cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
NILAI pH DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK DAGING SAPI BRAHMAN BERDASARKAN UMUR POTONG DI RPH GADANG KODYA MALANG Thaufiqur Rochman, Achmad; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sapi Brahman adalah jenis ternak yang unggul dalam produksi daging, dengan usia potong yang ideal untuk menghasilkan daging secara efisien. Tujuan penelitian ini ialah mengevaluasi serta menganalisis tingkat keasaman (pH) dan mutu organoleptik daging sapi Brahman dengan mempertimbangkan perbedaan umur potong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Gadang, Kota Malang. Sampel yang digunakan ialah 1,8 kg bagian has dalam daging sapi Brahman, dengan alat pengukur meliputi pH meter, cawan petri, gelas ukur, timbangan analitik, beaker glass, talenan, pisau, cobek dan ulekan, pinset, serta alat tulis sebagai perlengkapan penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) berdasarkan bobot badan, terdiri dari tiga perlakuan dan enam kelompok, yaitu P1 (umur potong 5 tahun), P2 (umur potong 6 tahun), dan P3 (umur potong 7 tahun). Setiap perlakuan dalam penelitian ini dilakukan sebanyak enam ulangan. Parameter yang diamati mencakup nilai pH serta atribut organoleptik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Analisis Ragam (ANOVA), dan apabila ditemukan pengaruh yang signifikan, analisis dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Berdasarkan hasil ANOVA, diketahui bahwa umur potong sapi Brahman berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap nilai pH. Selain itu, hasil analisis juga memperlihatkan bahwa umur potong memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap warna dan tekstur daging. Sebaliknya, pada parameter aroma, tidak ditemukan pengaruh signifikan (P>0,05) dari umur potong terhadap karakteristik bau daging. Hasil yang diperoleh nilai rata-rata nilai pH daging sapi Brahman adalah P1:6,62b, P2:6,47ab,P3:6,24a, dan rata-rata kualitas organoleptik pada warna yaitu P1:1,17a (merah terang), P2:1,83ab (merah kegelapan), P3:2,33b (merah gelap). Nilai rata-rata pada aroma P1:1,17a (bau khas daging), P2:1,83ab (bau khas daging), P3:2,33b (bau khas daging). Nilai rata-rata pada tekstur P1:1,00a (halus), P2:1,67a (sedang), P3:2,50b (kasar). Temuan penelitian memperlihatkan bahwasanya umur potong daging sapi Brahman mempunyai dampak terhadap kualitas daging sapi Brahman di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Gadang, Kota Malang.Kata Kunci : Daging Sapi Brahman, Umur Potong Daging, Studi Kasus, Kualitas Daging
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KULIT PISANG KEPOK TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK DAN KEEMPUKAN NUGGET DAGING KELINCI Hariri, Moh; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penambahan tepung kulit pisang kepok terhadap kualitas organoleptik (aroma, warna, tekstur dan rasa) serta keempukan nugget daging kelinci. Materi yang digunakan pada penelitian yakni daging kelinci New Zealand White, tepung maizena, telur, tepung panir, panci, penggiling daging, timbangan digital, alat penggoreng, alat pengukus, alat penetrometer dan form organoleptik. Metode pada penelitian ini adalah percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 5 kali ulangan, berikut perlakuannya antara lain: P0: (Daging kelinci tanpa penambahan tepung kulit pisang kepok), P1: (tepung kulit pisang kepok 20%), P2: (tepung kulit pisang kepok 30%), P3: (tepung kulit pisang kepok 40%). Variabel yang diamati adalah organoleptik dan keempukan nugget daging kelinci. Analisis data yang digunakan adalah analisis ragam (ANOVA), jika hasil ANOVA menunjukkan hasil nyata atau sangat nyata maka dilakukan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan tepung dari kulit pisang kepok tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap aroma, tekstur dan keempukan nugget. Namun, berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap warna dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap rasa nugget. Nilai modus pada organoleptik warna (P1 = 2a, P3 = 2a. P0 = 4b, P2 = 4b) dan nilai modus organoleptik rasa (P2 = 1a, P3 = 1a, P1 = 3b, P0 = 4b). Nilai rata-rata keempukan yakni (P0 = 5,59 N, P1 = 10,15 N, P2 = 10,85 N dan P3 = 10,91 N). Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung kulit pisang kepok mempengaruhi warna dan rasa nugget, namun tidak mempengaruhi aroma, tekstur dan keempukan daging kelinci New Zealand White. Penambahan tepung kulit pisang kepok sebanyak 20% mampu menghasilkan nugget dengan kriteria terbaik organoleptik aroma P0 = 4 (sangat beraroma nugget), organoleptik warna P0 = 4 (sangat berwarna coklat), organoleptik tekstur P2 = 4 (sangat kenyal), organoleptik rasa P0 = 4 (sangat gurih) dan keempukan (P0 = 5,59 N). 2.        Perlu adanya penelitian lebih lanjut terkait kadar protein dan serat kasar pada nugget. Kata kunci : keempukan, hasil nugget, kelinci, tepung kulit pisang.
