cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 750 Documents
Histopatologi Hati Mencit (Mus Musculus) yang Diberikan Minuman Ringan Berkarbonasi dan Ekstrak Daun Kersen (Muntingia Calabura L.): Liver Histopathology of Mice (Mus Musculus) Induced by Carbonated Soft Drink and Kersen Leaves Extract (Muntingia Calabura L.) Azhim Ash Siddiq, Muhammad Nuzul; Majiding, Chaidir Masyhuri; Rozi, Fahrul; Winarsih, Wiwin
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i2.1886

Abstract

High consumption of carbonated soft drinks (CSD) has caused risks of metabolic syndrome, obesity, various chronic diseases, and organ damage. Kersen has the potential to prevent and reduce damage to the liver caused by CSD. The study aimed to analyze the liver histopathological of mice given CSD and the effect of Kersen leaf extract. This experimental study used a completely randomized design with 25 male white mice divided into 5 groups, namely control grup (K), negative control (N), treatment 1, 2, and 3 with doses (35 mg/30g BW, 45 mg/30g BW, 65 mg/30g BB) for 30 days. The sample was terminated on the 31st day, and the liver organs were prepared to observe the microscopic of the liver. The analytical test used the ANOVA test with Duncan's multiple-range test. The results showed that the negative control group had significantly lower numbers of liver cell damage than the positive controls who were given CSD (p<0.05), and the treatment groups 2 and 3 also had significantly less cell damage than the positive control group and did not significantly different from the negative control group. Kersen leaf extract can prevent and reduce liver cell damage in carbonated soft drink-induced mice.   Keywords:          Liver, Histopathology, Kersen, Mice, Soft drink   Abstrak Konsumsi minuman berkarbonasi/ carbonated soft drink (CSD) yang berlebih berisiko menyebabkan terjadinya sindrom metabolik, obesitas, berbagai penyakit kronis, dan kerusakan organ. Kersen berpotensi mencegah dan mengurangi kerusakan pada hati yang disebabkan oleh CSD. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran histopatologi hati mencit yang diberikan minuman CSD dan efek pemberian ekstrak daun kersen. Penelitian experimental ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 25 mencit putih jantan yang dibagi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol (K), kontrol negatif (N), perlakuan 1, 2, dan 3 dengan dosis (35 mg/30g BB, 45 mg/30g BB, 65 mg/30g BB) selama 30 hari. Sampel diterminasi pada hari ke 31 dan organ hepar dibuat preparat untuk diamati gambaran mikroskopis hati. Uji analisis menggunakan uji beda ANOVA dengan uji lanjut Duncan’s multiple-range test. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kelompok kontrol negatif memiliki jumlah kerusakan sel hati yang signifikan lebih rendah dibandingkan dengan kontrol positif yang diberikan CSD (p<0.05) dan kelompok perlakuan 2 dan 3 juga signifikan memiliki jumlah kerusakan sel yang lebih sedikit dibandingkan kelompok kontrol positif serta tidak berbeda signifikan dengan kelompok kontrol negatif. Ekstrak daun kersen memberikan pengaruh terhadap pencegahan dan mengurangi kerusakan sel hati pada mencit putih yang diberikan CSD.   Kata Kunci:         Hepar, Histopatologi, Kersen, Mencit, Carbonated Soft Drink
Profil Perawatan Karies Gigi pada Anak Usia 0-18 Tahun di Poli Gigi dan Mulut Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie Periode 2018–2021: The Dental Caries Treatment Profile Among Children Aged 0-18 Years at the Dental and Oral Polyclinic of Abdoel Wahab Sjahranie Regional Public Hospital During the Period of 2018-2021 Vitta Anzelia Triyana; Nydia Hanan; Musnar Munir
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i6.1887

