cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
EFEK PERENDAMAN DAGING DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI INFUSA DAUN SALAM TERHADAP KUALITAS FISIK DAGING AYAM PETELUR AFKIR Fajri, Moh; Suryanto, Dedi; Retnaningtyas, Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peìneìlitian ini beìrtuìjuìan uìntuìk meìngeìtahuìi dan meìnganalisis peìngaruìh peìreìndaman daging deìngan beìrbagai konseìntrasi infuìsa dauìn salam teìrhadap kuìalitas daging ayam peìteìluìr afkir. Peìneìlitian dilaksanakan di Laboratoriuìm Teìrapan Fakuìltas Peìteìrnakan Uìniveìrsitas Islam Malang. Mateìri yang diguìnakan antara lain 500 gram daging ayam peìteìluìr afkir bagian dada, 200 gram dauìn salam, laruìtan buffer (4 dan 7) dan aquìadeìs. Meìtodeì yang diguìnakan peìrcobaan deìngan Rancangan Acak Leìngkap meìlipuìti 4 peìrlakuìan dan 5 uìlangan. Peìneìlitian ini meìngguìnakan Analysis of Varian (ANOVA) seìbagai meìtodeì analisa data. Jika ada peìrbeìdaan data dipeìrluìkan uìji Beìda Nyata Teìrkeìcil (BNT). Peìrlakuìan dalam peìneìlitian ini adalah P0 = peìreìndaman daging tanpa dauìn salam P1 = peìreìndaman daging deìngan konseìntrasi 10% dauìn salam, P2 = peìreìndaman daging deìngan konseìntrasi 20% dauìn salam, dan P3 = peìreìndaman daging deìngan konseìntrasi 30% dauìn salam, seìtiap masing-masing peìrlakuìan direìndam seìlama 1 jam dalam laruìtan infuìsa dauìn salam. Hasil peìneìlitian peìreìndaman daging ayam peìteìluìr afkir deìngan beìrbagai konseìntrasi beìrpeìngaruìh sangat nyata (P<0,01) teìrhadap nilai pH dan WHC seìdangkan teìrhadap nilai kadar air tidak beìrpeìngaruìh nyata (P>0,05). Adapuìn hasil reìrata pH seìtiap peìrlakuìan adalah P0 = 6,42b, P1 = 6,28b, P2 = 6,22b dan P3 = 5,91a. Reìrata kadar air (%) P0 = 46,85, P1 = 46,75, P2 = 44,74, dan P3 = 44,26. Reìrata WHC (%) P0 = 63,99a, P1 = 65,26ab, P2 = 67,85ab, dan P3 = 69,18b. Kata Kuìnci : Daging ayam peìteìluìr afkir, Peìreìndaman infuìsa, dauìn salam, pH, kadar air, Water Holding Capasity. 
PENGARUH TINGKAT PENGGUNAAN JERAMI PADI DALAM COMPLETE FEED TERMENTASI TERHADAP EFISIENSI PAKAN DAN NILAI EKONOMIS PADA KAMBING PE Avocado, Akbar; Ali, Usman; Kalsum, Umi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis tingkat penggunaan jerami padi dalam complete feed termentasi terhadap Efisiensi Pakan dan Nilai Ekonomis pada kambing Pe. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah kambing PE yang berumur 12 bulan sampai 36 bulan, Sebanyak 15 ekor kambing yang digunakan dalam penelitian., jerami padi, tebon jagung, ampas bir, onggok dan starter aspergillus niger. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode percobaan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) berdasarkan bobot badan kambing PE diacak dalam suatu RAK dengan 5 perlakuan dan 3 kelompok.  P1 = Jerami padi 16%, P2 = Jerami padi 21%, P3 = Jerami padi 26%, P4 = Jerami padi 31%, P5 = Jerami padi 36%. Data yang di peroleh di analisis menggunakan uji ANOVA (Analysis of Variance). Apabila hasil analisis ragam menunjukan pengaruh signifikan, maka dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian tingkat penggunaan jerami padi berpengaruh signifikan (P<0,01) terhadap Efisiensi Pakan dan Nilai Ekonomis, sedangkan kelompok bobot badan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap Efisiensi Pakan.Nilai rata-rata Efisiensi Pakan : P1 : 113,58 c, P2 : 12,89bc, P3 : 12,04bc, P4 : 8,98 ab, P5 : 6,78 a, Nilai Ekonomis: P1 : 11381,78a, P2 : 12961,73a, P3 : 14226,63a, P4 : 18244,86ab, P5 : 22275,93b, .Kesimpulan penelitian ini adalah tingkat penggunaan jerami padi sangat berpengaruh sangat nyata terhadap Efisiensi Pakan dan Nilai Ekonomis pada kambing Pe. Kata kunci: Kambing PE, Efisiensi Pakan dan Nilai Ekonomis
