cover
Contact Name
Juli Hadiyanto
Contact Email
julihadiyanto43@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstandardisasi@gmail.com
Editorial Address
Gedung 1 BSN, KST BJ Habibie, Setu, Tangerang Selatan, Banten, 15314.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Standardisasi
ISSN : -     EISSN : 23375833     DOI : 10.31153
Jurnal Standarisasi (hence JS) is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original study or research papers focused on standardization policies, development of standards, harmonization of standards, implementation of standards (accreditation, certification, testing, metrology, technical inspection, pre and post market supervision, socio-economic impacts, etc.), standardization of standards, technical regulations, and aspects related to standardization that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 227 Documents
PENERAPAN ISO 9001 SEBAGAI DASAR PELAYANAN PUBLIK DI UNIT PELAYANAN PEMERINTAH DAERAH DAN KOTA Mangasa Ritonga; Danar Agus Susanto
JURNAL STANDARDISASI Vol 15, No 2 (2013)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v15i2.112

Abstract

Mutu dan keandalan suatu jasa pelayanan akan diakui oleh semua pihak yang berkepentingan apabila jasa tersebut sesuai dengan yang standar yang diinginkan oleh konsumen. Standar sistem manajemen mutu mempunyai peran yang sangat penting dalam kegiatan pelayanan publik. Dalam upaya menetapkan kualitas di suatu institusi pemerintah perlu dilakukan langkah-langkah nyata dalam penerapan standar sistem manajemen mutu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana penyebarluasan dan penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2008 untuk mendukung aktivitas pelayanan publik di berbagai institusi jasa, serta untuk mengetahui kesadaran dari para institusi khususnya yang berkaitan dengan kepuasan pelanggan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan analisis deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa kuesioner dengan survey ke unit pelayanan pemerintah daerah, kota dan swasta. Hasil dari penelitian ini adalah 35% unit pelayanan pemerintah daerah, kota dan swasta menerapkan SNI ISO 9001:2008 sebagai landasan pelayanan prima, 11% telah menerapkan SNI ISO 9001:2008, namun belum disertifikasi, 53% institusi yang disurvei menerapkan sistem manajemen lain dalam melayani masyarakat dan umumnya institusi mengalami kendala dalam penerapan SNI ISO 9001:2008 dikarenakan pendanaan.
ANALISIS PENERAPAN SNI ISO 9001:2015 MELALUI JUMLAH KETIDAKSESUAIAN PRODUK, PROSES DAN PELAYANAN PADA PT. X Ganjar Sidik Gandara; Sawarni Hasibuan
JURNAL STANDARDISASI Vol 22, No 3 (2020)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v22i3.833

Abstract

SNI ISO 9001:2015 adalah standar Sistem Manajemen Mutu yang salah satu fokusnya adalah  tindakan korektif untuk mengendalikan ketidaksesuaian (nonconformity), tetapi pada kenyataanya timbul suatu pertanyaan, karena dari data jumlah ketidaksesuain pada perusahaan tempat dilakukannya penelitian ini, menunjukan angka yang cukup  tinggi yaitu rata-rata106 kasus/tahun. Tujuan penelitian ini menganalisa jumlah ketidaksesuaian serta menentukan klausul SNI ISO 9001:2015 yang berpengaruh sehingga bisa menentukan usulan perbaikan.  Metode penelitian termasuk jenis deskriptif analisis yaitu dengan menggunakan data sekunder yang bersifat kualitatif berupa data ketidaksesuaian pada perusahaan dan data primer yaitu hasil observasi / audit pemenuhan klausul SNI ISO 9001:2015, sedangkan analisis dilakukan menggunakan teori GKM (Gugus Kendali Mutu) dengan menggunakan diagram pareto, diagram sebab akibat, dan metode 4M + 1E serta dilakukan analisa korelasi untuk menguji hubungan antara jumlah ketidaksesuaian dengan pemenuhan persyaratan SNI ISO 9001:2015, selanjutnya langkah perbaikan menggunakan metode risk assessment melalui wawancara. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa klausul SNI ISO 9001:2015 yang paling banyak berpengaruh terhadap jumlah ketidaksesuaian (pareto 85.5%) adalah Klausal 8.1 Perencanaan dan Pengendalian Operasi, Klausul 7.1.3 Infrastruktur dan Klausul 7.2 Kompetensi. Rekomendasi pengendalian diantaranya update prosedur, penegasan tugas penanggungjawab ISO departemen, set KPI pelaksanan training dan monitoring preventive maintenance melalui sistem.
KAJIAN SNI BARANG-BARANG EMAS Evi Yuliati Rufaida; Surti Indriastuti
JURNAL STANDARDISASI Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v12i1.136

