cover
Contact Name
Sugik
Contact Email
mr.awinwijaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
civilia@anfa.co.id
Editorial Address
Jl. Arjuno I/1172
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Published by ANFA MEDIATAMA
ISSN : -     EISSN : 29618754     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Civilia, Jurnal Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan, sebuah jurnal akademik yang berfokus pada studi kewarganegaraan yaitu pendidikan kewarganegaraan (kurikulum, pengajaran, media pembelajaran, dan evaluasi), pendidikan politik, pendidikan hukum, pendidikan moral, dan pendidikan multikultural. Kami tertarik pada kajian yang melintasi garis disiplin dan berbicara kepada pembaca dari berbagai perspektif teoretis dan metodologis.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 409 Documents
DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP KEBERLANJUTAN HUKUM ADAT DI INDONESIA Alexander Kevin Gorga; Steven Sitorus; Grenaldus Calvino Vigopang; Jeane Neltje Sally
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 2 (2023): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/civilia.v2i2.555

Abstract

Dampak besar dari globalisasi yang semakin berkembang. Sumber pustaka yang digunakan dalam penelitian ini meliputi buku, jurnal, makalah konferensi, dan dokumen hukum terkait tentang dampak globalisasi terhadap keberlanjutan hukum adat di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa dampak globalisasi yang kompleks terhadap keberlanjutan hukum adat Indonesia. Salah satu konsekuensi yang paling signifikan adalah pergeseran nilai dan norma masyarakat yang disebabkan oleh pengaruh budaya dari negara lain dan jalur komunikasi global. Nilai-nilai yang datang dari luar sering bertentangan dengan nilai-nilai yang ada dalam hukum adat, mengancam integritas dan pemahaman masyarakat terhadap hukum adat. Selain itu, penelitian pustaka ini menunjukkan upaya dan inisiatif yang dilakukan untuk memperkuat keberlanjutan hukum adat di Indonesia. Hak-hak masyarakat adat telah dilindungi dan dipromosikan, dan posisi mereka telah diperkuat dalam menghadapi tantangan globalisasi.
PENGUATAN NILAI NASIONALISME MELALUI PENDIDDIKAN PESANTREN AL-ZAYTUN DALAM MEMBANGUN KEMANDIRIAN DAN DISIPLIN SANTRI Muhamad Amarullah; Dewi Cahya Utami; Siti Fatonah; Dede Indra Setiabudi
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 2 (2023): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/civilia.v2i2.569