HUBUNGAN TINGKAH LAKU SEKSUAL TERHADAP KUALITAS SEMEN SEGAR SAPI MADURA DI LOKA PENGUJIAN STANDAR INSTRUMEN RUMINANSIA BESAR Fitriyah, Shobihatul; Humaidah, Nurul; Sumartono, Sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seleksi pejantan unggul di Loka Pengujian Standar Instrumen (LPSI) Ruminansia Besar sebagai pemacek dimulai dari penampungan untuk mendapatkan semen segarnya, sekaligus dilakukan pengamatan tingkahlaku seksualnya. Semen segar yang diperoleh kemudian dilakukan uji kualitas semen. Penelitian ini dilaksanakan di LPSI Ruminansia Besar Grati Pasuruan dengan menggunakan data tingkahlaku seksual, dan data kualitas semen segar  sapi Madura pada bulan Juni 2023 sampai bulan September 2023.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan/ korelasi antara tingkahlaku seksual dengan kualitas semen segar.  Metode yang digunakan, yaitu studi kasus yang dianalisis menggunakan korelasi Pearson.  Pengumpulan data penelitian  sebanyak 4 ekor pejantan sapi Madura dan dilakukan sebanyak 8 kali ulangan.  Persyaratan pejantan yang digunakan yaitu umur ± 2-2,5 tahun.  Penelitian ini menggunakan variabel tingkahlaku seksual (libido, waktu ereksi, lama waktu ejakulasi) dan variabel kualitas semen segar (volume semen segar, dan total spermatozoa motil).  Hasil penelitian ditemukan tidak adanya hubungan/ korelasi yang signifikan (P >0,05) antara tingkahlaku seksual dengan kualitas semen segar pada setiap individu Sapi Madura. Nilai koefisien korelasi (r) paling tinggi yaitu hubungan/ korelasi antara libido dan volume semen segar, dengan nilai (r) tertinggi 0,68, serta koefisien determinasi (kd) yaitu 46,24 %. Kata kunci : Tingkah laku seksual, kualitas semen segar, Sapi Madura
PENGARUH PEMBERIAN HERBAL+ MULTI ENZIM PADA AIR MINUM TERHADAP NILAI EKONOMIS PAKAN BROILER Deas, M Rizky Ibnu; kalsum, Umi; Susilowati, Sri
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian herbal + multi enzim pada air minum terhadap nilai ekonomis pakan broiler. Penelitian ini dilakukan di Desa Padangan Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Materi yang digunakan berdasarkan tahapan penelitian ini antara lain 80 ekor broiler umur 22 hari dan pakan komersil. Tempat makan, tempat minum dan timbangan digital merupakan alat yang digunakan selama penelitian berlangsung.Variabel dalam penelitian ini adalah IOFC dan biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan. Data dianalisa menggunakan analisis ragam (Tabel Anova). Hasil penelitian ini menunjukkan multienzim dan ekstra herbal pada air minum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan ayam broiler pada fase finisher. Sementara Berdasarkan analisis ragam bahwa multi enzim dan ekstra herbal pada air minum memperlihatkan pengaruh nyata (P < 0,05) terhadap Income Over Feed Cost (IOFC) ayam broiler pada fase finisher. Perhitungan ekonomis penggunaan ekstra herbal dan multi enzim pada perlakuan P0, P1, P2 dan P3 mempunyai perbedaan Rp.314 sampai dengan Rp.842. Penggunaan ekstra herbal dan multi enzim dalam air minum dapat meningkatkan nilai IOFC yang menunjukkan keuntungan menjadi lebih banyak. Biaya pakan perkilogram bobot badan, biaya pakan terendah P3=16.775 nilai ini lebih rendah dibandingkan pakan kontrol dengan harga Rp 16.950. Penambahan ekstra herbal dan multi enzim pada P3=13.634 menghasilkan IOFC lebih besar bila dibandingkan P0=12.792Kata kunci: ekstra herbal, multi enzim, broiler, pakan broiler, bobot badan
