cover
Contact Name
Hoirul Anam
Contact Email
hoirulanama96@gmail.com
Phone
+6287848003826
Journal Mail Official
hoirulanama96@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55674
Location
Kab. kulon progo,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Qolamuna : Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : -     EISSN : 30628377     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
This journal aims to disseminate research results from academics, researchers, and practitioners in the field of Islamic Studies, both in theory and practice. Specifically, this journal invites papers discussing topics such as Islamic Education, Islamic thought, learning in Islamic education, students in Islamic education, Islamic education methods, Islamic teacher education, and Islamic education policies. This journal is published online four times a year, namely in January, April, July, and October.
Articles 80 Documents
Analisis Peran Media Sosial Dalam Proses Pembelajaran Maharah Kalam Pada Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Uinsu Ratu Alifah Nasyaa
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/b0yy7811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran media sosial dalam proses belajar berbicara di kalangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab di UINSU. Latar belakang penelitian ini beroriginasi dari fenomena yang menunjukkan peningkatan penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa, termasuk kegiatan akademik, khususnya dalam pembelajaran bahasa Arab. Untuk penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara daring dengan delapan mahasiswa dari berbagai semester yang secara aktif memanfaatkan media sosial untuk mendukung pembelajaran berbicara. Pemilihan peserta dilakukan secara purposif. Data dianalisis melalui beberapa langkah, yaitu pengurangan data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran yang cukup penting dalam mendukung proses belajar berbicara. Mahasiswa memanfaatkan platform seperti YouTube, TikTok, WhatsApp, dan Instagram untuk mengakses konten berbahasa Arab, merekam latihan berbicara, serta berdiskusi dalam kelompok. Media sosial dipandang membantu dalam memperluas kosakata, meningkatkan pengucapan, serta membangun rasa percaya diri mahasiswa saat berbicara dalam bahasa Arab. Namun, ada juga beberapa tantangan, seperti gangguan yang disebabkan oleh konten hiburan dan kurangnya pengawasan terhadap kualitas materi yang dikonsumsi.  Abstract This study aims to investigate the role of social media in the process of learning to speak among students of the Arabic Language Education Study Program at UINSU. The background of this study is based on the phenomenon that shows the increasing use of social media in students' daily lives, including academic activities, especially in learning Arabic. For this study, the approach used was descriptive qualitative. Data were collected through online interviews with eight students from various semesters who actively use social media to support their speaking learning. The selection of participants was done purposively. Data were analyzed through several steps, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that social media has a fairly important role in supporting the process of learning to speak. Students use platforms such as YouTube, TikTok, WhatsApp, and Instagram to access Arabic content, record speaking exercises, and discuss in groups. Social media is seen as helpful in expanding vocabulary, improving pronunciation, and building students' confidence when speaking Arabic. However, there are also several challenges, such as interference caused by entertainment content and lack of supervision of the quality of the material consumed.
Analisis Sentimen Masyarakat Terhadap Kondisi Jalan Rusak Batu Jomba Menggunakan Algoritma Naive Bayes Jailani Nasution, Deddy Parwis; Purjatian Azhar; Ahmad Yasser Effendi
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/jz9zsh33

Abstract

The condition of the damaged Batu Jomba road has become a serious concern for the wider community. To understand public sentiment regarding the condition of the road, this research uses sentiment analysis with the Naive Bayes algorithm. This study aims to analyze public sentiment regarding the damaged road conditions of Batu Jomba on the YouTube channel @bayobuan using the Naive Bayes algorithm. The data used consists of comments on videos related to the condition of the Batu Jomba road, totaling 500 comments. The data was then processed using data preprocessing techniques, including tokenization, stopword removal, and lemmatization. The analysis results show that public sentiment towards the condition of Batu Jomba road is negative, with a negative sentiment percentage of 75%. Positive sentiment only reaches 15%, while neutral sentiment is 10%. The Naive Bayes algorithm can classify sentiment with an accuracy of 90%, a precision of 85%, and a recall of 95%. The results of this study can be used as a reference for improving the condition of Batu Jomba road and enhancing the quality of public services. In addition, the results.
Strategi Peningkatan Aktivitas Remaja Masjid Di Era Digital: Analisis SWOT Pada Ikatan Remaja Masjid Kabupaten Bangka Agung Priyono; Hadarah Rajab; Rada
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/mdw24z16

