cover
Contact Name
Marcellius Lumintang
Contact Email
marcelliuslumintang@sttikat.ac.id
Phone
+628129929141
Journal Mail Official
lppm@sttikat.ac.id
Editorial Address
Jl. Rempoa Permai No. 2 Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, 12330
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
ISSN : -     EISSN : 27211622     DOI : https://doi.org/10.52220/sikip.v4i2.196
Core Subject : Religion, Education,
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen merupakan wadah publikasi hasil penelitian ilmiah yang berkaitan dengan isu-isu Pendidikan Agama Kristen, yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta. Focus dan Scope penelitian SIKIP adalah: 1. Pendidikan Agama Kristen 2. Pendidikan Keluarga Kristen 3. Pendidikan Kristen di Gereja 4. Manajemen Pendidikan Kristen 5. Teknologi Pendidikan Kristen SIKIP menerima artikel dari dosen dan para praktisi pendidikan dari segala institusi teologi atau Sekolah Tinggi Agama Kristen, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review.
Articles 72 Documents
Pentingnya Integritas Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Membimbing Kepribadian Peserta Didik Marthen Mau
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 2: Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v1i2.60

Abstract

The changing personality of students from time to time very important because students must be guided continuously. Educator whose role is to guide personality students in formal education institution is teacher Christian religious. The guide is to lead students out of the darkness of sin and into the light of Christ. So that the task of guiding is needed teacher christian religious of integrity. The purpose of this research is to understand and narrate the importance of integrity teacher christian religious in guiding personality students regardless of personality type. The research methodology used is descriptive qualitative research methodology by applying method observation and interviw type. Conclusion; the higher the quality of integrity teacher christian religious in guiding personality students then personality students will get better.AbstrakPerubahan kepribadian peserta didik dari waktu ke waktu sangatlah penting karena itu peserta didik harus dibimbing secara terus-menerus. Pendidik yang berperan untuk membimbing kepribadian peserta didik di lembaga pendidikan formal adalah guru pendidikan agama Kristen. Membimbing adalah menuntun peserta didik keluar dari kegelapan dosa dan masuk ke dalam terang Kristus. Agar tugas membimbing berjalan baik dibutuhkan guru pendidikan agama Kristen yang berintegritas. Tujuan penelitian ini ialah untuk memahami dan menarasikan pentingnya integritas guru pendidikan agama Kristen dalam membimbing kepribadian peserta didik tanpa membeda-bedakan tipe kepriba-diannya. Metodologi penelitian yang digunakan ialah metodologi penelitian kualitatif deskriptif, dengan menerapkan tipe metode observasi dan wawancara. Kesimpulannya, semakin tinggi kualitas integritas guru pendidikan agama Kristen dalam membimbing kepribadian peserta didik maka kepribadian peserta didik akan semakin baik.        
Mengaktualisasikan Pendidikan Agama Kristen Anak dalam Pelayanan Misi Poluan, Deice Miske; Arifianto, Yonatan Alex
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v4i2.197

Abstract

The Great Commission as stated in Matthew 28:18-20 gives the mandate and command to every believer to go and make disciples of all ethnic groups of Christ. The phrase all nations certainly includes children, who must be made disciples of Christ. However, children are often forgotten, the focus of evangelism is only on adults. In the context of Christian education, there is Christian religious education for children which specifically educates and serves children. The research explains how to actualize children's Christian religious education in mission service to reach and serve children to be brought to Christ to become His disciples. This research uses qualitative research methods with a literature review approach. The results of this research explain that children's Christian Religious Education is the spearhead in mission services to reach children, children's Christian Religious Education presents the concept of an approach to children, children's Christian Religious Education has a concept of how to disciple children. After this research, the author found that children's Christian religious education can be actualized in mission service to reach and make disciples of every ethnic group of Christ, especially children.  AbstrakAmanat Agung yang tertuang dalam Matius 28:18-20 memberikan amanah dan perintah kepada setiap orang percaya untuk pergi menjadikan semua suku bangsa murid Kristus. Frasa semua bangsa tentunya termasuk anak-anak, yang harus dijadikan murid Kristus. Namun demikian, anak-anak seringkali dilupakan, fokus penginjilan hanya pada orang dewasa. Dalam konteks pendidikan Kristen ada Pendidikan Agama Kristen anak yang secara spesisfik mendidik dan melayani anak. Penelitian menjelaskan bagaimana mengaktualisasikan Pendidikan Agama Kristen anak dalam pelayanan misi untuk menjangkau dan melayani anak-anak untuk dibawa kepada Kristus menjadi murid-Nya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Pendidikan Agama Kristen anak merupakan ujung tombak dalam pelayanan misi untuk menjangkau anak-anak, Pendidikan Agama Kristen anak menyuguhkan konsep pendekatan kepada anak-anak, Pendidikan Agama Kristen anak memiliki konsep bagaimana memuridkan anak-anak. Pada kesimpulan penelitian ini, penulis menemukan bahwa Pendidikan Agama Kristen anak dapat diaktualisasikan dalam pelayanan misi untuk menjangkau dan menjadikan setiap suku bangsa murid Kristus secara khusus anak-anak.  
Kecerdasan Emosional dan Spiritual dalam Pengembangan Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Kristen Meilani, Meilani; Fernando, Andreas
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 1: Pebruari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v4i1.171

