cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 750 Documents
Hubungan Durasi Terdiagnosis Diabetes Melitus Tipe 2 dan Kejadian Hipertensi dengan Terjadinya Makula Edema pada Retinopati Diabetik: Relationship of Diagnosis Duration of Type 2 Diabetes Mellitus and Hypertension Incidence with Occurrence of Macular Edema in Diabetic Retinopathy Grace Pisca Tandiarrang; Nur Khoma Fatmawati; Danial Danial
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.223

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit tidak menular yang saat ini merupakan ancaman kesehatan global karena insiden diabetes melitus yang terus meningkat. Insiden diabetes melitus yang terus meningkat akan diikuti oleh meningkatnya komplikasi dari diabetes melitus. Makula edema merupakan komplikasi dari retinopati diabetik yang menjadi penyebab utama terjadinya kebutaan pada penderita diabetes. Faktor-faktor yang menjadi penyebab makula edema yaitu lama menderita diabetes, hipertensi, peningkatan HbA1c dan hiperlipidemia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara durasi terdiagnosis diabetes melitus tipe 2 dan kejadian hipertensi dengan terjadinya makula edema pada retinopati diabetik. Desain dalam penelitian ini menggunakan studi potong lintang dengan metode analitik observasional. Penelitian dilakukan di Sumatera Eye Centre (SMEC) Samarinda pada bulan Januari hingga Februari 2010 dan menggunakan metode total sampling. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil analisis diperoleh adanya hubungan antara durasi terdiagnosis diabetes melitus tipe 2 ( p = 0,001) dan kejadian hipertensi ( p= 0,000) dengan terjadinya makula edema pada retinopati diabetik.
Hubungan Usia dengan Kadar Prostate Specific Antigen pada Penderita Benign Prostatic Hyperplasia di Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Ilham Akbar Choirul Umam; Hadi Irawiraman; Endang Sawitri
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.224

