cover
Contact Name
Maman Lesmana
Contact Email
maman.lesmana@ui.ac.id
Phone
+628159095175
Journal Mail Official
maman.lesmana@ui.ac.id
Editorial Address
Building 7, Faculty of Humanities, Kampus UI Depok, Indonesia 16424Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Multikultura
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 29634199     EISSN : 29634199     DOI : -
MULTIKULTURA accepts articles on various issues in the humanities, including philosophy, literature, archaeology, linguistics, history, library and information technology and area studies from various cultures in the world through a double-blind peer-review process.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 1, No. 2" : 9 Documents clear
REPRESENTASI KEPERCAYAAN JEPANG DI NEGARA VIRTUAL INAZUMA DALAM VIDEO GAME GENSHIN IMPACT Kusuma, Gusti Wisnu Pio; Janti, Ilma Sawindra
Multikultura Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unsur-unsur budaya dewasa ini sering kali dimasukan ke dalam sebuah video game, hal ini dilakukan dengan beberapa alasan seperti misalnya untuk mempromosikan budaya tersebut, atau menggunakan budaya tersebut sebagai bagian dari konten untuk menambah daya tarik sebuah video game. Genshin Impact merupakan salah satu video game yang memasukan unsur-unsur budaya beberapa negara populer sebagai bagian dari kontennya. Budaya tersebut diwujudkan ke dalam negara-negara fiksi yang ada di dalam Genshin Impact, seperti misalnya Mondstadt yang merepresentasikan Jerman, Liyue yang merepresentasikan Cina, dan Inazuma yang merepresentasikan Jepang. Penelitian ini menganalisis bagaimana unsur-unsur kepercayaan Jepang direpresentasikan di Inazuma di dalam Genshin Impact. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan melakukan observasi pada video game, dan studi kepustakaan untuk melihat budaya Jepang yang ada di dalam Genshin Impact untuk kemudian dianalisis menggunakan teori Representasi Reflektif menurut Stuart Hall (1977). Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya representasi reflektif unsur-unsur kepercayaan Jepang di dalam Genshin Impact, yaitu shinto. Hal tersebut dapat dilihat pada unsur-unsur shinto yang pada pada fitur atau konten di Inazuma, unsur tersebut adalah miko, kuil shinto/ jinja, omamori, dan kitsune. Tanda-tanda yang menunjukan representasi reflektif pada konten atau fitur tersebut ada pada nama, visual, dan peran dari fitur tersebut di dalam game.
KONSEP MANUNGGALING KAWULA GUSTI DALAM LIRIK LAGU SUGIH TANPA BANDHA KARYA SUDJIWO TEJO Naufal, Muhammad Feraldy; Darmoko, Darmoko
Multikultura Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manunggaling kawula Gusti adalah sebuah konsep dalam budaya Jawa yang diajarkan Syekh Siti Jenar, bahwa sejatinya Tuhan itu ada dalam diri manusia. Konsep ini menggambarkan berpadunya kawula (manusia) dengan Gusti (Tuhan). Sugih tanpa bandha adalah pemikiran Raden Mas Panji Sosrokartono, yang kemudian disajikan dan dipopulerkan melalui sebuah tembang oleh Sudjiwo Tejo. Artikel ini mengkaji konsep manunggaling kawula Gusti dalam lirik lagu tersebut. Penelitian dilakukan dengan analisis interpretatif pada lirik lagu dan dalam kerangka konsep etika (filsafat moral) dari Franz Magnis Suseno. Hasil pembahasan dapat dirumuskan bahwa syair lagu Sugih Tanpa Bandha memiliki keterkaitan dengan tahapan-tahapan untuk mencapai kemanunggalan (berpadunya pribadi manusia dengan Tuhan). Adapun temuan yang dapat disajikan yaitu bahwa konsep manunggaling kawula Gusti terjabarkan di dalam litik lagu melalui sebuah penyusunan larik-demi larik ungkapan bahasa yang mengungkapkan relasi antara manusia dan Tuhan. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran tentang hidup tentram dengan tanpa konflik dalam relasi antara manusia dan Tuhan.
