan kertas lakmus. Analisis data menggunakan kuantitatif dan dijelaskan secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan lama penyimpanan tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap aroma, jamur dan pH, tetapi berpengaruh (P<0,05) terhadap warna dan tekstur. Kesimpulan lama fermentasi rumput raja (Pennisetum purpureophoides) dengan fermentaor saus burger pakan mempunyai pengaruh terhadp kualitas   rumput. Lama penyimpanan terbaik adalah 5 hari. kata kunci: rumput raja; saus burger pakan; fermentasi; kualitas ; waktu penyimpanan.
PENGARUH TINGKAT PENAMBAHAN CAMPURAN ”BIO-ENZYME TEMULAWAK” TERHADAP KECERNAAN PROTEIN DAN PROTEIN EFISIENSI RASIO BROILER Sheva Trilawangga; Badat Muwakhid; Umi Kalsum
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian·bertujuan·untuk menganalisis pengaruh tingkat penambahan campuran bio enzyme-temulawak terhadap kecernaan protein dan protein efisiensi rasio broiler fase finisher. Materi penelitian adalah bio enzyme, temulawak, pakan komersial dan broiler fase finisher. Metode penelitian adalah eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Ada 4 perlakuan dan 4 ulanganan. Pakan perlakuan yang diberikan adalah 1 kg pakan komersial + 20g temulawak dengan penambahan bio enzyme P1 = 3,5g bio enzyme, P2 = 5g bio enzyme, P3 = 7,5g bio enzyme. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa tingkat penambahan campuran bio enzyme-temulawak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan protein.dan sangat nyata (P<0,01) terhadap protein efisiensi rasio broiler fase finisher. Rata-rata kecernaan protein (%) P0 = 82,16ᵃ, P1 = 83,77ᵇ, P2 = 84,95ᵇᶜ, P3 = 85,81ᶜ dan rata-rata protein efisiensi rasio P0 = 2,46ᵃ, P1 = 2,69ᵃ, P2 = 3,02ᵇ, P3 = 3,12ᵇ. Kesimpulan dari penelitian adalah penambahan campuran bio enzyme-temulawak dalam pakan broiler fase finisher dapat meningkatkan kecernaan protein dan protein efisiensi rasio. Dosis terbaik untuk penambahan campuran bio enzim-temulawak dalam pakan broiler adalah 5g bio enzyme dan 20g temulawak dalam 1 kg pakan komersial.Kata kunci : bio enzyme, temulawak, kecernaan protein, protein efisiensi rasio, broiler 
STATUS FISIOLOGIS DAN PROFIL ERITROSIT KAMBING INDUK PE DAN F1 BoerPE STUDI KASUS UNTUK PERBAIKAN POLA MANAJEMEN KAMBING CROSS BREEDING Ananda Octa Lutfia; Inggit Kentjonowaty; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa perbandingan dan perbedaan nilai eritrosit, denyut jantung dan pernapasan induk Kambing PE dangenerasi F1 crossbreeding Kambing Boer jantan. Materi yang digunakan adalah Kambing induk PE dan Kambing F1 BoerPE. Studi Kasus untuk Perbaikan  Pola Manajemen Kambing Cross Breeding, kambing PE yang berumur 4 tahun  bisa dikatakan sebagai induk dan Kambing berumur 14 bulan dari bangsa F1 BoerPE. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus dengan data deskriptif. Sampel yang  memiliki kerteria yaitu kambing yang memiliki hubungan kekerabatan langsung antara lain  induk Kambing PE dengan generasi F1 BoerPE yang. Nilai eritrosit merupakan variabell yang di amati dalam penelitia, denyut jantung dan frekuensi pernapasan. Tabel Uji t merupakan analisis data yang  tidak berpasangan. Hasil dari Uji t diperoleh bahwa nilai Eritrosit Induk PE adalah 1,286 106/Mm3 dan generasi F1 Boer PE nya adalah 1,188 106/Mm3 menyatakan Induk PE (P>0,05) tidak berbeda nyata terhadapp generasi F1 BoerPE, nilai denyut jantung induk PE 70,96 kali/menit dan nilai pada generasi F1 BoerPE 60,32 kali/menit (P<0,05) menyatakan bahwa berbeda nyata dan frekuensi pernapasan memiliki nilai pada induk PE yaitu 51,46 kali/menit dan pada generasi F1 BoerPE adalah 55,96 kali/menit ini (P>0,05) menunjukkan tidak berbeda nyata. Kesimpulan penelitian ini berkesimpulan bahwa Nilai Eritrosit dan frekuensi pernapasan pada kambing induk dan anak menunjukkan nilai yang relatif sama sedangkan  nilai denyut jantung keduanya menunjukkan nilai yaitu berbeda nyata.