Abstract

This study explores the role of mosque youth in enhancing religious activities in the digital era, particularly in the utilization of digital technology by the Youth Mosque Association (Irmas) in Bangka Regency. The current phenomenon indicates that the existence and participation of youth in mosque activities are still not optimal. The aim of this research is to analyze the strengths, weaknesses, opportunities, and threats (SWOT) that influence Irmas activities, as well as to formulate strategies for improvement. A qualitative approach with a descriptive method was used. Data were collected through observation, documentation, and interviews with several Irmas in Bangka Regency, including Irmas Al-Ittihaad Sungailiat, PRM Fathurrahman Kimak Merawang, PRM Nurul Iman Payabenua Mendo Barat, and Irmas Nurul Huda Gunung Muda Belinyu. The findings reveal supporting factors such as village culture, funding, mosque facilities, members’ backgrounds, and their enthusiasm. Meanwhile, inhibiting factors include the busyness of some administrators, declining motivation, and the distance to the mosque. The proposed strategies include continuous youth development through mosques, improving the quantity and quality of members, strengthening collaboration with mosque management (takmir), and utilizing digital technology to enhance the visibility and effectiveness of mosque youth activities. Abstrak Penelitian ini membahas peran remaja masjid dalam meningkatkan aktivitas keagamaan di era digital, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital oleh Ikatan Remaja Masjid (Irmas) di Kabupaten Bangka. Fenomena yang terjadi menunjukkan bahwa eksistensi dan partisipasi remaja dalam kegiatan masjid masih belum optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) yang memengaruhi aktivitas Irmas, serta merumuskan strategi peningkatannya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadap beberapa Irmas di Kabupaten Bangka, seperti Irmas Al-Ittihaad Sungailiat, PRM Fathurrahman Kimak Merawang, PRM Nurul Iman Payabenua Mendo Barat, dan Irmas Nurul Huda Gunung Muda Belinyu. Hasil penelitian menunjukkan faktor pendukung seperti budaya desa, dana, fasilitas masjid, latar belakang dan semangat anggota. Sementara faktor penghambat meliputi kesibukan pengurus, semangat menurun, dan jarak ke masjid. Strategi yang diusulkan mencakup pembinaan berkelanjutan, peningkatan kualitas anggota, kerja sama dengan takmir, serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan eksistensi dan efektivitas kegiatan remaja masjid.
Inovasi Dakwah Digital Melalui Instragram Dalam Meningkatkan Pemahaman Nilai Islam Asrama I Pondok Pesantren Ngalah Ainul Rofiqo
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/nysqah80

