cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN SUSU PASTEURISASI DENGAN BERBAGAI BAHAN PENGEMAS DI SUHU REFRIGERATOR TERHADAP TOTAL BAKTERI, NILAI pH DAN BERAT JENIS Handika Deni Hermawan; Inggit Kentjonowaty; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama penyimpanan susu pasteurisasi dengan berbagai bahan pengemas di suhu refrigerator terhadap total bakteri, nilai pH dan berat jenis. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu sapi 7 liter, gula 7,5% (b/v), aquades, alumunium foil, Nutrient Agar (NA), alkohol, botol plastik hight density polypropylene, botol plastik polyethylene terephthalate jenis Pir dan Almond dengan masing-masing kemasan berukuran 250 ml. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola tersarang (nested) dengan 2 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor A = jenis kemasan yang terdiri dari A1 = Botol plastik PET Pir, A2 = Botol plastik PET Almond dan A3 = Botol plastik HDPE. Sedangkan faktor B = lama penyimpanan yang terdiri dari L1 = lama simpan 1 hari, L7 = lama simpan 7 hari dan L14 = lama simpan 14 hari. Data yang diperoleh dianalisis ragam (Anova) dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan lama penyimpanan susu pasteurisasi pada suhu refrigerator dengan berbagai bahan pengemas berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap  total bakteri dan nilai pH, akan tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai berat jenis. Selanjutnya nilai rata-rata total bakteri pada A1L1= 1,6x104 CFU/ml, A1L7= 4x104 CFU/ml, A1L14= 3,8x105 CFU/ml, rerata total bakteri pada A2L1= 2,3x104 CFU/ml, A2L7= 4,3x104 CFU/ml, A2L14= 5,06x105 CFU/ml, rerata total bakteri pada A3L1= 1,3x104 CFU/ml, A3L7= 3,3x104 CFU/ml, A3L14= 2,86x105 CFU/ml, rerata nilai pH pada A1L1= ,67, A1L7=6,57, A1L14=6,57, rerata nilai pH pada A2L1=6,63, A2L7=6,53, A2L14=6,50, rerata pada A3L1=6,70, A3L7=6,57, A3L14=6,60. Rerata nilai berat jenis pada A1L1= 1,0530g/ml, A1L7 = 1,0529g/ml, A1L14= 1,0517g/ml, rerata pada A2L1= 1,0531g/ml, A2L7= 1,0522g/ml, A2L14= 1,0512g/ml, rerata pada A3L1= 1,0518g/ml, A3L7= 1,0522g/ml, A3L14= 1,0527g/ml. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pengemas botol plastik HDPE dan botol plastik PET Pir lebih baik jika dibandingkan dengan botol plastik PET Almond sebagai bahan pengemas susu pasteurisasi disimpan di suhu refrigerator. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh lama penyimpanan susu pasteurisasi dengan berbagai bahan pengemas di suhu refrigerator terhadap kandungan nutrien susu pasteurisasi.
PENGARUH PERENDAMAN DAGING AYAM KAMPUNG DENGAN CAMPURAN SARI DAUN DAN BIJI PEPAYA TERHADAP KEEMPUKAN, TOTAL BAKTERI DAN NILAI pH Nabilla Putri A; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perendaman campuran sari daun dan biji pepaya terhadap keempukan, total bakteri dan nilai pH pada daging ayam kampung. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging ayam kampung jantan bermur 18 bulan, dengan berat 880 gram serta daun dan biji pepaya 480 gram. Penelitian ini mengunakan metode percobaan dengan Rancanggan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan penelitian ini adalah sebagai berikut: P0 = tanpa perendaman (kontrol), P1 = perendaman dengan konsentrasi 15%, P2 = perendaman dengan konsentrasi 20%, P3 = Perendaman dengan konsentrasi 25%. Variable yang diamati dalam penelitian ini mencakup keempukan, total bakteri dan nilai pH. Data penelitian dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA). Jika hasil ANOVA menunjukkan pengaruh , dilanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman dengan berbagai konsentrasi campuran sari daun dan biji papaya pada daging ayam kampung berpengaruh yang sangat (P<0,01) terhadap keempukan, total bakteri dan nilai pH. Rata-rata nilai keempukan (N) pada P0 = 23,99c P1= 18,09b P2 =14,16a P3 = 13,15a. Rata- rata total bakteri (CFU/g) pada P0 = 4,5x104 P1= 7,1x105 P2=  4,0x105 P3= 7,8x105 dan rata- rata nilai pH pada P0= 5,15a P1= 5,22a P2= 6,56b P3= 7,15c. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perendaman daging ayam kampung dengan berbagai campuran sari daun dan biji pepaya selama 45 menit mempengaruhi keempukan, total bakteri dan nilai pH. Campuran sari daun dan biji pepaya sebanyak 15% mampu menghasikan kualitas keempukan, total bakteri dan nilai pH.Kata kunci:daun pepaya, biji pepaya, daging, ayam kampung, keempukan, total bakteri,  nilai pH.
