cover
Contact Name
Andi Sadriani
Contact Email
andi.sadriani@unm.ac.id
Phone
+6282133339824
Journal Mail Official
pt.ininnawaparamacitraedukasi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Jipang Raya Komplek Bumi Palem P-23
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 30638461     DOI : https://doi.org/10.62330/edusos
EDUSOS: Journal of Education and Social Sciences is an open access peer-reviewed scientific journal published by PT Ininnawa Paramacitra Edukasi, published in June and December. The Journal of Education and Social Sciences aims to be a forum for academics, researchers and practitioners in the fields of education and social sciences to share knowledge, research results and the latest findings. In addition, this journal seeks to encourage innovation in educational practice and offer solutions to various complex social problems. Its scope includes educational theory and practice, curriculum, teaching and learning methodology, educational evaluation and assessment, educational management, sociology, anthropology, history, social psychology, cultural studies, public policy, economics, as well as interdisciplinary research that connects education and issues social. This journal accepts articles in the form of empirical research, theoretical studies, literature reviews, and best practice reports.
Articles 39 Documents
TPA Tamangapa sebagai Sumber Mata Pencaharian: Strategi Adaptasi Ekonomi Masyarakat Kelurahan Tamangapa Kota Makassar Sakmawati; Salwia; Nurul Jamiah Sidiq; Agung Firmansyah
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 01 (2026): Volume 03 Nomor 01 (Jun 2026)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v3i01.537

Abstract

This study aims to analyze the role of Tamangapa Final Disposal Site (TPA Tamangapa) as a source of livelihood and to examine the economic adaptation strategies of the community in Tamangapa Subdistrict, Makassar City. The main issue addressed is the community’s dependence on the informal waste sector, which on one hand sustains household needs, but on the other hand poses health risks, income instability, and limited social protection. This research employs a descriptive qualitative approach with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Informants were selected using purposive sampling, while data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings reveal that TPA Tamangapa has formed a local waste-based economic system supported by social capital and community survival strategies. These activities also contribute to waste reduction through the implementation of reduce, reuse, recycle (3R) practices. The proposed solutions emphasize the importance of community-based empowerment, strengthening business capacities, improving access to microfinance, and developing inclusive policies to create a sustainable livelihood for communities surrounding the landfill. Keywords: TPA Tamangapa, Economic Adaptation Strategies, Informal Community, Community Empowerment, Sustainable Livelihood
Transformasi Pembangunan Rusunawa Rajawali terhadap Struktur Sosial Masyarakat Kota Makassar Ibrahim Arifin; Zulkifli Arifin; Muhammad Nur
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 01 (2026): Volume 03 Nomor 01 (Jun 2026)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v3i01.613

Abstract

Pembangunan Rusunawa Rajawali di Kota Makassar merupakan strategi pemerintah dalam merelokasi masyarakat dari permukiman padat ke hunian vertikal. Perubahan bentuk spasial ini secara langsung memengaruhi cara hidup penghuninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk transformasi ruang hidup dan menganalisis dampaknya terhadap struktur sosial masyarakat pasca relokasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap 9 informan, serta studi dokumen. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi dari ruang horizontal ke vertikal menciptakan guncangan budaya (culture shock) ringan pada fase awal adaptasi. Secara struktur sosial, terjadi pergeseran ikatan kekerabatan yang sebelumnya bersifat komunal terbuka menjadi lebih tertutup dan tersegmentasi berdasarkan lantai hunian. Selain itu, hilangnya ruang interaksi komunal yang luas berdampak pada menurunnya intensitas gotong royong warga. Meskipun demikian, terbentuk pola solidaritas baru melalui pembentukan kelompok-kelompok kecil di area fasilitas umum. Kesimpulannya, pembangunan fisik rusunawa perlu diiringi dengan pendampingan sosial agar kohesi antarwarga tetap terjaga di tengah keterbatasan ruang.
KOMODIFIKASI TRADISI DAN IDENTITAS LOKAL DALAM PARIWISATA BUDAYA BENTENG SOMBA OPU KABUPATEN GOWA Nasir Nasir; A. Hadijah Sulfiyani A
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 01 (2026): Volume 03 Nomor 01 (Jun 2026)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v3i01.670

