Science: Indonesian Journal of Science
Science: Indonesian Journal of Science adalah jurnal multidisiplin ilmu, Indonesian Journal of Sciences merupakan jurnal peer review, open accses yang menerbitkan artikel Penelitian, hasil karya Disertasi, Tesis, Skripsi, Karya Tulis Ilmiah, Makalah Penelitian, Resensi Buku, Study Kasus, Laporan Kasus, Sistematik Review, dll. Jurnal ini berguna bagi tenaga Profesi, mahasiswa, tenaga pengajar, peneliti dan lainnya. Fokus dan scope: Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Kesehatan dan keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen K3, Keperawatan, Farmasi, Ilmu Gizi, Fisioterapi, Radiologi, Psikologi, Kebidanan, Rekam Medis, Teknik Laboratorium Medik, Profesi Kesehatan, Kedokteran umum, Epidemiologi dan aspek kesehatan lainnya, Biologi, Kimia, Fisika, Statistik, Matematika, Peternakan, Pertanian (Agribisnis dan Agroteknologi) Indonesian Juornal of Science terbit 6 kali dalam setahun yaitu Januari, Maret, Mei, Juli, September, November
Articles
257 Documents
Penerapan Rendam Air Hangat Jahe Merah Terhadap Tingkat Nyeri Asam Urat (Gout Arthritis) pada Ny. S di Wisma Seruni
Silvi, Dinia;
Rahman, Handono Fatkhur;
Fauzi, Ahmad Kholid
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.85
Nyeri merupakan respons kompleks tubuh terhadap rangsangan yang merugikan atau berpotensi merugikan. Hal ini mekanisme perlindungan alami yang membantu tubuh untuk menghindari atau merespons cedera. Nyeri bisa menjadi tanda peringatan bahwa ada sesuatu yang salah di dalam tubuh atau sebagai hasil dari cedera atau penyakit. Nyeri bisa disebabkan dari berbagai faktor salah satunya penyakit asam urat. Nyeri akibat asam urat terkait dengan kondisi medis yang disebut sebagai gout, atau gout arthritis. Gout terjadi ketika terlalu banyak asam urat terakumulasi dalam tubuh, biasanya dalam bentuk kristal, dan menumpuk di persendian atau jaringan sekitarnya. Kristal asam urat ini dapat menyebabkan peradangan yang menyakitkan. Tujuan: Melaksanakan Penerapan Rendam Air Hangat Jahe Merah Terhadap Tingkat Nyeri Asam Urat (Gout Arthritis) Pada Lansia Di Wisma Seruni. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode eksperimen, wawancara, dan pemeriksaan fisik. Pengambilan kasus asuhan keperawatan pada Ny, S terhadap penurunan nyeri dan asam urat (Gout Arthritis) dengan penerapan tehnik rendam air hangat jahe merah. Hasil: Gambaran kasus ini menunjukkan setelah dilakukan intervensi teknik rendam air hangat jahe merah progresif asam urat (gout arthritis) pada klien menurun serta membuat klien nyaman dan tenang. Kesimpulan: Berdasarkan hasil evaluasi kasus yang didapatkan klien dengan asam urat (gout arthritis) penulis mengangkat diagnosa keperawtan nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis ditandai dengan asam urat yang tinggi.
Penerapan Terapi Relaksasi Benson Mengontrol Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Ny “B” Penderita Diabetes Melitus
Indriani, Desy Ayu;
Hafifah, Vivin Nur;
Tauriana, S.
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.86
Semakin bertambahnya usia semakin berkurangnya fungsi-fungsi biologis, psikologis dan sosial pada lansia. Meningkatnya risiko diabetes mellitus seiring dengan bertambahnya usia dikaitkan dengan terjadinya penurunan fungsi tubuh. Salah satu pemicu meningkatnya kadar gula dalam darah terutama pada lansia ialah faktor stress. Manajemen stress penting bagi kesehatan apalagi jika menderita penyakit diabetes. karena tubuh dalam keadaan stres akan menghasilkan hormone stress atau kortisol yang mengakibatkan peningkatan detak jantung dan kecepatan pernafasan. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan terapi relaksasi benson terhadap control ketidakstabilan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus. Metode: laporan kasus ini menggunakan desain dekstriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek laporan kasus adalah seorang lansia dengan kasus diabetes mellitus. Hasil: Analisa data menunjukkan diagnosis keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah. Pemberian terapi relaksasi benson adalah salah satu inervensi yang bisa diterapkan untuk mengontrol kadar glukosa darah pada lansia. Kesimpulan: Berdasarkan hasil evaluasi yang disapat dari asuhan keperawatan bahwasanya terapi relaksasi benson efektif mengontrol kadar gula dalam darah pada lansia.
Penerapan Intervensi Terapi Qur’anic Healing pada Klien Tn. S dengan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran
Pratidina, Amanda Virga;
Nugroho, Setiyo Adi;
Heru, Maulidiyah Junnatul Azizah
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.87
One of the mental health problems is hallucination patients. Hallucinations can cause sensory perception disorders that are false or do not occur in reality, characterised by changes in sensory perception of perception, feeling false sensations in the form of sound, sight, taste, touch, or smell. About 70% of hallucinations patients experienced by people with a mental health condition are auditory hallucinations. One of the therapies that can be used for handling auditory hallucination patients is Qur'anic Healing therapy. Purpose: This study aims to Identify the Application of Qur'anic Healing Therapy Interventions to Mr. S's Clients with Sensory Perception Disorders: Auditory Hallucinations. Methods: Data collection techniques using interviews, observation, physical examination and documentation, the implementation of qur'anic healing therapy for 15-30 minutes to control auditory hallucinations. Results: Data analysis shows that the nursing diagnosis is sensory perception disorder. Giving qur'anic healing therapy is one of the interventions that can be applied to control hallucinations. Conclusion: Based on the evaluation results obtained from nursing care, qur'anic healing therapy can control auditory hallucinations.
Penerapan Teknik Diaphragmatic Breathing untuk Mengurangi Tingkat Nyeri pada Pasien Post Sectio Caesarea dengan Indikasi Gemeli Diruang Peristi Ibu
Khomariyah, Zulika Qismiatul;
Fauzi, Ahmad Kholid;
Dewi, Novela Eka Candra
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.88
Persalinan sectio caesarea (SC) merupakan prosedur pembedahan melalu insisi di dinding abdomen dan dinding uterus untuk mengeluarkan janin yang bertujuan untuk menyelamatkan dan mempertahankan kehidupan ibu dan janin, pasien pasca sectio caesarea akan muncul dampak fisik atau fisiologis yaitu nyeri, kejadian ini muncul pasca sectio caesarea karena diakibatkan adanya torehan jaringan saat pembedahan, salah satu cara meredakan rasa nyeri , adalah teknik relaksasi diaphragmatic breathing yang dimana teknik ini mengajarkan kepada klien bagaimana cara melakukan nafas dalam, nafas lambat (menahan inspirasi secara maksimal) dan bagaimana menghembuskan nafas secara perlahan, selain dapat menurunkan intensitas nyeri, teknik relaksasi nafas dalam juga dapat meningkatkan ventilasi paru dan meningkatkan oksigenasi darah. Tujuan penelitian: untuk mengetahui gambaran penerapan teknik diaphragmatic breathing untuk mengurangi tingkat nyeri pada pasien post sectio caesarea dengan indikasi gemeli di ruang Peristi Ibu. Metode Penelitian: Laporan kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek pada laporan kasus ini adalah pasien dengan diagnosa medis post sectio caesarea yang mengalami nyeri akut. Hasil Penelitian: Setelah dilakukan intervensi diaphragmatic breathing pada pasien post sectio caesarea yang mengalami nyeri akut terdapat penurunan tingkat nyeri. Kesimpulan: Melihat dari hasil laporan kasus ini, maka penerapan diaphragmatic breathing merupakan intervensi yang tepat pada penanganan kasus post sectio caesarea yang mengalami nyeri akut.
Penerapan Pemberian Aromaterapi Lavender pada Ny “S” dalam Pemenuhan Istirahat Tidur
Rizqiyah, Afifatur;
Hafifah, Vivin Nur;
Tauriana, S.
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.89
Lansia menjadi salah satu angka terbanyak penderita hipertensi menurut laporan nasional Riskesdas 2018. Hal ini disebabkan karna perubahan srtuktur pembuluh darah sehingga terjadi penyempitan luman, pembuluh darah menjadi kaku, elastisitasnya berkurang sehingga meningkatkan tekanan darah tinggi. Gejala yang biasa dirasakan penderita hipertensi seperti sakit kepala, jantung berdebar, mudah lelah, susah tidur dll. Gangguan pola tidur penderita hipertensi bisa menyebabkan peningkatan hormone kortisol sehingga tekanan darah tidak stabil hingga dapat menyebabkan komlikasi dan dapat mengganggu kualitas hidup pasien. Aroma lavender memiliki kandungan linalool sebanyak 35% dan linalylasetat sebanyak 51% yang memiliki efek sedative dan narkotik yang bermanfaat untuk menurunkan keluhan sulit tidur. Beberapa minyak esensial yang sudah diteliti ternyata efektif sebagai sedatif penenang ringan yang berfungsi menenangkan sistem saraf pusat yang dapat membantu mengatasi insomnia terutapa diakibatkan oleh stress, gelisah dan depresi. Tujuan: Untuk mengetahui keefektifan pemberian aromaterapi lavender dalam pemenuhan istirahat tidur pada penderita hipertensi. Metode: Menggunakan asuhan keperawatan yang dilakukan selama 3x24 jam pada Ny S. Hasil: setelah dilakukan intervensi keperawaran selama 3x24 jam dihasilkan terdapat keefektifan pemberian aromaterapi lavender pada penderita pada Ny S dengan keluhan sulit tidur menurun, dan keluhan sering terjaga menurun.
Intervensi Pemberian Kompres Aloevera pada An “B” untuk Meredakan Hipertermi dengan Diagnosa Kejang Demam Sederhana di Ruang Teratai
Safitri, Dewi;
Munir, Zainal;
Dewi, Novela Eka Candra
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.90
Demam atau panas tinggi adalah suatu keadaan yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh melebihi rentang nilai normal. Demam biasa terjadi apabila kondisi kesehatan seseorang sedang terganggu. Selain itu, demam dapat mengakibatkan kejang, hal ini disebabkan oleh terganggunya sinyal dari otak ke otot-otot tubuh akibat suhu tubuh yang tinggi. Demam dapat ditangani dengan metode farmakologi maupun nonfarmakologi. Salah satu terapi non farmakologis yang dapat menurunkan suhu tubuh adalah dengan penerapan kompres aloevera. Tujuan: untuk menerapkan Intervensi Pemberian Kompres Aloevera Pada an B dengan diagnosa kejang demam di ruang teratai. Metode penelitian laporan kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek laporan kasus adalah seorang anak dengan kasus kejang demam dengan hipertermi. Hasil Penelitian setelah dilakukan intervensi kompres aloevera pada kasus hipertermi terdapat penurunan demam pada anak yang semula dari suhu 38,6 C berangsur turun hingga hari ketiga. Didapatkan hasil bahwa selama melakukan kompres aloe vera terdapat penurunan suhu tubuh antara sebelum kompres menggunakan aloe vera dengan sesudah kompres menggunakan aloe vera. Kesimpulan penggunaan kompres aloevera merupakan cara yang efektif untuk menurunkan suhu tubuh secara nonfarmakologi dengan metode perpindahan panas melalui konduksi dan evaporasi.
Terapi Menggambar Bebas Terhadap Pasien Halusinasi di Ruangan Mandau 1 Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau
Susanti, Yesi;
Virgo, Gusman;
Simatupang, Triswan
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.91
Halusinasi merupakan tergangguanya persepsi sensori seseorang, dimana tidak ada stimulus. Salah satu tipe halusinasi adalah halusinasi pendengaran (auditory-hearing voices or sounds) dan menjadi tipe halusinasi yang paling banyak diderita. Halusinasi yang tidak ditangani secara baik dapat menimbulkan risiko terhadap keamanan diri pasien sendiri, orang lain dan juga lingkungan sekitar pasien. Salah satu terapi yang dapat dilakukan pada pasien halusinasi adalah Art theraphy atau terapi seni. Art theraphy sendiri dapat diartikan sebagai suatu kegiatan terapeutik yang menggunakan proses kreatif dalam melukis. Melukis bebas bagi pasien halusinasi merupakan bentuk komunikasi dari alam bawah sadarnya, image yang merupakan simbolisasi dari ekspresi bawah sadar pasien bahwa terapi seni membawa perubahan bagi kesehatan mental penderita dan terapi seni ini disebut symbolic speech bahwa kata-kata dapat disalurkan melalui kegiatan melukis sehingga terapi melukis terdapat perbaikan dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Tujuan karya ilmiah akhir adalah untuk menganalisis intervensi pemberian terapi menggambar bebas untuk membantu pasien mengontrol halusinasi di ruang Mandau 1 RSJ Tampan Provinsi Riau. Metode penulisan KIAN ini adalah studi kasus dengan quasy eksperiment intervensi terapi menggambar bebas yang dilakukan pada pasien halusinasi. Terapi ini dilakukan secara berulang selama 5 hari dengan pemberian 1 kali sehari. Setelah implementasi terapi menggambar bebas diberikan selama 5 hari didapatkan hasil yaitu terapi ini dapat membantu pasien dalam mengontrol halusinasinya. Kesimpulan terdapat perubahan yang signifikan pada pasien halusinasi setelah diberikan terapi menggambar bebas. Studi kasus ini hanya dilakukan pada pasien halusinasi, diharapkan pada peneliti selanjutnya dapat melakukan studi kasus yang mendalam dan menerapkan metode lain yang lebih efektif untuk mengontrol halusinasi.
Penerapan Sleep Hygiene pada Pasien Congestive Heart Failure (CHF) dengan Gangguan Pola Tidur di Ruang Tulip Lantai 2
Septiarini, Aulya;
Andayani , Sri Astutik;
Sholehah , Baitus
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.92
Congestive Heart Failure (CHF) merupakan kondisi jantung mengalami kegagalan memompa aliran darah yang berguna untuk mencukupi kebutuhan metabolisme sel-sel didalam tubuh. Masalah kesehatan dengan penyakit Congestive Heart Failure (CHF) masih menduduki peringkat yang tinggi. Pasien dengan Congestive Heart Failure (CHF) membutuhkan tidur yang cukup dikarenakan dengan kualitas tidur yang baik akan memperbaiki sel-sel otot jantung. Salah satu terapi nonfarmakologis yang efektif untuk mengatasi gangguan pola tidur adalah terapi perilaku sleep hygiene. Terapi Sleep hygiene diupayakan dengan membina kebiasaan atau ritual yang konsisten mencakup aktivitas waktu tenang sebelum tidur sebagai pendekatan awal untuk mengatasi gangguan pola tidur dan secara umum dapat digambarkan sebagai promosi perilaku untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur yang diperoleh seorang individu setiap malam. Tujuan: untuk mengetahui penerapan sleep hygiene pada pasien congestive heart failure dengan gangguan pola tidur di ruang Tulip 2. Metode Penelitian: Laporan kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek pada laporan kasus ini adalah pasien dengan diagnosa medis congestive heart failure yang mengalami gangguan pada pola tidurnya. Hasil Penelitian: Setelah dilakukan intervensi sleep hygiene pada pasien congestive heart failure yang mengalami gangguan pola tidur terdapat peningkatan pada kualitas tidur pasien. Kesimpulan: Melihat dari hasil laporan kasus ini, maka penerapan sleep hygiene merupakan intervensi yang tepat pada penanganan kasus congestive heart failure yangmengalami gangguan pola tidur.
Penerapan Intervensi Aromaterapi Lavender Pada Tn ”M” Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur dengan Diagnosa Gastroenteritis di Ruang Tulip 2
Husnah, Rofiatul;
Andayani , Sri Astutik;
Sholehah , Baitus
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.93
Gangguan tidur merupakan suatu kumpulan kondisi yang dicirikan dengan adanya gangguan dalam jumlah, kualitas, atau waktu tidur pada seorang individu. Tujuan studi ini bertujuan untuk mengetahui penerapan intervensi aroma therapy lavender pada Tn”M” terhadap peningkatan kualitas tidur dengan diagnosa gastroenteritis. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan tekhnik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan dokumentasi pelaksaan pemberia aroma therapy lavender di ruang tulip 2. Hasil evaluasi keperawatan berdasarkan catatan perkembangan menunjukkan bahwa, setelah dilakukan pemberian aroma therapy lavender 2 kali pertemuan menunjukkan bahwa kriteria hasil tercapai. Kesimpulan berdasarkan hasil evaluasi kasus yang dilakukan dapat disimpilkan bahwa penerapan intervensi pemberian aroma therapy lavender efektif untuk digunakan karena adanya peruabahan kualitas tidur sebelum dan sesudah dilakukan intervensi pemberian aroma therapy lavender.
Analisis Kontaminasi Shigella Dysentriae pada Daging Ayam di Pasar Tradisional: Implikasi terhadap Keamanan Pangan
Yudhayanti, Devita;
Andari , Susilowati
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.94
Keamanan pangan secara mikrobiologis, menjadi perhatian utama di dunia kesehatan dikarenakan menimbulkan berbagai masalah penyakit. Pangan yang berasal dari hewan seringkali dilaporkan adanya cemaran mikrobiologi. Cemaran mikrobiologi berasal dari proses perjalanan ayam mulai dari peternakan sampai ayam yang siap untuk disantap (from farm to table)Berdasar SNI 7388 2009. tentang Batas maksimum cemaran mikroba dalam pangan dinyatakan bahwa daging ayam segar tidak boleh mengandung bakteri pathogen Salmonella sp. Dan tidak disebutkan batasan untuk cemaran Shigella dysentriae. Namun demikian Shigella dysentriae termasuk bakteri coliform yang keberadaaanya juga dapat menimbulkan penyakit. Shigella dysentriae termasuk dalam golongan bakteri coliform. Keamanan pangan konsumen harus diperhatikan. Dengan mempertimbangkan hal-hal ini, peneliti akan menyelidiki apakah ada cemaran bakteri Shigella dysentriae pada daging ayam yang dijual di pasar legi Ponorogo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengisolasi bakteri Shigella dysentriae untuk menentukan apakah ada cemaran bakteri Shigella pada daging ayam. Metode penelitian dengan dengan cara random sampling, yaitu memilih ayam dari 10 penjual yang ada di pasar legi ponorogo, dan 5 penjual di pasar mlilir madiun. Sejumlah 15 bungkus ayam dengan masing – masing berat 250gram yang akan dijadikan sampel pemeriksaan. Ulangan pemeriksaan dilakukan tiga kali. Hasil positif ditunjukkan dengan adanya koloni merah muda transparan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima dari lima belas sampel yang diidentifikasi positif tercemar Shigella dysentriae dan artinya 33,33% sampel yang diperiksa tercemar bakteri Shigella dysentriae.