Abstract

This study aims to examine how digital da'wah innovation through Instagram can improve the understanding of Islamic values among students at Dormitory I of Ngalah Islamic Boarding School. This study employed a descriptive qualitative method with a case study approach, allowing the researcher to explore the phenomenon in depth and context. The primary focus is on how social media, particularly Instagram, can be used as an effective means of conveying Islamic da'wah messages. The results show that digital da'wah, packaged creatively, communicatively, and relevant to the lifestyles of Generation Z, is able to attract the attention of students. Through visual content such as infographics, short videos, hadith quotations, and short studies, Instagram becomes a da'wah medium that is not only informative but also interactive and easily accessible. This approach has proven effective in instilling values of faith, worship, and noble morals in students in their daily lives. Factors supporting the success of this digital da'wah include easy access to media, creativity in developing da'wah content, and the active involvement of students in producing and disseminating that content. However, there are also a number of obstacles, such as low digital literacy among some preachers and limited control over circulating content. Overall, digital preaching through Instagram is considered a relevant and adaptive strategy to support modern Islamic boarding school education that is responsive to current developments. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana inovasi dakwah digital melalui media sosial Instagram dapat meningkatkan pemahaman nilai-nilai Islam di kalangan mahasantri Asrama I Pondok Pesantren Ngalah. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, sehingga memungkinkan peneliti untuk menggali fenomena secara mendalam dan kontekstual. Fokus utama terletak pada bagaimana media sosial, khususnya Instagram, dapat dijadikan sarana yang efektif dalam penyampaian pesan-pesan dakwah Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah digital yang dikemas secara kreatif, komunikatif, dan relevan dengan gaya hidup generasi Z mampu menarik perhatian mahasantri. Melalui konten visual seperti infografis, video pendek, kutipan hadits, dan kajian singkat, Instagram menjadi media dakwah yang tidak hanya informatif, tetapi juga interaktif dan mudah diakses. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, ibadah, serta akhlak mulia kepada para mahasantri dalam keseharian mereka. Adapun faktor pendukung keberhasilan dakwah digital ini mencakup kemudahan akses terhadap media, kreativitas dalam menyusun konten dakwah, serta keterlibatan aktif mahasantri dalam memproduksi dan menyebarkan konten tersebut. Namun demikian, terdapat pula sejumlah hambatan seperti masih rendahnya literasi digital di kalangan sebagian da’i dan keterbatasan kontrol terhadap konten yang beredar. Secara keseluruhan, dakwah digital melalui Instagram dinilai sebagai strategi yang relevan dan adaptif dalam mendukung pendidikan pesantren yang modern dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Prespektif Salik Tarekat Naqsabandiyah Mujadadiyah Kholidiyah Dalam Peranan Melakukan Muhasabah Pondok Pesantren Ngalah Sengonagung Purwosari Pasuruan Rif’at Athoillah
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/s81cpj25

Abstract

This study aims to determine the perspectives of saliks of the Naqsyabandiyah Mujaddidiyah Kholidiyah Sufi Order on their role in conducting self-reflection (muhasabah) at the Ngalah Purwosari Islamic Boarding School in Pasuruan. This study used a descriptive qualitative approach, with data collection methods including observation, interviews, and documentation. The results indicate that two main factors influence the salik's consistency in conducting self-reflection: internal and external factors. Internal factors include a deeply ingrained religious understanding, an awareness of the importance of self-reflection as a spiritual need, a sense of vigilance (nigah dasyt), and a deep remembrance of death and the Last Day. Meanwhile, external factors include the influence of the spiritual environment, particularly the presence of pious friends, a supportive atmosphere in the Islamic boarding school, and direct guidance from a wise and prudent spiritual leader. These two factors complement each other and shape the salik's holistic spiritual awareness. To maintain consistency in the practice of self-reflection, saliks employ two main approaches: first, muraqabah, which is the full awareness that Allah SWT constantly monitors every human action; and second, disciplined time management, so that self-reflection isn't just a leisure activity, but becomes part of a daily spiritual routine. With this approach, self-reflection becomes not only a form of self-reflection but also a crucial tool for strengthening spiritual relationships and strengthening the path of the seeker toward knowledge of God. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif salik Tarekat Naqsyabandiyah Mujaddidiyah Kholidiyah dalam peranannya melakukan muhasabah di Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua faktor utama yang memengaruhi konsistensi salik dalam melakukan muhasabah, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal mencakup pemahaman keagamaan yang tertanam kuat dalam diri salik, kesadaran akan pentingnya muhasabah sebagai kebutuhan rohani, kewaspadaan hati (nigah dasyt), serta ingatan mendalam terhadap kematian dan hari akhir. Sementara itu, faktor eksternal meliputi pengaruh lingkungan spiritual, terutama kehadiran teman yang shalih, suasana pondok yang mendukung, serta bimbingan langsung dari mursyid yang arif dan bijaksana. Kedua faktor ini saling melengkapi dan membentuk kesadaran spiritual yang utuh dalam diri salik. Untuk menjaga konsistensi dalam praktik muhasabah, salik menggunakan dua pendekatan utama: pertama, muraqabah, yakni kesadaran penuh bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi setiap gerak-gerik manusia; dan kedua, pengaturan waktu yang disiplin, sehingga muhasabah tidak sekadar dilakukan saat senggang, tetapi menjadi bagian dari rutinitas spiritual harian. Dengan pendekatan ini, muhasabah tidak hanya menjadi bentuk refleksi diri, tetapi juga menjadi media penting dalam memperkuat hubungan ruhani dan meneguhkan langkah salik dalam menapaki jalan menuju makrifatullah.
ANALISIS AGENDA SETTING LIPUTAN6.COM TENTANG BERITA PEMAIN SIRKUS ORIENTAL CIRCUS INDONESIA(Liputan6.Com, Edisi Bulan April) Fathur Rohman; Ninuk Riswandari
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/1694rc16