STUDI TINGKAT KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN (IB) DITINJAU DARI INDUK BREED MURNI DAN PERSILANGANNNYA PADA SAPI POTONG DI KABUPATEN PROBOLINGGO Moh. Zainul Arifin; Nurul Humaidah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 1 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) ditinjau dari induk breed murni dan persilangannya pada sapi potong di Kabupaten Probolinggo. Materi yang digunakan adalah 40 ekor sapi potong induk breed murni dan persilangannya. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pengambilan sampel secara purposive sampling yaitu induk dengan breed murni dari bangsa Limousin dan PO sedangkan Sapi persilangan dari Limpo dan Pegon, pernah beranak minimal satu kali, status birahi baik. Analisa data dengan menggunakan uji Chi-Square. Variabel yang diamati adalah Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR),Non Return Rate (NRR), dan Body Condition Score (BCS). Hasil analisis uji Chi-Square terhadap S/C, CR, dan NRR pada Sapi Limousin dengan Limpo dan PO dengan Pegon menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0,05). Rataan nilai S/C Sapi Limousin, Limpo, PO dan Pegon adalah 1,67; 2,0; 1,25; dan 1,67. Rataan nilai CR Sapi Limousin, Limpo, PO dan Pegon adalah 60%, 50%, 80%, dan60%. Nilai NRR Sapi Limousin, Limpo, PO dan Pegon adalah 70%, 70%, 90%, dan 70%. Rataan BCS pada Sapi Limousin, Limpo, PO dan Pegon adalah 3,63; 3,18; 3,13; dan 3,08. Kesimpulan penelitian bahwa tingkat keberhasilan IB induk breed murni dan persilangannya pada sapi potong di Kabupaten Probolinggo tidak berbeda nyata.Kata kunci : Keberhasilan IB, Sapi potong, breed murni, persilangan
PENGARUH TINGKAT PENGGUNAAN DEBU SAWIT TERFERMENTASI ASPERGILLUS NIGER DALAM COMPLETE FEED TERHADAP KECERNAAN PAKAN PADA DOMBA LOKAL JANTAN Muamar Sahroni; Farid Wadjdi; Umi Kalsum
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui pengaruh pemberian debu sawit tefermentasi Aspergillus niger terhadap kecernaan bahan kering, kecernaan pada domba lokal, Mengetahui level yang optimal dalam pemberian debu sawit tefermentasi Aspergillus niger terhadap kecernaan pada domba lokal Metode yang digunakan adalah metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, tiap unit percobaan terdiri dari 2 ekor domba. Perlakuan yang diberikan adalah P0 = Pakan Komplit tanpa debu sawit, P1 = 90% ransum ditambah 10% debu sawit, P2 = 85% ransum ditambah 15% debu sawit, P3 = 80% ransum ditambah 20% debu sawit. Kelompok bobot badan domba lokal yang digunakan adalah K1 = 16 – 19 kg, K2 = 20 – 22 kg, K3 =23 – 25 kg. Variabel yang diamati adalah kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Analisis data yang digunakan analisis of variance (ANOVA) satu arah, dilanjutkan dengan uji BNT pada variabel yang signifikan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan debu sawit terfermentasi Aspergillus niger terhadap kecernaan bahan kering berpengaruh nyata (P<0,05), sedangkan kecernaan bahan organik berpengaruh sangat nyata (P<0,01). Adapun nilai rata– rata pada perlakuan bahan kering yaitu P0 66,02%a ; P1 67,37%a, ; P2 68,12%b ; P3 69,49%b. Adapun nilai rata – rata pada perlakuan bahan organik yaitu P0 66,52%a ; P1 69,08%b ; P2 69,75%bc ; P3 71,26%c.Sedangkan pada kelompok bahan organik nilai rata – rata yaitu K1 68,23%a,; K2 69,27%b,; K3 69,96%c. Kesimpulan dari penggunaan debu sawit terfermentasi Aspergillus niger dalam pakan komplit dapat meningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik. Pada P3 dengan menggunakan debu sawit terhermentasi aspergillus niger 20% berpengaruh nyata, pada penggunaan debu sawit terfermentasi Aspergillus niger.Kata Kunci : Debu sawit, Aspergillus niger, nilai ekonomis, kualitas pakan.
