cover
Contact Name
Devita Sulistiana
Contact Email
data.kiriman@gmail.com
Phone
+6281334186876
Journal Mail Official
konstruktivisme@unisbablitar.ac.id
Editorial Address
Jalan Majapahit No. 4 Kec. Sananwetan, Kota Blitar
Location
Kota blitar,
Jawa timur
INDONESIA
Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 19799438     EISSN : 24422355     DOI : https://doi.org/10.35457/konstruk
Core Subject : Education,
Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran publishes the original papers of research articles or reviews discussing the issues of primary to higher education in the fields of: Language and language education Social and humanities education Science education Education issues and policy Educational testing and assessment Curriculum and pedagogies Teaching material development Teaching methodology Education management Teaching innovation and technology Education sciences Education evaluation
Articles 307 Documents
Pengembangan Media CERAH dalam Pembelajaran PAI Kelas IV SD Ani Nur Aeni; Citra Anzani; Mike Sekardini; Muhammad Eka; Muhammad Fikri Kusnandar
Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 18 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/76a6eh48

Abstract

Menurunnya pemahaman siswa sekolah dasar terhadap nilai keberagaman, khususnya yang terletak pada surah Al-Hujurat ayat 13, pembelajaran secara konvensional yang kurang melibatkan siswa secara aktif. Menunjukkan pentingnya pengembangan media pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media CERAH dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam kelas IV sekolah dasar untuk meningkatkan pemahaman siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi, serta dipadukan dengan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian berjumlah 21 siswa kelas IV sekolah dasar. Instrumen yang digunakan meliputi tes, angket, dan lembar validasi ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media CERAH memiliki tingkat kelayakan yang sangat tinggi berdasarkan validasi ahli materi dan media. Selain itu, penggunaan media CERAH mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai keberagaman yang terkandung dalam Al Hujurat ayat 13 yang ditunjukkan melalui peningkatan hasil belajar dan respons positif siswa. Dengan demikian, website interaktif CERAH efektif sebagai media pembelajaran yang mendukung dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap keberagaman yang terkandung di dalam surah Al-Hujurat ayat 13 dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah dasar.
Implementasi Model Pendidikan Karakter Thomas Lickona di Pondok Pesantren Modern Assuja’iyah, Blitar: Studi Kasus Tunggal Pembentukan Akhlak Santri Udin Erawanto; Ifa Zulfatul Khoiriyah
Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 18 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/vk8h1x32

