cover
Contact Name
Ciptia Khoirulina Sanawati
Contact Email
ciptia@iaingawi.ac.id
Phone
+628983580427
Journal Mail Official
abdiandaya@iaingawi.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. Soekarno N0.99 Ringroad Barat, Kec. Ngawi, Kab. Ngawi Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. ngawi,
Jawa timur
INDONESIA
ABDIANDAYA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 3021733     DOI : https://doi.org/10.56997/abdiandaya
ABDIANDAYA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat has a main focus on the development of sciences in the real of community service. The scope of community service includes training, marketing, design, community empowerment, social access, border areas, less developed areas, and education for sustainable development.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 45 Documents
PELATIHAN PEMULASARAAN JENAZAH SEBAGAI UPAYA TRANSFORMASI PENGETAHUAN KEAGAMAAN BAGI IBU-IBU MUSLIMAT DESA SIDOMULYO KEDIRI thoriq, thoriqul; Agustin, Dinar Ayu Chandra; Hakim, Wilda Rochman; Syayekti, Ela Indah Dwi; Hanifah, Farah; Yasmin, Zahra; Abdullah, Muhammad Ilham; Samawati, Astin Nurhidayah; Prayogo, Galih; Ningtyas, Lailatun Nuriyatin; Agustina, Aldila Aliffia Is Sya; Witanti , Wahyu; Yurista, Karisma; Wulandari, Putri; Muhandis, Alivi; Sabila, Zhafira Nauva; Murendra, Eldico Oktaveri; Nuruddin, Beta Afkarul Wafiroh; Alifia, Aqsagya Putri
Abdimas IAI Ngawi Vol 3 No 2 (2025): ABDIANDAYA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/abdiandaya.v3i2.2395

Abstract

This community service activity aims to empower Muslimat women in Sidomulyo Village, Semen District, Kediri Regency, through training in funeral arrangements in accordance with Islamic law. The main issue raised is the low understanding and skills of the community, especially women, in taking care of corpses appropriately and according to religious guidance. The training was designed using the Participatory Action Research (PAR) approach, which involves active participation of the community in all stages: problem identification, planning, implementation, and evaluation. The training materials included procedures for bathing, shrouding, praying and burying the dead, which were delivered theoretically and practically by competent resource persons. The results of the training showed a significant increase in participants' knowledge and skills, as well as encouraging social change in the form of growing collective awareness of the importance of women's independence in the management of corpses in rural environments. This activity is expected to be a sustainable training model that can be replicated in other areas with similar problems. Keywords: Women's Empowerment, Funeral Management, Muslimat, Community Service, Participatory Action Research   Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu Muslimat Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, melalui pelatihan pemulasaraan jenazah yang sesuai dengan syariat Islam. Isu utama yang diangkat adalah rendahnya pemahaman dan keterampilan masyarakat, khususnya perempuan, dalam mengurus jenazah secara tepat dan sesuai tuntunan agama. Pelatihan ini dirancang menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam seluruh tahapan: identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Materi pelatihan meliputi tata cara memandikan, mengkafani, menshalatkan, dan menguburkan jenazah, yang disampaikan secara teoritis dan praktis oleh narasumber kompeten. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, serta mendorong perubahan sosial berupa tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya kemandirian perempuan dalam pengurusan jenazah di lingkungan pedesaan. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pelatihan berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan permasalahan serupa. Kata Kunci: Pemberdayaan Perempuan, Pemulasaraan Jenazah, Muslimat, Pengabdian Masyarakat, Participatory Action Research
PEMBERDAYAAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI BIMBINGAN BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DAN NUMERASI DI DESA KLURAHAN Sya'idun; Muhammad Ulil Abror; Mohamad Azhar Annawa UBM; Yahya Raihan; Doni Assibli Mahmud; Wahyu Dimas Saputra; Naufal Diama Putra; Sri Wulandari; Rohmatul Fauziah; Dinatus Zahro; Kholi Sotus Sariroh; Alvina Tri Nur Cahyanti; Nera Ayu Jayanti
Abdimas IAI Ngawi Vol 3 No 2 (2025): ABDIANDAYA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/abdiandaya.v3i2.2438