Abstract

The alleged exploitation of circus performers by Oriental Circus Indonesia (OCI) has become a public issue and has attracted the attention of online media, including Liputan6.com. This issue touches on humanitarian issues and deserves attention within the framework of mass media agenda-setting. This research is motivated by the need to understand how the media shapes public perception through issue selection, highlighting specific aspects, and presenting narratives. This study employed qualitative methods with a descriptive approach, focusing on the analysis of ten Liputan6.com news articles from the April 2025 edition. Data were analyzed based on indicators such as issue placement, publication frequency, news channel, publication time, and narrative and visual elements used. Two theoretical frameworks were used: McCombs & Shaw's agenda-setting theory, which emphasizes the media's role in determining issue priorities, and McLuhan's media ecology theory, which views media as shaping the perceptual environment. The results show that Liputan6.com positioned the exploitation of circus performers as a key agenda item. This is reflected in the use of empathetic narratives that highlight the victims' suffering and visualizations that evoke readers' emotions. This emphasis orients public opinion toward a sense of concern and solidarity. In the digital media ecosystem, this type of news spreads rapidly, amplified by distribution across various online channels. This phenomenon demonstrates how media not only conveys information but also shapes the construction of social reality, influencing public perception and reactions to the humanitarian issues it addresses. Abstrak Kasus dugaan eksploitasi pemain sirkus oleh Oriental Circus Indonesia (OCI) mencuat ke publik dan menjadi sorotan media daring, termasuk Liputan6.com. Isu ini menyentuh aspek kemanusiaan sehingga layak mendapat perhatian dalam kerangka agenda setting media massa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami bagaimana media membentuk persepsi publik melalui pemilihan isu, penonjolan aspek tertentu, dan penyajian narasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, berfokus pada analisis sepuluh berita Liputan6.com edisi April 2025. Data dianalisis berdasarkan indikator penempatan isu, frekuensi publikasi, kanal pemberitaan, waktu terbit, serta unsur narasi dan visualisasi yang digunakan. Dua kerangka teori digunakan, yaitu teori agenda setting dari McCombs & Shaw yang menekankan peran media dalam menentukan prioritas isu, serta teori ekologi media dari McLuhan yang memandang media sebagai pembentuk lingkungan persepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Liputan6.com memposisikan isu eksploitasi pemain sirkus sebagai agenda utama. Hal ini tercermin dari penggunaan narasi empatik yang menonjolkan penderitaan korban, serta visualisasi yang menggugah emosi pembaca. Penonjolan ini mengarahkan opini publik pada rasa keprihatinan dan solidaritas. Dalam ekosistem media digital, pemberitaan semacam ini menyebar cepat, diperkuat oleh distribusi di berbagai kanal daring. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana media bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk konstruksi realitas sosial yang mempengaruhi persepsi dan reaksi publik terhadap isu kemanusiaan yang diangkat.
Pengaruh Media Online Kabarpas Terhadap Efektivitas Kampanye Pilkada Di Kota Pasuruan Achmad Fauzi; Ahmad Aminuddin
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/w41yte28