ANALISA KELAYAKAN EKONOMI USAHA TERNAK KAMBING DI DESA TOYOMARTO KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG Romadlon, Muhammad Alvan; Ali, Usman; Retnaningtyas, Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi usaha ternak kambing di Desa Toyomarto dengan fokus pada 20 peternak kambing yang dibagi menjadi tiga klasifikasi berdasarkan jumlah kepemilikan kambing. Metode penelitian kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini, dengan data dianalisis menggunakan perhitungan Break Even Point (BEP) produk, BEP harga, dan rasio Return on Investment (R/C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ternak kambing terkecil (1-4 ekor) menghasilkan 3 ekor kambing per periode (4 bulan) dengan BEP produksi 2-3 ekor, BEP harga Rp 1.520.000, dan R/C 1.17 > 1. Usaha ternak kambing sedang (5-9 ekor) menghasilkan 6-7 ekor kambing per periode dengan BEP produksi 5-6 ekor, BEP harga Rp 1.435.000, dan R/C 1,24 > 1. Usaha ternak kambing terbanyak (10-15 ekor) menghasilkan 12 ekor kambing per periode dengan BEP produksi 9-10, BEP harga Rp 1.419.000, dan R/C 1,25 > 1. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa usaha ternak kambing dalam ketiga kategori layak dikembangkan dan dilanjutkan karena memiliki nilai R/C yang menguntungkan. Semakin banyak kambing yang dipelihara, semakin besar keuntungan yang diperoleh. Saran dari peneliti adalah agar peternak kambing mempertimbangkan untuk meningkatkan jumlah pemeliharaan kambing, terutama melebihi 10 ekor, untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Selain itu, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang mempertimbangkan analisis kelayakan usaha ternak kambing berdasarkan jenis kambing yang berbeda. Kata Kunci: kambing, Usaha Ternak, kelayakan ekonomi, BEP, R/C>1 
PERBEDAAN TEMPAT PENYIMPANAN FERMENTASI RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) DENGAN FERMENTOR SAUS BURGER PADA KANTONG PLASTIK DAN DRUM TERHADAP KUALITAS SILASE Hendrianto, Anas; Kalsum, Umi; Wadjdi, Farid
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini ditujukan untuk menganalisis kualitas silase pada drum dan tempat penyimpanan plastik. Observasi ini dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Peternakan dan Pakan Hijauan Ternak Malang (UPT PT-HMT Malang) yang digunakan adalah 10 kantong plastik dan 10 drum silase. Uji T dan deskriptif eksploratif digunakan untuk menganalisis keasaman, warna, bau dan tekstur.  Kualitas fisik kelompok 0 dan kelompok 1 semuanya tidak bermakna. Keasaman, warna, bau dan tekstur kelompok 1 vs kelompok 2 adalah 3,10 + 0,57 vs 3, 00 + 0,47; 2,80 + 0,42 vs 2,90 + 0,42; ; 2,80 + 0,42 vs 2,90 + 0,42 dan 2,80 + 0,42 vs 2,90 + 0,42. Penyimpanan rumput gajah (Pennisetrum purpureum) hasil fermentasi dengan fermentor saus burger pada kantong plastik dibandingkan dengan drum plastik menghasilkan kualitas fisik yang tidak berbeda nyata.