Abstract

The literacy and numeracy skills of elementary school children in Klurahan Village are still relatively low, due to low motivation to learn, lack of variety in teaching methods, and limited involvement of parents and supporting facilities. To address these issues, students from the Ngawi Islamic Institute conducted a tutoring program through a Community Empowerment Practicum (PPM) in July 2025. This study employed a descriptive qualitative approach with 30 students from grades I–VI at Klurahan Elementary School and Nurul Islam Klurahan Islamic School as subjects, who participated in 13 sessions. The program was implemented through the stages of problem identification, planning, implementation, and evaluation, using a contextual, participatory, and enjoyable learning approach. The results showed an improvement in students' basic skills in reading, writing, and arithmetic, as well as a higher enthusiasm for learning. The results indicated an improvement in children's basic skills in reading, writing, and arithmetic, as well as the development of a learning spirit. The evaluation also noted positive changes in learning habits, although these were not yet uniform. Challenges faced include irregular attendance and limited parental involvement. This program makes a tangible contribution to improving the quality of basic education in rural areas and is relevant for sustainable development through cross-sectoral collaboration. Keywords: tutoring, literacy, numeracy, basic education, community empowerment   Abstrak: Kemampuan literasi dan numerasi anak sekolah dasar di Desa Klurahan masih tergolong rendah, disebabkan oleh rendahnya motivasi belajar, metode pembelajaran yang kurang variatif, serta terbatasnya peran orang tua dan sarana pendukung. Untuk menjawab permasalahan tersebut, mahasiswa Institut Agama Islam Ngawi melaksanakan program bimbingan belajar melalui kegiatan Praktikum Pemberdayaan Masyarakat (PPM) pada Juli 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 30 anak kelas I–VI yang berasal dari SDN Klurahan dan MI Nurul Islam Klurahan, yang mengikuti 13 kali pertemuan. Program dilaksanakan melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan pendekatan pembelajaran kontekstual, partisipatif, dan menyenangkan. Hasilnya menunjukkan peningkatan kemampuan dasar siswa dalam membaca, menulis, dan berhitung, serta munculnya semangat belajar yang lebih tinggi. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan kemampuan dasar anak dalam membaca, menulis, dan berhitung, serta tumbuhnya semangat belajar. Evaluasi juga mencatat perubahan positif dalam kebiasaan belajar meskipun belum merata. Tantangan yang dihadapi meliputi ketidakteraturan kehadiran dan minimnya keterlibatan orang tua. Program ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pembelajaran dasar di wilayah pedesaan dan relevan untuk dikembangkan secara berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor. Kata Kunci: bimbingan belajar, literasi, numerasi, pendidikan dasar, pemberdayaan masyarakat
OPTIMALISASI PEMAHAMAN FIKIH JAMAAH MASJID AL-IKHLAS MELALUI KAJIAN KITAB FATHUL QARIB sugito, sugito; Khoirin, Lukman; faizin, khoirul; mahsun, moch
Abdimas IAI Ngawi Vol 3 No 2 (2025): ABDIANDAYA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/abdiandaya.v3i2.2440

Abstract

Islamic scholarly studies based on classical texts play a vital role in strengthening the religious literacy of Muslim communities. Fathul Qarib by Ibnu Qasim al-Ghazzi is frequently used as a foundational reference in Shafi'i jurisprudence. Masjid Al-Ikhlas consistently organizes study sessions of this book every Tuesday night. These sessions serve as a non-formal educational platform widely attended by people of various age groups. This study aims to analyze the effectiveness and impact of the sessions on the community’s understanding of fiqh. A qualitative case study approach was used. Data were collected through participant observation, in-depth interviews with five key informants, and structured questionnaires distributed to thirty regular attendees. The findings reveal a significant improvement in participants’ basic understanding of Shafi'i fiqh. Attendees demonstrated enhanced comprehension of religious practices such as ablution, prayer, and fasting. Most respondents reported behavioral changes in their daily worship practices. Social interactions among participants also improved. These sessions contributed to strengthening community cohesion and promoted a participatory culture of religious learning. The mosque functions as an active and relevant center for Islamic education. The results of this study emphasize the urgency of developing more interactive fiqh teaching methods to further enhance participant understanding and expand the reach and benefits of the study sessions.
PENGUATAN KAPASITAS UMKM BATIK DESA SUKOWIDI MAGETAN MELALUI PENDAMPINGAN PEMASARAN DIGITAL UNTUK BRANDING DAN PROMOSI Zahara, Alfi Wahyu; Aziz, M Ali Imron Abdul; Pebruari K.A, Ralintang; Rahmawati, Anisa Dwi; Riyansyah , Rico; Zahroini, Inziana; Shofiyatun, Rosyta; Meylina, Nadila; Wahyuningsih, Sri; Abdussalam, Abdussalam; Prayogo, Riyan Adi; Shabirin, Akbar Riadus; Apriliana, Yolin Inka; Sa’adah, Dwi Lailatus
Abdimas IAI Ngawi Vol 3 No 2 (2025): ABDIANDAYA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/abdiandaya.v3i2.2444