Abstract

Abstract This study aims to determine the influence of the online media platform Kabarpas on the effectiveness of political campaigns in the 2024 Pasuruan City Regional Election. The main focus of the study was directed at four important aspects: the intensity of online media use, the quality of the information presented, the public interaction established, and the credibility of Kabarpas in conveying political messages. These four aspects are suspected to contribute significantly to the formation of public political perceptions and voter decision-making. The study used a quantitative approach with a survey method, involving respondents who were Pasuruan City residents as part of the voting population. Data were collected through a questionnaire designed to measure respondents' perceptions of Kabarpas' role in political campaigns. Statistical analysis techniques were used to examine the relationship between online media variables and campaign effectiveness, particularly in influencing the public's level of understanding, interest, and political preferences. The results indicate that Kabarpas plays a significant role in increasing public understanding of the candidates' visions and missions. Furthermore, this medium is also able to strengthen public interest in participating in the political process, both through online discussions and participation in elections. The credibility of the information presented also contributes to public trust, thus directly influencing their political preferences. Thus, it can be concluded that Kabarpas is an effective political communication channel in the 2024 Pasuruan City Pilkada campaign. Its presence not only serves as an information provider but also as an interactive medium that shapes public opinion and strengthens democratic participation at the local level. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media online Kabarpas terhadap efektivitas kampanye politik pada Pilkada Kota Pasuruan tahun 2024. Fokus utama penelitian diarahkan pada empat aspek penting, yaitu intensitas penggunaan media online, kualitas informasi yang disajikan, interaksi publik yang terbangun, serta kredibilitas Kabarpas dalam menyampaikan pesan politik. Keempat aspek tersebut diduga memiliki kontribusi signifikan terhadap pembentukan persepsi politik masyarakat dan pengambilan keputusan pemilih. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melibatkan responden yang merupakan warga Kota Pasuruan sebagai bagian dari populasi pemilih. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dirancang untuk mengukur persepsi responden terhadap peran Kabarpas dalam kampanye politik. Teknik analisis statistik digunakan untuk menguji hubungan antara variabel media online dengan efektivitas kampanye, khususnya dalam memengaruhi tingkat pemahaman, minat, serta preferensi politik masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabarpas memiliki peran signifikan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai visi dan misi kandidat. Selain itu, media ini juga mampu memperkuat minat publik untuk berpartisipasi dalam proses politik, baik melalui diskusi daring maupun keikutsertaan dalam pemilihan. Kredibilitas informasi yang ditampilkan turut mendorong kepercayaan masyarakat sehingga berpengaruh langsung terhadap preferensi politik mereka. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Kabarpas menjadi salah satu saluran komunikasi politik yang efektif dalam kampanye Pilkada Kota Pasuruan 2024. Keberadaannya tidak hanya sebagai penyedia informasi, tetapi juga sebagai medium interaktif yang membentuk opini publik dan memperkuat partisipasi demokratis di tingkat lokal.
Representasi Budaya Pop Jepang Pada Komunitas Cosplay @Cosmora.Id Melalui Pendekatan Etnografi Virtual Dwi Firmansyah Putra; Faris
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/fy3e7653