Abstract

According to the 2018 National Basic Health Research (Riskesdas) Report, dental health statistics for East Kalimantan Province indicated that merely 13.8% of the population received dental care from dental healthcare professionals. Children are susceptible to developing dental caries as a result of their frequent consumption of cariogenic foods. The present investigation employs an observational approach with a descriptive research design. The sampling method utilized in this study was purposive sampling. The study population comprised of pediatric patients aged 0- 18 years who received treatment at the Dental and Oral Polyclinic of Abdoel Wahab Sjahranie Regional Public Hospital from 2018 to 2021. The total number of participants included in the study was 847. The findings of this investigation suggest that the predominant therapeutic intervention administered to individuals between the ages of 0 and 18 years is root canal therapy, with a higher frequency of treatment observed among female subjects. The lower right quadrant is the dental region that is most commonly subjected to caries treatment. Keywords:          Dental carries treatment, Teeth, Children   Abstrak Data kesehatan gigi Provinsi Kalimantan Timur di Laporan Riskesdas 2018 mengemukakan bahwa prevalensi penduduk yang menerima perawatan gigi dari tenaga medis gigi di Kalimantan Timur adalah sebanyak 13,8%. Karies gigi rentan terjadi pada usia anak-anak karena banyaknya konsumsi makanan kariogenik. Penelitian ini bersifat observasional dengan desain penelitian deskriptif dan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel penelitian ini adalah seluruh pasien anak berusia 0–18 tahun di Poli Gigi dan Mulut Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie pada tahun 2018–2021 sebanyak 847 sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perawatan yang banyak diterima anak usia 0–18 tahun adalah perawatan saluran akar, jenis kelamin yang paling banyak menerima perawatan adalah pasien perempuan, dan regio gigi yang paling sering mendapatkan perawatan karies adalah regio kanan bawah. Kata Kunci:         Perawatan Karies, Gigi, Anak
Seorang Laki-Laki Usia 25 Tahun dengan Gambling Disorder pada Masa Pandemi Covid-19: A 25-Year-Old Man with Gambling Disorder During the Covid-19 Pandemic Go Eddy Gunawan; Reksoyudo Dwi Pradipo
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i5.1888

Abstract

Addiction is a social problem, and not an object that can be considered unique. Addiction is often seen as a chronic condition accompanied by a strong motivation to obtain a satisfactory outcome based on an unintentional harmful action. During the Covid-19 pandemic, several studies found that gambling disorders showed an increase, especially during and after Lockdown. This study assessed the relationship between the behavior of Gambling Disorder patients and the COVID-19 pandemic. A relationship was found between the Covid-19 pandemic as one of the triggers for gambling disorder behavior. Keywords: Addiction, Gambling, Covid-19, Management   Abstrak Adiksi adalah suatu masalah sosial, serta bukan suatu objek yang dapat dianggap unik. Adiksi sering kali dilihat sebagai kondisi kronis disertai dengan motivasi yang kuat untuk mendapatkan suatu hasil yang memuaskan berdasarkan suatu tindakan yang tidak sengaja dapat merugikan. Pada masa pandemi Covid-19 didapatkan beberapa penelitian bila gangguan perjudian menunjukkan terdapat peningkatan, terutama ketika dan sesudah dilakukan Lockdown.penelitian ini menilai hubungan antara perilaku pasien Gambling Disorder (Gangguan Perjudian) dengan pandemi COVID-19. Didapatkan hubungan antara pandemi Covid-19 sebagai salah satu pencetus perilaku gangguan perjudian. Kata Kunci: Adiksi, Judi, Covid-19, Tata Laksana
Review: Peptida Bioaktif Kasein Susu Kambing sebagai Sumber Antimikroba dan Antioksidan: Review: Bioactive Peptide from Goat’s Milk Casein as a Source of Antimicrobial and Antioxidant Venna Sinthary; Maryam Jamila Arief
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i3.1895

Abstract

Research on milk and its products from minor milk species has increased in the last 10 years, especially for goat milk casein. This interest was initially influenced by cow's milk intolerant consumers who chose goat's milk as an alternative nutrition. Furthermore, it underwent further review where casein in goat's milk was a potential source of bioactive peptides. The amino acid sequence associated with pharmacological activity was found in casein in cow's milk and its processed products are similar to goat's milk. The superiority of casein in goat's milk, which undergoes various post-translational modifications, leads to the production of a wide variety of casein molecules. The casein fraction is fragmented mainly enzymatically to obtain bioactive peptides that have been reported to have various activities, especially like antimicrobials and antioxidants. Keywords: Bioactive Peptides, Casein, Goat’s Milk, Antimicrobial, Antioxidant Abstrak Penelitian mengenai susu dan produknya dari spesies susu minor 10 tahun terakhir mengalami peningkatan terutama pada kasein susu kambing. Ketertarikan ini awalnya dipengaruhi oleh konsumen intoleran susu sapi sehingga memilih susu kambing sebagai alternatif. Selanjutnya mengalami peninjauan lebih lanjut dimana kasein pada susu kambing merupakan sumber peptida bioaktif potensial. Urutan asam amino berhubungan dengan aktivitas farmakologi ditemukan pada kasein susu sapi dan produk olahannya memiliki kemiripan dengan susu kambing. Keunggulan kasein susu kambing yang mengalami berbagai modifikasi pasca-translasi mengarah pada produksi berbagai macam molekul kasein. Fraksi kasein ini di fragmentasi terutama secara enzimatik untuk mendapatkan peptida bioaktif telah dilaporkan memiliki berbagai aktivitas khususnya sebagai antimikroba dan antioksidan. Kata Kunci: Peptida bioaktif, Kasein, Susu Kambing, Antimikroba, Antioksidan
Analisis Faktor yang Memengaruhi Tingkat Diabetes Melitus pada Masyarakat di Kota/Kabupaten di Provinsi Jawa Timur Tahun 2018: Analysis of Factors Affecting Diabetes Melitus Prevalence in Cities/Districts of East Java in 2018 Gilang Juniar Azmi; Putri Qoonitah Dewi; Siti Yuditha Cahaya Anugerah; Sachnaz Desta Oktarina; Akbar Rizki; Muhammad Rizky Nurhambali
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i5.1896