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implementasi model pendidikan karakter Thomas Lickona yang diintegrasikan dengan nilai-nilai tradisional pesantren di Pondok Pesantren Modern Assuja’iyah, Blitar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap 15 informan yang dipilih secara purposive dan snowball sampling, terdiri atas 1 kiai, 1 ketua yayasan, 5 ustadz/ustadzah, dan 8 santri senior-junior. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui prosedur pengodean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moral knowing diinternalisasikan melalui ekosistem habituasi akhlak yang mengintegrasikan literasi kitab klasik dengan keteladanan kiai. Moral feeling berkembang dari kepatuhan formal menuju kesadaran spiritual berbasis muraqabah yang menumbuhkan empati dan kerendahan hati. Moral action diwujudkan melalui regulasi diri yang konsisten dalam kehidupan komunal pesantren selama 24 jam. Kebaruan penelitian ini terletak pada formulasi Model Ekosistem Habituasi Akhlak yang menyintesiskan model holistik Lickona dengan tradisi pendidikan pesantren berbasis spiritualitas Islam. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi aspek kognitif, afektif, dan perilaku dalam pendidikan karakter yang didukung lingkungan kondusif. Model tersebut berkontribusi secara teoretis terhadap pengembangan pendidikan karakter dan secara praktis menjadi cetak biru bagi pesantren modern atau boarding school dalam membangun karakter serta mencegah penyimpangan perilaku siswa.
Pendidikan Agama Dalam Filsafat Pendidikan Islam: Antara Tradisi dan Inovasi Nurjana Cyntia Rahman; Kasim Yahiji; Muh Hasbi
Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 18 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/3gv8v696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi pendidikan agama dalam perspektif filsafat pendidikan Islam dengan menyoroti hubungan antara tradisi dan inovasi sebagai dua unsur penting dalam pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif melalui kajian terhadap buku, artikel jurnal ilmiah, dan berbagai literatur relevan yang membahas filsafat pendidikan Islam, pendidikan agama, tradisi, dan inovasi pendidikan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi, mengkategorikan, dan mensintesis berbagai konsep yang ditemukan dalam literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Islam memiliki tiga landasan utama, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi yang menjadi dasar pengembangan pendidikan agama. Tradisi pendidikan Islam berfungsi sebagai fondasi moral dan spiritual melalui penguatan adab, keteladanan, dan nilai-nilai keislaman, sedangkan inovasi berperan dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi digital, pembaruan kurikulum, serta pengembangan metode pembelajaran yang adaptif. Penelitian ini menemukan bahwa integrasi tradisi dan inovasi merupakan pendekatan yang paling relevan untuk menjawab tantangan pendidikan di era digital tanpa menghilangkan identitas dan nilai-nilai Islam. Temuan ini memiliki relevansi yang kuat bagi pengembangan pendidikan agama di Indonesia, khususnya dalam mendukung implementasi kurikulum integratif, penguatan kompetensi pedagogik dan literasi digital guru, serta pengembangan kebijakan pendidikan Islam yang responsif terhadap perubahan sosial dan teknologi. Dengan demikian, filsafat pendidikan Islam mampu menjadi landasan konseptual dan praktis dalam membangun sistem pendidikan agama yang holistik, adaptif, dan berkelanjutan.
Kepemimpinan Pendidikan Islam di Era Digital: Kajian Filosofis dan Praktis Pitriyani Mobiliu; Kasim Yahiji; Muh. Hasbi
Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 18 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/0yb39z67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis landasan filosofis dan implementasi praktis kepemimpinan pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan era digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis berbagai literatur primer dan sekunder yang relevan, meliputi Al-Qur’an, Hadis, buku ilmiah, serta artikel jurnal tentang kepemimpinan pendidikan Islam dan transformasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan pendidikan Islam berlandaskan pada prinsip amanah, keadilan, syura, khilafah, dan keteladanan akhlak yang memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan pendidikan modern. Implementasi nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui kepemimpinan partisipatif, pengelolaan pendidikan berbasis teknologi, penguatan literasi digital, komunikasi edukatif, serta pembinaan karakter Islami di lingkungan pendidikan. Penelitian ini juga menemukan bahwa tantangan utama kepemimpinan pendidikan Islam di era digital meliputi rendahnya literasi digital, kepemimpinan yang masih birokratis, kesenjangan teknologi, serta kesulitan mengintegrasikan nilai Islam dengan inovasi pendidikan modern. Novelty penelitian ini terletak pada integrasi antara dimensi filosofis kepemimpinan Islam dan praktik kepemimpinan pendidikan berbasis digital secara komprehensif. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan model kepemimpinan pendidikan Islam yang adaptif, humanis, berintegritas, dan relevan dengan transformasi pendidikan modern. 
Tantangan dan Peluang Filsafat Pendidikan Islam dalam Menghadapi Transformasi Pendidikan di Era Modern: Kajian Kepustakaan Maria Amanda Igirisa; Kasim Yahiji; Muh. Hasbi
Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 18 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/x92t5v04

