cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
ANALISIS USAHA TERNAK AYAM BROILER SECARA OPEN HOUSE SYSTEM DAN CLOSED HOUSE SYSTEM DI KECAMATAN PANCENG KABUPATEN GRESIK Munajah, Ahmad Anang; Susilowati, Sri; Masyithoh, Dewi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitiann ini sudah dilaksanakan pada tanggal 1 September 2024 – 30 November 2024 di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dengan tujuan menganalisis kinerja usaha ayam broiler berdasarkan sistem pemeliharaannya dan membandingkan efektivitas produksi diantara open house system dengan closed house system. Data dianalisis mempergunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan fokus pada: Profil peternak, Biaya total (TC = TFC + TVC), Penerimaan (R = p × Q), Keuntungan (π = TR – TC), Break Even Point (BEP): baik BEP harga (TC/Q) maupun BEP produksi (TC/P) dan Revenue cost ratio (R/C) = R / C Prosedur wawancara mengikuti tahapan sistematis mulai dari penentuan responden hingga penyusunan laporan. Hasil analisis akan memberikan gambaran perbandingan efisiensi dan profitabilitas diantara kandanag opeen housee systemm dengan closed house system. Hasil yang didapat memperlihatkan mayoritas dari peternak yaitu laki-laki sejumlah 9 orang (90%), berusia diantara 46–55 tahun sejumlah 4 orang (40%), serta berpendidikan terakhir SMA sejumlah 5 orang (50%). Dari aspek produksi, kandang closed house system menunjukkan kinerja lebih unggul dengan rata-rata populasi lebih besar (33.240 ekor vs. 4.760 ekor), konsumsi pakan lebih tinggi, dan bobot panen lebih baik (2,6 kg vs. 2,3 kg). Secara ekonomi, kandang closed house menghasilkan: Biaya produksi lebih besar, tetapi juga diimbangi open house. Penerimaan serta keuntungan lebih tinggi, Indeks performans (IP) lebih tinggi (rata-rata 422 vs. 360), Tingkat mortalitas (deplesi) lebih rendah (6% vs. 7,23%). Meskipun R/C Ratio open house system sedikit lebih tinggi (1,05 vs. 1,04), secara keseluruhan closed house system tetap lebih menguntungkan karena skala usaha yang besar dan manajemen yang lebih efisien. Nilai BEP juga menunjukkan bahwa usaha pada closed house system berada dalam posisi aman dan layak secara ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian bisa dinyatakan kandang closed house system memberikan indeks performans lebih tinggi dibanding open house system. Closed house memiliki BEP harga serta produksi yang lebih besar namun tetap dalam posisi menguntungkan. R/C Ratio memperlihatkan usaha ayam broiler di kedua sistem menguntungkan, dengan efisiensi yang sedikit lebih tinggi pada open house. Mortalitas ayam lebih rendah pada closed house system karena manajemen yang lebih baik. Secara umum, closed house system lebih menguntungkan dan layak dikembangkan.Kata Kunci : Ayam Broiler, Kandang Open housee, Kandang,Closed house
PENGARUH PEMBERIAN ADDITIVE HERBAL TERHADAP INDEKS PERFORMA DAN NILAI EKONOMIS PAKAN BROILER Wisyaputra, Khalif Aikal; Susilowati, Sri; Yulianti, Dyah Lestari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian additive herbal yang terdiri dari rumput laut (Ascophyllum nodosum), adas (Foeniculum vulgare mili), dan beri lima rasa (Schisandra chinensis) terhadap indeks performa dan nilai ekonomis pakan broiler. Penelitian dilakukan selama 40 hari pada 6.600 ekor broiler strain Cobb di PT Dinamika Megatama Citra, Malang, dengan dua perlakuan: kontrol tanpa aditif dan perlakuan dengan aditif herbal (1 ml/L air minum). Parameter yang diamati meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan, indeks performa, income over feed cost (IOFC), dan nilai ekonomis pakan. Hasil menunjukkan pemberian aditif herbal memberikan perbedaan kecil secara rataan pada semua parameter, dengan konsumsi