Abstract

Among the non-communicable diseases, diabetes mellitus is one of the most significant contributors to mortality. This condition is a silent killer because its signs are hard to identify, and its prevention efforts are strenuous. Diabetes mellitus cases in Indonesia are not without attention, especially in the East Java province, which is in the top five of the region with the highest incidence of diabetes mellitus in Indonesia. This study aims to raise awareness among the government and the public about preventing and controlling diabetes. The research method used is quantitative. The data used in this study are secondary data obtained from the East Java Basic Health (Riskesdas) Research in 2018. Based on the results of the study found that the consumption of fatty foods, the population that has never checked blood sugar levels, the nutritional status based on the body mass index (BMI) category with the characteristics of obesity, as well as the population who has never consumed fruit and vegetables were the most influential factors in the increase in the prevalence of diabetes mellitus in East Java in 2018 with an adjusted R-squared value of 79%. Keywords: Diabetes Melitus, East Java, 2018, Stepwise Linear Regression, Robust Linear Regression   Abstrak Di antara penyakit tidak menular, diabetes melitus menjadi salah satu penyumbang angka kematian terbesar. Penyakit ini juga disebut silent killer karena tanda-tandanya sulit diketahui dan upaya pencegahannya sulit untuk dilakukan. Kasus penyakit diabetes melitus di Indonesia pun tidak luput dari perhatian, khususnya di Provinsi Jawa Timur yang berada pada posisi lima besar dari keseluruhan provinsi dengan penyandang penyakit diabetes melitus tertinggi di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah sebagai penambah wawasan baik kepada pemerintah maupun masyarakat mengenai seberapa penting upaya pencegahan dan pengendalian diabetes melitus. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode kuantitatif. Data yang digunakan pada kajian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Jawa Timur pada 2018. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa konsumsi makanan berlemak, masyarakat yang tidak pernah memeriksa kadar gula darah, status gizi berdasarkan kategori Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan karakteristik obesitas, serta masyarakat yang tidak pernah mengkonsumsi buah dan sayur merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap peningkatan prevalensi penyakit diabetes melitus di Jawa Timur pada tahun 2018 dengan nilai adjusted R-squared sebesar 79%. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Jawa Timur, 2018, Stepwise Linear Regression, Robust Linear Regression
Front Cover, Editorial Information, Table of Content, Author Guideline, Back Cover Journal Editor
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i3.1902

Abstract

Uji Efektivitas Patch Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) pada Penyembuhan Luka Sayat Punggung Kelinci (Oryctolagus cuniculus): Effectiveness Test of Patch Green Betel Leaf Extract (Piper betle L.) on Healing of Rabbit (Oryctolagus cuniculus) Back Wounds Dewi Nurul Aini; Dwi Ningsih; Ganet Eko Pramukantoro
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i5.1942