PENGGARUH PEMBERIAN DAUN KELOR DAN ACIDIFIER PADA PAKAN KOMERSIAL TERHADAP PERFORMEN AYAM POTONG PERIODE FINISER Avrizal Musa, Rido Avrizal Musa; Wadjdi, Farid; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan daun kelor dan zat pengasam (acidifier) dalam pakan komersial terhadap performa ayam broiler pada fase finisher. Materi yang digunakan mencakup 80 ekor anak ayam broiler (day old chick/DOC) dengan bobot awal rata-rata 37,5±21,2 gram. Pemeliharaan dilakukan selama 35 hari. Pakan yang digunakan adalah pakan komersial dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk., dengan penambahan daun kelor serta asam sitrat yang diberikan melalui air minum dengan konsentrasi 1,5% sebagai acidifier. Ayam ditempatkan dalam kandang percobaan berukuran 1 x 1 meter, dengan masing-masing kandang diisi oleh 5 ekor ayam. Perlakuan pakan dimulai sejak ayam berumur 21 hari, dan pemanenan dilakukan pada umur 35 hari. Peralatan yang digunakan meliputi sprayer, tempat pakan dan minum, hygrometer, termometer, timbangan, serta vaksin.Kata Kunci: Daun Kelor, Acidifier, Pakan
ANALISIS USAHA DOMBA LOKAL PERSILANGAN DENGAN SKALA BERBEDA PADA PETERNAKAN RAKYAT DI KECAMATAN WULUHAN KABUPATEN JEMBER Falahuddin Alfahmi, Syafiq; Susilowati, Sri; dinasari, irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis usaha ternak domba lokal ekor gemuk persilangan dengan skala yang berbeda pada peternakan rakyat di Desa Ampel Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember. Materi penelitian ini ialah domba lokal ekor gemuk jantan dan betina dewasa hasil persilangan serta alat tulis, lembar kuesioner, alat bantu hitung dan data recording peternakan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan populasi 10 peternak yang ditentukan melalui stratified random sampling sehingga diperoleh 6 peternak yang terbagi masing-masing 2 peternak pada setiap skala kelompok. Penelitian ini terdiri dari tiga skala yang dikelompokkan sesuai dengan jumlah ternak, yaitu skala I (10 ekor), skala II (18-20 ekor) dan skala III (27 – 30 ekor). Variabel yang diamati meliputi biaya total, penerimaan, pendapatan, revenue cost ratio dan break even point. Data dianalisa dengan metode analisa deskriptif sehingga mendapatkan data tentang biaya produksi/total biaya, penerimaan dan pendapatan selama satu periode pemeliharaan, kemudian dilanjutkan mengkalkulasi dengan menghitung revenue cost ratio dan break even point. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha peternakan domba lokal Ekor Gemuk persilangan pada peternakan rakyat menguntungkan dengan rata-rata nilai R/C skala I : 1,12, skala II : 1,22 dan skala III : 1,43, sedangkan rata-rata BEP Produksi skala I : 2,70, skala II : 4,51 dan skala III : 6,68 serta rata-rata BEP Harga skala I : Rp.2.248.933, skala II : Rp.2.255.840 dan skala III : Rp.1.670.600. Berdasarkan temuan diatas disimpulkan bahwa skala III usaha ternak domba lokal ekor gemuk persilangan dengan populasi 27-30 ekor mendapatkan keuntungan tertinggi. Hasil nilai R/C skala III : 1,43.Kata Kunci : Domba Lokal Persilangan, Skala Usaha, Revenue Cost Ratio, Break Even Point
