cover
Contact Name
Zulfah
Contact Email
zulfahasni670@gmail.com
Phone
+6282271279237
Journal Mail Official
zulfahasni670@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sisingamangaraja, Bangkinang Kota, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 29874475     DOI : https://doi.org/10.70292/pchukumsosial.v2i3.72
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial is published by the PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP (NOMOR : AHU-012686.AH.01.30.Tahun 2023) in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. PCHS is a double blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of Law and Social Science. All publications in the PCHS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial is a national journal with e-ISSN: 2987-4475. Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial publishes articles periodically three a year, in May, September, and January. PCTIF uses Turnitin plagiarism checks, Mendeley for reference management and supported by Crossref (DOI) for identification of scientific paper.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 380 Documents
Penataan Hewan Ternak Masyarakat Dalam Perspektif Kewenangan Desa Berskala Lokal (Studi di Desa Sungai Ara Kabupaten Indragiri Hilir) Syaiful Mudzhab; Jamri; Ali Azhar
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.362

Abstract

Community Livestock Management from the Perspective of village Authority on a Local Scale: A Study in Sungai Ara Village, Indragiri Hilir Regency. The management of community livestock is one form village community development aimed at ensuring that livestock raising activities do not create problems such as environmental pollution and public disorder. However, in practice various issues are still found due to livestock management that has not been properly organized. This study aims to identify the forms of community livestock management from the perspective of local-scale village authority in Sungai Ara Village, Indragiri Hilir Regency, to determine the obstacles encountered in implementing livestock management and to identify effors that can be undertaken to improve livestock management within the framework of local-scale village authority. This research employs a sociological or empirical approach with a descriptive research design. Data were collected through interviews with the Village Head, Hamlet Head, Neighborhood Association (RT) leaders, Community Association (RW) leaders, community figures, and residents and residents who raise livestock in Sungai Ara Village, Indragiri Hilir Regency. In addition, a literature review was conducted using Law Number 6 of 2014 concerning Villages. Books and journals related to community livestock management and local-scale village authority. The data were analyzed qualitatively. The results of the study indicate that the village government has the authority to regulate the administration of governmental affairs and the interests of the local community. In line with Law Number 6 of 2014, villages possess local-scale authority, enabling them to independently manage village affairs, including resolving issues related to community livestock management. This can be achieved through the formulation of a village regulation (Peraturan Desa/PERDES) concerning community livestock management in Sungai Ara Village, Indragiri Hilir Regency. The obstacles to community livestock management include insufficient community between the Sungai Ara Village Government and livestock owners, as well as the absence of a village regulation governing community livestock management. To address these obstacles, effors should be made to strengthen communication between the village government and livestock owner and to enact a village regulation on community livestock management in Sungai Ara Village, Indragiri Hilir Regency.
Sanksi Penyalahgunaan Hak Cipta Kitab Kuning: Studi Komparatif Hukum Positif Indonesia dan Hukum Islam: Penelitian Tasi’ Nugroho Mauloyo; M. Ilham Fajry Akbar; M. Yalis Shokhib
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.364