Abstract

Empowering Batik MSMEs in Sukowidi Village aims to enhance the marketing of the village’s traditional batik through digital marketing strategies. Despite its great potential, Sukowidi batik faces several marketing challenges, as its promotion still relies on WhatsApp Business and limited exhibitions. This study employs the Contextual Action Research method to identify effective approaches for improving batik marketing. The findings indicate that developing a website and utilizing Instagram advertisements can significantly expand marketing reach and raise public awareness of batik. It is expected that this program will help increase sales while promoting the cultural heritage of Sukowidi batik in the digital world. Kowords : Community empowerment, MSMEs, digital marketing, local batik   Abstrak : Penguatan Kapasitas UMKM Batik di Desa Sukowidi bertujuan untuk meningkatkan pemasaran batik khas desa melalui strategi pemasaran digital. Meskipun memiliki potensi yang besar, batik Desa Sukowidi menghadapi beberapa hambatan dalam pemasaran, yang saat ini masih bergantung pada WhatsApp Business dan pameran yang terbatas. Penelitian ini menggunakan metode Contextual Action Research untuk mengidentifikasi cara-cara efektif dalam meningkatkan pemasaran batik. Hasil temuan menunjukkan bahwa pembuatan website dan penggunaan Instagram ads dapat secara signifikan meningkatkan jangkauan pemasaran dan pengenalan batik kepada masyarakat luas. Diharapkan, pengabdian ini dapat membantu meningkatkan penjualan serta memperkenalkan budaya batik Desa Sukowidi dalam dunia digital. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, UMKM, digital marketing, batik lokal
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DESA MELALUI ANYAMAN MENUJU KEMANDIRIAN DAN EKONOMI KREATIF DI DESA NGELANG KARTOHARJO MAGETAN Sofianiyatin, Lilik; Ibrahim, Malik; Wahidah, Widiya Nurul; Farkhani, Moch.Hamim; Rosyidin, Muh. Khulafaur; Setefani, Fiki Adelia; Putri, , Rizky Selvia; Trisnawati, Trisnawati; Lestari, Nadia Puji; Khotimah, Kusnul; Al Fachri, Khubaib; Wahab , Reza Abdul; Masyruri, Masyruri; Sari, Putri Kumala; Ahmadi, Farid
Abdimas IAI Ngawi Vol 3 No 2 (2025): ABDIANDAYA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/abdiandaya.v3i2.2445

