Science: Indonesian Journal of Science
Science: Indonesian Journal of Science adalah jurnal multidisiplin ilmu, Indonesian Journal of Sciences merupakan jurnal peer review, open accses yang menerbitkan artikel Penelitian, hasil karya Disertasi, Tesis, Skripsi, Karya Tulis Ilmiah, Makalah Penelitian, Resensi Buku, Study Kasus, Laporan Kasus, Sistematik Review, dll. Jurnal ini berguna bagi tenaga Profesi, mahasiswa, tenaga pengajar, peneliti dan lainnya. Fokus dan scope: Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Kesehatan dan keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen K3, Keperawatan, Farmasi, Ilmu Gizi, Fisioterapi, Radiologi, Psikologi, Kebidanan, Rekam Medis, Teknik Laboratorium Medik, Profesi Kesehatan, Kedokteran umum, Epidemiologi dan aspek kesehatan lainnya, Biologi, Kimia, Fisika, Statistik, Matematika, Peternakan, Pertanian (Agribisnis dan Agroteknologi) Indonesian Juornal of Science terbit 6 kali dalam setahun yaitu Januari, Maret, Mei, Juli, September, November
Articles
257 Documents
Penerapan Pijat Oksitosin pada Ibu Post Partum Primipara dengan Diagnosa Medis P1oo1 Post SC Hari Ke-1 DI Ruang Peristi Ibu
Mahsusiah, Windy Ayu Oktavil;
Munir, Zainal;
Dewi, Novela Eka Candra
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.75
Menyusui sejak dini itu baik untuk ibu dan bayi, salah satu penyebab dari tidak terwujudnya pemberian ASI secara eksklusif yaitu akibat dari tidak keluarnya ASI pada hari-hari pertama setelah melahirkan. Terutama bagi ibu yang mengalami proses persalinan melalui tindakan Sectio Caesarea (SC). Teknik yang diajarkan kepada ibu dalam masa ini yaitu tehnik yang dapat membuat ibu lebih rileks dan memberikan kelancaran dalam produksi ASI. Terdapat upaya non farmakologis yang dapat meingkatkan kelancaran produksi ASI salah satunya adalah pijat oksitosin. Tujuan melaksanakan penerapan Pijat Oksitosin pada ibu post partum primipara dengan diagnose medis p1001 post sc hari ke-1 di ruang peristi ibu. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan dokumentasi pelaksanaan Penerapan Pijat Oksitosin di Ruang Peristi Ibu. Hasil studi kasus yang dilakukan pada masalah menyusui tidak efektif pada ibu post sc dengan penerapan pijat oksitosin pasien merasa rileks dan produksi asi meningkat dalam sehari yakni 180 cc frekuensi pemberian ASI 6 kali dalam sehari dengan durasi 40 menit. Pasien menunjukkan adanya peningkatan produksi ASI. Kesimpulan berdasarkan hasil evaluasi kasus yang didapatkan dari asuhan keperawatan penulis mengangkat diagnosa keperawatan menyusui tidak efektif berhubungan dengan ketidakadekuatan suplai asi ditandai dengan asi keluar sedikit (D.0029).
Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Menggunakan Teknik (ROM) Untuk Meningkatkan Mobilitas Fisik pada Ny. E dengan Diagnosa Peb Post Sectio Caesarea (SC) di Ruangan Peristi Ibu
Aflahah, Irsi Hajar;
Khotimah, Husnul;
Dewi, Novela Eka Candra
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.76
Sectio caesarea (SC) satu proses pembedahan untuk melahirkan janin melalui irisan pada dinding perut dan dinding rahim. Preeklampsia berat menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. ditandai dengan timbulnya tekanan darah tinggi 160/110 mmHg disertai edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih. Mobilisasi dini sangat penting bagi ibu post SC, karena mempengaruhi proses penyembuhan luka dengan Range of Motion (ROM) latihan gerakan yang dalam keadaan normal dapat dilakukan oleh sendi yang bersangkutan memelihara kekuatan otot. Tujuan Melaksanakan Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Menggunakan Teknik ROM Untuk Meningkatkan Mobilitas Fisik Pada Ny.E Dengan Diagnosa PEB Post sectio caesarea (SC) di ruangan Peristi Ibu. Metode penelitian yang di gunakan adalah studi kasus dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, prilakuan dan dokumentasi penerapan ROM pada Ny E post SC. Hasil terdapat pengaruh pada Ny. E dalam penerapan Teknik ROM untuk meningkatkan mobilitas fisik dengan masalah keperawatan mobilitas fisik yang signifikan dalam pengelolaan nyeri pada pasien (SC) sectio caesarea. Kesimpulan pasien memerlukan perawatan yang mencakup menajemen nyeri dan perbaikan mobilitas fisik dan perhatian khusus terhadap gizi ibu dan juga memberi dukungan tentang ROM Latihan gerakan ibu.
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Tingkat Kepercayaan Orang Tua pada Anak dengan Obat Sirup di Poli Anak RSUD Dr. Haryoto Lumajang
Damayanti, Irma;
Nugroho, Setiyo Adi;
Hafifah, Vivin Nur
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.77
Indonesia dihebohkan dengan kejadian gagal ginjal akut yang banyak terjadi pada anak anak, hal ini disebabkan oleh cairan etilen glikol dan dietilen glikol. Tujuannya untuk mengetahui adanya hubungan tingkat kecemasan dengan tingkat kepercayaan orang tua pada anak dengan obat sirup di poli anak RSUD dr. Haryoto Lumajang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif yang berbentuk penelitian korelasi yang ada pada hakikatnya mengkaji hubungan antara variabel.. Dalam penelitian ini berjumlah 232 responden yang ada dipoli anak RSUD dr. Haryoto Lumajang. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang terdiri dari 14 pertanyaan dan 13 pertanyaan. Adapun hasil penelitian ini menggunakan uji spearmen’t rank, nilai P sebesar 0,000. Karena nilai P<0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang cukup tinggi antara hubungan tingkat kecemasan dengan tingkat kepercayaan orang tua pada anak dengan obat sirup di poli anak RSUD dr. Haryoto Lumajang. Dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini terdapat hubungan tingkat kecemasan dengan tingkat kepercayaan orang tua pada anak dengan obat sirup dipoli anak RSUD dr. Haryoto Lumajang.
Pemberian Terapi Slow Deep Breathing untuk Menurunkan Intensitas Nyeri pada Pasien Post Kraniotomi Cedera Kepala di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar
Nirwani, Zuhtriana;
Purba, Wulan Sari
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.78
Cedera kepala adalah gangguan traumatik dari kegunaan otak yang disertai dengan perdarahan interstisial dalam substansi otak, tanpa putusnya kontinuitas pada otak. Klien yang didiagnosa post kraniatomi cedera kepala memiliki gejala pasca trauma yaitu gangguan rasa nyaman nyeri. Teknik slow deep breathing merupakan teknik yang dapat diterapkan untuk mengatasi nyeri. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan dalam pemberian teknik slow deep breathing pada klien dengan post krniatomi untuk menurunkan intensitas nyeri. Desain penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 2 klien dengan post kraniatomi cedera kepala yang dirawat di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah format pengkajian keperawatan gawat darurat, SOP slow deep breathing, lembar evaluasi, skala numerik. Data dikumpulkan dengan cara interview, observasi, dan pemeriksaan fisik. Hasil pengkajian didapatkan klien mengatakan nyeri pada area post operasi kraniatomi, nyeri seperti ditusuk-tusuk, skala nyeri 6 dan 7, klien tampak meringis dan gelisah. Intervensi yang disusun yaitu manajemen nyeri dan implementasi yang diterapkan adalah terapi slow deep breathing. Evaluasi didapatkan bahwa skala nyeri berkurang pada klien 1 dari skala nyeri 6 ke skala nyeri 3, pada klien 2 dari skala nyeri 7 ke skala nyeri 3. Kesimpulan pemberian teknik slow deep breathing efektif menurunkan intensitas nyeri pada klien dengan post kraniatomi cedera kepala. Saran slow deep breathing diharapkan dapat dijadikan sebagai intervensi mandiri keperawatan dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien post kraniatomi cedera kepala.