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan pariwisata budaya yang mendorong terjadinya komodifikasi tradisi dan identitas lokal dalam aktivitas wisata. Kawasan Benteng Somba Opu sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Kabupaten Gowa mengalami transformasi fungsi budaya dari warisan sosial menjadi komoditas ekonomi yang dikemas untuk kepentingan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk komodifikasi tradisi dan identitas lokal dalam pariwisata budaya serta dampaknya terhadap pelestarian budaya masyarakat lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan pengelola wisata, pelaku seni budaya, tokoh masyarakat, dan wisatawan sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komodifikasi budaya di kawasan Benteng Somba Opu terjadi melalui pengemasan pertunjukan seni tradisional, penggunaan simbol budaya lokal, pemanfaatan rumah adat, serta penjualan produk budaya sebagai daya tarik wisata. Proses tersebut memberikan dampak positif berupa peningkatan ekonomi masyarakat dan promosi budaya daerah, namun juga menimbulkan pergeseran makna budaya akibat dominasi orientasi ekonomi dan kebutuhan pasar wisata. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengelolaan pariwisata budaya yang berkelanjutan melalui penguatan edukasi budaya, pelibatan masyarakat lokal, serta perlindungan terhadap nilai autentik tradisi agar budaya lokal tetap terjaga sebagai identitas sosial masyarakat Gowa.
LITERASI PAJAK LINGKUNGAN DAN KESADARAN SOSIAL-EKOLOGIS: TINJAUAN LITERATUR TERSTRUKTUR Adriansyah; Yulia Yunita Yusuf
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 01 (2026): Volume 03 Nomor 01 (Jun 2026)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v3i01.691

Abstract

Pajak lingkungan tidak hanya dapat dipahami sebagai instrumen fiskal, tetapi juga sebagai sarana edukasi sosial untuk membentuk kesadaran ekologis masyarakat. Artikel ini bertujuan mengkaji hubungan antara literasi pajak lingkungan dan kesadaran sosial-ekologis melalui pendekatan tinjauan literatur terstruktur. Kajian dilakukan terhadap artikel jurnal nasional terindeks dan sumber ilmiah relevan yang membahas pajak karbon, pajak lingkungan, literasi pajak, pendidikan lingkungan, dan perilaku pro-lingkungan. Literatur dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola hubungan, fokus kajian, dan celah penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi pajak lingkungan berperan dalam menjembatani pemahaman masyarakat mengenai fungsi pajak sebagai alat pengendalian eksternalitas lingkungan. Literasi yang baik dapat meningkatkan penerimaan sosial terhadap kebijakan fiskal hijau, memperkuat kepedulian lingkungan, dan mendorong perilaku sosial yang lebih bertanggung jawab. Namun, literatur juga menunjukkan bahwa isu pajak lingkungan di Indonesia masih lebih banyak dibahas dari sisi regulasi dan penerimaan negara, sementara dimensi edukasi sosial dan kesadaran ekologis belum banyak dikembangkan. Artikel ini menawarkan kerangka konseptual sederhana bahwa literasi pajak lingkungan dapat menjadi pintu masuk pendidikan sosial-ekologis, khususnya bagi mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat perkotaan.
LITERASI AKUNTANSI KEBERLANJUTAN DALAM MENINGKATKAN KESADARAN SOSIAL DAN LINGKUNGAN: TINJAUAN LITERATUR TERSTRUKTUR Yulia Yunita Yusuf; Adriansyah
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 01 (2026): Volume 03 Nomor 01 (Jun 2026)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v3i01.692

Abstract

Perkembangan isu keberlanjutan menuntut akuntansi tidak hanya dipahami sebagai proses pencatatan transaksi keuangan, tetapi juga sebagai sarana pertanggungjawaban sosial dan lingkungan. Namun, pemahaman mengenai akuntansi keberlanjutan masih sering terbatas pada pelaporan perusahaan, sehingga aspek literasi dan pembentukan kesadaran sosial-lingkungan belum banyak ditekankan. Artikel ini bertujuan menelaah peran literasi akuntansi keberlanjutan dalam meningkatkan kesadaran sosial dan lingkungan melalui pendekatan tinjauan literatur terstruktur. Literatur dikumpulkan secara purposif dari artikel jurnal nasional dan internasional yang membahas akuntansi keberlanjutan, pelaporan keberlanjutan, green accounting, corporate social responsibility, pendidikan akuntansi, dan kesadaran lingkungan. Hasil telaah menunjukkan bahwa literasi akuntansi keberlanjutan memiliki empat peran utama, yaitu memperluas pemahaman akuntansi dari orientasi laba menuju tanggung jawab pemangku kepentingan, mendorong transparansi kinerja ekonomi-sosial-lingkungan, memperkuat pendidikan akuntansi yang berorientasi etis, serta membangun kepedulian sosial-ekologis. Artikel ini menyimpulkan bahwa akuntansi keberlanjutan dapat ditempatkan sebagai instrumen edukasi sosial yang relevan untuk membentuk kesadaran generasi muda, pelaku usaha, dan masyarakat terhadap pentingnya praktik ekonomi yang bertanggung jawab.
PERAN GERAKAN MAHASISWA DALAM MENYAMPAIKAN ASPIRASI TERHADAP KEBIJAKAN PEMERINTAH DI KOTA MAKASSAR Muhammad Nur; Rahmawati
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 01 (2026): Volume 03 Nomor 01 (Jun 2026)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v3i01.707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendorong munculnya gerakan sosial demonstrasi mahasiswa dan tahapan-tahapan gerakan sosial demonstrasi mahasiswa sebagai kritik terhadap Pemerintah di kota Makassar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kajian pustaka (studi literatur) dan sumber data sekunder. Teknik analisis data penelitian ini terdapat tiga teknik analisis data yang digunakan, yang pertama adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong munculnya gerakan sosial demonstrasi mahasiswa terbagi menjadi dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal, seperti meningkatnya kesadaran politik dan ideologi mahasiswa yang berkembang dari lingkungan kampus dan dinamika sosial. Faktor eksternal, yaitu adanya ketidakpuasan terhadap kebijakan publik pemerintah yang dianggap tidak adil atau tidak transparan, dan lain-lain. Adapun tahapannya terdiri atas empat tahapan yaitu tahap kemunculan (emergent), tahap peleburan (cholescene), tahap birokratisasi (bureaucratization), dan tahap penurunan (decline).
Konformitas Perilaku Merokok pada Remaja: Studi Kasus Remaja di Kecamatan Rappocini Kota Makassar Muh Rijal
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 01 (2026): Volume 03 Nomor 01 (Jun 2026)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v3i01.724