Abstract

Women's Empowerment is an effort to improve the position and role of women through guidance in carrying out an activity. In Ngelang Village, Kartoharjo District, Magetan Regency, a community service program was held that focused on empowering youth from Karangtaruna and village women through making bags from woven rope, netting, and plastic. This is because many Karangtaruna youth and women still do not have the skills they have. This service program consists of skills training for women in making woven bags from rope, netting, and plastic. The purpose of this activity is to provide weaving skills to the youth from Karangtaruna and women of Ngelang Village, who have an interest in increasing creative economic independence. Utilizing local wisdom and following current trends. The reason for choosing this weaving training is because the materials used are affordable, easy to obtain, durable, and can be produced by anyone who is willing to make the effort, and have good selling value. The method used is Participatory Action Research (PAR). The benefits of this training can open insights about weaving that can be done by women in Ngelang Village without having to leave the house. With bag weaving activities, village women can be more independent and increase family income. Keywords: Empowerment, Training, Plastic Weaving   Abstrak: Pemberdayaan Perempuan merupakan usaha untuk meningkatkan posisi dan peran wanita melalui bimbingan dalam menjalankan suatu aktivitas. Di desa Ngelang Kecamatan Kartoharjo Kabupaten Magetan, diadakan program pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan pemuda karangtaruna dan Perempuan desa melalui pembuatan tas dari anyaman tali, jali dan plastik. Hal ini disebabkan oleh masih banyaknya pemuda karangtaruna dan Wanita yang belum memiliki keterampilan yang mereka miliki. Program pengabdian ini terdiri dari pelatihan keterampilan untuk Wanita dalam membuat tas anyaman dari bahan tali, jali dan plastik. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan keterampilan anyaman kepada para pemuda karangtaruna dan Perempuan Desa Ngelang, yang memiliki minat dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi kreatif. Memanfaatkan kearifan lokal dan mengikuti tren yang ada saat ini. Alasan memilih pelatihan anyaman ini karena bahan yang digunakan terjangkau, mudah diperoleh, tahan lama, serta dapat diproduksi oleh siapa saja yang bersedia berusaha, dan memiliki nilai jual baik. Metode yang digunakan Participation Action Research (PAR). Manfaat dari pelatihan ini dapat membuka wawasan tentang anyaman yang bisa dilakukan oleh perempuan desa ngelang tanpa harus meninggalkan rumah. Dengan kegiatan anyaman tas perempuan desa bisa lebih mandiri dan menambah pendapatan keluarga. Kata Kunci : Pemberdayaan, Pelatihan, Anyaman Plastik.
PENDAMPINGAN SERTIFIKASI HALAL SEBAGAI UPAYA STRATEGIS DALAM MENINGKATKAN LEGALITAS DAN DAYA SAING UMKM Linawati; Khoirul Anam; Wulan Feronika Maharani; Mohammad Irvan Bayu Saputra; Farida Nur Mudmainah Wahyuningsih; Muhammad Fatkhul Ikhwansyah; Afini Fikriyani; Amelia Putri Cahyanti; Wahyu Kukuh Prayoga; Nur Rohman Hidayat; Naufal Friza Asraful Arifin; Rimas Sadha Abdi Putra; Sofia Widiana; Linda Suciati
Abdimas IAI Ngawi Vol 3 No 2 (2025): ABDIANDAYA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/abdiandaya.v3i2.2447

