cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
ANALISIS PROFITABILITAS USAHA PETERNAKAN AYAM PEDAGING POLA KEMITRAAN PADA JUMLAH POPULASI YANG BERBEDA DI KECAMATAN BOJONG KABUPATEN TEGAL Al Kibar, Alam Fayid; Susilowati, Sri; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat profitabilitas usaha peternakan ayam pedaging dengan pola kemitraan berdasarkan jumlah populasi yang berbeda di Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 8 April – 8 Mei 2025 dengan melibatkan 8 peternak mitra yang dibagi ke dalam tiga kategori populasi: 4.000 ekor, 5.000–6.000 ekor, dan 10.000 ekor. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, serta pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan. Variabel yang diamati meliputi biaya produksi, penerimaan, pendapatan, break even point (BEP), dan rasio profitabilitas (R/C Ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua skala usaha memberikan nilai profitabilitas di atas 1, yang berarti menguntungkan. Jumlah populasi 4.000 ekor memiliki nilai profitabilitas tertinggi sebesar 1,07, sementara jumlah populasi 5.000–6.000 ekor dan 10.000 ekor memiliki nilai 1,06. Meskipun terdapat perbedaan jumlah populasi, tingkat profitabilitas relatif serupa, mengindikasikan bahwa efisiensi manajerial dan operasional memainkan peran penting dalam menentukan keberhasilan usaha.Kata kunci: ayam pedaging, pola kemitraan, profitabilitas, populasi ternak
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PEMBELIAN TELUR AYAM RAS DI PASAR TRADISIONAL KECAMATAN TUMPANG KABUPATEN MALANG Khoiriyah, Hikmatul; Masyithoh, Dewi; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telur ayam ras merupakan salah satu sumber protein hewani yang terjangkau dan banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Namun, pola konsumsi telur dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial-ekonomi yang berbeda di setiap wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beberapa faktor terhadap jumlah pembelian telur ayam ras di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Studi dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 2024 sampai 12 Januari 2025 dengan melibatkan 100 responden konsumen yang dipilih melalui metode accidental sampling di tiga pasar tradisional. Variabel yang dianalisis meliputi pendapatan rumah tangga, harga telur ayam ras, share pengeluaran, jumlah anggota keluarga, harga daging ayam, dan tingkat pendidikan. Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas responden menganggap pendapatan dan harga sebagai faktor penting dalam menentukan kualitas, jenis, dan jumlah telur yang dibeli. Faktor promosi seperti potongan harga dan informasi kandungan gizi juga memberikan pengaruh terhadap keputusan pembelian. Analisis regresi linear berganda mengidentifikasi bahwa dari enam variabel yang diuji, hanya tingkat pendidikan (X6) yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah konsumsi telur ayam ras, dengan nilai p sebesar 0,0348 dan koefisien positif 0,1419. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka lebih terkontrol pula konsumsi telur dalam rumah tangganya. Meskipun variabel lain seperti pendapatan dan harga telur berperan dalam persepsi konsumen, tidak semua terbukti signifikan secara statistik. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 23,6% mengindikasikan bahwa model regresi hanya menjelaskan sebagian kecil variasi konsumsi telur ayam ras, sementara sebagian besar dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan merupakan faktor kunci dalam membentuk perilaku konsumsi pangan, khususnya terhadap produk protein hewani seperti telur ayam ras.Kata Kunci : Telur Ayam Ras, Perilaku Konsumen, Pasar Tradisional, Faktor Sosial Ekonomi
PENGARUH DOSIS RAGI TAPE (Saccharomyces cerevisiae) PADA FERMENTASI RUMPUT ODOT TERHADAP NILAI NUTRISI PAKAN Islamidhin, Muhamad Asroful; Muwakhid, Badat; Kulsum, Umi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelnellitian ini belrtujuan untuk melngeltahui pelngaruh dosis ragi tapel (Saccharomycels Celrelvisiael) pada felrmelntasi rumput odot telrhadap nilai nutrisi pakan. Pelnellitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 sampai 31 Januari 2025 di delsa Sumbelrsari kelcamatan Poncokusumo kabupateln Malang. Meltodel yang digunakan dalam pelnellitian ini adalah pelrcobaan melnggunakan Rancangan Acak Lelngkap (RAL) delngan 4 Pelrlakuan dan 3 Ulangan yaitu P0 = 1kg rumput odot, tanpa ragi tapel (kontrol), P3 = 1kg rumput odot + 3% ragi (30 gram ragi tapel), P5 = 1kg rumput odot + 5% ragi (50 gram ragi tapel), P7 = 1kg rumput odot + 7% ragi (70 gram ragi tapel). Data yang dipelrolelh dianalisis melnggunakan uji ANOVA (Analysis of Varians dilanjutkan delngan uji BNT. Hasil pelnellitian melnunjukkan bahwa pelnambahan dosis ragi tapel belrpelngaruh sangat nyata (P<0,01) telrhadap kandungan protelin kasar (PK) dan selrat kasar (SK) rumput odot yang difelrmelntasi. Adapun nilai rata-rata PK (%) P0=11,18 P3=12,45 P5=13,58 P7=14,61 dan SK (%) P0=21,32 P3=19,21 P5=17,92 P7=16,49. Disimpulan bahwa pelnambahan dosis ragi tapel pada felrmelntasi rumput odot selcara signifikan melningkatkan kandungan protelin kasar dan melnurunkan kadar selrat kasar. Dosis ragi tapel yang optimal untuk melningkatkan kadar protelin kasar dan melnurunkan kadar selrat kasar adalah 7% dari bahan rumput odot. Kata Kunci : Felrmelntasi, Rumput Odot, Kandungan Nutrisi, Saccharomycels celrelvisiael.
PENGARUH PENGGUNAAN PROBIOTIK HERBAL + LlSIN PADA AIR MINUM TERHADAP INCOME OVER FEED COST DAN NILAI EKONOMIS PAKAN BROILER FINISHER Hilmi, Anas; Wadjdi, Farid; Susilowati, Sri
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan kombinasi probiotik herbal dan lisin dalam air minum broiler dapat menjadi salah satu strategi efektif untuk meningkatkan efisiensi ekonomi dalam usaha peternakan. Kombinasi ini terbukti mampu meningkatkan nilai income over feed cost (IOFC), efisiensi pakan, imunitas tubuh ayam, penyerapan nutrien, serta laju pertambahan bobot badan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak pemberian probiotik herbal dan lisin terhadap nilai IOFC serta efisiensi nilai ekonomi pakan pada broiler. Penelitian ini melibatkan 64 ekor ayam broiler berumur 22 hari yang dibagi ke dalam empat kelompok perlakuan, masing-masing terdiri dari empat ulangan, dan setiap ulangan berisi empat ekor ayam. Probiotik herbal dan lisin diberikan secara ad libitum melalui air minum. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode ANOVA. Jika hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan, maka dilanjutkan dengan uji BNT untuk mengidentifikasi perbedaan antar perlakuan secara lebih rinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik herbal dan lisin berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai IOFC. Adapun rata-rata nilai IOFC dari masing-masing perlakuan sebagai berikut: P0 = Rp5.598a, P1 = Rp6.669a, P2 = Rp7.691ab, dan P3 = Rp10.135b. Sementara itu, terhadap nilai ekonomis pakan, perlakuan juga menunjukkan pengaruh yang signifikan (P<0,05), dengan nilai rata-rata sebagai berikut: P0 = Rp15.660b, P1 = Rp14.740ab, P2 = Rp14.293ab, dan P3 = Rp13.155a. Perlakuan P3 menunjukkan hasil terbaik dalam kedua parameter tersebut. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan dosis probiotik herbal dan lisin yang diberikan melalui air minum secara signifikan dapat meningkatkan efisiensi nilai ekonomis pakan dan IOFC selama pemeliharaan broiler fase finisher. Perlakuan paling optimal ditemukan pada pemberian campuran sebanyak 6 ml probiotik herbal dan lisin dalam air minum.Kata Kunci : Probiotik, Herbal, Lisin , Income Over Feed Cost , Nilai Ekonomis Pakan, Ayam Pedaging.
PENGARUH PERENDAMAN DAGING KAMBING KACANG DENGAN PEMBERIAN INFUSA DAUN SALAMM (SYZYGIUM POLYANTUM), TERHADAP KADAR AIR DAN KEEMPUKAN Ibrahim, Ismet; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak perendaman daging kambing Kacang menggunakan infusa daun salam terhadap kandungan air dan tingkat keempukan daging. Sampel yang digunakan berupa daging kambing Kacang berusia dua tahun dengan bobot 700 gram, diambil dari bagian has dalam. Bahan tambahan berupa daun salam seberat 900 gram digunakan untuk pembuatan infusa. Peralatan yang digunakan meliputi timbangan analitik, oven, desikator, gelas ukur, botol timbang, pisau, talenan, plastik, alat tulis, stopwatch, serta Warner-Bratzler Shear Force untuk mengukur keempukan. Penelitian ini dirancang menggunakan metode eksperimental dengan pendekatan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari empat perlakuan dengan lima kali ulangan. Rincian perlakuan meliputi: P0 (kontrol, tanpa infusa daun salam), P1 (perendaman dengan infusa daun salam 5%), P2 (10%), dan P3 (15%). Seluruh perlakuan dilakukan dengan durasi perendaman selama 45 menit. Parameter yang diamati mencakup kadar air dan keempukan daging. Analisis data dilakukan dengan uji One-Way ANOVA, dan apabila terdapat perbedaan yang signifikan, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian infusa daun salam dalam proses perendaman daging kambing memberikan pengaruh yang sangat signifikan (P<0,01) terhadap kedua variabel yang diamati. Rata-rata kandungan air masing-masing perlakuan adalah sebagai berikut: P0 = 32,68%, P1 = 38,21%, P2 = 42,27%, dan P3 = 49,95%. Sementara itu, hasil pengukuran tingkat keempukan menunjukkan nilai: P0 = 27,61 N, P1 = 33,87 N, P2 = 38,52 N, dan P3 = 43,51 N. Dapat disimpulkan bahwa infusa daun salam berkontribusi nyata dalam meningkatkan kadar air dan keempukan daging kambing Kacang. Perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi 15% dengan waktu perendaman 45 menit, yang menghasilkan daging dengan kelembapan lebih tinggi serta tekstur yang lebih empuk.. Kata Kunci : Perendaman, Pemberian Infusa Daun Salamm, Kadar Air dan Keempukan
EVALUASI HUBUNGAN KUALITAS SEMEN SEGAR SAPI BALI BERDASARKAN LAMA WAKTU PENYIMPANAN DI SUHU RUANG (25–27°C) Aldo Faisol, Muhammad Mahroma; Sholikah, Nisa'us; Sumartono, Sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sapi Bali merupakan salah satu plasma nutfah lokal yang berperan penting dalam program inseminasi buatan, sehingga kualitas semen segar perlu dijaga sejak penampungan hingga pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh lama penyimpanan semen segar pada suhu ruang (25–27°C) terhadap kualitas spermatozoa Sapi Bali. Penelitian dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Reproduksi Balai Ruminansia Besar Grati, Pasuruan, dengan menggunakan semen pejantan Sapi Bali umur ±4 tahun yang memiliki motilitas awal minimal 70%. Sampel semen ditampung dengan vagina buatan, kemudian dievaluasi pada waktu penyimpanan 0, 15, 30, dan 45 menit. Variabel yang diamati meliputi motilitas individu, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa, yang dianalisis dengan korelasi Pearson dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan berhubungan negatif dengan motilitas (r=-0,544; R²=30%) dan viabilitas (r=-0,622; R²=39%), sedangkan abnormalitas menunjukkan korelasi positif lemah dan tidak signifikan (r=0,224; R²=5%). Disimpulkan bahwa penyimpanan semen segar pada suhu ruang menurunkan kualitas, terutama motilitas dan viabilitas, sehingga implikasinya semen segar sebaiknya segera digunakan atau diproses dalam waktu kurang dari 30 menit setelah penampungan untuk menjaga efektivitas reproduksi.Kata Kunci : Sapi Bali, semen segar, penyimpanan, motilitas, viabilitas, abnormalitas
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN AMMO-TECH MESIN PEMBUAT ANTISEPTIK TEAT DIPPING BERBAHAN DASAR DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP TINGKAT KEJADIAN MASTITIS SAPI FH Absor, Munas Ulil; Sholikah, Nisa'us
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian dekok daun kelor sebagai teat dipping terhadap tingkat kejadian mastitis subklinis sapi FH. Materi penelitian yang digunakan sapi laktasi bangsa FH sebanyak 16 ekor bulan laktasi 3-5, periode laktasi 1 yang terindikasi mastitis subklinis. Metode penelitian adalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan teat dipping perlakuan kontrol (P0) povidone iodine 1% dan perlakuan dekok daun kelor konsentrasi 15%, 30%, dan 45% (masing-masing P1, P2, P3). Hasil penelitian pemberian dekok daun kelor membuktikan bahwa tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap skor mastitis subklinis dengan uji CMT dan uji WST. Rataan skor mastitis subklinis dengan uji CMT berturut-turut adalah P0 = 1,25, P1 = 1,13, P2 = 1,19, P3 = 1,06. Sedangkan rata-rata skor mastitis subklinis dengan uji WST P0 = 1,13, P1 = 1,13, P2 = 1,19, P3 = 1,06. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian dekok daun kelor untuk antiseptik teat dipping adalah konsentrasi 15%, 30% dan 45%. Kata Kunci : Daun kelor, Mastitis subklinis, Teat dipping, California Mastitis Test, Whiteside Test
PENGARUH PEMBERIAN CAMPURAN PROBIOTIK HERBAL + ASAM AMINO ESENSIAL L-LYSIN TERHADAP PENAMPILAN PRODUKSI BROILER Hisbullah, Muhammad Ridho; Wadjdi, Farid; Yulianti, Dyah Lestari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitiaan ini| bertujuuan untuk mengetahui pengaruh pemberiaan campurann| probiotik herbal+asam amino esensial l-lysin terhadap penampilan produksi broiler. Materi yangg digunakann dalamm penelitiaan inii adalah 64 ekorr broilerr periode umur 22 hari. Rata-rata bobot badaan awal broiler adalah 1.300 g. Koefisien keragaman <10%.  Herbal yang digunakan, temulawak, temuireng, bawangg putiih, lengkuas, asam, dan daun siriih. Asam amino esensial adalah L-Lysin. Pakan basal produksi New Hope kode C11 (ayam ras pedaging fase finisher). Unit percobaan Air minum dan pakan diberikan ad libitum. Metodee yangg digunakan adalah percobaan (RAL), 4 perlakuaan, 4 ulangaan. Satu unit percobaan terdiri atas 4 ekor broiler. Perlakuan penelitian adalah level penambahan campuran probiotik, herbal, dan asam amino esensial pada air minum, yaitu: 0 ml/liter air minum (P0), 2 ml/liter air minumm (P1), 4 ml/literr air minumm (P2), dan 6 ml/literr air minumm (P3). Variabel yang diamati adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan. Data yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan akan ditabulasi dan dianalisis menggunakan analisis statistik sidik ragam (ANOVA). Jika terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan uji (BNT). Berdasarkan analisis statistik, campuran probiotik, herbal, dan asam amino esensial pada broiler yang dipelihara selama 14 hari (22-35 hari) tidak memberikan pengaruh nyata (P>0.05) konsumsi pakan namun memberikan pengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap pertambahan bobot badan (PBB) dan konversi pakan. Rata-rata konsumsi pakan perlakuan P0, sampai P3, 1.853,00; 1.781,50; 1.928,00; dan 1.891,75 g/ekor. Rata-rata PBB perlakuan P0, sampai P3. 1.032; 1.058; 1.185,75; dan 1.277,50 g/ekor. Rata-rata konversi pakan perlakuan P0, sampai P3 1,8; 1,69; 1,63; dan 1,49. Campuran probiotik, herbal, dan asam amino pada broiler yang dipelihara selama 14 hari (22-35 hari) tidak memberikan pengaruh terhadap konsumsi pakan namun berpengaruh terhadap PBB dan konversi pakan.  Level pemberian 6 ml/liter air minum broiler memberikan PBB tertinggi dan konversi pakan terendah. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang penambahan campuran probiotik, herbal, dan asam amino esensial padaKata Kunci : Herbal, Asam Amino Esensial, Konsumsi Pakan, Pertambahan bobot badann, FCR.