Abstract

Kitab kuning sebagai warisan intelektual Islam memiliki kedudukan penting dalam sistem pendidikan pesantren di Indonesia, namun fenomena penyalahgunaan hak cipta terhadapnya semakin marak seiring perkembangan teknologi reproduksi dan digitalisasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji sanksi penyalahgunaan hak cipta kitab kuning dalam perspektif hukum positif Indonesia dan hukum Islam secara komparatif. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hukum positif, perlindungan hak cipta kitab kuning diatur melalui UU Nomor 28 Tahun 2014 dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp4 miliar untuk kasus pembajakan. Sementara itu, hukum Islam memandang penyalahgunaan hak cipta sebagai perbuatan haram berdasarkan prinsip larangan mengambil hak orang lain, konsep mashlahah, dan maqashid al-syariah, dengan sanksi berupa ta'zir yang fleksibel sesuai kebijaksanaan hakim. Fatwa MUI Nomor 1 Tahun 2003 menegaskan bahwa hak cipta termasuk huquq maliyyah yang wajib dilindungi. Perbandingan kedua sistem menunjukkan titik temu dalam mengakui bahwa pelanggaran hak cipta layak disanksi, namun berbeda dalam filosofi, dasar normatif, dan mekanisme penegakan. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan integratif yang menggabungkan kekuatan hukum positif dengan nilai-nilai Islam, serta pengembangan model akses terjangkau seperti wakaf intelektual.
Analisis Hukum Terhadap Perubahan Mekanisme Pengadaan Langsung dalam Perpres Nomor 46 Tahun 2025, tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pegadaan/Jasa Pemerintah Tri Wahyudi; Jamri; Bambang Sasmita Adi Putra
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.365

Abstract

This study examines the changes to the direct procurement mechanism under Presidential Regulation Number 46 of 2025 concerning the Second Amendment to Presidential Regulation Number 16 of 2018 on Government Goods and Services Procurement. This research employs a normative legal method with a descriptive-analytical approach, utilizing statutory, conceptual, and analytical frameworks. Three research questions are analyzed: the substantive changes to the direct procurement mechanism, the legal analysis from the perspectives of legal certainty and good governance principles, and the implications for effectiveness, transparency, and accountability in government procurement. The findings indicate that Presidential Regulation Number 46 of 2025 introduces significant normative changes through mandatory full digitalization, strengthened procurement officer competency requirements, expanded scope to village governments, and increased direct purchase thresholds for construction works. Reviewed from legal certainty theory, the regulation clarifies norms although transitional challenges require careful management. From a good governance perspective, the digitalization of direct procurement simultaneously reinforces transparency, accountability, and effectiveness. The study concludes that these changes signify a paradigmatic transformation in government procurement toward data-driven governance that is openly accountable to the public.
Analisis Teori Positivisme Hukum: Pemikiran John Austin dan H.L.A. Hart dalam Bingkai Negara Hukum Sumartian Suheri; MS Tumangor
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.367

Abstract

Positivisme hukum merupakan aliran filsafat hukum yang berpengaruh dalam perkembangan sistem hukum modern, termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran John Austin dan H.L.A. Hart tentang positivisme hukum serta relevansinya terhadap prinsip negara hukum, asas legalitas, dan kepastian hukum dalam sistem hukum Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, buku, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa John Austin memandang hukum sebagai perintah dari penguasa yang berwenang, sedangkan H.L.A. Hart melihat hukum sebagai suatu sistem aturan yang memperoleh keabsahan melalui prosedur dan pengakuan lembaga yang berwenang. Dalam praktiknya, sistem hukum Indonesia masih menunjukkan pengaruh positivisme hukum melalui penerapan asas legalitas dan hukum tertulis. Namun, penegakan hukum sering menghadapi permasalahan antara kepastian hukum dan keadilan. Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan antara kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan agar tujuan negara hukum dapat terwujud secara optimal.
Implementasi Inovasi E-Samsat Berbasis Digital Di Jawa Timur: Penelitian Susi Ratnawati; Anggrita Esthi; Lolita Permanasari; Indawati
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.368