Abstract

The halal certification assistance program for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) is a strategy to enhance business legality, consumer trust, and product competitiveness. This initiative was implemented by PPM Group 09 IAI Ngawi in Mrahu Village, Kartoharjo Sub-district, Magetan District, in collaboration with the Halal Center IAI Ngawi and the Mrahu Village Government. The method used is Participatory Action Research (PAR) with four main stages: Community Research Social Problem Diagnostic to identify barriers, Community Strategic Planning to develop mentoring strategies, Community Resource Mobilization for socialization and technical guidance implementation, and Reflection for evaluation and follow-up. The program targets three food processing MSMEs without halal certification, as well as PKK members of Mrahu Village as additional participants. As a result, all participants successfully completed the required documents and submitted their certification applications through the SiHalal BPJPH system. The face-to-face approach and technical assistance proved effective in addressing digital literacy and administrative challenges. This program is recommended for expansion through sustained collaboration among stakeholders. Keywords: Halal Certification Assistance, UMKM, Business Legality, Community Empowerment   Abstrak: Program pendampingan sertifikasi halal bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan strategi untuk meningkatkan legalitas usaha, kepercayaan konsumen, dan daya saing produk. Kegiatan ini dilaksanakan oleh PPM Kelompok 09 IAI Ngawi di Desa Mrahu, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, bekerja sama dengan Halal Center IAI Ngawi dan Pemerintah Desa Mrahu. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan empat tahap utama, yaitu Community Research Social Problem Diagnostic untuk mengidentifikasi hambatan, Community Strategic Planning untuk menyusun strategi pendampingan, Community Resource Mobilization untuk pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis, serta Reflection untuk evaluasi dan tindak lanjut. Sasaran program mencakup tiga pelaku UMKM pangan olahan yang belum memiliki sertifikasi halal, serta anggota PKK Desa Mrahu sebagai peserta tambahan. Hasilnya, seluruh peserta berhasil melengkapi dokumen dan mengajukan sertifikasi melalui sistem SiHalal BPJPH. Pendekatan tatap muka dan pendampingan teknis terbukti efektif mengatasi hambatan literasi digital dan administrasi. Program ini direkomendasikan diperluas dengan sinergi berkelanjutan antar pemangku kepentingan. Kata Kunci: Pendampingan Sertifikasi Halal, UMKM, Legalitas Usaha, Pemberdayaan Masyarakat
PELATIHAN BUDIDAYA MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (BSF): SOLUSI PAKAN TERNAK ALTERNATIF DAN PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DI DESA PENCOL Sanawati, Ciptia Khoirulina; Alayya, An’im; Udin, Bahak; Hestika, Evina; Fajrulloh, Fitra Mulya; Silvi, Isma; Fuadi, Muchamad Anwar; Khoirudin, Muhammad Abdul Rozaq; Badar, Muhammadun Syahbana; Amin, Muhammad Yunus Ridho; Dewi, Nofi Savira; Iskandar, Saveena Meira; Diyana, Siti Nusrotul; Citra, Ufa Della
Abdimas IAI Ngawi Vol 3 No 2 (2025): ABDIANDAYA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The high cost of feed in fish and poultry farming has become a challenge for rural communities. In addition, there are also environmental problems caused by the accumulation of organic waste. This community empowerment practicum discusses maggot cultivation training, which aims to support food security for fish and poultry. The training provides an eco-friendly alternative feed through the cultivation of Black Soldier Fly (BSF) maggots, which are capable of converting organic waste into a protein source. By using the PAR method, the community is not only positioned as beneficiaries but also actively participates as the main actors in identifying and implementing solutions. The implementation of maggot cultivation training begins from egg production to larval maintenance, accompanied by proper waste management techniques. Field observation was carried out using a participatory approach that involved the residents of Pencol village. The evaluation results of the maggot cultivation training in Pencol village showed an increase in community understanding from 60% to 80%. The evaluation also indicated the formation of a maggot farming group within the community as part of the empowerment process. Keywords: community empowerment, maggot cultivation, black soldier fly (BSF), organic waste management   Abstrak: Tingginya biaya pakan pada usaha budidaya ikan dan unggas menjadi sebuah tantangan di masyarakat desa. Di samping itu terdapat pula permasalahan lingkungan dari penumpukan sampah organik.  Praktikum pemberdayaan masyarakat ini membahas tentang pelatihan budidaya maggot yang mempunyai tujuan untuk mendukung ketahanan pangan ikan dan unggas. Pelatihan ini memberikan pakan alternatif ramah lingkungan melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) dimana mampu mengelola sampah organik menjadi sumber protein. Dengan menggunakan metode PAR masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga turut serta sebagai aktor utama dalam menemukan dan melaksanakan solusi. Pelaksanaan pelatihan budidaya maggot dimulai dari produksi telur hingga pemeliharaan larva disertai dengan penggunaan teknik pengelolaan sampah yang tepat. Dalam observasi lapangan dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang dimana melibatkan masyarakat desa Pencol. Hasil evaluasi kegiatan pelatihan budidaya maggot di Desa Pencol, mengalami peningkatan pemahaman masyarakat dari 60% menjadi 80%. Evaluasi menunjukkan terbentuknya kelompok budidaya maggot pada masyarakat sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat. Kata Kunci: pemberdayaan masyarakat, budidaya maggot, lalat BSF, penegelolaan sampah organik.
REVITALISASI SISTEM AMONG KI HADJAR DEWANTARA MELALUI PROGRAM SEMESTA BELAJAR DI DESA JAJAR KABUPATEN MAGETAN Laksana, Budiarda Widya; Ifada, Nurma; M. Charis Irvani; Sandi, Riko Malaya; Ramadhani, Husni Mubarok Risky; Na'imah, Rizqi Faridatun; Annashih, Muhammad Rafiq; Retnowati, Dyah Ayu; Rahmadani, Khoirul; Burhanudin, Burhanudin; Safitri, Ardanik Ika
Abdimas IAI Ngawi Vol 3 No 2 (2025): ABDIANDAYA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/abdiandaya.v3i2.2487

