cover
Contact Name
Ciptia Khoirulina Sanawati
Contact Email
ciptia@iaingawi.ac.id
Phone
+628983580427
Journal Mail Official
abdiandaya@iaingawi.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. Soekarno N0.99 Ringroad Barat, Kec. Ngawi, Kab. Ngawi Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. ngawi,
Jawa timur
INDONESIA
ABDIANDAYA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 3021733     DOI : https://doi.org/10.56997/abdiandaya
ABDIANDAYA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat has a main focus on the development of sciences in the real of community service. The scope of community service includes training, marketing, design, community empowerment, social access, border areas, less developed areas, and education for sustainable development.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 53 Documents
DIVERSIFIKASI SABUN DARI MINYAK JELANTAH SEBAGAI STRATEGI PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAN EKONOMI KREATIF RUMAH TANGGA Eka Rahayu; Muhammad Fadlan Fanani; Latifah Nurul Jannah; Salwa Azhari; Ade Irma Nurviana; Muhammad Ikhsan Mahmudi; Aniq Ilyas Mahin; Efa Fardani Saputri; Eva Dwiyanti Putri Maesaroh; Binti Muthmainnah; Iif Bahrul Ulum; Fathmala Gina Aprillianti
Abdimas IAI Ngawi Vol 4 No 2 (2026): ABDIANDAYA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/abdiandaya.v4i2.3257

Abstract

Used cooking oil is a common household waste generated from repeatedly reusing frying oil, and when discharged directly into soil or waterways it can pollute the environment and pose health risks if consumed again. This article aims to describe the implementation of a community service program consisting of outreach and training on processing used cooking oil into soap as a strategy for environmental management and household-based creative economy in Sambiroto Village, Padas District, Ngawi Regency. The problem is focused on the community's limited knowledge and skills in managing used cooking oil waste, which has so far only been discarded without further treatment. To address this problem, the study draws on saponification theory the reaction between triglycerides in used cooking oil and strong bases such as NaOH or KOHcombined with a Participatory Action Research (PAR) approach that emphasizes active community involvement through the cycle of reconnaissance, planning, acting, observing, and reflecting. Data were collected through participatory observation, semi-structured interviews, and activity documentation, and were analyzed using descriptive qualitative analysis. This study concludes that the participatory approach through outreach, hands-on practice, and mentoring was able to improve the community's knowledge and skills in processing used cooking oil into economically valuable soap, while opening opportunities for a household-waste-based creative economy in Sambiroto Village.   Abstrak: Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang dihasilkan dari kebiasaan menggunakan minyak goreng secara berulang, dan apabila dibuang secara langsung ke tanah maupun saluran air dapat mencemari lingkungan serta membahayakan kesehatan jika dikonsumsi kembali. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program pengabdian masyarakat berupa sosialisasi dan pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun sebagai strategi pengelolaan lingkungan sekaligus ekonomi kreatif rumah tangga di Desa Sambiroto, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi. Masalah difokuskan pada rendahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah minyak jelantah, sehingga selama ini limbah tersebut hanya dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori saponifikasi, reaksi antara trigliserida dalam minyak jelantah dengan basa kuat seperti NaOH atau KOH, serta pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat melalui siklus reconnaissance, planning, acting, observing, dan reflecting. Data-data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi kegiatan, dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Kajian ini menyimpulkan bahwa pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, praktik langsung, dan pendampingan mampu menunjukkan pemahaman dan keterampilan Masyarakat dalam mengolah minyak jelantah menjadi sabun bernilai ekonomis, sekaligus membuka peluang usaha ekonomi kreatif berbasis pengelolaan limbah rumah tangga di Desa Sambiroto. Kata Kunci: limbah jelantah, sabun, saponifikasi, daur ulang, ramah lingkungan  
AGRONITA: PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PARTISIPATIF MELALUI PENANAMAN ALPUKAT BERKELANJUTAN DI MASYARAKAT PERDESAAN Mudrik Al Farizi; Anik Faridah; Kurniawan Ashari; Khusnaini Hidayatul; Ferinda Tri Agustin; Nania Dwi Utami; Rochil Via Azizah; Ana Masruroh; Rahmatika Ilham Fauziyah; Ferdi Ikbar; Muhammad Faqih; Muhammad Ismail Yasin; Muhammad Imroni Nasrulloh
Abdimas IAI Ngawi Vol 4 No 2 (2026): ABDIANDAYA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/abdiandaya.v4i2.3263

