cover
Contact Name
Hoirul Anam
Contact Email
hoirulanama96@gmail.com
Phone
+6287848003826
Journal Mail Official
hoirulanama96@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55674
Location
Kab. kulon progo,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Qolamuna : Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : -     EISSN : 30628377     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
This journal aims to disseminate research results from academics, researchers, and practitioners in the field of Islamic Studies, both in theory and practice. Specifically, this journal invites papers discussing topics such as Islamic Education, Islamic thought, learning in Islamic education, students in Islamic education, Islamic education methods, Islamic teacher education, and Islamic education policies. This journal is published online four times a year, namely in January, April, July, and October.
Articles 80 Documents
Efektivitas  Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dalam Mengatasi Efek Negatif Pengunaan Smartphone Pada Anak Sekolah Sdn Gajahrejo 01 Moh Riduan; Ahmad Aminudin
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/jn95ga72

Abstract

The purpose of this study was to identify the forms of interpersonal communication parents use in limiting and supervising smartphone use, identify the supporting and inhibiting factors of these strategies, and compare their implementation with Joseph A. DeVito's five principles of effective interpersonal communication: openness, empathy, supportiveness, positivity, and equality. This study used a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The subjects were parents of students at Gajahrejo 01 Elementary School, selected purposively. The results showed that most parents have implemented time limits for their children's smartphone use, generally only after school, after Quranic recitation, or before bedtime, with an average duration of 30 minutes to 1 hour. Some parents also attempted to direct their children toward positive activities such as helping with homework, playing together, or participating in positive activities. However, the implementation of the five communication principles was suboptimal: openness was limited to time limits, empathy and support were inconsistent, positive attitudes were often overshadowed by negative responses, and equality was rarely implemented. Barriers faced include busy schedules, limited digital literacy, peer influence, and a lack of alternative activities. Supporting factors include awareness of the negative impacts of smartphones, emotional closeness, positive family habits, and school support. This study recommends increased parental guidance, open communication, and ongoing synergy between schools and families. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk komunikasi interpersonal orang tua dalam pembatasan dan pengawasan penggunaan smartphone, mengetahui faktor pendukung dan penghambat strategi tersebut, serta membandingkan penerapannya dengan lima prinsip komunikasi interpersonal efektif menurut Joseph A. DeVito, yaitu keterbukaan (openness), empati (empathy), sikap mendukung (supportiveness), sikap positif (positiveness), dan kesetaraan (equality). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah orang tua siswa SDN Gajahrejo 01 yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua telah menerapkan pembatasan waktu penggunaan smartphone pada anak, umumnya hanya setelah pulang sekolah, selesai mengaji, atau menjelang tidur, dengan durasi rata-rata 30 menit hingga 1 jam. Beberapa orang tua juga berupaya mengarahkan anak pada aktivitas positif seperti membantu pekerjaan rumah, bermain bersama, atau mengikuti kegiatan positif. Namun, penerapan kelima prinsip komunikasi belum optimal: keterbukaan terbatas pada aturan durasi, empati dan dukungan belum konsisten, sikap positif sering kalah oleh respon negatif, dan kesetaraan jarang diterapkan. Hambatan yang dihadapi meliputi kesibukan, minimnya literasi digital, pengaruh teman sebaya, dan kurangnya kegiatan alternatif. Faktor pendukungnya adalah kesadaran akan dampak negatif smartphone, kedekatan emosional, kebiasaan keluarga positif, dan dukungan sekolah. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pendampingan orang tua, komunikasi terbuka, serta sinergi berkelanjutan antara sekolah dan keluarga.
Ritual Mandi Suci Petirtaan Jolotundo Perspektif Coordinated Management Of Meaning (Cmm) Nuraini; Nurma Yuwita
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/dvyteh68

