cover
Contact Name
Wasis Wuyung Wisnu Brata
Contact Email
wasisbrata@unimed.ac.id
Phone
+6282225497755
Journal Mail Official
pelitaunimed@gmail.com
Editorial Address
Prodi Pendidikan Biologi FMIPA Unimed, Jl. Willem Iskandar Pasar V, Medan 20221
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pelita Pendidikan
ISSN : 23383003     EISSN : 25023217     DOI : 10.24114/jpp.v9i1
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pelita Pendidikan, an electronic journal, provides a forum for publishing the original research articles and review articles from contributors related to biological education research. This journal encompasses original research articles and review articles, including: Learning models Learning assessment Learning media Scientific process skills Scientific literacy Scientific attitude Teaching strategy Thinking skills learning difficulties Moral knowing Teacher professional development
Articles 430 Documents
HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN JEJARING SOSIAL DENGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X MIA DAN XI MIA DI SMA NEGERI 1 SUNGGAL Bimbi Nullah; Syahmi Edi
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpp.v5i1.10504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan  intensitas penggunaan jejaring sosial dengan hasil belajar biologi siswa kelas X MIA dan XI MIA di SMA Negeri 1 Sunggal T.P.2015/2016. Populasinya seluruh siswa kelas X dan XI MIA SMA Negeri 1 Sunggal T.P.2015/2016 berjumlah 344 orang. Sampel ditentukan dengan Purposive Sampling, dimana sampel berjumlah 115 orang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan metode survei, dengan lembar pengamatan kegiatan penggunaan jejaring sosial selama tujuh hari dan soal tes kemampuan kognitif biologi semester dua sebagai alat pengumpul data. Dari hasil uji persyaratan data diketahui bahwa intensitas penggunaan jejaring sosial dan  hasil belajar biologi siswa berdistribusi secara normal dan homogen dengan skor rata-rata 79,15 dan standard deviasi 39,976 untuk data intensitas penggunaan jejaring sosial,  dan nilai rata-rata 55,48 dengan standard deviasi 18,7 untuk hasil belajar biologi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara intensitas penggunaan jejaring sosial dengan hasil belajar biologi. Hal ini dibuktikan dengan nilai korelasi -0,461 pada siswa kelas X MIA dan XI MIA  serta tidak terdapat perbedaan intensitas penggunaan jejaring sosial antara perempuan dan laki-laki maupun antar kelas X MIA dan XI MIA SMA Negeri 1 Sunggal T.P. 2015/2016. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan penggunaan jejaring sosial siswa kelas X MIA dan XI MIA di SMA Negeri 1 Sunggal T.P.2015/2016 tidak membawa dampak baik bagi hasil belajar biologi. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pemahaman siswa terhadap pemanfaatan jejaring sosial sebagai media yang seharusnya meningkatkan kualitas diri seperti hasil belajar biologi, serta kurangnya pengawasan orang tua serta guru di sekolah terhadap jejaring sosial yang digunakan oleh siswa.Kata Kunci: intensitas, jejaring sosial, hasil belajar biologi
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Terhadap Hasil Belajar Dan Keterampilan Proses Sains Siswa Pada Materi Sistem Reproduksi Manusia Di Kelas XI-PMS SMA Negeri 1 Binjai Tahun Pembelajaran 2014/2015 Ayu Novita Sari; Nuraini Harahap
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpp.v3i4.3983

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalahterhadap hasil belajar dan keterampilan proses sains siswa pada materi sistem reproduksimanusia di kelas XI PMS SMA Negeri 1 Binjai. Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI PMS SMA Negeri 1 Binjai. Teknikpengambilan sampel dilakukan dengan random sampling, kelas XI PMS4 sebagai kelas kontroldan kelas XI PMS1 sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkandata hasil belajar berupa tes tertulis, sedangkan data keterampilan proses sains diperolehmelalui observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai postes kelas eksperimenlebih tinggi yakni 82,3 dibandingkan dengan kelas kontrol yakni 71,82. Dari hasil pengujianhipotesis diperoleh bahwa thitung > ttabel (6,63 > 1,99). Sehingga dapat disimpulkan bahwa adapengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa. Sedangkan rataratanilai keterampilan proses sains kelas eksperimen adalah 81,96 dan pada kelas kontroladalah 59,20. Dari hasil pengujian hipotesis diperoleh bahwa thitung > ttabel (10,79 > 1,99).Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model problem based learning terhadapketerampilan proses sains siswa.Kata kunci: problem based learning, hasil belajar, keterampilan proses sains
