cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
PENGARUH PENGGANTIAN PAKAN KOMERSIAL DENGAN CAMPURAN LAMTORO DAN JAGUNG TERFERMENTASI PLUS BIOENZIM PADA BROILER FINISHER TERHADAP PERFORMANS Buchori, Dimas; Suryanto, dedi; Wadjdi, Farid
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDalam penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dari penggantian pakan komersial dengan jagung dan lamtoro yang telah dicampur dan difermentasi oleh rhizopus oligosporus serta ditambahkan bioenzim pada pakan periode finisher pada performa ayam potong. Penelitian ini menggunakan 64 ekor ayam potong berumur 22 hari yang dipelihara selama 14 hari. Metode ini menggunakan eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 4 ulangan, dengan setiap unit perlakuan terdiri dari 4 ekor ayam. Rasio campuran yang digunakan adalah: P0 = pakan komersial 100%, P1 = pakan komersial 92,5% + 7,5% campuran lamtoro dan jagung terfermentasi, P2 = pakan komersial 85% + 15% campuran lamtoro dan jagung terfermentasi, P3 = pakan komersial 77,5% + 22,5% campuran lamtoro dan jagung terfermentasi. Hasil penelitian dari tersebut menunjukkan bahwa penambahan pada campuran pakan lamtoro dan jagung terfermentasi tidak berpengaruh signifikan (P>0,05) pada performa. Rata-rata konsumsi pakan adalah P0: 1955,313 gram, P1: 1994,688 gram, P2: 2010,500 gram, dan P3: 2032,188 gram. Rata-rata pertambahan berat badan adalah P0: 955 gram, P1: 973 gram, P2: 963 gram, dan P3: 955 gram. Rata-rata konversi pakan adalah P0: 2,05, P1: 2,05, P2: 2,09, dan P3: 2,13. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pakan komersial yang dicampur dengan biji lamtoro dan jagung terfermentasi rhizopus oligosporus serta bioenzim hingga 22,5% tidak memengaruhi performa.Kata Kunci : biji lamtoro, jagung, bioenzim, konversi pakan, rhizopus oligosporus
ANALISIS USAHA BUDIDAYA BURUNG WALET DI KECAMATAN BONTANG UTARA KOTA BONTANG KALIMANTAN TIMUR Shelly Eka Purnama; Muhammad Farid Wadjidi; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis besarnya biaya total, penerimaan, keuntungan, dan efisiensi usaha dari hasil budidaya burung walet, materi yang digunakan yaitu data dari kuisioner 5 peternak burung di Kecamatan Bontang Utara Kota Bontang Kalimantan Timur. Metode yang digunakan yaitu metode survey. Variabel yang diamati yaitu biaya total, penerimaan, keuntungan, dan efisiensi usaha (BEP, BCR, dan RCR). Perolehan yang didapat merupakan hasil analisis ukuran gedung burung walet dengan luas 31,5m2 dalam sekali panen (2bulan) . Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata rata biaya total dengan luas gedung 31,5m2 sebesar Rp1.905.651/panen, rata rata penerimaan yang diperoleh dari luas gedung 31,5m2 sebesar Rp 36.774.416 dengan rata rata produksi sebanyak 3,6 kg, rata rata keuntungan yang diperoleh dari luas gedung 31,5m2 sebesar Rp34.868.766/panen, nilai rata rata BEP produksi grade A: 0,16kg, grade B: 0,21kg, dan grade C: 0,24kg, nilai rata rata BEP harga grade A: Rp 3.273.523, grade B: 5.615.424, dan grade C: Rp 10.458.594, rata rata nilai RCR yaitu 19, dan rata rata nilai BCR 17,8. Kesimpulan penelitian ini, perolehan rata-rata total biaya yang dikeluarkan peternak budidaya burung walet di Kecamatan Bontang Utara Kota Bontang Kalimantan Timur dengan luas gedung per31,5m2 perpanennya Rp1.905.651, rata-rata penerimaan perpanen dengan luas per31,5m2 Rp 36.774.416, perolehan rata-rata keuntungan perpanen dengan luas per31,5m2 Rp34.868.766. Berdasarkan BEP, RCR, dan BCR usaha tersebut dikatakan menguntungkan dan layak di usahakan atau dilanjutkan. Saran dari penelitian ini, sebaiknya para peternak yang ingin memulai usaha budidaya burung walet membangun gedungnya jauh dari pemukiman warga, dan lebih intensif dalam beternak agar lebih menguntungkan. Kata kunci : Analisis usaha, budidaya burung walet, efisiensi usaha