Abstract

Perilaku merokok pada remaja menjadi salah satu fenomena sosial yang terus berkembang di lingkungan perkotaan, termasuk di Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku merokok remaja serta makna merokok dalam kehidupan sosial remaja yang dikaitkan dengan konformitas kelompok sebaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik Purposive sampling. Pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan remaja berusia 15-20 tahun yang aktif mengkonsumsi rokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku merokok pada remaja dipengaruhi secara dominan oleh faktor teman sebaya, lingkungan sosial, serta kebutuhan untuk memperoleh penerimaan dalam kelompok pertemanan. Remaja memaknai merokok sebagai simbol solidaritas, kedewasaan, maskulinitas, dan sarana membangun relasi sosial dengan teman sebaya. Konformitas sosial terlihat dari kecenderungan remaja mengikuti kebiasaan kelompok agar tidak dianggap berbeda atau dikucilkan dalam lingkungan pergaulan. Oleh karena itu, diperlukan peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membangun lingkungan sosial yang lebih positif guna mencegah perilaku merokok pada remaja.
THE HISTORICAL DEVELOPMENT OF PANCASILA IN INDONESIAN NATIONAL LIFE Kurnia Ali Syarif
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 01 (2026): Volume 03 Nomor 01 (Jun 2026)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v3i01.795

Abstract

Pancasila is the philosophical foundation and ideological identity of the Indonesian nation that originated from the historical, cultural, religious, and social values of Indonesian society. This study aims to analyze the historical development of Pancasila, including the values that existed before Indonesian independence, the process of its formulation and ratification as the foundation of the state, and its development from the Old Order period to the Reform era. This research employed a qualitative method using a library research approach. Data were collected through documentation studies from books, scientific journals, official documents, and other relevant academic sources discussing the history and development of Pancasila. The collected data were analyzed using descriptive qualitative analysis to provide a systematic understanding of the role and implementation of Pancasila throughout Indonesian history. The results of the study indicate that the values of Pancasila had existed long before independence through traditions such as mutual cooperation, deliberation, tolerance, and social justice within Indonesian society. The formulation of Pancasila was carried out through discussions, debates, and compromises among Indonesian national leaders before being officially established as the ideological foundation of the state. Furthermore, the implementation of Pancasila has experienced various political and social dynamics across different governmental periods. The novelty of this study lies in its comprehensive discussion of the historical development, political transformation, and contemporary challenges of Pancasila in the era of globalization and digital transformation.
WOMEN'S ECONOMIC EMPOWERMENT THROUGH UMKM TOWARDS INDEPENDENCE Ernawati S. K
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 01 (2026): Volume 03 Nomor 01 (Jun 2026)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v3i01.813

Abstract

The Micro, Small, and Medium Enterprises (UMKM) sector is currently a medium for strengthening the role of women in poverty alleviation in the national economic development agenda. Women's involvement in this area has been shown to provide room for increased agency and access to financial resources, which in turn can support household well-being and expand the reach of their social participation. This study article aims to describe in depth the tensions that arise when women's economic independence clashes with socio-cultural constructions that continue to place women as the main responsible for domestic affairs. The study approach uses literature studies through various relevant scientific journals according to the study of the problem. The results of the study show that the success of economic empowerment programs is often not able to change the gender structure at the family level proportionally. However, behind the economic success, it was found that the financial independence achieved by women in the public (productive) realm did not necessarily break down the walls of patriarchal culture in the private (reproductive) realm. This condition triggers vulnerability for women to physical and psychological pressure, due to the demand to carry out productive and reproductive roles simultaneously without a balanced division of duties. Therefore, this study emphasizes that the success of women's empowerment should not be measured only through income indicators. Sociocultural transformation is needed that promotes gender equality and a fairer distribution of domestic burdens, as well as more accommodating institutional support for women entrepreneurs.

Page 4 of 4 | Total Record : 39