cover
Contact Name
Juli Hadiyanto
Contact Email
julihadiyanto43@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstandardisasi@gmail.com
Editorial Address
Gedung 1 BSN, KST BJ Habibie, Setu, Tangerang Selatan, Banten, 15314.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Standardisasi
ISSN : -     EISSN : 23375833     DOI : 10.31153
Jurnal Standarisasi (hence JS) is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original study or research papers focused on standardization policies, development of standards, harmonization of standards, implementation of standards (accreditation, certification, testing, metrology, technical inspection, pre and post market supervision, socio-economic impacts, etc.), standardization of standards, technical regulations, and aspects related to standardization that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 227 Documents
KAJIAN KEBUTUHAN STANDAR PRODUK PERALATAN ELEKTRONIKA RUMAH TANGGA DALAM MENDUKUNG EFISIENSI ENERGI Ellia Kristiningrum; Wahyu Widyatmoko
JURNAL STANDARDISASI Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v14i3.83

Abstract

Penggunaan listrik sebagai sumber energi mengalami kecenderungan kenaikan yang sangat jelas dari tahun ke tahun. Upaya penurunan penggunaan energi di sektor ini sangatlah penting, bukan hanya untuk menghemat biaya, namun juga untuk mengurangi pemakaian energi secara keseluruhan. Sebagai langkah awal, penghuni rumah harus mengetahui jenis peralatan yang digunakan dan paling banyak mengkonsumsi energi. Di Indonesia, alat-alat seperti pendingin ruangan, pemanas, dan pompa air serta alat-alat elektronik lainnya merupakan peralatan pemanfaat energi (mengkonsumsi listrik) utama di sektor rumah tangga. Dalam upaya mendukung efisensi energi pada peralatan rumah tangga yang menggunakan energi listrik, keberadaan standar unjuk kerja belum tersedia untuk semua peralatan. Terdapat 3 produk yaitu kipas angin, AC, dan pompa air belum tersedia standar unjuk kerjanya, sehingga kebijakan pelabelan hemat energi belum dapat diterapkan. Perlu disusun standar unjuk kerja kipas angin, AC dan pompa air yang harmonis dengan standar internasional, sehingga kebijakan pemerintah dapat diimplementasikan.
KESESUAIAN PNPS BERDASARKAN KEBUTUHAN PEMANGKU KEPENTINGAN STUDI KASUS SNI IEC 60968:2015 LAMPU SWABALAST Ari Wibowo; Suminto Suminto
JURNAL STANDARDISASI Vol 19, No 2 (2017)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v19i2.537

Abstract

Standar Nasional Indonesia (SNI) merupakan standar yang dikeluarkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang bersifat nasional, salah satu tujuan pelaksanaan standardisasi adalah meningkatnya ketersediaan SNI yang mampu memenuhi kebutuhan industri guna mendorong daya saing produk dan jasa dalam negeri. Sebelum SNI dirumuskan, Komite Teknis (KomTek) mengusulkan PNPS kepada BSN. KomTek merupakan organisasi yang dibentuk dan ditetapkan oleh BSN, yang beranggotakan para ahli yang menangani lingkup tertentu dan mewakili pihak yang berkepentingan, bertugas melakukan perumusan Rancangan SNI (RSNI) dan pemeliharaan SNI. PNPS disusun dengan memperhatikan kebijakan nasional di bidang standardisasi, kebutuhan pasar, perkembangan standardisasi internasional, kesepakatan regional dan internasional, kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah PNPS yang diusulkan oleh KomTek hingga penetapan menjadi SNI sesuai kebutuhan pemangku kepentingan dengan studi kasus produk lampu swabalast yang merupakan produk terkait keamanan, keselamatan dan kesehatan lingkungan (K3L). Data primer penelitian ini diperoleh melalui Forum Grup Discussion (FGD) dan kuesioner, sedangkan data sekunder didapatkan melalui desk studi dengan analisa kualitatif deskriptif. Dari data tersebut diperoleh hasil bahwa dalam penyusunan dan penetapan PNPS, KomTek telah tata azas mengikuti ketentuan PSN01:2007 dengan melibatkan anggotanya yang mewakili Regulator, Produsen, Konsumen dan Pakar/Akademisi. Disamping itu dalam penyusunan PNPS, KomTek juga telah memperhatikan dan menjaring masukan dari berbagai pihak terutama pemangku kepentingan, Masyarakat Standardisasi (MASTAN) Indonesia dan instansi teknis terkait. Berdasarkan SNI yang ditetapkan pada tahun 2015, SNI IEC 60968:2015 lampu swabalast sebanyak 95% responden menggunakan SNI. Sedangkan 5% responden tidak menggunakan SNI karena belum mengetahui adanya SNI tersebut.
PENERAPAN DAN KEMUTAKHIRAN SNI 09-4663-1998 TENTANG KURSI RODA OLEH PEMANGKU KEPENTINGAN Meilinda Ayundyahrini; Suprapto Suprapto; Putty Anggraeni; Fakhrina Fahma; Wahyudi Sutopo
JURNAL STANDARDISASI Vol 21, No 2 (2019)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v21i2.746