MAKNA KEBEBASAN DALAM EKSISTENSIALISME SARTRE PADA PUISI PULKKOT 1-2-3 KARYA NA TAE-JU: PENDEKATAN SEMIOTIK RIFFATERRE Handoyo, Shafira; Zaini, Zaini
Multikultura Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jean-Paul Sartre menyatakan kebebasan sebagai ciri manusia bereksistensi. Kebebasan manusia dicirikan melalui cara mengadanya. Meskipun ada kefaktaan-kefaktaan yang dapat mengurangi penghayatan kebebasannya, Sartre berpendapat bahwa manusia tetap dapat memilih untuk menghayati kebebasannya secara maksimal, tanpa menghiraukan kefaktaan-kefaktaan tersebut. Penyair Na Tae-ju melalui puisi “Pulkkot 1-2-3” mengajak para pembacanya untuk menghayati kebebasannya secara penuh tanpa memperhatikan kefaktaan-kefaktaan yang dihadapinya. Sehubungan dengan itu, penelitian ini berfokus pada analisis puisi “Pulkkot 1”, “Pulkkot 2”, dan “Pulkkot 3” yang diterbitkan pada kumpulan buku puisinya yang berjudul “Kkocheul Bodeut Neoreul Bonda”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna kebebasan dari ketiga puisi melalui teori eksistensialisme Jean Paul Sartre dengan pendekatan semiotik Michael Riffaterre. Penulis menggunakan metode deskriptif-kualitatif untuk mengumpulkan data dan menggunakan metode studi pustaka untuk menemukan referensi relevan guna mendukung penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapatnya makna kebebasan Sartre pada puisi “Pulkkot 1-2-3” melalui ajakan tokoh aku kepada tokoh kamu untuk menghayati kebebasannya secara penuh dengan tidak menyerah pada hidupnya dan tidak menghiraukan kefaktaan yang mengikatnya.
BERBAGI INFORMASI TENTANG LAYANAN PERPUSTAKAAN SAAT PANDEMI COVID-19 (SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW) Prasetyo, Bima Bijak
Multikultura Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana informasi terkait layanan perpustakaan saat pandemi covid-19 disampaikan kepada pemustaka dan masyarakat secara umum, sehingga dalam pelaksanaan layanan yang diberikan efektif dan efisien, dan menjadi salah satu indikator tata kelola yang baik ketika informasi penting disampaikan kepada pemustaka dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis (Systematic Literature Review), Pada metode SLR ini terdapat tiga tahapan dalam penelitian yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan pembuatan laporan. Proses pemilihan didasarkan pada judul, yang menghasilkan total 9 entri, artikel-artikel tersebut 7 menggunakan metode kualitatif, dan 1 merupakan penelitian rancang bangun aplikasi, 1 merupakan penelitian kuantitatif dengan metode kuisioner. Pada penelitian yang menggunakan penelitian kualitatif, 6 artikel merupakan literature review, sedangkan satu artikel menggunakan metode observasi dokumentasi serta wawancara daring. Sebagian besar artikel dari IOS dan GARUDA membahas dampak dan Perubahan akibat pandemi Covid-19 berimbas juga pada layanan perpustakaan. Dengan kondisi ini memaksa layanan perpustakaan lebih banyak berjalan dengan teknologi informasi dan komunikasi, tanpa ada tatap muka karena adanya pembatasan jarak. Dengan menggunakan metode ini bisa menjadi salah satu metode dalam pengambilan keputusan. Perubahan layanan perpustakaan yang terjadi beberapa artikel menyoroti informasi yang harus dibagikan kepada masyarakat, pemustakanya terkait perubahan layanan perpustakaan karena pandemi covid-19, Informasi layanan perpustakaan tersebut merupakan bentuk keterbukaan informasi yang perlu diketahui oleh masyarakat dan sangat membantu perpustakaan dalam mempromosikan layanannya.
