Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran (JP-3) merupakan media publikasi karya ilmiah yang diterbitkan oleh Rayhan Intermedia. Jurnal ini diterbitkan dalam rangka untuk mempromosikan dan menyebarluaskan pengetahuan serta teknologi yang berhubungan dengan pembelajaran dan dunia pendidikan umumnya. Jurnal ilmiah ini terbit 3 (tiga) edisi dalam setahun yaitu Januari-April, Mei-Agustus, dan September-Desember.
Articles
1,193 Documents
Project Based Learning untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini TKN Nilla Gading Rompegading
Asri Febrianti Ramli;
Dwi Jayanti
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.595
Motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot-otot kecil dan koordinasi mata dan tangan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan motorik halus anak usia dini dengan menggunakan metode PJBL. Sampel penelitian ini melibatkan sebanyak 12 orang anak usia dini kelompok A. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian menunukkan peningkatan yang signifikan terhadap motorik halus anak. Penelitian ini merekomendasikan kepada para guru untuk metode pembelajaran yang meningkatkan motorik halus anak usia dini.
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Melui Kegiatan Kolase Menggunakan Bahan Alam Pada Anak Usia Dini
Ismawati Ismawati
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.596
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Kolase dengan Menggunakan Bahan Alam Pada Anak Usia Dini Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan kolase dengan menggunakan bahan alam pada anak didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang teridiri dari dua siklus. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah anak didik sebanyak 15 anak didik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan secara bertahap pada kemampuan motorik halus melalui kegiatan kolase bahan alam. Peningkatan kemampuan motorik halus melalui kegiatan kolase dengan menggunakan bahan alam dalam pelaksanaan siklus I memperoleh nilai rata-rata perkembangan yang diperoleh ialah 49.4% dengan kriteria Mulai Berkembang (MB). Pada siklus II, dengan rata-rata perkembangan yang diproleh ialah 77.9.% dengan kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB). Berdasarkan hasil penelitian tersebut di atas, dapat disimpulkan Hasil belajar anak didik dalam peningkatkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan kolase menggunakan bahan alam pada anak didik mengalami peningkatan.
Penerapan Model Problem Based Learning dengan Aplikasi Canva untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Sejarah di SMA Negeri 17 Makassar
Muhammad Afdhal Kamaaruddin;
Bustan Bustan;
Abdul Asis
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.597
Hasil belajar merupakan cerminan tingkat keberhasilan atau pencapaian tujuan dari proses belajar yang telah dilaksanakan yang pada puncaknya diakhiri dengan suatu evaluasi. Berdasarkan hasil observasi peneliti, hasil belajar peserta didik kelas XI Mipa 7 SMAN 17 Makassar pada pelajaran sejarah masih rendah, kompetensi yang diajarkan seringkali tidak mencapai hasil yang diharapkan. Hal tersebut diakibatkan karena guru masih menggunakan metode ceramah serta guru tidak menggunakan media pembelajaran yang menarik. Sehingga kurangnya aktivitas peserta didik yang mengarahkan pada kegiatan pemecahan masalah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik apabila menggunakan model Problem Based Learning dengan media Canva dalam proses pembelajaran. Desain penelitian pada penelitian ini adalah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan Pre-test di awal pembelajaran setelah itu melakukan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan media Canva dan di akhir pembelajaran dilakukakan test. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dilihat bahwa rata-rata hasil belajar sejarah siklus I 49 % menjadi 89% dan pada siklus II 76% menjadi 94%. Artinya, terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan media Canva terhadap hasil belajar sejarah peserta didik.
Pengaruh Media Pop Up Book Terhadap Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan pada Anak Kelompok A
Wa Ode Nurul Utami;
Nurhayati
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.598
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh media pop up book terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak kelompok A di TK Islam Persahabatan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitaif dengan jenis penelitian Quasi Experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah kelompok A di TK Islam Persahabtan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 14 anak 7 anak sebagai kelompok eksperimen dan 7 anak sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik nonparametrik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan media pembelajaran pop up book terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan anak dikelas eksperimen
Upaya Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar IPA Peserta Didik Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning SMP Negeri 3 Alla
Muhajiratul Haq Suburan;
Salma Samputri;
Fatmawati
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.599
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA peserta didik menggunakan model pembelajaran discovery learning pada peserta didik kelas VII.1 UPT SMP Negeri 3 Alla. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII.1 SMP Negeri 3 Alla yang berjumlah 25 peserta didik. Penelitian ini memuat 2 siklus di dalamnya dengan target motivasi pada pra siklus, siklus 1 dan siklus 2 ialah motivasi peserta didik dalam kategori rendah, tinggi dan sangat tinggi sedangkan pada hasil belajar yaitu nilai KKM kelas pada siklus 1 dan siklus 2 ialah 75. Hasil penelitian motivasi pada siklus 1 adalah 2 peserta didik katergori sangat tinggi, 13 peserta didik kategori tinggi, 8 peserta didik kategori rendah dan 2 peserta didik lainnya kategori sangat rendah. Pada siklus 2, motivasi belajar 10 peserta didik kategori sangat tinggi, 12 peserta didik kategori tinggi dan 3 peserta didik kategori rendah. Hasil belajar peserta didik siklus 1, 11 peserta didik mencapai tuntas atau 44% dan 14 peserta didik tidak tuntas atau 56%. Pada siklus 2 16 peserta didik dikatakan tuntas atau 64% dan 9 dikatakan tidak tuntas atau 36%. Berdasarkan hasil penelitian, model discovery learning dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar peserta didik.
Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar IPA Melalui Media Pembelajaran Video di SMP Negeri 1 Sabbangparu 3
Nurwana Hikma;
Nurhayani H. Muhiddin;
Ummul Asma Azis
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.600
Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Sabbangparu pada mata pelajaran IPA melalui media pembelajaran video. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Analisis data yang digunakan statistik deskriptif dengan pengumpulan data motivasi belajar menggunakan angket dan data hasil belajar menggunakan tes hasil belajar. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata skor awal motivasi sebelum tindakan 55% berada pada kategori rendah kemudian rata-rata meningkat setelah silkus I menjadi 64% dengan kategori sedang, lalu pada siklus II rata-rata motivasi semakin meningkat menjadi 70% dengan kategori tinggi. Seiring dengan meningkatnya motivasi belajar peserta didik, hasil belajarnya pun semakin meningkat mulai dari sebelum tindakan rata-rata hasil belajarnya 36%, kemudian pada siklus I meningkat menjadi 64% dan kembali terjadi peningkatan pada siklus 2 dengan rata-rata persentase 76%. Berdasarkan hasil analisis tersbeut dapat diketahui bahwa pembelajaran dengan menggunakan media video dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA peserta didik.
Penerapan Model Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif dan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas VII C SMP Negeri 1 Enrekang
Hasriany;
Muhammad Aqil Rusli;
Ahmad Tamrin;
Rosdiana
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.601
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar kognitif dan keterampilan proses sains siswa yag dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII.C UPT SMP Negeri 1 Enrekang yang berjumlah 20 orang. Penelitian ini dilakukan dalam empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar kognitif siswa dalam aspek pengetahuan atau tes soal pada siklus 1 diperoleh skor 63, meningkat pada siklus II menjadi 69, lalu meningkat pada siklus III 77. Keterampilan proses sains siswa juga mengalami peningkatan pada siklus I diperoleh skor rata-rata 46, meningkat pada siklus II sebesar 64 kemudian menigkat lagi di siklus II dengan prolehan skor rata-rata 84. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerpan model discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar kognitif dan keterampilan proses sains siswa
Model Pembelajaran Guided Inquiry Learning: Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika Peserta Didik di SMA Negeri 2 Majene
Dian Awaluddin Adam;
Benyamin Benyamin
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.602
Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep fisika peserta didik melalui penerapan Model pembelajaran Guided Inquiry Learing dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian ini ialah Penelitian Tindakan kelas (PTK) Kolaboratif. Subjeck penelitian ini adalah peserta didik kelas XI Peminatan Fisika (1) SMA Negeri 2 Majene tahun ajaran 2022/2023, dengan jumlah peserta didik sebanyak 28 orang. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini adalah tes yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan peserta didik tiap siklus meningkat mulai dari 40,5% pada prasiklus menjadi 49,3% pada siklus I, begitu juga pada siklus II yang awalnya dari persentase peserta didik yaitu 49,3% meningkat menjadi 58,3%. Pada siklus III yang awalnya dari persentase peserta didik yaitu 58,3% meningkat menjadi 68,4% dan hasil tersebut sudah masuk pada kategori baik. Haisl penelitian menunjukkan pembelajaran fisika dengan menggunakan model guided inquiry learning dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika peserta didik kelas XI Peminatan Fisika (1) SMA Negeri 2 Majene.
Peningkatan Hasil Belajar Fisika Kelas X SMA Negeri 2 Enrekang Melalui Model Pembelajaran Project Based Learning Pada Kurikulum Merdeka di Kelas X2 SMA Negeri 2 Enrekang
Nursyamsi . B;
Arjuna Arruan
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.603
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui ada tidaknya peningkatan hasil belajar fisika peserta didik kelas X2 SMA Negeri 2 Enrekang dengan menggunakan model pembelajaran PjBL pada kurikulum merdeka 2) mengetahui besar peningkatan hasil belajar fisika peserta didik kelas X SMA Negeri 2 Enrekang dengan model pembelajaran PjBL pada kurikulum merdeka 3) mengetahui langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran PjBL pada kurikulum merdeka sehingga dapat meningkatkan hasil belajar fisika. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilaksanakan dalam 2 siklus masing-masing dalam 4 tahap, yaitu: tahap Perencanaan (Planning), Pelaksanaan Tindakan (Action), Pengamatan (Observation), dan Refleksi (Reflection). Data dianalisis dengan metode kuantitatif. Hasil penelitian adalah 1) penerapan model pembelajaran PjBL pada materi energi alternatif dapat meningkatkan hasil belajar fisika peserta didik kelas X2 SMA Negeri 2 Enrekang 2) besar peningkatan hasil belajar fisika rata-rata sebelum tindakan sebesar 55; Siklus I nilai gain- test yang didapatkan sebesar 0,37 dengan kategori sedang Pada siklus II nilai gain-test yang didapatkan sebesar 0,66 dengan kategori sedang. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik kelas X2 SMA Negeri 2 Enrekang dari siklus I ke siklus II melalui model pembelajaran project-based learning pada kurikulum merdeka 3) langkah-langkah model pembelajaran PjBL yang terdiri dari: pertanyaan essensial, perencanaan, menyusun jadwal, pengawasan, penilaian, dan evaluasi.
Upaya Peningkatan Minat dan Hasil Belajar IPA Peserta Didik Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning
Nur Mughny Hadi;
Salma Samputri;
Arniati Rasyid;
Andi Sri Hikmawati AF
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.604
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat belajar yang diikuti dengan peningkatan hasil belajar IPA siswa melalui model pembelajaran Discovery Learning. Adapun jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subyek penelitian kelas VII E UPT SPF SMP Negeri 32 Makassar yang berjumlah 24 orang. Pengambilan data menggunakan 3 cara yaitu Observasi, Angket dan Tes. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan persentase rata-rata dari minat dan hasil belajar IPA, kemudian dibandingkan menggunakan tabel pengkategorian minat dan hasil belajar. Dalam pelaksanaannya terdapat 3 siklus yaitu Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II. Berdasarkan hasil penelitian model pembelajaran Discovery Learning dapat menjadi cara untuk meningkatkan minat dan hasil belajar IPA. Peningkatan ini dapat dibuktikan dari persentase minat belajar yang meningkat di setiap siklusnya. Di mana Pra siklus sebesar 69% masuk kategori cukup, meningkat menjadi 83% pada Siklus I dan masuk ke dalam kategori Tinggi. Kemudian secara persentase meningkat menjadi 85% pada siklus II masuk kategori tinggi. Peningkatan minat belajar ini diikuti pula dengan meningkatnya hasil belajar siswa di mana pada siklus 1 rata-rata hasil belajar IPA siswa kelas VIIE hanya 55 mana masuk dalam ketgori sedang sedangkan pada siklus II menjadi 72.5 sudah masuk kategori sangat tinggi.