Abstract

Pemerintah wajib menjamin ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan memfasilitasi penyandang cacat untuk dapat tetap hidup mandiri dan produktif secara sosial dan ekonomis yang disampaikan melalui Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Pasal 42, ayat (3) Undang-Undang ini mengamanatkan bahwa teknologi dan produk teknologi kesehatan harus memenuhi Standar. Indonesia sendiri telah memiliki 189 SNI terkait alat kesehatan, namun tidak ada yang diberlakukan secara wajib. Salah satunya SNI 09-4663-1998 tentang kursi roda. Masalahnya adalah setelah 20 tahun SNI 09-4663-1998 ditetapkan belum ada produk kursi roda bertanda SNI di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan SNI 09-4663-1998 tentang kursi roda oleh pemangku kepentingan dan kemutakhiran standar dalam rangka persiapan kaji ulang standar 09-4663-1998. Penelitian menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif (mix method). Pengumpulan data primer dilakukan secara proportional sampling dengan instrumen kuesioner dan Focus Group Discussion. Responden penelitian ini adalah 6 (enam) produsen kursi roda, 3 (tiga) pakar, dan 6 (enam) konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SNI 09-4663-1998 telah diketahui oleh 66,67% responden namun hanya 33,33% responden yang menerapkan SNI 09-4663-1998. Sedangkan 66,67% menggunakan standar lain, yaitu ISO 7176 series. Hal ini diidentifikasi selain karena 33,33% produsen melakukan ekspor, regulator belum menjadikan SNI 09-4663-1998 sebagai dasar penilaian dan persyaratan izin edar produk kursi roda. SNI 09-4663-1998 juga dianggap tidak mengikuti perkembangan teknologi dan standar internasional sehingga diperlukan revisi yang minimal mencakup parameter keamanan, kekuatan dan ketahanan. Penelitian ini bermanfaat sebagai masukan revisi standar.
BANGUNAN TAHAN GEMPA BERBASIS STANDAR NASIONAL INDONESIA Suwandojo Siddiq
JURNAL STANDARDISASI Vol 8, No 2 (2006): Vol. 8(2) 2006
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v8i2.664

Abstract

When strong earthquake occurs, (Magnitude is larger than 6,0 SR), usually followed by earthquake damages, such as multi story buildings and non engineered structures (public houses), and big number of victims, in the area close to epicenter. If the location of hypocenter is under bottom of the sea, its depth is less than 30 km (shallow earthquake), the magnitude M is not less than 7.0, and the type of earthquake is thrust or dip-slip, the earthquake may be followed by tsunami (tsunami is Japanese words, means harbor sea-waves). Great tsunami with run up more than 2.0 meters is able to destroy every thing on the beach and kill big number of human lives.Earthquake shock will generate ground acceleration, and may cause building/housing damages and collapses. The damaged buildings are caused by weakness of building/house structures, such as: bad quality of building-materials, unperfected structural configuration, utilization of unsuitable building materials and/or building structures, and the last but most important is not implemented SNI-guidance regarding aseismic (anti-seismic) structures properly. This paper will discuss the weakness of public houses (Non Engineered Structures) and Multi story Structures (Engineered Structures), and the role or the function of SNI in improving quality and safety of buildings against earthquake motion.
KAJIAN METODE PENETAPAN KAPASITAS TUKAR KATION ZEOLIT SEBAGAI PEMBENAH TANAH UNTUK LAHAN PERTANIAN TERDEGRADASI M Al-Jabri
JURNAL STANDARDISASI Vol 10, No 2 (2008): Vol. 10(2) 2008
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v10i2.625