PENGARUH PENGGUNAAN LARUTAN KAYU SECANG TERHADAP KADAR AIR ALBUMEN TELUR ASIN DAN UJI ORGANOLEPTIK Veril B, Presiden; Kentjonowaty, Inggit; Susilowati, Sri
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi penulis dijalankan tanggal 8 Juli sampai 28 Juli 2025 dalam Laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang. Studi berikut tujuannya menganalisiskn pengaruhny penggunan larutan kayu secang (Caesalpinia sappan L) pada kandungan air albumen telur asin serta kualitas organoleptiknya, melingkupi taraf kesukaan, rasa, tekstur, aroma, juga warna. Materi penelitian berupa 24 butir telur itik Mojosari segar umur 1 hari. Bahan yang diterapkan yakni garam grasak, air, dan kayu secang. Peralatan yang digunakan meliputi oven, cawan porselen, desikator, timbangan analitik, pinset, spatula, baskom plastik, kompor, panci, toples, amplas/sabut kelapa, lap kain, ember, serta form uji organoleptik. Metode penelitiannya dengan bereksperimen mengintegrasi Rancangan Acak Lengkap (RAL) disertai 3 perlakuan dan 8 pengulangan, maksudnya P0 = tidak disertai larutan kayu secang (kontrol), P1 = larutan kayu secang 5%, dan P2 = larutan kayu secang 10%. Variabel yang diamati adalah kadar air albumen dengan metode gravimetri, beserta pengujian organoleptik berskala hedonik 4 poin oleh 10 panelis. Data dianalisiskan melalui sidik ragam (ANOVA), jika ada disparitas nyata berlanjut dengan pengujian Beda Nyata Terkecil (BNT). Perolehan studi membuktikan penggunaan larutan kayu secang pengaruhnya nyata (P<0,05) pada kadar air albumen. Selain itu, larutan kayu secang juga memberikan pengaruh sangat nyata terhadap warna dan aroma (P<0,01), serta pengaruhnya nyata pada tekstur sekaligus rasa (P<0,05), akan tetapi tiada pengaruhnya secara nyata pada tingkat kesukaan panelis (P>0,05). Rataan kadar air albumen yaitu P0 = 82,44% a, P2 = 83,73% ab, dan P1 = 84,66% a. Pada uji organoleptik, warna dan aroma menunjukkan pengaruh sangat nyata, dengan rataan warna P2 = 3,00 a, P1 = 3,20 a, P0 = 4,00 b dan rataan aroma P0 = 2,60 a, P1 = 3,00 b, P2 = 3,00 b. Sementara itu, tekstur dan rasa berpengaruh nyata, dengan rataan tekstur P0 = 2,90 a, P2 = 3,00 ab, P1 = 3,30 a dan rataan rasa P1 = 3,20 a, P0 = 2,60 a, P2 = 3,30 b. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan larutan kayu secang dengan konsentrasi 10% pada proses pembuatan telur asin menghasilkan kualitas terbaik. Pada konsentrasi tersebut, diperoleh kadar air albumen yang optimal serta mutu organoleptik yang paling baik dibanding atas perlakuan lain. Kata Kunci : Kayu secang, Telur Asin, Kadar Air, Organoleptik, dan Albumen THE EFFECT OF THE USE OF SECANG WOOD SOLUTION ON THE WATER CONTENT OF SALTED EGG ALBUMEN AND ORGANOLEPTIC TESTINGABSTRACTThis research was conducted from July 8 to July 28, 2025, at the Laboratory of the Faculty of Animal Husbandry, Islamic University of Malang. The purpose of this research was to analyze the effect of using sappan wood solution (Caesalpinia sappan L) on the water content of salted egg albumen and its organoleptic quality, including color, aroma, texture, taste, and level of preference. The research materials were 24 fresh 1-day-old Mojosari duck eggs. The materials used were grasak salt, water, and sappan wood. The equipment used included an oven, porcelain cup, desiccator, analytical balance, tweezers, spatula, plastic basin, stove, pan, jar, sandpaper/coconut fiber, cloth, bucket, and organoleptic test form. This research method is an experiment using a Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatments and 8 replications, namely P0 = without sappanwood solution (control), P1 = 5% sappanwood solution, and P2 = 10% sappanwood solution. The variables observed were air albumen levels using the gravimetric method, as well as organoleptic tests using a 4-point hedonic scale by 10 panelists. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), and if there were significant differences, continued with the Least Significant Difference (LSD) test. The results showed that the use of sappanwood solution had a significant effect (P<0.05) on the albumen water content. In addition, the sappanwood solution also had a very significant effect on color and aroma (P<0.01), and a significant effect on texture and taste (P<0.05), but did not significantly affect the panelists' preference level (P>0.05). The average albumen water content was P0 = 82.44% a, P2 = 83.73% ab, and P1 = 84.66% a. In the organoleptic test, color and aroma showed a very significant effect, with the average color P2 = 3.00 a, P1 = 3.20 a, P0 = 4.00 b and the average aroma P0 = 2.60 a, P1 = 3.00 b, P2 = 3.00 b. Meanwhile, texture and taste had a significant effect, with the average texture P0 = 2.90 a, P2 = 3.00 ab, P1 = 3.30 a and the average taste P1 = 3.20 a, P0 = 2.60 a, P2 = 3.30 b. Based on research results, the use of a 10% sappanwood solution in the salted egg production process yielded the best quality. This concentration resulted in optimal albumen moisture content and superior organoleptic properties compared to other treatments.Keywords: Red Sandalwood, Salted Eggs, Water Content, Organoleptic, and Albumen.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KULIT PISANG KEPOK TERHADAP NILAI pH DAN SUSUT MASAK NUGGET DAGING KELINCI kusnarida, Elif; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efek penambahan tepung kulit pisang kepok terhadap tingkat keasaman (pH) dan penyusutan bobot setelah dimasak (susut masak) pada nugget yang dibuat dari daging kelinci. Materi utama yang dipakai adalah daging kelinci jenis New Zealand White (NZW) usia 4 bulan bagian has dalam, dan tepung yang berasal dari kulit pisang kepok merah. Bahan pendukung lain yang digunakan meliputi tepung panir, tepung maizena, telur, es batu, dan garam. Alat yang digunakan antara lain antara lain: panci, kompor, pisau, wadah stainless steel, chopper daging, timbangan digital, timbangan analitik, alat pengukus, termometer, gelas ukur dan pH meter. Penelitian ini menggunakan eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan enam ulangan. Perlakuan tersebut adalah P0 (tanpa tambahan tepung kulit pisang kepok sebagai kontrol), P1 (tambahan 20%), P2 (tambahan 30%), dan P3 (tambahan 40%) tepung kulit kulit pisang kepok. Variabel yang dicatat dalam penelitian ini adalah pH dan susut masak. Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan Analisis Varians (ANOVA). Berdasarkan hasil analisis, penambahan tepung kulit pisang kepok terbukti tidak memberikan efek yang signifikan secara statistik (P>0,05) terhadap pH dan susut masak pada nugget dari daging kelinci. Rata-rata nilai pH untuk P0, P1, P2, dan P3 berturut-turut ditemukan berada di angka 6,82; 6,63; 6,47; dan 6,46. Penelitian ini, rata-rata susut masak tercatat 29,23%; 29,29%; 29,31%; dan 29,32%. Berdasarkan hasil penelitian ialah penambahan tepung kulit pisang kepok 20%, 30%, 40% tidak mempengaruhi pH dan susut masak nugget daging kelinci NZW. Disarankan untuk menambahan tepung kulit pisang kepok  40% ditinjau dari pH dan susut masak. Untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif, perlu menambahkan konsentrasi tepung kulit pisang kepok lebih dari 40%  dalam adonan nugget daging kelinci.   Kata kunci: tepung kulit pisang kepok, Nugget daging kelinci, pH, susut masak, New Zealand White.