Abstract

PENGUJIAN KETELITIAN GEOMETRIK MESIN POTONG PELAT LOGAM DENGAN PENGARAH PISAU PARALEL DENGAN MENGGUNAKAN SNI 05-1192-1989 Bimbing Atedi,; Djoko Agustono; Zainulsyah Zainulsyah
JURNAL STANDARDISASI Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v8i3.669

Abstract

Testing of the geometrical accuracy of machine tool is one of the important factors in order to know whether the machine can produce a product that fulfills the technical requirement. A testing of shearing machine with parallelism guidance tools was conducted in this research. Testing was carried out based on SNI 05-1192-1989 about the method of testing of accuracy of shearing machine in the final state or without any load. The testing comprised of leveling, tool parallelism, guidance slot and thickness tools frame and the parallelism lower tool and faces limit. The result of the testing shows that those are some deviations which might be caused by the wear of the components. The geometrical deviation has exceeded the tolerance limit; it means that some improvement steps are needed. One of the improvement steps is re-set the machine. Another alternative is using the machine only for producing a lower accuracy product.
PENERAPAN STANDAR ISO 9001 DAN ISO 14001 SECARA BERSAMAAN Suminto Suminto
JURNAL STANDARDISASI Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v7i2.18

Abstract

ISO seri 9000 tentang sistem manajemen mutu pertama kali diterbitkan oleh organisasi standardisasi internasional (ISO) pada tahun 1987. Pada waktu itu ISO seri 9000 terdiri dari ISO 9001, ISO 9002, ISO 9003dan ISO 9004. Dalam perkembangannya, pada tahun 1994 ISO 9000 seri tersebut diadakan revisi yang pertama dan selanjutnya pada tahun 2000 juga dilakukan revisi, sehingga hasilnya adalah ISO seri 9000:2000 yang terdiri dari ISO 9000, ISO 9001 dan ISO 9004. Sedangkan ISO 14001 tentang sistem manajemen lingkungan pertama kali diterbitkan pada tahun 1996. Kemudian dalam perkembangannya ISO 14001 juga mengalami revisi pada tahun 2004, sehingga terbitlah ISO 14001:2004. Kedua standar tersebut sudah sangat dikenal dan familiar di kalangan masyarakat industri/perusahaan dan juga pihak ketiga (dalam hal ini lembaga sertifikasi) baik di tingkat nasional, regional maupun internasional. Saat ini sudah banyak di dalam suatu organisasi atau industri yang telah menerapkan secara bersamaan dari kedua standar tersebut (ISO 9001 dan ISO 14001)
PENILAIAN KESIAPAN UKM PRODUSEN MI BASAH DALAM MENERAPKAN SERTIFIKASI STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) 2987 : 2015 (Studi Kasus: CV. ABC) Danar Agus Susanto; Mokhamad Suef; Putu Dana Karningsih; Bambang Prasetya
JURNAL STANDARDISASI Vol 23, No 3 (2021)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v23i3.909