Abstract

Tujuan Penelitian: Menganalisis implementasi inovasi e-Samsat guna mengevaluasi efektivitas program dalam mengoptimalkan pelayanan publik dan memberikan kemudahan bagi masyarakat melalui sistem administrasi berbasis digital. Metode Penelitian: Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Fokus analisis diarahkan untuk mengevaluasi mutu layanan e-Samsat pasca-pemberlakuan regulasi, dengan mengacu pada indikator inovasi yang meliputi aspek kemudahan, kecepatan, transparansi, serta keamanan sistem pembayaran. Hasil Penelitian: Inovasi pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) melalui e-Samsat berlandaskan pada kerangka kebijakan nasional serta regulasi daerah. Di wilayah Jawa Timur, dasar hukum utamanya mencakup Perda Jatim Nomor 9 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah, yang diakselerasi melalui Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 8 Tahun 2017. Implementasi e-Samsat di Jawa Timur dinilai sangat berhasil dan menjadi salah satu barometer nasional dalam transformasi digital pelayanan publik (e-government). Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Timur, inovasi ini terus berevolusi dari sekadar pembayaran via ATM bank daerah menuju pemanfaatan ekosistem digital yang masif. Sistem ini memfasilitasi wajib pajak melakukan pembayaran dan pengesahan STNK tahunan secara non-tunai melalui berbagai kanal digital (ATM, mobile banking, e-commerce, dan gerai modern) yang terintegrasi otomatis dengan data Bapenda, Kepolisian, serta Jasa Raharja.
Peran Direktorat Lalu Lintas Barang Bp Batam dalam Pelayanan Persetujuan Pengeluaran Barang Sementara ke Luar Daerah Pabean (LDP) Citra Aulia Pattikale; Akhdiva Elfi Istiqoh; Ardino Chandra Yudha Fitriady
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.369

Abstract

Pelayanan Persetujuan Pengeluaran Barang Sementara Ke Luar Daerah Pabean (LDP) Merupakan Salah Satu Layanan yang Diselenggarakan Oleh Direktorat Lalu Lintas Barang Badan Pengusahaan Batam dalam mendukung kelancaran arus barang di kawasan perdagangan bebas dan Pelabuhan bebas Batam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Direktorat lalu lintas barang BP Batam dalam pelayanan persetujuan pengeluaran barang sementara ke luar daerah pabean, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta mengetahui upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan Staff pengeluaran barang dan data sekunder yang bersumber dari dokumen, peraturan, serta literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Direktorat lalu lintas barang BP Batam telah menjalankan perannya sebagai Regulator, Pelaksana Pelayanan, Fasiliator, dan Pengawas. Pelayanan dilakukan secara elektronik melalui sistem IBOSS, sehingga mempermudah proses pengajuan dan penerbitan persetujuan. Kendala yang ditemukan meliputi ketidaklengkapan dokumen dan kesalahan penginputan data oleh pengguna jasa serta gangguan pada sistem pelayanan. Untuk mengatasi kendala tersebut, dilakukan optimalisasi sistem IBOSS, sosialisasi kepada pelaku usaha, peningkatan ketelitian dalam verifikasi dokumen, serta koordinasi dengan pengelolaan sistem.
Efektivitas Pelayanan Administrasi di Sekretariat Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam Yesica Natalia Sinaga; Ilham Yuri Nanda; Tety Indrianty
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelayanan administrasi di Sekretariat Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung  dan penghambat pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan triangulasi. Penentuan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, melibatkan Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian serta Arsiparis Sekretariat Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan administrasi di Sekretariat Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam telah berjalan secara efektif, yang tercermin dari kejelasan pembagian tugas berdasarkan Peraturan Wali Kota Batam Nomor 43 Tahun 2024, penggunaan sistem administrasi berbasis digital seperti aplikasi SRIKANDI, e-Kinerja, dan SIPD, serta hasil penilaian kinerja pegawai yang umumnya berada dalam kategori baik. Namun demikian, efektivitas pelayanan masih terhambat oleh keterbatasan jumlah pegawai di beberapa subbagian, tingginya beban kerja administrasi, kebutuhan peningkatan kompetensi digital, serta gangguan pada infrastruktur teknologi informasi. Penelitian ini merekomendasikan pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia sesuai beban kerja, pengembangan kompetensi pegawai secara berkelanjutan, serta penguatan infrastruktur teknologi informasi guna mendukung sistem administrasi berbasis elektronik yang lebih optimal.
Analisis Pengelolaan Data OSS dalam Mendukung Tata Kelola Organisasi PT PLN Batam Nurfadillah Nurfadillah; Eki Darmawan
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.371

