cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
PERBEDAAN PENGENCER TRIS KUNING TELUR DAN SUSU SKIM TERHADAP MOTILITAS DAN RECOVERY RATE SEMEN BEKU SAPI LIMOUSIN DAN SIMMENTAL PADA UMUR BERBEDA Dwi Saputro, Randy; Humaidah, Nurul; Sumartono, Sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Sub Kelompok Produksi Semen, dan Pengembangan Inseminasi Buatan, di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang, berlangsung dari bulan Juni, sampai dengan Agustus tahun 2022.  Metode kuantitatif digunakan dengan data sekunder kualitas semen beku Sapi Limousin, dan Simmental di BBIB Singosari. Pengambilan data dilakukan menggunakan desain faktorial 2x2x2, yang mencakup taraf bangsa, taraf pengencer dan taraf umur.  Penelitian ini, dilakukan dengan 15 kali ulangan, yang terdiri dari 3 ekor sapi pejantan, dan diulang sebanyak 5 kali ejakulasi. Hasil perhitungan Analysis of Variance (ANOVA), bahwa tidak ada interaksi (P >0,05) taraf bangsa, umur, dan pengencer terhadap rerata PTM. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbandingan pengencer tris kuning telur (TKT) dengan susu skim terhadap post thawing motility (PTM), dan Recovery Rate (RR) semen beku Sapi Limousin,  dan Simmental dengan umur berbeda.  Hasil perhitungan Beda Nyata terkecil (BNT), menunjukkan semen beku Simmental yang menggunakan pengencer TKT tidak signifikan (P >0,05) pada kedua kelompok umur.  Hasil PTM Limousin yang menggunakan pengencer skim, terdapat perbedaan signifikan (P <0,05), dibandingkan dengan pengencer TKT pada kelompok umur 2- 4 tahun, dan umur 5 - 6 tahun. Perhitungan BNT rerata recovery rate (RR) Limousin berbeda signifikan(P <0,05) pada kelompok umur 2-4 tahun, dibandingan dengan kelompok umur 5 - 6 tahun. Sedangkan faktor pengencer berpengaruh signifikan (P <0,05) pada bangsa Simmental pada kedua kelompok umur.  Hasil penelitian, tidak ada interaksi taraf bangsa, umur, dan pengencer dengan rata-rata post-thawing motility. Interaksi taraf bangsa, umur dan pengencer terdapat pada persentase recovery rate. penggunaan pengencer Susu Skim dapat digunakan pada bangsa Limousin dan Simmental pada umur 2-4 tahun. Penggunaan pengencer tris kuning telur dapat digunakan pada semua kelompok umur Limousin dan Simmental.Kata Kunci :  post thawing motility, recovery rate, Limousin , Simmental
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN ISOTONIK BERBASIS AIR KELAPA TERHADAP PENYUSUTAN BOBOT BADAN DAN MORTALITAS BROILER PASCA TRANSPORTASI Fadlurrohman Kautsar, Muhammad; Lestari Yulianti, Dyah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian minuman isotonic berbasis air kelapa terhadap penyusutan bobot badan dan mortalitas broiler pasca transportasi. Materi penelitian adalah 75 ekor broiler umur 21 hari. Pakan yang diberikan selama pemeliharaan sampai panen adalah pakan komplit komersial produksi PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Bahan minuman isotonic adalah air mineral, air gula merah, air garam, dan air kelapa. Coconichick adalah air minum yang terdiri dari campuran air gula merah, air garam, dan air kelapa. Peralatan dan perlengkapan penelitian adalah keranjang panen dengan densitas 10,98 kg/m2. Jarak mobilisasi ternak dengan kendaraan pick-up adalah 65 km dan kecepatan 60 km/jam. Metode penelitian adalah percobaan menggunakan rancangan acak lengkap 5 perlakuan, 3 ulangan. Satu unit percobaan terdiri atas 3 ekor broiler. Perlakuan minuman isotonik adalah: control (air mineral) (P1), air gula merah (P1), air garam (P2), air kelapa (P3), dan Coconichick (P4).  Hasil penelitian menunjukkan minuman isotonik memberikan pengaruh sangat nyata (P<0.05) terhadap penyusutan bobot badan (g/ekor) dan persentase penyusutan bobot badan. namun tidak memberikan pengaruh (P>0.05) terhadap bobot badan akhir dan persentase mortalitas. Penyusutan bobot badan dan terendah pada pemberian air minum kelapa.  Minuman isotonik berbasis air kelapa terbukti mampu meminimalisir penyusutan bobot badan broiler selama proses transportasi. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan jarak transportasi yang lebih jauhKata kunci: minuman isotonik berbasis air kelapa, broiler, penyusutan bobot badan, transportasi
PENGARUH UMUR INDUKAN TERHADAP BREAKOUT INFERTIL DAN UN HATCH TELUR TETAS DI PERUSAHAAN PEMBIBITAN KOMERSIAL Ardianzah, Ferry; Humaidah, Nurul; Wadjdi, Farid
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang dilakukan. ini bertujuan untuk mengetahui. dan menganalisis umur induk terbaikdalam menghasilkan telur tetas yang berkulaitas. Kualitas telur tetas dapat dilihat berdasarkan persentase telur yang tidak menetas. Breakout infertil dan un hatch adalah salah satu cara menghitung persentase telur yang tidak menetas. Penelitian ini dilakukan di PT Intertama Trikencana Bersinar yang dilaksanakan pada 11 Oktober 2023 hingga 06 Februari 2024 di unit Ciambar, Sukabumi, Jawa Barat. Materi yang digunakan. pada penelitian ini adalah. telur tetas dengan induk strain Ross berumur 38, 40, dan 42 minggu. Jumlah telur. tetas. yang digunakan. sebanyak. 1.350 butir. dengan per-umur indukan 450 butir telur tetas. Metode yang digunakan. penelitian kali ini adalah. eksperimental. dengan metode Rancangan. Acak Lengkap. (RAL). Perlakuan adalah umur indukan. Ada 3 perlakuan yaitu P0: 38 minggu, P1: 40 minggu dan, P2: 42 minggu. Telur dari masing-masing perlakuan sebanyak 450 butir yang ditempatkan pada 3 tray masing-masing berisi 150 butir. Penelitian ini menghasilkan bahwa umur indukan tidak berpengaruh. nyata. (P>0,05) terhadap breakout infertil dan un hatch. Rataan breakout infertil pada indukan umur 38, 40 dan 42 minggu berturut-turut adalah 2,00%; 2,89% dan 3,56%. Sedangkan pada un hatch adalah 4,22%; 6,22% dan 6,22%. Kesimpulan penelitian adalah umur indukan dalam range puncak produksi yaitu 38, 40 dan 42 minggu masih memberikan hasil kualitas telur tetas yang baik dilihat dari persentase breakout infertil dan un hatch telur tetas.Kata Kunci : Umur indukan, telur tetas, breakout infertil, breakout un hatch
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG JAMUR TIRAM PADA NUGGET AYAM PETELUR AFKIR TERHADAP KADAR AIR DAN KADAR PROTEIN Jamaluddin, Ahmad Fariz; Kentjonowaty, Inggit; dinasari, irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung jamur tiram terhadap kadar air dan kadar protein pada nugget ayam petelur afkir. Penelitian ini dilaksanakan selama 15 hari, mulai tanggal 30 September hingga 15 Oktober 2024, di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang dan Laboratorium Nutrisi Peternakan Universitas Brawijaya. Materi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi daging ayam petelur afkir strain Isa Brown berusia sekitar 80 minggu ke atas, dengan bagian dada sebanyak 500 gram, tepung jamur tiram, tepung tapioka, es batu, bawang putih, garam/kaldu jamur, merica, air, dan putih telur. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah P0 (tanpa penambahan tepung jamur tiram), P1 (penambahan tepung jamur tiram 10%), P2 (penambahan tepung jamur tiram 20%), dan P3 (penambahan tepung jamur tiram 30%). Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT jika terdapat perbedaan yang signifikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung jamur tiram berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar protein dan kadar air nugget ayam petelur afkir. Semakin tinggi penambahan tepung jamur tiram, semakin menurun kadar protein dan semakin meningkat kadar air dalam nugget. Rataan kadar protein yang diperoleh adalah P0 = 27,56ᶜ%, P1 = 22,66ᵇ%, P2 = 19,89ᵅ%, dan P3 = 15,25ᵅ%. Sedangkan rataan kadar air adalah P0 = 36,68ᵅ%, P1 = 41,81ᵅᵇ%, P2 = 44,07ᵇᶜ%, dan P3 = 49,55ᶜ%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan tepung jamur tiram hingga 30% menyebabkan penurunan kadar protein dan peningkatan kadar air, yang berpengaruh pada tekstur nugget ayam petelur afkir. Oleh karena itu, disarankan penggunaan tepung jamur tiram maksimal 10% agar tidak menurunkan kadar protein secara signifikan serta menambahkan bahan kaya protein dan bahan pengikat air untuk menjaga keseimbangan komposisi nugget.Kata Kunci : nugget ayam petelur afkir, tepung jamur tiram, kadar air, kadar protein
PENGARUH PERENDAMAN DAGING KAMBING DENGAN PEMBERIAN INFUSA DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM) TERHADAP SUSUT MASAK DAN WHC (WATER HOLDING CAPACITY) Igo Athief Naufal, Maulana; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian kali ini berguna untuk menganalisis daging kambing yang direndam dengan infusa daun salam terhadap susut masak serta WHC. Penelitian dilakukan selama 30 hari di Laboratorium Terpadu Unisma. Menggunakan daging kambing kacang berumur 2 tahun dengan bobot 500 gram dan daun salam sebanyak 90 gram. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang mencakup 4 perlakuan dan 5 ulangan. Variabel yang diamati susut masak dan WHC (Water Holding Capacity) dengan perlakuan perendaman daging kambing dengan ekstrak daun salam, menggunakan perbandingan P0=Perendaman daging kambing tanpa ekstrak daun salam, P1= Perendaman daging kambing dengan konsentrasi ekstrak daun salam 5%, P2= Perendaman daging kambing dengan konsentrasi ekstrak daun salam 10%, P3= Perendaman daging kambing dengan konsentrasi 15%. Analisis statistik dilakukan menggunakan ANOVA, apabila ada hasil yang berpengaruh sangat nyata maka diteruskan menggunakan uji BNT. Penelitian ini mengahasilkan bahwa perendaman dengan infusa daun salam berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap susut masak dan WHC. Rata-rata susut masak dan WHC optimal diperoleh pada P3 (15% infusa daun salam) dengan nilai susut masak 27,61% dan WHC 38,93%. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan infusa daun salam 15% dalam pengolahan daging kambing untuk meningkatkan kualitas daging.Kata Kunci : Daging Kambing, Infusa Daun Salam, Susut Masak, Water Holding Capacity, Kualitas Daging.
PENGARUH PEMBERIAN KULIT NANAS TERFERMENTASI TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN HARIAN, KONSUMSI PAKAN DAN EFISIENSI PAKAN Syarul Sanjaya, Adam; Humaidah, Nurul; Sholikah, Nisa’us
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pakan merupakan hal terpenting dalam usaha ternak domba karena sangat mempengaruhi hasil perkembangan dan pertumbuhan bobot serta kualitas daging yang domba. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisa pengaruh pemberian kulit nanas terfermentasi terhadap pertambahan bobot badan harian, konsumsi pakan, dan efisiensi pakan. Penelitian dilakukan selama 42 hari. Variabel yang diukur adalah Penambahan Bobot Badan Harian (PBBH), Konsumsi Pakan, Efisiensi Pakan. Metode penelitian adalah eksperimen. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjut dengan uji BNT (beda nyata terkecil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kulit nanas terfermentasi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap PBBH dan Efesiensi Pakan tetapi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan. Rataan PBBH (g/hari) adalah P0 : 16.53, P1 : 17.12, P2 : 17.43, P3 : 17.09, rataan konsumsi pakan (Kg) adalah P0 : 57.20, P1 : 57.94, P2 : 57.84, P3 : 57.20 dan efisiensi pakan (%) adalah P0 : 160,75b, P1 : 155,66a, P2 : 154,45a, P3 : 157,55a. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian kulit nanas terfermentasi sampai 15 % dari proporsi pakan hijauan domba tidak berpengaruh terhadap PBBH dan efisiensi pakan tetapi dapat mengurangi konsumsi pakan pada domba ekor tipis.Kata Kunci : Domba Lokal, Kulit Nanas, fermentasi, pakan
HUBUNGAN TEMPERATURE DAN HUMIDITY PADA KANDANG TERHADAP KUALITAS SEMEN SEGAR SAPI POTONG DI BALAI BESAR INSEMINASI BUATAN SINGOSARI Aria Putra, Niko; Humaidah, Nurul; Sumartono, Sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi temperature dan humidity serta menganalisis hubungan temperature dan humidity pada kandang terhadap kualitas semen segar Sapi potong di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari. Materi dalam penelitian ini adalah 10 ekor Sapi Simental dan 10 ekor Sapi Limousin berusia 2 sampai 7 tahun. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus. Analisa data menggunakan analisis koefisien korelasi dan regresi linier berganda. Pengambilan data dan penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober sampai 15 November tahun 2024 di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari. Variabel penelitian adalah data sekunder berupa data kualitas pengujian motilitas individu, konsentrasi,dan volume semen segar sapi potong Simental dan Limousin, serta data pengukuran suhu dan kelembaban pada kandang ternak sapi potong di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa faktor suhu dan kelembaban mempengaruhi motilitas individu hanya 1,8% dengan nilai R 0,133 yang artinya koefisien korelasi sangat rendah , konsentrasi hanya 1,2% dengan nilai R 0,108 yang artinya koefisien korelasi sangat  rendah  dan volume hanya 6,4% dengan nilai R 0,254 yang artinya koefisien korelasi rendah.Kesimpulan pada penelitian ini adalah temperature dan humidity mempunyai keeratan hubungan yang rendah terhadap motilitas individu, konsentrasi dan volume semen segar Sapi Limosin dan Simental  hal ini dikarenakan suhu dan kelembaban pada kandang sapi potong di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari berada pada ambang batas normal Berdasarkan hasil yang peroleh dapat disarankan, suhu dan kelembaban ideal untuk kandang adalah 24,11ºC dan 67,06% dan diperlukan penelitian lebih lanjut dengan menambah jumblah pengukuran suhu untuk mengetahui interval cekaman panas pada kandang.Kata kunci: Sapi potong; suhu; kelembaban; kualitas semen segar 
PENGARUH PEMBERIAN RAMUAN HERBAL + MULTI ENZIM PADA AIR MINUM TERHADAP KECERNAAN BAHAN ORGANIK DAN PROTEIN EFISIENSI RATIO BROILER PERIODE FINISHER Dhiya’ul Haq, Ahmad; Wadjdi, Farid; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian campuran ramuan herbal + multi enzim dalam air minum terhadap kencernaan bahan organik dan protein efisiensi ratio pada broiler fase finisher. Materi penelitian ini meliputi ramuan herbal, multi enzim, pakan komersial, dan broler. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah esperimen dengan RancanganAcak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dengan empat ulangan. Perlakuan yang diberikan mencangkup: P0 (kontrol, 100% air minum), P1 (multi enzim + ramuan herbal 2 ml), P2 (multi enzim + ramuan herbal 4 ml), dan P3 (multi enzim + ramuan herbal 8 ml). Setiap perlakuan menggunakan 1 liter air serta serta campuran kunyit 45 gram, temulawak 45 gram, kencur 40 gram, bawang putih 10 gram, dan 2 lembar daun sirih, kecuali pada perlakuan kontrol. Variabel yang diamati meliputi tingkat kecernaan bahan organik dan protein efisiensi ratio dalam air minum. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil analisis menunjukkan bawa penambahan ramuan herbal dan multi enzim memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan bahan organik, serta berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap protein efisiensi ratio broilr fase finisher. Rata-rata yang diperoleh dari kecernaan bahan organik yang diperoleh adalah: P0 = 74,25%a, P1 = 74,87%ab, P2 = 75,17%bc, dan P3 = 2,67%b, sedangkan rata- rata yang diperoleh dari protein efisiensi ratio adalah: P0 = 2,56%a, P1 = 2,64%b, P2 = 2,66%b, P3 = 2,67%b. Kesimpulannya, penggunaan ramuan herbal dan multi enzim sebagai campuran dalam air minum memiliki pengaruh nyata terhadap kecernaan bahan organik, serta berpengaruh sangat nyata terhadap protein efisiensi ratio pada broiler priode finisher.Kata Kunci : Estrak Herbal, Multi Enzim, Protein Efisiensi Ratio, Kecernaan Bahan Organik
KADAR PROTEIN DAN KOLESTEROL TELUR AYAM YANG MENGGUNAKAN PAKAN MINYAK IKAN LEMURU DAN MINUMAN JUS DAUN AFRIKA Setiawan, Moh. Anwar; Ali, Usman; Kalsum, Umi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini melibatkan beberapa bahan utama, yaitu minyak ikan lemuru, daun Afrika, pakan, serta ayam petelur fase produksi yang berusia 16–18 minggu dengan total 54 ekor. Pengambilan sampel telur dilakukan pada hari terakhir penelitian, yaitu setelah 40 hari perlakuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan feed supplement berupa campuran minyak ikan lemuru dalam pakan dan jus daun Afrika dalam air minum terhadap kadar protein dan kolesterol telur ayam petelur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap faktorial (RALF), yang terdiri dari dua faktor perlakuan dengan tiga kali ulangan. Variabel yang diukur meliputi kadar protein dan kadar kolesterol telur ayam petelur. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dua arah (two-way ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pakan dan air minum tidak memberikan efek interaksi yang signifikan (P > 0,05) terhadap kadar protein telur ayam petelur, dengan rata-rata kadar protein berkisar antara 10,517% hingga 13,093%. Namun, kombinasi perlakuan tersebut memberikan pengaruh yang signifikan (P < 0,01) terhadap kolesterol telur ayam,kisaran nilai kolesterol berkisar antara 124,040 mg/dL hingga 189,00 mg/dL. Berdasarkan penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan minyak ikan lemuru dalam pakan tidak berpengaruh terhadap kadar protein telur ayam petelur. Namun, pemberian jus daun Afrika dalam air minum terbukti secara signifikan menurunkan kadar kolesterol telur.Kata Kunci : Protein, Kolesterol, layer, Minyak Ikan Lemuru, Daun Afrika
PENGARUH SUPLEMENTASI MINYAK LEMURU DALAM PAKAN DAN JUS DAUN AFRIKA DALAM AIR MINUM TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN KONVERSI PAKAN AYAM PETELUR Adji, Firman; Wadjdi, Farid; Ali, Usman
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pakan ayam petelur memiliki peran yang signifikan guna menghasilkan kualitas produksi yang baik. kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inklusi minyak ikan lemuru dalam pakan dan jus daun Afrika dalam minum pada konsumsi dan konversi pakan ayam petelur. Penelitian dilakukan dengan memberikan minyak ikan lemuru dan jus daun afrika dengan konsentrasi L1 : 0% sebagai kontrol, L2 : 1,5% minyak lemuru dalam pakan, L3 : 3% minyak lemuru dalam pakan, A1 : 0% daun afrika / liter air minum sebagai kontrol, A2 : 1 ml daun afrika / liter air minum, A3 : 10 ml daun afrika / liter air minum. Metode penelitian ini menerapkan eksperimen dengan rancangan acak lenkap faktorial menggunakan minyak ikan lemuru dan jus daun afrika sebagai faktornya. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji ANOVA dan dilanjut dengan uji BNT (beda nyata terkecil). Hasil penelitian menunjukkan pada konsumsi pakan penambahan minyak dar ikan lemuru pada pakan berpengaruh sangat nyata (P<0,01), penambahan jus daun afrika pada air minum tidak berpengaruh nyata (P>0,05), penambahan minyak ikan lemuru dan jus daun afrika tidak ada interaksi (P>0,05) dengan rataan L0 : 4868.22g, L1 : 4745.33g, L2 : 4310g. Konversi pakan dalam penambahan minyak ikan lemuru pada pakan berpengaruh nyata (P<0,05), penambahan jus daun afrika pada air minum tidak berpengaruh nyata (P>0,05), serta gabungan minyak ikan lemuru dan jus daun Afrika tidak ada interaksi (P>0,05) dengan rataan L0 : 2,51 kg, L1 : 2,17 kg, L2 : 2,17 kg. Kesimpulan penelitian penambahan minyak ikan lemuru pada pakan memiliki pengaruh dapat mengurangi konsumsi pakan serta meningkatkan konversi pakan, sementara itu, jus daun Afrika tidak mempengaruhi konsumsi maupaun konversi pakan.Kata Kunci : ayam petelur, minyak ikan lemuru,  daun afrika