PENGARUH PENGGUNAAN PAKAN CAMPURAN PADA PAKAN KOMERSIAL TERHADAP BIAYA PAKAN PERKILOGRAM PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN IOFC AYAM JANTAN PETELUR PERIODE FINISHER Putra, Muhammad Daffa Ryandika; Wadjdi, Farid; Retnaningtyas, Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalis pengaruh penggunaan pakan campuran pada pakan komersial terhadap biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan dan IOFC ayam jantan petelur periode finisher. Penelitian dilaksanakan di Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Materi yang digunakan antara lain 64 ekor ayam jantan petelur finisher strain lohmann umur 30 hari. Ayam jantan petelur dipelihara selama 30 hari menggunakan pakan komersial sebanyak 64000 gram dan pakan campuran yang terdiri dari ampas bir 5700 gram, jagung terfermentasi 5700  gram dan tepung ikan 300 gram. Metode yang digunakan metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap. Penelitian ini menggunakan Analysis of Varian (ANOVA) sebagai metode analisa data. Jika ada perbedaan data diperlukan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Perlakuan dalam penelitian ini adalah P0 = 100% pakan komersial, P1 = 90% pakan komersial + 10% pakan campuran, P2 = 80% pakan komersial + 20 pakan campuran, P3 = 70% pakan komersial + pakan campuran. Hasil penelitian penggunaan pakan campuran pada pakan komersial terhadap biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) sedangkan terhadap IOFC juga berpengaruh sangat nyata (P<0,01). Adapun hasil rerata biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan (Rp/kg pbb) adalah P0: Rp16.340, P1: Rp14.750, P2 : Rp14.620, P3: Rp14.295, sedangkan rerata IOFC (Rp/kg) adalah P0: Rp862, P1: Rp4.929, P2: Rp3.782, P3: Rp3.837.Kata Kunci : pakan campuran, pakan komersial, ayam jantan petelur, biaya pakan, IOFC
PENINGKATAN MUTU HEDONIK PADA BAKSO MELALUI REFORMULASI BAHAN DI CV. PROGRESIF KRAMAT BUNGAH GRESIK Muhammad Musta&#039;in Billah; Badat Muwakhid; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis produk hasil reformulasi dengan uji hedonik agar dapat melihat hasil kesukaan dari konsumen. Kegunaan penelitian ini untuk memperoleh formula yang tepat terhadap rasa bakso menurut panelis, serta produk bakso CV. PROGRESIF dapat bersaing dangan kompetitornya. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging bagian paha, tepung tapioca, bawang putih, garam, karagenan. Penelitian ini menggunakan metode percobaan dengan menggunakan analisi hedonik yang terdiri dari 9 variasi dan 13 responden. Pada setiap variasi ditetapkan dengan berat daging 600 gram,  tepung tapioca 400 gram dan garam 3% dan untuk variasi (1)  bawang putih 2% + karagenan 0,2% variasi (2) yaitu bawang putih 2% gram + karagenan 0,3%, variasi (3) yaitu bawang putih 2%+ karagenan 0,4%, variasi (4) yaitu bawang putih 4% + karagenan 0,2%, variasi (5) bawang putih 4%+ karagenan 0,3%, variasi (6) bawang putih 4%+ karagenan 0,4% , variasi (7) bawang putih 6%+ karagenan 0,2%,  variasi (8)  bawang putih 6% + karagenan 0,3%, variasi (9) bawang putih 6% + karagenan 0,4%. Parameter yang diamati adalah rasa bakso yang di buktikan dengan tingkat kesukaan panelis. Hasil analisis nilai modus diketahui bahwa tingkat pemberian kadar bawang putih dan karagenan tingkat kesukaan panelis menunjukkan bahwasanya variasi 6 paling disukai panelis dan merupakan tingkat rasa yang tepat menurut panelis. Hasil tersebut ditunjukkan dari nilai modus sebagai berikut Variasi(1)=56, Variasi(2)=50, Variasi(3)=50, Variasi(4)=70, Variasi(5)=80, Variasi(6)=90, Variasi(7)=48, Variasi (8)=56, Variasi(9)=48. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian bahwasannya kesukaan panelis yaitu terdapat pada bakso variasi 6 dengan konsentrasi daging sapi 600 gram + tepung tapioka 400 gram dan bawang putih 4% + karagenan 0,4% dari berat daging dan pati, mendapatkan nilai terbaik dalam segi rasa pada bakso tersebut.Kata Kunci: bakso, daging, bawang putih, karagenan, hedonik.