Abstract

Pendidikan adalah salah satu faktor yang sangat menentukan dan berpengaruh terhadap perubahan sosial dan semangat nasionalisme dikalangan generasi muda. Melalui pendidikan diharapkan bisa menghasilkan para generasi penerus bangsa yang mempunyai karakter kuat terhadap kecintaanya kepada tanah air serta memiliki akidah yang kokoh kuat terhadap syariatnya. Sayangnya banyak pihak menilai bahwa karakter yang demikian ini justru mulai sulit ditemukan pada siswa-siswa sekolah. Banyak diantara mereka yang terlibat tawuran, narkoba dan sebagainya. alam penelitian ini, jenis penelitian yang dilakukan adalah melalui jenis penelitian kualitatif. Artinya data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka, melainkan data tersebut berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, dokumen pribadi, catatan memo, dokumen resmi dan kajian kajian terdahulu lainnya. Sehingga yang menjadi tujuan dari penelitian kualitatif ini adalah ingin mendeskripsikan realita empirik dibalik fenomena secara mendalam, rinci dan tuntas. Oleh karena itu penggunaan jenis kualitatif dalam penelitian ini adalah dengan mencocokan antara realita empirik dengan teori yang berlaku dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Pendidikan pada dasarnya adalah proses pembelajaran yang terus-menerus yang bertujuan untuk mengembangkan potensi diri, baik kepribadian maupun keterampilan. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik dengan tujuan persatuan dan kesatuan bangsa. Sedangkan karakter adalah kumpulan-kumpulan sifat seseorang yang menyatu dalam jiwa dan diaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, pendidikan karakter adalah proses pembelajaran yang terus menerus dengan tujuan mengembankan potensi diri agar menyatu dalam jiwa dan dibentuk dalam perilaku. Pendidikan karakter di Pesantren mempunyai pengaruh yang signifikan guna meningkatkan agar semakin majunya ilmu pengatahuan dan teknologi Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat kita simpulkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikasi antara kualitas kehidupan sekolah dan lingkungan asrama pada santri Al Zaytun. Hubungan yang positif mengedintifikasikan bahwa semakin positif kualitas kehidupan sekolah dan lingkungan sekitar yang dimiliki santri, maka semakin tinggi pula disiplin, begitupun sebaliknya semakin tinggi nilai negatif kualitas kehidupan sekolah dan lingkungan yang dimiliki santri maka semakin rendah nilai disiplin pada santri. Maka daripada itu dapat dikemukakan saran – saran bagi santri Al Zaytun, pihak pesantren dan peneliti selanjutnya. Bagi santri pun diharapkan dapat yaitu dapat mempertahankan penilaian yang positif atau nilai – nilai positif terhadap pesantren, terutama dalam aktivitas yang dilakukan di pesantren yang berhubungan dengan aspek – aspek yang dimiliki pesantren, Sehingga dapat memicu santri untuk dapat menampilkan tingkah laku yang sesuai dengan aturan yang berlaku di lingkungan pesantren.
ANALISIS EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PADA MAHASISWA PGMI INSTITUT AGAMA ISLAM AL-ZAYTUN INDONESIA Miftah Sabillah; Putri Intan Syamsudin; Rafi Sulthan; Dede Indra Setiabudi
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 2 (2023): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/civilia.v2i2.570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penting pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dan efektivitas pembelajaran pendidikan kewarganegaraan pada mahasiswa program studi PGMI Institut Agama Islam Az Zaytun Indonesia. Penelitian ini termasuk jenis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan berupa Transkrip Data (Interview Transcript) yaitu dengan rekaman audio atau video yang diubah ke dalam bentuk tulisan atau teks. Menganalisis data secara induktif, mereduksi, memverifikasi dan menafsirkan atau menangkap makna dari konteks masalah yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran penting untuk pengembangan diri Mahasiswa PGMI Iai Al Azis serta relevan dengan kehidupan Mahasiswa Iai Al Azis.
INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PKN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER CINTA TANAH AIR PADA MI AL-ZAYTUN Nazma Aliya Mutia; Tsani Nurlaila; Ziba Ibnu Rafli; Dede Indra Setiabudi
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 3 (2022): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/civilia.v1i3.573

Abstract

Mengembangkan karakter cinta tanah air adalah tujuan dari sebuah pembelajaran PKN. Pembelajaran yang mengangkat banyak karakter sehingga peneliti tertarik untuk meneliti permasalahan megenai karakter cinta tanah air dalam ruang lingkup Pesantren Modern. Timbulnya sikap-sikap siswa yang menyimpang pada nilai etika disebabkan budaya luar. Berkembangnya budaya luar membuat tantangan bagi guru sehingga guru memiliki kewajiban tugas untuk mengembangkan karakter cita tanah air pada setiap siswa. Implementasi pendidikan karakter pada MI Al-Zaytun belum terlaksana dengan baik. Program yang diterapkan belum mampu mengatasi permasalahan. Peneliti menggunakan metode penelitian kepustakaan atau Library Research dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, pengamatan, serta menelaah buku-buku, literatur-literatur, catatan-catatan, dan laporan-laporan yang relevan dengan permasalahan tersebut.
PENTINGNYA NILAI-NILAI PANCASILA DALAM MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN BAGI PESERTA DIDIK MI MA'HAD AL-ZAYTUN Fadlillah Salam; Nur Istiqomah; Amalia Fitriana; Dede Indra Setiabudi
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2023): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/civilia.v2i1.574

