cover
Contact Name
Sri Purwiningsih
Contact Email
lppm.stikesbkpalu@gmail.com
Phone
+6285333833386
Journal Mail Official
lppm.stikesbkpalu@gmail.com
Editorial Address
Lolu Sel., Kec. Palu Sel., Kota Palu, Sulawesi Tengah 94111
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Dan Teknologi
ISSN : -     EISSN : 30309433     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan dan Teknologi bertujuan untuk menyediakan forum diskusi multidisiplin bidang kesehatan dan berkontribusi terhadap kemajuan ilmu kesehatan, memberikan manfaat bagi pembaca dan penulis dalam penyebaran informasi penelitian dan memberikan akses maksimal terhadap komunikasi ilmiah bidang kesehatan.
Articles 56 Documents
ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN POLA NAPAS KLIEN PPOK DENGAN PENERAPAN PURSED LIP BREATHING Juliana NR Sarma; Nova Natalia Beba,; Ivon Tantolo
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Teknologi STIKes BK Palu
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah gangguan pernapasan yang ditandai oleh peradangan kronis pada saluran napas, penurunan fungsi paru secara progresif, serta penurunan kualitas hidup yang berlangsung secara bertahap serta tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Klien PPOK memiliki keluhan sesak napas, batuk kronis, produksi dahak, mengi. Pursed Lip Breathing (PLB) adalah teknik pernapasan yang direkomendasikan untuk membantu mengendalikan pernapasan. Tujuan: Menggambarkan asuhan keperawatan penerapan PLB dalam mengatasi pola napas pada klien ppok di Desa kapiroe Provinsi Sulawesi Tengah. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada klien PPOK yang memenuhi kriteria inklusi dengan pemberian terapi teknik PLB. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Hasil: Dari hasil pengkajian terdapat frekuensi napas 26x/m, whezzing dan sesak napas. Diagnosa keperawatan yang di tegakkan adalah pola napas tidak efektif. Diberikan intervensi dukungan ventilasi sesuai dengan SIKI terdiri dari 9 tindakan dengan tambahan terapi PLB selama 3 hari. Kesimpulan: Terapi teknik PLB dapat menurunkan dispnea atau sesak dengan frekwensi 19x/m. Saran: Masyarakat dapat melakukan terapi teknik PLB untuk menurunkan sesak atau dispnea pada penderita PPOK yang mengalami pola napas tidak efektif. Kata kunci: Pola napas tidak efektif, terapi pursed lip breathing
IMPLEMENTASI RELAKSASI BENSON PADA LANSIA DENGAN MASALAH GANGGUAN POLA TIDUR Freny Ravika Mbaloto; Imelda Kantohe; Estelle Lilian Mua; Ni Putu Diantari
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Teknologi STIKes BK Palu
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insomnia adalah gangguan tidur yang paling umum dengan prevalensi globalsekitar 20%, diidentifikasi melalui keluhan kesulitan memulai tidur ataumempertahankan tidur, sehingga kebutuhan tidur yang cukup tidak terpenuhibaik dari segi jumlah maupun kualitas. Studi kasus ini menjelaskanpenerapan terapi relaksasi Benson untuk meningkatkan kualitas tidur lansiaiinsomnia idi iKota iPalu, iSulawesi iTengah. iMetode ideskriptif istudi ikasusdigunakan dengan 1 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara,observasi, dan pemeriksaan fisik, menggunakan kuesioner PSQI. Setelah i7hari intervensi, skor PSQI menurun dari 11 menjadi 7, menunjukkangangguan pola tidur teratasi dengan terapi benson. Diharapkan terapiibenson idapat idi ilakukan ikembali ioleh ipeneliti iselanjutnya idenganmempertimbangkan waktu, konsistensi dan pelibatan keluarga dalammemberikan dukungan selama pelaksanaan terapi tersebut sehingga akanlebih benar-benar bermanfaat atau efektif untuk diterapkan dalam sebuahasuhan keperawatan
PENERAPAN SENAM HIPERTENSI UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN MASALAH PERFUSI PERIFER TIDAK EFEKTIF DI KELURAHAN KAWATUNA PROVINSI SULAWESI TENGAH Yulian Heiwer Matongka; I Gede Restawan; Angelin Kristi Pagalu
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Teknologi STIKes BK Palu
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

hipertensi merupakan suatu keadaan ketika tekanan darah seseorang melebihi dari batasan normal. Hipertensi yang diderita oleh lansia yaitu tekanan darah sistolik lebih dari 160 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Terapi senam hipertensi merupakan salah satu jenis olahraga yang bertujuan untuk meningkatkan aliran darah, khususnya aliran darah keotot jantung. Tujuan : tujuan dari studi kasus ini yaitu memberikan asuhan keperawatan melalui penerapan senam hipertensi untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode : metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Kawatuna Provinsi Sulawesi Tengah Dilakukan pada klien yang memenuhi kriteri inklusi. Hasil : hasil penelitian ini menunjukan setelah dilakukan senam hipertensi dalam waktu 4 hari berturut-turut terjadi perubahan tekanan darah pada Ny.Y yang awalnya 150/80 mmHg dan pada hari keempat menjadi 130/85 mmHg. Kesimpulan : hasil dari penelitian ini bahwa senam hipertensi ketika rutin dilakukan dapat menurunkan tekanan darah pada lansia di Kelurahan Kawatuna Provinsi Sulawesi Tengah.