PENGAWETAN TELUR DENGAN PENGUAPAN EKSTRAK DAUN SIRIH DAN GETAH BATANG PISANG TERHADAP KUALITAS KUNING TELUR AYAM RAS Akbarina, Febria Syahri; Sholikah, Nisa'us; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai seberapa efektif penggunaan uap yang berasal dari bahan alami, yaitu getah batang pisang dan ekstrak daun sirih, dalam menjaga mutu kuning telur. Bahan yang di pakai pada penelitian ini adalah 80 butir telur ayam ras. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Desain penelitian yang diterapkan merupakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan dua faktor perlakuan yaitu perbandingan presentase bahan getah batang pisang (GBP) dan ekstrak daun sirih (EDS) dengan kode P0, P1, P2,dan P3, serta lama penyimpanan dengan kode H0, H1, H2, dan H3, dengan setiap perlakuan dilakukan dengan pengulangan sebanyak lima kali. Variable yang  diamati meliputi tinggi yolk dan pH yolk. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA, dan apabila terdapat pengaruh, dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh perbandingan persentase bahan dan interaksi antara perbandingan persentase bahan dengan lama penyimpanan terhadap tinggi yolk (P>0,05), namun lama penyimpanan memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,05). Rata-rata nilai perbandingan persentase bahan adalah sebagai berikut : P0 = 13,38, P1 = 12,88, P2 = 14,18, dan P3 = 13,31. Rata-rata nilai lama penyimpanan sebagai berikut : H0 = 16,37c, H1 = 13,89b, H2 = 12,76b, H3 = 10,73a. Ditemukan interaksi yang signifikan (P<0,01) antara perbandingan bahan dan lama penyimpanan terhadap pH yolk, dengan rata-rata sebagai berikut : P0-H0 = 6.01g, P0- H1 = 5.93efg, P0-H2 = 5.30abcdefg, P0-H3 = 4.84abcd, P1-H0 = 5.82defg, P1-H1 = 4.88abcde, P1- H2 = 4.94abcdef, P1-H3 = 5.94fg, P2-H0 = 5.99gg, P2-H1 = 4.50ab, P2-H2 = 4.68abc, P2-H3 = 4.94abcdef, P3-H0 = 6.09g, P3-H1 = 4.36a, P3-H2 = 5.46bcdefg, P3-H3 = 5.60cdefg. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa lama penyimpanan H0 memberikan hasil yang paling baik terhadap tingggi yolk. Sedangkan untuk pH yang paling baik pada kombinasi perlakuan P3-H0. Kata Kunci : Evaporasi, Getah Batang Pisang, Ekstrak Daun Sirih, Kualitas Telur
PENGARUH PEMBERIAN MINYAK LEMURU DAN JUS DAUN AFRIKA TERHADAP HEMATOLOGI DARAH BURUNG PUYUH Rahmatulloh, Ayung; Humaidah, Nurul
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Burung Puyuh merupakan salah satu jenis unggas yang telah banyak dibudidayakan di Indonesia terutama untuk diambil telur dan dagingnya. Produktivitas Burung Puyuh akan berjalan optimal apabila nutrisi yang diberikan cukup. Belakangan ini permintaan produk unggas yang tinggi omega-3 meningkat, karena dipercaya memberikan efek positif pada otak, sistem jantung dan pembuluh darah. Pemberian Minyak Lemuru pada pakan dapat meningkatkan omega 3, tetapi berakibat meningkatkan radikal bebas. Pendekatan yang digunakan dalam mengatasi masalah ini dapat menggunakan bahan-bahan alami yang tinggi antioksidan seperti Daun Afrika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian Minyak Lemuru dan jus Daun Afrika terhadap hematologi darah Burung Puyuh. Metode penelitian ini adalah metode experimen. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan 2 faktor percobaan dan 3 kali pengulangan. Perlakuan penelitian terdiri dari P0=pakan tanpa campuran Minyak Lemuru dan jus Daun Afrika, P1=pakan dengan campuran 3% Minyak Lemuru dan 4 ml jus Daun Afrika pada air minum, P2=pakan dengan campuran 3 % Minyak Lemuru dan  6ml jus Daun Afrika pada air minum. Variabel penelitian yang diamati ialah hematologi pada Burung Puyuh meliputi eritrosit dan leukosit. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan  Minyak Lemuru, jus Daun Afrika dan kombinasi tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap jumlah eritrosit dan leukosit Burung Puyuh. Pemberian Minyak Lemuru 3% Rata-rata eritrosit 10,5 x 106/mm³ dan Leukosit 21,4 x 10³/mm³. Pemberian Jus Daun Afrika 6 ml rata-rata eritrosit 10,8 x 106/mm³ dan leukosit 46,6 x 10³/mm³. Kesimpulan adalah untuk meningkatkan omega 3 pada Burung Puyuh dapat ditambahkan Minyak Lemuru 3%. Kata kunci: Burung Puyuh; Minyak Lemuru; Daun Afrika; hematologi