pakan rata-rata P0=85,73 g/hari/ekor dan P1=77,05 g/hari/ekor; pertambahan bobot badan P0=68,17 g/hari/ekor dan P1=74,83 g/hari/ekor; konversi pakan P0=1,14 dan P1=1,19; indeks performa P0=368,88 dan P1=359,47; nilai ekonomis pakan P0=9.773,11 dan P1=10.767,17; serta IOFC P0=12.304,14 dan P1=11.737,28. Disimpulkan bahwa pemberian aditif herbal pada air minum broiler tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap indeks performa dan nilai ekonomis pakan dibanding tanpa herbal aditif. Kata Kunci : herbal aditif, broiler, indeks performa, nilai ekonomis pakan, IOFC. THE EFFECT OF HERBAL ADDITIVE ADMINISTRATION ON THE PERFORMANCE INDEX AND ECONOMIC VALUE OF BROILER FEED AbstractThis study aims to analyze the effect of herbal additives consisting of seaweed (Ascophyllum nodosum), fennel (Foeniculum vulgare mili), and five-flavored berries (Schisandra chinensis) on the performance index and economic value of broiler feed. The study was conducted for 40 days on 6,600 Cobb strain broilers at PT Dinamika Megatama Citra, Malang, with two treatments: control without additives and treatment with herbal additives (1 ml/L drinking water). The parameters observed included feed consumption, body weight gain, feed conversion, performance index, income over feed cost (IOFC), and economic value of feed. The results showed that the administration of herbal additives gave a small difference on average in all parameters, with an average feed consumption of P0 = 85.73 g/day/head and P1 = 77.05 g/day/head; body weight gain of P0 = 68.17 g/day/head and P1 = 74.83 g/day/head; Feed conversion P0=1.14 and P1=1.19; performance index P0=368.88 and P1=359.47; economic value of feed P0=9,773.11 and P1=10,767.17; and IOFC P0=12,304.14 and P1=11,737.28. It was concluded that the provision of herbal additives in broiler drinking water did not show significant differences in performance index and economic value of feed compared to without herbal additives. Keywords:  additive herbal, broiler, performance index, economic value of feed, IOFC.
EFEKTIVITAS DOSIS MULTI PROBIOTIC PADA FERMENTASI LIMBAH PRODUKSI AGAR-AGAR DAN POLLARD TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR Alamsyah, Febrian Irhwyn; Muwakhid, Badat; Wajdi, M Farid
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan guna mengkaji dampak pemberian multi probiotik dengan dosis berbeda pada proses fermentasi limbah produksi agar-agar yang dicampur pollard, khususnya pada kandungan protein dan serat kasar. Kegiatan penelitian berlangsung sejak 24 Februari hingga 8 April 2025, bertempat di rumah Bapak Wiyono di Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, serta di Laboratorium Bahan Makanan dan Nutrisi Ternak Universitas Brawijaya. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah eksperimental menggunakan RAL dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan, yang ditetapkan dalam penelitian. Perlakuan yang diberikan meliputi kontrol tanpa probiotik (P0), kemudian probiotik dengan dosis 6 ml/kg (P1), 12 ml/kg (P2), dan 18 ml/kg (P3), masing-masing ditambah 2% molasses. Analisis data menunjukkan bahwa, penambahan mikro probiotik pada campuran limbah produksi agar-agar dan pollard, menghasilkan pengaruh nyata (P<0,05). Kadar protein kasar mengalami peningkatan dari 8,45% pada kontrol menjadi 10,64% pada dosis tertinggi, sementara kadar serat kasar menurun dari 5,60% menjadi 4,66%. Dengan demikian, dosis probiotik yang lebih tinggi terbukti lebih efektif dalam memperbaiki kualitas nutrisi fermentasi limbah agar-agar dan pollard.Kata kunci : limbah produksi agar-agar, Saccharomyces cerevisiae, Lactobacillus acidphilus, Aspergillus oryzar, Bacillus subtilis. protein kasar, serat kasar.
