Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran (JP-3) merupakan media publikasi karya ilmiah yang diterbitkan oleh Rayhan Intermedia. Jurnal ini diterbitkan dalam rangka untuk mempromosikan dan menyebarluaskan pengetahuan serta teknologi yang berhubungan dengan pembelajaran dan dunia pendidikan umumnya. Jurnal ilmiah ini terbit 3 (tiga) edisi dalam setahun yaitu Januari-April, Mei-Agustus, dan September-Desember.
Articles
1,193 Documents
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Peserta Didik di Kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 2 Parepare
Nazhat Afsani;
Abd. Muis;
Sumiyati
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.690
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan selama dua siklus dengan subjek penelitian yaitu peserta didik kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 2 Parepare sebanyak 35 peserta didik. Pengumpulan data dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2022/2023. Data pada penelitian ini yaitu data hasil belajar yang diperoleh melalui pemberian tes evaluasi dalam bentuk soal pilihan ganda sebanyak 20 soal. Data hasil belajar yang diperoleh dianalisis melalui analisis kuantitatif untuk mengetahui kategori ketuntasan hasil belajar peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa terdapat peningkatan ketuntasan hasil belajar dimana jumlah persentase peserta didik yang tuntas pada siklus I 74,28% dan pada siklus II meningkat mencapai 94,28%. Sedangkan terjadi penurunan kategori peserta didik yang tidak tuntas pada siklus I sebesar 25,71% menjadi 5,71% pada siklus II. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan hasil belajar biologi peserta didik.
Menerapkan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Peserta Didik di Kelas X SMA Negeri 1 Pangkep
Dian Aulia Inzani;
Nurhayati Nurhayati;
Arshad Bahri
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.692
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model Project Based Learning (PJBL) sebagai pendekatan pembelajaran dalam mata pelajaran Biologi dan melihat dampaknya terhadap hasil belajar siswa. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang melibatkan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Guru sebagai peneliti mengembangkan rencana pembelajaran yang didasarkan pada prinsip-prinsip PJBL. Selama pelaksanaan pembelajaran, siswa diberi tugas proyek yang melibatkan penerapan konsep-konsep Biologi dalam konteks kehidupan sehari-hari atau situasi nyata. Data hasil belajar siswa dikumpulkan melalui tes dan observasi selama setiap siklus penelitian. Hasil data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif untuk melihat perubahan dalam pemahaman dan pencapaian siswa dari siklus ke siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PJBL dalam pembelajaran Biologi memberikan dampak positif terhadap hasil belajar siswa. Siswa menunjukkan peningkatan pemahaman konsep-konsep Biologi, kemampuan berpikir kritis, kerjasama dalam kelompok, dan keterampilan presentasi. Selain itu, siswa juga menunjukkan kecenderungan yang lebih tinggi untuk mempertahankan pengetahuan yang mereka peroleh melalui pembelajaran PJBL, Penelitian ini menyimpulkan bahwa model Project Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Biologi
Meningkatkan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Pada Pembelajaran Project Based Learning
Nur Hardiyanti;
Rosnaeni Rosnaeni
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.694
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kreatifitas anak usia 5-6 tahun melalui pembelajaran project based learning di TKN 3 Pusat PAUD Miftahul Khaer. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode deskriptif. Metode ini mengikuti prinsip-prinsip penelitian tindakan kelas, meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian yaitu anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 15 anak. Hasil penelitian pada akhir siklus I menunjukkan hanya 8 anak yang mampu mengerjakan tugas yang diberikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kreativitas yang terdiri dari kelancaran, keluwesan, keaslian dan keterperincian pada anak belum mencapai target yang diharapkan. Pada akhir siklus II terjadi peningkatan kreativitas anak yang berada pada kategori sangat baik, sehingga pada akhir siklus II diperoleh, ada 13 anak yang meningkat kreativitasnya dengan sangat baik. Dan 2 anak yang masih perlu bimbingan guru. Melalui pembelajaran project based learning memberikan kebebasan kepada anak untuk bereksplorasi sehingga membuat anak berpikir kreatif. Pembelajaran yang awalnya hanya meniru, tidak antusias dalam pembelajaran membuat anak menjadi lebih semangat dan antusias mengikuti pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan kreatifitas anak hal ini terlihat dari kemampuan anak dalam menciptakan ide, gagasan dan menciptakan suatu produk dengan kreativitasnya sendiri.
Penerapan Model Learning Cycle 5e Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Soppeng Pada Materi Pokok Gelombang
Nurul Husna Muslimin;
Kaharuddin Arafah;
Mulyana Syamsuddin
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.695
Rendahnya tingkat pemahaman siswa terhadap mata pelajaran fisika, terutama materi gelombang karena materinya abstrak, sehingga diperlukan kreativitas guru dalam menyajikan materi. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E (LC 5E) yang terdiri dari 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Soppeng Kabupaten Soppeng tahun ajaran 2022-2023 sebanyak 31 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar siswa dan lembar aktivitas siswa. Hasil yang diperoleh analisis deskriftif kulaitatif dan deskriftif kuantitatif adalah sebagai berikut: kehadiran siswa dalam proses pembelajaran mengalami peningkatan, hal ini dapat dilihat dari daftar hadir siswa tiap pertemuan; keaktifan siswa dalam kerja kelompok; keaktifan siswa dalam mengerjakan soal-soal secara berkelompok; keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas-tugas rumah yang diberikan. Dari siklus I diperoleh tingkat aktivitas siswa 52,01% dengan ketegori cukup dan siklus II diperoleh tingkat aktivitas siswa 77,22 % dengan kategori baik. Dari hasil tersebut , maka disimpulkan bahwa model LC 5E dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Soppeng Kabupaten Soppeng pada materi gelombang.
Penerapan Model Pembelajaran Disvovery Learning untuk Menngkatkan Hasil Belajar dan Kemampuan Koloborasi Peserta Didik
Sri Rahayu Faradilla;
Salma Samputri
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.696
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan keterampilan kolaborasi peserta didik di setiap siklus dengan menggunakan penelitian tindakan kelas melalui model pembelajaran discovery learning. Metode penelitian yang digunakan penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data melalui angket, observasi langsung dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan model pembelajaran discovery learning, keterampilan kolaborasi peserta didik berada pada kategori rendah, sedangkan setalah penerapan discovery learning berada pada kategori tinggi. Adapun hasil belajar pada siklus 1 dan 2 tidak mengalami perubahan yang siginfikan.
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 18 Sinjai
Irma Erviani Irma Erviani;
Muhiddin Palennari;
Rahmaningsih
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.697
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi Peserta Didik Kelas VII. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan kolaborasi siswa melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VII B SMP Negeri 18 Sinjai pada semester genap tahun ajaran 2022/2023 dengan jumlah siswa sebanyak 21 orang. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Pengambilan data dilakukan dengan cara melakukan observasi langsung selama proses pembelajaran berlangsung. Data yang diperoleh, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, dimana indikator keberhasilan penelitian ini adalah adanya peningkatan rata-rata keterampilan kolaborasi siswa pada setiap siklusnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus 1 diperoleh rata-rata persentase skor keterampilan kolaborasi siswa sebesar 45%. Sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan dengan rata-rata skor keterampilan kolaborasi siswa sebesar 75%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Project Based learning dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa.
Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Problem Based Learning untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik di SMAN 2 Makassar
Asnur Fadillah;
Ismail;
Sitti Rahmah
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.698
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar peserta didik dengan menggunakan model Problem Based Learning pada pembelajaran Biologi materi pembelahan sel. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus dilakukan dengan dua kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI BIO 6 sman 2 Makassar yang berjumlah 32 orang siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar peserta didik. Peningkatan moivasi belajar pada siklus 1 memperoleh rata-rata skor sebesar 3,76% dengan presentase 75% berada pada kategori baik dan pada siklus 2 yaitu 4,01 dengan presentasi sebesar 80% juga berada pada kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan Model Problem Based Learning dalam pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui Penerapan Model Discovery Learning pada Materi Ekosistem di SMA Negeri 21 Makassar
Sri Hardiyanti Asad;
Andi Asmawati Azis;
Fatmasari Nur
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.699
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan model Discovery learning pada materi ekosistem. Penelitian ini dilaksankan di SMA Negeri 21 Makassar pada bulan April 2023. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan metode deskriptif. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X.4 yang berjumlah 36 peserta didik. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik pada materi ekosistem meningkat setelah diterapkan pembelajaran dengan model Discovery Learning. Ketercapaian hasil belajar pada siklus I sebesar 61,11% dengan nilai rata-rata kelas 75,41 dan meningkat menjadi 83,33% dengan nilai rata-rata kelas 87,33 pada siklus II. Berdasarkan penelitian tindakn kelas yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan model Discovery learning pada materi Ekosistem dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Menggunting dengan Berbagai Media
Anna Maharani;
Fatmawati Fatmawati
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.700
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan menggunting dengan berbagai media. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah kelompok B2 yang berjumlah 10 orang anak terdiri dari 3 orang anak perempuan dan 7 orang anak laki-laki. Metode Pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Kemampuan awal pra siklus kurang baik dengan nilai skor 15% anak mampu menggunting pola tanpa bantuan dengan rapih, setelah dilakukan tindakan siklus I mengalami peningkatan dengan menunjukkan jumlah (75%) anak sudah mampu menggunakan gunting tanpa bantuan. Setelah dilaksanakan siklus II terjadi peningkatan skor (80%) dengan kriteria anak dapat menggunting tanpa bantuan dengan rapih dan tepat.
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Oral Communication Peserta Didik Kelas X MIPA 1 SMA Negeri 2 Barru
Rahmat Alimin;
Saparuddin;
Larisi
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.701
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan oral communication (komunikasi lisan) melalui model pembelajaran PjBL peserta didik kelas X MIPA 1 UPT SMAN 2 Barru. Subyek penelitian yang digunakan adalah peserta didik kelas X MIPA 1 yang berjumlah 29 peserta didik. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) berdasarkan permasalahan yang terjadi di kelas. Data dan sumber data penelitian tentang keterampilan komunikasi lisan diperoleh melalui lembar observasi, wawancara tertutup dengan guru dan peserta didik, dan dokumentasi dengan menggunakan model pembelajaran PjBL. Pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validasi data menggunakan teknik triangulasi meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang dilakukan menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PjBL dalam kegiatan pembelajaran materi Kingdom Plantae menggunakan proyek menunjukkan adanya peningkatan komponen oral communication (komunikasi lisan) peserta didik sebesar 40% sehingga kemampuan oral communication (komunikasi lisan) peserta didik meningkat menjadi 60%-72,31%.