STUDI KASUS MASTITIS SUBKLINIS PADA PETERNAKAN SAPI PERAH DENGAN MANAJEMEN PEMERAHAN YANG BAIK DI DESA PANDESARI KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG Ahmad Uzairon Alfachrozi; Nurul Humaidah; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian dengan survey melalui data primer kuisioner yang ditabulasikan untuk menganalisis prosentasi kasus mastitis subklinis pada peternakan sapi perah dengan manajemen pemerahan yang baik di peternakan sapi perah di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Materi penelitian sapi PFH sekitar umur 6 tahun sebanyak 50 ekor yang ada di Desa Pandesari. Data primer ditabulasikan dalam bentuk prosentase. Pengambilan sampel dengan kriteria sapi yang sedang laktasi 4-5. Variabel kasus mastitis subklinis pada peternakan sapi perah dengan manajemen pemerahan yang baik di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Hasil penelitian ini dinyatakan bahwa peternak di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang mayoritas Lama Beternak >5 tahun (90%), Tingkat Pendidikan Lulus SMA (60%), Sapi yang dimiliki >6 ekor (52%), Jumlah Sapi Laktasi >4 ekor (54%), Penyuluhan Mastitis Ada dilaksanakan (82%), Bulan Laktasi >10 bulan (58%), Produksi Susu/hari >16 liter (84%), Perlakuan Teat Dipping dengan Antiseptik(54%) ,Tidak Pernah kena mastitis (56%), Uji CMT 1 bulan sekali (58%), Pemberian Minum diberikan Ad libitum (94%), Jumlah Pakan Hijaun10 – 12 % dari berat badan (72%), Jumlah Pakan Konsentrat 2% dari berat badan (68%), Pembersihan kandang sebelum diperah (98%), Memandikan ternak (74%), Pemberian konsentrat (88%), Pengikatan ekor (96%), Menyiapkan peralatan pemerahan(100%), Pemberian pelicin (100%) Pemerahan(100%), Pemberian teat dipping (98%), Pemberian hijauan (100%),Uji CMT (negatif) 56%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Peternakan dengan manajemen pemerahan yang baik masih terdapat kasus mastitis subklinis sebesar 44% karena tidak pernah melakukan uji CMT ada 42%. Saran hasil penelitian ini Peternak dengan menejemen pemerahan yang baik harus tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus mastitis subklinis dengan rutin melakukan Uji CMT seminggu sekali terutama pada saat produksi susu tinggi (˃16 l/hr) dan pada bulan laktasi ke 1-4 setelah beranak jangan terlalu banyak pakan.
PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza) SEBAGAI OBAT CACING HERBALTERHADAP JUMLAH TELUR CACINGHaemonchus contortusDAN PERTAMBAHAN BERAT BADAN DOMBA Ainun Nizma
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Peternakan
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada tgl 22 April sampai 21 Mei 2015 dan dilaksanakan di peternakan milik Bapak Buarianto Desa Tamansari Dusun Krajan RT 3 RW 3 Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat pemberian temulawak sebagai obat cacingherbal terhadap jumlah telur cacing Haemonchus contortus dan pertambahan berat badan domba.Materipenelitian ini adalah ternak domba betina umur 18 – 24 bulan dengan kisaran bobot badan 17-25 kg sebanyak 12ekor.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode percobaan dengan menggunakan RancanganAcak Lengkap (RAL) terdiri dari 3 kali perlakuan dan 4 ulangan, dan tiap-tiap ulangan terdiri dari 1 ekordomba.  Variabel yang diamati adalah meliputi jumlah Egg Per Gram dan pertambahan berat badan domba.Hasilpenelitian menunjukkan rata-rata jumlah telur cacing pada perlakuan P0, P1 dan P2 berturut-turut 55 tpg; 415tpg dan 180 tpg. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa tingkat pemberian temulawak tidak memberikanpengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap jumlah telur cacing penelitian menyebutkan bahwa jumlah telur cacingtidak terpengaruh dengan pemberian temulawak (P>0,05). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pertambahanberat badan perlakuan P0, P1 dan P2 pada pemeriksaan 15 hari berturut-turut 0,88a kg; 2,00a kg ; dan 4,00b kg dan pada pemeriksaan 30 hari berturut-turut 1,88a kg; 3,75b kg dan 6,25c kg. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa tingkat pemberian temulawak memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap pertambahanberat badan baik pada pemeriksaan 15 hari maupun 30 hari.Kesimpulan penelitian ini adalah pemberiantemulawak dengan konsentrasi 1% dan 1,5% selama 3 hari berturut-turut tidak memberikan pengaruh nyataterhadap jumlah telur cacing Haemonchus contortus tetapi berpengaruh terhadap pertambahan bobot badan. Disarankan untuk meningkatkan bobot badan ditambahkan temulawak 1,5%.  
STUDI LITERATUR DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP FLUKTUASI HARGA DAN PEMASARAN DAGING AYAM RAS PEDAGING DI JAWA TIMUR Dimas Fatkhul Deva Adzanian; Inggit Kentjonowaty; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak terhadap sektor peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tingkat fluktuasi harga daging ayam ras pedaging di pasaran dan pemasarannya di provinsi Jawa Timur selama pandemi Covid-19. Metode penelitian ini adalah article review atau studi literatur dengan mengumpulkan data dan mengambil intisari dari pustaka sesuai dengan topik yang menjadi perhatian. Hasil penelitian menunjukkan selama pandemi Covid-19 terjadi fluktuasi harga pada komoditas daging ayam ras pedaging di Jawa Timur dengan nilai fluktuasi tertinggi untuk harga di tingkat peternak adalah 22,41% pada Mei 2020 dan 13,21% untuk harga di tingkat konsumen pada Juli 2020. Rataan harga tertinggi daging ayam ras pedaging di Jawa Timur adalah Rp22.982,- untuk harga tingkat peternak pada Mei 2021 dan Rp37.114,- untuk harga tingkat konsumen pada April 2021. Sedangkan rataan harga terendah di Jawa Timur adalah Rp14.421,- untuk harga tingkat peternak pada Mei 2020 dan Rp26.764,- untuk harga tingkat konsumen pada April 2020. Pemasaran daging ayam ras mengalami kendala yakni alur distribusi yang terhambat dan kesulitan mencari pasar. Strategi yang bisa dilakukan peternak adalah melakukan pemasaran secara online, melakukan diversifikasi produk dan bekerja sama dengan perusahaan dengan pola kemitraan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pandemi Covid-19 berdampak terhadap fluktuasi harga daging ayam ras pedaging di Jawa Timur. Fluktuasi tertinggi pada bulan Mei 2020 sebesar 22,41% di tingkat produsen dan pada bulan Juli 2020 sebesar 13,21% pada tingkat konsumen. Pemasaran daging ayam ras terganggu akibat distribusi yang terhambat dan sulitnya mencari pasar akibat kebijakan pembatasan sosial. Kata Kunci: Pandemi, Daging ayam, Fluktuasi Harga, Pemasaran.