Abstract

Produk mi basah merupakan salah satu makanan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia. Besarnya pangsa pasar produk ini, memberikan persaingan usaha antar produsen semakin sengit, sehingga memerlukan tindakan pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing produknya. Khusus untuk Usaha Kecil Menengah (UKM), persaingan ini lebih terasa karena terbatasnya akses keuangan dan teknologi, biaya produksi tidak efisien, terbatasnya keterampilan manajemen, penjualan, dan bahan baku. Peningkatan daya saing produk dapat dilakukan dengan penerapan dan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) 2987: 2015. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kesiapan UKM produsen mie basah (CV. ABC) dalam sertifikasi SNI. Metode penilaian kesiapan UKM CV. ABC dalam menerapkan SNI 2987:2015 terbagi atas empat tahapan, yaitu merancang alat ukur (kuesioner), penilaian dengan kuesioner, identifikasi variabel kritis dan penyusunan usulan program untuk mengeliminir variabel kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan CV. ABC dalam sertifikasi SNI adalah sebesar 67,67%. Variabel teknis menjadi variabel kritis dalam sertifikasi SNI sehingga diperlukan rekomendasi atau usulan program kebijakan berupa pendampingan sertifikasi.
EVALUASI UNJUK KERJA KALIBRATOR TORSI STATIK HASIL RANCANG BANGUN MELALUI UJI BANDING KALIBRASI Hilman Syaeful Alam
JURNAL STANDARDISASI Vol 16, No 3 (2014)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v16i3.193

Abstract

MUTU BOKAR DARI KEBUN PETANI DI AREAL OPERASIONAL TAMBANG KABUPATEN MUSI BANYUASIN Afrizal Vachlepi; Imam Sastra Nugraha; Aprizal Alamsyah
JURNAL STANDARDISASI Vol 18, No 2 (2016)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v18i2.700

Abstract

Bahan olah karet sebagian besar berasal dari perkebunan rakyat berupa slab dan lump. Persyaratan mutu tentang bahan olah karet tercantum dalam SNI 06-2047-2002. Evaluasi mutu bahan olah karet petani di sekitar areal operasional pertambangan belum banyak dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi mutu bokar petani karet di areal operasional tambang minyak dan gas di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan berdasarkan SNI 06-2047-2002. Metode yang digunakan adalah metode survei terhadap 58 orang petani yang tersebar di 12 desa. Pemilihan desa untuk penelitian dilakukan secara purpossive sampling. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara accidental sampling dan purpossive sampling. Parameter mutu bokar yang diambil terdiri atas kebersihan, ketebalan, jenis penggumpal, tempat pencetakan dan kondisi penyimpanan bokar. Data tersebut dibandingkan dengan persyaratan mutu slab pada SNI 06-2047-2002. Hasilnya, mutu bahan olah karet secara umum belum memenuhi standar baku yang dipersyaratkan SNI. Ketebalan slab tersebut 100 % termasuk mutu IV. Penggunaan bahan penggumpal anjuran hanya 1,72 %. Seluruh slab yang dihasilkan petani 100 % kotor. Tempat pencetakan slab yang digunakan beragam yaitu bak plastik, kotak kayu dan lubang tanah.
INOVASI TEKNOLOGI PASCA PANEN DAN PENERAPAN MANAJEMEN MUTU MENDUKUNG STANDARDISASI DAN KEAMANAN SUSU SEGAR DI INDONESIA Abu bakar
JURNAL STANDARDISASI Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v14i1.50