Abstract

The concept of the Among System developed by Ki Hadjar Dewantara emphasizes that education that liberates, guides, and humanizes students is relevant again in answering today's educational challenges, especially in rural areas that still experience limited access and quality of education. This article discusses the implementation of the Among System through the “Semesta Belajar” Program in Jajar Village, Kartoharjo District, Magetan Regency. Present as a form of community service that aims to revive the values ​​of the among system through a participatory, contextual, and community-based approach. This program involves collaboration between the community, educators, and students. This research method uses a descriptive qualitative approach with observation, interview, and documentation techniques. The results show that the Semesta Belajar Program is able to create an inclusive, independent, and local value-based learning space, while providing space for children to actualize emotions and feelings that have not been obtained in formal schools, and also the active role of the community in providing support to children to reduce the intensity of gadget use by school-age children. This article recommends strengthening collaboration between stakeholders for the sustainability of the program.   Abstrak: Konsep Sistem Among yang dikembangkan Ki Hadjar Dewantara menekankan Pendidikan yang membebaskan, menuntun, dan memanusiakan peserta didik kembali relevan dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini, khususnya di wilayah pedesaan yang masih mengalami keterbatasan akses dan kualitas Pendidikan. Artikel ini membahas implementasi Sistem Among melalui Program Semesta Belajar di Desa Jajar, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan. Hadir sebagai bentuk pengabdian Masyarakat yang bertujuan menghidupkan Kembali nilai nilai system among melalui pendekatan partisipatif, kontekstual, dan berbasis komunitas. Program ini melibatkan kolaborasi antara Masyarakat, pendidik, dan Mahasiswa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa Program Semesta Belajar mampu menciptakan ruang belajar yang inklusif, merdeka, dan berbasis nilai-nilai lokal, sekaligus memberikan ruang bagi anak untuk mengaktualisasi emosi dan perasaan yang selama ini tidak didapatkan di sekolah formal, dan juga peran aktif Masyarakat dalam memberikan dukungan kepada anak untuk mengurangi intensitas penggunaan Gadget anak usia sekolah. Artikel ini merekomendasikan penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk keberlanjutan program. Kata kunci: Sistem Among, Ki Hadjar Dewantara, Semesta Belajar, Pendidikan Alternatif
PELATIHAN PEMULASARAAN JENAZAH PEREMPUAN SEBAGAI STRATEGI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI DESA KARANGMOJO MAGETAN Binsa, Abdul Aziz; Rohman, Muhammad Abdur; Meilana, Putri Bibit; Mushtofa, Syahrul; Dzikriyya F. B., Ihda Zullaida; Wahyudi, Oky Bagus; Chandra W., Rengga Krishna; Wahidah, Anti Syahrotul; Ngabdulloh, Moh Riza; Khunaifa, Naimul; Nurfajria, Rena; Hidayatulloh, Ahmad Aris; Awalia, Nila Hani; Awandar, Tia Anhar Setio
Abdimas IAI Ngawi Vol 3 No 2 (2025): ABDIANDAYA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/abdiandaya.v3i2.2491