FAKTOR-FAKTOR KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATERI INVERTEBRATA DI KELAS X IPA SMA NEGERI 3 RANTAU UTARA Rahmadani Putri; Mhd. Yusuf Nasution
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpp.v8i1.11246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar siswa pada materi invertebrata di kelas X IPA SMA Negeri 3 Rantau Utara tahun pembelajaran 2017/2018 dari aspek kognitif, indikator pembelajaran, dan faktor penyebab kesulitan belajar siswa. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA SMA Negeri 3 Rantau Utara tahun pembelajaran 2017/2018. Sampel penelitian diambil secara total sampling. Instrument penelitian ini dengan menggunakan soal tes dan angket. Hasil penelitian menunjukkan siswa mengalami kesulitan belajar dalam materi invertebrata pada aspek kognitif C1 (43%) termasuk kategori tinggi, C2 (36,96%) termasuk kategori tinggi, C3 (31,16%) termasuk kategori sedang, C4 (55,37%) termasuk kategori sangat tinggi, C5 (47,11%) termasuk kategori sangat tinggi dan C6 (36,23%) termasuk kategori tinggi. Pada indikator pembelajaran ke-1 siswa mengalami kesulitan belajar (40,22%) termasuk kategori tinggi, indikator pembelajaran ke-2 (55,56%) termasuk kategori sangat tinggi, indikator pembelajaran ke-3 (38,89%) termasuk kategori tinggi, indikator pembelajaran ke-4 (23,19%) termasuk kategori sedang dan indikator pembelajaran ke-5 (46,09%) termasuk kategori sangat tinggi. Faktor yang cukup berpengaruh dalam kesulitan belajar oleh siswa kelas X IPA SMA Negeri 3 Rantau Utara tahun pembelajaran 2017/2018 adalah minat, motivasi, dan materi pelajaran. Faktor lain seperti intelegensi, orangtua (keluarga), kondisi kelas, sekolah dan lingkungan di luar keluarga berada dalam kategori lemah pengaruhnya terhadap kesulitan belajar. Faktor kesehatan dan guru berada dalam kategori sangat lemah pengaruhnya terhadap kesulitan belajar.Kata-kata Kunci: Kesulitan belajar, kognitif, indikator pembelajaran, invertebrata,  faktor kesulitan belajar
PENGARUH STATUS SEKOLAH, RENCANA PENDIDIKAN SETELAH TAMAT SMA DAN LATAR BELAKANG PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP LITERASI SAINS SISWA SMA KELAS XI IPA SE-KOTA KISARAN TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016 Yulia Rezka Fajar Aini; Syarifuddin Syarifuddin
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpp.v4i1.3689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status sekolah, rencana pendidikan setelah tamat SMA dan latar belakang pendidikan orang tua terhadap literasi sains siswa SMA kelas XI IPA se-Kota Kisaran Tahun Pembelajaran 2015/2016. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA kelas XI IPA Negeri dan Swasta yang berjumlah 822 siswa di Kisaran. Sampel diambil secara acak (random sampling) sebanyak 357 siswa terdiri dari 78 siswa SMA N 1 Kisaran, 80 siswa SMA N 2 Kisaran, 78 siswa SMA N 4 Kisaran, 64 siswa SMA Swasta Muhammadiyah 8 Kisaran, 42 siswa SMA Swasta Taman Siswa Kisaran, 15 siswa SMA swasta Daerah Kisaran. Jenis penelitian adalah survey analitik. Hasil analisis data tes literasi sains menunjukkan bahwa sebanyak (46%) memiliki tingkat literasi sains yang sangat rendah (skor <54) disusul 28% literasi sains siswa tergolong cukup dengan rentang skor 55-59. Hanya 18% dari siswa yang memiliki skor literasi sainsnya yang tergolong tinggi (skor 75-85) dan 7% memiliki literasi sains tergolong rendah (55-59). Sisanya hanya 1% yang tergolong sangat tinggi (86-100). Analisis statistika penelitian ini menggunakan analisis varians tiga jalur, analisis varians satu jalur dan uji t tidak berpasangan dari hasil ketiga uji tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pada status sekolah dan rencana pendidikan setelah tamat SMA terhadap literasi sains dengan hasil (F = 5,275 ; P = 0,022), (F= 5,469 ; P= 0,005) sedangkan latar belakang pendidikan orang tua tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap literasi sains (F = 0,327 ; P = 0,923).
PENGGUNAAN AUGMENTED REALITY UNTUK MEMFASILITASI PERUBAHAN REPRESENTASI KONSEPTUAL SISWA TENTANG SISTEM PERNAPASAN Putri Syafigha Annisa; Ari Widodo; Diana Rochintaniawati
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 8, No 4 (2020): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpp.v8i4.19626

Abstract

Augmented Reality (AR) merupakan teknologi tepat guna dalam pendidikan yang dapat memvisualisasikan objek maya menjadi seolah nyata. AR dapat mempermudah pemahaman siswa dalam memahami konsep yang abstrak. Materi sistem permapasan yang cukup abstrak perlu dibantu menggunakan AR karena penggunaan AR dapat memvisualisasikan objek yang bersifat mikroskopik dan submikroskopik. Visualisasi yang ditampilkan AR mampu membuat siswa melihat seolah secara nyata organ sistem pernapasan lengkap dengan proses yang terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi penggunaan AR dalam memfasilitasi perubahan representasi konseptual siswa tentang sistem pernapasan. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experimental dengan desain Non-Equivalent Control Group Design. Dalam pelaksanaannya pembelajaran pada kelas eksperimen menggunakan AR dengan memindai marker yang terdapat pada LKS sedangkan pada kelas kontrol melaksanakan pembelajaran menggunakan power point. Perubahan representasi konseptual siswa dianalisis berdasarkan pada penggunaan bentuk dan level representasi serta akurasi dan kedalaman konsep. Hasil penelitian menunjukkan AR dapat memfasilitasi perubahan bentuk dan level representasi. Kelas eksperimen menunjukkan akurasi dan kedalaman konsep yang lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Jawaban di kelas eksperimen sudah menunjukan pada proses yang merinci lengkap dengan proses difusi, sedangkan pada kelas kontrol tidak. Perubahan bentuk representasi didominasi oleh bentuk tulisan kemudian berubah menjadi tulisan & gambar. Sebelum menggunakan AR level representasi didominasi oleh level makroskopik. Sedangkan Setelah menggunakan AR level representasi siswa didominasi oleh level representasi mikroskopik.
AKTIVITAS BELAJAR SISWA YANG MENGINDIKASIKAN SISWA BERPIKIR KRITIS PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS XI IPA-7 MAN 1 MEDAN Nurlaizar Andriani; Zulkifli Simatupang
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpp.v5i4.8874

Abstract

                Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas belajar siswa yang mengindikasikan siswa berpikir kritis pada pembelajaran biologi kelas XI IPA-7 MAN 1 Medan Tahun Pembelajaran 2015/2016. Populasinya yaitu siswa kelas XI IPA-7 MAN 1 Medan Tahun Pembelajaran 2015/2016 berjumlah 40 orang. Sampel ditentukan dengan Random Sampling, dimana sampel berjumlah 20 orang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan menggunakan lembar aktivitas belajar siswa sebagai alat pengumpul data penelitian. Pengamatan dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan. Dari hasil data yang diperoleh diketahui bahwa kemunculan aktivitas berpikir kritis sangat rendah dimana aktivitas belajar yang muncul hanyalah aktivitas menjawab pertanyaan. Pada pengamatan pertama aktivitas berpikir kritis diperoleh dengan persentase sebesar 11,11% dan untuk pengamatan kedua aktivitas berpikir kritis diperoleh dengan persentase sebesar 16,6%. Ada beberapa faktor yang melatar belakangi rendahnya kemunculan aktivitas berpikir kritis ini yaitu disebabkan oleh pertanyaan yang muncul belum mampu mendorong munculnya aktivitas-aktivitas berpikir kritis dan strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru yaitu strategi pembelajaran ekspositori yangmana strategi pembelajaran ini memang tidak didesain untuk memuncul­kan aktivitas belajar yang lain.Kata kunci : Aktivitas Belajar, Berpikir Kritis
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAYING DAN METODE STAD PADA MATERI SISTEM URINARIA Fitri Lukluk Wardhani Siregar; Riwayati Riwayati
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpp.v4i2.4059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa menggunakan metode Role Playing dan metode STAD pada pembelajaran biologi Sub Materi Pokok Sistem Ekskresi Manusia di Kelas XI IPA MA AL-Washliyah Tebing Tinggi Tahun Pembelajaran 2015/2016. Sampel penelitian yang digunakan terdiri dari dua kelas, yaitu kelas XI IPA2 menggunakan metode role playing dan IPA3 menggunakan metode STAD, setiap kelas terdiri dari 33 siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan metode Role Playing sebesar 80,91 sedangkan rata-rata hasil belajar siswa dengan menggunakan metode STAD sebesar 70,45. Adanya perbedaan hasil belajar siswa pada kedua kelas penelitian tersebut dibuktikan melalui pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t dan taraf kepercayaan a = 0,05, dimana thitung > ttabel (3,02 > 1,99), yang berarti dalam penelitian ini Ho ditolak sekaligus menerima Ha. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar siswa menggunakan metode Role Playing dan metode STAD pada pembelajaran biologi Sub Materi Pokok Sistem Ekskresi Manusia di Kelas XI IPA MA AL-Washliyah Tebing Tinggi Tahun Pembelajaran 2015/2016. Kata Kunci : Sistem Urinaria pada Manusia, Hasil Belajar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PENGETAHUAN LINGKUNGAN MAHASISWA DI STKIP LABUHAN BATU Siti Zahara Saragih; Novi Fitriandika Sari; Nurhakima Ritonga
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpp.v6i3.10789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran terhadap: (1) kemampuan berpikir kritis, (2) kecakapan sosial, dan (3) hasil belajar mahasiswa pada materi polusi lingkungan di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Yayasan Universitas Labuhanbatu. Metode penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan sampel penelitian sebanyak 3 kelas ditentukan dengan teknik purposive sampling. Kelas A dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah, kelas B dengan model  pembelajaran inkuiri, sedangkan kelas C (kontrol) dengan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian menggunakan tes kemampuan berpikir kritis dalam bentuk uraian. Teknik analisis data menggunakan Analisis Kovariat (ANAKOVA) pada taraf signifikansi α = 0,05 dengan bantuan SPSS 21.0. Hasil penelitian menunjukkan: terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis (F=10,379; P=0,000). Kemampuan berpikir kritis mahasiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah (PBM) (80,200 6,073) tidak berbeda secara statistik dengan mahasiswa yang dibelajarkan dengan model inkuiri (79,700 7,813), tetapi kedua model PBM dan inkuiri lebih tinggi secara signifikan dibandingkan model konvensional (73,000 10,198).Kata Kunci: Inkuiri, Kemampuan Berpikir Kritis,  Konvensional, dan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM).
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA MATERI VIRUS DI KELAS X SMA AL -HIDAYAH Fitriana Fitriana; Riwayati Riwayati; Rika Khairani
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Pelita Pendidikan Desember 2016
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpp.v4i4.6691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa menggunakan modelpembelajaran Numbered Head Together (NHT) dan Student Teams Achievement Division (STAD) pada materiVirus dikelas X SMA Al-Hidayah T.P 2016/2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAAl-Hidayah Medan yang terdiri dari 3 kelas dengan jumlah siswa 105 orang. Pengambilan sampel diambil secaraRandom sampling sebanyak dua kelas yaitu X-2 sebagai kelas Numbered Head Together (NHT) dengan jumlahsiswa 33 orang dan kelas X-3 sebagai kelas Student Teams Achievement Division (STAD) dengan jumlah siswa 36orang, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 69 orang. Alat yang digunakan untuk pengambilan dataadalah tes pilihan ganda yang terdiri dari 30 soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa padakelas X-2 Numbered Head Together (NHT) diperoleh 79,79 ± 9,50 dan pada kelas X-3 Student TeamsAchievement Division (STAD) diperoleh 76,75 ± 11,62. Adanya perbedaan hasil tersebut dibuktikan melaluipengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t dan taraf kepercayaan taraf α = 0,05, dimana thitung > ttabel (12,60> 1,998) yang berarti dalam penelitian ini H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkanbahwa hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT lebih baik dari padatipe STAD pada materi virus dikelas X SMA Al-Hidayah T.P 2016/2017.Kata kunci : Hasil belajar, Kooperatif, Numbered Head Together, Student Teams Achievement Division, Virus
Identifikasi Miskonsepsi Siswa Pada Materi Genetika Di Kelas XII IPA SMA Negeri 13 Medan Tahun Pembelajaran 2014/2015 Fahrizal Prabowo Sarhim; Fauziyah Harahap
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpp.v3i4.4002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan miskonsepsi siswa terhadap materiGenetika di kelas XII IPA SMA Negeri 13 Medan. Metode penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII IPA SMA Negeri 13Medan yang berjumlah tujuh kelas. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara sampelkelompok (cluster sample) dan dipilih dua kelas, yaitu: kelas XII IPA 2 dan kelas XII IPA 7berdasarkan rekomendasi guru Biologi. Total sampel yang dipakai berjumlah 91 siswa. Teknikpengumpulan data dalam penelitian ini berupa instrumen tes diagnostik dua dimensi yang terdiri40 soal berbentuk pilihan ganda dengan tingkat keyakinan (CRI). Hasil penelitian menunjukkanterdapat miskonsepsi siswa terhadap materi Genetika sebesar 32,01%. Dari delapan indikatorpembelajaran terdapat tiga indikator dengan jumlah miskonsepsi yang tinggi, yaitu: indikator 8(mendeskripsikan proses sintesis protein, 38,46%), indikator 5 (mendeskripsikan struktur RNA,37,94%), dan indikator 2 (mendeskripsikan hubungan sel, kromosom, gen, dengan DNA,37,55%). Berdasarkan tingkat kognitif tes, siswa paling banyak mengalami miskonsepsi padaC5 (evaluasi, 41,94%).Katakunci: identifikasi miskonsepsi siswa, genetika

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL PELITA PENDIDIKAN Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL PELITA PENDIDIKAN Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL PELITA PENDIDIKAN Vol. 13 No. 2 (2025): JURNAL PELITA PENDIDIKAN Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL PELITA PENDIDIKAN Vol. 12 No. 4 (2024): JURNAL PELITA PENDIDIKAN Vol 12, No 3 (2024): Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 11 No. 4 (2023): Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2023): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 11, No 3 (2023): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 10, No 4 (2022): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 10, No 3 (2022): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 9, No 4 (2021): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 9, No 3 (2021): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 8, No 4 (2020): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Pelita Pendidikan Desember 2016 Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Pelita Pendidikan September 2016 Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Pelita Pendidikan More Issue