Abstract

Transformasi pendidikan di era modern menghadirkan berbagai perubahan dalam sistem, paradigma dan praktik pendidikan yang memberikan tantangan sekaligus peluang bagi pengembangan pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan peluang filsafat pendidikan islam dalam menghadapi transformasi pendidikan modern melalui kajian kepustakaan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai literatur ilmiah yang relevan mengenai filsafat pendidikan Islam, pengembangan pendidikan modern, serta pemikiran tokoh-tokoh pendidikan Islam. Analisis data dilakukan melalui proses identifikasi, pengkajian dan interpretasi terhadap berbagai sumber literatur untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga tantangan utama dalam transformasi pendidikan Islam, yaitu pergeseran orientasi pendidikan yang cenderung pragmatis dan materialistik, dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, serta perkembangan teknologi digital yang menimbulkan tantangan terhadap nilai dan etika pendidikan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyusunan model konseptual tang menghubungkan tantangan transformasi pendidikan modern dengan rekonstruksi filsafat pendidikan islam melalui aspek ontologi, epistimologi dan aksiologi sebagai dasar pengembangan pendidikan islam yang adaptif. Penelitian ini juga menemukan bahwa peluang penguatan pendidikan Islam dapat dilakukan melalui pengembangan konsep insan kamil, integrasi ilmu, iman dan teknologi, serta penguatan pendidikan Islam yang moderat dan responsif terhadap perubahan zaman. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Islam perlu mengembangkan kurikulum integratif yang menggabungkan nilai keislaman, ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendidikan karakter agar mampu menghasilkan peserta didik yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan modern.
Model Pembelajaran Holistik Al Islam dan Kemuhammadiyahan berbasis Digital dalam Pembentukan Karakter Islami Badrut Tamami; Yerry Mijianti; M. Zinuddin Alanshori; Nur Afifah Khurin Maknin
Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 18 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/70kg1v46

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan pendidikan Islam di era digital yang ditandai oleh derasnya arus informasi, perubahan interaksi sosial, dan pergeseran nilai pada generasi milenial. Kondisi ini menuntut model pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang tidak hanya berorientasi kognitif, tetapi juga membentuk karakter Islami secara holistik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konstruksi model pembelajaran holistik berbasis integrasi teologis, pedagogis, dan literasi digital serta menganalisis kontribusinya dalam pembentukan karakter islami di SMP Muhammadiyah 1 Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran diterapkan melalui integrasi nilai tauhid, pembiasaan ibadah, penguatan akhlak, serta pemanfaatan media digital secara edukatif dalam kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler. Implementasi model ini berkontribusi terhadap peningkatan karakter Islami, ditunjukkan oleh peningkatan religiusitas sebesar 24 persen, tanggung jawab 17 persen, kedisiplinan 18 persen, dan etika bermedia digital 34 persen. Temuan ini menegaskan bahwa model pembelajaran holistik Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di era digital efektif dan relevan sebagai strategi penguatan pendidikan karakter Islami bagi generasi milenial.
Mekanisme Kerja Antarkelompok Terpadu: Eksplorasi Dampak Pembelajaran Bahasa Dialogis dan Pembentukan Karakter Abdul Haris Faisal; Ventianus Sarwoyo
Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 18 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/0jyaab42

Abstract

Pendidikan di Indonesia semakin menekankan pada penguasaan kompetensi dan pembentukan karakter. Pendekatan pembelajaran bahasa yang konvensional terfokus pada aspek kebahasaan dan kurang menanamkan nilai-nilai karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis mekanisme kerja model pembelajaran bahasa secara dialogis yang terintegrasi dalam kegiatan antarkelompok terpadu, serta dampaknya terhadap penguatan karakter mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran dengan data kuantitatif dari kuesioner terhadap 32 mahasiswa yang dianalisis menggunakan PLS-SEM untuk menguji efek mediasi, serta data kualitatif dari observasi, wawancara, dan dokumen yang dianalisis secara tematik interaktif. Analisis dilakukan secara per kelompok dan lintas kelompok untuk mengintegrasikan temuan kuantitatif dan kualitatif secara komprehensif. Hasil penelitian mengungkap bahwa mekanisme kerja antarkelompok terpadu berfungsi melalui tiga fase utama: (1) Fase Negotiation of Meaning, mahasiswa secara aktif membangun pemahaman bersama; (2) Fase Perspective-Taking, mahasiswa belajar memahami sudut pandang orang lain; dan (3) Fase Value Reflection, nilai-nilai karakter seperti toleransi, empati, dan tanggung jawab muncul dan diperkuat melalui proses dialog. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran bahasa secara dialogis dalam setting antarkelompok terpadu efektif meningkatkan kompetensi komunikatif, tetapi juga merupakan mekanisme yang baik untuk penguatan karakter.
Pengaruh Penggunaan Model Problem Based Learning Berbantuan BookWidgets terhadap Hasil Belajar IPAS SD Micho Lukman Hakim; Nofita Lestariningsih; Miratu Chaeroh
Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 18 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/swcznv63