Abstract

Abstract This study examines the sacred bathing ritual at the Jolotundo Bathing Pool as a symbolic communication practice imbued with spiritual and cultural meaning. The analysis is based on the Coordinated Management of Meaning (CMM) theory, which views communication as a multi-layered meaning-making process across six levels: content, speech acts, episodes, relationships, life scripts, and cultural patterns. Thus, each symbol and action in the ritual is understood not simply as a simple activity but as part of a complex structure of meaning. This study employed a qualitative method with a case study approach. Data were obtained through field observations, in-depth interviews with ritual participants, and documentation in the form of related notes and archives. This approach enabled the researcher to capture the meanings contained within the ritual practice in greater depth and context. The results indicate that the sacred bathing ritual at the Jolotundo Bathing Pool is understood not only as a physical purification process but also as a medium of spiritual communication to convey prayers, hopes, and respect for ancestors. Key symbols such as water, flowers, and incense have meanings that are understood both personally and collectively, thus strengthening the spiritual and cultural dimensions of the ritual. Interestingly, the ritual participants come from diverse religious and cultural backgrounds, reflecting the value of inclusivity and the influence of syncretic beliefs. Furthermore, the meaning of the ritual is influenced by individual life experiences, family traditions, and local cultural values ​​passed down through generations. This makes the Jolotundo Bathing Place a dynamic, ever-evolving spiritual space that remains relevant amidst the changes in modern society. Abstrak Penelitian ini membahas ritual mandi suci di Petirtaan Jolotundo sebagai praktik komunikasi simbolik yang sarat makna spiritual dan budaya. Landasan analisis yang digunakan adalah teori Coordinated Management of Meaning (CMM), yang memandang komunikasi sebagai proses penciptaan makna berlapis dalam enam tingkatan, yaitu konten, tindak tutur, episode, hubungan, naskah hidup, dan pola budaya. Dengan demikian, setiap simbol dan tindakan dalam ritual dipahami tidak hanya sebagai aktivitas sederhana, tetapi bagian dari struktur makna yang kompleks. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pelaku ritual, serta dokumentasi berupa catatan dan arsip terkait. Pendekatan ini memungkinkan peneliti menangkap makna yang terkandung dalam praktik ritual secara lebih mendalam dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual mandi suci di Petirtaan Jolotundo tidak hanya dipahami sebagai proses penyucian diri secara fisik, tetapi juga sebagai media komunikasi spiritual untuk menyampaikan doa, harapan, dan penghormatan kepada leluhur. Simbol-simbol utama seperti air, bunga, dan dupa memiliki makna yang dipahami baik secara personal maupun kolektif, sehingga memperkuat dimensi spiritual dan kultural dari ritual tersebut. Menariknya, para pelaku ritual berasal dari latar belakang agama dan budaya yang beragam, mencerminkan nilai inklusivitas dan adanya pengaruh kepercayaan sinkretik. Selain itu, makna ritual dipengaruhi oleh pengalaman hidup individu, tradisi keluarga, serta nilai-nilai budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Hal ini menjadikan Petirtaan Jolotundo sebagai ruang spiritual yang dinamis, terus berkembang, dan tetap relevan di tengah perubahan masyarakat modern.
Studi Fenomenologi Tentang Peran Chatgpt Dalam Proses Belajar Mahasiswa Di Universitas Yudharta Pasuruan Naura Sholhub Arasyidiah; Moh. Edi Marzuki
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/3baf6d32

