cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
ANALISIS JUMLAH POPULASI AYAM TERHADAP KELAYAKAN USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PETELUR (Gallus sp) (Artikel Riview) Ina Dwi Istiqomah; Irawati Dinasari Retnaningtyas
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi kelayakan merupakan analisis untuk menentukan layak atau tidak layak suatu rencana usaha yang mencakup aspek SDM, pemasaran, operasi, keuangan, lingkungan dan yuridis. Tingkat pendidikan, jenis kelamin, umur, pengalaman beternak dan skala usaha merupakan faktor yang mempengaruhi kegiatan usaha peternakan ayam petelur. Obat – obatan, pakan, jumlah tenaga kerja serta bibit merupakan hal yang berpengaruh terhadap produksi ayam ras (layer). Faktor dari pendapatan peternakan ayam ras (layer) antara lain : tenaga kerja, modal, harga jual dan jumlah produksi. Analisis finansial diperlukan untuk mengetahui biaya dan penerimaan peternak dengan memperkirakan usaha yang sedang dijalankan untung atau rugi, yang terdiri dari : R / C ( Revenue Cost Ratio ), B / C ( Benefi Cost Ratio ), BEP ( Break Event Point ) yang terdiri dari BEP Harga dan BEP produksi. Untuk populasi 990 sampai 65.500 ekor ayam ras petelur sudah mendapatkan keuntungan artinya sudah layak untuk dijalankan dan dikembangkan hal ini sudah dibuktikan melalui analisis finalsial yang terdiri dari analisis R / C ( Revenue Cost Ratio ), B /  C (Benefi Cost Ratio )serta BEP ( Break Event Point ). Biaya variabel sangat berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan yang diperoleh peternak. Guna mencapai BEP, peternak menjual produknya (telur) di atas harga BEP, semakin besar biaya produksi maka semakin banyak produk yang harus dijual, dan begitupun sebaliknya. 
PENGARUH PEMBERIAN JAMU PROBIOTIK HERBAL TERHADAP KONSUMSI PAKAN, PBB DAN FCR PADA AYAM PEDAGING FASE FINISHER Muhammad Yunus; M. Farid Wadjdi; Umi Kalsum
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh pemberian jamu probiotik herbal terhadap Konsumsi pakan, Pertambahan bobot badan dan kenversi pakan pada Broiler. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan metode pemberian dosis (p0=0;p1=2,5; p2= 5;p3= 7,5ml/liter) air minum. Bahan yang digunakan Broiler jantan berjumlah 48 ekor, jamu probiotik herbal dengan bahan Lactobacillus salivarius dan empon-empon. Hasil penelitian menunjukan perbedaan pengaruh nyata pada setiap perlakuan (P<0,05). Terhadap Konsumsi pakan Broiler selama penelitian (gram/ekor) yaitu : P0 = 2,07 kg/ekor P1 = 2,05 kg/eker P2 = 2,04 kg/ekor dan P3 = 1,99 kg/ekor. Pertambahan bobot badan kg/ekor : P0 = 452, P1= 475, P2 = 485 dan P3 = 505. Konversi pakan selama penelitian yaitu : P0 = 1,84, P1 = 1,73, P2 = 1,68, P3 = 1,58. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pemberian jamu probiotik herbal dengan dosis 7,5 ml / liter dalam air minum serta memberikan pengaruhyang terbaik pada konsumsi pakan, pertambahan bobot badan broiler dan konversi pakan pada ayam pedaging fase finisher. Katakunci : Probiotik, Lactobacillus salivarius, jamu Empon empon, Broiler, konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan.
ENGARUH PERENDAMAN TELUR PUYUH KONSUMSI DALAM BERBAGAI KONSENTRASI LIQUID SMOKE DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP pH DAN TOTAL BAKTERI Iqbal Wahid Muzadi; Inggit Kentjonowaty; Oktavita Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perendaman telur puyuh konsumsi pada berbagai konsentrasi liquid smoke dan lama penyimpanan terhadap nilai pH dan total bakteri. Materi yang digunakan adalah telur puyuh umur 1 hari 48 butir (10-12 g), liquid smoke, aquades. Metode percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 perlakuan 4 ulangan. Faktor (A) Konsentrasi (%) meliputi K0=0, K1=10, K2=15, K3=20. Faktor (B) Penyimpanan (hari) meliputi P1=14, P2=24, P3=34. Variabel yang diamati pH kuning, putih dan total bakteri. Data yang diperoleh dianalisis ragam ANOVA, jika berpengaruh maka diuji BNT. Hasil analisis ragam konsentrasi liquid smoke, lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P<0,01), interaksi kedunaya berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH kuning. Nilai rataan pH kuning pada konsentrasi K0=6,98b , K1=6,32a , K2=6,39a , K3=6,48ab, pada penyimpanan P1=6,24a , P2=6,42a , P3=6,98b , pada interaksi K0P1=6,50b , K0P2=6,68b , K0P3=7,78c , K1P1=5,95a , K1P2=6,28ab, K1P3=6,73b , K2P1=6,13ab, K2P2=6,35ab, K2P3=6,70b , K3P1=6,38b , K3P2=6,38b , K3p3=6,70b . Hasil analisis ragam konsentrasi liquid smoke, lama penyimpanan, dan interaksi keduanya berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH putih. Nilai rataan pH putih pada konsentrasi K0=8,02b , K1=7,58a , K2=7,53a , K3=7,58a , pada penyimpanan P1=7,29a , P2=7,39a , P3=8,35b , pada interaksi K0P1=7,63b , K0P2=7,45ab, K0P3=8,98d , K1P1=7,35ab, K1P2=7,25ab , K1P3=8,15c , K2P1=7,13a , K2P2=7,30ab, K2P3=8,15c , K3P1=7,08a , K3P2=7,55b , K3P3=8,13c . Hasil analisis ragam konsentrasi liquid smoke, lama penyimpanan, dan interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap total bakteri. Kesimpulan penelitian ini konsentrasi 15% dapat mempertahankan pH kuning, putih telur puyuh serta menekan pertumbuhan bakteri hingga 34 hari penyimpanan. Saran penelitian ini perlu dilakukan penelitian lanjut mengenai penelitian susut bobot telur, rongga udara dan cemaran bakteri pathogen seperti E. coli, Salmonella sp. Kata kunci : Telur puyuh, Liquid smoke, pH kuning, pH putih, total bakter
STUDI POTENSI FITOBIOTIK Vernonia amygdalina DAN PROBIOTIK Lactobacillus fermentum SEBAGAI PENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella sp Totok Dwi Ambodo; Umi Kalsum; Badat Muwakhid
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya hambat pertumbuhan Salmonella sp pada penggunaan fitobiotik Vernonia amygdalina dan probiotik Lactobacillus fermentum. Materi yang digunakan isolat Salmonella sp, ekstrak Vernonia amygdalina dan Lactobacillus fermentum. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan dan 4 ulangan.Vernonia amydalina (F1K1) 40%, (F2K2) 50%, (F3K3) 60% dan Lactobacillus fermentum P1K1 25 µL, P2K2 50 µL, P3K3 75 µL. Variabel yang diamati daya hambat pertumbuhan Salmonella sp dan nilai pH. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penggunaan fitobiotik Vernonia amygdalina menunjukkan pengaruh sangat nyata (p>0,01) terhadap daya hambat pertumbuhanSalmonella sp. Rataan daya hambat (%) F1K1= 28.33, F2K2= 29.72, F3K3= 32.36. Rataan pada probiotik Lactobacillus fermentum (%) P1K1= 37.08, P2K2= 42.63, P3K3= 43.75 dan kontrol P0+ = 60,83, P0- = 0. Rataan nilai pH fitobiotik Vernonia amydalina F1K1= 7,6 , F2k2= 7,5 , F3K3= 7,4. Lactobacillus fermentum P1K1= 6,2 , P2K2= 6,1 P3k3= 5,3 dan Kontrol positif P0+ = 7,4,kontrol negative P0- = 7,7. Kesimpulan fitobiotik Vernonia amygdalina mampu menghambat pertumbuhan Salmonella sp hingga 32% dan probiotik Lactobacillus fermentum mampu menghambat pertumbuhan Salmonella sp hingga 44%.Kata kunci : Vernonia amygdalina , L. fermentum, daya hambat pertumbuhan ,Salmonella sp, dannilai pH.
EFEK PENGGUNAAN LIMBAH ORGANIK RUMAH MAKAN DALAM PAKAN TERHADAP PROTEIN EFISIENSI RASIO DAN INCOME OVER FEED COST AYAM JOPER Masdian Ahmad Fadzil; Usman Ali; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kecernaan bahan organik dalam pakan ayam pedaging dipengaruhi oleh jumlah penambahan tepung yang dicampur dengan lamtoro dan biji singkong yang difermentasi oleh Rhizopus oligosporus (LGF). Pakan komersial, ubi kayu, Rhizopus oligosporus, biji lamtoro, dan broiler finishers adalah bahannya. Dengan menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 kelompok, kami melakukan percobaan. P0 = 100% pakan komersial; P1 = 10% pakan komersial; P2 = 20% pakan komersial; P3 = 30% pakan komersial. Dua faktor dipelajari: kecernaan bahan organik dan nilai pakan. Analisis varian kemudian akan dilakukan pada data yang terkumpul. Kecernaan bahan organik dan nilai ekonomi pakan pada ayam broiler sama-sama dipengaruhi oleh hasil penelitian ini (P0,01), namun pada kelompok bobot badan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,05). P0 = 59,54 % b, P1 = 43,27 % a, P2 = 52 % 03 % a, dan P3 = 51,56 % an merupakan rata-rata kecernaan berbagai bentuk bahan organik. P0 = Rp. 16.911,76b, P1 = Rp15.541,47a, P2 = Rp14.357,23a, dan P3 = Rp. 14.277,02a hampir sama dalam hal rata-rata nilai ekonomi pakan. Menurut hasil, P3 adalah yang paling hemat biaya ketika 30% tepung LGF ditambahkan ke dalam campuran untuk mengurangi pencernaan bahan organik. Kata kunci: biji lamatoro, gaplek, kecernaan bahan organik, nilai ekonomis pakan
POTENSI PENGEMBANGAN PRODUKTIVITAS SAPI BALI DI WILAYAH NUSA TENGGARA TIMUR (NTT) Article Review Ahmad Yunus; Sri Susilowati; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan dilakukan penelitian ini untuk menganalisis potensi pengembangan produktivitas Sapi Bali di Nusa Tenggara Timur. Metode yang dapat digunakan yakni article review/ literature. Selama 2 tahun berturut-turut sapi potong di NTT mengalami penurunan karena kurangnya lahan agar bisa dijadikan tempat untuk menggembala semua ternak sapi karena faktor pendukung yang paling penting adalah tempat untuk memelihara ternak sapi. Bahan yang digunakan menjadi sumber daya karena sebagai penentu keberhasilan hijauan pakan ternak dan bisa mendapatkan mutu yang sangat bagus apabila dijadikan pakan. Berdasarkan dari hasil penelitian Artikel review disimpulkan bahwa Untuk pengembangan produktivitas sapi Bali di  Nusa Tenggara Timur, NTT harus menjunjung kualitas dari pakan itu sendiri agar bisa menambah konsentrat, dengan cara menanam rumput secara mandiri serta bisa melakukan penanaman pada lahan yang gosong karena banyak lahan yang sudah beralih fungsi. Tidak hanya menanam rumput lapang melainkan juga leguminosa agar kebutuhan pakan bisa terpenuhi untuk ternak sapi.Kata kunci : Pengembangan, produktivitas, sapi Bali
PENGARUH PENAMBAHAN SUSU SKIM TERHADAP KADAR LEMAK DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK PADA KEFIR Mahmuda, Yuwanda Lailatul; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Kentjonowaty, Inggit
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan susu skim terhadap kadar lemak dan kualitas organoleptic pada kefir. Materi pada penelitian ini adalah 4 liter susu sapi segar, 80 gram susus kim bubuk, dan 120 ml grain kefir. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu P0 = tanpa penambahan susu skim, P1 = penambahan susu skim sebanyak 3%, P2 = penambahan susu skim sebanyak 6%, P3 = penambahan susu skim sebanyak 9%. Variabel pengamatan adalah kadar lemak dan kualitas organoleptik. Data penelitian dianalisis dengan ANOVA (Analysis Of Variance) dan dilanjut dengan Uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan susuk kim tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar lemak dan berpengaruh nyata (P<0,05) pada kualitas organoleptik kefir (rasa, dan tingkat kesukaan), namun berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada tekstur. Adapun nilai rata-rata kadar lemak setiap perlakuan yaitu P0 :22,22%, P1 :22,18%, P2 :22,75%, P3 :22,13%. Sedangkan nilai modus rasa perlakuan yaitu P0 : 3ᵃ, P1 : 3ᵃ, P2 : 3ᵃ, P3 : 4ᵇ. Nilai rata-rata tekstur setiap perlakuan yaitu P0 : 3ᵃ, P1 : 3ᵃ, P2 : 3ᵃ, P3 : 4ᵇ. Nilai rata-rata tingkat kesukaan perlakuan yaitu P0 : 2ᵃ, P1 : 3ᵇ, P2 : 3ᵇ, P3 : 4ᶜ. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan susu skim pada kefir tidak mempengaruhi kadar lemak tetapi mempengaruhi kualitas organoleptik (rasa, tekstur, dan tingkat kesukaan) kefir. Kualitas organoleptik (rasa, tekstur, dan tingkat kesukaan) kefir optimal dengan adanya penambahan 9% susu skim yang diinkubasi selama 24 jam pada suhu 30°C, yaitu kefir memiliki rasa asam, tekstur kental dan tingkat kesukaan panelis dalam taraf suka.Kata Kunci: kefir, susu skim bubuk, kadar lemak, kualitas organoleptik
ANALISIS USAHA PETERNAKAN SAPI POTONG PADA KELOMPOK PETERNAK KUCUR MANDIRI DI DESA KUCUR KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG Kusuma Anggara Abdullah; Irawati Dinasari; Umi Kalsum
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 01 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa usaha peternakan sapi potong pada kelompok peternak kucur mandiri di Desa Kucur kecamatan Dau Kabupaten Malang. Materi penelitian ini merupakan data responden tentang pengeluaran dan keuntungan dari usaha peternakan sapi potong yang diambil datanya selama 1 tahun (Januari-Desember 2021) dan kuesioner dari 18 peternak. Metode dalam penelitian ini adalah metode survei yang dilakukan pada populasi besar dan kecil, untuk skala dibagi dua bagian, yaitu ada 2-3 ekor dan 4-5 ekor. Variabel yang diamati yaitu biaya total, penerimaan, keuntungan, Break Even Point dan Benefit Cost Ratio, data penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian pada skala kepemilikan didapatkan rata-rata total biaya produksi berjumlah Rp.38.780.688 dan pada skala kepemilikan 2-3 ekor dan skala kepemilikan 4-5 ekor dengan rata-rata berjumlah Rp.64.798.777. Rata-rata penerimaan pada skala kepemilikan 2-3 berjumlah Rp.44.833.333 dan pada skala kepemilikan 4-5 ekor rata-rata berjumlah Rp.85.000.000. Keuntungan pada skala kepemilikan 2-3 ekor rata-rata berjumlah Rp.5.114.778 dan pada skala kepemilikan 4-5 ekor rata-rata berjumlah Rp.20.183.222, BEP produksi pada skala kepemilikan 2-3 ekor berada diangka 2.1 dan pada skala kepemilikan 4-5 ekor berada diangka 4, sedangkan BEP harga pada skala 2-3 ekor rata-rata Rp.18.249.892 dan pada skala 4-5 ekor rata-rata Rp.16.199.694, untuk perhitungan BCR pada skala 2-3 ekor berada diangka 0<1 dan skala 4-5 ekor berada diangka 0<3 sehingga dapat disimpulkan bahwa usaha ternak sapi potong tersebut tidak efisien dan tidak layak untuk dikembangkan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa usaha yang dilaksanakan tersebut secara komersial tidak menguntungkan dan tidak layak untuk dilanjutkan secara ekonomi. Peternak melakukan pemeliharaan sapi sebagai sampingan dengan tujuan tabungan saja sehingga apabila sewaktu-waktu ada kebutuhan keluarga maka ternak tersebut bisa dijual atau disembelih.Kata Kunci : Usaha sapi potong, total biaya, BEP, BCR 