MOTIF PELAKSANAAN REFORMA AGRARIA JEPANG (農地改革Nōchi Kaikaku) TAHUN 1946-1950 Pratama, Muhammad Rafid; Rustam, Ferry
Multikultura Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai motif pelaksanaan Reforma Agraria Jepang (nōchi kaikaku) yang terjadi pada masa pemerintahan SCAP tahun 1946 – 1950. Pembahasan tersebut meliputi latar belakang sejarah terjadinya pelaksanaan Reforma Agraria Jepang, pelaksanaan Reforma Agraria Jepang, serta dampak dari pelaksanaan reforma agraria terhadap Jepang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan penjelasan disajikan dengan deskriptif. Pengumpulan data bersumber pada buku dan jurnal yang khusus membahas mengenai Reforma Agraria Jepang. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teori pelaksanaan reforma agraria oleh Warriner (1969). Hasil pembahasan dalam penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan Reforma Agraria Jepang berhasil menghapus kekuatan tuan tanah dalam menguasai lahan, meredam konflik antara tuan tanah dengan petani penyewa, usaha dalam menciptakan kesetaraan sosial dan ekonomi bagi masyarakat, dan pelaksanaan reforma yang sesuai dengan UU Reforma Agraria Jepang tahun 1946. Lebih lanjut, Reforma Agraria Jepang pada masa pendudukan SCAP dinilai sebagai salah satu pelaksanaan reforma agraria yang berhasil mengapuskan kekuatan tuan tanah dalam menguasai lahan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah motif pelaksanaan reforma agraria pada Reforma Agraria Jepang tahun 1946-1950 merupakan kolaborasi dari keempat motif pelaksanaan reforma agraria dari Warriner (1969).
SINERGI NILAI-NILAI “TIGA AJARAN BESAR” ( 三教 Sān jiào) DALAM FILM KUNG FU PANDA 3 Saraswati, Andrea; Pulungsari, Rahadjeng
Multikultura Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi film animasi dengan alur berlatar budaya Cina telah tak terhitung jumlahnya. Salah satu film animasi dengan latar seperti ini di antaranya adalah film berjudul “Kung Fu Panda” (2008, 2022, 2016). Dilihat dari perspektif produksi, terdapat hal yang menarik dari film-film tersebut. Film Kung Fu Panda 1 dan 2 murni diproduksi oleh Disney, sedangkan untuk film Kung Fu Panda 3, pihak Cina terlibat dalam proses produksinya. Hal ini menjadi alasan penulis untuk meneliti film Kung Fu Panda 3 saja, guna menemukan jawaban tentang ada tidaknya unsur-unsur tradisi ajaran Cina dalam adegan-adegan film ini, dan dinamika apa yang terjadi di dalamnya. Dalam kehidupan tradisional Cina, ajaran yang sangat berpengaruh adalah三教 Sān Jiào atau 3Ajaran Besar” yang terdiri dari Konfusianisme, Daoisme dan Buddhisme. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bermaksud menemukan unsur-unsur “3 Ajaran Besar” dalam film ini. Melalui metode deskriptif-analisis, peneliti melakukan proses observasi dan seleksi pada adegan-adegan yang memunculkan prinsip-prinsip ajaran Konfusianisme, Daoisme, dan Buddhisme, kemudian melakukan kajian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, dalam film Kung Fu Panda 3 terdapat unsur-unsur “3 Ajaran Besar”, dan menemukan bahwa nilai-nilai ini saling bersinergi membangun kedalaman cerita.
ANALISIS RESEPSI TERHADAP FIKSIONALISASI HISTORI TOKOH SULEYMAN AL-KANUNI DI DALAM SINETRON TURKI “ABAD KEJAYAAN” Solihat, Ade
Multikultura Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mendiskusikan fiksionalisasi histori tokoh Sultan Suleyman, Khalifah ke-10 Dinasti Turki Osmani, di dalam sinetron Turki ”Abad Kejayaan”, yang menimbulkan kontroversi. Di dalam teks sejarah, Sultan Suleyman dikenal sebagai pemimpin Turki Osmani terlama dan yang paling berhasil membawa Turki Osmani ke puncak masa kejayaan. Sultan Suleyman yang memerintah pada 1520-1566 juga mendapat julukan Suleyman Al-Kanuni (Suleyman Law-giver) karena kemampuannya membangun undang-undang yang diterapkan di Kekhalifahan Turki Osmani selama berabad-abad. Namun, di dalam sinetron ”Abad Kejayaan” Sultan Suleyman digambarkan sebagai tokoh laki-laki yang disibukkan oleh istri dan selir-selir yang saling berkonflik memperebutkan perhatiannya. Sinetron ini juga menampilkan latar kehidupan di wilayah harem dengan penampilan perempuan-perempuan berbusana terbuka dan adegan-adegan erotis, yang sangat bertentangan dengan etika Islam. Gambaran tokoh Sultan Suleyman Al-Kanuni sangat jauh dari horizon ekspektasi audiens. Dengan teori resepsi, artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis horizon ekpektasi dari audiens dan preferred reading dari kreator sinetron ”Abad Kejayaan”. Temuan dari penelitian ini adalah sinetron ”Abad Kejayaan” merupakan karya fiksional yang menimbulkan ketegangan, karena adanya jarak yang jauh antara horizon ekspektasi dan preferred reading.
MANUSIA DAN HUTAN: SEBUAH KAJIAN EKOKRITIK TERHADAP ENAM CERPEN Ramadhani, Sucia; Christomy, Tommy
Multikultura Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahun demi tahun populasi manusia semakin bertambah. Peningkatan populasi manusia tidak diiringi dengan kapasitas sumber daya alam. Kapasitas sumber daya alam, seperi hutan perlahan semakin berkurang. Lahan hutan yang semakin berkurang disebabkan penebangan pohon dan pembukaan lahan di hutan secara besar-besaran. Kerusakan hutan ini menjadi pembahasan yang menarik dalam tema karya sastra. Karya sastra dengan tema lingkungan ini merupakan respons pengarang terhadap kerusakan hutan. Respons manusia terhadap hutan diungkapkan dengan pendekatan ekokritik. Terdapat enam cerpen yang dianalisis dengan menggunakan pendekatan ekokritik: “Harimau Belang” karya Guntur Alam, “Empana” karya Korrie Layun Rampan, “Kering” karya Wa Ode Wulan Ratna, “Suatu Hari di Perkebunan.” Karya Sori Siregar, “Tebas Tebang” karya Syukri D, “Ongkak” karya Fakhrunnas MA Jabbar. Keenam cerpen ini menekankan pada respons manusia dan hutan. Respons manusia terhadap hutan meliputi tiga poin, yaitu konsep liar rimba, kelas sosial, dan konsekuensi tindakan manusia terhadap hutan. Manusia berinteraksi dengan hutan berdasarkan kebutuhannya untuk bertahan hidup, respons ini berdasarkan acuan ekokritik yang dikemukakan Greg Garrard dalam subbab “Wilderness” atau rimba yang dimuat dalam Ecocritism.
MEMURNIKAN AJARAN ISLAM DARI IDEOLOGI RADIKAL MELALUI HERMENEUTIKA PAUL RICOEUR Syifa, Shafira Nurul; Asnawi, Naupal
Multikultura Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini didasari atas kekhawatiran penulis terhadap berkembanngnya persepsi di masyarakat Indonesia bahwa agama Islam itu penuh dengan ajaran-ajaran radikal. Persepsi ini menjadi penting dibahas untuk mencegah pembenaran bahwa radikalisme adalah wajah Islam sesungguhnya. Untuk itu perlu ada upaya pemurnian terhadap persepsi-persepsi yang telah melekat pada Islam. Dalam melakukan upaya pemurnian diperlukan upaya pemahaman kembali terhadap persepsi yang berkembang, hingga faktor lain yang mempengaruhi perkembangan persepsi itu. Hermeneutika menjadi pendekatan yang tepat untuk mencapai tujuan pemurnian dan melakukan upaya pemahaman kembali terhadap persepsi yang berkembang terhadap Islam. Penulis menggunakan pendekatan hermeneutika dari Paul Ricoeur, karena bagi Ricoeur hermeneutika tidak hanya sebagai cara pemahaman kembali, tapi menekankan fungsinya sebagai kritik ideologi. Temuan penulis bahwa adanya persepsi tentang Islam radikal karena terdapat peran dari gerakan sosial Islam radikal dan diframing oleh media massa.

Page 1 of 1 | Total Record : 9