Abstract

Abstract This study aims to deeply understand the experiences of students at Yudharta University, Pasuruan, in using ChatGPT as part of their learning process. The approach used was qualitative, with a phenomenological approach, focusing on students' subjective meanings and experiences in interacting with artificial intelligence (AI)-based digital media. ChatGPT was chosen as the primary object of study because it has become a significant learning medium among students, helping them understand course material, complete academic assignments, and develop scientific arguments. The research findings indicate that ChatGPT impacts three main aspects: cognitive (influencing how students access and process information), affective (causing anxiety when access is disrupted), and behavioral (reducing manual reading activities and increasing dependence on technology). The use of ChatGPT also raises ethical dilemmas, such as covert plagiarism and a decline in academic honesty. Within the context of Media Dependency Theory, students demonstrate a high level of dependence on ChatGPT, especially under conditions of academic pressure and a lack of manual digital literacy. This research recommends the need for regulations and internal campus communication strategies regarding the use of AI in academic activities, to maintain the quality of learning and scientific ethics. The results of this study are expected to contribute to the development of communication science, particularly in the study of human interaction with AI-based digital media.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pengalaman mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan dalam menggunakan ChatGPT sebagai bagian dari proses belajar mereka. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi, yang berfokus pada makna subjektif dan pengalaman mahasiswa dalam berinteraksi dengan media digital berbasis kecerdasan buatan (AI). ChatGPT dipilih sebagai objek utama karena telah menjadi media belajar yang signifikan di kalangan mahasiswa, baik dalam membantu memahami materi kuliah, menyelesaikan tugas akademik, maupun membangun argumentasi ilmiah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT memberikan dampak pada tiga aspek utama yaitu: kognitif (memengaruhi cara mahasiswa mengakses dan memproses informasi), afektif (menimbulkan kecemasan saat akses terganggu), dan perilaku (mengurangi aktivitas membaca manual dan meningkatkan ketergantungan terhadap teknologi). Penggunaan ChatGPT juga menimbulkan dilema etika, seperti plagiarisme terselubung dan penurunan kejujuran akademik. Dalam konteks teori ketergantungan media (Media Dependency Theory), mahasiswa menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap ChatGPT, terutama dalam kondisi tekanan akademik dan minimnya literasi digital manual. Penelitian ini merekomendasikan perlunya regulasi dan strategi komunikasi internal kampus terkait penggunaan AI dalam kegiatan akademik, guna menjaga kualitas pembelajaran dan etika ilmiah. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu komunikasi, khususnya dalam kajian interaksi manusia dengan media digital berbasis AI.                                                      
Peran Komunikasi Organisasi Dalam Membangun Karakter Dan Etika Pada Generasi Z Pada Organisasi Ekstrakurikuler Kampus Universitas Yudharta Pasuruan Syarif Hidayatulloh; Siti Muyasaroh
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/acr65g29

Abstract

This study aims to analyze the role of organizational communication in developing the character and ethics of Generation Z students through their involvement in extracurricular organizations at Yudharta University, Pasuruan. Generation Z is known as a digital generation that grew up in the midst of information technology, thus facing challenges in communication skills, ethical development, and character building. This study used a qualitative descriptive method with data collection techniques through interviews, observations, and documentation of members and administrators of student organizations such as PMII, GMNI, MATAN, and PKPT IPNU-IPPNU. The results show that organizational communication plays a significant role in instilling important values, including responsibility, integrity, empathy, tolerance, leadership, and ethical communication. The communication process is two-way and open, both in formal forums such as meetings and in everyday informal interactions, thus facilitating the internalization of moral values. This communication pattern has proven effective in shaping students' character to be more adaptive, communicative, and ethical. This study concludes that extracurricular organizations are not only a forum for developing interests and talents, but also a strategic arena for preparing Generation Z students to face the demands of the digital era with strong character and good ethics. With targeted organizational communication, students can develop into individuals with integrity, leadership skills, and communication skills relevant to the needs of modern society. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi organisasi dalam membangun karakter dan etika mahasiswa Generasi Z melalui keterlibatan mereka dalam organisasi ekstrakurikuler di Universitas Yudharta Pasuruan. Generasi Z dikenal sebagai generasi digital yang tumbuh dalam arus teknologi informasi, sehingga menghadapi tantangan dalam hal keterampilan komunikasi, pembentukan etika, dan penguatan karakter. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi terhadap anggota maupun pengurus organisasi mahasiswa seperti PMII, GMNI, MATAN, dan PKPT IPNU-IPPNU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi memiliki peran signifikan dalam menanamkan nilai-nilai penting, antara lain tanggung jawab, integritas, empati, toleransi, kepemimpinan, dan etika komunikasi. Proses komunikasi yang dibangun bersifat dua arah dan terbuka, baik dalam forum formal seperti rapat maupun dalam interaksi informal sehari-hari, sehingga memudahkan internalisasi nilai moral. Pola komunikasi yang demikian terbukti efektif dalam membentuk karakter mahasiswa agar lebih adaptif, komunikatif, dan beretika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa organisasi ekstrakurikuler bukan hanya wadah pengembangan minat dan bakat, tetapi juga arena strategis untuk menyiapkan mahasiswa Generasi Z menghadapi tuntutan era digital dengan karakter yang kuat dan etika yang baik. Dengan komunikasi organisasi yang terarah, mahasiswa dapat berkembang menjadi pribadi yang berintegritas, mampu memimpin, serta memiliki keterampilan komunikasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Studi Komunikasi Simbolik Dalam Tradisi Nyadran Sebagai Refleksi Harmoni Sosial-Ekologis Pada Masyarakat Ledug Prigen Pasuruan Ainul Muzayyanah; Zainul Ahwan
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/wdzwm585

Abstract

The Nyadran tradition is a cultural practice rich in symbolism in Javanese society, including in Jeruk Hamlet, Ledug Village, Prigen District, Pasuruan Regency. This research focuses on analyzing the communication symbols contained within the Nyadran tradition and their role in reflecting social and ecological harmony within the local community. Using qualitative methods through a cultural phenomenology approach, research data was obtained through direct observation, in-depth interviews with community leaders and participants, and documentation of activities. The results show that the various symbolic elements of Nyadran, such as offerings, grave visits, communal prayers, and the sharing of crops, not only represent a form of respect for ancestors but also strengthen the values ​​of solidarity and mutual cooperation among residents. The offerings and crops presented reflect the community's ecological awareness in maintaining the balance of nature, while communal prayers serve as a means of spiritual communication connecting humans with the Creator. The Nyadran tradition has also proven to be a symbolic communication medium capable of maintaining local cultural identity and strengthening social ties within the community. Through these symbols, a collective awareness is created about the importance of maintaining harmonious relationships between humans, humans and ancestors, and humans and nature. Thus, Nyadran is not merely a religious and cultural ritual, but also a means of socio-ecological education relevant to the lives of contemporary Javanese society. Abstrak Tradisi Nyadran merupakan salah satu praktik budaya yang kaya akan simbolisme dalam masyarakat Jawa, termasuk di Dusun Jeruk, Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini difokuskan untuk menganalisis simbol-simbol komunikasi yang terkandung dalam tradisi Nyadran serta peranannya dalam mencerminkan harmoni sosial dan ekologis masyarakat setempat. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan fenomenologi budaya, data penelitian diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan peserta tradisi, serta dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai unsur simbolik yang terdapat dalam Nyadran, seperti sesaji, ziarah makam, doa bersama, dan pembagian hasil bumi, tidak hanya merepresentasikan bentuk penghormatan terhadap leluhur, tetapi juga memperkuat nilai-nilai solidaritas dan gotong royong antarwarga. Sesaji dan hasil bumi yang disajikan menggambarkan kesadaran ekologis masyarakat dalam menjaga keseimbangan alam, sementara doa bersama menjadi sarana komunikasi spiritual yang menghubungkan manusia dengan Sang Pencipta. Tradisi Nyadran juga terbukti menjadi media komunikasi simbolik yang mampu mempertahankan identitas budaya lokal serta mempererat ikatan sosial di tengah masyarakat. Melalui simbol-simbol tersebut, tercipta kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan manusia, manusia dengan leluhur, serta manusia dengan alam. Dengan demikian, Nyadran tidak hanya sekadar ritual keagamaan dan budaya, tetapi juga sarana pendidikan sosial-ekologis yang relevan bagi kehidupan masyarakat Jawa masa kini.
Strategi Komunikasi Pemasaran Rri Malang Dala  Meningkatkan Minat Beriklan Yudistio Chandra Aditama; Ninuk Riswandari
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/y5khcb88

Abstract

This study examines the marketing communications strategy implemented by Radio Republik Indonesia (RRI) Malang to increase advertising interest among companies and individuals. The background to this research is the increasing competition in both conventional and digital media, which requires RRI Malang to maintain its existence through appropriate marketing communications strategy management. The purpose of this study was to determine the marketing communications strategy used, the effectiveness of its implementation, and the obstacles faced in attracting advertisers. This study used a qualitative approach with descriptive methods. Data were obtained through interviews with management, marketing staff, and advertisers, as well as observation and documentation studies. The results indicate that RRI Malang's marketing communications strategy integrates various elements of the promotional mix, including sales promotions, personal selling, public relations, and the use of digital media. The personal selling approach is a key strategy because it allows direct interaction with potential advertisers, thus creating a more persuasive and convincing relationship. Furthermore, RRI Malang also strengthens its image as a trusted public broadcaster with broad reach and broadcast programs relevant to the community's needs. The main obstacle faced is the perception of some advertisers that radio is less effective than digital media. However, through innovative and adaptive marketing communications strategies, RRI Malang was able to increase advertising interest and maintain client loyalty. Abstrak Penelitian ini membahas strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan Radio Republik Indonesia (RRI) Malang dalam meningkatkan minat perusahaan maupun individu untuk beriklan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya persaingan media, baik konvensional maupun digital, yang menuntut RRI Malang untuk mampu mempertahankan eksistensinya melalui pengelolaan strategi komunikasi pemasaran yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk strategi komunikasi pemasaran yang digunakan, efektivitas penerapannya, serta hambatan yang dihadapi dalam menarik pengiklan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan pihak manajemen, staf pemasaran, dan pengiklan, serta observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran RRI Malang mengintegrasikan berbagai elemen bauran promosi, antara lain promosi penjualan, personal selling, public relations, serta pemanfaatan media digital. Pendekatan personal selling menjadi strategi utama karena memungkinkan interaksi langsung dengan calon pengiklan, sehingga tercipta hubungan yang lebih persuasif dan meyakinkan. Selain itu, RRI Malang juga memperkuat citra sebagai media penyiaran publik yang terpercaya, memiliki jangkauan luas, serta program siaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Hambatan utama yang dihadapi adalah persepsi sebagian pengiklan yang menganggap media radio kurang efektif dibanding media digital. Namun, melalui inovasi strategi komunikasi pemasaran yang adaptif, RRI Malang mampu meningkatkan minat beriklan dan menjaga loyalitas klien.
Makna Etika Komunikasi Non Verbal Generasi-Z Di Tiktok: Analisis Interaksi Simbolik Dalam Perilaku Digital M. H. Habibatul Maghfiroh; Ninuk Riswandari
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/3wn83h81

Abstract

research focuses on how Generation Z applies communication ethics when using TikTok, a social media platform that is very popular among young people. The high intensity of TikTok usage encourages Generation Z to interact, share content, and express themselves freely. However, this freedom also requires awareness of the importance of communication ethics to avoid negative impacts. This research used a qualitative approach using in-depth interviews with seven active TikTok users from Generation Z. The results indicate that Generation Z has a fairly good awareness of maintaining ethical communication online. They strive to select the content they consume and share while still considering their values ​​and norms. For example, when encountering inappropriate or offensive videos, they tend to choose to skip, dislike, or report the content. This attitude demonstrates individual responsibility in maintaining the quality of digital communication. Furthermore, the research also found that TikTok for Generation Z is not only a means of entertainment, but also a space for positive self-expression, sharing inspiration, and even building a personal identity. Ethical awareness in communication enables them to use this platform more wisely, without getting caught up in the flow of harmful content. Thus, Generation Z views communication ethics on TikTok as a crucial foundation for creating a healthy, beneficial, and meaningful digital space. Abstrak Penelitian ini berfokus pada bagaimana Generasi Z menerapkan etika komunikasi dalam penggunaan media sosial TikTok, sebuah platform yang sangat populer di kalangan anak muda. Tingginya intensitas penggunaan TikTok mendorong Generasi Z untuk berinteraksi, berbagi konten, dan mengekspresikan diri secara bebas. Namun, kebebasan tersebut juga menuntut kesadaran akan pentingnya etika komunikasi agar tidak menimbulkan dampak negatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap tujuh pengguna aktif TikTok dari kalangan Generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki kesadaran yang cukup baik dalam menjaga etika berkomunikasi di dunia maya. Mereka berusaha menyeleksi konten yang dikonsumsi maupun dibagikan dengan tetap mempertimbangkan nilai dan norma yang dianut. Misalnya, ketika menemukan video yang tidak pantas atau menyinggung, mereka cenderung memilih untuk melewati, memberikan tanda tidak suka, atau melaporkan konten tersebut. Sikap ini menunjukkan adanya tanggung jawab individu dalam menjaga kualitas komunikasi digital. Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa TikTok bagi Generasi Z tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang untuk mengekspresikan diri secara positif, berbagi inspirasi, bahkan membangun identitas personal. Kesadaran etis dalam berkomunikasi membuat mereka mampu memanfaatkan platform ini secara lebih bijak, tanpa terjebak dalam arus konten yang merugikan. Dengan demikian, Generasi Z memandang etika komunikasi di TikTok sebagai fondasi penting untuk menciptakan ruang digital yang sehat, bermanfaat, dan bermakna.
Analisis Semiotika Tagline “Beli Semua Di Shopee” Dalam Membentuk Branding Shopee Farid Mubarok; Siti Muyasaroh
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/87krm670

Abstract

Based on the increasing competition in the e-commerce industry in Indonesia, taglines play a crucial role as verbal communication elements in shaping brand image. The tagline "Buy Everything at Shopee" was chosen due to its consistency from 2017 to 2023 and its ability to reflect Shopee as a one-stop shopping platform. This study aims to explore the semiotic meaning of the tagline by applying Roland Barthes' theory (denotation, connotation, and myth) and examine its contribution to building Shopee's branding. The research method used was descriptive qualitative analysis using semiotic analysis techniques, while data sources were obtained from documentation of various Shopee promotional materials, theoretical literature, and industry reports. The results show that denotatively, this tagline implies an invitation to shop at Shopee; connotatively, it reflects ease, completeness, and efficiency; and at the myth level, it builds Shopee's image as the premier digital shopping solution. From a branding perspective, the tagline reinforces a friendly and modern brand personality, a brand promise of easy, one-stop shopping, and an emotional attachment with consumers. This study concludes that the tagline "Buy Everything on Shopee" is not simply a promotional phrase, but rather a strategic element in strengthening Shopee's brand identity amidst e-commerce competition. The recommendation is for Shopee to maintain tagline consistency in its communication campaigns, while continually adapting its narrative to digital trends and consumer needs. For further research, a comparative study with other e-commerce taglines (Tokopedia, Lazada, Blibli) or exploration of other verbal branding aspects such as slogans and jingles is recommended. Abstrak Dengan dasar fenomena meningkatnya persaingan industri e-commerce di Indonesia, di mana tagline berperan penting sebagai elemen komunikasi verbal dalam membentuk citra merek. Tagline “Beli Semua di Shopee” dipilih karena konsistensinya sejak 2017 hingga 2023 serta kemampuannya mencerminkan Shopee sebagai platform belanja serba ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna semiotik tagline dengan menerapkan teori Roland Barthes (denotasi, konotasi, dan mitos) serta mengkaji kontribusinya dalam membangun branding Shopee. Metode penelitian yang diterapkan berupa deskriptif kualitatif dengan teknik analisis semiotika, sedangkan sumber data diperoleh dari dokumentasi berbagai materi promosi Shopee, literatur teori, dan laporan industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotatif tagline ini bermakna ajakan berbelanja di Shopee; secara konotatif mencerminkan kemudahan, kelengkapan, dan efisiensi; sedangkan pada level mitos membangun citra Shopee sebagai solusi utama belanja digital. Dari sisi branding, tagline memperkuat brand personality yang ramah dan modern, brand promise berupa kemudahan belanja serba ada, serta emotional attachment dengan konsumen. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tagline “Beli Semua di Shopee” bukan sekadar frasa promosi, melainkan elemen strategis dalam memperkuat identitas merek Shopee di tengah persaingan e-commerce. Saran yang diajukan adalah agar Shopee tetap mempertahankan konsistensi tagline dalam kampanye komunikasinya, sambil terus menyesuaikan narasi dengan tren digital dan kebutuhan konsumen. Untuk penelitian lanjutan, disarankan adanya kajian komparatif dengan tagline e-commerce lain (Tokopedia, Lazada, Blibli) atau eksplorasi aspek verbal branding lainnya seperti slogan dan jingle.
Penggunaan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Meningkatkan Potensi Kognitif Peserta Didik Di Sekolah Dasar Islam Terpadu Waladun Sholeh Bolaang Mongondow Utara Ikram Ferdiansyah Baba
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/cxnwcs63