Implementasi Brisk Walking Exercise dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Keluarga Penderita Hipertensi
Simanjuntak, Dahlya;
Purba, Wulan Sari
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.79
Hipertensi atau tekanan darah tinggi yaitu suatu penyakit yang mengakibatkan terjadinya peningkatan tekanan pada dinding pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan keluarga pada penderita hipertensi dengan mengimplementasikan brisk walking exercise untuk menurunkan tekanan darah. Desain penelitian ini adalah deskriktif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 2 klien hipertensi yang diambil dari Puskesmas Kartini Kota Pematangsiantar dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik. Instrumen yang digunakan yaitu format pengkajian keperawatan keluarga, standar operasional prosedur, informed consent dan lembar evaluasi. Hasil penelitian didapatkan data kedua keluarga mengetahui penyakit yang diderita oleh anggota keluarganya tetapi keluarga tidak mampu memberi perawatan pada anggota keluarga yang sakit. Masalah keperawatan yang muncul yaitu manajemen kesehatan keluarga tidak efektif. Setelah dilakukan implementasi brisk walking exercise dengan frekuensi latihan 3 kali kunjungan selama 15 menit, terdapat perubahan tekanan darah pada klien 1 yaitu 140/90 mmHg menjadi 130/80 mmHg dan klien 2 yaitu 150/100 mmHg menjadi 140/90 mmHg dapat disimpulkan bahwa brisk walking exercise efektif menurunkan tekanan darah pada anggota keluarga penderita hipertensi. Perawat keluarga diharapkan dapat menggalakkan salah satu manajemen pengendalian hipertensi dengan program PATUH yaitu mengimplementasikan brisk walking exercise untuk menurunkan tekanan darah.
Perbandingan Pemeriksaan Widal Menggunakan Reagen T dan F pada Suspek Demam Tifoiddi RSUD Toto Kabila
Naim, Muh. Rizman;
Kale, Sri Wahyuni
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.80
Reagen widal yang sering digunakan di Laboratorium klinik ada 2 yaitu reagen T dan F. Di beberapa tempat baik di laboratorium rumah sakit maupun laboratorium puskesmas yang menggunakan reagen T dan reagen F. Tujuan dari penelitian ini untukmembandingkan hasil pemeriksaan widal menggunakan reagen T dan F. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah crossectional analitik. Jenis data yang digunakan adalah data primer berupa hasil penelitian dan data sekunder berupa data-data dari literatur, buku-buku dan jurnal. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan asumsi jumlah sampel sebesar 29 sampel. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan pemeriksaan widal menggunakan reagen T dan F jika pada antigen O nilai signifikansi dua sisi (α) = 0.001 < 0.005 dimana H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat perbedaan hasil pemeriksaan widal antigen O menggunakan kedua reagen tersebut. Begitu juga pada antigen H nilai signifikansi dua sisi (α) = 0.046 < 0.005 dimana H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti Terdapat Perbedaan hasil pemeriksaan widal antigen H menggunakan reagen T dan F.
Penerapan Relaksasi Otot Progresif pada Pasien dengan Masalah Keperawatan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Pratiwi, Marselia Yuli;
Kharisna, Dendy;
Devita, Yeni;
Aini, Fitri
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.81
Diabetes melitus merupakan sekelompok penyakit metabolik yang disebabkan oleh gangguan sekresi insulin dan kinerja insulin. Gangguan produksi dan fungsi insulin ini menyebabkan kadar gula darah meningkat melebihi batas normal (hiperglikemia), bahkan dapat terjadi penurunan kadar gula darah (hipoglikemia). Akibatnya sering muncul masalah keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan relaksasi otot progresif. Relaksasi otot progresif meningkatkan penggunaan oksigen tubuh, meningkatkan metabolisme, melancarkan pernapasan, meredakan ketegangan otot, dan menyeimbangkan tekanan darah sistolik dan diastolik, belajar mengurangi nyeri, kecemasan atau stres. Tujuan KIAN ini adalah untuk menerapkan Evidence Based Nursing berupa relaksasi otot progresif dengan masalah keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah di ruang Kenanga 1 RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Sample penerapan ini adalah 2 orang pasien dengan DM Tipe 2. Pelaksanaan intervensi dilakukan dengan melatih 14 gerakan relaksasi otot progresif 2 kali sehari selama 25 menit. Pada pasien 1 dilakukan sejak tanggal 28-31 Mei 2024 pukul 10.00 dan 14.00, pada pasien 2 dilakukan sejak tanggal 28-29 Mei 2024 pukul 11.00 dan 15.00. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah sebesar 21-85 mg/dL. Latihan ini dapat dijadikan alternatif askep mandiri dalam masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus.