PRODUKSI DAN KUALITAS SUSU SAPI PERANAKAN FRISIAN HOLSTEIN PADA TINGKAT LAKTASI BERBEDA Murid, Yanuar; Kentjonowaty, Inggit; Masyithoh, Dewi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada 4 Juni sampai 30 Juni 2025 di Peternakan sapi perah milik Bapak Andik di Desa Jambesari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Analisis kualitas susu dilakukan di Laboratorium Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Sidodadi, Malang. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi produksi dan kualitas susu sapi perah Peranakan Friesian Holstein (PFH) berdasarkan berat jenis dan total bahan kering pada periode laktasi berbeda. Materi yang digunakan berupa 9 ekor sapi PFH, masing-masing 3 ekor pada laktasi ke-2, ke-3, dan ke-4. Setiap sapi diambil sampel susu 30 mL untuk dianalisis berat jenis dan kandungan bahan kering total. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan meliputi: P1 (laktasi ke-2), P2 (laktasi ke-3), dan P3 (laktasi ke-4). Variabel yang diamati meliputi produksi susu, berat jenis, dan bahan kering total. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA, dilanjutkan dengan Uji BNT jika terdapat perbedaan signifikan. Hasil penelitian menunjukkan periode laktasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi dan kualitas susu. Rataan produksi susu adalah P1: 7,68 L, P2: 9,48 L, dan P3: 11,34 L. Rataan berat jenis susu yaitu P1: 1,032 g/mL, P2: 1,031 g/mL, dan P3: 1,030 g/mL. Sedangkan rataan bahan kering total adalah P1: 12,06%, P2: 12,48%, dan P3: 12,91%. Disimpulkan bahwa produksi susu tertinggi diperoleh pada laktasi ke-4, sementara berat jenis tertinggi pada laktasi ke-2, dan bahan kering total tertinggi pada laktasi ke-2. Kata Kunci : Sapi Perah PFH, Periode laktasi, Produksi Susu, Berat Jenis Susu, dan Bahan Kering Total susu.
PENGARUH PERENDAMAN DAGING ITIK AFKIR DENGAN SARI DAUN KENIKIR TERHADAP pH DAN SUSUT MASAK Kharismawan, Wildan Bilal; Kentjonowaty, Inggit; Puspitarini, Oktavia Rahayu
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Riset ini bertujuan menganalisa efek perendaman daging itik afkir dalam berbagai konsentrasi sari daun kenikir terhadap pH dan susut masak. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang pada 15 Agustus sampai 15 September 2024. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah daging itik afkir berusia 92 minggu pada bagian dada sebanyak 700 gram dan 120 gram sari daun kenikir. Penelitian ini menggunakan metode percobaan dan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan 5 ulangan. Data dianalisa dan  menggunakan ANOVA dan dilanjutkan uji BNT. Perlakuan yang digunakan yaitu: P0 (Tanpa sari daun kenikir), P1(10% Sari daun kenikir), P2(15 % Sari daun kenikir), dan P3(20% sari daun kenikir). Variabel yang diteliti pada ini yaitu pH dan susut masak. Hasil analisa ragam menujukan perendaman daging itik afkir menggunakan sari daun kenikir berpengaruh sangat nyata terhadap pH (P<0,01) akan tetapi tidak mempengaruhi susut masak daging (P>0,05). Nilai rataan pH daging itik afkir yaitu P0=3,8a, P1=6,12b, P2=6,19b, P3=6,35b, nilai rataan susut masak yaitu P0=31,21%, P1=28,54, P2=34%, P3=36,33%. Kesimpulan penelitian perendaman daging itik Mojosari afkir menggunakan sari daun kenikir tua mempengaruhi nilai pH, namun tidak mempengauhi susut masak. Perendaman daging itik afkir disarankan menggunakan sari daun kenikir tua 10% menghasilkan nilai pH 6,12 dan susut masak dengan nilai 28,54% yang direndam selama 45 menit.Kata kunci : Daging itik afkir, daun kenikir, pH, susut masak 
HUBUNGAN ANTARA LAMA WAKTU PENYIMPANAN DENGAN KUALITAS SEMEN SEGAR SAPI BALI PADA SUHU 37°C–38°C Novanda, M. Rizky Fajar; Sholikah, Nisa'us; Sumartono, Sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lama penyimpanan semen segar sapi Bali pada suhu fisiologis 37–38°C terhadap kualitas spermatozoa, meliputi motilitas individu, viabilitas, dan abnormalitas. Penelitian dilakukan pada 2–22 Juli 2025 di BRMP Grati, Pasuruan, Jawa Timur, menggunakan semen segar dari satu ekor sapi Bali pejantan berumur empat tahun dengan motilitas minimal 70% dan konsistensi normal. Perlakuan terdiri atas empat kelompok waktu penyimpanan, yaitu 0 menit (kontrol), 15 menit, 30 menit, dan 45 menit, dengan parameter yang diamati meliputi motilitas