Abstract

Tiga pilar sistem pengawasan bahan pangan yang menjadi prioritas utama yaitu: (1) Produsen, sistempengawasan yang dilakukan oleh internal produsen pangan dengan berpegang pada metode penanganan danproduksi yang baik atau good handling practices (GHP) dan good manufacturing practices (GMP) agar setiappenyimpangan dari standar mutu dapat segera diketahui;.(2) Pemerintah, bertanggung jawab terhadappengaturan, pembinaan, regulasi, standar mutu pangan, evaluasi produk sebelum diedarkan, pengawasan,pengambilan sampel untuk uji laboratorium, penetapan bahan-bahan yang dilarang digunakan pada prosesproduksi pangan; (3) Konsumen, masyarakat memiliki kesempatan untuk berperan seluas-luasnya dalammewujudkan perlindungan bagi orang perseorangan yang mengkonsumsi pangan. Khusus standar mutu sususegar, tujuan peningkatan mutu susu adalah mempertahankan kesegaran dan keutuhan, serta mengurangikerusakan susu melalui perlakuan dan teknologi yang bertitik tolak pada penyebab kerusakan. Sebagian besarsusu segar dihasilkan dari peternakan sapi perah rakyat dengan kepemilikan beberapa ekor, dengan modalrendah mengakibatkan kandang, peralatan pemerahan, kualitas SDM, ketersediaan air sangat terbatasmengakibatkan rendahnya mutu susu yang dihasilkan, terutama TPC tinggi sehingga test alkohol positif. Hal iniyang memicu harga susu rendah bahkan dibuang karena penolakan susu oleh Industri Pengolahan Susu (IPS).Sampai saat ini produksi susu segar dirasakan pemanfaatannya belum optimal oleh karena sifatnya mudahrusak, sehingga masih terdapat susu segar yang dibuang, beragamnya mutu produk, keamanannya belumterjamin (TPC masih tinggi), belum diterapkannya manajemen mutu secara benar, kurang berdaya gunanya caracarapenanganan dan pengolahan, serta lemahnya sistem pemasaran, sehingga belum sesuai dengan SNI 01-3141-1998 dan SNI 01-6366-2000. Untuk itu diperlukan strategi, kebijakan dan program teknologi pascapanendan penerapan manajemen mutu secara konsisten dalam peningkatan mutu dan keamanan pangan susu segarsejak ditingkat produsen, perantara/pengumpul, koperasi, IPS selanjutnya sampai konsumen secara terarah danberkesinambungan sehingga susu segar memenuhi standar SNI
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN FUNGSIONAL TEPUNG KUNING TELUR DENGAN PENAMBAHAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN Winarti, Christina; Kamsiati, Elmi; Sulistyaningrum, Anna; Hidayah, Nikmatul; Suwarda, Rosniyati; Mulyawanti, Ira
JURNAL STANDARDISASI Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v26i2.1032

Abstract

Tepung kuning telur merupakan produk intermediet dari kuning telur untuk meningkatkan umur simpan, kemudahan dan kepraktisan dalam penggunaannya. Salah satu metode pembuatan tepung kuning telur dengan menggunakan metode foaming. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan bahan tambahan pangan terhadap kualitas tepung kuning telur yang dihasilkan. Penelitian disusun dengan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan bahan tambahan pangan berupa maltodekstrin 0,5%; CMC 0,5%; maltodekstrin + ragi roti 0,2%; CMC + ragi roti 0,2%; ragi roti 0,2% serta kontrol/ tanpa bahan tambahan pangan; yang dibandingkan dengan produk komersial. Tepung telur dianalisis karakteristik fisikokimia dan sifat fungsionalnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bahan tambahan pangan (BTP) berpengaruh nyata pada nilai kadar air, kadar lemak, karbohidrat,  energi, kelarutan dan waktu rehidrasi. Kadar air, protein serta kadar abu telah memenuhi standar tepung kuning telur tetapi kadar lemak sedikit lebih rendah. Penggunaan maltodekstrin menghasilkan perbaikan sifat fungsional terutama kelarutan, waktu rehidrasi dan kemampuan mengikat air. Perlakuan terbaik ditunjukkan oleh perlakuan dengan penambahan maltodekstrin 0,5%.

Filter by Year

2005 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 2 (2014): Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012 Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012 Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012 Vol 13, No 2 (2011): Vol. 13(2) 2011 Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011 Vol 13, No 3 (2011): Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010 Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010 Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010 Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009 Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009 Vol 11, No 1 (2009): Vol. 11(1) 2009 Vol 10, No 3 (2008): Vol. 10(3) 2008 Vol 10, No 2 (2008): Vol. 10(2) 2008 Vol 10, No 1 (2008): Vol. 10(1) 2008 Vol 9, No 3 (2007): Vol. 9(3) 2007 Vol 9, No 2 (2007): Vol. 9(2) 2007 Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007 Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006 Vol 8, No 2 (2006): Vol. 8(2) 2006 Vol 8, No 1 (2006): Vol. 8(1) 2006 Vol 7, No 3 (2005): Vol. 7(3) 2005 Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005 Vol 7, No 1 (2005): Vol 7(1) 2005 More Issue