Penerapan Tehnik Effleurage Massage pada Ny. D Kala 1 Persalinan dengan Masalah Nyeri di Ruangan VK
Widad, Sofil;
Sholehah , Baitus;
Dewi, Novela Eka Candra
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.82
Latar Belakang: Nyeri persalinan kala 1 disebabkan karena kontraksi rahim yang menyebabkan dilatasi dan penipisan servik sehingga dapat menyebabkan hilangnya control emosional dan berperan dalam kejadian persalinan traumatis dan gangguan psikologis. Oleh karena itu, untuk mengurangi nyeri pada Kala 1 persalinan dengan menggunakan teknik effleurage massage. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran penerapan tehnik effleurage massage pada Ny. D kala 1 persalinan dengan masalah nyeri. Metode: Teknik pengumpulan data dengan cara pengkajian menggunakan metode wawancara/anamnesa, pemeriksaan fisik head to toe dan pemeriksaan penunjang. Hasil: Terdapat pengaruh pada Ny. D dalam penerapan teknik effleurage massage dengan durasi 10 menit selama persalinan kala 1 dengan masalah nyeri memberikan manfaat yang signifikan dalam pengelolaan nyeri dan kesejahteraan ibu saat melahirkan. Kesimpulan: Penerapan teknik effleurage massage pada Ny. D dengan masalah nyeri dapat menjadi komponen yang berharga dalam manajemen nyeri selama persalinan kala 1. Hal ini tidak hanya membantu mengurangi nyeri fisik, tetapi juga memberikan dukungan emosional dan meningkatkan pengalaman persalinan secara keseluruhan bagi Ny. D.
Penerapan Teknik Relaksasi Hand Massage Terhadap Intensitas Penurunan Tingkat Nyeri pada Tn.K Pasien “Gagal Ginjal Akut” di Ruang Rawat Inap Mawar Pink
Maulidia, Nuri Lailatul;
Rahman, Handono Fatkhur;
Fauzi, Ahmad Kholid
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.83
Gangguan ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI) dapat diartikan sebagai penurunan cepat dan tiba-tiba pada fungsi filtrasi ginjal. Kondisi ini biasanya ditandai oleh peningkatan konsentrasi kreatinin serum atau azotemia dan/atau penurunan sampai tidak ada sama sekali produksi urin. Oleh karena itu gagal ginjal akut menyebabkan nyeri pada pinggang karena adanya gangguan pada fungsi organ ginjalnya. Tujuan untuk mengetahui gambaran penerapan teknik relaksasi Hand Massage terhadap intensitas penurunan tingkat nyeri pada Tn. K pasien gagal ginjal akut di Ruang Rawat Inap Mawar Pink. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan pendokumentasian penerapan teknik hand massage. Penerapan teknik hand massage dilakukan selama 3 hari dengan durasi 15 menit. Hasil evaluasi keperawatan berdasarkan catatan perkembangan menunjukkan bahwa, setelah dilakukan teknik hand massage selama 3 kali pertemuan, indicator kriteria hasil tercapai sepenuhnya penurunan tingkat nyeri, mengeluh kesakitan dan gangguan pola tidur. Kesimpulan berdasarkan hasil evaluasi kasus yang dilakukan bahwa penerapan hand massage mengenai intensitas tingkat nyeri untuk penurunan intensitas tingkat nyeri sebelum dan sesudah dilakukan teknik hand massage yaitu adanya perubahan terhadap intensitas tingakat nyeri, mengeluh kesakitan menurun dan pola tidur meningkat.
Penerapan Terapi Relaksasi Autogenik untuk Mengurangi Cemas pada Pasien Pre OP dengan Kolelitiasis di Ruang Rawat Inap Tulip Lantai 2
Hasanah, Nurul;
Khotimah, Husnul;
Tauriana, S.
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.84
Batu empedu sering terjadi di saluran empedu, sebagian besar batu empedu berasal dari endapan kolestrol yang mengeras menjadi bentukan batu, dan Kondisi tersebut terkadang tidak menimbulkan gejala atau asimptomatik. Cemas suatu keadaan emosi dan pengalaman yang subjektif, objek yang kurang jelas dan biasanya dimanifestasikan dengan perasaan yang tidak nyaman, perasaan yang tidak siap, tidak tenang dan merasa terancam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Penerapan intervensi terapi autogenik untuk mengurangi cemas pada pasien pre op dengan kolelitiasis di ruang rawat inap tulip lantai 2. Metode: teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pendekomentasian, pelaksanaan pemberian terapi autogenik untuk mengurangi cemas pada pasien pre op dengan kolelitiasis. Hasil: setelah dilakukan intervensi dengan menggunakan terapi relaksasi autogenik pada kasus kecemasan pasien pre op terdapat hasil dapat menurunkan kecemasan dengan skala HARS 10 (ringan). Kesimpulan: melihat dari hasil kasus laporan ini, maka penerapan terapi relaksasi autogenik efektif menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre op dengan kolelitiasis.