PENGARUH TINGKAT PENGGUNAAN DAUN Salvinia molesta TERFERMENTASI (Aspergilus niger) DALAM PAKAN TERHADAP BIAYA PAKAN PERKILOGRAM PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN IOFC PADA ITIK PEDAGING PERIODE FINISHER Ahmad Nasori; Badat Muwakhid; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan,.penelitian12adalah untuk menyelidiki level pengaruh penggunaan daun Salvinia molesta terfermentasi&dalam^pakan()terhadap%biaya%pakan per kilogram bobot badan dan IOFC pada itik pedaging periode finisher. Materi dalam penelitian ini adalah daun Salvinia molesta terfermentasi, konsentrat Wonokoyo kbr-2, jagung, bekatul, kapur, itik pedaging jantan sebanyak 80 ekor dengan BB 423,75 gram. Metode yang digunakan eksperiment dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 kali ulangan dan 4 kali perlakuan, setiap unit percobaan terdiri dari 5 ekor. Perlakuan P0 = 100% ransum yang terdiri dari konsentrat wonokoyo kbr 2, Jagung, dan katul, kapur P1 = 95% ransum yang terdiri dari konsentrat wonokoyo kbr2, Jagung, katul dan kapur + 5% daun Salvinia molesta terfermentasi, P2 = 90% terdiri dari konsentar Wonokoyo kbr 2, Jagung, pollard dan kapur + 10% daun salvinia molesta terfermentasi,P3 = 85% ransum yang terdiri dari konsentrat wokoyo kbr 2, Jagung, katul dan kapur + 15% daun salvinia molesta terfermentasikemudian data yang dihasilkan dianalisis ragam (ANOVA). Hasil%penelitian&ini menunjukkan bahwa pada variabel biaya pakan perkilogram PBB dan IOFC memiliki pengaruh yang tidak nyata (P>0,05). Rataan pada biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan (Rp) adalah P0 = 18409.97; P1 = 17728,25 P2 = 17378,20; P3 = 17217,86; dan rataan IOFC penelitian yakni&P0 = 6262,62; P1 = 6770,82; P2 =6834,05; dan P3 = 66661,23. Disimpulkan penggunaan daun Salvinia molesta terfermentasi dalam ransum sebanyak 5% memberikan hasil IOFC terbaik, sedangkan penggunaan daun Salvinia molesta terfermentasi dalam ransum sebanyak 10% memberikan hasil biaya pakan perkilogram terbaik.Kata kunci : Itik hibrida, Aspergilus niger, daun Salvinia molesta, biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan dan IOFC,.766gfg
PENGARUH PEMBERlAN ASPERGILLUS NIGER PADA JERAMI WORTEL TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN KASAR DAN HEMISELULOSA SEBAGAI BAHAN PAKAN TERNAK RUMINANSIA Herman Aldi Putra; Usman Ali; Umi Kalsum
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Observasi dilaksanakan sebagai analisa pengaru Aspergillus niger kepada jerami wortel terhadap kandungan protein kasar dan hemiselulosa sebagai bahan pakan ternak ruminannsia. Materi atau bahan yang digunakan pada observasii ini ialah jerami wortel untuk melakulan fermentasi yang digunakan adalah Aspergillus niger “Biosferr” dengan ketersedian CFU pada Aspergillus niger yaitu 108 CFU/g. Metode observasi