PENGARUH PENAMBAHAN FERMENTED MOTHER LIQUOR DAN BIOENZIM PADA PAKAN BURUNG PUYUH JANTAN TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN FEED CONVERTION RATIO Moh Adrian Yusuf; Farid Wadjdi; Irawati Dinasari R
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan Fermented Mother Liquor dan bioenzim pada pakan burung puyuh terhadap pertambahan bobot badan dan FCR pada ternak puyuh. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu FML, bioenzim, pakan puyuh, puyuh jantan. Metode yang dipakai yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ada 4 perlakuan dan 4 ulangan, Perlakuan yang digunakan adalah P0 = Pakan yang tidak menggunakan FML dan Bioenzim, P1 = Penambahan 3% FML dan Bioenzim sebanyak 1 gram/Kg pakan, P2 = Penambahan 3% FML dan Bioenzim sebanyak 2 gram/Kg pakan, P3 = Penambahan 3% FML dan Bioenzim sebanyak 3 gram/Kg pakan. Variabel yang diamati pertambahan bobot badan dan Feed Convertion Ratio puyuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fermented Mother Liquor dan bioenzim berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pertambahan bobot badan dan Feed Convertion Ratio pada puyuh jantan dengan nilai rataan (PBB) P0=39,50a g/ekor, P1= 43,33b g/ekor, P2= 43,63b g/ekor, P3= 44,95b g/ekor. Nilai rataan (FCR) P0= 6,74b, P1= 6,38ab, P2= 6,32a, P3=6,26a. Disimpulkan bahwa penambahan Fermented Mother Liquor dan bioenzim pada pakan puyuh dapat meningkatkan pertambahan bobot badan dan menurunkan Feed Convertion Ratio puyuh. Disarankan penambahan Fermented Mother Liquor sebesar 3% dan bioenzim 3 gram/kg pakan selama 14 hari, dapat digunakan sebagai upaya meningkatkan PBB dan menurunkan nilai FCR secara efisien dan efektif.Kata kunci : fermented mother liquor, bioenzim, feed convertion ratio, pertambahan bobot badan, puyuh jantan.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN DAGING KALKUN (Meleagris gallopavo) DENGAN BERBAGAI BAHAN PENGEMAS DI SUHU REFRIGERATOR TERHADAP NILAI pH DAN TOTAL BAKTERI Purwa Nugraha Rizal F.; Irawati Dinasari; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama penyimpanan daging kalkun (Meleagris gallopavo) dengan berbagai bahan pengemas di suhu refrigerator terhadap nilai pH dan total bakteri. Materi yang digunakan adalah daging kalkun dan berbagai bahan pengemas. Penelitian percobaanmenggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola tersarang (nested) 2 faktor dan 3 ulangan, Faktor 1 (jenis pengemas) : TP (tanpa pengemas), PP (plastik polypropylene), dan PA (alumunium foil), faktor 2 (lama simpan) : L1 (1 hari), L2 (2 hari), dan L3 (3 hari). Variabel yang diamati adalah total bakteri dan nilai pH. Data yang diperoleh dianalisis ragam dan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan lama penyimpanan dagingkalkun pada suhu refrigerator dengan berbagai bahan pengemas berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap total bakteri dan nilai pH. Rerataan perlakuan lama simpan dalam berbagai kemasan terhadap Total Bakteri yaitu PA.L1= 9,6 x 105 cfu/g (a) hingga TP.L3= 6,4 x 106 cfu/g (c) sedangkan rerataan perlakuan lama simpan dalam berbagai kemasan terhadap Nilai pH yaitu PA.L1= 5,90 (c)hingga TP.L3= 5,50 (a). Kesimpulan penelitian bahwa kedua bahan pengemas ini (plastic polypropylene dan alumunium foil) dapat digunakan sebagai bahan pengemas di suhu refrigerator dengan waktu lama simpan sampai 3 hari untuk mempertahankan kualitas daging kalkun.Katakunci: daging kalkun, bahan pengemas, lama simpan, total bakteri, nilai pH