Penerapan Teknik Latihan Penguatan Otot Dalam Meningkatkan Mobilitas Fisik Lansia Stroke di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah Nova Natalia Beba; Mutmainah HS; Cornelia Dwinanti Pawana
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Teknologi STIKes BK Palu
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Stroke merupakan kondisi medis yang disebabkan oleh terganggunya aliran darah ke otak baik akibat penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah yang bisa mengakibatkan kelumpuhan pada satu sisi tubuh (hemiplegia). kelemahan lengan dan kaki, gangguan koordinasi tubuh, dan kehilangan indra rasa. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan pergerakan fisik individu baik satu anggota gerak tubuh atau lebih. Latihan penguatan otot ialah latihan otot resistef regular untuk mempertahankan atau meningkatkan kekuatan otot. Meremas bola karet suatu teknik yang berguna mengoptimalkan kekuatan otot. Tujuan : Menggambarkan Asuhan Keperawatan Penerapan Teknik Latihan Penguatan Otot Dalam Meningkatkan Mobilitas Fisik Lansia Stroke Di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Metode : penelitian merupakan penelitian studi kasus dengan mengaplikasikan metode deskriptif. Metode pengumpulan data yang diberikan adalah wawancara, observasi dan pengkajian. Instrument yang digunakan adalah pengkajian dan bola karet. Hasil : Di dapatkan hasil gangguan mobilitas fisik yang berhubungan dengan penurunan kekuatan otot sesuai dengan symptom and sign standar diagnose keperawatan Indonesia. Intervensi yang diberikan yaitu 11 intervensi sesuai SIKI dengan penerapan teknik latihan penguatan otot. Kesimpulan : setelah dilakukannya asuhan keperawatan selama 7 kali pertemuan didapatkan hasil pengkajian kemampuan otot ekstremitas atas mengalami peningkatan skala kekuatan otot. Diharapkan dari hasil studi kasus ini responden dapat menerapkan teknik latihan penguatan otot genggam bola secara teratur untuk mengendalikan gangguan mobilitas fisik lansia yang mengalami Stroke.
Implementation of Standard Operating Procedures for Breast Care Techniques for Breastfeeding Mothers Are Ineffective in Central Sulawesi Province Gustini; Maudy Triana Saulu; Ni Luh Emilia
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Teknologi STIKes BK Palu
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Ketika ibu dan bayi tidak puas atau mengalami kesulitan dalam proses menyusui, istilah "menyusui tidak efektif" berlaku. Kondisi ini terjadi ketika bayi tidak melekatkan diri pada puting dengan benar, yang berarti mereka tidak mendapatkan cukup ASI dari ibu. Untuk mengatasi masalah ini, penting untuk mengetahui metode menyusui yang tepat. Tujuan penelitian: Menggambarkan asuhan keperawatan dengan penerapan prosedur tehnik menyusui pada ibu menyusui tidak efektif. Metode penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif studi kasus dengan pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, tanya jawab dan observasi. Instrument yang digunakan adalah format pengkajian, SOP tehnik menyusui, lembar observasi dan penilaian pre dan post. Hasil pengkajian: Setelah dilakukan teknik menyusui selama 6 hari dan 6 kali perlakuan secara berturut-turut menyusui tidak efektik teratasi di hari ke 5. Kesimpulan: Asuhan keperawatan penerapan teknik menyusui pada ibu menyusui tidak efektif teratasi yang ditandai dengan suplai ASI Adekuat. Saran : Mengingat SOP teknik menyusui dapat dilaksanakan di rumah maupun di ruang tertutup dan dapat dilaksanakan tanpa harus mengikuti pelatihan, maka diharapkan penerapan SOP teknik menyusui ini dapat dijadikan sebagai salah satu pengkajian keperawatan untuk mengatasi permasalahan teknik menyusui yang belum efektif.
HUBUNGAN KINERJA PETUGAS ADMINISTRASI DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS TANGKURA Sri Purwiningsih; Febi iFebriyanti iMohama; Anggri iAlfira iYunita Assa
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Teknologi STIKes BK Palu
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja petugas administrasi merupakan faktor fundamental dalammenentukan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan, karena kepuasan pasiensangat bergantung pada kualitas layanan yang diterima. kinerja yang ptimal akan meningkatkan kepuasan, sementara kinerja yang kurang baikdapat menyebabkan ketidakpuasan. Penelitian iini bertujuan untuk mengetahuihubungan antara Kinerja Layanan administrasi dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Tangkura. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik denganpendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 44 responden yangdipilih menggunakan teknik accidental sampling, dan data dianalisis denganuji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden(77,3%) merasa puas dengan pelayanan, sementara 22,7% merasa kurangpuas. Analisis statistik lebih lanjut menunjukkan adanya hubungan yangkuat, dengan i=nilai p-value sebesar 0,001 (<0,05), yang mengindikasikanbahwa kualitas layanan secara signifikan memengaruhi tingkat kepuasanpasien. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang sangatsignifikan antara kinerja Layanan petugas administrasi dengan kepuasanPasien rawat jalan di Puskesmas Tangkura. Temuan ini menegaskan bahwapersepsi terhadap kualitas layanan adalah prediktor utama kepuasan pasien.Oleh karena itu, disarankan bagi Puskesmas untuk terus meningkatkankinerja petugas secara komprehensif. Upaya perbaikan dapat difokuskanpada lima dimensi utama pelayanan, yaitu perbaikan aspek fisik (tangibles),peningkatan keandalan (reliability) dan daya tanggap (responsiveness), sertapenguatan jaminan (assurance) dan empati (empathy) dalam setiap interaksidengan iasien.