ini menggunakan metode percobaan menggunakan (RAL) Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan penelitian yaitu penggunaan level inokulum Aspergillus niger yaitu pada P0 tanpa fermentasi, Aspergillus niiger 7,27g dalam 200g bahan(P1), Aspergillus niger 21,82g dalam 200g bahan(P2) dan Aspergillus niger 43,65 dalam 200g bahan(P3). Yang dibutuhkan pada setiap perlakuan perlakuan 200g jeramiwortel dan ditambah molasses 2% dari bahan. Hasil dari observasi ini menunjukan bahwa penggunaan banyaknya tingkatan inoculum Aspergilus niger terfermentasi Jerami wortel tidak berpengaruh(P>0,05) terhadap kandungan protein kasar (PK) dan kandungan hemiselulosa. Namun cukup memberikan dampak dimana pada protein kasar yang cenderung naik dan untuk hemiselulosa yang cenderung menurun. Hasil rata rata pada kadar protein kasar P0 : 12,63, P1 : 13,78, P2 : 14,45, P3 : 15,60. dan hasil rata rata kandungan hemiselulosa pada P0 :36,07, P1 : 34,02, P2 : 32,64, P3 : 20,64. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penggunaan berbagai level Aspergilus niger tidak berpengaruh terhadap kandungan protein kasar dan kandungan hemiselulosa, namun kandungan protein kasar pada Jerami wortel terfermentasi cenderung naik dan cenderung turun pada kandungan hemiselulosa. Penggunaan level Aspergilus niger sebanyak 43,65g dalam BK merupakan level dengan tingkat paling tinggi fermentasi Jerami wortel terhadap kandungan PK dengan nilai kadar PK= 15,60% dan kandungan hemiselulosa yang cenderung turun dengan kadar tertinggi P0=36,07%. Disarankan dilakukan penelitian yang lebih lanjut dengan kualitas yang lebih baik tentang masa inkubasi selama 12 hari frmentasi dan aplikasi Jerani wortel yang difermentasi dengan Aspergilus niger yang spesifik untuk dijadikan pakan ternak ruminansia yang berkualitas. Kata kunci : Jerami wortel, Protein kasar, Hemiselulosa, Fermentasi, Aspergillus niger
PENGARUH”TINGKAT”PENGGUNAAN”DAUN”KIAMBANG (Salvinia molesta) TERFERMENTASI”DALAM PAKAN TERHADAP PERTAMBAHAN”BOBOT”BADAN, KONSUMSI, DAN”KONVERSI PAKAN PADA ITIK PEDAGING”PERIODE”FINISHER Zakysrof Riza Farrosy; Muhammad Farid Wadjidi; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian”ini”bertujuan”untuk”menganalisis”pengaruh”penggunaan”daun kiambang terfermentasi terhadap”pertumbuhan bobot”badan, konsumsi, dan”konversi”pakan”itik”pedaging”periode finisher. Kegunaan”penelitian”ini sebagai pedoman dan informasi pemanfaatan daun kiambang terfermentasi”sebagai”bahan”pakan”terhadap pertambahan”bobot”badan, konsumsi”dan”konversi pakan”itik”pedaging”periode”finisher. Bahan pakan yang digunakan adalah konsentrat KBR 2, jagung kuning, dedak halus, kapur dan daun kiambang terfermentasi. Metode”yang”digunakan adalah”metode”percobaan”menggunakan”Rancangan”Acak”Lengkap”dengan 4”perlakuan”dan”4 ulangan,”tiap”ulangan”terdiri