Abstract

Betel leaf (Piper betle L.) has potential as wound healing. The purpose of this research is formulate green betel leaf extract into patch with good stability and physical quality, knowing green betel leaf extract has healing effect, determine the concentration green betel leaf extract which is effective in healing cut wounds. Development in patch form due to the advantages, namely therapeutic effect, practical, and comfortable. The patch formula using extract concentrations 2%, 6%, and 10%. Patches are tested for physical quality, stability checks, and determination of active substance content. Observations effectiveness of wound healing were carried out every day before giving treatment including wound length, healing time, erythema, edema, degree of dryness, scab, and pus. Data wound healing were analyzed with Kruskall-Wallis and Mann Whitney. The results showed that green betel leaf extract could be formulated into a patch with good physical quality and stability. Green betel leaf extract 2%, 6%, and 10% has wound healing effect. The concentration of extract that effective as wound healer is 6%. Keywords:          green betel leaf, extract, patch, wound healing   Abstrak Daun sirih hijau (Piper betle L.) memiliki potensi sebagai penyembuh luka sayat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasikan ekstrak daun sirih hijau dalam bentuk patch dengan mutu fisik dan stabilitas yang baik, mengetahui ekstrak daun sirih hijau memiliki efek penyembuhan luka sayat, mengetahui konsentrasi ekstrak daun sirih hijau yang efektif dalam menyembuhkan luka sayat. Pengembangan dalam bentuk patch karena memiliki kelebihan yaitu efek terapi lama, praktis, dan nyaman digunakan. Formula patch menggunakan konsentrasi ekstrak yaitu 2%, 6%, dan 10%. Patch diuji mutu fisiknya, pemeriksaan stabilitas, dan penetapan kadar zat aktif. Pengamatan efektivitas penyembuhan luka dilakukan setiap hari sebelum pemberian perlakuan meliputi panjang luka, waktu penyembuhan, eritema, edema, tingkat kekeringan, keropeng, dan nanah. Data pengamatan penyembuhan luka dianalisis menggunakan SPSS Kruskall-Wallis dan Mann Whitney. Hasil menunjukkan ekstrak daun sirih hijau dapat diformulasikan ke dalam bentuk sediaan patch dengan mutu fisik dan stabilitas yang baik. Ekstrak daun sirih hijau dengan konsentrasi 2%, 6%, dan 10% memberikan efek penyembuhan luka sayat. Konsentrasi ekstrak yang efektif sebagai penyembuh luka sayat yaitu 6%. Kata Kunci:         daun sirih hijau, ekstrak, patch, penyembuhan luka sayat
Studi Efikasi dan Pemantauan Reaksi Obat Merugikan dari Antiplatelet pada Pasien Pasca Stroke Iskemik di RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung: Efficacy Study and Monitoring of Adverse Drug Reactions of Antiplatelet Therapy in Post-Ischemic Stroke Patients at dr. Hasan Sadikin General Hospital Raden Retno Ariani; Lia Amalia; Suryani Gunadharma; Kusnandar Anggadiredja
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i5.1944

Abstract

Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling banyak terjadi. Resiko kejadian stroke ulang meningkat pada pasien yang telah mengalami stroke sebelumnya. Terapi antiplatelet dapat mencegah terjadinya stroke ulang pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keberhasilan terapi pencegahan stroke ulang pada pasien stroke iskemik yang menerima terapi antiplatelet dan mengidentifikasi reaksi obat merugikan yang terjadi selama penggunaan obat tersebut. Penelitian menggunakan metode kohort prospektif dengan pembanding internal dengan pengambilan sampel secara non- probability menggunakan teknik consecutive sampling dan diperoleh 45 sampel. Hasil penelitian menunjukkan 3 bulan setelah penggunaan antiplatelet, stroke ulang hanya terjadi pada 1 orang (5%) yang menggunakan terapi asetosal dan 8 orang (40%) pada pasien yang mengalami putus obat antiplatelet sebelum 3 bulan. Selama penggunaan asetosal terjadi beberapa reaksi obat merugikan seperti nyeri ulu hati (13,95%), mual (6,98%), ekimosis (4,65%), dan berkurangnya turgor kulit (2,36%). Terdapat perbedaan bermakna untuk kejadian stroke ulang (p<0.05) antara kelompok pengguna asetosal dengan kelompok yang mengalami putus obat selama 3 bulan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan asetosal efektif mencegah stroke ulang selama tiga bulan penelitian berdasarkan angka kejadian stroke ulang. Reaksi Obat merugikan yang terjadi hanya 26,83% berupa nyeri ulu hati, mual, dehidrasi dan ekimosis.
Uji Aktivitas Antioksidan Wedang Uwuh dengan Variasi Formula Jenis Jahe dan Waktu Penyeduhan: Wedang Uwuh Antioxidant Activity Test with Variation of Ginger Type Formula and Brewing Time Puri Anggit Winasih; Supriyadi Supriyadi; Taufik Turahman
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i5.1945