Abstract

Abstract Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) is a disorder of stromal cell hyperplasia and prostatic gland epithelial cells which is still a disease in the field of urology with the second highest morbidity rate in Indonesia. Many factors affect the occurrence of BPH, one of them is PSA level. The higher the PSA level, the faster the prostate growth rate. PSA levels increase with age. The purpose of this study was to determine the relationship of age with PSA levels. This study was an observational analytic study with a cross-sectional approach. Data regarding age variables and PSA levels of patients were taken from medical records. The results showed the average age of patients was 63.62 years and the average PSA level of patients was 12.65 ng / ml. There was a significant relationship between age and PSA levels (p=0.049). Keywords : Age, Prostate Specific Antigen Levels, Benign Prostatic Hyperplasia Abstrak Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan kelainan hiperplasia sel stroma dan sel epitel kelenjar prostat yang masih menjadi penyakit di bidang urologi dengan angka kesakitan tertinggi kedua di Indonesia. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya BPH salah satunya adalah kadar PSA. Semakin tinggi kadar PSA maka semakin cepat laju pertumbuhan prostat. Kadar PSA meningkat sebanding dengan pertambahan usia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia pasien dengan kadar PSA. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data mengenai variabel usia dan kadar PSA pasien diambil dari rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia pasien adalah 63,62 tahun dan rata-rata kadar PSA pasien didapatkan 12,65 ng/ml. Terdapat hubungan bermakna antara usia dan kadar PSA (p=0,049). Kata Kunci: usia, kadar Prostate Specific Antigen, Benign Prostatic Hyperplasia
Optimasi dan Evaluasi Kondisi Biji Tomat (Lycopersicum esculentum) yang Telah Dibawa ke Luar Angkasa Secara Fisik dengan Kultur Jaringan Maria Almeida; Rizkita Rachmi Esyanti; Fenny Martha Dwivany
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum) adalah tanaman kelompok Solanaceae yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Permintaan buah tomat yang meningkat dapat menyebabkan kebutuhan bibit tomat meningkat. Produktivitas dapat ditingkatkan salah satunya dengan cara radiasi. Biji Tomat yang dibawa ke luar angkasa, dievaluasi secara fisik dengan menggunakan alat SEM. Pengamatan SEM menunjukkan bahwa pada biji luar angkasa terdapat adanya permukaan berlubang atau berpori, yang diduga akibat pengaruh radiasi kosmik. Biji tomat (L. esculentum) kontrol pada saat kering maupun basah strukturnya terlihat lebih tebal daripada biji tomat (L. esculentum) yang telah dibawa ke ruang angkasa. Perbanyakan secara konvensional (in-vivo) sulit diterapkan, antara lain karena adanya kendala serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur, bakteri, dan virus yang dapat terbawa dalam biji. Oleh karena itu, diperlukan satu cara untuk mengatasi masalah produksi bibit yang bebas penyakit, yaitu dengan cara in vitro menggunakan kultur jaringan. Keberhasilan kultur jaringan memerlukan beberapa kondisi yang mendukung, antara lain penggunaan medium yang tepat, eksplan yang baik, kondisi aseptik, dan faktor lingkungan yang tepat. Sehingga, dilakukan optimasi untuk mendapatkan protokol in-vitro, yang dapat digunakan untuk menghasilkan bibit yang seragam. Hasil menunjukkan bahwa protokol untuk perbanyakan bibit tomat yang telah optimal adalah medium MS dengan penambahan 0,2 ppm IAA dan 2 ppm BAP. Sedangkan medium untuk perakaran adalah MS dengan penambahan 1 ppm IBA. Bibit dapat diaklimatisasi dan ditumbuhkan ex vitro dengan tingkat keberhasilan 98 %.
Formulasi Emulgel Minyak Ikan Salmon dengan Gelling Agent Na-Alginat dari Alga Coklat (Sargassum sp) Yuli Ainun Najih; Dita Nurlita Rakhma; Arum Sari Diyah Utami; Rina Andayani
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i1.226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Na-alginat yang berasal dari Sargassum sp sebagai gelling agent dalam sediaan emulgel minyak ikan salmon. Pembuatan formula emulgel minyak ikan salmon menggunakan gelling agent Na-alginat dari isolasi alga coklat (Sargassum sp) dengan konsentrasi 3% dan 4%. Uji karakterisasi Na-alginat dari alga coklat (Sargassum sp) meliputi uji organoleptis, RVA, FTIR dan DSC. Pembuatan emulgel dilakukan dengan melebur fase minyak dan fase air di atas hot plate menggunakan termometer untuk mengontrol suhu 70ºC. Kedua fase ini dicampur dan diaduk dengan kuat sampai terbentuk emulsi. Fase gel dibuat dengan mendispersikan Na-alginat dari alga coklat (Sargassum sp) dalam mortir. Karakteristik minyak ikan salmon meliputi organoleptik, pH, viskositas, dan daya sebar. Stabilitas dilakukan dengan uji sentrifugasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula emulgel memiliki penampilan fisik yang sama dari minyak ikan emulgel dengan tekstur yang agak kasar dan tidak lengket, berwarna coklat muda dan memiliki bau khas minyak ikan. Semua formula memiliki rentang pH kulit. Pengukuran viskositas menunjukkan perbedaan yang signifikan (p <0,05) untuk setiap formula, yang F2 (87.000 cPs ± 12.124) memiliki viskositas yang lebih tinggi daripada F1 (33.333 cPs ± 14.011). Uji daya sebar menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan untuk setiap formula. Uji sentrifugasi tidak menunjukkan pemisahan fase setelah pengujian. Berdasarkan semua hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa konsentrasi Na-Alginat mempengaruhi karakteristik fisik emulgel minyak ikan salmon untuk viskositas, dan tidak mempengaruhi stabilitas fisik. Semua formula membentuk sistem yang stabil.
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19): A literature review Gusti Ayu Putu Laksmi Puspa Sari
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.230