HUBUNGAN KUALITAS ESTRUS BERDASARKAN PROFIL SITOLOGI SWAB VAGINA DAN GEJALA ESTRUS TERHADAP KEBERHASILAN IB INTRACERVICAL KAMBING PERANAKAN ETAWA Dede Saputra; Sumartono Sumartono; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kualitas estrus berdasarkan gambaran sitologi swab vagina dan gejala estrus terhadap keberhasilan IB intracervical Kambing Peranakan Etawa. Materi penelitian yaitu 15 ekor Kambing PE betina dewasa, umur 2-3 tahun, sudah beranak 2-3 kali, Bobot badan antara 30-40 kg. Kambing disinkronisasi dengan PGF2a 0.5 ml/ekor. Metode penelitian ekperimental. Data dianalisa dengan analisa ragam (ANOVA). Perlakuan percobaan yaitu P0= Kawin Alam, P1= IB pertama, P2= IB ketiga. Pengambilan data dimulai ketika kambing betina diam diendus jantan (0 jam). Pengamatan dibatasi hingga 72 jam. Variabel pengamatan gejala estrus : warna vulva, sifat lendir (skor 1, 2, 3), pengukuran celah vulva (cm) dan suhu vagina (0C). Pelaksanaan swab vagina: indentifikasi jenis sel epitel vagina dan presentase gambaran sel epitel dominan serta Non Return Rate (NRR). Data pengukuran gejala estrus secara deskriptif dan grafik. Identifikasi jenis sel epitel menggunakan mikroskop digital (pembesaran 40x) disajikan secara deskriptif. Hasil analisis ragam gejala estrus: warna vulva, sifat lendir, perubahan celah vulva, suhu vagina, identifikasi jenis sel epitel vagina saat estrus tidak berbeda nyata (P>0.05) pada ternak kawin alam atau IB. Hasil rataan dan grafik gejala estrus: perubahan celah vulva dan suhu vagina nilai tertinggi pada 12-24 jam dari awal estrus. Hasil rataan presentase jenis sel epitel vagina ditemukan sel dominan pada 12 jam dari awal estrus adalah Parabasal dan pada 24 jam dari awal estrus adalah Intermediet. Hasil nilai NRR tertinggi pada ternak kawin alam dengan NRR 80%. Kesimpulan kualitas estrus tidak berbeda ternak kawin alam atau IB.Kata Kunci : Kualitas Estrus, Kambing PE, IB, Kawin Alam, NRR
PENGARUH PENAMBAHAN JENIS MADU DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI PADA YOGHURT TERHADAP NILAI pH DAN TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT Khusnul Fatimah; Dedi Suryanto; Irawati Dinasari Retnaningtyas
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset berikut dilaksanakan di Laboratorium Universitas Islam Malang. Riset dijalankan mulai 26 Februari hingga 10 April 2024. Riset berikut tujuannya guna menganalisa pengaruh penambahan jenis madu dengan berbagai konsentrasi pada yoghurt terhadap nilai pH dan total bakteri asam laktat. Materi yang dipakai ialah susu sebanyak 5.250 ml, starter kerja Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus 3%, madu klanceng 225 ml dan madu randu 225 ml, aquades, MRS (Man Rogosa and Sharpe) agar, buffer 4 dan 7, alkohol 70% dan alumunium foil. Metode yang dipakai ialah eksperimen melalui pemakaian RAL (Rancangan Acak Lengkap) pola tersarang (nested) 2 x 4. Faktor utama yakni jenis madu (MK: madu klanceng dan MR: madu randu) dan konsentrasi (P0: 0%; P1: 5%; P2: 10% dan P3: 15%) sebagai faktor tersarang. Hasil riset memaparkan bahwasanya berdasarkan analisis ragam penambahan jenis madu dengan berbagai konsentrasi pada yoghurt berdampak sangat nyata (P<0,01) pada nilai pH dan total bakteri asam laktat. Adapun rata-rata nilai pH yaitu kontrol= 4,510, MKP1= 4,470, MKP2= 4,310, MKP3= 4,150, MRP1= 4,400, MRP2= 4,180 dan MRP3= 4,130. Bobot rerata total bakteri asam laktat yaitu kontrol= 7,949 CFU/ml, MKP1= 8,578 CFU/ml, MKP2= 9,142 CFU/ml, MKP3= 9,468 CFU/ml, MRP1= 9,394 CFU/ml, MRP2= 9,702 CFU/ml dan  MRP3= 9,783 CFU/ml. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bahwa penambahan jenis madu dengan berbagai konsentrasi pada yoghurt berdampak pada nilai pH dan total bakteri asam laktat. Pada perlakuan MRP3 menghasilkan kualitas terbaik dengan nilai pH 4,130 dan total bakteri asam laktat 9,783 CFU/ml. Disarankan pembuatan yoghurt dengan penambahan madu randu menggunakan konsentrasi 15% untuk meningkatkan kualitas yoghurt. Kata Kunci : susu, yoghurt, madu klanceng, madu randu, nilai pH dan total bakteri asam laktat