Abstract

Christian religious education teachers, as one of the leading roles in education is to form students with the character of Christ, must develop their professionalism in duty.  This research aims to explain the role of emotional intelligence and spiritual intelligence in the development of professionalism of Christian religious education teachers, especially in Educational Institutions, which are schools.  The research method used is descriptive qualitative, using observation and literature studies to collect data.  This study concludes that PAK teachers who have emotional intelligence due to persevering in God's Word and living it will be able to convey to students that they have similar emotional intelligence and behavior change. The spiritual intelligence resulting from intimacy with God makes PAK teachers sensitive to the leadership of the Holy Spirit so that they can change and create optimal Christian religious learning situations despite facing obstacles and challenges.  Thus, professional Christian religious education teachers with emotional and spiritual intelligence similar to the Lord Jesus Christ can help students achieve the Christian religious education goal of meeting God. AbstrakGuru PAK sebagai salah satu peran utama dalam dunia Pendidikan untuk membentuk anak didik berkarakter Kristus wajib mengembangkan profesionalitas dirinya dalam melakukan tugasnya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peranan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dalam pengembangan profesionalitas para guru Pendidikan Agama Kristen khususnya pada Lembaga Pendidikan yakni sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan observasi dan studi Pustaka dalam mengumpulkan data. Hasil penelitian ini adalah guru PAK yang memiliki kecerdasan emosional hasil bertekun dalam Firman Tuhan dan menghidupinya maka akan mampu mengimpartasi murid-murid untuk memiliki kecerdasan emosional serupa dan perubahan perilaku. Kecerdasan spiritual yang dihasilkan dari keintiman dengan Tuhan membuat guru PAK memiliki kepekaan akan pimpinan Roh Kudus sehingga mampu mengubah dan menciptakan situasi pembelajaran PAK optimal meskipun menghadapi hambatan dan tantangan. Dengan demikian guru PAK professional yang memiliki kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual serupa dengan Tuhan Yesus Kristus akan mampu membawa peserta didik mencapai tujuan pembelajaran PAK yaitu berjumpa dengan Tuhan.  
Penyelenggaraan Pendidikan Kristen Sebagai Pemenuhan Hak Asasi Manusia Clartje Silvia E. Awulle
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 1 (2020): Pebruari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v1i1.35