Abstract

Pengelolaan data perizinan yang akurat dan terintegrasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung tata kelola organisasi yang efektif, transparan, dan akuntabel. PT PLN Batam memanfaatkan sistem Online Single Submission (OSS) sebagai media pengelolaan data perizinan untuk mendukung kepatuhan terhadap regulasi serta efektivitas administrasi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan data OSS dalam mendukung tata kelola organisasi di PT PLN Batam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pegawai yang bertanggung jawab dalam pengelolaan data OSS, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan data OSS telah dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan pengumpulan data, verifikasi dan validasi dokumen, input data, monitoring perizinan, pengarsipan, serta evaluasi berkala. Pengelolaan data OSS berkontribusi dalam meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, transparansi, akuntabilitas, serta mendukung pengambilan keputusan manajemen. Kendala yang dihadapi meliputi perubahan regulasi yang dinamis, koordinasi antarunit yang belum optimal, dan keterbatasan pemahaman pegawai terhadap sistem OSS. Dengan demikian, pengelolaan data OSS yang efektif mampu mendukung tata kelola organisasi yang lebih baik serta meningkatkan efisiensi administrasi di PT PLN Batam.
Analisis Peran Sekretaris Perusahaan dalam Mendukung Proses Penilaian Good Corporate Governance (GCG) di PT PLN Batam Chelsy Winda Simatupang; Eki Darmawan
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.372

Abstract

Good Corporate Governance (GCG) menjadi bagian penting dalam pengelolaan perusahaan karena berperan dalam menciptakan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab. Dalam pelaksanaan GCG, sekretaris perusahaan memiliki posisi strategis dalam mendukung kelancaran proses tata kelola, khususnya pada kegiatan penilaian dan evaluasi GCG. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sekretaris perusahaan dalam mendukung proses penilaian Good Corporate Governance (GCG) di PT PLN Batam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak yang terlibat dalam pelaksanaan tata kelola perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekretaris perusahaan berperan dalam mengoordinasikan pengumpulan evidence, menghubungkan Person in Charge (PIC) antar unit kerja, mengelola dokumen pendukung penilaian GCG, serta memastikan informasi yang diperlukan tersedia secara tepat waktu. Selain itu, sekretaris perusahaan juga berperan dalam penyusunan risalah rapat, pengarsipan dokumen tata kelola, dan pemantauan tindak lanjut area of improvement hasil evaluasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi sekretaris perusahaan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mendukung penguatan transparansi, akuntabilitas, dan perbaikan tata kelola perusahaan secara berkelanjutan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya optimalisasi peran sekretaris perusahaan sebagai bagian dari mekanisme tata kelola organisasi.
Tindak Pidana Korupsi dan Upaya Penindakan oleh Aparat Penegak Hukum Bambang Sasmita Adi Putra; Didi Syaputra
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.379

Abstract

Corruption in Indonesia is no longer a new problem in legal matters for the country because the problem of corruption has existed for thousands of years, both in developed countries and in developing countries, including Indonesia. The problem of the development of corruption in Indonesia is now so severe and has become an extraordinary problem because it has infected and spread to all levels of society. Corruption crimes in the past were regulated in the Criminal Code due to the dynamics that developed in society, then these regulations underwent changes that were more specific or Lex Specialis which were then regulated for the first time regulated in Law No. 31 of 1999 in conjunction with amendments to Law Number 20 of 2001 concerning the Eradication of Corruption Crimes (PTPK Law). In its course, corruption activities are carried out by the highest power holders who have positions, which positions are mostly the result of winning elections in a party. In the PTPK Act. it is stated that people who commit corruption must compensate the state for losses, due to the economic and social impact of an area it causes on state finances. In its journey, the addition of prison sentences for serious corruptors, of course, has a deterrent effect on perpetrators of corruption, with which it is hoped that acts of corruption can be reduced.