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Problem Based Learning yang didukung BookWidgets terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas 4 SDIT Al Imam Asy-Syafi’i. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif jenis kuasi-eksperimen. Desain yang digunakan adalah nonequivalent control group design, yaitu pemberian pretest dan posttest kepada kelas eksperimen dan kontrol, di mana kedua kelompok tersebut dipilih tidak secara acak. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Sampel penelitian berjumlah 31 siswa, terdiri dari 16 siswa kelas eksperimen dan 15 siswa kelas kontrol. Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics 24, termasuk uji instrumen, uji prasyarat, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPAS antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji hipotesis menunjukkan signifikansi (2-tailed) sebesar 0,021 < 0,05, dengan rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 83 dan kelas kontrol sebesar 74. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Problem Based Learning berbantuan BookWidgets berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas 4 SDIT Al Imam Asy-Syafi’i. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Problem-Based Learning berbantuan BookWidgets dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa sekolah dasar.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar IPA Berbasis Kearifan Lokal Lelang Lebak Lebung untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Sikap Peduli Lingkungan Siswa SMP Amrina Rosada Ocha; Meli Astriani; Sri Wardhani
Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 18 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/4zxwee58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebutuhan bahan ajar IPA berbasis kearifan lokal sebagai upaya hasil belajar serta menumbuhkan sikap peduli lingkungan siswa SMP. Hasil angket menunjukkan bahwa guru masih menggunakan buku cetak sebagai bahan ajar utama dalam proses pembelajaran di dalam kelas , sementara pemanfaatan modul, LKPD, dan media lain masih rendah. Metode penelitian merupakan tahap awal dari model pengembangan 4D yaitu tahap analisis kebutuhan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Responden penelitian terdiri atas 3 guru IPA SMP dan 2 kelas siswa kelas VII SMP yang masing-masing berjumlah 24 siswa, sehingga total siswa yang terlibat adalah 48 orang. Hasil angket guru juga memperlihatkan bahwa 100% peserta didik memiliki hasil belajar sangat kurang, serta 66% siswa menunjukkan masih rendahnya sikap peduli terhadap lingkungan. Integrasi kearifan lokal belum ada dalam pembelajaran IPA, hasil wawancara kearifan lokal lelang lebak lebung memiliki peluang untuk diintegrasikan dalam pembelajaran. Sehingga, penelitian ini sebagai langkah awal untuk pengembangan bahan ajar terintegrasi kearifan lokal lelang lebak lebung pada pembelajaran IPA untuk meningkatkan hasil belajar dan sikap peduli lingkungan.
Multiple Intelligences-Based Active Learning in Economics Education: Fostering Student Engagement and Holistic Development Juanda Prastian Aditia Putra; Shendy Andrie Wijaya; Moh. Usman Kurniawan
Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 18 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/bsqn1853

Abstract

This study investigates the implementation of Multiple Intelligences-based active learning in Economics education at MA Raudlatus Syabab Sukowono Jember, with a particular focus on the planning, implementation, and evaluation of learning practices in the madrasah context. While previous studies have primarily examined the effectiveness of Multiple Intelligences through quantitative approaches and learning outcomes, this study provides a qualitative understanding of how the approach is translated into classroom planning, instructional practices, and multidimensional assessment in Economics education. A qualitative case study design was employed, involving 15 participants, including an Economics teacher, students, and school administrators. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and document analysis. The credibility of the findings was established through triangulation of observations, interviews, and documents, while the data were analyzed using data reduction, data display, interpretation, and conclusion drawing. The findings reveal that the implementation followed three interconnected stages. During the planning stage, teachers designed instructional activities by considering students’ diverse intelligence profiles. During implementation, learning was conducted through discussions, presentations, case analyses, and collaborative activities that encouraged active participation. Evaluation was carried out using multidimensional assessment covering academic achievement, communication, collaboration, participation, and responsibility. These implementation patterns created a more participatory and contextual learning environment while supporting students’ holistic development. The findings provide practical insights into implementing Multiple Intelligences-based active learning in Economics education within madrasahs and contribute to the development of more inclusive and student-centered instructional practices.