PENGARUH PEMBERIAN MINYAK IKAN LEMURU TERSUPLEMENTASI JUS DAUN AFRIKA TERHADAP BERAT, TEBAL KERABANG DAN INDEKS PUTIH TELUR PUYUH Putra, Eka Pratama; Kalsum, Umi; Mahardhika, Brahmadhita Pratama
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kolesterol dalam telur puyuh melalui pemberian pakan yang mengandung minyak ikan lemuru dan jus daun Afrika (Vernonia Amygdalina). Penelitian dilaksanakan selama 43 hari dengan menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial, melibatkan dua faktor perlakuan: perbandingan minyak ikan lemuru 0%, 1,5% dan 3% dalam pakan dan dosis jus daun Afrika 0 ml, 4 ml, dan 6 ml dalam air minum. Analisis data yang digunakan adalah analisis data Anova, apabila hasil berpengaruh dilakukan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan jus daun afrika dan minyak lemuru berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap berat telur puyuh ini menunjukan adanya sinergi antara kandungan lemak, protein, dan antioksidan dalam meningkatkan fisiologis reproduksi burung puyuh. Kombinasi minyak ikan lemuru dan jus daun afrika menunjukkan hasil tidak bepengaruh terhadap tebal kerabang telur puyuh, maupun diameter putih dan tinggi albumin (P<0,05). Oleh karena itu, penggunaan bahan alami seperti minyak lemuru dan daun afrika layak dikembangkan sebagai suplemen pakan unggas yang efektif dan ekonomi. Kata Kunci: Ikan Lemuru, Daun Afrika, Bobot telur, Tebal kerabang, Indeks putih telur.
EVALUASI FISIK TELUR AYAM YANG DIAWETKAN DENGAN METODE EVAPORASI GETAH BATANG PISANG DAN DAUN SIRIH Pradana, Afikurnia; Yulianti, Dyah Lestari; Sholikah, Nisa'us
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telur ayam merupakan bahan pangan hewani yang bernilai gizi tinggi namun mudah mengalami penurunan mutu selama penyimpanan, terutama jika tidak diawetkan dengan tepat. Salah satu alternatif pengawetan alami yang mulai dikembangkan adalah metode evaporasi atau penguapan menggunakan bahan bioaktif nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penguapan menggunakan campuran getah batang pisang dan ekstrak daun sirih terhadap kualitas fisik telur ayam selama penyimpanan. Parameter yang diamati meliputi bobot telur, bobot kerabang, dan ketebalan kerabang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor perlakuan, yaitu jenis perlakuan penguapan dan lama penyimpanan selama tiga minggu, masing-masing dengan lima ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penguapan dapat mempertahankan bobot telur dan bobot kerabang lebih baik dibandingkan telur tanpa penguapan, khususnya selama minggu pertama hingga minggu ketiga penyimpanan. Sementara itu, ketebalan kerabang menunjukkan tren penurunan pada seluruh perlakuan, baik dengan maupun tanpa penguapan, yang mengindikasikan perlunya pengembangan metode lanjutan untuk menjaga integritas kerabang. Dengan demikian, metode penguapan menggunakan bahan alami ini berpotensi sebagai alternatif pengawetan telur ayam yang lebih aman dan ramah lingkungan, meskipun masih memerlukan penyempurnaan agar seluruh parameter fisik telur dapat dipertahankan secara optimal selama masa simpan Kata Kunci : Telur Ayam, Penguapan, Getah Batang Pisang, Daun Sirih, Kualitas Fisik.
PERBEDAAN SISTEM PERKANDANGAN TERHADAP PRODUKSI DAN BERAT JENIS SUSU SEGAR DI KEMITRAAN KOPERASI SUSU PUJON, KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR Fadillah, Daffa Akbar; Kentjonowaty, Inggit; Rahayu Puspitarini, Oktavia
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sistem perkandangan terhadap produksi dan berat jenis susu segar di kemitraan koperasi susu Pujon, Malang, Jawa Timur. Materi yang digunakan adalah 20 ekor sapi perah peranakan friesian holstein (PFH) pada masa laktasi ke 3 - 4 dan dengan model kandang individu. Metode penelitian adalah metode studi kasus. Pengambilan data dari produksi susu dan berat jenis susu segar, yang terdiri dari 2 perlakuan dengan masing masing perlakuan terdiri dari 10 ekor sapi. Perlakuan penelitian adalah P1: pemeliharaan kandang tertutup, P2: pemeliharaan kandang terbuka. Variabel penelitian adalah produksi dan berat jenis susu segar. Analisa data menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem perkandangan berbeda sangat nyata (P<0.01) terhadap produksi dan berat jenis susu segar. Nilai rata-rata produksi susu (liter/hari) adalah P1=14,85a, dan P2=13,15b. Nilai rata-rata berat jenis susu segar (gr/ml) adalah P1=1,027a, dan P2=1,025b. Kesimpulan penelitian adalah Sistem perkandangan tertutup berbeda pada sistem perkandangan terbuka dalam menghasilkan susu dengan produksi dan berat jenis yang lebih tinggi.Kata kunci : sistem perkandangan, kandang tertutup, kandang terbuka, produksi susu, berat jenis
EVALUASI EFEKTIVITAS GETAH PEPAYA PADA PROSES EVAPORASI TELUR AYAM : IMPLIKASI TERHADAP PH YOLK, DIAMETER DAN PANJANG TELUR Kartiko, Chandra Hendro; Sholikah, Nisa'us; Wajdi, M Farid
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telur ayam ras merupakan salah satu produk pangan hewani yang memiliki kandungan gizi tinggi, seperti protein, lemak, vitamin, dan mineral. Namun, sifatnya yang mudah rusak menyebabkan kualitasnya menurun selama penyimpanan, terutama pada suhu ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penguapan menggunakan bahan alami berupa getah pepaya (Carica papaya L.) dalam mempertahankan kualitas fisik telur ayam ras selama penyimpanan. Parameter yang diamati mencakup diameter telur, panjang telur, dan pH yolk sebagai indikator kualitas fisik. Sebanyak 30 butir telur ayam ras segar dibagi menjadi dua kelompok perlakuan utama, yaitu kelompok dengan penguapan menggunakan getah pepaya dan kelompok tanpa penguapan. Kedua kelompok ini kemudian diamati pada minggu ke-1, ke-2, dan ke-3 masa penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telur yang diuapi dengan getah pepaya memiliki rata-rata diameter sebesar 44,65±0,98 mm, yang relatif stabil dibandingkan telur tanpa penguapan dengan rata-rata diameter 44,38±0,86 mm. Panjang telur pada kelompok uap adalah 59,52±3,30 mm, sedikit lebih rendah dibandingkan kelompok tanpa penguapan yang memiliki panjang rata-rata 62,25±5,25 mm. Nilai pH yolk pada kelompok uap tercatat lebih stabil dengan rata-rata 6,04±0,28, dibandingkan kelompok tanpa penguapan yang cenderung lebih asam dengan nilai rata-rata 5,93±0,58. Penguapan dengan getah pepaya dinilai efektif dalam mempertahankan kualitas fisik telur, khususnya dalam menjaga kestabilan diameter dan pH yolk, meskipun panjang telur pada kelompok tanpa uap sedikit lebih tinggi.Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penguapan menggunakan getah pepaya dapat menjadi metode alami dan sederhana untuk memperpanjang masa simpan telur ayam ras serta mempertahankan kualitas fisiknya, terutama ketika disimpan pada suhu ruang. Metode ini juga dapat menjadi alternatif bagi pelaku usaha peternakan dalam mengatasi masalah kerusakan telur selama penyimpanan dan distribusi.Kata kunci: telur ayam ras, getah pepaya, penguapan, kualitas fisik, penyimpanan suhu ruang