dari 5 itik”penelitian. Perlakuan”yang”diberikan”adalah P0 = 100% ransum tanpa ditambah daun kiambang. P1 = 95%”ransum”ditambah 5% daun”kiambang. P2 = 90% ransum”ditambah 10% daun”kiambang. P3 = 85% ransum”ditambah 15% daun”kiambang. Variabel”yang”diamati”pada”penelitian”ini”adalah”konsumsi,”pertambahan”bobot”badan” dan konversi”pakan.”Hasil”penelitian”menunjukkan”bahwa”tingkat”penggunaan” daun ”kiambang terfermentasi dalam pakan menunjukkan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, sementara menunjukan pengaruh yang nyata” terhadap PBB (P<0,05) dan terhadap konversi pakan berpengaruh sangat nyata (P<0,01). Nilai rata – rata konsumsi pakan P0 = 3215,00 g/ekor. ; P1 = 3233,25 g/ekor. ; P2 = 3246,25 g/ekor dan P3 = 3271,25 g/ekor.  Nilai rata – rata” pertambahan bobot badan yaitu P0 = 947,00 g/ekor. ; P1 = 930,80 g/ekor. ; P2 = 896,55  g/ekor. ; P3 = 854,70 g/ekor. Nilai rata-rata konversi pakan selama penelitian yaitu P0 = 3,41 ; P1 = 3,47. ; P2= 3,62. ; P3 = 3,83. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penggunan daun kiambang terfermentasi Aspergillus niger sampai tingkat 10% dalam ransum belum menunjukkan perbedaan terhadap konsumsi, pbb dan konversi”pakan.” Kata Kunci: Daun kiambang, Konversi pakan, Itik pedaging.
PENGARUH PENAMBAHAN BIO ENZYME DAN TEMULAWAK (Curcuma zanthorrhiza) DALAM PAKAN BROILER PERIODE FINISHER TERHADAP PERFORMA PRODUKSI Reyhand Pratama; Sunaryo Sunaryo; Umi Kalsum
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mengevaluasi dosis penambahan bio enzyme dan temulawak dalam pakan terhadap penampilan produksi broiler yang meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan. Pengambilan data ini dilaksanakan pada tanggal 26 Desember 2021 -09Januari 2022 di Teaching Farm Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang. Materi yang digunakan adalah Bio enzim, temulawak, dan broiler. Metode penelitian. ini dilakukan dengan eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Dosis penambahan bio enzim yaitu P0 = 0 ; P1 = 3,5; P2 =5 ; dan P3 = 7,5 g/kg pakanserta temulawak 20 g/kg pakan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan campuran bio enzim dan temulawak tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan dengan nilai rataan selama 15 hari P0 = 1494,63 g, P1 = 1502,88 g, P2 = 1507,81 g P3 = 1518,63 g.Perlakuan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Rataan pada pertambahan bobot badan P0 = 816,35 a g, P1 = 833,94 a g, P2 = 913,42 b g, P3 = 913,42 b g. Sedangkan rataan pada konversi pakan yaitu P0 = 1,83c, P1 = 1,80bc, P2 = 1,65ab, P3 = 1,62aBerdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan penggunaan campuran bio enzim 5 g/kg pakan dan temulawak 20 g/kg memberikan pengaruh positif terhadap pertambahan bobot badan dan konversi pakan pada broiler periode finisher.