Abstract

This paper examines the organization of Christian education by the Theological College in the context of the fulfillment of human rights in the field of education. The writing of this paper uses qualitative discription methods and literature studies. In the context of human rights, the right to education is categorized as a positive right (positive right) because to realize these rights, it really requires an active role of the state so that the formulation of the right to education uses the term right to (right to) meaning that every citizen has the right to proper education as a basic human right that must be protected and fulfilled by the state with the aim that humans are protected their dignity, welfare and continuity of life. Having the opportunity to attend Christian education is a basic right of every Indonesian citizen who is a Christian who must be protected, guaranteed and fulfilled by the state. In the end all Christian citizens have the same opportunity to enjoy Christian higher education as a national education sub-system without discrimination. Abstrak Makalah ini mengkaji mengenai penyelenggaraan pendidikan kristen oleh Sekolah Tinggi Theologi dalam konteks pemenuhan hak asasi manusia (HAM) di bidang pendidikan. Penulisan makalah ini menggunakan metode qualitative discription dan studi literatur. Dalam konteks HAM, hak atas pendidikan dikategorikan sebagai hak positif (positive right) karena untuk merealisasikan hak-hak tersebut, sangat membutuhkan peran aktif negara sehingga rumusan hak atas pendidikan menggunakan istilah right to (berhak atas) artinya setiap warga negara berhak atas pendidikan yang layak sebagai hak dasar manusia yang harus dilindungi dan dipenuhi oleh negara dengan tujuan agar manusia terlindungi martabat, kesejahteraannya dan kelanjutan kehidupannya. Memperoleh kesempatan untuk mengikuti pendidikan kristen adalah hak dasar setiap warga negara Indonesia yang beragama kristen yang wajib dilindungi, dijamin dan dipenuhi oleh negara. Pada akhirnya semua warga negara Kristen memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati pendidikan tinggi kristen sebagai sub sistem pendidikan nasional tanpa diskriminasi.
Strategi Explora-Creative Learning dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen: Studi di Yayasan Global Pelangi Indonesia, Kalimantan Barat Sumarno, Yuel; Tanonggi, Graciela Sharel; Paendong, Samuel Geovany; Filemon, Dalmasius
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 6, No 1: Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v6i1.362

Abstract

Two strategies that have received considerable attention are inquiry-based learning and creative learning. Contemporary education requires approaches that are innovative and adaptive to evolving learning needs. Inquiry learning emphasizes exploration and investigation, encouraging students to think critically and analytically. On the other hand, creative learning emphasizes the development of divergent thinking and problem-solving skills, which are crucial in addressing today's global challenges. To improve students' critical thinking and creativity skills, which ultimately influence the quality of learning, this research aims to evaluate the effectiveness of combining inquiry and creative learning methodologies. This research employs the classroom action research method to practically investigate how learning materials can be enhanced by incorporating interactive and innovative teaching techniques in the context of Christianity. The results of the pilot application of the Explore-Creative learning strategy in education showed that it is highly effective in improving students' conceptual understanding, active participation, creativity, collaboration, and information retention. Additionally, this strategy can be adapted to accommodate different learning styles and varying levels of student understanding.  AbstrakDua strategi yang banyak mendapat perhatian adalah pembelajaran inquiry dan kreatif. Pendidikan kontemporer membutuhkan pendekatan yang inovatif dan adaptif terhadap kebutuhan belajar yang terus berkembang. Pembelajaran inquiry menekankan eksplorasi dan investigasi, mendorong siswa berpikir kritis dan analitis. Di sisi lain, pembelajaran kreatif fokus pada pengembangan kemampuan berpikir divergen dan problem-solving, yang sangat penting dalam menghadapi tantangan global saat ini. Dalam rangka meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa, yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas pembelajaran, penelitian ini mencoba mengevaluasi seberapa baik metodologi pembelajaran inkuiri dan kreatif dikolaborasikan. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas untuk menginvestigasi secara praktis bagaimana materi pembelajaran dapat ditingkatkan melalui penerapan teknik-teknik interaktif dan inovatif dalam pengajaran agama Kristen. Hasil uji coba penerapan strategi Explore-Creative learning dalam pembelajaran menunjukkan bahwa strategi ini sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, partisipasi aktif, kreativitas, kolaborasi dan memori informasi siswa. Selain itu, strategi ini juga dapat disesuaikan dengan gaya pembelajaran yang berbeda dan perbedaan tingkat pemahaman siswa.  
Konstruksi Pendidikan Kristiani dalam Mempersiapkan Calon Guru PAK yang Mandiri dan Berpikir Kritis Lestari, Ida; Setyaadi, Eka; Jonathan, Andreas
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 6, No 1: Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v6i1.404