Abstract

This study aims to understand how Japanese pop culture is represented by the @cosmora.id cosplay community through visual practices on Instagram. The growing globalization of Japanese culture in Indonesia has given rise to local communities adapting elements of this culture, one of which is cosplay. This study uses a virtual ethnographic approach with the Cyber ​​Media Analysis (AMS) method, encompassing four main elements: media space, media documents, media objects, and experiences. Data were collected through observation of Instagram content, documentation of community posts, and analysis of digital interactions between community members and audiences. The results show that the @cosmora.id community's representation of Japanese pop culture is shaped through a system of visual signs (costumes, poses, captions, and hashtags), a contextual and local process of meaning construction, and active interaction between the community and its followers. Instagram functions not only as a medium for showcasing work but also as a dynamic, emotional, and participatory space for the production of cultural meaning. This study concludes that Japanese pop culture is creatively and communicatively represented by the local cosplay community through digital practices involving symbolic visualization, social relations, and collective experiences. These findings reinforce the importance of studying popular culture in the context of digital media, and demonstrate that online communities can be active and reflective agents of transnational cultural representation. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana budaya pop Jepang direpresentasikan oleh komunitas cosplay @cosmora.id melalui praktik visual di media sosial Instagram. Fenomena globalisasi budaya Jepang yang berkembang di Indonesia melahirkan komunitas-komunitas lokal yang mengadaptasi elemen budaya tersebut, salah satunya dalam bentuk cosplay. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi virtual dengan metode Analisis Media Siber (AMS) yang mencakup empat elemen utama: ruang media, dokumen media, objek media, dan pengalaman. Data dikumpulkan melalui observasi konten Instagram, dokumentasi unggahan komunitas, dan analisis interaksi digital antaranggota komunitas dan audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi budaya pop Jepang oleh komunitas @cosmora.id dibentuk melalui sistem tanda visual (kostum, pose, caption, dan hashtag), proses konstruksi makna yang kontekstual dan lokal, serta interaksi aktif antara komunitas dan pengikutnya. Instagram berfungsi tidak hanya sebagai media pamer karya, tetapi juga sebagai ruang produksi makna budaya yang dinamis, emosional, dan partisipatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya pop Jepang direpresentasikan secara kreatif dan komunikatif oleh komunitas cosplay lokal melalui praktik digital yang melibatkan visualisasi simbolik, relasi sosial, dan pengalaman kolektif. Temuan ini memperkuat pentingnya kajian budaya populer dalam konteks media digital, serta menunjukkan bahwa komunitas daring dapat menjadi agen representasi budaya lintas negara yang aktif dan reflektif.
Strategi Komunikasi Digital Marketing Sebagai Promosi Destinasi Desa Wisata Kertosari Pasuruan Alfi Syahrin; Nurma Yuwita
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/0g9z7v50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan pemasaran digital sebagai sarana promosi bagi Desa Wisata Kertosari yang terletak di Kabupaten Pasuruan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Fokus penelitian ini diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital dalam memperkenalkan potensi wisata desa secara lebih luas kepada masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Kertosari telah mengoptimalkan berbagai platform digital untuk mendukung strategi promosinya. Pemasaran Mesin Pencari (SEM) digunakan melalui situs web resmi desa, sehingga memudahkan wisatawan dalam menemukan informasi terkait destinasi. Selain itu, kerja sama non-formal dengan influencer lokal terbukti efektif dalam menjangkau audiens yang lebih luas. Pemasaran konten juga dilakukan secara aktif melalui media sosial, khususnya Instagram dan YouTube, dengan menampilkan daya tarik visual berupa keindahan alam, budaya, dan aktivitas wisata yang ditawarkan. Sementara itu, pemasaran media sosial menggunakan Instagram, Facebook, YouTube, dan WhatsApp Bisnis menjadi saluran utama dalam interaksi langsung dengan calon wisatawan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan eksistensi Desa Wisata Kertosari di ruang digital, tetapi juga membangun citra desa sebagai destinasi yang ramah lingkungan dan bernuansa edukatif. Dengan adanya strategi digital tersebut, wisatawan merasa lebih mudah dalam mengakses informasi, menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap pengalaman yang ditawarkan, sekaligus terdorong untuk melakukan kunjungan langsung. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan pemasaran digital berperan penting dalam meningkatkan daya tarik dan kunjungan wisata ke Desa Wisata Kertosari.   Abstract This study aims to evaluate the effectiveness of a digital marketing approach as a promotional tool for Kertosari Tourism Village, located in Pasuruan Regency. The research method used was descriptive qualitative, with data collection techniques through interviews, observation, and document analysis. The focus of this study was directed at the use of digital technology to introduce the village's tourism potential more widely to the public. The results show that Kertosari Tourism Village has optimized various digital platforms to support its promotional strategy. Search Engine Marketing (SEM) is used through the village's official website, making it easier for tourists to find destination-related information. Furthermore, informal collaborations with local influencers have proven effective in reaching a wider audience. Content marketing is also actively carried out through social media, particularly Instagram and YouTube, showcasing the visual appeal of the natural beauty, culture, and tourist activities offered. Meanwhile, social media marketing using Instagram, Facebook, YouTube, and WhatsApp Business has become the primary channel for direct interaction with potential tourists. This approach not only enhances Kertosari Tourism Village's presence in the digital space but also builds the village's image as an environmentally friendly and educational destination. With this digital strategy, tourists find it easier to access information, foster curiosity about the experiences offered, and are encouraged to visit in person. This demonstrates the crucial role of digital marketing in increasing the appeal and number of visitors to Kertosari Tourism Village.
Peran Komunikasi Organisasi Pondok Pesantren Ngalah Dalam Membangun  Disiplin Dan Akhlak Santri Asrama A Arif Romadhoni; Siti Muyasaroh
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/bjq6nt53

Abstract

This study, entitled "The Role of Organizational Communication at Ngalah Islamic Boarding School in Building Discipline and Morals in Dormitory A Students," focuses on how organizational communication patterns are implemented within the boarding school and their impact on the character development of the students. A qualitative descriptive approach was used to provide an in-depth description of communication phenomena within the boarding school. Data were collected through three main techniques: observation, in-depth interviews, and documentation. Informants included dormitory administrators, religious teachers (ustadz/ustadzah), and students living in Dormitory A. Data analysis employed the Miles and Huberman interactive model, which encompasses data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that organizational communication in Dormitory A takes place in two main forms: formal and informal. Formal communication is reflected in the dissemination of rules, the holding of meetings, and the enforcement of rules that bind all students. Meanwhile, informal communication occurs in daily interactions, such as advice, personal guidance, and the role models demonstrated by the ustadz and dormitory administrators. These two forms of communication have been shown to complement each other in creating a conducive atmosphere within the boarding school. Formal communication fosters discipline and adherence to rules in students, while informal communication plays a role in fostering noble morals in accordance with Islamic boarding school values. Thus, organizational communication is a crucial instrument in shaping the holistic character of students. This research is expected to provide theoretical contributions to the development of organizational communication studies, as well as provide practical input for Ngalah Islamic Boarding School and similar educational institutions in designing more effective communication strategies for character development. Abstrak Penelitian ini berjudul “Peran Komunikasi Organisasi Pondok Pesantren Ngalah dalam Membangun Disiplin dan Akhlak Santri Asrama A”. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana pola komunikasi organisasi dijalankan di lingkungan pesantren serta dampaknya terhadap pembinaan karakter santri. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan tujuan menggambarkan secara mendalam fenomena komunikasi di pesantren. Data penelitian dikumpulkan melalui tiga teknik utama, yaitu observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pengurus asrama, ustadz/ustadzah, serta para santri yang tinggal di Asrama A. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi di Asrama A berlangsung dalam dua bentuk utama, yakni formal dan informal. Komunikasi formal tercermin melalui penyampaian aturan, pelaksanaan rapat, serta penegakan tata tertib yang mengikat seluruh santri. Sementara itu, komunikasi informal hadir dalam interaksi sehari-hari, seperti nasihat, bimbingan personal, hingga keteladanan yang diperlihatkan oleh ustadz dan pengurus asrama. Kedua bentuk komunikasi tersebut terbukti saling melengkapi dalam menciptakan suasana pesantren yang kondusif. Komunikasi formal menumbuhkan kedisiplinan dan kepatuhan santri terhadap aturan, sedangkan komunikasi informal berperan dalam pembinaan akhlak mulia sesuai dengan nilai-nilai pesantren. Dengan demikian, komunikasi organisasi menjadi instrumen penting dalam membentuk karakter santri secara utuh. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan studi komunikasi organisasi, sekaligus menjadi masukan praktis bagi Pondok Pesantren Ngalah dan lembaga pendidikan serupa dalam merancang strategi komunikasi yang lebih efektif untuk pembinaan karakter.