Abstract

Cation exchangeable capacity (CEC) of zeolit could be determined not only based on SNI 13-3494 1994, but also Permentan No. 02/PErt/HK060/2/2006.
PENGEMBANGAN PROSES SAPONIFIKASI DAN KONDISI REVERSED PHASE-HPLC-MWD PADA ANALISIS KOLESTEROL TELUR DARI METODE STANDAR AOAC 994.10:2012 Didah Nur Faridah; Yulina Lailatul Maslukhah; Ririn Anggraeni; Hanifah Nuryani Lioe
JURNAL STANDARDISASI Vol 22, No 2 (2020)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v22i2.795

Abstract

Penentuan komposisi fase gerak, efisiensi waktu analisis, kromatogram yang bagus dan kehandalan instrumen perlu dipertimbangkan sebelum pengembangan metode analisis kolesterol menggunakan Reversed Phase-HPLC-Multiwavelength Detector (MWD). Konsentrasi KOH dan waktu saponifikasi diketahui berpengaruh terhadap kadar kolesterol yang diperoleh. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan metode kondisi RP-HPLC-MWD sebelum digunakan untuk analisis kolesterol, menguji kehandalan instrumennya, serta mengembangkan metode analisis kolesterol dalam telur ayam broiler dengan mengkombinasikan konsentrasi KOH dan waktu saponifikasi, pada suhu 80°C. Kombinasi acetonitril:metanol sebagai fase gerak (80:20, 20:80, 10:90, 0:100 v/v) dengan laju alir 1.2 mL/menit dan fase gerak 0:100 dengan laju alir 1.0 dan 0.8 mL/menit pada pada λ= 200, 205, 210 nm. Konsentrasi KOH dan waktu saponifikasi yang digunakan untuk pengembangan metode analisis kolesterol telur ayam yaitu 5 dan 10 % selama 15, 30, 45 menit. Kondisi RP-HPLC-MWD yang terpilih yaitu komposisi fase gerak metanol 100%, dengan laju alir fase gerak 1.0 mL/menit, λ= 205 nm. Instrumen ini mempunyai linieritas yang bagus, R2 = 0.9991. Limit deteksi dan kuantifikasi instrumen ini secara berurutan yaitu 5 dan 10 μg/mL. Konsentrasi KOH sebesar 10% (b/v) dan waktu saponifikasi selama 15 menit menghasilkan kadar kolesterol tertinggi dengan presisi yang bagus. 
CEK ANTARA SENSITIVITAS MEDAN TEKANAN MIKROFON TIPE LS1P SEBAGAI REALISASI PEMELIHARAAN STANDAR UTAMA BESARAN AKUSTIK Dodi Rusjadi TE.
JURNAL STANDARDISASI Vol 13, No 2 (2011): Vol. 13(2) 2011
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v13i2.131

Abstract

Telah dilaksanakan karakterisasi secara berkala terhadap mikrofon standar laboratorium tipe B&K 4160, nomor seri 873968. Pekerjaan ini dilakukan sebagai realisasi cek antara (intermediate check)Kata kunci: cek antara, sensitivitas medan tekanan, mikrofon, standar utama, akustik.terhadap standar utama besaran akustik.Dari hasil pengukuran nilai sensitivitas medan tekanan mikrofon pada semua frekuensi yang diukur menunjukkan penurunan sebagai fungsi dari waktu kalibrasi. Perubahan nilai sensitivitas (drift) yang dihasilkan oleh mikrofon standar tersebut di atas akan dibahas secara menyeluruh dalam makalah ini.
KETERSEDIAAN SNI SEKTOR KERTAS DALAM MENDUKUNG PERDAGANGAN KERTAS INDONESIA Danar Agus Susanto
JURNAL STANDARDISASI Vol 15, No 1 (2013)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v15i1.655