PENGARUH UMUR TELUR TERHADAP NILAI pH DAN KADAR AIR MAYONNAISE Azmi, Ahmad Faruq; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh umur telur terhadap nilai pH dan kadar air pada produk mayonnaise. Bahan yang digunakan antara lain telur ayam ras Lohman brown pada puncak produksi berumur (39 minggu). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan tiga perlakuan dengan sembilan ulangan, yaitu telur yang disimpan pada suhu berkisar ± 25°C - 28°C, dengan variasi umur simpan (P1) 1, (P2) 4, dan (P3) 8 hari. Parameter yang diamati adalah nilai pH dan kadar air mayonnaise. Analisa data menggunakan uji ANOVA (Analysis of Varience). Hasil analisis menunjukkan bahwa umur telur (P>0,05) tidak memberikan pengaruh nyata terhadap nilai pH dan kadar air mayonnaise. Rata-rata nilai pH yang dihasilkan adalah (P1) 4,89, (P2) 4,94, (P3) 5,06. Sedangkan kadar air menghasilkan rata-rata (P1) 35,16%, (P2) 36,72%, (P3) 37,58%. Kesimpulan yang dihasilkan pada penelitian ini adalah umur telur tidak berpengaruh nyata terhadap nilai pH dan kadar air mayonnaise, telur segar berumur 1 hari menghasilkan produk mayonnaise dengan kualitas yang lebih baik dengan hasil nilai pH (4,89) dan kadar air (35,16%). Saran pada penelitian ini adalah menggunakan telur berumur 1 hari pada pembuatan mayonnaise dan pada penelitian selanjutnya terkait viskositas dan total bakteri. Kata Kunci : Umur telur, Masa simpan, Mayonniase, Nilai pH, Kadar air.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KULIT PISANG KEPOK TERHADAP KADAR AIR DAN WATER HOLDING CAPACITY (WHC) NUGGET DAGING KELINCI Utomo, Moch Luthfi Hadi; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penambahan tepung kulit pisang kepok terhadap kadar air dan Water Holding Capacity (WHC) nugget daging kelinci. Materi yang digunakan meliputi daging kelinci New Zealand White (NZW) berumur 4 bulan bagian has dalam dan tepung kulit pisang kepok merah. Bahan lainnya ialah tepung panir, tepung maizena, telur, es batu, dan garam. Alat yang digunakan antara lain kertas saring Whatman no.42, kertas grafik, cawan porselen, eksikator, dua plat kaca, beban 35 kg, penggilingan daging, oven, timbangan analitik, freezer, dan pengukus. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri dari: P0 (tanpa tepung kulit pisang kepok), P1 (tepung kulit pisang kepok 20%), P2 (tepung kulit pisang kepok 30%), dan P3 (tepung kulit pisang kepok 40%). Variabel yang diamati adalah kadar air dan WHC. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) jika terdapat perbedaan nyata. Hasil analisis ragam menunjukkan penambahan tepung kulit pisang kepok tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar air dan WHC. Nilai rata-rata kadar air yaitu: P0 = 44,15%, P1 = 32,97%, P2 = 43,44%, P3 = 40,40%. Nilai rata-rata WHC: P0 = 31,99%, P1 = 29%, P2 = 36,52%, P3 = 36,37%. Berdasarkan hasil penelitian ialah penambahan tepung kulit pisang kepok 20%, 30%, 40% tidak mempengaruhi kadar air dan WHC nugget daging kelinci NZW. Disarankan penambahan tepung kulit pisang kepok kurang dari 20% serta perlu adanya penelitian lanjutan terkait kadar protein, karbohidrat, dan serat kasar nugget daging kelinci.Kata kunci: nugget, kadar air, water holding capacity, kelinci, tepung kulit pisang kepok.