Abstract

This research employed a qualitative case study approach, focusing on the use of Information and Communication Technology (ICT) to enhance students' cognitive potential. The study was conducted at Waladun Sholeh Integrated Islamic Elementary School in North Bolaang Mongondow, with the principal and teachers as the primary data sources. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation, providing a comprehensive picture of ICT implementation in the school environment. Data analysis was conducted using the following stages: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was tested using source triangulation to ensure the validity and reliability of the findings. The results indicate that the use of ICT in this school plays a significant role in supporting the enhancement of students' cognitive potential. ICT implementation includes: interactive learning involving digital media, project-based learning emphasizing problem-solving skills, enhancing cognitive skills through broader access to information, and personalized learning tailored to students' needs. The tools used in ICT-based learning include laptops, LCD/projectors, and speakers, which help create a more engaging and effective learning environment. The implications of ICT use on the cognitive potential of students at SDIT Waladun Sholeh are evident in several aspects. First, there is an increase in critical thinking skills, which helps students analyze and understand material. Second, it encourages the development of independent learning abilities. Third, it has an impact on improving academic achievement. Fourth, ICT also contributes to empowering students' creativity, enabling them to generate new ideas and innovative solutions. Abstrak Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang berfokus pada penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam meningkatkan potensi kognitif peserta didik. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar Islam Terpadu Waladun Sholeh Bolaang Mongondow Utara dengan objek kajian pada kepala sekolah dan guru sebagai sumber data utama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sehingga diperoleh gambaran yang komprehensif terkait implementasi TIK di lingkungan sekolah. Analisis data dilakukan dengan menggunakan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber untuk memastikan validitas dan reliabilitas temuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TIK di sekolah ini berperan penting dalam mendukung peningkatan potensi kognitif peserta didik. Implementasi TIK meliputi: pembelajaran interaktif yang melibatkan media digital, pembelajaran berbasis proyek yang menekankan keterampilan pemecahan masalah, peningkatan keterampilan kognitif melalui akses informasi yang lebih luas, serta personalisasi pembelajaran sesuai kebutuhan siswa. Alat yang digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis TIK antara lain laptop, LCD/proyektor, dan speaker, yang membantu menciptakan suasana belajar lebih menarik dan efektif.Adapun implikasi dari penggunaan TIK terhadap potensi kognitif peserta didik di SDIT Waladun Sholeh terlihat pada beberapa aspek. Pertama, terjadi peningkatan keterampilan berpikir kritis yang membantu siswa dalam menganalisis dan memahami materi. Kedua, mendorong pengembangan kemampuan belajar mandiri. Ketiga, berdampak pada peningkatan prestasi akademik. Keempat, TIK juga berkontribusi terhadap pemberdayaan kreativitas peserta didik, sehingga mereka mampu melahirkan ide-ide baru dan solusi inovatif.
Strategi Komunikasi Pemasaran untuk Layanan Fotografi Pernikahan di Akun Instagram @instory_art Rofiq Saiful Hadi AS; Faris
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/wzftrc77

Abstract

Fotografi pernikahan adalah salah satu bidang fotografi paling populer untuk mengabadikan acara khusus. Bidang bisnis ini menarik banyak minat dari masyarakat umum, sehingga membutuhkan strategi khusus untuk tetap kompetitif di industri ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang digunakan oleh akun Instagram @instory_art untuk layanan fotografi pernikahan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, memungkinkan pemahaman dan deskripsi fenomena sosial secara alami dan mendalam. Penelitian ini mengimplementasikan model Attention, Interest, Search, Action, Share (AISAS) sebagai landasan teoritis untuk menganalisis komunikasi pemasaran dalam konteks digital. Sumber data penelitian menggunakan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, dokumentasi, dan tinjauan literatur. Informan penelitian termasuk manajer akun Instagram dan lima pengguna layanan. Teknik analisis data meliputi pengurangan data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun Instagram @instory_art telah menerapkan strategi komunikasi secara efektif dan efisien menggunakan model Attention, Interest, Search, Action, Share (AISAS), sehingga secara sistematis membimbing audiens dari tahap perhatian ke tahap sharing action.