Abstract

Wedang Uwuh is a well-known traditional health drink from Imogiri, Bantul and Yogyakarta. Ginger is one of the components of wedang uwuh. In Indonesia, ginger comes in three different varieties: red, emprit, and elephant ginger. The aim of this study was to identify the best ginger varieties for wedang uwuh, as well as the ideal brewing period that would yield the most antioxidant activity. After being identified, each plant in the wedang uwuh recipe was brewed in boiling water for 10, 20, and 30 minutes. By using TLC and a test tube, the water wedang uwuh steeped was identified as flavonoids and phenols. The DPPH method was employed in this study's antioxidant activity test. Wedang uwuh containing red ginger brewed for 10 minutes has higher antioxidant activity compared to elephant and emprit ginger, with an IC50 value of 27.73 µg/mL. The Friedman test results on the examination of the type of ginger and the brewing time wedang uwuh was brewed on IC50 obtained p = 0.000 where p<? (0,05). This demonstrates that the brewing time and kind of ginger used in wedang uwuh have an impact on the IC50 value. Keywords:          Antioxidant, ginger, wedang uwuh, DPPH   Abstrak Wedang Uwuh adalah minuman kesehatan tradisional khas Imogiri, Bantul dan Yogyakarta. Salah satu bahan wedang uwuh adalah jahe. Ada tiga jenis jahe di Indonesia: jahe gajah, merah dan emprit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan terbaik dari wedang uwuh dengan variasi jenis jahe dan waktu penyeduhan yang paling tepat untuk wedang uwuh agar menghasilkan aktivitas antioksidan paling tinggi. Semua tanaman dalam formula wedang uwuh dideterminasi kemudian diseduh menggunakan air mendidih selama 10, 20, dan 30 menit. Air seduhan wedang uwuh diidentifikasi flavonoid dan fenol dengan KLT dan uji tabung. Uji aktivitas antioksidan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode DPPH. Wedang uwuh dengan kandungan jahe merah yang diseduh selama 10 menit memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan dengan jahe gajah dan emprit, dengan nilai IC50 27,73 µg/mL. Hasil uji friedman pada analisis jenis jahe dan waktu penyeduhan wedang uwuh terhadap IC50 diperoleh p = 0,000 dimana p<? (0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh jenis jahe dan waktu penyeduhan wedang uwuh terhadap nilai IC50. Kata Kunci:         Antioksidan, jahe, wedang uwuh, DPPH
Formulasi Tablet Paracetamol Menggunakan Pati Biji Durian (Durio zibethinus Murr) Sebagai Bahan Pengikat Secara Kempa Langsung: Paracetamol Tablet Formulation Using Durian Seed Starch (Durio zibethinus Murr) As A Binding Material By Direct Compression Yayuk Susanti Sipatu; Nur Ani
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i5.1951

Abstract

Research has been carried out on the formulation of paracetamol tablets using Durian Seed Starch (Durio Zibethinus Murr) as a binder by direct compression to determine the most effective concentration of binder. This research method uses qualitative methods. The results showed that the average percentage of solute in paracetamol tablets in formulas I, II, and III were 88.3215%, 67.2974%, and 31.5981%, respectively. The results indicated that formula I with a binding agent concentration of 8% met the requirements in the Indonesian Pharmacopoeia, while formulas II and III (10% and 12%) did not meet the specified requirements. The test results for the physical properties of the tablets showed that all formulas met the requirements for size uniformity, weight uniformity, friability, and tablet hardness. While statistical tests using Ansira (Ragam Sidik Analysis) showed that the use of durian seed starch as a binder at concentrations of 8%, 10%, and 12% had no significant effect on the physical properties of the tablets. Keywords: Paracetamol Tablets, Durian Seed Starch, Binders, Direct Felt. Abstrak Telah dilakukan penelitian tentang formulasi tablet paracetamol menggunakan Pati Biji Durian (Durio zibethinus Murr) yang berfungsi sebagai bahan pengikat dan menggunakan tekhnik kempa langsung dengan tujuan untuk menentukan konsentrasi bahan pengikat yang paling efektif. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif. Hasilnya menunjukkan, jumlah persen rata – rata zat terlarut tablet paracetamol untuk formula I,II dan III berturut-turut 88,32 %, 67,29 % dan 31,59 %. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pada formula I menggunakan konsentrasi bahan pengikat 8% memenuhi persyaratan dalam Farmakope Indonesia, sedangkan pada formulasi II dan III (10% dan 12%) tidak memenuhi syarat yang ditentukan.  Hasil uji sifat fisik tablet menyatakan bahwa semua formula memenuhi persyaratan keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kerapuhan dan kekerasan tablet.  Sedangkan uji statistik dengan menggunakan Analisis Sidik Ragam menunjukkan bahwa penggunaan pati biji durian sebagai bahan pengikat pada konsentrasi 8%, 10% dan 12% mempengaruhi sifat tablet yang sebenarnya. Kata Kunci: Tablet Paracetamol, Pati Biji Durian, Bahan Pengikat, Kempa Langsung

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue