cover
Contact Name
Hoirul Anam
Contact Email
hoirulanama96@gmail.com
Phone
+6287848003826
Journal Mail Official
hoirulanama96@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55674
Location
Kab. kulon progo,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Qolamuna : Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : -     EISSN : 30628377     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
This journal aims to disseminate research results from academics, researchers, and practitioners in the field of Islamic Studies, both in theory and practice. Specifically, this journal invites papers discussing topics such as Islamic Education, Islamic thought, learning in Islamic education, students in Islamic education, Islamic education methods, Islamic teacher education, and Islamic education policies. This journal is published online four times a year, namely in January, April, July, and October.
Articles 66 Documents
Komparasi Pembagian Warisan Antara Ahli Waris Laki-Laki dan Perempuan di Luar Pengadilan dalam Perspektif Hukum Islam Budi Tama Siahaan; Nurcahaya; Faisar Ananda
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/bmgbbd22

Abstract

diatur secara rinci dalam Al-Qur'an dan Hadis. Namun, dalam praktiknya, perbedaan perlakuan antara ahli waris laki-laki dan perempuan dalam pembagian warisan seringkali menimbulkan perbedaan persepsi dan konflik di kalangan masyarakat, terutama ketika pembagian dilakukan di luar pengadilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan pembagian warisan antara ahli waris laki-laki dan perempuan dalam perspektif hukum Islam, khususnya dalam konteks yang terjadi di luar pengadilan. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, penelitian ini menganalisis ketentuan-ketentuan hukum Islam yang mengatur pembagian warisan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan hukum tersebut dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun hukum Islam secara tegas menentukan bahwa laki-laki mendapatkan bagian yang lebih besar daripada perempuan dalam warisan, perbedaan perlakuan ini seringkali dipengaruhi oleh faktor budaya dan sosial yang berlaku di masyarakat. Selain itu, pembagian warisan di luar pengadilan sering kali tidak mengikuti prinsip-prinsip syariat secara murni, yang menyebabkan ketidakadilan dan penyalahgunaan hak waris. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang ketentuan hukum waris Islam agar pembagian harta warisan dapat dilaksanakan dengan adil, sesuai dengan prinsip keadilan dan keseimbangan gender yang diajarkan dalam Islam.Kata kunci: warisan, laki-laki, perempuan, hukum Islam, pengadilan. AbstractInheritance distribution is one of the important aspects of Islamic law that is regulated in detail in the Qur'an and Hadith. However, in practice, the difference in treatment between male and female heirs in the distribution of inheritance often causes differences in perception and conflict among the community, especially when the distribution is carried out outside the court. This study aims to examine and compare the distribution of inheritance between male and female heirs from the perspective of Islamic law, especially in the context of what happens outside the court. Through a qualitative approach with a literature study method, this study analyzes the provisions of Islamic law that regulate the distribution of inheritance, as well as the factors that influence the implementation of this law in society. The results of the study show that although Islamic law explicitly states that men receive a larger share than women in inheritance, this difference in treatment is often influenced by cultural and social factors that apply in society. In addition, the distribution of inheritance outside the court often does not follow the principles of sharia purely, which causes injustice and abuse of inheritance rights. Therefore, it is important to increase public understanding of the provisions of Islamic inheritance law so that the distribution of inheritance can be carried out fairly, in accordance with the principles of justice and gender balance taught 
Pengenalan Anak Usia Dini Terhadap Internalisasi Nilai-Nilai Dakwah Di RA Mubarokah Khairunnisa Ulfadhilah; Salsabila Dwi Nurkhafifah
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/zgfdcw83

Abstract

Tujuan untuk menganalisis pengenalan anak usia dini terhadap internalisasi nilai-nilai dakwah di RA Mubarokah. Metode gunaka ialah pendekatan kualitatif deskriptif memungkinkan peneliti mendalami pengalaman maupun pandangan anak, pendidik, serta orang tua terkait proses internalisasi nilai dakwah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi, dengan fokus pada cara-cara pengajaran yang diterapkan di sekolah, serta interaksi sosial yang berlangsung di lingkungan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan nilai-nilai dakwah dilakukan melalui berbagai aktivitas, seperti storytelling, pembelajaran berbasis proyek, dan penerapan nilai-nilai positif dalam keseharian. Anak-anak diajak untuk memahami konsep dasar dakwah dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Pendidik berperan sebagai fasilitator yang menciptakan suasana belajar yang aktif dan interaktif, sehingga anak merasa termotivasi untuk menginternalisasi nilai-nilai tersebut. Selain itu, dukungan dari orang tua sangat penting dalam memperkuat pemahaman anak tentang dakwah, dengan melibatkan mereka dalam kegiatan di rumah yang mendukung nilai-nilai tersebut. Penelitian ini juga menemukan adanya tantangan dalam menginternalisasi nilai dakwah, seperti perbedaan pemahaman antara pendidik dan orang tua, serta pengaruh lingkungan sosial yang beragam. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan pendidikan agama anak usia dini, dan menyarankan perlunya sinergi antara pendidik dan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai dakwah secara efektif. Melalui penerapan metode yang tepat, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi individu yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai dakwah dalam kehidupan sehari-hari.
Pengaruh Iklan Media Sosial terhadap Konsumerisme Remaja di Kecamatan Pesantren Kota Kediri Sebastian, Andi; Yuwono, Ardi Tri
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/gpw6qg22

Abstract

Changes in lifestyles and increased access to digital media and online marketing have caused adolescents in society to become more vulnerable to the influence of advertising and marketing strategies designed according to their desires and preferences. Psychological aspects, such as individual personality, attitudes, values, and motivations play an important role in determining adolescents' responses to advertising on social media. This study aims to analyze the extent to which advertisements that appear on social media affect adolescent behavior in making purchase decisions. The method used in this study is qualitative research equipped with literature review and interviews, with a location in Pesantren District, Kediri City. Some of the reasons that make teenagers interested in buying products advertised on social media include ratings, positive comments, availability of funds, discount offers, and attractive price promotions. This causes teenagers to feel interested in advertisements on social media. Therefore, it is important to engage advertising ethics, religious values, and educational institutions in an effort to prevent misleading, dishonest, or even potentially harmful advertising.
Etika Komunikasi Islam Di Media Sosial Perspektif Al-Qur’an Chaidirullah
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/j4z53y38

Abstract

Komunikasi merupakan aspek fundamental dalam kehidupan manusia yang berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan informasi, membangun hubungan, dan memahami satu sama lain. Dalam perspektif Islam, komunikasi tidak hanya dipandang sebagai alat interaksi sosial, tetapi juga sebagai ibadah yang harus memenuhi prinsip-prinsip etika yang ditetapkan dalam Al-Qur'an. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji konsep etika komunikasi dalam Islam berdasarkan ajaran Al-Qur'an dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan modern. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menemukan bahwa Al-Qur'an memberikan pedoman etika komunikasi yang meliputi kejujuran (qaulan sadidan), kelembutan (qaulan layyinan), kebaikan (qaulan ma'rufan), dan kebijaksanaan (qaulan balighan). Prinsip-prinsip ini relevan dalam menghadapi tantangan komunikasi di era digital untuk mencegah hoaks, ujaran kebencian, dan penyalahgunaan media sosial.  AbstractCommunication is a fundamental aspect of human life that functions as a means to convey information, build relationships, and understand each other. From an Islamic perspective, communication is not only seen as a means of social interaction, but also as a form of worship that must fulfill the ethical principles set out in the Qur'an. This paper aims to examine the concept of communication ethics in Islam based on the teachings of the Qur'an and how it is applied in modern life. Using a qualitative method based on literature study, this study found that the Qur'an provides guidelines for communication ethics that include honesty (qaulan sadidan), gentleness (qaulan layyinan), kindness (qaulan ma'rufan), and wisdom (qaulan balighan). These principles are relevant in facing the challenges of communication in the digital era to prevent hoaxes, hate speech, and misuse of social media.
Dakwah Digital dan Moderasi Beragama Perspektif Akademisi vs Salafy Pada Kanal Youtube FUAD TV dan Rodja TV Zulfiyani Sudirman
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/nm4pp612

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya moderasi beragama untuk menjaga harmoni di masyarakat yang plural, namun perbedaan perspektif, khususnya antara akademisi dan pandangan salafy, menimbulkan diskusi yang menarik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pandangan tentang moderasi beragama pada dua kanal YouTube, FUAD TV dan Rodja TV, untuk memahami perbedaan dan kesamaannya. Dengan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan komparasi, data dikumpulkan melalui observasi video, transkrip, serta literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akademisi cenderung inklusif, menekankan dialog antaragama dan tafsir kontekstual, sementara salafy lebih konservatif, dengan batasan toleransi yang ketat berdasarkan prinsip literal teks agama. Kesimpulannya, meskipun kedua perspektif berbeda dalam pendekatan, keduanya sepakat bahwa moderasi beragama diperlukan untuk menghindari ekstremisme dan menciptakan harmoni sosial. Penelitian ini menawarkan pandangan baru tentang bagaimana nilai-nilai moderasi beragama dapat diimplementasikan secara relevan di masyarakat majemuk. AbstractThis research is motivated by the importance of religious moderation in maintaining harmony in a plural society. However, differing perspectives, particularly between academics and Salafi views, have sparked interesting discussions. The aim of this study is to analyze views on religious moderation in two YouTube channels, FUAD TV and Rodja TV, to understand their differences and similarities. Using a descriptive qualitative method with a comparative approach, data was collected through video observations, transcripts, and related literature. The findings indicate that academics tend to be inclusive, emphasizing interfaith dialogue and contextual interpretation, while Salafi views are more conservative, with strict tolerance limits based on the literal interpretation of religious texts. In conclusion, although the two perspectives differ in approach, both agree that religious moderation is necessary to prevent extremism and create social harmony. This research offers a new perspective on how the values of religious moderation can be implemented relevantly in a pluralistic society.
TikTok dan Konstruksi Sosial Standar Kecantikan Perspektif Gen Z di Era Digital Alifah Rose Wiana; Syifa Diah Puspita; Afwan Syahril
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/vwjgjn31

Abstract

Platform media sosial seperti TikTok memainkan peran signifikan dalam membentuk dan mereproduksi standar kecantikan di era digital, terutama di kalangan Generasi Z. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konten-konten di TikTok memengaruhi persepsi Gen Z terhadap standar kecantikan, serta bagaimana mereka merespons dan menegosiasikan konstruksi sosial tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan wawancara semi-struktural terhadap 15 informan Gen Z yang aktif menggunakan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma TikTok cenderung mengangkat representasi kecantikan yang homogen, seperti kulit putih, tubuh langsing, dan wajah simetris, yang berdampak pada pembentukan citra diri dan kepercayaan diri pengguna muda. Namun, ditemukan pula adanya perlawanan dalam bentuk konten self-acceptance dan body positivity yang mencoba mendekonstruksi narasi dominan. Temuan ini menegaskan bahwa TikTok bukan hanya media hiburan, tetapi juga arena penting dalam konstruksi identitas sosial dan budaya visual di era digital. Abstract Social media platforms like TikTok play a significant role in shaping and reproducing beauty standards in the digital age, particularly among Generation Z. This study aims to analyze how TikTok content influences Gen Z's perception of beauty standards and how they respond to and negotiate these social constructions. Using a qualitative approach, this research employs literature studies and semi-structured interviews with 15 Gen Z informants who are active TikTok users. The findings reveal that TikTok's algorithm tends to amplify homogenous beauty representations—such as fair skin, slim bodies, and symmetrical facial features—which impact users’ self-image and confidence. However, the study also identifies forms of resistance through self-acceptance and body positivity content that challenge dominant beauty narratives. These (Firamadhina & Krisnani, 2021)findings highlight that TikTok functions not only as an entertainment platform but also as a crucial space in the construction of social identity and visual culture in the digital era
Strategi Clickbait VS Judul Kredibel: Studi Komparatif Okezone.Com dan Tempo.Com dalam Media Berita Digital M Diaz Satria; Ghefira Nur Azzahra; Afwan Syahril
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/maze8519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan strategi penulisan judul berita antara media online yang menggunakan clickbait dan media yang mengutamakan kredibilitas. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis tematik terhadap dua media daring nasional, Okezone.com dan Tempo.co, yang masing-masing mewakili karakteristik judul clickbait dan judul kredibel. Hasil analisis menunjukkan bahwa Okezone.com secara konsisten menggunakan judul yang hiperbolis, provokatif, dan menggugah rasa penasaran untuk menarik klik, meskipun seringkali tidak sejalan dengan isi berita. Sebaliknya, Tempo.co mengutamakan akurasi, netralitas bahasa, dan kejelasan informasi, sehingga membangun kepercayaan jangka panjang dari pembacanya. Temuan ini menegaskan bahwa strategi judul berita tidak hanya berdampak pada tingkat klik dan jangkauan pembaca, tetapi juga berpengaruh terhadap persepsi audiens terhadap integritas dan kredibilitas media. Penelitian ini merekomendasikan agar media daring menyeimbangkan kebutuhan bisnis dengan tanggung jawab etis dalam penyampaian informasi Abstract This study aims to analyze the differences in headline writing strategies between online media that employ clickbait techniques and those that prioritize credibility. Using a qualitative approach with thematic analysis, this research compares two Indonesian news portals: Okezone.com and Tempo.co, each representing clickbait and credible headline styles respectively. The findings reveal that Okezone.com consistently uses hyperbolic, provocative, and curiosity-driven headlines to attract clicks, often misaligned with the article content. In contrast, Tempo.co emphasizes accuracy, linguistic neutrality, and clarity of information, thereby fostering long-term trust from its readers. These results highlight that headline strategies not only impact readership engagement and reach but also shape public perception of a media outlet’s integrity and credibility. This study recommends that online media balance business interests with ethical responsibilities in information dissemination.
Respon Audiens Digital Terhadap Konten Edukasi Lingkungan Di Instagram Pada Akun @Pandawaragroup Purba, Siti Aisyah; Nelpiarianti Siregar; Munajmi Ajri
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/5rnkz693

Abstract

This study examines the visual and narrative communication strategies used by the Instagram account @pandawaragroup in conveying environmental education messages, and how digital audiences respond to the content. The study used a descriptive qualitative method through content analysis of four posts with high levels of interaction. The results of the study show that Pandawara Group consistently utilizes extreme visuals, personal narratives, and a sarcastic humor approach that is effective in building emotional engagement and environmental awareness among digital audiences. Interactions in the form of views, likes, comments, and shares confirm the success of their communication approach. However, audience engagement is still largely symbolic in the digital realm, while real participation in the field still needs to be encouraged. This study contributes to the development of a more effective digital environmental campaign strategy that is oriented towards community participation. Abstrak Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi visual dan naratif yang digunakan oleh akun Instagram @pandawaragroup dalam menyampaikan pesan edukasi lingkungan, serta bagaimana audiens digital merespons konten tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui analisis konten terhadap empat unggahan dengan tingkat interaksi tinggi. Hasil penelitian menun jukkan bahwa Pandawara Group secara konsisten memanfaatkan visual ekstrem, narasi personal, dan pendekatan humor sarkastik yang efektif dalam membangun keterlibatan emosional dan kesadaran lingkungan di kalangan audiens digital. Interaksi berupa jumlah tayangan, suka, komentar, dan dibagikan menegaskan keberhasilan pendekatan komunikasi mereka. Meskipun demikian, keterlibatan audiens sebagian besar masih bersifat simbolik di ranah digital, sementara partisipasi nyata di lapangan masih perlu didorong. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi kampanye digital lingkungan yang lebih efektif dan berorientasi pada partisipasi masyarakat.
Strategi Manajemen Media Massa Lembaga Pers Mahasiswa Studi Kasus Pada LPM Dinamika Uinsu nazlia octaviani; Muhammad Hasbi Maulana; Nurtia Asty Rahman; Afwan Syahril Manurung
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/yfxynb97

Abstract

LPM Dinamika merujuk pada suatu lembaga Pers kampus yang menggunakan  media digital dalam  penyebaran informasinya. Adanya Perkembangan teknologi yang tumbuh kian melesat, menjadikan media sosial sebagai wadah pemberitaan. Penelitian ini berguna untuk mengupas terkait kegiatan manajemen media yang diaplikasikan oleh LPM Dinamika. Adapun diantaranya terkait strategi, implementasi, dampak dan tantangan dalam proses manajemen Media massa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam perkuatan data digunakan metode wawancara dengan pihak LPM Dinamika. Data tambahan diperoleh dari buku, dokumen, artikel jurnal, dan sumber lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat Divisi Desain Grafis dengan sub Divisi media digital yang bertanggung jawab dalam proses manajemen media. Proses Manajemen sesuai dengan teori George R.Terry dengan melakukan perencanaan hingga pengawasan. Penelitian ini juga mendapati tantangan hambatan dalam proses produksi seperti kendala waktu dan talent pengisi konten. Selain itu ada juga hambatan yakni intervensi dari pihak luar yang mengharuskan penurunan pada berita tertentu. Abstract LPM Dinamika refers to a campus press organization that uses digital media in disseminating information. The development of technology that is growing rapidly, making social media a forum for news. This research is useful for exploring media management activities applied by LPM Dinamika. These include strategies, implementation, impacts and challenges in the mass media management process. This research uses a descriptive qualitative approach. In strengthening the data, the interview method is used with LPM Dinamika. Additional data is obtained from books, documents, journal articles, and other sources. The results of this study indicate that there is a Graphic Design Division with a digital media subdivision that is responsible for the media management process. The management process is in accordance with George R. Terry's theory by planning to supervision. This research also found challenges in the production process such as time constraints and content talent. In addition, there are also obstacles, namely interventions from outside parties that require a decrease in certain news.
Pengaruh Pendekatan Eksperimental Terhadap Perubahan Sikap Audiens Dalam Komunikasi Massa Liana Hutapea; Nisrina Ardra Hafizha; Ganis Filma Afilika; Muhammad Akmal Suhandi; Ezzlan Bayu Setiawan
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/9yhnd245

Abstract

This study aims to analyze the influence of experimental approaches in mass media content on changes in audience attitudes, especially generation Z. The study used a true experiment method with three designs: Pretest-Posttest Control Group Design, Posttest-Only Control Group Design, and Solomon Four Group Design. The sample consisted of 120 audiences divided using Simple Random Sampling, Stratified Sampling, and Cluster Sampling techniques. Data analysis used t-test, ANOVA, and ANCOVA. The results showed that the experimental approach in mass media significantly influenced changes in audience attitudes towards educational content. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan eksperimental dalam konten media massa terhadap perubahan sikap audiens, khususnya generasi Z. Penelitian menggunakan metode eksperimen sejati (true experiment) dengan tiga desain: Pretest-Posttest Control Group Design, Posttest-Only Control Group Design, dan Solomon Four Group Design. Sampel berjumlah 120 audiens yang dibagi menggunakan teknik Simple Random Sampling, Stratified Sampling, dan Cluster Sampling. Analisis data menggunakan uji t-test, ANOVA, dan ANCOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan eksperimental pada media massa secara signifikan mempengaruhi perubahan sikap audiens terhadap konten edukatif.