cover
Contact Name
Abdul Rahman
Contact Email
alliri@unm.ac.id
Phone
+6282394977366
Journal Mail Official
alliri@unm.ac.id
Editorial Address
Kampus Gunungsari Baru Jl. A.P. Pettarani Makassar Prodi Pendidikan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
ALLIRI: Journal of Anthropology
ISSN : 26849925     EISSN : 26849925     DOI : https://doi.org/10.26858
Core Subject : Humanities, Social,
ALLIRI: Journal of Anthropology providing a platform that welcomes and acknowledges high quality empirical original research papers about the results of ethnographic/qualitative research on certain topics and is related to ethnic/social groups in Southeast Asia, particularly in Indonesia; This article is a detailed discussion of applied and collaborative research with strong involvement between the author and the subject of collaborators in implementing intervention programs or other development initiatives that emphasize social, political and cultural issues; A theoretical writing that outlines the social and cultural theories related to the theoretical discourse of anthropology; Finally, the article is a critical review of anthropological references and other ethnographic books that must be published in at least the last 3 years. Published by Prodi Pendidikan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar.
Articles 116 Documents
PARTAI ISLAM DI ERA REFORMASI Mubarak Dahlan
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 No.2 Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSetelah tahun 1955, masyarakat Indonesia harus menunggu selama 44 tahun untuk menyaksikan contoh lain dari pemilihan parlemen yang bebas dan adil. Dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 1999 masyarakat memilih partai politik, bukan individu. Karena tidak ada batasan untuk pembentukan partai-partai politik (sebagai bagian dari program reformasi), Indonesia menyaksikan menjamurnya partai-partai baru. Tidak kurang dari 48 partai diizinkan untuk berpartisipasi dalam Pemilu tahun 1999, meskipun sebagian besar partai-partai ini memainkan peran yang tidak signifikan. Kebanyakan partai politik itu hanya bisa mengandalkan sedikit dukungan saja dari masyarakat. Dalam perpolitikan modern Indonesia, sebuah partai politik pada dasarnya adalah kendaraan politik untuk individu tertentu dan bukan lembaga yang mengekspresikan ideologi atau visi bersama. Karena hanya beberapa orang bisa mengandalkan dukungan publik selama Pemilu 1999, kebanyakan partai politik ditakdirkan untuk menerima sedikit suara 
FACEBOOK DAN PERILAKU IBU RUMAH TANGGA DI DESA SINGA KECAMATAN HERLANG KABUPATEN BULUKUMBA Alfionita Alfionita
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 3, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini ialah: (1) Untuk mengetahui fitur apa yang paling sering digunakan oleh ibu rumah tangga dalam menggunakan media sosial facebook di Desa Singa Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba; (2) Untuk mengetahui perilaku yang berubah sejak ibu rumah tangga di Desa Singa Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba menggunakan media sosial facebook; (3) Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari penggunaaan media sosial facebook dikalangan ibu rumah tangga di Desa Singa Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan 20 (Dua puluh) orang responden. Hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa; (1) terdapat 3 (tiga) fitur yang menempati posisi terbanyak yang paling sering digunakan oleh responden Ibu rumah tangga di Desa Singa Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba. Fitur tersebut antara lain fitur unggah foto dan update status, siarang langsung, komentar dan like. Terdapat juga tiga fitur yang menempati posisi terbanyak yang jarang digunakan oleh responden Ibu Rumah Tangga di Desa Singa Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba antara lain fitur ganti profil, cari teman dan kirim pesan; (2) Perubahan perilaku responden pengguna facebook dikalangan ibu rumah tangga di Desa Singa Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba sesuai dengan hasil penelitian terdapat dua perubahan yakni dari sistem kekerabatan dan gaya hidup; (3) Dampak yang ditimbulkan dari penggunaan media social facebook oleh responden Ibu Rumah Tangga di Desa Singa Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba terdiri dari 2 dampak yakni dampak positif dan negative. Dampak positif diantaranya: Sebagai sarana informasi dan komunikasi, sebagai wadah mempererat silaturahmi dan tempat curhat. Dampak negative diantaranya: Urusan rumah tangga terbengkalai, Boros, penipuan dan perselisihan.
PERKEBUNAN TEH MALINO HIGHLAND DI KABUPATEN GOWA ( SUATU DESTINASI WISATA ) MAULIYANA, NUR
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 3, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Dampak sosial budaya yang terjadi pada kawasan objek wisata Malino Highland (2) Persepsi masyarakat dengan adanya parawisata Malino Highland (3) Strategi pemasaran yang dilakukan oleh pihak pengelola perkebunan teh Malino Highland. Dalam penelitian ini digunakan jenis penelitian kualitatif yang dianalisis dan dituliskan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan individu sebanyak 10 (sepuluh) orang informan.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Intensitas dan pelaku interaksi mempengaruhi perbedaan dampak ini, dari yang mengarah pada perubahan pandangan masyarakat akan budaya asing, perubahan nilai sosial dalam masyarakat lokal sampai pembelajaran budaya lokal oleh wisatawan. Hal ini memicu timbulnya dampak baik positif ataupun negatif pada kedua belah pihak. (2) Masyarakat lokal memiliki kedudukan yang sama pentingnya sebagai salah satu pemangku kepentingan (stakeholder) dalam pembangunan kepariwisataan, selain pihak pemerintah dan industri swasta. (3) adapun strategi pemasaran yang dilakukan pihak pengelola dengan cara membentuk tim marketing yang memang khusus untuk pemasaran. Dengan cara menyebarluaskan tentang perkembangan objek wisata yang terjadi di Malino Highland. Kata kunci: Malino, kebun teh, wisata
PERGESERAN PELAKSANAAN RAMPANAN KAPA’ PADA MASYARAKAT TORAJA DI TONGKONAN PALAWA’ KELURAHAN PALAWA’, KECAMATAN SESEAN KABUPATEN TORAJA UTARA Delfia Tia Palintin; Firdaus w Suhaeb; Nurlela . ,
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 No.1 Juni 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis research aims to find out: (1). How the form of shifting Kapa's Rampage. (2) factors that influence the shift in value in the implementation of the Kapa's Rampan tradition. (3) The perception of Indigenous peoples and millennials about The Kapa' Rampage' is now undergoing a shift. This type of research is qualitative in a descriptive nature, which is research that describes certain situations based on data obtained in detail through observations, interviews, documents and documentation, involving several informants, namely indigenous figures, community leaders, religious figures, indigenous actors, indigenous peoples, and millennials. The results of research that has been done, show that (1) The tradition of marriage of the Toraja people namely Rampanan Kapa' has undergone changes in the community in Palawa Village' in its implementation such as the tradition of food umbawa has not been practiced, as well as the loss of customary marriage law, the function of Tongkonan that began to be ignored, different marriages of cultures or tribes that have occurred, and the use of kapa' looting that is diverse and modern, Of course this makes the loss of value and meaning that is in it as the identity of the Toraja community. (2) The changes that occur are caused by several factors, such as the development of science and technology, the entry of religion, openness to the level of society, having an orientation in the future, and increasing the number of population. (3) Palawa people's perception of this, they can accept the Kapa's Spoils with the changes that occur in it due to the inevitable development of the times and it is impossible to maintain the original tradition, they have their own judgment from the positive and negative side caused. 
TRANSFORMASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN MELALUI ALAT MUSIK TRADISIONAL SINRILIK KESO-KESO PADA MASYARAKAT KECAMATAN SOMBA OPU KABUPATEN GOWA Sudirman . ,; Dimas Ario Sumilih
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 No.2 Desember 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui; 1). Untuk mengetahui latar belakang munculnya budaya Sinrilik pada masyarakat kecamatan somba opu kabupaten gowa. 2). Untuk mengetahui nilai-nilai budaya yang terkandung dalam budaya Sinrilik pada kalangan masyarakat kecamatan somba opu kabupaten gowa. 3). Untuk mengetahui tentang pesan-pesan moral apa saja yang terdapat dalam lirik Sinrilik. Dalam penelitian ini digunakan jenis penelitian kualitatif yang dianalisa dan dituliskan secara deskriftif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menggunakan metode Observasi, Wawancara, Dokumen dan Dokumentasi dan melibatkan sebanyak 5 (lima) informan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa; 1). Latar belakang munculnya budaya Sinrilik pada masyarakat kecamatan somba opu kabupaten gowa, adalah pada masa pemerintahan raja Gowa yang ke-10 dimana Sinrilik sebagai salah satu penyampaian pesan raja kepada rakyatnya. Pada tahun 1545. 2). Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam budaya Sinrilik di kalangan masyarakat kecamatan somba opu kabupaten gowa. yaitu nilai tolong-menolong, saling menghargai dan tidak sombong, 3). Alat musik tradisional Sinrilik Keso-Keso yang terdapat pesan moral apa saja yang terdapat dalam lirik Sinrilik bosi timurung dan Sinrilik Kappala Tallung Batua mengandung nilai moral Spritual dan Tanggung Jawab.  
DAMPAK PERAN PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT PEDESAAN TRANSMIGRASIDAMPAK PERAN PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT PEDESAAN TRANSMIGRASI Ashari Ismail
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 No.1 Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe role of women in development is a role that is demanded, including in transmigration rural development. The role of women is not only in the domestic sphere, but also in the public role. This basic research was conducted in the Baras Sembilan transmigration area, Pasangkayu, to explore the impact of women's developmental roles. The research method used is a qualitative method, with a qualitative descriptive approach. The results of the research show that the role of transmigrant women has an impact on: women's autonomy in decision making, the birth of family equality, and broad employment opportunities. Keywords: The Impact of the Role of Transmigrant Women
RITUAL ATTOANA PADA PROSES PERNIKAHAN DI DESA KALEBAREMBENG, KECAMATAN BONTONOMPO, KABUPATEN GOWA, SULAWESI SELATAN Nofani, Metildis; ., Najamuddin
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 No.1 Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui (1) proses pelaksanaan dan makna ritual attoana di Desa Kalebarembeng (2) urgensi ritual attoana pada proses pernikahan di Desa Kalebarembeng (3) pengaruh ritual attoanabagi masyarakat di Desa Kalebarembeng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Proses pelaksanaan dan makna dari ritual attoana terdapat pada persiapan dan kesepakatan keluarga, attoana puyung tahap pertama dalam ritual attoana, attoana sambut, attoana balasan, attoana naggara. Makna dari attoana naggara sebagai simbol kesepakatan danpersatuan antara keluarga pengantin pria dan pengantin wanita melangsungkan pernikahan; 2. Urgensi ritual attoana pada proses pernikahan dapat melalui beberapa aspek yaitu: mempertahankan warisan budaya, menghormati leluhur dan tradisi, mengukuhkan ikatan keluarga dan masyarakat, pembentukan nilai-nilai sosial dan etika, menyatukan komunitas; 3. Pengaruh ritual attoana bagi masyarakat melalui beberap aspek berikut penguatan identitas budaya, penguatan hubungan sosial, pembentukan solidaritas dan kebersamaan, peningkatan kesadaran spiritual, pemberdayaan ekonomi lokal, meningkatan kepedulianterhadap warisan budaya.
PRAKTIK PELAKSANAAN DAKWAH ISLAM DI KOMUNITAS HIJRAH YUK NGAJI MAKASSAR Rabiah Adawiyah ,; Darman Manda ,; St. Junaeda ,
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menjawab: 1) Mendeskripsikan identitas dari komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar; 2)  Menelaah motif dan bentuk pelaksanaan aktivitas sosial dan dakwah Islam di komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar; 3) Mendeskripsikan dampak pelaksanaan aktivitas sosial dan dakwah Islam yang dilaksanakan di komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar. Penelitian yang dilakukan kali ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Adapun subjek penelitian/informan ialah anggota di komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar. Kemudian, dalam poses pengumpulan data dilakukan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Identitas komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar dapat dilihat dari atribut yang melekat pada komunitas tersebut yaitu: a) Nama komunitas; b) Logo; c) Slogan; d) Aksesoris/merchandise. Komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar juga memiliki sifat atau karakteristik khas yang menjadikannya berbeda dari komunitas hijrah lain. Hal ini terlihat melalui model belajar Islam dan aktivitas dakwah yang dilaksanakan di mana dakwah dan kajian Islam dikemas lebih fresh, santai dan asyik mengikuti kegemaran anak muda, lebih sering diadakan di ruang terbuka atau kafe-kafe daripada di masjid-masjid serta melalui dunia maya memanfaatkan fasilitas media sosial; 2) Berdasarkan teori tindakan sosial Max Weber, motif pelaksanaan aktivitas sosial dan dakwah Islam di Komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar dapat digolongkan ke dalam tipe tindakan afektif dan tindakan rasional berorientasi nilai. Adapun bentuk aktivitas sosial dan dakwah Islam yang dilaksanakan oleh komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar meliputi: a) kegiatan donasi; b) ngabuburead; c) kegiatan informal/santai; d) kajian pekanan; e) kajian bulanan; f) kajian tahunan; g) program KISI (Kelas Intensif Studi Islam), Nge-Slow dan Nge-fast; h) rihlah/perjalanan; dan i) Mabit (Malam Bina Iman dan Takwa); 3) Dampak aktivitas sosial dan kegiatan dakwah Islam komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar adalah: 1) besarnya kesadaran pemuda muslim Kota Makassar dalam mengkaji ilmu Islam dan melakukan perubahan sikap beragama; 2) terbentuknya hubungan yang cair dan tidak terkotak-kotakkan antar sesama pelaku hijrah di Kota Makassar; dan 3) terbangunnya kepedulian sosial sebagai salah satu nilai kebaikan dan kemanusiaan yang relevan dengan ajaran Islam. 
ABSTRAKSI SISTEM SOSIAL DAN BUDAYA SEBAGAI MODAL SOSIAL DALAM PEMBANGUNAN M.Ridwan Said Ahmad
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 No.2 Desember 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKonsep pembangunan yang selalu mengutamakan pertumbuhan ekonomi (growth oriented) ternyata tidak berhasil membangun harkat dan martabat manusia secara hakiki. Berdasarkan kenyataan yang terjadi di lapangan, pembangunan yang semacam itu terutama hanya menghasilkan pertumbuhan material, sehingga tidak mampu menghasilkan lapangan kerja yang mampu mewadahi orang miskin. Pembangunan itu justru telah menjerumuskan dunia ke dalam tiga krisis besar yaitu ; kemiskinan, kekerasan, dan kerusakan lingkungan. Contoh konkret adalah bagaimana pembalakan liar dan penggundulan hutan yang kerapkali dilakukan demi sebuah proyek pembangunan. Pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan menuntut sumber daya yang lebih besar dan tak terbatas. Maka pembangunan seperti itu selalu ditandai dengan perebutan sumber-sumber sehingga mengundang persaingan, konflik, peperangan, dominasi bahkan penindasan. Dalam kondisi seperti ini pengembangan manusia yang beretika dan beradab akan terabaikan. Dengan demikian pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan serta direncanakan secara rapi dari atas (top down) harus dikoreksi dengan paradigma pembangunan baru, yang sering disebut dengan pembangunan yang berpusat pada manusia (People Centered Development).   
PERAN DUTA WISATA DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KOTA MAKASSAR M. Aqiel Rifky Afryan; mauliadi ramli
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 No.2 Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Persepsi masyarakat Kota Makassar terhadap Duta Wisata (2) Bentuk peran Duta Wisata dalam memperkenalkan potensi pariwisata di Kota Makassar (3) Dampak peran Duta Wisata dalam promosi potensi wisata di Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, penentuan informan menggunakan Teknik purposive sampling dengan kriteria informan yang telah ditentukan yaitu Duta Wisata Kota Makassar, Kepala serta pejabat terkait dalam Dinas Pariwisata Kota Makassar, Masyarakat Kota Makassar yang telah berdomisili minimal 10 tahun, Tokoh budaya dan pecinta budaya Kota Makassar. Dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Serta analisis datanya dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) Persepsi masyarakat dengan adanya Duta Wisata meliputi persepsi positif dan persepsi negatif (2) Bentuk peran yang dilakukan Duta Wisata yaitu a) agent of change b) Promotor wisata sejarah dan kuliner c) Perwakilan ajang kegiatan kepariwisataan d) influencer wisata (3) Dampak dari peran Duta Wisata ini meliputi a) Dampak terhadap program kerja dinas pariwisata b) Dampak terhadap program Makassar Tidak Rantasa serta c) Dampak terhadap perekonomian masyarakat binaan.   

Page 7 of 12 | Total Record : 116