Abstract

Penelitian ini dilakukan guna mengetahui bagaimana pentingnya nilai-nilai Pancasila terhadap kesejah teraan bagi peserta didik MI Ma'had Al-Zaytun. Dewasanya, permasalahan kesejahteraan dalam nilai-nilai Pancasila bersangkutan dengan karakter yang seringkali terjadi pada peserta didik MI.Pendidikan yang layak terdapat kemampuan mengubah tingkah laku dan pikiran setiap kualitas bagi generasi bangsa Indonesia lebih baik, sebab pendidikan membuat diri tiap individu menjadi maju dan sejahtera dalam kehidupan masa depan bangsa Indonesia agar lebih mendukung segala aspek pembelajaran tentunya harus adanya pembentukan karakter dalam nilai-nilai Pancasila guna membuat peserta didik MI bisa menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian pustaka dengan studi literatur untuk mengetahui bagaimana pentingnya nilai-nilai Pancasila terhadap para peserta didik MI di Al-Zaytun yang memiliki tujuan dalam kesejahteraan. Teknik penelitian yang digunakan dengan cara menelaah sumber dari berbagai jurnal-jurnal terkait dan sumber lain yang sesuai dengan tema penelitian yang juga disertai dengan tata fikir logika yang mendasari dan membuat sejumlah konsep. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan peneliti di atas tentang proses kesejahteraan pada Pancasila ditanamkan Al-Zaytun terhadap santri MI dapat disimpulkan bahwa pentingnya santri menerapkan Pancasila pada rutinitas harian yang tidak terlepas dari pendidikan dengan landasan arahan Syaykh untuk terus meningkatkan kemajuan bangsa mulai sejak dini untuk menghasilkan masyarakat sehat, cerdas, dan manusiawi.
PENERAPAN PENDIDIKAN DEMOKRASI PANCASILA DALAM PEMILIHAN KETUA ORGANISASI PELAJAR MA’HAD AL-ZAYTUN (OPMAZ) DI MA’HAD AL-ZAYTUN Mifthah Nurjanah; Assifa Nur Azizah; Soviah Umimah; Dede Indra Setiabudi
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 3 (2022): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/civilia.v1i3.575

Abstract

Jurnal ini membahas tentang penerapan pendidikan demokrasi pancasila dalam pemilihan ketua Organisasi Pelajar Ma’had Al-Zaytun (OPMAZ). Ma’had Al-Zaytun merupakan lembaga pendidikan yang mengutamakan pendidikan agama islam sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan pancasila kepada siswa-siswi, santriwan dan santriwati atau pelajara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendokumentasikan proses implementasi pendidikan demokrasi pancasila dalam pemilihan ketua OPMAZ serta dampaknya terhadap pemahaman siswa mengenai demokrasi dan nilai-nilai pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendidikan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara, dan analisis dokumen terkait kegiatan pemilihan ketua OPMAZ. Subjek penelitian meliputi pelajar yang terlibat dalam pemilihan tersebut, guru pembimbing, dan panitia pemilihan. Data dianalisis secara induktif dan diinterpretasikan untuk menggambarkan penerapan pendidikan demokrasi pancasila. Teknik pengumpulan data : observasi adalah metode pelaporan data untuk tujuan lihat langsung ke lapangan, terhadap objek yang di teliti. Peneliti melihat proses pembelajaran khusus yang berkaitan dengan penelitian, untuk melihat proses seleksi Ketua OPMAZ jika memungkinkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ma’had Al-Zaytun telah berhasil menerapkan pendidikan demokrasi pancasila secara efektif dalam pemilihan ketua OPMAZ. Langkah-langkah implementasi meliputi penyusunan peraturan pemilihan yang demokratis, pelaksanaan kampanye yang adil dan terbuka, serta pelibatan pelajar yang lain dalam proses pemilihan dan pengambilan keputusan. Peneltian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang penerapan pendidikan demokrasi pancasila di lingkungan pendidikan islam. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi lembaga pendidikan lain dalam mengembangkan program pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai pancasila dan memupuk kesadaran demokrasi pada generasi muda. Proses ini memungkinkan pelajar untuk belajar dan mengalami prinsip-prinsip demokrasi tertentu seperti kebebasan berbicara, partisipasi aktif, menghormati pendapat dan tanggung jawab yang berbeda dan pengambilan keputusan bersama. Dampak penerapan demokrasi dan pancasila dapat dilihat pada pemahaman para pelajar terhadap asas demokrasi dan pancasila.
PERANAN PENTING PENDIDIKAN KARAKTER PANCASILA DALAM PEMBELAJARAN PKN SISWA MI MA’HAD AL-ZAYTUN Amelia Muasyasya; Safira Sofani; Huri Salamah; Dede Indra Setiabudi
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2023): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/civilia.v2i1.576