Abstract

Empowering rural women through the optimization of unproductive land is a crucial strategy for inclusive and sustainable development. Tambakromo Village in Ngawi possesses 1,200 m² of underutilized land, alongside limited involvement of PKK (Family Welfare Empowerment) members in productive economic activities. The Agronita program aims to enhance the technical capacity of the PKK group, optimize village land use, and establish sustainable partnerships with the Forestry Agency through avocado cultivation. Implemented in July 2026 using a Participatory Action Research (PAR) approach, the program engaged 29 PKK members. Results indicate that the initial outreach session was attended by 24 members (82.8%), exceeding the planned target of 20 participants. Subsequently, 21 members participated in planting 30 avocado seedlings. Observations one week post-planting revealed that 27 seedlings (90%) were thriving—meeting the minimum target—while three seedlings exhibited signs of mild stress. The PAR approach proved effective in fostering active participation and a sense of community ownership, supported by cross-sector coordination and a commitment to rotational maintenance shared among the PKK, the Village Government, and the Forestry Agency. The Agronita program demonstrates that integrating women's empowerment, land optimization, and technical guidance can foster economic self-reliance and contribute to achieving the SDGs—specifically regarding gender equality, economic growth, and life on land.   Abstrak: Pemberdayaan perempuan di perdesaan melalui optimalisasi lahan yang belum produktif merupakan strategi penting dalam pembangunan inklusif dan berkelanjutan. Desa Tambakromo, Ngawi, memiliki lahan seluas 1.200 m² yang belum dimanfaatkan secara optimal serta keterbatasan keterlibatan anggota PKK dalam kegiatan ekonomi produktif. Program Agronita bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknis kelompok PKK, mengoptimalkan pemanfaatan lahan desa, dan membangun kemitraan berkelanjutan dengan Dinas Kehutanan melalui budidaya alpukat. Program dilaksanakan pada Juli 2026 dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 29 anggota PKK. Hasil menunjukkan bahwa sosialisasi diikuti oleh 24 anggota (82,8%), jumlah ini melampaui target yang direncanakan yaitu 20 orang. Sedangkan dalam tahap berikunya terdapat 21 anggota yang terlibat dalam penanaman 30 bibit alpukat. Pengamatan satu minggu pascapenanaman menunjukkan 27 bibit (90%) tumbuh dengan baik sesuai target minimal, sementara 3 bibit mengalami stres ringan. Pendekatan PAR efektif mendorong partisipasi aktif dan rasa kepemilikan masyarakat, didukung oleh koordinasi lintas sektor serta komitmen pemeliharaan bergilir antara PKK, Pemerintah Desa, dan Dinas Kehutanan. Program Agronita menunjukkan bahwa integrasi pemberdayaan perempuan, optimalisasi lahan, dan pendampingan teknis dapat mendukung kemandirian ekonomi serta pencapaian SDGs, khususnya kesetaraan gender, pertumbuhan ekonomi, dan ekosistem daratan. Kata Kunci: Pemberdayaan Perempuan, Alpukat, Participatory Action Research, Lahan Desa, PKK
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI EKONOMI SIRKULAR SYARIAH: EDUKASI PEMILAHAN DAN PEMANFAATAN SAMPAH ANORGANIK DI DESA NGUBALAN Retno Dewi Zulaikah; Risti Nisrina Haibah; Rif'atul Chusna; Auladhina Sevilatifani Alzacky; Lailatul Fadilah; Muhammad Achsanul Fawaid; Achmad Ubaidillah
Abdimas IAI Ngawi Vol 4 No 2 (2026): ABDIANDAYA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/abdiandaya.v4i2.3275