Abstract

Christian education (PAK) is vital in forming prospective teachers with a deep theological understanding, fostering independence, and developing critical thinking skills. This study aims to analyze the construction of Christian education as a foundation for developing the essential competencies of prospective PAK teachers, preparing them to face the challenges of teaching. The quantitative research approach uses data analysis and reflective analysis of Christian education, independent learning, and critical thinking. The study results indicate that Christian education, grounded in biblical values and theological reflection, encourages prospective teachers to adopt an independent learning approach that relies on internal direction rather than external guidance and to develop analytical and evaluative thinking patterns regarding various educational phenomena. Christian education also forms the character of teachers who possess integrity, are adaptable, and can effectively address educational challenges in their specific context. Thus, the construction of Christian education plays a crucial role as a foundation that not only forms the academic competencies of prospective PAK teachers but also develops the spirituality and thinking skills necessary in education. AbstrakPendidikan Agama Kristen (PAK) memiliki peran penting dalam membentuk calon guru yang tidak hanya memiliki pemahaman teologis yang mendalam, tetapi juga memiliki kemandirian belajar dan kecakapan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi pendidikan kristiani sebagai landasan dalam membangun kompetensi esensial calon guru PAK agar siap menghadapi tantangan mengajar. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuanitatif dengan analisis data dan analisis reflektif terhadap konsep pendidikan kristiani, kemandirian belajar, dan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kristiani, yang berakar pada nilai-nilai Alkitab dan refleksi teologis, mendorong calon guru untuk memiliki sikap belajar yang mandiri, tidak bergantung pada arahan eksternal semata, serta mampu mengembangkan pola pikir analitis dan evaluatif terhadap berbagai fenomena pendidikan. Pendidikan kristiani juga membentuk karakter guru yang berintegritas, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan pendidikan secara kontekstual. Dengan demikian, konstruksi pendidikan kristiani berperan sebagai fondasi yang tidak hanya membentuk kompetensi akademik calon guru PAK, tetapi juga membangun spiritualitas dan kecakapan berpikir yang diperlukan dalam dunia pendidikan. 
Signifikansi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Berbasis Moderasi Beragama Sayow, Findry Ria; Mansim, Bella; Tuju, Rifky Serva; Baransano, Ribka; Ayok, Melkius
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 6, No 1: Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v6i1.390

Abstract

Plurality in Indonesia has been a reality for a long time. The religions in this nation show a variety of beliefs and principles. In this era, religion faces various new problems and challenges that are full of criticism. Religious pluralism and conflict are a threat to this nation. The spread of fundamentalism is destroying the values of unity and diversity in religious plurality in Indonesia. The purpose of this study is that the role of Christian Religious Education based on Religious Moderation must be a unifying part, namely by showing adherents of other religions that the diversity of the nation can run conducively if all adherents of religions have a true sense of national diversity, mutually creating moral values to be able to respect one religion and another within the framework of religious plurality in Indonesia. Learning Christian Religious Education Based on Religious Moderation is one approach that can be used in learning as part of the internalization of religious moderation in Christian Religious Education.  AbstrakKemajemukan di Bangsa Indonesia telah sangat lama hadir sebagai sebuah realita bangsa ini. Agama-agama yang ada di bangsa ini memperlihatkan pluralitas keyakinan dan prinsip keimanan masing-masing. Dalam era ini agama dihadapkan dengan berbagai masalah dan tantangan baru yang penuh dengan kecaman. Pluralism agama dan konflik menjadikan ancaman bagi bangsa ini. Merebaknya fundamentalis menjadi penghancur nilai-nilai persatuan dan keragaman dalam kemajemukan agama di Indonesia. Tujuan penelitian ini agar peran Pendidikan Agama Kristen berbasis Moderasi Beragama harus menjadi bagian bagian pemersatu yaitu dengan menunjukkan kepada pemeluk agama lain bahwa Kebinekaan bangsa dapat berjalan dengan kondusif jika semua pemeluk agama memiliki rasa Kebinekaan bangsa yang benar saling dapat terciptanya nilai moral untuk dapat menghargai agama satu dan yang lainnya dalam bingkai pluralitas agama di Indonesia. Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Berbasis Moderasi beragama menjadi salah satu pendekatan yang bisa dipakai dalam pembelajaran sebagai bagian dari internalisasi moderasi beragama dalam Pendidikan Agama Kristen.  
Building Anti-Corruption Awareness through Hebrews 13:5-6 Principles as an Ethical Measure to Prevent Corrupt Behavior Umboh, Satria Evans; Lumintang, Marcellius; Tenda, Hapyvania
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 6, No 1: Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v6i1.320

Abstract

This research focuses on corruption in every country, highlighting that it is unethical within the community, particularly for Christians involved in corrupt practices. Therefore, the researcher aims to provide solutions for fostering anti-corruption awareness and upholding ethical and theological principles as Christians. The principle the author presents is based on examining the meaning of Hebrews 13:5-6. The methodological approach employed in this study is grounded in the existing literature related to the problem topic. According to the results of this research, Christians who hold Christian values are more likely to avoid corrupt behavior. To promote anti-corruption awareness, we must follow the Hebrew principle of 13:5-6 as a guiding action against corruption. This research will provide a principle of education centered on God, which serves as the basis for ethical action, promoting awareness of anti-corruption and encouraging individuals to refrain from corrupt behavior.  
Peranan Supervisi Akademik dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Kristen Pukada, Michael Alan Hirdi; Dwikurnaningsih, Yari; Sanoto, Herry
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 6, No 1: Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v6i1.343

Abstract

This study examines the role of academic supervision in enhancing the professionalism of Christian Religious Education (CRE) teachers. Educational supervision is vital for helping teachers develop their pedagogical, social, and spiritual competencies. This research employs the Systematic Literature Review (SLR) method, analyzing 10 relevant articles published between 2019 and 2024. The results showed that academic supervision has a significant influence on PAK teachers' professionalism, encompassing aspects of knowledge, skills, and character. The positive results of supervision not only improve teachers' ability to manage learning but also contribute to improving the overall quality of education. Although there are challenges in implementing supervision, such as a lack of coordination and differences in the educational backgrounds of PAK teachers, a collaborative approach can create a supportive atmosphere for teacher development. Therefore, academic supervision should be viewed as a coaching effort that aims to foster a mutually supportive partnership among principals, supervisors, and teachers to enhance the quality of education. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peranan supervisi akademik dalam meningkatkan profesionalisme guru Pendidikan Agama Kristen (PAK). Supervisi akademik dianggap sebagai sarana yang penting untuk membantu guru dalam mengembangkan kompetensi pedagogis, sosial, dan spiritual. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 10 artikel relevan yang diterbitkan dalam kurun waktu 2019 hingga 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan profesionalisme guru PAK, yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan karakter. Hasil positif dari supervisi ini tidak hanya meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, tetapi dampaknya juga berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan. Meskipun terdapat tantangan dalam pelaksanaan supervisi, seperti kurangnya koordinasi dan perbedaan latar belakang pendidikan guru PAK, pendekatan supervisi yang bersifat kolaboratif dapat menciptakan suasana yang mendukung pengembangan guru. Oleh karena itu, supervisi akademik seharusnya dipandang sebagai upaya pembinaan yang bertujuan untuk membangun kemitraan yang saling mendukung antara kepala sekolah, pengawas, dan guru, guna meningkatkan kualitas pendidikan.  
Strategi Pendidikan Agama Kristen dalam Meningkatkan Nilai-nilai Kristiani dan Kesadaran Moral Pemuda Gea, Teti Tri Pujianti
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 6, No 1: Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v6i1.259

Abstract

This study examines the strategy of Christian religious education in increasing the consistency of applying Christian values and moral awareness among the youth of the BCM Relau Church. The background of the study is the inconsistency between the active involvement of youth in church activities and their behavior outside the church environment, which reflects the low internalization of Christian values. This study employs a qualitative approach, utilizing data collection methods that include interviews, participatory observation, and documentation. The informants in this study consisted of youth, pastors, and church administrators who have a direct role in the spiritual education process. The results of the study indicate that the educational strategy through the KOM 100 teaching program can increase the consistency of Christian values and form a stronger moral awareness in youth. Christian religious education, when applied systematically and contextually, has proven to be relevant and applicable in addressing the spiritual challenges faced by today's youth.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pendidikan agama Kristen dalam meningkatkan konsistensi penerapan nilai-nilai kristiani dan kesadaran moral di kalangan pemuda Gereja BCM Relau. Latar belakang penelitian adalah adanya ketidaksesuaian antara keterlibatan aktif pemuda dalam kegiatan gereja dan perilaku mereka di luar lingkungan gerejawi, yang mencerminkan rendahnya internalisasi nilai-nilai kristiani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pemuda, pendeta, dan pengurus gereja yang memiliki peran langsung dalam proses pendidikan rohani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pendidikan melalui program pengajaran KOM 100 (kehidupan orientasi melayani) mampu meningkatkan konsistensi nilai-nilai kristiani dan membentuk kesadaran moral yang lebih kuat pada diri pemuda. Pendidikan agama Kristen yang diterapkan secara sistematis dan kontekstual terbukti relevan dan aplikatif dalam menjawab tantangan kehidupan rohani pemuda masa kini.