individu, viabilitas, serta abnormalitas spermatozoa. Analisis korelasi dan regresi linier sederhana menunjukkan bahwa lama penyimpanan berhubungan negatif dengan motilitas individu (r = -0,326; r² = 0,11; P>0,05) dan viabilitas (r = -0,507; r² = 0,26; P<0,05), serta berhubungan positif dengan abnormalitas (r = 0,197; r² = 0,04; P>0,05). Viabilitas terbukti menjadi parameter paling sensitif dengan penurunan rata-rata 0,1592% per menit penyimpanan, sedangkan motilitas dan abnormalitas relatif lebih stabil hingga 45 menit. Disimpulkan bahwa penyimpanan semen segar pada suhu fisiologis berpengaruh signifikan terhadap viabilitas, namun tidak terhadap motilitas maupun abnormalitas. Kata Kunci : Sapi Bali, Semen segar, Lama penyimpanan, Kualitas spermatozoa
PENGARUH BERBAGAI MEDIA PERTUMBUHAN TERHADAP PRODUKTIVITAS LARVA MAGGOT (Hermetia illucens) Kamiludin, Akhmad; Wadjdi, Farid
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAmpas tahu, kotoran ayam layer, dan gamblong dapat dimanfaatkan sebagai alternatif media tumbuh yang baik akan protein dan karbohidrat sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertambahan berat larva, panjang larva, serta produksi larva Hermetia illucens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai media pertumbuhan terhadap produktivitas larva maggot (Hermetia illucens).Penelitian ini menggunakan 12g telur maggot yang dibagi 1gr ke setiap perlakuan, campuran media ampas tahu, kotoran ayam layer, dan gamblong pada 4 perlakuan dengan 3 ulangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai media terhadap produktivitas larva maggot berpengaruh  sangat nyata (P<0,01) terhadap berat larva Hermetia illucens. Nilai rata-rata  berat larva Hermetia illucens adalah: P0 : 0,108c, P1 : 0,055a, P2 : 0,062a, P3 : 0,086b. Pemberian berbagai media terhadap produktivitas larva maggot berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap panjang larva Hermetia illucens. Nilai rata-rata  panjang larva Hermetia illucens adalah: P0 1,36b, P1 : 1,26a, P2 : 1,29a, P3 : 1,35b. Pemberian berbagai media terhadap produktivitas larva maggot berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi larva Hermetia illucens. Nilai rata-rata  produksi larva Hermetia illucens adalah: P0 845c, P1 : 562,667a, P2 : 630ab, P3 : 664,667b. Dengan P0 menunjukkan hasil terbaik untuk berat larva Hermetia illucens, panjang larva Hermetia illucens dan produksi Larva Hermetia illucens. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian berbagai media berpengaruh sangat nyata serta memperoleh perlakuan terbaik pada P0 (ampas tahu 100%). Kata Kunci : Ampas Tahu, Gamblong, Kotoran Ayam Layer, Larva Hermetia illucens, Produktivitas
PENGARUH PEMBERIAN ADITIF HERBAL TERHADAP KUALITAS KARKAS BROILER Cahyadi, Mishbahul Luthfi; Yulianti, Dyah Lestari; Kulsum, Umi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAditif herbal yang digunakan merupakan produk komersial berbasis nano herbal dengan komposisi rumput laut (Ascophyllum nodosum), adas (Foeniculum vulgare mili), dan beri lima rasa (Schisandra chinensis). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian aditif herbal terhadap kualitas karkas broiler, meliputi persentase karkas, proporsi bagian karkas, dan kadar lemak abdominal. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2024 Januari 2025 di PT Dinamika Megatama Citra, Malang, menggunakan 6.600 ekor broiler strain Cobb yang dibagi ke dalam dua perlakuan, yaitu tanpa aditif herbal (kontrol) dan dengan aditif herbal (10 ml/1000 L air minum). Penelitian berlangsung selama 42 hari, dengan parameter pengamatan bobot akhir, persentase karkas, persentase bagian karkas (dada, paha atas, paha bawah, sayap, dan punggung), serta persentase lemak abdominal, yang dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian aditif herbal tidak berpengaruh nyata terhadap persentase karkas maupun distribusi bagian karkas (P > 0,05), namun pada lemak abdominal diperoleh penurunan signifikan (P < 0,05) dari 4,67% ± 0,45% pada kontrol menjadi 2,41% ± 0,08% pada perlakuan aditif herbal. Disimpulkan bahwa aditif herbal berpotensi meningkatkan kualitas karkas melalui penekanan akumulasi lemak abdominal dan mendukung efisiensi metabolisme energi. Kata Kunci : Aditif herbal, broiler, kualitas karkas, lemak abdominal, bagian karkas.