PENGARUH PENAMBAHAN BIJI LAMTORO DAN GAPLEK TERFERMENTASI PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG GAPLEK DENGAN KORO PEDANG TERFERMENTASI Aspergilus niger DALAM PAKAN BROILER FINISHER TERHADAP PEFORMA BROILER Mahdi Sofa; Sumartono Sumartono; Umi Kalsum
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi tingkat penambahan tepung gaplek dengan biji koro pedang (Canavalia ensirformis) terfermentasi yang terbaik dalam pakan broiler fase finisher. Materi yang digunakan kapang Aspergilus niger, broiler umur 22 hari, pakan komersial, tepung gaplek, dan biji koro pedang. Penelitian percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 4 perlakuan dan 4 kelompok, P0: 100% pakan komersial, P1: 100% pakan komersial + campuran gaplek koro fermentasi 15%, P2: 100% pakan komersial + campuran gaplek koro fermentasi 20%, P3: 100% pakan komersial + campuran gaplek koro fermentasi 25%. Variabel yang diamati yaitu konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan campuran GKF dengan pakan komersial yang diberikan pada perlakuan menunjukkan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan dan berpengaruh sangat nyata pada rata – rata kelompok (P<0,01) terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan. Rata – rata pada konsumsi pakan yaitu P0: 133.07 gram/ekor/hari, P1:  135.27 gram/ekor/hari, P2: 135.79 gram/ekor/hari, P3: 136.98 gram/ekor/hari. Nilai rata – rata pada pertambahan bobot badan yaitu P0: 69.21 gram/ekor/hari, P1: 68.23 gram/ekor/hari, P2: 65.98 gram/ekor/hari, P3: 63.69 gram/ekor/hari dan nilai rata – rata pada konversi pakan yaitu P0: 1.91, P1: 1.98, P2: 2.06, P3: 2.16. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu perlakuan penambahan penambahan campuran pakan biji koro pedang dan tepung gaplek terfermentasi sampai tingkat 25% tidak memberikan pengaruh terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan, namun memberikan pengaruh positif pada kelompok bobot badan besar terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan.Kata kunci: broiler finisher, konversi pakan, biji koro pedang, tepung gaplek, aspergilus niger.  
PENGARUH PENAMBAHAN SARI SEMANGKA DAN TOMAT DALAM PENGENCER ANDROMED PADA BERBAGAI LAMA SIMPAN TERHADAP KUALITAS SEMEN KAMBING BOER Fadly Noviyandi; Sumartono sumartono; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitianaini b.ertujuan..u.ntuk mengevaluasi \pengaruh penambahan sari semangka dan tomat dalam pengencer andromed pada berbagai lama simpan terhadap kualitas semen Kambing Boer. Ma.teri ya.ng digunakan da.lam pen.elitian i.ni ad.alah sem.en se.gar kam.bing b.oer umur 3 tahun dansari semangka dan tomat serta pengencer andromed. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen menggu.nakan R.ancangan Aca.k Le.ngkap (R.A.L) pola factorial d.engan 2 f.aktor pe.rlakuan d.an 3 ulangan Faktor pertama adalah konsentrasi sari semangka dan tomat (/K.0:.0/%, /K.1/:.20/%, K.2/:40/% d/a/n K/.3:6/.0%) dan faktor kedua adalah berbagai lama simpan (L/0:0/Jam,/L1:2/Jam, L/2:4J/am, L/3:6/Jam)..Variable yang ..diamati. . adalah .Motilitas .individu .dan. Viabilitas individu semen. . segar kambing Boer. D.ata yan.g di.peroleh dianalisa de.ngan Analy.sis o.f Va.ri.ance (AN.O.VA) da.n di.lanju.tkan den.gan u.ji B.ed.a Ny.a.ta Terkecil (BNT)... Berdasarkan ..analisis ragam didapatkan hasil penelitian yang di peroleh menunjukan penambahan sari semangka dan tomat pada berbagai lama simpan berpengaruh sangat nyata P(0,01). Penambahan sari semangka dan tomat 20, 40% dan 60% dan berbagai lama simpan hingga 6 jam menghasilkan persentase motilitas danviabilitas yang semakin menurun. Saran dari penelitian ini adalah agar menurunkan level konsentrasi sari semangka dan tomat serta lama penyimpanan agar memperoleh hasil yang terbaik sebagai bahanpengencer spermatozoa.Katakunci:..Kambing Boer,..Spermatozoa,..Sari Semangka dan Tomat, Kualitas SpermatozoaKambing Boer.