PENGARUH PERENDAMAN DAGING AYAM PETELUR AFKIR DENGAN KONSENTRASI SARI DAUN NANGKA TERHADAP pH DAN ORGANOLEPTIK Sirojuddin, Khidzir; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perendaman daging ayam petelur afkir dengan berbagai konsentrasi sari daun nangka terhadap pH dan kualitas organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur, dan tingkat kesukaan). Bahan yang digunakan adalah daging ayam petelur afkir strain Lohman brown bagian dada dan daun nangka tua. Data yang diperoleh dari pengujian pH dan organoleptik pada perendaman ayam petelur afkir di analisis menggunakan analysis of variance (Anova). Apabila hasil analysis of Variance (Anova) menunjukkan pengaruh, maka dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). iPenelitian imenggunakan imetode ieksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yangi terdiri iatas 4 iperlakuan dan 6 ulangan, yaitu P0 (0%), P1 (25%), P2 (35%), dan P3 (45%) dengan waktu perendaman selama 45 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman dengan sari daun nangka berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai pH, warna, dan tekstur daging, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap aroma, rasa, dan tingkat kesukaan. Nilai rata-rata pH tertinggi terdapat pada P0 (6,80) dan terendah pada P3 (6,39). Perlakuan P3 menghasilkan warna daging yang lebih cerah dan tekstur yang lebih empuk dibandingkan perlakuan lainnya. Dengan demikian, perendaman daging ayam petelur afkir menggunakan sari daun nangka konsentrasi 45% selama 45 menit efektif meningkatkan kualitas fisik daging tanpa memengaruhi karakteristik organoleptik lainnya. Perlu penelitian lebih lanjut terkait kualitas kimiawi seperti kadar protein, kadar lemak, dan total bakteri.Kata kunci: sari daun Nangka, daging ayam petelur afkir, pH, organoleptik.
PENGARUH PERENDAMAN DAGING AYAM PETELUR AFKIR DALAM BERBAGAI KONSENTRASI SARI DAUN NANGKA TERHADAP SUSUT MASAK DAN KEEMPUKAN Setiawan, Tri Bagus; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak perendaman daging ayam petelur yang sudah tidak produktif dalam berbagai kadar sari daun nangka terhadap penyusutan saat dimasak dan tekstur empuknya. Bahan yang dipakai adalah daging dada ayam petelur strain Lohman Brown yang sudah afkir, serta daun nangka yang sudah tua. Pendekatan yang diterapkan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang melibatkan 4 jenis perlakuan dan 5 pengulangan masing-masing, yakni P0 dengan kadar ekstrak daun nangka 0%, P1 dengan 25%, P2 dengan 35%, dan P3 dengan 45%, dengan durasi perendaman selama 45 menit. Variabel yang dipantau adalah penyusutan saat dimasak dan tingkat keempukan daging ayam tersebut. Untuk mengolah data, digunakan analisis varians (ANOVA), dan jika hasilnya menunjukkan perbedaan yang signifikan atau sangat signifikan, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Berdasarkan hasil ANOVA, perendaman menggunakan ekstrak daun nangka tidak memberikan pengaruh signifikan (P>0,05) pada penyusutan saat dimasak. Rata-rata penyusutan tersebut berkisar antara P0 (44,79%), P1 (42,06%), P2 (44,14%), dan P3 (46,44%). Sementara itu, analisis menunjukkan bahwa perendaman daging ayam petelur afkir dalam ekstrak daun nangka memberikan dampak yang sangat signifikan (P<0,01) terhadap keempukannya. Rata-rata nilai keempukan adalah P0 (0,304 kg/cm²) a, P1 (0,376 kg/cm²) b, P2 (0,476 kg/cm²) c, dan P3 (0,89 kg/cm²) d. Secara keseluruhan, merendam daging ayam petelur afkir dalam ekstrak daun nangka dengan kadar 0% hingga 45% selama 45 menit tidak memengaruhi penyusutan saat dimasak, tetapi justru meningkatkan keempukan daging tersebut. Dengan demikian, daging ayam petelur afkir yang direndam dalam ekstrak daun nangka 45% selama 45 menit bisa memperbaiki kualitasnya. Rekomendasi dari studi ini adalah untuk merendam daging tersebut dengan kadar minimal 45% dan durasi setidaknya 45 menit. Selain itu, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengukuran kadar protein dan jumlah bakteri total.Kata kunci: sari daun nangka, daging ayam petelur afkir, susut masak dan keempukan