Abstract

Household waste management in Ngubalan Village, Kalidawir District, Tulungagung Regency, is still predominantly carried out independently through burning, disposal, or the sale of selected recyclable plastics to local collectors. This community service aimed to strengthen environmental awareness and community economic empowerment through source-based waste sorting and the 3R (reduce, reuse, recycle) framework, with practical emphasis on reusing inorganic waste as marketable products within an Islamic circular economy perspective grounded in Islamic ecotheology. The program involved members of the Family Welfare Empowerment (PKK) group and was implemented on 8 August 2026 at the Ngubalan Village Hall. The activity used an Asset-Based Community Development (ABCD) approach, mapped into discovery, dream, design, define, and destiny stages, supported by observation, education, participatory discussion, hands-on practice, and documentation. Of 50 invited participants, 42 attended (84%). Participants practiced sorting organic and inorganic waste and converting used water gallons into flower pots. Ten pots were produced, with an estimated selling price of IDR 30,000 per unit. Observations and interactive discussions indicated that participants could identify recyclable inorganic waste, understand its economic potential, and relate waste utilization to Islamic ecotheological values of khalifah (stewardship), anti-israf, mizan (balance), maslahah (public benefit), ta'awun, and lawful income generation. The activity directly operationalized reuse and source sorting as a prerequisite for recycling, while waste reduction and sustained household behavior require follow-up. The program demonstrates that locally available waste, community skills, and PKK social networks can become practical assets for environmentally responsible and economically productive community empowerment.   Abstrak: Pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Ngubalan, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, masih didominasi pengelolaan mandiri melalui pembakaran, pembuangan, atau penjualan sebagian plastik bernilai jual kepada pengepul. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pemilahan sampah dari sumber dan kerangka 3R (reduce, reuse, recycle), dengan penekanan praktik pada pemanfaatan ulang sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomi dalam perspektif ekonomi sirkular syariah yang berlandaskan ekoteologi Islam. Kegiatan dilaksanakan pada 8 Agustus 2026 di Balai Desa Ngubalan dengan sasaran ibu-ibu PKK. Pendekatan yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD), dengan rangkaian kegiatan dipetakan dalam tahapan discovery, dream, design, define, dan destiny serta didukung observasi, edukasi, diskusi partisipatif, praktik, dan dokumentasi. Dari 50 undangan, 42 peserta hadir atau mencapai 84%. Peserta mempraktikkan pemilahan sampah organik-anorganik dan pengolahan galon bekas menjadi pot bunga. Kegiatan menghasilkan 10 pot dengan estimasi harga jual Rp30.000 per unit. Berdasarkan observasi dan diskusi interaktif, peserta mampu mengenali sampah anorganik yang dapat dimanfaatkan, memahami potensi ekonominya, serta mengaitkan pemanfaatan sampah dengan nilai ekoteologi Islam berupa khalifah, anti-israf, mizan, maslahah, ta'awun, dan peluang memperoleh pendapatan halal. Kegiatan secara langsung mengoperasionalkan reuse dan pemilahan sebagai prasyarat recycle, sedangkan aspek reduce dan keberlanjutan perilaku rumah tangga memerlukan tindak lanjut. Kegiatan menunjukkan bahwa sampah, keterampilan warga, dan jejaring sosial PKK dapat menjadi aset lokal untuk membangun pemberdayaan yang ramah lingkungan dan produktif. Kata Kunci: Asset-Based Community Development, ekonomi sirkular syariah, ekoteologi Islam, sampah anorganik, pemberdayaan masyarakat