Abstract

Corpse care (pemulasaraan jenazah) is a collective obligation (fardhu kifayah) in Islam, encompassing bathing, shrouding, praying, and burying the deceased. However, in community practice, this duty is often entirely delegated to male funeral attendants (modin), even for female corpses, limiting community participation and understanding, especially among women. This community service project aimed to empower women by training them on the procedures for female corpse care in accordance with Islamic law. The implementation method consisted of four stages: (1) preparation, (2) execution (theoretical material delivery and direct practice), (3) mentoring, and (4) evaluation. The participants were 35 mothers from the Family Welfare Empowerment (PKK) group in Karangmojo Village. The results showed high enthusiasm and participation from the attendees, reaching 90% of the target. Participants gained not only a comprehensive theoretical understanding of the laws and procedures of the "4M": Memandikan (bathing the deceased), Mengkafani (shrouding the deceased), Menshalatkan (performing the funeral prayer), and Mengkafani (burying the deceased) but also practical skills through simulation. It is concluded that this training successfully enhanced the capacity and readiness of the PKK mothers to serve as local resources who are prepared and skilled in performing the fardhu kifayah duty, while also strengthening the socio-religious role of women at the village level.   Abstrak: Pengurusan jenazah (pemulasaraan) merupakan kewajiban kolektif (fardhu kifayah) dalam Islam yang meliputi memandikan, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan. Namun dalam praktiknya di masyarakat, tugas ini seringkali diserahkan sepenuhnya kepada modin (petugas pemakaman) laki-laki, termasuk untuk jenazah perempuan, sehingga partisipasi dan pemahaman masyarakat, khususnya perempuan, masih terbatas. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberdayakan perempuan melalui pelatihan tata cara pemulasaraan jenazah perempuan yang sesuai dengan syariat Islam. Metode pelaksanaan terdiri dari empat tahap: (1) persiapan, (2) pelaksanaan (penyampaian materi teoritis dan praktik langsung), (3) pendampingan, dan (4) evaluasi. Peserta berjumlah 35 orang ibu-ibu PKK Desa Karangmojo. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme dan partisipasi yang tinggi dari peserta, mencapai 90% dari target. Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis yang komprehensif mengenai hukum dan tata cara 4M: Memandikan, Mengkafani, Menshalatkan, dan Menguburkan, tetapi juga keterampilan praktis melalui simulasi. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan kapasitas dan kesiapan ibu-ibu PKK sebagai sumber daya lokal yang sigap dan terampil dalam melaksanakan kewajiban fardhu kifayah, sekaligus memperkuat peran sosial-keagamaan perempuan di tingkat desa. Kata Kunci: Pemulasaraan Jenazah, Fardhu Kifayah, Pemberdayaan Perempuan, Desa Karangmojo, Pelatihan
PENDAMPINGAN PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN BAGI USIA LANJUT MELALUI PENDEKATAN PROBLEM SOLVING DI DESA MANJUNG KECAMATAN BARAT KABUPATEN MAGETAN Al Farobi, Afif; Saputri, Hafiar; Oktafiana , Anisa; Rahmawati, Apriliana Nadia; Nawangwulan, Apriliya; Setiawan, Aris; Ardiansyah, Dimas Lutfiana; Hidayatin, Dwi; Lestari, Gagas Puji; Yaqin, Akbar Haqul; Sari, Ike Mayta; Muniroh, Mu’awanatul; Suprapto, Suprapto; Krisdayanto, Tiyan Reky; Apriliawati, Tonika
Abdimas IAI Ngawi Vol 2 No 1 (2024): ABDIANDAYA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/abdiandaya.v2i1.1023

Abstract

Learning implies any activity designed to help someone learn a new skill and value. Religious education is an important education for every individual. Religious education is needed by every individual at various ages, from children, youth, parents to the elderly. This is because religious knowledge must be practiced in daily life, starting from the aspects of faith, morals and also wordship. The Purpose of this research is to find out how Al-Qur’an education is at an advanced age and how researchers overcome obastacles to Al-qur`an education at an advanced age. Adult learning patterns in education have complex problems in terms of time and age. Researchers accompany the process of learning to read the Koran for elderly mothers based on the result of observations made by researchers in the mentoring process, recearchers use the problem solving approach method. The expectations of the researchers, wich initially th elderly mother had various of obstacles in the process of learning to read the Koran which became easier after using the approach problem solving carried out by educators.   Abstrak: Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang dalam mempelajari suatu kemampuan dan nilai baru. Pendidikan agama merupakan suatu pendidikan yang sangat penting bagi setiap individu. Pendidikan agama sangat dibutuhkan oleh masing-masing individu, mulai dari anak-anak, remaja, orangtua hingga lansia. Perihal tersebut dikarenakan ilmu agama harus dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari ranah akidah, akhlak dan ibadah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pendidikan Al-Qur’an pada usia lanjut serta bagaimana peneliti mengatasi berbagai macam hambatan yang terjadi dalam proses pendidikan Al-Qur’an pada usia lanjut. Pola belajar orang dewasa dalam pendidikan tersebut memiliki berbagai macam problem yang kompleks dari segi waktu dan usia. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada proses pendampingan tersebut peneliti menggunakan metode pendekatan problem solving. Secara keseluruhan pendampingan peningkatan membaca Al-Qur’an ibu-ibu pada usia lanjut ini berjalan sesuai dengan harapan dari peneliti, yang mana semula ibu-ibu usia lanjut memiliki berbagai macam kendala dalam proses belajar membaca Al-Qur’an menjadi lebih mudah setelah menggunakan pendekatan problem solving yang dilakukan oleh pendidik. Kata Kunci: Pendampingan Pembelajaran, Usia Lanjut, Problem Solving