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan atau biasa disebut dengan PKN merupakan mata pelajaran yang diajarkan sejak MI/SD. Tujuan dari pembelajaran kewarganegaraan adalah agar peserta didik dapat secara aktif mengembangkan berbagai potensi dirinya untuk meningkatkan kecerdasan, keterampilan, kemampuan dan kesadaran akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara Indonesia sehingga mereka memahami dan menghormati sesama manusia.Guru memegang peranan yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai pancasila kepada siswa. Karena guru adalah pemimpin siswa di sekolah. Menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan pembentukan karakter siswa, guru dapat menggunakan berbagai cara seperti: pembelajaran di kelas, mengenalkan siswa pada disiplin, melatih siswa untuk rajin beribadah, dan budidaya.Karakter Pancasila tersebut sudah mulai diterapkan oleh lembaga pendidikan Ma’had Al-Zaytun sejak usia dasar atau MI. karena pimpinan Pondok Pesantren Ma’had Al-Zaytun yakni Syeikh AbdusSalam Rasyidi Panji Gumilang, M.P. sangat menjunjung tinggi nilai Pancasila dan beranggapan bahwa karakter Pancasila harus sudah dibiasakan sejak dini agar semua siswa MI di Al-Zaytun dapat berkarakter sesuai pancasila, dimana pancasila merupakan ideologi Negara Indonesia. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya strategi di dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan agar anak tetap merasa nyaman dan senang dengan pendidikan yang diberikan.Namun dalam pendidikan seperti itu, kondisi anak harus diperhitungkan, jika anak tampak bosan dengan apa yang diajarkan, sebaiknya diganti dengan hal-hal yang membuat siswa senang.Karakter yang diperoleh siswa MI Mahad Al-Zaytun pada sila pertama yaitu Religius dimana siswa dibimbing dan diajarkan untuk beribadah dan mempercayai tuhan itu Esa; karakter pada sila kedua yaitu siswa MI Mahad Al-Zaytun diajarkan untuk berlaku adil kepada sesama dan bersikap tidak semena-mena; karakter pada sila ketiga yaitu siswa MI Mahad Al-Zaytun diajarkan untuk menjunjung tinggi sikap toleransi antar sesama manusia agar tidak terjadinya suatu perselisihan karena perbedaan agama, suku, ras dan budaya; karakter pada sila keempat yaitu siswa MI Mahad Al-Zaytun diajarkan untuk bermusyawarah dalam menentukan suatu keputusan bersama dan berorganisasi di kelas; karakter pada sila kelima yaitu siswa MI Mahad Al-Zaytun diajarkan untuk berlaku adil terhadap sesama manusia dan makhluk hidup sehingga setelah kelima nilai tersebut diterapkan maka dapat terwujudnya suatu keadilan sosial bagi seluruh siswa/siswi di dalamnya.
PENDIDIKAN NASIONALISME SEBAGAI UPAYA MEMINIMALISIR PERMASALAHAN BULLYING PESERTA DIDIK MI MAHAD AL-ZAYTUN Muhammad Marijan Al-Alam; Dinda Rahmatul Nur Laely; Mifthaul Jannah; Dede Indra Setiabudi
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 3 (2022): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/civilia.v1i3.577

Abstract

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk menciptakan suasana dan proses belajar sedemikian rupa sehingga peserta didik secara aktif mengembangkan kemampuannya untuk belajar. Pendidikan nasionalisme selalau dikaitkan dengan dunia pendidikan, karena untuk menguraikan pemahaman nilai – nilai tersebut dibutuhkan usaha masyarakat indonesia sendiri untuk berperilaku yang mengarah kepada nilai pancasila. Bullying adalah sebuah situasi dimana terjadi penyalahgunaan atau kekuasaan yang dilakukan oleh seseorang yang tidak mampu membalas atau mempertahankan dirinya karena kelemahan fisik dan mental. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan yang dilakukan di MI Mahad Al-Zaytun mencerminkan nilai-nila nasionalisme yang relevan karena kegiatan ini merupakan menggunakan metode bercerita,karyawisata, bernyanyi, dan pembiasaan dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme. Hal ini bertujuan untuk menanamkan pesan-pesan moral nasionalisme dan patriotisme terhadap peserta didik dan diinternalisasikan dalam diri nya yang akan berdampak pada masa depan anak
UPAYA PENINGKATAN KESADARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI PENGHAYATAN LAGU INDONESIA RAYA 3 STANZA DI MI AL ZAYTUN Risa Sabrina; Suci Ayunda; Siti Aminah; Dede Indra Setiabudi
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2023): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/civilia.v2i1.578

Abstract

Peningkatan pendidikan kewarganegaraan adalah sebuah mata pelajaran di sekolah yang mengajarkan tentang hak, kewajiban, tanggung jawab, dan peran sebagai warga negara yang baik. Upaya peningkatan pendidikan kewarganegaraan membantu siswa memahami sistem pemerintahan, demokrasi, hak asasi manusia, dan isu-isu sosial-politik. Tujuannya adalah membentuk sikap kewarganegaraan yang aktif dan bertanggung jawab dalam masyarakat.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk lebih mengetahui dan menganalisis kesadaran generasi milenial dan Siwa sekolah dasar dalam Sistem Ketahanan Nasional. Juga mengkaji upaya apa dan sejauh mana yang telah dilakukan oleh warga negara dan rakyat Indonesia untuk meningkatkan kesadaran bela negara Republik Indonesia. Pendekatan kuantitatif yang dibuat deskriptif digunakan sebagai metode dalam penelitian ini. Landasan atau teori pembahasan kali ini didapat dari hasil literatur atau studi literatur, yang berasal dari berbagai sumber yang relevan seperti buku, jurnal, artikel dan karya tulis ilmiah. Hasil penelitian menyatakan bahwa lagu kebangsaan Indonesia Raya memiliki makna yang mendalam akan kecintaan terhadap tanah air Indonesia. Lagu ini memberikan semangat dan meneguhkan rasa nasionalisme untuk terwujudnya Indonesia Raya. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli pendidikan di Indonesia, ditemukan bahwa pemahaman dan penghayatan terhadap nilai-nilai nasionalisme memiliki pengaruh yang positif terhadap identitas nasional dan kepedulian terhadap bangsa dan negara.
ESENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBANGUN NILAI-NILAI TOLERANSI DI BERBAGAI PERSPEKTIF TERHADAP MA’HAD AL-ZAYTUN Iqlima Firdaus; Dhea Mutia Jamelian; Dinda Mardianah; Dede Indra Setiabudi
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 3 (2022): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/civilia.v1i3.579

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan menjadi sebuah urgensi terciptanya masyarakat yang sejahtera bagi negaranya. Masyarakat Indonesia dengan keanekaragaman dan pluralisme dalam sosial dan budaya, agama, suku, ras menjadikan peran penting menanamkan nilai-nilai dasar negara yang telah tersimpul pada 5 sila. Ma'had Al-Zaytun mengenai berbagai kontroversi yang beredar di media sosial terhadap sebuah persepsi tetap menyikapi hal tersebut dengan islam yang rahmatan lil alamin, menjalankan peraturan negara sesuai Undang-Undang Dasar. Perpecahan antara sebuah perbedaan didasari pada sifat membanggakan suatu golongan dan merendahkan golongan lain, atau sifat fanatisme tanpa adanya sikap toleransi. Penggunaan media sosial yang tidak bijak mampu menyeret kita pada jurang kebencian tanpa melihat dari berbagai sudut pandang dimana peradaban telah berkembang mengikuti zaman sehingga lahirlah modernisasi beragama dalam bertoleransi. Sebuah perbedaan mampu dibicarakan dan disepakati dengan nilai toleransi yang tinggi. Maka dari itu, pada pembahasan kali ini akan menjabarkan pentingnya sebuah pendidikan kewarganegaraan dalam membangun nilai toleransi terhadap suatu perbedaan pandangan yang terjadi saat ini yaitu permasalahan di Al-Zaytun.

Page 10 of 41 | Total Record : 409