ANALISIS PENDAPATAN MODEL PEMASARAN YANG BERBEDA PADA KARKAS AYAM PEDAGING DI USAHA PEMOTONGAN AYAM BONAFEED BERKAH BERSAMA KECAMATAN ROGOJAMPI KABUPATEN BANYUWANGI Saputra, David Eka; Susilowati, Sri; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari ini untuk menganalisis perbedaan pendapatan berdasarkan model pemasaran online dan offline pada karkas ayam pedaging di Rumah Potong Ayam Bonafeed Berkah Bersama yang berlokasi di Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini di lakukan pada bulan Mei 2025 menggunakan pendekatan studi kasus. Data yang dikumpulkan meliputi biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan dari penjualan karkas ayam pedaging secara online dan offline. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran offline menghasilkan penerimaan sebesar Rp 121.304.340 dengan pendapatan sebesar Rp 8.923.727, sedangkan pemasaran online menghasilkan penerimaan sebesar Rp 13.746.752 dengan pendapatan sebesar Rp1.130.000. Uji t independen menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dengan statistik (p < 0,05) pada volume penjualan harian antara saluran penjualan online dan offline. Kesimpulannya, pemasaran offline lebih menguntungkan secara keseluruhan karena volume penjualan yang lebih tinggi. Disarankan kepada pelaku usaha untuk terus mengembangkan saluran penjualan online dengan menerapkan strategi efisiensi biaya dan diversifikasi produk. Kata Kunci: pemasaran ayam, pendapatan, karkas, online, offline, rumah potong ayam
KAJIAN SAPI PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN (PFH) DENGAN RIWAYAT PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK) TERHADAP KEJADIAN GANGGUAN REPRODUKSI Setyo, Nurhadi; Humaidah, Nurul; Kentjonowaty, Inggit
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pertama kali ditemukan di Indonesia pada tahun 1887 di daerah Malang, Jawa Timur. Kabupaten Malang, khususnya Kecamatan Jabung, merupakan salah satu wilayah pengembangan sapi perah di Jawa Timur. Kecamatan ini memiliki potensi tinggi terhadap penularan PMK, terutama pada sapi Peranakan Frisian Holstein (PFH). Menurut Mukhaqi (2023), wabah PMK juga menginfeksi sapi perah anggota peternak Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, dengan jumlah sapi terinfeksi mencapai 3.257 ekor dari awal Juni hingga September 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak riwayat PMK terhadap kejadian gangguan reproduksi pada sapi PFH di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung. Materi penelitian terdiri dari 50 ekor induk sapi perah PFH yang dipilih sesuai kriteria tertentu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2024 dengan desain observasional retrospektif dan metode survei untuk mengevaluasi hubungan antara riwayat PMK dan gangguan reproduksi pada sapi PFH. Variabel yang diamati meliputi variabel independen yaitu sapi dengan riwayat PMK, dan variabel dependen yaitu kejadian gangguan reproduksi. Dalam penelitian ini analisis data menggunakan teknik  deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 sapi PFH dengan riwayat PMK, terdapat 38 sapi yang mengalami abortus, dan 36 di antaranya mengalami gangguan reproduksi. Gangguan reproduksi yang umum terjadi meliputi endometritis dan retensio plasenta. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebanyak 76% sapi PFH dengan riwayat PMK di KAN Jabung mengalami kejadian abortus, dan 94% dari sapi tersebut mengalami gangguan reproduksi, dengan 47% di antaranya mengalami endometritis dan 53% mengalami retensio plasenta.Kata Kunci: Sapi PFH, Penyakit Mulut dan Kuku, Gangguan Reproduksi, Abortus