Profil dan Estimasi Ripitabilitas Bobot Badan Mingguan Induk Domba Garut Sebagai Dasar Culling Hendy Mahendra; Mudawamah Mudawamah; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Domba Garut atau domba Priangan adalah asli Indonesia yang mempunyai potensi untuk bisa dikembangkan sebagai ternak penghasil daging. Domba Garut juga memiliki produktivitas cukup baik dan relatif tahan tehadap penyakit. Tujuan dari penelitian ini mengetahui gambaran profil bobot badan mingguan domba Garut, mengetahui nilai ripitabilitas berdasarkan bobot badan mingguan, mengetahui jumlah recording  yang harus diamati sebelum melakukan culling  berdasarkan bobot badan mingguan. Penelitian ini dilakukan dengan menimbang domba Garut yang berumur 1-2 tahun. Pemilihan domba Garut didasarkan pada tidak bunting, tidak cacat fisik, dan sehat selama penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai ripitabilitas bobot badan awal penimbangan dengan minggu ke-1, minggu ke-2,minggu ke-3 sebesar 0,999; 0,996; 0,989. Nilai ripitabilitas secara keseluruhan dengan total 9 induk domba Garut 0,988 dengan semua nilai riptabilitas termasuk kategori tinggi. Nilai profil bobot badan mingguan induk domba Garut yaitu rerata 28,86 kg; nilai VP (Variasi Fenotipe) 17,22 kg; nilai rentang 13,70 kg; nilai simpangan quartil 14,7 kg ; nilai simpangan rata-rata 3,54 kg. Jumlah recording yang harus diamati sebelum culling minimal 1 recording.Kata Kunci : Domba Garut, bobot badan, ripitabilitas, culling
PREVALENSI MASTITIS SAPI PERAH DAN GOODWILL PETERNAK TERHADAP MASTITIS DI PETERNAKAN RAKYAT DESA KEMIRI KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG Yunus Ansori Purwanto, Maulana; Humaidah, Nurul; Kentjonowaty, Inggit
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengetahui prevalensi mastitis sangat diperlukan dalam manajemen pemelihaan sapi perah. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung prevalensi mastitis klinis dan subklinis serta menganalisis goodwill peternak terhadap prevalensi mastitis di Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Materi penelitian adalah data data 99 ekor sapi dari 30 peternak. Pengambilan sampel data dilakukan secara purposive sampling yaitu sapi laktasi bulan 8-10 dengan periode laktasi 8-10. Metode penelitian survey. Variabel yang diteliti adalah prevalensi mastitis klinis dan subklinis serta Goodwill peternak terhadap kejadian mastitis. Data yang diperoleh dianalis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian pada profil peternak menunjukkan bahwa pendidikan peternak 66,67% adalah SD dan kepemilikan ternak 1-3 ekor sebesar 66,3%. Data Potensi fisik terkait manajemen kesehatan adalah 83,33% peternak melakukan teta dipping, 86,67% melakukan uji CMT. Manajemen pemeliharaan dilakukan dengan baik yaitu peternak yang memberikan air minum adlibitum sebanyak 76,67%, pemberian pakan hijauan dua kali sehari sebanyak 70%, pemberian konsentrat dua kali sehari 53,33%, melakukan sanitasi kandang 50%. Peternak juga memperhatikan aspek goodwill yaitu melakukan pemeriksaan untuk mastitis sebanyak 63,33%, memperhatikan manajemen pemeliharaan dengan baik sebanyak  80%, dan mengikuti penyuluhan mastitis sebanyak 70%. Peternak mendapatkan fasilitas yang diperlukan sebanyak 83,33%. Prevalensi mastitis subklinis 23,23 % dan klinis 11,11 %. Kesimpulan penelitian adalah Goodwill peternak terhadap pencegahan mastitis di Desa Kemiri cukup baik.Kata Kunci : prevalensi, mastitis, goodwill, sapi perah
PENGARUH UMUR INDUK PARENT STOCK LAYER PASCA PUNCAK PRODUKSI TERHADAP KUALITAS TELUR TETAS DAN DOC Wahyu Rizky Ananda, Bintang; Suryanto, Dedi; Humaidah, Nurul
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umur induk ayam petelur merupakan faktor penting yang mempengaruhi kualitas telur tetas dan DOC (Day Old Chick) yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan umur induk parent stock hasil produksi terhadap kualitas telur tetas dan DOC. Penelitian dilakukan dengan membandingkan hasil produksi induk parent stock umur 40 minggu, 50 minggu, dan 60 minggu.Variabel yang diukur meliputi berat telur, fertilitas, daya tetas, weight loss, uniformity DOC, dan kualitas DOC. Metode penelitian adalah studi kasus. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT (beda nyata terkecil). Hasil penelitian menunjukkan umur induk berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap berat telur, fertilitas, daya tetas, weight loss, uniformity DOC dan kualitas DOC.  Kualitas telur tetas dan DOC pada umur 40, 50 dan 60 minggu sebagai berikut : berat telur (g) adalah 60,47, 60,97 dan 63,60. Fertilitas (%) adalah : 97, 94, dan 79. Daya tetas (%) adalah : 94, 81, dan 75. Weight loss (%) adalah : 34, 39, dan 46. Uniformity DOC (%) adalah : 97, 91, dan 73. Kualitas DOC (%) adalah 91, 81, dan 63. Kesimpulan penelitian menunjukkan penggunaan induk sebagai parent stock umurnya tidak boleh melebihi 65 minggu karena sudah terjadi penurunan kualitas telur tetas dan DOC.Kata Kunci : umur induk, parent stock, layer.