Abstract

Industri kertas di Indonesia merupakan salah satu industri yang potensial karena memiliki pasar yang terus tumbuh. Perkembangan industri ini perlu didukung agar Indonesia mampu bersaing dengan industri sejenis dari luar negeri. Standar Nasional Indonesia (SNI) merupakan salah satu faktor yang dapat dipergunakan sebagai acuan dalam penentuan mutu produk dan untuk memperlancar perdagangan. Untuk itu, ketersediaan standar nasional menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perkembangan pasar sektor industri kertas nasional serta ketersediaan SNI dalam rangka mendukung perdagangan kertas Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa produksi kertas Indonesia selalu menunjukkan tren kenaikan setiap tahun dan Indonesia berada diurutan ke-9 dunia pada tahun 2010, meningkat dari urutan 10 dunia pada tahun 2009. Oleh karenanya, sektor ini masuk dalam kelompok 16 sektor unggulan Indonesia. Hasil kajian juga menunjukkan perkembangan perumusan SNI kertas sudah cukup lengkap, sampai saat ini telah tersusun sebanyak 124 Standar Nasional Indonesia (SNI). Sebagian besar standar berupa standar cara uji (52%), standar produk (44%) dan standar pendukung penilaian kesesuaian lain (4%) seperti sampling dan prosedur. Namun dari dari 124 standar yang ada, terdapat sekitar 55% standar (68 SNI) yang berusia lebih dari 5 tahun, yang memerlukan kaji ulang atas kelayakan dan kekinian standar tersebut.
EVALUASI PENERAPAN BAJA TULANGAN BETON DI INDONESIA Biatna Dulbert Tampubolon; Erniningsih Erniningsih; Heru Suseno
JURNAL STANDARDISASI Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v9i1.13

Abstract

Planning of technical regulation must be done taken carefully to avoid incidence of negative impact for growth of climate is effort and the healthy emulation. There is indication in market a lot circulating product become militant bone of concrete disagree with standard.From survey of field as a whole mount accomplishment of sample become militant bone of concrete to conditions of SNI 07-2052-2002 still be very low (1,8%) so that need correction of denoting of standard, technical regulation and its mechanism, observation of pre-market and market and distribution
PENGEMBANGAN SISTEM KALIBRASI DAYA UNTUK ALAT ELEKTROMEDIK PADA RENTANG FREKUENSI RADIO Windi Kurnia Perangin-Angin
JURNAL STANDARDISASI Vol 23, No 2 (2021)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v23i2.913

Abstract

Alat-alat kesehatan seperti alat radiologi, alat fisioterapi dan alat elektromedik lainnya memiliki fitur berupa daya yang bekerja dalam rentang frekuensi radio. Kalibrasi daya untuk alat kesehatan elektromedik dalam rentang frekuensi radio sangat penting karena menyangkut keamanan dan kualitas dari penggunaan alat kesehatan tersebut. Kegiatan kalibrasi melalui pengukuran pada output daya dari alat fisioterapi juga diperlukan untuk mendapatkan hasil terapi yang optimal bagi pasien. Kebutuhan kalibrasi tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2017 yang menyebutkan bahwa alat kesehatan elektromedik dan radiologi perlu dikalibrasi secara periodik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Belum tersedianya sistem kalibrasi daya untuk alat elektromedik pada frekuensi radio yang memadai di Indonesia menyebabkan stakeholder terkait mengirimkan peralatannya untuk dikalibrasi ke pabrik pembuat atau supplier yang memiliki ketertelusuran pengukuran di negara lain. Oleh karena itu, Badan Standardisasi Nasional yang mempunyai fungsi pengelolaan standar nasional satuan ukuran harus membangun ketertelusuran sistem pengukuran daya frekuensi radio di Indonesia. Sistem kalibrasi daya untuk alat elektromedik pada frekuensi radio telah dikembangkan dengan metode direct comparison transfer yang bekerja pada rentang frekuensi 10 MHz sampai dengan 3 GHz. Modifikasi pada metode direct comparison transfer telah menghasilkan pengukuran alat kesehatan elektromedik yang lebih akurat, dan ketidakpastian pengukuran yang lebih kecil. Sistem kalibrasi tersebut telah digunakan untuk kalibrasi alat elektromedik pada rentang frekuensi radio yang berfungsi untuk menunjang kesehatan masyarakat.     

Filter by Year

2005 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 2 (2014): Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012 Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012 Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012 Vol 13, No 2 (2011): Vol. 13(2) 2011 Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011 Vol 13, No 3 (2011): Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010 Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010 Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010 Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009 Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009 Vol 11, No 1 (2009): Vol. 11(1) 2009 Vol 10, No 3 (2008): Vol. 10(3) 2008 Vol 10, No 2 (2008): Vol. 10(2) 2008 Vol 10, No 1 (2008): Vol. 10(1) 2008 Vol 9, No 3 (2007): Vol. 9(3) 2007 Vol 9, No 2 (2007): Vol. 9(2) 2007 Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007 Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006 Vol 8, No 2 (2006): Vol. 8(2) 2006 Vol 8, No 1 (2006): Vol. 8(1) 2006 Vol 7, No 3 (2005): Vol. 7(3) 2005 Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005 Vol 7, No 1 (2005): Vol 7(1) 2005 More Issue