Abstract

Kasus pertama COVID-19 dilaporkan pada Desember 2019 ketika sekelompok pasien dirawat di rumah sakit di Wuhan, ibukota provinsi Hubei di Cina, yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Awalnya, berjangkitnya SARS CoV-2 hanya terbatas di provinsi Hubei, tetapi menyebar dengan cepat ke banyak negara lain, dan Organisasi Kesehatan Dunia secara resmi mendeklarasikan pandemi global pada 11 Maret 2020. Secara umum, coronavirus menyebabkan penyakit sistem pernapasan, pencernaan, dan sistem saraf pusat yang meluas pada manusia dan hewan lain, mengancam kesehatan manusia dan menyebabkan kerugian ekonomi. Masih banyak kontroversi seputar penyakit ini, termasuk tata laksana hingga pencegahan. Oleh karena itu, saya melakukan telaah terhadap studi-studi terkait COVID-19. Dalam ulasan literatur ini, penyebab, patogenesis dan respon imun, epidemiologi, diagnosis, perawatan dan manajemen strategi penyakit, kontrol dan pencegahan semuanya ditinjau.
Cystic Fibrosis: Review I Gusti Agung Ari Kusuma Yana
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i1.231

Abstract

Cystic fibrosis (CF) is a reversed autosomal genetic disease that originates from some white or caucasian races. This condition is caused by mutations in the CFTR gene, especially the CFTR Phe508del. If CFTR damage or error occurs then normal function will be disrupted and have a clinical impact on other organs or multiorgan. Complications such as the pancreas, liver, digestive tract, bone, genital, and respiratory tract that can cause most deaths in patients with cystic fibrosis. Malabsorption, inflammation, infection and lung obstruction are signs of cystic fibrosis. Therapy for cystic fibrosis is limited to the improvement of the airway mokus, recovery of infections maintained with antibiotics, improve physical health and nutrition of patients
Potensi Tanaman Sebagai Pencerah Wajah Alami Rina Mustika; Siti Hindun; Nurul Auliasari
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.233

Abstract

Melanin is a pigment that gives human skin, hair and eye color. Excessive distribution of pigment malanin can cause skin problems such as hyperpigmentation. One of the principles of handling hyperpigmentation is to inhibit melanin synthesis which can be done by using a depigmentation agent (tyrosinase inhibitor) which has a mechanism of action to inhibit the tyrosinase enzyme. Inhibition of the tyrosinase enzyme can be done by measuring IC50 in a plant. IC50 is the concentration of an inhibitor needed to inhibit half of the enzyme activity. This review aims to compare the IC50 values ??of monophenolase activity and IC50 diphenolase activity in some plants that have tyrosinase inhibitory activity with invitro testing methods on L-tyrosine or L-DOPA substrates. The results of the study of several articles found that the plants that have the best potential to reward tyrosinase enzyme activity are sweet root extract (Glycyrrhiza glabra L.) with IC50 value 126.7548 µg / mL on the activity of diphenolase and extract of bark (Nauclea subdita) with IC50 value of 568.58 µg / mL on monofenolase activity.
Pengaruh Media Edukasi BOGIMBA (Boneka dan Dongeng Gizi Seimbang) terhadap Tingkat Pengetahuan Anak tentang Gizi di TK Islam Silmi Samarinda Ainur Basirah Mulya; Meiliati Aminyoto; Nurul Hasanah
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i2.235

Abstract

The main causes of the nutritional problems is poor diet. Knowledge became one of the aspects that affect it. Therefore, it is extremely important nutrition education given at an early age. This study aims to determine the effect of educational media BOGIMBA (Doll and Tale of Balanced Nutrition) to the level of knowledge of children about nutrition to the type of analytical research quasi-experimental method is based on the design of one group pretest-posttest. This research sample using the entire sample of the population that met the inclusion criteria of research to obtain 51 respondents. The variables measured in this study are BOGIMBA educational media and level of knowledge of children about nutrition. From the research conducted, it was found the influence of educational media BOGIMBA to increase children's knowledge about nutrition (p = 0.000).
Hubungan Kepatuhan Hemodialisis dengan Disfungsi Seksual Wanita Usia Subur di RSUD Ungaran Yacomina Kuway; Tressia Sujana; Rifatolista Tampubolon
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i1.237