PERFORMA PRODUKSI AYAM BROILER PADA POSISI DAN KETINGGIAN CAGE YANG BERBEDA DALAM KANDANG CLOSED HOUSE Doni Ambar Putra; Sunaryo Sunaryo; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji performa produksi ayam broiler yang ditempatkan pada posisi cage dan letak ketinggian cage yang berbeda pada kandang closed house. Pengambilan data ini dilaksanakan pada bulan Mei 2022 - Juni 2022 di Peternakan Anang Endrajaya yang terletak di Desa Boro, Kec. Selorejo, Kab. Blitar, Jawa Timur. Materi yang digunakan adalah kandang closed house sistem cage dan ayam broiler. Metode penelitian. eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola tersarang yang terdiri dua faktor yaitu ketinggian rak (deck) yang tersarang dalam faktor utama yaitu posisi cage yang terdiri dari 4 ulangan. Faktor utama terdiri dari P1: posisi cage depan, P2: tengah dan P3: belakang, sedangkan faktor tersarang terdiri dari ketinggian T1, T2, T3 dan T4. Data dianalisis dengan analisi ragam dua arah Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi cage tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan (P1: 2202,06 g/ekor; P2:2201,57 g/ekor; P3:2200,75 g/ekor), pertambahan bobot badan (P1: 1482,08 g/ekor; P2: 1481,89 g/ekor; P3: 1481,57 g/ekor) dan FCR (P1:1,445; P2: 1,444; P3: 1,445). Ketinggian cage berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi pakan (T1:2213,13d g/ekor; T2: 2204, 93c g/ekor; T3: 2195,76b g/ekor; T4: 2191,90a g/ekor), pertambahan bobot badan (T1: 1487,00d g/ekor: T2: 1482,58c g/ekor; T3:1479,70b g/ekor; T4 :1478,08a g/ekor) dan FCR (T1: 1,45 d; T2:1,45 c; T3:1,44 b; T4:1,44 a). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu posisi cage pada letak kandang tidak memberikan dampak negatif terhadap konsumsi pakan, PBB dan FCR, sedangkan semakin tinggi letak ketinggian cage, semakin baik performa dilihat dari konsumsi pakan, PBB dan FCRKata kunci : posisi dan ketinggian cage deck
PENGARUH ANTISEPTIK HERBAL BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia L. Merr) SEBAGAI TEAT DIPPING TERHADAP JUMLAH MIKROBA DAN pH SUSU KAMBING SAANEN Vina Anisa Rokhim; Nurul Humaidah; Sri Sulistyowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh antiseptik herbal bawang dayak sebagai teat dipping terhadap jumlah mikroba dan pH susu Kambing Saanen. Materi yang digunakan  12 ekor Kambing Saanen umur 3, 4 dan 5 tahun, antiseptik kimia (Iodium 5%), Bawang Dayak, aquades, Plate Count Agar (PCA), larutan buffer pH 4 dan 9. Metode penelitian menggunakan metode percobaan, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Ada 4 perlakuan dan 3 kelompok. Perlakuan adalah P0 = Teat dipping antiseptik kimia (Iodium 5%), P = Teat dipping antiseptik herbal bawang dayak konsentrasi 10%, P2= konsentrasi 20%, P3= konsentrasi 30%. Variabel yang diamati meliputi total bakteri dan pH. Data yang telah diperoleh dianalisis ragam (ANOVA). apabila hasilnya menunjukkan pengaruh nyata atau sangat nyata pada perlakuan, maka dilanjutkan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa antiseptik herbal Bawang Dayak sebagai teat dipping pada hari ke-7 berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap jumlah mikroba. Rata- rata total bakteri (CFU/ml) berturut- turut adalah adalah P0=1,3 × 1010, P1= 2,5 × 1010, P2=1,3 × 1011, P3= 5,5 × 1010. Pada hari ke-14 berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah mikroba. Rata- rata total bakteri (CFU/ml) berturut- turut adalah P0=8,3 × 108, P1=1,5 × 109, P2=1,6 × 108, P3=3,4× 107.  Antiseptik herbal bawang dayak sebagai teat dipping hari ke-7 dan hari ke-14 tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pH susu Kambing Saanen dengan rata- rata nilai pH pada hari ke-7 diperoleh rataan nilai pH sebesar P0=6,4, P1=6,4, P2=6,4, P3=6,7, Pada hari ke-14 diperoleh rataan sebesar P0=6,7, P1=6,5, P2=6,4, P3=6,7.Kata Kunci: bawang dayak, susu kambing saanen, teat dipping, total bakteri, pH