PERBEDAAN SISTEM PEMELIHARAAN BROILER PARENT STOCK TERHADAP DAYA TETAS DAN MORTALITAS EMBRIO Ismayadi Tambunan, Maswan; Wadjdi, M. Farid; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pemeliharaan merupakan menjadi salah satu hal yang penting bagi peternakan unggas seperti sistem pemeliharaan baterai dan litter atau lantai. Sistem pemeliharaan baterai pada broiler breeding mampu menghasilkan telur tetas yang memiliki kualitas bagus dan layak pakai sebagai bahan utama untuk menghasilkan bibit ayam karena sistem pemeliharaan ini menggunakan perkawinan inseminasi buatan sehingga perkawwinan induk dapat terkontrol, pemberian pakan yang terukur dan teratur, serta kandang yang relatif bersih karena kotoran induk terpisah sedangkan sistem pemeliharaan litter menghasilkan telur tetas yang kurang layak di pakai sebagai bahan utama untuk produksi bibit ayam pedaging atau broiler tetapi masih bisa dipakai sebagai jika stain dari telur tetas tersebut harga jualnya tinggi karena sistem pemeliharaan ini perkawinannya alami sehigga tidak terkontrol, pemberian pakan secara berkoloni, banyak aktivitas fisik pada ayam, serta tempat bertelur untuk ayam tidak terpisah atau memakai alas yaitu ness yang rentan terkena kotoran pda telur tetas yang akan di jadikan bibit. Variabel yang diamati berupa daya tetas dan mortalitas. Metode yang digunakan ialah studi kasus. 162 telur tetas broiler final stock stain cobb umur 55 minggu dari sistem pemeliharaan baterai dan 162 telur tetas broiler final stock strain cobb umur 55 minggu dari sistem pemeliharaan litter menjadi materi pada studi kasus ini. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa aspek daya tetas dari sistem pemeliharaan baterai memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi yaitu 93% dengan mortalitas embrio yang rendah yaitu 3,80% sedangkan daya tetas dari sistem pemeliharaan litter memiliki tigkat keberhasilan yang rendah yaitu 30% dengan mortalitas yang tinggi yaitu 41,33%. Kesimpulan penelitian ini adalah perbedaan sistem pemeliharaan broiler parent stock terhadap daya tetas dan mortalitas embrio berbeda sangat nyata untuk ditetaskan sebagai bibit broiler.Kata Kunci : Sistem Pemeliharaan, Broiler, Daya Tetas, Mortalitas
ANALISIS KELAYAKAN MITRA USAHA LEBAH MADU (Apis mellifera) (STUDI KASUS: DI PT KEMBANG JOYO SRIWIJAYA) Abdelrahman Hassan, Elmgdad Salih; Masyithoh, Dewi; Susilowati, Sri
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi apakah mengembangkan peternakan lebah madu (Apis mellifera) pada mitra usaha PT Kembang Joyo Sriwijaya di Jawa Timur adalah bisnis yang menguntungkan. Penelitian ini menggunakan studi kasus dan melibatkan lima belas peternak lebah madu. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara terstruktur. Analisis kelayakan dilakukan dengan menghitung biaya produksi, pendapatan, dan rasio pengembalian biaya (R/C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha budidaya lebah madu mitra menghasilkan pendapatan total sebesar Rp5.442.997.000 dengan biaya produksi sebesar Rp2.420.311.700, yang menghasilkan pendapatan bersih sebesar Rp3.022.685.300 per tahun. Dengan rasio R/C sebesar 2,24, setiap biaya yang dikeluarkan menghasilkan penerimaan sebesar Rp Oleh karena itu, mitra bisnis budidaya lebah madu ini layak secara finansial dan memiliki potensi untuk berkembang.Kata Kunci : Apis mellifera; analisis kelayakan usaha; PT Kembang Joyo Sriwijaya