Abstract

Abstract Female patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis therapy have various health problems, one of which is sexual dysfunction. Sexual dysfunction was experienced in the form of sexual desire disorders, arousal, lubrication, orgasm, satisfaction, and pain. This study aims to determine the relationship of hemodialysis compliance with sexual dysfunction of women of childbearing age at Ungaran District Hospital. The research design used is the quantitative correlation with a cross-sectional approach. The research sample is women of childbearing age with an age range of 25-34 years to 35-44 years. The results of the study with Chi-Square analysis showed a significance value (Sig) 0.542 (p = 1,000) or > 0.05 which means there was no significant relationship between hemodialysis adherence with sexual dysfunction of women of childbearing age at Ungaran District Hospital. the conclusion of this study is that factors such as lack of sexual desire are the main reason there is no relationship between the two variables. Keywords: Female patients with chronic renal failure, hemodialysis compliance, sexual dysfunction. Abstract Pasien wanita gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis mempunyai berbagai masalah kesehatan, salah satunya ialah difungsi seksual. Disfungsi seksual yang dialami berupa gangguan keinginan seksual, gairah, pelumasan, orgasme, kepuasan dan nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan hemodialisis dengan disfungsi seksual wanita usia subur di RSUD Ungaran. desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ialah wanita usia subur dengan rentang usia 25-34 tahun hingga 35-44 tahun. Hasil penelitian dengan analisis Chi-Square menunjukan nilai signifikansi (Sig) 0,542 (p=1.000) atau > 0,05 yang berarti tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan hemodialisis dengan disfungsi seksual wanita usia subur di RSUD Ungaran. kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor seperti kurangnya keinginan seksual menjadi alasan utama tidak terdapat hubungan antara kedua variabel. Kata Kunci: Pasien wanita gagal ginjal kronik, kepatuhan hemodialisis, disfungsi seksual.
Identifikasi Faktor-Faktor Terkait Kejadian Preeklamsia Pada Ibu Hamil Di Kabupaten Semarang: Identification of Factors Related to the Incidence of Preeclampsia in Pregnant Women in Semarang Regency Paulina Budiarty Ernawan; Rifatolistia Tampubolon; Remigius Bagus
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i2.241

Abstract

Latar belakang: Angka Kematian Ibu (AKI)merupakan salah satu indikator dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat suatu negara. Kesehatan ibu menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung program pembangunan kesehatan di Indonesia. Penurunan jumlah AKI merupakan salah satu target dalam programMillenium Development Goals (MDGs) yang kini telah berganti menjadi Sustainable Development Goals (SDGs), sehingga pembahasan mengenai kejadian preeklamsia yang berdampak pada kematian ibu menjadi sangat penting. Tujuan: untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di Kabupaten Semarang. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan diagnosa medis preeklamsia pada tahun 2016-2018. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan kuota sampling, sampel yang terkumpul sebanyak 30 responden dalam kurun waktu dari tahun 2016-2018. Pengumpulan data dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuisioner yang karakterisitik pertanyaan berisi perilaku ANC, pola hidup, riwayat penyakit, status paritas. Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel, bagan, persentase dan rerata dari hasil penelitian. Dari hasil penelitian diperoleh 60% ibu dengan risiko rendah (20-35 tahun), tingkat pendidikan 86,6% (SMA/SMK), pekerjaan 70% (ibu rumah tangga), pemeriksaan ANC 100%, status gravida 73,3% (multigravida), kehamilan kembar 0%, pola hidup makan teratur 100%, konsumsi buah dan sayur 50%, olah raga rutin pada trimester III (43,3%), riwayat hipertensi 30%, obesitas 10%. Faktor yang terkait dengan kejadian preeklamsia dalam penelitian ini diantaranya adalah riwayat pendidikan, pekerjaan, status multipara ibu dan status gizi berlebih dan obesitas.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue