cover
Contact Name
Resti Nurmala Dewi
Contact Email
restinurmaladewi@gmail.com
Phone
+6281336684567
Journal Mail Official
jurnalperikanan@unram.ac.id
Editorial Address
Redaksi Jurnal Perikanan Universitas Mataram Program Studi Budidaya Perairan Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Perikanan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23026049     EISSN : 26570629     DOI : 10.29303/jp.v14i3.925
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini memuat artikel yang berhubungan dengan hasil penelitian di bidang perikanan dan ilmu kelautan yang meliputi 1. teknologi penyediaan pakan buatan 2. rekayasa akuakultur 3. teknologi pembenihan dan pembesaran ikan 4. rekayasa genetik 5. teknologi pengendalian hama dan penyakit ikan 6. teknologi budidaya pakan alami 7. manajemen sumberdaya perairan 8. teknologi hasil perikanan 9. teknologi perikanan tangkap 10. ilmu dan teknologi kelautan 11. agribisnis perikanan
Articles 796 Documents
KARAKTERISASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIF PADA MINYAK IKAN TUNA (Thunnus albacares) Suci H Rahmawati; Arlin Wijayanti; Desy Emilyasari
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i1.772

Abstract

Ikan tuna (Thunnus albacares) merupakan salah satu komoditas perikanan yang dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan minyak ikan. Proses ekstraksi minyak ikan dapat dilakukan dengan metode rendering basah (wet rendering). Namun, kualitas minyak ikan tuna kasar yang dihasilkan masih rendah, sehingga belum dimanfaatkan untuk produk pangan. Untuk meningkatkan kualitas minyak ikan tuna kasar maka dilakukan proses pemurnian yang terdiri dari degumming, netralisasi, dan bleaching. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan identifikasi senyawa aktif pada minyak ikan tuna dengan metode rendering basah yang telah dimurnikan. Parameter pengamatan pada penelitian ini meliputi analisis warna, bau, kadar air, rendemen, kadar asam lemak bebas, bilangan peroksida, serta identifikasi senyawa aktif pada minyak ikan tuna menggunakan GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry). Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan data yang diperoleh dengan literatur yang telah terpublikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak minyak ikan tuna dengan metode rendering basah yang dimurnikan menghasilkan karakteristik minyak ikan dengan warna kuning keemasan, memiliki bau khas ikan, memiliki kadar air 0,427%, rendemen 0,487%, kadar asam lemak bebas 0,989%, dan bilangan perioksida 1.387 meq/kg. Kandungan senyawa aktif yang mendominasi minyak ikan tuna yang sudah dimurnikan terdiri dari Eicosapentanoic acid (EPA) 41,0389%; 9-Octadecenoic 33,7938%; dan 9,12-Octadecenic acid 13,195 %.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN MANGROVE Avicennia marina PADA PAKAN TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN TINGKAT PEMANFAATAN PAKAN IKAN NILA SALIN (Oreochromis niloticus) Linayati Linayati; Tri Yusufi Mardiana; Abi Ardana; Muhammad Bahrus Syakirin
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i1.773

Abstract

Keberhasilan kegiatan budidaya ikan nila harus dibantu dengan bahan pendukung. Salah satu bahan yang potensial adalah daun mangrove Api-api. Tujuan penelitian adalah mengetahui dosis yang optimal dan pengaruh pemberian ekstrak daun mangrove api-api terhadap laju pertumbuhan dan tingkat pemanfaatan pakan ikan nila. Hewan uji yang digunakan adalah ikan nila salin dengan ukuran 4-6 cm ± 0,72. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan dosis penambahan ekstrak daun mangrove yaitu, 0 ppm/ kg pakan (A), 150 ppm/ kg pakan (B), 250 ppm/ kg pakan (C), 350 ppm/ kg pakan (D). Parameter yang diamati adalah SGR, EPP, SR dan kualitas air. Ikan nila salin diberikan pakan sebanyak 7% dari biomassa ikan per hari dan frekuensi pakan sebanyak 3 kali sehari selama 35 hari. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa ikan nila salin yang diberi pakan dengan penambahan ekstrak daun mangrove api-api 150 ppm/ kg pakan menghasilkan Laju pertumbuhan tertinggi pada perlakuan B sebesar 4,66%, EPP 80,00%. SR 100%. Kualitas air suhu 27.3-28,6 0C, pH 5,5-6,3, salinitas 14-15 ppt dan DO 6,8-7,9 ppm.
ANALISIS KEANEKARAGAMAN SPESIES PADA JARING INSANG DASAR MENURUT WAKTU PENANGKAPAN DI PERAIRAN DESA LABETAWI KOTA TUAL Juliant Notanubun; Imanuel M Thenu; Yuliana A Ngamel; Ali Rahantan
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i1.775

Abstract

Prinsip pengoperasian jaring insang dasar untuk mmenghadang ikan yang bermigrasi sehingga menyebabkan ikan menyentuh jaring dan terjerat pada insang. Keanekaragaman komunitas mewakili kepadatan spesies dengan melihat jumlah spesies dalam suatu perairan. Tujuan penelitian adalah;  (1) Menganalisis indeks keragaman spesies hasil tangkapan jaring insang dasar; (2) Menganalisis hasil tangkapan .jaring insang dasar berdasarkan perbedaan waktu penangkapan. Operasi penangkapan dilakukan pada pukul 05.00-08.00 wit waktu pagi dan pukul 17.00 -20.00 wit waktu senja. Analisis beda dengan Uji-Pangkat  Bertanda Wilcoxon untuk waktu penangkan pagi dan senja hari  dan untuk analisis keragaman menggunakan Uji statistik Indeks Shannon – Wienner. Hasil menunjukkan distribusi spesies berdasarkan waktu penangkapan  ditemukan Siganus canaliculatus dominan pada waktu pagi dengan jumlah 17 ekor, diikuti spesies Lethrinus atkinsoni 16 ekor sedangkan pada waktu senja, spesies yang dominan tertangap adalah spesies Lethrinus atkinsoni  dengan jumlah individu sebanyak 35 ekor dan spesies Siganus canaliculatus dengan jumlah individu  28 ekor.
ANALISIS KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN BAKTERI Vibrio sp. PADA BUDIDAYA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) SISTEM INTENSIF Bambang Suprakto; Mitaqul Dwi Lestari; Deni Aulia; Nisa Hakimah; Sri Wartini
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i1.777

Abstract

Udang vannamei (Litopenaeus vannamei) adalah spesies udang yang paling ekonomis. Kehadiran bakteri Vibrio sp. pada budidaya udang sistem intensif sebagai penyebab timbulnya penyakit Vibriosis menyebabkan kerugian baik secara sosial maupun ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komposisi dan kelimpahan bakteri Vibrio sp. pada budidaya udang vannamei sistem intensif. Sampel yang diambil berupa media budidaya (air) dan udang (hepatopancreas dan usus) dari 4 kolam berbeda masing-masing 2 kolam di tambak Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Analisis dilakukan dengan menggunakan media agar TCBS. Bakteri Vibrio sp. yang tumbuh yaitu koloni bakteri berwarna hijau (green), dan kuning (yellow) dengan bentuk koloni membundar dan tepi koloni utuh. Komposisi bakteri yang tumbuh yaitu koloni kuning (90,4%) lebih banyak jika dibandingkan jumlah koloni hijau (9,60%). Kelimpahan bakteri Vibrio sp. pada media budidaya udang vannamei sistem intensif yang ditemukan dalam penelitian ini berkisar antara 7,75 x 102 – 15,80 x 102 CFU/ml. Sedangkan kelimpahan bakteri Vibrio sp. pada sampel hepatopancreas dan usus udang yaitu 1,0 x 101 - 3,02 x 104. Kelimpahan bakteri tidak dipengaruhi oleh umur budidaya udang. Jumlah Vibrio sp. pada budidaya udang vannamei system intensif masih dalam batas aman.
ANALISIS TINGKAT KERAMAH LINGKUNGAN ALAT TANGKAP BOUKE AMI DI PELABUH AN PERIKANAN SAMUDERA NIZAM ZACHMAN JAKARTA (PPSNZJ) Ahmad Tabroni; M Tajuddin Noor; Gilang Rusrita Aida
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i1.779

Abstract

Keramah lingkungan suatu alat tangkap merupakan salah satu komponen penting dalam pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Penggunaan alat tangkap ramah lingkungan yang sesuai dengan Kode Etik Perikanan yang Bertanggung Jawab harus dilakukan. Keramah lingkungan mengacu pada kemampuan suatu alat tangkap untuk menangkap ikan dengan dampak lingkungan yang minimal, karena meskipun alat tangkap dapat menangkap ikan dengan baik, alat tangkap tersebut tetap dapat menyebabkan masalah dengan lingkungan laut, seperti kerusakan terumbu karang dan penangkapan ikan yang tidak terdeteksi. Alat tangkap Bouke Ami di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta merupakan salah satu alat tangkap yang efektif dalam menangkap ikan pelagis seperti ikan tembang, lemuru, selar, tenggiri, tongkol, dan tangkapan utamanya yaitu cumi-cumi ( loligo spp ). Alat tangkap Bouke Ami juga memiliki dampak negatif pada ekosistem laut dan oleh karena itu penelitian ini dilakukan guna mengetahui keramah lingkungan Bouke Ami. Penelitian menggunakan metode deskriptif yaitu wawancara dengan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada responden. Berdasarkan hasil penelitian, alat tangkap Bouke Ami di PPSNZJ digunakan untuk menangkap cumi-cumi ( loligo spp ) berukuran kecil, sedang, besar. Hasil tangkapan yaitu ikan pelagis seperti ikan tembang, lemuru, selar, tenggiri, tongkol. Berdasarkan hasil perhitungan kriteria alat tangkap ramah lingkungan, diperoleh nilai 30,06, sehingga dapat diambil kesimpulan alat tangkap Bouke Ami di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta (PPSNZJ) masuk dalam kategori sangat ramah lingkungan.
PEMETAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DI WILAYAH PENGELOLAAN PERIKANAN 572 YANG DIDARATKAN PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA NIZAM ZACHMAN JAKARTA Sania Pareka Sania Pareka; Gilang Rusrita Aida; Achmad Kusyairi; Sartono Marpaung; Kuncoro Teguh Setiawan
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i1.780

Abstract

The Fisheries Management Area of the Republic of Indonesia 572 (WPP-RI 572) is a marine area covering the waters of the Indian Ocean west of Sumatra and the Sunda Strait, which has the potential for dominant marine resources, particularly the capture of skipjack tuna (Katsuwonus pelamis). Determining fishing areas can be estimated based on the conditions of the marine region. The habitat of a species is usually described by oceanographic parameters. Sea Surface Temperature (SST) and Chlorophyll-a are important oceanographic parameters to determine the presence of skipjack tuna and facilitate the analysis of fishing areas. Therefore, this research aims to map the skipjack tuna fishing areas in WPP-RI 572, which is landed at the Nizam Zachman Ocean Fishery Port in Jakarta, based on the distribution of sea surface temperature and chlorophyll-a in WPP-RI 572. The method used in this research is a quantitative descriptive method, and the data used are secondary data in the form of SST satellite image data, chlorophyll-a obtained from NASA Ocean Color and Earth data, and other supporting data, as well as the collection of coordinate point data taken from logbook data and skipjack tuna catch data obtained from the Nizam Fishing Base, Jakarta. The data is then analyzed statistically using multiple linear regression analysis. The research results show that oceanographic parameters such as sea surface temperature and chlorophyll-a significantly influence the amount of skipjack tuna catches in WPP-RI 572.
STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA DI KAWASAN MANGROVE DESA MENGKALANG JAMBU KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT Farizki Akbar; Yusuf Arief Nurrahman; Nora Idiawati
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i1.781

Abstract

Desa Mengkalang Jambu memiliki luas lahan 4.750 hektar dengan luas hutan mangrove 2.920 hektar yang merupakan bagian dari Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Ekosistem mangrove mempunyai keanekaragaman flora dan fauna, salah satunya dari filum moluska kelas gastropoda. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui struktur komunitas gastropoda dan parameter lingkungan di kawasan mangrove Desa Mengkalang Jambu. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2023 hingga Januari 2024. Penentuan titik lokasi menggunakan metode purposive sampling pada 3 lokasi stasiun. Sampel gastropoda diambil dengan menggunakan metode transek kuadran berukuran 5 x 5 m2 dan sub plot berukuran 1 x 1 m2. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 5 famili dan 8 spesies di seluruh stasiun. Spesies yang paling umum adalah Chicoreus capucinus. Kepadatan gastropoda berkisar antara 1,60-2,84, dengan kepadatan tertinggi terdapat pada stasiun 1 dan terendah pada stasiun 2. Keanekaragaman (H') berkisar antara 1,48-1,60 yang menunjukkan bahwa seluruh stasiun tergolong sedang. Keseragaman (E) berada pada rentang 0,71-0,772, stasiun 2 tergolong tinggi sedangkan stasiun 1 dan 3 tergolong sedang. Kisaran dominasi (C) antara 0,23-0,29 menunjukkan kategori rendah artinya tidak ada jenis yang mendominasi. Parameter lingkungan berada pada kategori optimal bagi kehidupan pada perkembangan gastropoda.
HUBUNGAN HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus, Linnaeus 1758) DENGAN KONDISI HIDRO-OSEANOGRAFI DI PERAIRAN KABUPATEN TULANG BAWANG, PROVINSI LAMPUNG Anma Hari Kusuma; Qadar Hasani; Aris Budiarto; Hari Priyadi; Khairul Amri; Asep Ma’mun; Efri Wahyuni
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i2.782

Abstract

Blue swimming crab is one of the important fishery commodities in Indonesia after shrimp, tuna and macro algae cannot be separated from the condition of the hydro-oceanographic parameters of the waters. The aim of the study was to analyze the relationship between crab catches and hydro-oceanographic conditions. This research was conducted from June to December 2022. The research location was in the waters of the Tulang Bawang Regency, Lampung Province. The highest number of crab catches and fishing fleets was in the West Season while the lowest was in the Second Transitional Season. In the West Season the current speed is 0,45-0,7 m/s, waves range from 0,1-1,25 m, temperature ranges from 28-29°C, salinity ranges from 28-29 ppt and chlorophyll concentration ranges from 0,5- 3,5 mg/m³ while in Transition Season II the current speed ranges from 0,40-0,50 m/s, wave height 0,5-1,25 m, temperature ranges from 29-30,5°C, salinity ranges from 31-22 ppt and chlorophyll concentrations ranged from 0-0,5 mg/m³. There are differences in seasonal variations in crab abundance due to differences in the hydro-oceanographic conditions of the waters which are influenced by the monsoon system. Keywords: Blue Swimming Crab, Hiydro-Oceanopraphy, Tulang Bawang Regency
ESTIMASI PENYIMPANAN KARBON EKOSISTEM LAMUN DI DESA SUKAJAYA, KABUPATEN PESAWARAN anma hari kusuma; Eko Efendi; Amril Ma’ruf Siregar; Novi Susetyo Adi; Agustin Rustam; Nazolla Audia Laresty
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i1.783

Abstract

Climate change is caused by an increase in the concentration of greenhouse gases, especially carbon dioxide (CO2) in the atmosphere since the industrial revolution. One of the ways to mitigate climate change is blue carbon. Blue carbon is the ability of coastal and marine ecosystems to absorb CO2 in the atmosphere through the process of photosynthesis and convert it into biomass and deposit it in sediment. Seagrass is one such blue carbon ecosystem. Seagrass is an ecosystem formed from higher plants that are able to adapt to saline environments by living completely submerged in the sea. This research was conducted with the aim of analyzing carbon stores in the seagrass ecosystem in Sukajaya Village. This research was conducted in Sukajaya Village, Pesawaran Regency, Lampung Province. The results of this research are that the composition of seagrass consists of Enhalus acoroides, Thallasia hemperichi and Halodule uninervis. Seagrass vegetation carbon stores are 31,94 gC/m2 while seagrass sediment carbon stores are 12,02 gC/m2. Keywords: Climate Change, Blue Carbon, Sea Grass, Sukajaya Village
KARAKTERISTIK POLA SEBARAN DAN MORFOMETRIK Enhalus acoroides DI PULAU BADAK BADAK KOTA BONTANG KALIMANTAN TIMUR Restu Putri Ananda; Lily Inderia Sari; Aditya Irawan
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i1.784

Abstract

Seagrass contributes to the productivity of coastal waters and plays an ecological role as a macro and micro habitat for organisms. The aim of the research is to determine the distribution and morphometric characteristics of E. acoroides on Badak Badak Island, Bontang City. This research was carried out in August 2023 – January 2024. Stands of E. acoroideswere calculated based on sub-station distribution using a 50x50cm square frame and for morphometric samples 5 stands of E. acoroides were taken in each square frame. Data analysis included the Morisita Dispersion Index as well as the size and ratio of leaf length and width, rhizome diameter and length, root diameter and length.The results showed that the distribution pattern of E. acoroides included uniform criteria. The average leaf width is 2.63cm and the average leaf length is 38.52cm with a ratio of 1:15, the average rhizome diameter is 14.19 mm and the rhizome length is 8.0 cm with a ratio of 1:6, the average root diameter 4.59 mm and average root length 12.52 cm with a ratio of 1: 27, and the ratio of rhizome length to root length is 1:2.